Rapid technological integration in education often triggers psychological pressure among teachers, known as technostress. This study examines the mediating role of self-efficacy in the relationship between Perceived Organizational Support (POS) and technostress. Using a quantitative survey design, data were collected from 180 public high school teachers in Makassar through cluster random sampling. Instruments included the Technostress Scale, POS Scale, and Self-Efficacy Scale, with mediation analysis performed using Hayes’ PROCESS Model 4. The results indicate that self-efficacy fully mediates the relationship between POS and technostress ($b = -0.1024, 95\% \text{ CI } [-0.1797, -0.0414]$). Higher POS enhances teachers' self-efficacy, which in turn significantly reduces technostress levels. These findings highlight self-efficacy as a crucial psychological mechanism in managing digital adaptation. This study contributes to the literature on teacher well-being by emphasizing the importance of organizational support in fostering digital competence confidence. ABSTRAKIntegrasi teknologi yang masif dalam dunia pendidikan sering kali memicu tekanan psikologis pada guru yang dikenal sebagai technostress. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-efficacy sebagai mediator dalam hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dan technostress. Menggunakan desain survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 180 guru SMA Negeri di Makassar melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi Skala Technostress, Skala POS, dan Skala Self-Efficacy, yang dianalisis menggunakan Hayes’ PROCESS Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara POS dan technostress ($b = -0,1024, 95\% \text{ CI } [-0,1797, -0,0414]$). Dukungan organisasi yang dirasakan guru mampu meningkatkan self-efficacy, yang kemudian berdampak signifikan pada penurunan technostress. Temuan ini menegaskan bahwa self-efficacy merupakan mekanisme psikologis kunci dalam moderasi dampak adaptasi digital. Penelitian ini berkontribusi pada kajian kesejahteraan guru dengan menekankan pentingnya dukungan institusional untuk membangun kepercayaan diri dalam kompetensi digital.