Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan desain jamban keluarga sistem perembesan Muhammad Ardi; Faizal Amir; Bakhrani A. Rauf
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2019, No 9: PROSIDING 9
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.984 KB)

Abstract

The PKM partner is the Head of Rompegading Village, representing a community that does not have a feces disposal(septic tank) that is safe for the environment. The problems of partners are: (1) partners do not have knowledge about familylatrine that are safe for the environment and the tools used, and (2) partners are not skilled at constructing family latrine that aresafe for the environment. The solutions offered are: (1) providing counseling so that have knowledge of family latrine that aresafe for the environment and the tools used, and (2) train and assist partners in constructing family latrine that are safe for theenvironment. The methods used are as follows: (1) when counseling is a lecture, discussion, and question and answer, (2) duringthe training are demonstration, discussion, and question and answer. The results of this PKM are: (1) partners have knowledgeabout family latrine that is safe for the environment, (2) partners recognize or know the tools and materials used to makeconstruction of family latrine that are safe for the environment, (3) skilled partners make construction of family latrine that aresafe for the environment, and (4) one unit of family latrine which was built in one of the houses of the target communitymembers, has been used and is functioning well.
Penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Arsip Surat Berbasis Web di LP2M UNM Fathahillah Fathahillah; Bakhrani A. Rauf; Syahrul Syahrul; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Ridwan Daud Mahande; Dyah Darma Andayani; Muhammad Fadel Adha
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 12
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.204 KB)

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah MTs Muhammadiyah Cambajawaya. Mitra mempunyai banyak SDM yang sudah memiliki dasar dalam editing video namun masih perlu ditingkatkan karena guru masih sulit dalam menggunakan aplikasi editing video Kinemaster, guru masih sulit dalam menentukan tema, guru masih sulit dalam membuat video pembuka, guru masih sulit dalam menentukan layout, guru masih sulit dalam menentukan efek, guru masih sulit dalam menentukan backsound, guru masih sulit dalam menentukan background, guru masih sulit dalam menggabungkan antar potongan video dan guru masih sulit dalam menentukan desain yang dapat memberikan informasi kepada siapa saja yang melihat hasil karya video tersebut. Metode kegiatan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, praktikum, tanya Jawab, dan pendampingan mitra. Tahapan pelaksanaan kegiatan mulai dari observasi, desain modul, pembuatan contoh, pelatihan dan pengarahan, hingga evaluasi bersama. Hasil dari kegiatan ini adalah Guru mampu menggunakan aplikasi editing video dengan aplikasi Kinemaster, Guru mampu dalam menentukan tema, Guru mampu membuat video pembuka, Guru mampu menentukan layout, Guru mampu menentukan efek, Guru mampu menentukan backsound, Guru mampu menentukan background, Guru mampu menggabungkan antar potongan video, Guru mampu menentukan desain yang dapat memberikan informasi kepada siapa saja yang melihat hasil karya video tersebut, Guru dapat merubah pola pikir dan mudah menangkap semua materi dan penjelasan yang didemokan oleh pemateri.Kata kunci: Editing, video, aplikasi, Kinemaster, guru
Aplikasi Teknologi Pesawat Tanpa Awak Berbasis Drone Hexacopter dalam Mengefisiensikan Proses Penyemprotan Tanaman Padi di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan Fathahillah Fathahillah; Muhammad Yahya; Bakhrani A. Rauf; Abdul Muis Mappalotteng; Ervi Novitasari
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 9: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.42 KB)

Abstract

Mitra dari kegiatan PKM merupakan kelompok tani di kelurahan/desa Pada Loang Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten pinrang merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lumbung padi di Sulawesi Selatan dengan luas lahan pertanian sebesar 51 ribu hektar dengan rata-rata hasil sebesar 7.3 ton per hektar. Kedua mitra di kabupaten pinrang ini mempunyai permasalahan pada aspek produksi yaitu tidak efisiennya proses pemupukan dan penyemprotan pestisida pada tanaman padi dikarenakan proses pemupukan dan penyemprotan pestisida masih bersifat manual dengan menggunakan tenaga manusia yang pada dasarnya sudah bisa digantikan dengan menerapkan teknologi seperti yang telah dilakukan pada proses panen. Permasalahan lain pada kegiatan pemupukan dan penyemprotan pestisida ini terjadinya proses pemupukan dan penyemprotan yang tidak merata jika mengerjakan pada lahan pertanian yang cukup luas hal ini disebabkan karena dibeberapa lahan pada kelompok tani tersebut tidak dibuatnya spasi yang dapat dijadikan penanda pada saat proses pengisian kembali, sehingga mengakibatkan menurunnya hasil pertanian yang akan berdampak kepada kesejahteraan ekonomi para petani. Program ini bertujuan untuk melakukan perancangan dan pembuatan alat teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan para kelompok tani dalam kegiatan penyemprotan baik penyemprotan pupuk cair maupun penyemprotan cairan pestisida. Metode-metode pelaksanaan yang telah dilakukan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat kelompok tani, perancangan, pembuatan TTG, uji fungsional, pelatihan dan pendampingan penerapan alat teknologi tepat guna, sehingga para kelompok tani dapat mengoperasikan alat tersebut dalam rangka upaya meminimalisir dan mencegah terjadinya penurunan hasil produksi padi dan kegagalan hasil panen. Hasil kegiatan yang telah dilakukan berdampak positif bagi peserta pelatihhan kelompok tani. Peserta mampu memahami dan mengoperasikan alat teknologi tepat guna dengan baik walaupun belum maksimal. Kelompok tani terlihat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan meminta agar dilakukan kembali kegiatan pelatihan untuk meninjau kembali kemampuan para kelompok tani terkait aplikasi teknologi pesawat tanpa awak berbasis drone hexacopter
PKM Pondok Pesantren Wisata Al-Quran Pangkep Sahade Sahade; Muh. Faisal; Bakhrani A. Rauf
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2019, No 11: PROSIDING 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.429 KB)

Abstract

The problems of the Community Partnership Program (PKM) in the Pangkep Regency Islamic Boarding SchoolIslamic Boarding School students (partners) are as follows: (1) The curriculum is mostly religiously loaded, very little is publiclycharged, and there is no skillful skill, for example craft skills in making souvenirs from environmental waste , (2) Knowledge andskills both craft skills and similar skills are very limited, (3) The availability of environmental waste at the location of theapplication of PKM which is a raw material for making various kinds of souvenir crafts by utilizing environmental waste, (4)Limited parties who can train in terms of designing various kinds of souvenirs by utilizing environmental waste, (5) Limitedskills of students (partners) in terms of making and assembling various kinds of souvenirs by utilizing environmental waste, (6)Limited skills of students (partners) in terms of fnishing work various kinds of souvenirs with utilize waste environment, (7)Limited knowledge of santri groups (partners) in terms of entrepreneurship of various kinds of souvenirs by utilizingenvironmental waste. The solution offered by the Community Partnership Program (PKM) at the Pangkep Regency IslamicBoarding School Islamic Boarding School students (partners) is to provide: (1) knowledge of utilizing environmental waste intosouvenirs of various shapes and models. (2) skills in using hand tools and machines in making souvenirs by utilizingenvironmental waste in various shapes and models, (3) skills in preserving environmental waste that will be used as souvenirs,(4) skills in forming souvenirs by utilizing environmental waste, (5) assembling skills souvenirs by utilizing environmentalwaste, (6) skills of finishing souvenir work by utilizing environmental waste, (7) knowledge of marketing the results of variouskinds of souvenirs by utilizing environmental waste. The expected outputs in the Community Partnership Program (PKM) on thestudents of the Pangkep Regency Al-Qur'an Tourism Boarding School (partners) are: (1) having the knowledge of utilizingenvironmental waste into souvenirs of various shapes and models. (2) have skills using hand tools and machines in makingsouvenirs by utilizing environmental waste in various shapes and models, (3) have skills in preserving environmental waste thatwill be used as souvenirs, (4) have skills in forming souvenirs by utilizing environmental waste, (5 ) has the skills to assemblesouvenirs by utilizing environmental waste, (6) the skills of finishing souvenir work by utilizing environmental waste, (7) has theknowledge of marketing the results of various souvenirs by utilizing environmental waste.
PKM Pelatihan Literasi Kelong-kelong Makassar pada Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah di Kabupaten Gowa Kembong Daeng; Bakhrani A Rauf; Aswati Asri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.5 KB)

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah Kabupaten Gowa. Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah di Kabupaten Gowa mengalami berbagai permasalahan. Salah satu masalah yang dihadapi dan perlu pemecahan yaitu pada umumnya siswa kurang tertarik belajar bahasa daerah (bahasa Makassar) terutama literasi kelong-kelong Makassar karena guru kurang kreatif menerapkan berbagai model pembelajaran yang inovatif dalam literasi kelong. Program PKM ini bertujuan memberikan pelatihan literasi kelong-kelong Makassar pada Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah di  Kabupaten Gowa. Dengan demikian, guru mampu dan terampil mengajarkan dan membimbing siswa dalam literari kelong. Pada akhirnya tujuan pembelajaran yang direncanakan  dapat dicapai karena siswa semakin termotivasi belajar bahasa Makassar. Hasil yang dicapai pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM)melalui kegiatan pelatihan literasi kelong-kelong Makassar, di antaranya (1) Kelompok Kerja MGMP BD di Kabupaten Gowa lebih kreatif dalam mengajarkan bahasa Makassar; (2) Peserta pelatihan semakin inovatif dalam menerapkan metode dan teknik literasi kelong-kelong Makassar; dan (3) Peserta PKM ini dapat menjadi narasumber   kepada temannya dan pembimbing siswa dalam dalam literasi kelong-kelong Makassar agar menjadi nilai jual yang tinggi. Kata kunci: pelatihan, literasi, kelong-kelong
PKM Penerapan dan Cara Membuat Herbal Sanitizer Bahan Dasar Daun Mangrove untuk Mencegah Penyebaran Virus Covid-19 Andi Sukainah; Bakhrani A. Rauf; Husain Syam
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 2: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.39 KB)

Abstract

COVID-19 yang menjadi bencana internasional memberi dampak luas pada semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor Pendidikan. Salah satu protokol kesehatan dalam menghadapi COVID-19 adalah penggunaan handsanitizer yang berfungsi untuk menjaga kebersihan tangan agar dapat mencegah terinfeksi virus ini. Hanya saja dinamika masyarakat seringkali “mengoleksi“ sanitizer sehingga mengakibatkan barang ini menjadi langka dan mahal. Hal ini mendorong Prodi PTP UNM untuk memberikan keterampilan mengenai cara pembuatan sanitizer yang aman dan mudah sehingga masyarakat tidak terkendala dalam penyediaan sanitizer. Pengabdian kepada masyarakat tentang cara pembuatan herbal sanitizer berbahan dasar daun mangrove ini menjadi sebuah inovasi penting yang dapat diterapkan oleh semua kalangan karena bahan dan cara pembuatannya yang cukup mudah. Mitra dalam pengabdian ini adalah anggota Bhayangkari BRIMOB POLDA SULSEL. Tujuan dari kegiatan PKM ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra dan juga masyarakat luas mengenai cara pembuatan handsanitizer berbahan dasar daun mangrove. Metode yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan herbal sanitizer berbahan dasar daun mangrove dan penyebarluasannya melalui video tutorial yang dapat dan mudah diakses. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra memiliki pengetahuan tentang bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan hand sanitizer (2) mitra memiliki keterampilan untuk membuat hand sanitizer dengan memanfaatkan ekstrak daun mangrove.
Pelatihan Membuat Konstruksi Penjernih Air Untuk Keperluan Cuci Tangan dalam Pencegahan Covid-19 bagi Petugas Sanitasi Puskesmas Panennungi T.; Bakhrani A. Rauf; Onesimus Sampebua
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 5: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.077 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang konstruksi Penjernih Air, (2) meningkatkan keterampilan mitra mendesain konstruksi Penjernih Air, dan (3) meningkatkan keterampilan mitra membuat  konstruksi Penjernih Air. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) untuk menambah pengetahuan mitra tentang konstruksi Penjernih Air, metode yang digunakan adalah : ceramah, tanya-jawab, dan diskusi, (2) untuk menambah keterampilan mitra mendesain konstruksi Penjernih Air, metode yang digunakan adalah : ceramah, tanya-jawab, diskusi, demonstrasi, dan (3) untuk menambah keterampilan mitra membuat konstruksi Penjernih Air, metode yang digunakan adalah ceramah, tanya-jawab, diskusi, demonstrasi, dan latihan. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa: (1) materi pelatihan membuat konstruksi Penjernih Air sangat direspon oleh mitra, karena materialnya mudah didapatkan dan pembuatannya sangat mudah dikerjakan, (2) secara teknis konstruksi Penjernih Air dapat diterima, dimengerti, dan ditiru oleh mitra, (3) motivasi mitra cukup tinggi mengikuti penyuluhan dan pelatihan, dan (4) mitra bersedia membuat konstruksi Penjernih Air pada rumahnya masing-masing serta menyampaikan kepada masyarakat lainnya.
PKM pelatihan membuat jamban sederhana model sumuran di Kabupaten Sidenreng Rappang Heru Winarno; Bakhrani A. Rauf; Panennungi T
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2019, No 2: Prosiding 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.923 KB)

Abstract

This social work aimed to improve: (1) partner’s knowledge well model-plain toilet (2) partner’s skill to well model-plain toilet and (3) the skill to construct well model-plain toilet. The methods that used of this social work were: (1) to improve the knowledge of people about the well model-plain toilet then the discourse, interactive and discussion method are conducted, (2) to improve their skill to design the well model-plain toilet then methods discourse, interactive, discussion, and demonstration are conducted and (3) to improve the skill to make the well model-plain toilet then discourse, interactive, discussion, demonstration, and training methods are conducted. The results of social work, (1) the people was highly motivated to follow these activities; (2) the material of workshop was responded by people because of well model-plain toilet was easy to be made and the compound could be gained in workshop location; (3) well model-plain toilet could be accepted, understood, and followed by people technically; (4) the people were ready to make their own well model-plain toilet construction in their house and inform to others.
PKM Kelompok Pandai Besi di Tonronge Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Samnur Samnur; Marsus Suti; Bakhrani A. Rauf
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 8: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.042 KB)

Abstract

Masalah yang dihadapi kelompok pandai besi rumah tangga (mitra) yang dihadapi adalah sebagai berikut: (1) Kelompok pandai besi rumah tangga (mitra) tidak mengetahui dalam membuat serta mengoperasikan alat tempa dengan menggunakan mesin blower yang dapat memproduksi lebih cepat, dan efisien. (2) Kelompok pandai besi rumah tangga (mitra) tidak terampil mendesain alat, membuat rangka, merakit rangka, pekerjaan finishing, serta mengoperasikan alat tempa dengan menggunakan mesin blower yang dapat memproduksi lebih cepat, dan efisien, (3) Kelompok pandai besi rumah tangga (mitra) tidak terampil membuat alat-alat pertanian dan rumah tangga,  alat cuci tangan serta pengetahuan kewirausahaan dalam situasi pandemi covid 19. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dalam penerapan Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  ini adalah sebagai berikut: (1) Kelompok pandai besi rumah tangga (mitra) mengetahui pembuatan serta pengoperasian alat tempa dengan menggunakan mesin blower yang dapat memproduksi lebih cepat, dan efisien. (2) Kelompok pandai besi rumah tangga (mitra) terampil mendesain alat, membuat rangka, merakit rangka, pekerjaan finishing, serta mengoperasikan alat tempa dengan menggunakan mesin blower yang dapat memproduksi lebih cepat, dan efisien, (3) Kelompok pandai besi rumah tangga (mitra) terampil membuat alat-alat pertanian dan rumah tangga,  alat cuci tangan serta pengetahuan kewirausahaan dalam situasi pandemi covid 19.
Kerajinan souvenir dan asesoris rumah tangga dari limbah majalah bekas bagi santri Pondok Pesantren DDI Mangkoso Pattaufi Pattaufi; Ramly Ramly; Bakhrani A. Rauf
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2019, No 11: PROSIDING 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.242 KB)

Abstract

The purpose of the Community Partnership Program (PKM) This is a group of students from the Islamic BoardingSchool DDI Mangkoso Barru Regency (partners) having: (1) Increasing the knowledge and skills to use used magazine waste tobe used as souvenirs and household accessories that can be of artistic and economic value, (2 ) Improving skills in designingsouvenirs and household accessories from used magazine waste which has artistic and economic value, (3) Increasing skills ofrolling up used magazines to be used as souvenirs and household accessories that can be of artistic and economic value, (4)Increasing skills in making and assembling frames household souvenirs and accessories with recycling of work magazine wastecan be of artistic and economic value, (5) Improving the skills of finishing work souvenirs and household accessories of workmagazine waste can be of artistic and economic value, (6) Increasing knowledge about entrepreneurial souvenirs and homeaccessories ladder from waste m invitations to work can be of artistic and economic value. The target audience was the studentsgroup of Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru District (male and female students who were trained directly). The methodused in the delivery of material using the method of lectures, discussions and questions and answers, while the application ofstudents using demonstrations. The results achieved in the implementation of the Community Partnership Program (PKM). Thisis a group of students from the Boarding School DDI Mangkoso Barru District (partners) can: (1) Know and skillfully utilizeused magazine waste to be used as souvenirs and household accessories that can be of artistic and economic value, ( 2) Skillfuldesign of household souvenirs and accessories from used magazine waste that has artistic and economic value, (3) Skillful ofrolling old magazines to be used as souvenirs and household accessories that can be of artistic and economic value, (4) Skillful inmaking and assembling frames for souvenirs and household accessories with recycled used magazine waste that can be of artisticand economic value, (5) skilled finishing work of souvenirs and household accessories of used magazine waste that can be ofartistic and economic value, (6) Knowing about entrepreneurial souvenirs and household accessories from used magazine wastethat can be of artistic and economic value.
Co-Authors A. Mushawwir Taiyeb, A. Mushawwir Abadi Jading Abdul Muis Mappalotteng Abdul Wahid Agussalim Djirong Ahmad Rifqi Asrib AHMAD ZAKI Ahmad Zaki AJ., Andi Agussalim Akmal Akmal Akrim, Djusdil Ali Latif Amri Alimuddin Sa’ban Miru Alimuddin Sa’ban Miru Amdah, Misdar Aminuddin Aminuddin Aminuddin Bakry Amir Muhiddin, Amir Anas Arfandi Anas Arfandi Anas Arfandi Andi Asmawati Azis Andi Bida Purnamasari Andi Muhammad Idkhan Andi Sukainah Andi Yusdy Dwiasta R Andi Zulkifli Nusri Annas, Suwardi Arfandi Arfandi, Arfandi Armiwaty, Armiwaty Asmah Adam Aswati Asri Awaluddin Awaluddin Ayuddin, Ayuddin Azhari, Jeanilora Baharuddin Baharuddin Baharuddin, Akmal Bakhrani, Alief Andio Basry, Wahiduddin Basry, Wahyuddin Bertha Mangallo Burhanuddin, Yuniarti Ekasaputri Darmawan Darmawang, Darmawang Darmawang, Darmawang Dirawan, Gufron D Djirong, Agussalom Dwi Asta, Andi Yusdy Edy Sabara Ervi Novitasari Faisal Najamuddin Faizal Amir Faizal Amir, Faizal Fajar Arwadi Fajrianti Sari Fathahillah Fathahillah Fitrah Adelina Gani, Hamsu Abdul Hamsu Abdul Gani Hamsu Abdul Gani Hamzah Nur Haripuddin . Haris Haris, Haris Haruna, Haruna Hasbiadi Hasbiadi Hasmawati Hasmawati Hasmawati Hasnawi Haris Heru Winarno HL, Haruna Husain Syam I Nyoman Sila Ibrahim, Akhmad Fadli Idkhan, A. Muhammad Irma Aswani Ahmad, Irma Aswani Iskandar, Andi Arifuddin Ismail, Syamsul Rijal Jeanilora, Jeanilora Jeanilora, Jeanilora Jusman Jusman Jutawan Bakti Nawriama Kamaruddin, Hani Sartika Karim, Sugeng A. Kaseng, Ernawati S. Kembong Daeng Lullulangi, Mithen Mahmudah Makkulau, Batari Bau Maming, Muhammad Idhil Marenda, Andi Marsus Suti Marwana, Marwana Mihrani Mihrani Miru, Alimuddin Sa'ban Miru, Alimuddin Sa’ban Moh. Ahsan S Mandra Mubayyin, Muhammad Afief Muh. Faisal Muhammad Afief Mubayyin Muhammad Agung Muhammad Ardi Muhammad Ardi, Muhammad Muhammad Arsyad Meru Muhammad Azwar Muhammad Fadel Adha Muhammad Iskandar Musa Muhammad Jufri Muhammad Rakib Muhammad Saleh Husain Muhammad Yahya Muhammad Yahya Muhammad Yusuf Mappeasse Muharram, Muharram Mulianti Muliaty Yantahin Nasrul Nasrul Ninsyi, Dewi Satriyati Noor Fadilah Romadhani Noprianti M, Noprianti M Nur Anny S. Taufieq Nur Aulia Timoasi Nurlita Pertiwi Nurlita Pertiwi Nurlita pertiwi, Nurlita Nurul Mukhlisah Abdal ONESIMUS SAMPEBUA Padendenan, Santi Paewa Panennungi Pali, Oktofin Panennungi T Panennungi T Panennungi T. Panennungi T. Parenrengi, Syafiuddin Pattaufi, Pattaufi Pattiroi, Muhammad Nauval Paulus Payung Qadriathi Dg Bau R, Andi Yusdi Dwiasta R., Mantasiah Rahayu, Sri Rahma Musyawarah, Rahma Rahmansah Rahmansah Rahmansyah Rahmansyah Rahmawati Azis Ramly Ramly Rasyid, A. Ramli Ridwan Daud Mahande Rosmaniar Gailea Rosmiati Rosmiati Rosmini Maru Rudi Harza Sahade Saharuna, Saharuna Samad, Putri Ida Sunaryathy Samad, Sulaiman Samnur . Sanatang Sandi Sandi Selmi Dedi Siti Hadijah Sitti Faika Sitti Sabariyah Slamet Widodo Slamet Widodo Sri Hidayat SRI RAHAYU Suardy Suardy Suhaeb, Laelah Azizah S. Sukri Nyompa Sulaiman, Dwi Rezky Anandari Sulfiati, Sulfiati Suyanta Suyanta Syafar, Faisal Syahrul Syahrul Syam, Husain Syamsidah, Syamsidah Syawaluddin, Ahmad T, Panennungi Taufieq, Nur Anny S. Taufiq Natsir Tripaldi, Agus Udin Sidik Sidin Yasdin, Yasdin Yohandri Bow Yulis Sayang Yusri . Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zidiq, Sulaiman