p-Index From 2021 - 2026
9.441
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Potensia Jurnal Studi Islam MODELING: Jurnal Program Studi PGMI qolamuna : Jurnal studi islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam JURNAL TARBIYAH JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Journal Analytica Islamica Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam Journal on Education Al-Ta'lim Jurnal PAI Raden Fatah Jurnal Gentala Pendidikan Dasar JURNAL ANSIRU PAI : Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Jurnal Pendidikan dan Konseling Instructional Development Journal Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Dirosah Islamiyah As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Asatiza: Jurnal Pendidikan At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education Academia Open Didaktika: Jurnal Kependidikan Waraqat : Jurnal Ilmu_Ilmu Keislaman Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Mimbar Kampus Continuous Education : Journal of Science and Research Journal of English Language and Education Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara El-Rusyd Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism Socius: Social Sciences Research Journal SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Analysis : Journal of Education Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Jurnal Kualitas Pendidikan FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam At-Tadris: Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN INTELEKTUAL DALAM ALQUR’AN Sheilla Fahira Khadna; Mohammad Al Farabi; Ahmad Darlis
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini memiliki beberapa tujuan: 1) Untuk mengetahui hakikat pendidikan intelektual dalam tinjauan Alquran, 2) Untuk mengetahui penafsiran ayat Alquran terkait pendidikan intelektual 3) Untuk mengetahui nilai pendidikan dalam ayat- ayat alquran terkait pendidikan intelektual. Untuk menelaah dan menganalisis permasalahan yang diuraikan pada tujuan penelitian, maka peneliti memilih penggunaan metode penelitian kualitatif dan penafsiran ayat Alquran untuk menelaah Untuk mengetahui hakikat pendidikan intelektual dalam tinjauan Alquran, penafsiran ayat Alquran terkait pendidikan intelektual serta  nilai pendidikan dalam ayat ayat alquran terkait pendidikan intelektual. Kemudian pendekatan penelitian yang peneliti pilih adalah dengan pendekatan studi literatur atau pustaka (book research) karena nantinya dalam mengumpulkan data- data terkait penelitian, peneliti  menggunakan buku- buku dan jurnal- jurnal sebagai objek kajian penelitian serta menjawab tiga rumusan masalah pada penelitian ini.  Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang diberikan potensi berbeda dengan makhluk lainnya, potensi tersebut berupa akal. Dengan akal manusia mampu untuk berfikir, memahami, mengerti, mengingat, menahan serta mengendalikan hawa nafsu dan mampu menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Akal disebut didalam Alqur’an dengan beberapa sebutan seperti, nadzara (berfikir), faqiha (memahami), fahima (mengerti), tadabbara (merenung), tafakkara (berfikir), tadzakkara (mengingat), ululalbab (berakal), ulul-‘ilm (berilmu), ulul-absar (memiliki pandangan) dan ulin-nuha (memiliki kearifan). Quraish Shihab menyatakan bahwa akal mempunyai tiga daya sebagimana dapat dipahami dari penuturan ayat-ayat Alqur’an: pertama, daya untuk memahami dan menggambarkan sesuatu; kedua, dorongan moral (daya untuk mengikuti nila-nilai moral); ketiga, daya untuk mengambil pelajaran dan kesimpulan serta hikmah. Maka sebagai khalifah dimuka bumi yang diutus oleh Allah SWT, memiliki potensi untuk berpikir dengan akal atau kecerdasan intelektual (IQ), maka manusia harus mampu menggunakan akalnya dengan sebaik mungkin untuk mengendalikan dirinya dan mampu memahami apa yang tersirat dari setiap ketetapan atas kuasa Sang Maha Pencipta. Sehingga penting bagi manusia untuk mengembangkan diri, mendayagunakan akal pikirannya dalam mempelajari Alqur’an dan mengkaji ayat-ayat yang terkandung didalamnya serta menjadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup yang mampu memberikan dampak baik bagi diri manusia agar dapat menjalankan hidup sesuai dengan yang termaktub dalam Alqur’an dan hidup bahagia baik di dunia maupun akhirat kelak. Kata-kata kunci: Pendidikan Intelektual, Tafsir Ayat Al-Quran, Nilai Pendidikan
Pendidikan Multikultural Dalam Perspektif Islam Nuri Indah Sari; Tri Wulan Sari; Edvina Syahnanda; Khadijah Khadijah; Ahmad Darlis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.642 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7575760

Abstract

In general, this research aims to determine the concept of multicultural education in an Islamic perspective. In particular, this research in aimed at understanding the concept of multicultural education from the perspective of the Qur'an and Hadith as well to find out the values of multicultural education contained in the Qur'an and Hadith. This study uses the library research type method (library research),namely research referring to books or library sources (references) related to the discussion. In this study, the results obtained data that multicultural education is in line with Islamic values. As exemplified by the Prophet Muhammad Saw. and his friends in Medina that Islam really appreciates differences and there are many arguments that explain tolerance of differences.
Efektivitas Peran Guru Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Nurul Amelia; Shela Fahra Dilla; Siti Azizah; Zachra Fahira; Ahmad Darlis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.164 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7575797

Abstract

One of the important things in learning is the role of the teacher. However, along with the development of the world of education, the role of the teacher is very fundamental to be discussed, especially in the independent learning curriculum. The teacher is seen as the initiator in independent learning. Therefore, teachers should have the ability to be active, creative, innovative, enthusiastic and skilled in order to fulfill their role as facilitators who bring change to schools. This article was written with the aim of analyzing the effectiveness of the teacher's role in the independent learning curriculum used today. The data sources used are in the form of literature related to the theme, whether in the form of journals, articles, books, or other sources originating from the internet. The method used is the literature study method, namely by finding and collecting various related sources, then filtering them according to the theme presented.
Pendidikan Inklusi Anak Usia Dini dalam Al-Qur’an Zulham Lubis; Asnil Aidah Ritonga; Ahmad Darlis; Azmatul Kholila; Khofifah Indar Rahman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.858 KB)

Abstract

Pada dasarnya setiap anak memiliki karakter, keunikan dan keragaman anak. Kebutuhan setiap anak harus dipenuhi pada semua jenjang pendidikan. Pada umumnya dan khususnya pada pendidikan anak usia dini. UUD nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatur setiap warga negara. Setiap negara memiliki hak yang sama atas pendidikan dasar berkualitas tinggi bagi orang-orang yang cacat, berkebutuhan khusus, emosional atau intelektual yang tinggal di lingkungan sekitar tanpa kontak dengan dunia luar. UU SISDIKNAS menyebutkan bahwa pendidikan inklusi tidak hanya melayani anak-anak dengan kebutuhan fisik, tetapi juga anak-anak dengan perbedaan sosial, budaya, geografis, dan bahasa, sehingga mereka mendapatkan layanan pendidikan yang sama pada saat dibutuhkan. Setiap anak dapat berpartisipasi dalam perkembangan, pengetahuan dan kemampuan anak untuk berpartisipasi.
Moderasi Beragama dalam Pendidikan Agama Islam di SMK Harum Sentosa Perbaungan Perbaungan Ahmad Darlis; Yudha Wijaya Lubis; Abdul Fajar Hasibuan; Muhammad Alwi Alamsyah; Win Ryansyah Ramadhan
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious moderation is understanding and being balanced between religious experience (exclusive) and respect for the religious practices of other people with different beliefs (exclusive). Balance in religious practice will keep us from extreme, revolutionary, and even fanatical attitudes in religion. Religious moderation is the key to creating tolerance and harmony. This study discusses religious moderation in Islamic Religious Education at SMK Harum Sentosa Perbaungan with qualitative research methods, namely by describing and describing the results of research using interview and observation techniques. Harum Sentosa Vocational School as a whole is dominated by how the managerial management of a teacher is in the classroom. Inserting religious moderation in PAI subjects at Harum Sentosa Vocational School can be done such as inserting understanding with mutual tolerance and caring for others related to the material being taught. At Harum Sentosa Perbaungan Vocational School, there are various ethnicities, tribes, religions and cultures, especially at Harum Sentosa Vocational School. This heterogeneity does not rule out the possibility of the potential to create friction or conflict that causes social imbalance. This is the need for the concept of religious moderation in Islamic Education to create balance and prosperity in the harmony of national and religious life.
PENDIDIKAN INTELEKTUAL DALAM ALQUR’AN Sheilla Fahira Khadna; Mohammad Al Farabi; Ahmad Darlis
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini memiliki beberapa tujuan: 1) Untuk mengetahui hakikat pendidikan intelektual dalam tinjauan Alquran, 2) Untuk mengetahui penafsiran ayat Alquran terkait pendidikan intelektual 3) Untuk mengetahui nilai pendidikan dalam ayat- ayat alquran terkait pendidikan intelektual. Untuk menelaah dan menganalisis permasalahan yang diuraikan pada tujuan penelitian, maka peneliti memilih penggunaan metode penelitian kualitatif dan penafsiran ayat Alquran untuk menelaah Untuk mengetahui hakikat pendidikan intelektual dalam tinjauan Alquran, penafsiran ayat Alquran terkait pendidikan intelektual serta  nilai pendidikan dalam ayat ayat alquran terkait pendidikan intelektual. Kemudian pendekatan penelitian yang peneliti pilih adalah dengan pendekatan studi literatur atau pustaka (book research) karena nantinya dalam mengumpulkan data- data terkait penelitian, peneliti  menggunakan buku- buku dan jurnal- jurnal sebagai objek kajian penelitian serta menjawab tiga rumusan masalah pada penelitian ini.  Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang diberikan potensi berbeda dengan makhluk lainnya, potensi tersebut berupa akal. Dengan akal manusia mampu untuk berfikir, memahami, mengerti, mengingat, menahan serta mengendalikan hawa nafsu dan mampu menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Akal disebut didalam Alqur’an dengan beberapa sebutan seperti, nadzara (berfikir), faqiha (memahami), fahima (mengerti), tadabbara (merenung), tafakkara (berfikir), tadzakkara (mengingat), ululalbab (berakal), ulul-‘ilm (berilmu), ulul-absar (memiliki pandangan) dan ulin-nuha (memiliki kearifan). Quraish Shihab menyatakan bahwa akal mempunyai tiga daya sebagimana dapat dipahami dari penuturan ayat-ayat Alqur’an: pertama, daya untuk memahami dan menggambarkan sesuatu; kedua, dorongan moral (daya untuk mengikuti nila-nilai moral); ketiga, daya untuk mengambil pelajaran dan kesimpulan serta hikmah. Maka sebagai khalifah dimuka bumi yang diutus oleh Allah SWT, memiliki potensi untuk berpikir dengan akal atau kecerdasan intelektual (IQ), maka manusia harus mampu menggunakan akalnya dengan sebaik mungkin untuk mengendalikan dirinya dan mampu memahami apa yang tersirat dari setiap ketetapan atas kuasa Sang Maha Pencipta. Sehingga penting bagi manusia untuk mengembangkan diri, mendayagunakan akal pikirannya dalam mempelajari Alqur’an dan mengkaji ayat-ayat yang terkandung didalamnya serta menjadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup yang mampu memberikan dampak baik bagi diri manusia agar dapat menjalankan hidup sesuai dengan yang termaktub dalam Alqur’an dan hidup bahagia baik di dunia maupun akhirat kelak.  Kata-kata kunci: Pendidikan Intelektual, Tafsir Ayat Al-Quran, Nilai Pendidikan
Analisis Etika Peserta Didik Kelas X SMA Muhammadiyah 18 Sunggal Melalui Pembelajaran PAI Ahmad Darlis; Hodi Alfian; Muhammad Musa Tarigan; Muhammad Diva Aldair Siregar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.499 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7678407

Abstract

The goals and ideals of the Indonesian nation are to realize the lives of citizens who have the nation's intellectual property listed in the 1945 Constitution, the government and citizens jointly solve educational problems so that a nation that is strong, independent and ready to face the world of globalization is formed. The world of education is currently experiencing the problem of fading the character of students, this can be observed especially in today's young generation. This article aims to find out the form of implementing Islamic-based character education at Muhammadiyah 18 Sunggal High School and find out what factors cause obstacles in efforts to implement forms of Islamic-based character education at Muhammadiyah 18 Sunggal High School. This research uses descriptive qualitative method. The data collection technique used was observation, interviews and documentation by observing directly in the field. Based on the results of data analysis, it can be found that the form of ethical analysis through PAI learning is in camping and MABIT (Faith Development and Taqwa Night) and extracurricular activities and through positive habituation activities to read the Koran and pray Dhuha in congregation as well as exemplary behavior. The inhibiting factors/obstacles of the school in the effort to implement character education at Muhammadiyah 18 Sunggal High School are facilities and infrastructure, students and teacher potential.
Moderasi Beragama dalam Prespektif Al-Qur’an dan Hadis Nur Aslamiyah; Siswi Tri Amalia; Ayu Annisah; Ibnati Mawaddah; Ahmad Darlis
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol 22 No 1 (2023): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.316 KB) | DOI: 10.47467/mk.v22i2.2562

Abstract

Religious moderation is an attempt in the middle form of various existing religions. Moderation which is the middle of a group that does not really choose right or left. Islamic religious moderation is an effort in the formation of all groups in the Islamic religion which is dotted in the middle or Al-Wasth. This article refers to the Qur'an and Hadith which are the holy books of Muslims which serve as guidelines for Muslims in their daily lives. In this study, we as writers used the library research method. This is a research that collects data by retrieving data from book and journal sources. From the articles that have been presented or explained that the Al-Qur'an and Hadith do not make Muslims to do excessive or excessive extreme violence and to respect one another. Keywords: Moderation, Religion, People
Pendidikan Berbasis Moderasi Beragama Berdasarkan Surat Al-Baqarah Ayat 143 Ely Damayanti Pulungan; Widya Khairunnisa; M. Alfarabi; Ahmad Darlis
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 12, No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpkth.v12i1.9374

Abstract

This article aims to find out the interpretation in Q.S Al-Baqarah: 143 which is related to religious moderation and to describe the educational values contained therein. The type of research used is a qualitative approach with the use of library research using books as themain source and journals as secondary sources as auxiliary sources that support this research.The findings of this study indicate that in Q.S Al-Baqarah: 143 M. Quraish Shibab and Buya Hamka explain that religious moderation is Muslim. It was further explained that religious moderation is an attitude that chooses a middle way, not being exaggerated nor too facilitating, not extreme nor liberal. In this case one can be balanced by keeping oneself busy with the world and not forgetting the hereafter. As for some educational values based on Q.S Al-Baqarah: 143 concerning religious moderation, namely instilling an attitude of justice within oneself, balance, mutual love, piety to Allah SWT and avoid violence.
Peran Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Siswa pada Pembelajaran PAI di Sekolah Umum Daffa Tsaqif Aufa; Ahmad Darlis; Fitrah Wahdania Ali; Wanda Ramadhani Br Samura; Yulia Ningsih
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol 22 No 2 (2023): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.168 KB) | DOI: 10.47467/mk.v22i2.3087

Abstract

The background of writing this article is the amount of delinquency among students. The purpose of this research is to look at the role of PAI teachers as educators in building student character. This study uses a literature study research method. The information and sources used to make this article come from relevant books and journals. This writing technique is a literature study of materials and data that have been collected, arranged logically and methodically arranged. The entire content of the article consists of theory and then conclusions are used to draw conclusions. Regarding his role as a PAI teacher in building student character, it includes: Empowerment, exemplary, intervention, integrated, filtering. The strategies carried out by PAI teachers to build student character include: 3S habituation (greetings, greetings, smiles), habituation of dhuha and asr prayers in congregation, habituation of reading short letters, reading prayers, habituation to discipline, habituation to be honest. Keywords: Role of PAI teacher, Student character
Co-Authors Abdul Fajar Hasibuan Adhelia Ferari  Afandi Afandi Ahmad Raihan Ahmad Ridho Aidah Ritonga, Asnil Aidah, Asnil Ainayya Husna Aisyah Al Azizah Tanjung Aisyah Aminy Akmal Shah Al Farabi, Mohammmad Alfi Syahria, Bunga Amrullah Anggraini Napitupulu, Tiara Anjellia Swanto, Yola Arif Rio Kari Arini Siregar Asmalia Asnil Aidah Ritonga Asnil Aidah Ritonga Aulia Rahimi Ayau Ummad Nasution Ayu Annisah Azizah, Afiq Azlia Fasya Kintara Azmatul Kholila Azyana Alda Sirait Banjir Siregar, Ahmad Syafrizal Berutu, Hotma Bulan Hasibuan Chairun Nisyah, Siti Chairunnisa Sahril Chaniago Chici Paramitha Harahap Daffa Tsaqif Aufa Dalimunthe, Jelita Debataraja, Christina Suriani Dede Khairani Dedi Ariyanto Daulay Devi Indah Sari Dinda Zulaikha Dzul Fadhli Sya’bana Edvina Syahnanda Ely Damayanti Pulungan Erra Malinda Fahmi, Santri Fahrur Rozy Fajri, Fadlin Farha, Mazidatul Fauzul Azmi Purba Fernanda, Muhammad Rifqih Fery Fadli Fitrah Wahdania Ali Fitri Harabiyah Gultom Fitriani Gadis Ayuni Putri Ginting, Nurhanisa Habib Al Ghifari Hadad Alwi Hadi Sufyan Hairil Anwar Halimatus sakdiah Harahap, Fadlan Fajri Harahap, Jahrona Harahap, Laila Rahmayani Harist Heriadi Hasibuan, Eva Khairani Hasibuan, Putri Anggita Sari Hendra Alsa Fahmi Hodi Alfian Hotmasarih Harahap Ibnati Mawaddah Ida Marina Harahap Ika Wirdani Ilham Adiansyah Harahap Imran , Ali IMRAN SINAGA, ALI Inayah, Nona Maulidika Indah Rizka Rahmi Indah Syafiqah Lubis Indah Widya Jaya Putri Nasution Indriani, Rini Iqbal Maulana Irma Sulistia Silaen Irma Sulistia Silaen Irmi, Rana Farras Isnayni Rahmah Jihan Julia Rahmah, Julia Khadijah Khadijah Khofifah Indar Rahman Khotimah, Annisa Husnul Koto, Muthya Khairunnisa Laoli, Rizka Rahmi Putri Lbs, Mhd. Abdan Syakuro Lestari, Sri Indah Lingga, Salman Al Farisi Lisa Sersanawawi Lisa Sersanawawi Lubis, M. Ariandi M. Alfarabi M. Yemmardotillah Mardianto Mardianto Mariyati Mariyati Masri, Dedi Matsum, Hasan Maulida Ulfa Mhd Rifqih Fernanda Moh. Amiril Mukminin Mohammad Al Farabi Muhammad Alwi Alamsyah Muhammad Amin Muhammad Arif Syuhada Muhammad Diva Aldair Siregar Muhammad Idris Muhammad Khalidin   Muhammad Musa Tarigan Muhammad Syahrul Hasibuan Muhammad Syawal Karo-Karo Munawwarah, Raudhatul Mustaqim, Ahmad Musthafa Fadil Perkasyah Namira Fitri Mahfirah Nanda Nurul Baiti Napitupulu, Tiara Angraini Nia Atikah Rahma Nst, Ahmad Husein Nur Aslamiyah Nur Hilmy Harahap, Aina Nurfadillah, Annisa Nuri Indah Sari Nurlaili, Nurlaili Nurul Amelia Nurul Fadhilah Nurul Izzah Tanjung P, Priono Panggabean, Fajariah Pilma Sindy Arizka Pismawenzi, Pismawenzi Pohan, Ainun Matauli Putri, Nancy Ramadayanti Ramadayanti Ramadhan, Maratu Naja Riana Sari Sitorus Riska Dewi Rizka Ardiyanti Sabilla Hidayani Br. Tarigan Sahidi Mustafa, Sahidi Sandi, Rizki Rey Saragih, Elida Saragih, Sokon Sari, Sri Wulan Saripah Aini Sella Octavia Sheilla Fahira Khadna Shela Fahra Dilla Siagian, Muhammad Aldi Siddik, Mhd Fajar Silaen, Irma Silaen, Irma Sulistia Sinaga, Ali Imran Sinaga, Ali Imran Sinaga, Rizky Awaliyah Siregar, Salsabila Syfa Siswi Tri Amalia Siti Azizah Siti Azminatasya Ammar Siti Julaiha Nasution Siti Nur Haliza Sri Rahmayani Manalu Sri Wahyuni Harahap Sukandi Sukandi Sutarto Syahputra, M Fadli Tanjung, Muhammad Husein Tarigan, Ira Wahyuni Br Taufik Hidayat Daulay Tri Wulan Sari Viona Miftahuljannah Wahyu Alfarizi Wahyuni Hrp, Arfita Wanda Ramadhani Br Samura Widya Khairunnisa Win Ryansyah Ramadhan Winda Nurul Azizah Winda Sari Witjaksana, Mega Yudha Wijaya Lubis Yulia Ningsih Zachra Fahira Zahrotul Husna Zulham Lubis