Claim Missing Document
Check
Articles

Prinsip Keadilan dalam Perlindungan Hukum Dokter Kandungan Atas Gugatan Malpraktik Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 Elsy Nur Anggraeni; Rini Irianti Sundari; Hadi Susiarno; Aslan Noor
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): JURRISH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v5i1.6787

Abstract

Obstetricians are often confronted with medical malpractice lawsuits, even when they have acted in accordance with professional standards, medical service standards, operational procedures, and medical ethics. Medical malpractice is generally defined as negligence or deviation from professional standards that results in serious harm to patients (Fiscina, 1999). This study aims to examine the application of the concept of medical malpractice along with its legal implications and to analyze the forms of legal protection available to obstetricians under Law Number 17 of 2023 on Health, viewed from the perspective of the principle of justice. Using a normative juridical method with descriptive-analytical specifications, the research employed a literature study and qualitative deductive analysis. The results indicate that legal protection for obstetricians consists of two dimensions: preventive and repressive. Preventive protection includes the implementation of informed consent, proper medical records, and compliance with standard operating procedures. Repressive protection involves legal defense mechanisms and institutional or professional organizational support. However, this protection remains suboptimal, as the decisions of the Indonesian Medical Disciplinary Board (MKDKI) are not always taken into account by the courts (Rahman, 2022). From the perspective of Rawls’ principle of justice, protection for obstetricians should ensure a balanced recognition of both patients’ and doctors’ rights, thereby promoting fairness and equitable justice for all parties (Rawls, 1971).
Comparative Effects of Hatha Yoga and Prenatal Exercise on Physiological and Psychological Outcomes in Primigravid Women: A Randomized Controlled Trial Fernandez, Veronica; Lesmana, Ronny; Krisnadi, Sofie R.; Susiarno, Hadi; Iskandar, Shelly; Tarawan, Vita Muniarti
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i3.445

Abstract

Background: Primigravid women are prone to stress due to physical and psychological changes during pregnancy, which can lead to hypertension, preeclampsia, preterm birth, fetal growth restriction, and postpartum depression. While non-pharmacological interventions like hatha yoga and prenatal exercise are used to reduce stress, comparative evidence—especially on oxygen saturation (SpO₂)—is limited. This study analyzes the effects of hatha yoga and prenatal exercise on stress, blood pressure, and SpO₂ among primigravid women, and compares both interventions across these outcomes. Methods: This randomized controlled trial (RCT) followed the CONSORT 2010 guidelines. Forty-eight eligible primigravid women were selected using a probability sampling technique, specifically the simple random sampling method. Random numbers were generated using Microsoft Excel to determine participant selection from the maternal cohort register. Inclusion criteria were a normal singleton pregnancy at 24–28 weeks of gestation, maternal age 20–35 years, and normal Body Mass Index (BMI) (18.5–24.9 kg/m²). Exclusion criteria included regular exercise more than twice a week, abnormal fetal heart rate, and scheduled elective cesarean delivery. Participants were randomly assigned to either a hatha yoga group or a prenatal exercise group (24 each). Both interventions were conducted twice weekly for four weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Median stress scores decreased from 22 to 12 in the hatha yoga group and from 22 to 17 in the prenatal exercise group (p < 0.001). Median SpO₂ increased from 96.88% to 98.38% and from 96.81% to 97.00%, respectively (p = 0.002). Median systolic pressure changed from 120.06 to 121.31 mmHg and 118.75 to 117.44 mmHg (p = 0.009), while diastolic pressure showed no significant difference (p = 0.076). Overall, hatha yoga showed greater improvements in stress, SpO₂, and blood pressure stability than prenatal exercise. Conclusion: Hatha yoga proved more effective than prenatal exercise in reducing stress, increasing SpO2, and stabilizing systolic blood pressure among primigravid women, although no significant difference was found in diastolic pressure. These findings strengthen the evidence supporting yoga as a safe, non-pharmacological approach to enhance maternal physiological and psychological well-being during pregnancy.
ACUPRESSURE IN REDUCING POSTPARTUM PAIN: A SCOPING REVIEW Setiawan, Nurhayati; Rizal, Ahmad; Permadi, Wiryawan; Yunas, Aisya Astri; Shilvia, Shilvia; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3344

Abstract

Nyeri postpartum merupakan tantangan umum yang dihadapi ibu pasca persalinan, sering kali memengaruhi kesejahteraan fisik dan emosional. Pendekatan nonfarmakologis, seperti akupresur, semakin diminati sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akupresur dalam mengurangi nyeri postpartum. Metode yang digunakan adalah analisis literatur yang melibatkan studi-studi terdahulu mengenai pengaruh akupresur dalam mengurangi nyeri postpartum. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan scoping review dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Data dikumpulkan dari berbagai mesin pencarian artikel diantaranya Pubmed 24 artikel, Google Scholar 461 artikel, Science Direct 147 artikel, dan Scopus 47 artikel yang relevan dengan topik yang sama, dan sintesis data dilakukan terhadap 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Yang kemudian dianalisis dengan checklist Joanna Briggs Institue (JBI) for RCT melalui proses Critical Appraisal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 artikel tersebut 5 studi memiliki kualitas tinggi dan 5 studi dengan kualitas sedang. Serta penggunaan akupresur efektif dalam mengurangi nyeri postpartum. Dengan menargetkan titik-titik akupresur tertentu seperti LI4, SP6, LV4, P6, ST 36, BL23, BL25, BL26, dan BL40. Akupresur merupakan metode nonfarmakologis yang mampu mengurasi nyeri postpartum. Hasil ini memberikan dukungan terhadap integrasi akupresur dalam perawatan postpartum sebagai alternatif yang aman dan alami bagi ibu yang ingin mengurangi penggunaan obat-obatan. Dengan demikian, akupresur dapat menjadi bagian yang berharga dalam merawat ibu postpartum, membantu meningkatkan kualitas perawatan dan kesejahteraan ibu serta bayi mereka.
THE EFFECTIVENESS OF DIGITAL HEALTH LITERACY AND ONLINE EDUCATION ON KNOWLEDGE, ANTENATAL CARE, AND ANXIETY AMONG PREGNANT WOMEN: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Dahur, Felisia Juita; Hardianti, Minarni; Sukmana, Diniati; Reza, Ovella April; Susanti, Ari Indra; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3279

Abstract

Rendahnya literasi kesehatan pada ibu hamil menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Di era digital, akses informasi kesehatan tersedia luas melalui aplikasi mobile, platform daring, dan media sosial. Namun, kemampuan ibu hamil dalam memahami dan memanfaatkan informasi digital tersebut sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis dampak literasi digital kesehatan dan pendidikan online terhadap kesehatan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan kerangka PICO. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga database ilmiah terkemuka, yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Scopus. Artikel yang dicari merupakan publikasi tahun 2019 hingga 2024, dengan kata kunci yang relevan dan telah disesuaikan dengan fokus penelitian. Kriteria inklusi meliputi artikel dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berfokus pada intervensi digital terkait kehamilan, melibatkan ibu hamil, tersedia dalam full text, dan open access. Dari 762 artikel yang diidentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa intervensi digital secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan, serta pentingnya kunjungan antenatal. Literasi digital juga berdampak positif dalam pengelolaan kondisi seperti diabetes gestasional serta menurunkan kecemasan selama kehamilan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan program literasi digital kesehatan yang mudah diakses, inklusif, dan terintegrasi dengan layanan kesehatan untuk mendukung kehamilan yang sehat dan aman.
ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN PERINATAL DI KABUPATEN GARUT (STUDI EPIDEMIOLOGI DALAM UPAYA MENURUNKAN KEMATIAN PERINATAL DI PROVINSI JAWA BARAT) Iin Prima Fitriah; Dany Hilmanto; Herman Susanto; Hadi Susiarno; Eddy Fadlyana; Gustomo Panantro
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.533

Abstract

Kematian perinatal berhubungan dengan peristiwa obstetri seperti lahir mati dan kematian neonatal dini. Kasus kematian bayi di Kabupaten Garut menduduki peringkat kedua tertinggi kematian bayi di Jawa Barat. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan kasus kematian perinatal namun, belum memperlihatkan hasil maksimal. Tujuan penelitian adalah menganalisis penyebab kematian perinatal yang dapat dicegah. Rancangan penelitian ini adalah Sequential Explanatory Mixed Method. Tahap pertama melakukan teknik  kuantitatif dengan studi dokumentasi terhadap dokumen Otopsi Verbal Perinatal (OVP) berjumlah 78 kasus. Uji statistik menggunakan fisher exact. Tahap kedua dengan teknik kualitatif dengan indepth interview pada empat orang keluarga bayi yang meninggal, dua orang petugas kesehatan dan dua orang penanggungjawab pencatatan dan pelaporan dan Focus Group Discussion (FGD) pada satu orang kepala seksi kesehatan keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan empat orang bidan koordinator puskesmas. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai November 2016. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan jarak kelahiran, penyakit penyerta, ketersediaan fasilitas dan rujukan dengan kematian perinatal yang dapat dicegah (p0,05). Jarak kelahiran dan penyakit penyerta masih berkontribusi terhadap kematian perinatal yang dapat dicegah terkait dengan keterbatasan pengetahuan ibu dan juga deteksi dini baik tingkat keluarga maupun tenaga kesehatan, sedangkan ketersediaan fasilitas kesehatan terkait dengan keterbatasan alat dan sumber daya manusia kesehatan. Sebagian besar kematian perinatal dapat dicegah. Perlu kerjasama semua elemen masyarakat maupun pemerintah dalam upaya menurunkan kematian perinatal yang dapat dicegah. 
PERBANDINGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI  DALAM KEHAMILAN PADA USIA REMAJA DAN USIA REPRODUKTIF TERHADAP MORTALITAS MATERNAL Indra Dharmadi, Buntoro; Hadi Susiarno; Siti Salima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian komplikasi hipertensi dalam kehamilan antara kelompok usia remaja dan usia reproduktif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2021–2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan total sampling dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk menilai perbedaan kejadian hipertensi, komplikasi, dan mortalitas pada kedua kelompok usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis terbanyak adalah superimposed preeklamsia dan preeklamsia berat, dengan mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia reproduktif. Angka komplikasi tertinggi adalah HELLP syndrome (5,4%), diikuti perdarahan antepartum, sedangkan kejadian eklampsia sangat rendah. Mayoritas pasien mengalami persalinan prematur, mencerminkan beratnya kondisi hipertensi pada populasi rujukan tersier. Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan signifikan kejadian hipertensi berdasarkan usia, di mana usia ekstrem baik remaja maupun lanjut memiliki kerentanan lebih tinggi melalui mekanisme berbeda. Mortalitas maternal tercatat sangat rendah dan hanya terjadi pada kelompok usia reproduktif, menandakan efektivitas tata laksana dan sistem rujukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa hipertensi dalam kehamilan tetap menjadi penyebab utama komplikasi obstetri, sehingga diperlukan skrining risiko yang komprehensif, optimalisasi antenatal care, serta manajemen aktif terutama pada kelompok usia berisiko.
The impact of postpartum depression symptom on breastfeeding outcomes: a literature review Shafi’ah, Shafi’ah; Indrani, Rahma Sasmita; Shabira, Aghniyya; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi; Adepoju, Victor Abiola
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3587

Abstract

Background: Postpartum depression is among the most prevalent mental health conditions during the postpartum period. Postpartum depression is regarded as detrimental to breastfeeding. Depressed mothers may experience a diminished interest and attraction towards their infants. Ultimately, the mother is incapable of adequately caring for her infant, including the inability to breastfeed directly. Objective: Consequently, we performed a literature analysis to rigorously assess the evidence regarding the correlation between postpartum depressive symptoms and breastfeeding habits. Methods: A literature review utilized the PubMed, Scopus, and Science Direct databases, referencing selected publications published between 2019 and 2024. A total of 9,146 articles were obtained from the specified databases and subsequently analyzed using the PRISMA. Results: The review of 22 selected articles revealed a strong correlation between postpartum depression symptoms and decreased breastfeeding success. Depressed mothers tend to have lower breastfeeding initiation rates. In addition, other factors influence breastfeeding success, such as the benefits of breastfeeding, societal and ecological assistance, malnutrition, insomnia, social and demographic characteristics, psychological factors, and patterns of breastfeeding. Conclusion: Postpartum depression symptoms correlate with breastfeeding success. Health practitioners should implement mental health evaluation in breastfeeding programs to identify maternal risk, which can be treated early. This enhances the rates of successful breastfeeding practices and supports the mother's and child's health.
Effects of Digital Maternal Referral Systems on Referral Performance and Maternal Survival-Related Outcomes: A Systematic Review Erni Suryani Wongso; Zulvayanti Zulvayanti; Hadi Susiarno
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 2 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i2.29264

Abstract

Timely maternal referral is essential for emergency obstetric care, but the effectiveness of digital maternal referral systems in improving referral performance and maternal survival-related outcomes remains uncertain. This systematic review synthesized evidence on digital, mobile, or information-based referral interventions that have core functions comparable to those of integrated referral systems such as SISRUTE. Scopus and PubMed were searched for English-language records published from 1 January 2000 to 31 December 2025. The review followed PRISMA 2020 guidance. Eligible studies involved pregnant, intrapartum, or postpartum women, obstetric emergency referrals, or health workers managing maternal referrals, and evaluated implemented digital or mobile referral interventions. Studies limited to non-digital referral barriers, prototype development without evidence of implementation, or non-maternal referral populations were excluded. Owing to heterogeneity in design, interventions, and outcomes, narrative synthesis was conducted. Six studies from Uganda, Ghana, Liberia, and Iraq were included in the primary synthesis. Evidence for a reduction in direct maternal mortality was insufficient. However, digital referral interventions were associated with improved process and survival-related proxy outcomes, including lower adverse maternal-fetal outcomes, faster referral response, better identification of receiving hospitals, improved preparedness, and shorter decision-to-incision intervals for emergency cesarean delivery. The most consistent benefits were observed in communication, triage, coordination, and treatment timeliness. Digital maternal referral systems appear to be more strongly supported as tools for improving referral performance than as interventions with proven direct effects on mortality. Their potential contribution to maternal survival is most plausibly indirect and depends on transport, receiving-facility readiness, clinical triage, and implementation support Keywords: Digital health, e-referral, maternal referral, maternal survival, mHealth, obstetric emergency, triage
PENGARUH PROGRAM APLIKASI CERDAS SEBAGAI MODEL PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PEREMPUAN DI KOTA BANDUNG Prassanti Widya; Hadi Susiarno
Optimal Midwife Journal Volume 3, No 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi masih sangat terbatas. Remaja perempuan tersebut sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik, psikis dan psikososial. Apabila remaja perempuan tersebut dalam pengambilan keputusan yang salah tentang kesehatan reproduksi dapat berisiko terhadap kesehatan reproduksi remaja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program aplikasi “CERDAS” sebagai model promosi kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendekatan pretest dan posttest with control group design. Analisis menggunakan uji wilcoxon dan uji mann-whitney Remaja. perempuan siswi SMP kelas VIII yang merupakan kelompok intervensi dan kelompok kontrol (n=79). Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi menggunakan aplikasi “CERDAS” terhadap tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan nilai p<0,000. Penggunaan aplikasi pada remaja perempuan dapat meningkatkan pengetahuan perubahan fisik pada masa pubertas sebesar 21,03%, anemia sebesar 9,74%, HIV/AIDS sebesar 14,34%, Infeksi Menular Seksual (IMS) sebesar 22,05% dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) sebesar 20,08% Simpulan:  Penggunaan aplikasi CERDAS berpengaruh pada tingkat pengetahuan perubahan fisik pada masa pubertas, anemia, HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD)
Analysis of Risk Factors Associated with Postpartum Depression Among Postpartum Mothers Habibah, Minda; Pandia, Veranita; Rusmil, Kusnandi; Susiarno, Hadi; Iskandar, Shelly; Tarawan, Vita Murniati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 4 (2025): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.117158

Abstract

Background: Postpartum depression (PPD) is a common mental health disorder affecting mothers, infants, and families.Identifying key determinants is essential for early prevention.Objective: This research aimed to examined factors associated with PPD among mothers within three months postpartum at community health centers in Bandung City.Methods: A cross-sectional study included 184 postpartum mothers selected through multistage random sampling. Validated instruments were employed to collect the data, including the Edinburgh Postnatal Depression Scale, Fatigue Severity Scale, Brief Resilience Scale, and Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Univariate, bivariate, and multivariate logistic regression analyses were performed.Results: The prevalence of PPD was 22.8%. In the adjusted model, fatigue (AOR = 4.46; 95% CI: 1.78–11.18), at-risk maternal age (AOR = 3.15; 95% CI: 1.22–8.14), and low resilience (AOR = 1.59; 95% CI: 1.01–2.73) were independently associated with PPD.Conclusion: Improving early detection and incorporating regular mental health evaluations into primary care services may help lessen the impact of postpartum depression.
Co-Authors Abdurrahman, Muniroh Adepoju, Victor Abiola Adhi Pribadi Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakiah Agnes Widanti ahmad rizal Akhmad Yogi Pramatirta, Akhmad Yogi Anita Deborah Anwar Anita Rachmawati Aprianti, Nurul Azmi Ari indra Susanti Arief S. Kartasasmita Ashifa, Ade Nurul Aslan Noor Aw Wan Yi Azis, Muhammad Alamsyah Aziz, Muhammad Alamsyah Benny Hasan Purwara Betty Sumiati Birgitta M. Dewayani Budi Handono Budi Handono Chandrawila, Willa Dadan Susandi Dahur, Felisia Juita Dany Hilmanto Darlina Darlina Dedi Rachmadi Dewi Andariya Ningsih Dewi Maharsita Sri Prajanta Putri Dewi Marhaeni Diah Herawati Dian Tjahyadi Dida Akhmad Gurnida Dinan S. Bratakoesoema Diru, Inggrid Agatha Dodi Suardi Dwi Prasetyo Eddy Fadlyana Ela Nurfitriyani Elly Yana, Elly Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsy Nur Anggraeni Endang Sutedja Erliana Ulfah Erni Suryani Wongso Erwina Sumartini Farid Husin Farid Husin Farid Husin Fatimah Azzahra Ferina Ferina Ferina Ferina Ferina, Ferina Fernandez, Veronica Firman Fuad Wirakusumah Fitriah, Iin Prima Frisca Fazira Gaga Irawan Nugraha Gurnida, Dida Gustomo Panantro Habibah, Minda Hadina Hadina, Hadina Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hakim, Dzulfikar Djalil Lukman Handayani, Hilda Hanom Husni Syam Hardianti, Minarni Henni Djuhaeni Herbawani, Lindya Okti Herman Susanto Herry Garna Herry Herman Heryawan, Iwan Hidayat, Dini Husin, Farid Idaningsih, Ayu Indra Dharmadi, Buntoro Indrani, Rahma Sasmita Insi Farisa Desy Arya Ira Nufus Khaerani Iriani, Oktarina Sri Irvan Afriandi Iwan Setiawan James Thimoty Johanes C. Mose Joni Minulyo Jusuf S Effendi Jusuf S Effendi Jusuf S. Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Karita Aulia Tama Krisnadi, Sofie Krisnadi, Sofie Riyani Kusnandi Rusmil Kusrini, Prima Kusteja, Nadya Fauzia Kusuma, Widya Tresna Kusumaningrum, Hesti Lestari, Dilistia Lisdha Yantie Listriyati, Linda M. Rizkar Arev Sukarsa Madjid, Tita Husnitawati Maharani, Fadiah Mardiani Mangun Marhaeni D. H, Dewi Martasari, Bellia Loranthifolia Meita Dhamayanti Melani, Margareta Melsa Sagita Imaniar Mieke Hemiawati Satari Mieke Hemiawati Satari Mira Dyani Dewi Muniroh Abdurrahman Muniroh Abdurrahman Murniarti, Vita Nafiani, Elvira Nasution, Nadhiati Awlia Nasution, Ria Niari Nita Arisanti Nita Arisanti Niu, Flora Norlaila Sofia Novitasari, Anis Nugrahani, Annisa Dewi Nur Eva Aristina Nurihsan, Achmad Juntika Nurlina Juniar Nurul Auliya Kamila Octaviani, Dhita Aulia Oki Suwarsa Oktafiani, Hani Panantro, Gustomo Passamula, Muhammad Hasan Polar Silumi Pramesti, Monica Ria Pramesty, Regitha Adit Prassanti Widya Prischilia Modesta Sueng Son Puspa Sari, Puspa Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani R. M. Sonny Sasotya Rachmat Zulkarnain Rachmawati, Anita Reza, Ovella April Rezah Andriani Rima Nopiantini Rini Irianti Sundari Rochmawati Rochmawati Romy Ade Putra Ronny Lesmana Ruswana Anwar Ryandra Prakasa Saleha, Nurmukaromatis Santoso, Herman Budi Saputri, Nurwinda Sefita Aryuti Nirmala Septiana, Krisna Siska Setiawan . Setiawan, Nurhayati Setyorini Irianti Shabira, Aghniyya Shafi’ah, Shafi’ah Shelly Iskandar Shilvia, Shilvia Siti Salima Sofie R. Krisnadi Sonawati, Sonawati Sri Endah Rahayuningsih Sukmana, Diniati Sunarjati Sudigdoadi Supriyatin, Dedeh Syahbana, Chandra Garnida Terawan, Vita Murniati Tita Husnitawati Madjid Titania Titania Titania, Titania Tono Djuwantono Uni Gamayani Urbaningrum, Bambang Amelia Fajriati Vasra, Elita Veranita Pandia Vita Muniarti Tarawan Vita Murniati Tarawan Wejak, Gordianus Lelang Widjadjakusumah, Tony Wijaya, Aqsha Windi Nurdiawan Wiryawan Permadi Wisesa, Mutmainah Yanti Fristikawati Yordian, Kendry Savira Yosef Leu Maing Deni Kurniadi Sunjaya Supriyati Yudi Mulyana Hidayat Yunas, Aisya Astri Yundari, Yundari Yuni Susanti Pratiwi, Yuni Susanti Zulvayanti Zulvayanti Zulvayanti Zulvayanti