Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah dan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap PDB Manufaktur di Indonesia Dafa Ariza; Armin Rahmansyah Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah (RLS) dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap PDB Manufaktur di Indonesia selama periode 2004 hingga 2024. Mengingat fenomena deindustrialisasi dini dan perlambatan sektor industri pasca-pandemi, pemahaman tentang determinan output manufaktur menjadi sangat krusial. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda dan estimasi Ordinary Least Squares (OLS) pada data tahunan sebanyak 21 observasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menguji hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil uji asumsi klasik (Jarque-Bera, Breusch-Godfrey, VIF, Breusch-Pagan-Godfrey) menunjukkan bahwa model memenuhi uji normalitas, bebas autokorelasi, bebas multikolinearitas (VIF<2), serta homoskedastisitas, sehingga estimasi OLS bersifat BLUE. Estimasi model menghasilkan persamaan: log(PDBM) = 13,64 + 0,7957×RLS – 0,1153×TPT. Temuan utama membuktikan bahwa secara simultan RLS dan TPT berpengaruh signifikan terhadap PDB Manufaktur dengan nilai adjusted R-squared sebesar 93,76 persen, artinya kedua variabel mampu menjelaskan 93,76% variasi output manufaktur. Secara parsial, rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB Manufaktur (koefisien 0,7957; p=0,0000), di mana setiap kenaikan RLS sebesar 1 tahun meningkatkan PDB Manufaktur sebesar 79,57 persen. Sebaliknya, tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan (koefisien -0,1153; p=0,0000), yang berarti setiap kenaikan TPT sebesar 1 persen menurunkan PDB Manufaktur sekitar 11,53 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan mampu mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, sementara tingginya pengangguran justru menghambat output industri. Implikasi kebijakan: perlunya sinergi antara peningkatan akses pendidikan (wajib belajar 12 tahun) dengan kebijakan pasar kerja aktif untuk menekan pengangguran, serta reformasi kurikulum berbasis kebutuhan industri guna mencegah educated unemployment.
Analisis Pengaruh Konsumsi Rokok dan Produksi Tembakau Terhadap Ekspor Tembakau Di Indonesia Tahun 2004-2024 Muhammad Aldi Akbar; Armin Rahmansyah Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi tembakau dan konsumsi rokok terhadap volume ekspor tembakau Indonesia selama periode 2004 hingga 2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan regresi linier berganda dengan estimasi OLS pada data sekunder tahunan 21 observasi dari BPS. Uji asumsi klasik (normalitas Jarque-Bera, autokorelasi Breusch-Godfrey, multikolinearitas VIF, heteroskedastisitas Breusch-Pagan-Godfrey) menunjukkan bahwa residual terdistribusi normal, bebas autokorelasi, bebas multikolinearitas (VIF<10), dan homoskedastisitas, sehingga estimasi OLS bersifat BLUE. Hasil uji simultan (F-statistic=26,38; p=0,000004) membuktikan bahwa produksi tembakau dan konsumsi rokok secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ekspor tembakau dengan adjusted R-squared sebesar 71,74%, artinya kedua variabel independen mampu menjelaskan 71,74% variasi ekspor. Secara parsial, konsumsi rokok berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor (koefisien -0,323; p=0,0001), mengindikasikan bahwa setiap kenaikan konsumsi rokok 1 ton menurunkan volume ekspor sekitar 0,32 ton karena berkurangnya surplus produksi untuk pasar internasional (efek crowding-out). Sebaliknya, produksi tembakau tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor (p=0,5581), menunjukkan peningkatan produksi domestik belum tentu diikuti peningkatan ekspor akibat tingginya serapan pasar rokok dalam negeri yang bahkan mengharuskan Indonesia mengimpor tembakau. Penelitian ini mengonfirmasi adanya efek crowding-out permintaan domestik terhadap kinerja ekspor tembakau Indonesia. Implikasi kebijakan: pemerintah perlu melakukan evaluasi cukai hasil tembakau dan diversifikasi produk tembakau olahan bernilai tambah tinggi.
Analisis Pengaruh Harga Minyak Dunia dan Kurs Rupiah terhadap IHSG di Indonesia pada Tahun 2000-2025 Raymond Panturi Siboro; Armin Rahmansyah Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga emas dunia dan kurs rupiah terhadap ketidakpastian kebijakan ekonomi global (Global Economic Policy Uncertainty/GEPU) di Indonesia selama periode tahun 2000 hingga 2024. Ketidakpastian kebijakan ekonomi global telah meningkat signifikan sejak krisis keuangan 2008, pandemi COVID-19, serta konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah. Harga emas berfungsi sebagai aset safe haven sementara kurs rupiah mencerminkan arus modal internasional. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda dan estimasi Ordinary Least Squares (OLS) pada data tahunan sebanyak 25 observasi, penelitian ini menguji hubungan antara variabel independen (harga emas dunia dan kurs rupiah) dan variabel dependen (indeks GEPU). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model memenuhi uji normalitas (Jarque-Bera probability >0,05), bebas autokorelasi (Breusch-Godfrey p-value 0,0650), bebas multikolinearitas (VIF <5), serta homoskedastisitas (Breusch-Pagan p-value 0,5097). Temuan utama membuktikan bahwa secara simultan harga emas dan kurs rupiah berpengaruh signifikan terhadap GEPU dengan nilai adjusted R-squared sebesar 81,09 persen (F-statistic 52,45; p=0,0000). Secara parsial, harga emas dunia berpengaruh positif dan signifikan (koefisien 0,077; t=4,32; p=0,0003), demikian pula kurs rupiah menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (koefisien 0,012; t=2,97; p=0,0070). Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan ketidakpastian kebijakan ekonomi global mendorong kenaikan harga emas sebagai aset safe haven serta melemahkan nilai tukar rupiah. Implikasi kebijakan mencakup perlunya diversifikasi cadangan devisa dan penguatan instrumen lindung nilai.
Pengaruh PDB, Investasi Asing Langsung, dan Keterbukaan Perdagangan terhadap Emisi CO₂ di Lima Negara dengan PDB Terbesar Dunia Feryanto Nababan; Armin Rahmansyah Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8934

Abstract

Peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) akibat aktivitas ekonomi global menjadi perhatian serius dalam agenda pembangunan berkelanjutan internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI), dan keterbukaan perdagangan terhadap emisi CO₂ per kapita di lima negara dengan PDB terbesar dunia, yaitu Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman, dan India, pada periode 2010–2024. Data sekunder bersumber dari World Bank/World Development Indicators diolah menggunakan regresi data panel. Pemilihan Fixed Effect Model (FEM) sebagai model terpilih didasarkan pada hasil Uji Chow (F = 107,79; prob. 0,0000) dan Uji Hausman (χ2 = 62,52; prob. 0,0000). Uji asumsi klasik menunjukkan model bebas dari multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil estimasi FEM menunjukkan bahwa PDB per kapita (koef. −0,000256; prob. 0,0000), FDI (koef. −0,390; prob. 0,001), dan keterbukaan perdagangan (koef. −0,047; prob. 0,008) masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap emisi CO₂ per kapita. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan (F = 482,67; prob. 0,000) dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,978. Temuan ini mendukung Environmental Kuznets Curve (EKC), Pollution Halo Hypothesis, serta dominasi technique effect dan composition effect dalam Trade and Environment Theory. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya sinergi antara pertumbuhan ekonomi, arus investasi ramah lingkungan, dan liberalisasi perdagangan berbasis teknologi hijau dalam mendukung transisi energi dan dekarbonisasi global.
Analisis Pengaruh Harga Minyak Dunia Dan Kurs Rupiah Terhadap IHSG Di Indonesia Pada Tahun 2000-2025 Ali Asdon Tanjung; Armin Rahmansyah Nasution
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga minyak dunia dan kurs rupiah terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia selama periode tahun 2000 hingga 2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda dan estimasi Ordinary Least Squares (OLS) pada data tahunan sebanyak 25 observasi, penelitian ini menguji hubungan jangka panjang antara variabel independen dan dependen. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model memenuhi uji normalitas, bebas autokorelasi, bebas multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Temuan utama penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan harga minyak dunia dan kurs rupiah berpengaruh signifikan terhadap IHSG dengan adjusted R-squared sebesar 89,13 persen. Secara parsial, harga minyak dunia berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, demikian pula kurs rupiah yang juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah justru direspon positif oleh pasar saham Indonesia, mencerminkan dominasi sektor komoditas energi dan ekspor di Bursa Efek Indonesia. k Indonesia.
Analisis Konseptual Investasi Hijau Dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Aulia Putri Ramadhani; Armin Rahmansyah Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.753

Abstract

Investasi hijau telah menjadi salah satu alat strategis utama untuk mentransformasi perekonomian menuju ekonomi rendah karbon dan proyek-proyek konstruksi yang sedang berjalan. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji strategi dan dinamika investasi dalam konteks pembangunan ekonomi yang sedang berlangsung dengan membahas landasan teoretis, perkembangan global, serta tantangan implementasi, khususnya di negara-negara berkembang. Melalui kajian pustaka dan analisis konseptual, penelitian ini mengkaji beberapa perspektif akademis dari literatur mengenai ekonomi lingkungan, investasi jangka panjang, dan strategi konstruksi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa berinvestasi dalam sektor hijau dapat memberikan dua manfaat: secara ekonomi, hal ini dapat menciptakan peluang kerja baru dan kemajuan teknologi, sementara secara ekologis, hal ini dapat mengurangi emisi karbon dan melindungi lingkungan. Namun, sejumlah tantangan, seperti asimetri informasi, risiko regulasi, dan keterbatasan kapasitas kelembagaan, tetap menjadi hambatan utama. Keberhasilan investasi hijau memerlukan sistem kebijakan yang terpadu, instrumen keuangan yang inovatif, serta kolaborasi multipihak antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat setempat.
Evaluasi Kebijakan Pembangunan Nasional Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Melalui Penurunan Kemiskinan Dan Pengangguran: Studi Komparatif Provinsi Sumatera Utara & Provinsi Aceh Tahun 2019-2024 Lilis Febiola; Nazira Maulidia Nasution; Armin Rahmansyah Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif kebijakan pembangunan nasional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dengan cara menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara serta Aceh selama periode 2019–2024. Studi ini bersifat komparatif dan menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tiga indikator utama yang dijelaskan yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi, proporsi penduduk yang hidup dalam kemiskinan, dan tingkat kemiskinan terbuka (TPT). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kedua daerah mengalami tekanan ekonomi yang signifikan pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, tetapi berhasil melakukan pemulihan secara bertahap mulai dari tahun 2021. Sumatera Utara menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan Aceh, baik dari segi pertumbuhan ekonomi maupun penurunan tingkat kemiskinan, meskipun keduanya menunjukkan kecenderungan konvergensi yang positif menjelang tahun 2024. Aceh masih menghadapi tantangan pendanaan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 14,23% pada tahun 2024, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Sumatera Utara saja yang 7,99%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pembangunan nasional melalui program perlindungan sosial, investasi infrastruktur, dan pengembangan sektor unggulan lokal memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi, meskipun perbedaan antarprovinsi tetap harus mendapat perhatian serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah.
Co-Authors Agnes Monica Sianipar Aini, Lathifah Ainul Mardhiyah, Ainul Aisyah Fadhillah Lubis Aisyah Fadhillah Lubis Aisyah, Shabilla Akmalia, Uswatul Albi Sutandi Ali Asdon Tanjung Ali Asdon Tanjung Ali Fikri Hasibuan Alisya, Jeane Ananda, Bunga Angelia, Tina Anggriani, Dwi Angkat, Febryanti ANNISA HANDAYANI Anzani, Wandira Ardiansyah, Fikri Aulia Putri Ramadhani Batu Bara, Radja Marihat Br Ginting, Hilkia Natasya Br Sinaga, Era Widia Br. Ginting, Hilkia Natasya Dachi, Indriana Dafa Ariza Dafa Ariza Damara, M. Deni Damara, Muhammad Deni Dedeng Irawan Elisa Clara Saragih Eliza Handayani Lubis Enjel Widia Sari Gea Evi Syuriani Harahap Fadhil Irfansyah Fadhil Irfansyah Fadiya, Feny Fayza, Salsabila Febri Br Hutabarat Febrianti, Gita Feby, Yohana Felecia Feryanto Nababan Feryanto Nababan Fidia Wati Fikri Hasibuan, Ali Fitrah Maya Sari Hasugian Fransiskus, Yogi Gary Ganda Tua Sibarani, Choms Ginting, Era Mustika Ginting, Hilkia Natasya Br. Gultom, Rona Hinirim Handani, Tia Hasibuan, Alawi Parlindungan Hasibuan, Andriansyah Hasugian, Fitrah Maya Sari Hidayat, Nasrullah Agus Hilkia Natasya Br. Ginting Hutabalian, Relli Anisma Hutabarat, Febry Br Icha Riska Gloria Nainggolan Indriana Dachi Indriani, Selvi Irsyad, Ferozi Ramdana Jelita Simanungkalit Juanda Maulana Juniarta Br Sinaga Kaiesa Raihatul Muntaza Lilis Febiola Lora Theresia Panggabean Lubis, Eliza Handayani Lubis, Karina Safitri Luhutan, Daniel Sanggam Lumbansiantar, Krisna Sarinauli Malau, Chelsya Olyza Manik, Citra Wulandari Manik, Marke Muji Manurung, Aprina Septauli Manurung, Mahlina Putri Manurung, Melisa Patrisia Manurung4, Mahlina Putri Marbun, Jonatan Margaretha Sembiring Maulana, Juanda Maya Wulandari Mery Kristiani Muammar Rinaldi Muhammad Abdi, Muhammad Muhammad Aldi Akbar Muhammad Alhasymi Matondang Muhammad Bukhori Dalimunthe Muhammad Deni Damara Mujasmara, Fildzah Darayani Muntaza, Kaiesa Raihatul Mutia Annisa Nababan, Vito Rogantina Nafisha, Nadya Naibaho, Angelina Rolas Olivia Nainggolan, Icha Riska Gloria Nainggolan, Noubel Putra Nakita Nasrullah Hidayat Nasrullah Hidayat, Nasrullah Nasution, Kautsar Fatin Dharmawan NASUTION, PUTRI ANDINI Natalia Natalia Nazira Maulidia Nasution Noer, Muhammad Raihan Novita Hotma Uli Sitanggang Novita, Hannisa Nurul Azmi Nurul Azmi, Nurul Octaviani, Windi Panggabean, Lora Theresia Panjaitan, Tulus Pasaribu, Alya Sabrina Pasaribu, Julio Rikky Supriadi Pratiwi, Audina Purba, Mentari Syahputri Putri, Devi Adinda Putri, Dwi Nabilla Rafael Benediktus Rafael Benediktus Raymond Panturi Siboro Raymond Panuturi Siboro Respa Mellia Sirait Rina Rina Rina Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Runi , Naila Ananda Runi, Naila Ananda Rut Afentina Sinambela Saajidah, Annisah Salma Diani Salsabila, Salsabila Salsabila, Sasabila Salsabilah, Alifah Saragi, Jonathan Brando Saragih, Elisa Clara Saragih, Ian Josephan Sarah Bakara Sarah, Mei Sari, Arsiska Sari, Yolanda Novita Sembiring, Cornelia Aginta Br Sembiring, Margaretha Sembiring, Nathania Christy Septian, Yan Siahaan, Tegar Efraim Gilbert Sianturi, Yanti Masryana Sibarani, Anggun Sihombing, Runggu Sihombing, Theresia Silaban, Krisnawati Silalahi, Nadia Enjel Lina Simandalahi, Eliata Sinaga, Era Widia Br Sinaga, Hottarida br Sinaga, Ogin Syaputra Sinaga, Primawati Sinambela, Rut Afentina Sinulingga, Sam Deva Nasra Sinurat, Nurlia Aprianti Sipahutar, Jelita Novianna Sirait, Joan Agus Sirait, Melani Manginar Siregar, Fahmi Apriansyah Siregar, Filja Azkiah Siregar, Rahel Veronika Sitanggang, Devi Margaretta Sitanggang, Enzelina Sitanggang, Novita Hotma Uli Siti Naila Rahmi Sitohang, Cindy Eleonora Sitohang, Gresia Septina Situmorang, Frandika Situmorang, Rachel Meylani Syahbana, Eza Syahrani, Desi Tampubolon, Maya Sentia Anjelika Tegar Efrahim Gilbert Tia Handani Tia Handani Tina Angelia Tobing, Ranti Delima Tri Rahayu Turnip, Christina Hotmatondini Ulfah, Aqilah Alifiyah Uswatul Akmalia Vega, Nadia Yan Septian Yani, Rindy Endry Yogi Fransiskus Yosua Simanjuntak Yosua Simanjuntak Zai, Brigita Zaki Edi Saputra