Claim Missing Document
Check
Articles

METODE SMALL GROUP DISCUSSION DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI KOMPETENSI CRITICAL THINKING DAN COMMUNICATION PESERTA DIDIK Muaddyl Akhyar; Zainal Asril; Rivdya Eliza
Irfani Vol. 21 No. 1 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v21i1.6211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Small Group Discussion dalam membentuk kompetensi critical thinking dan communication peserta didik, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan metode ini dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan metode Small Group Discussion di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak telah berkontribusi positif dalam membentuk kemampuan critical thinking dan communication skills siswa, meskipun masih menghadapi tantangan. Guru telah merancang pembelajaran berbasis kolaborasi, namun tujuan yang kurang spesifik dan panduan diskusi yang belum terstruktur menjadi hambatan. Metode ini meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan menyampaikan pendapat, tetapi partisipasi sering terhambat oleh dominasi siswa tertentu dan dinamika diskusi yang tidak merata. Evaluasi menunjukkan kemajuan dalam analisis informasi dan penyampaian ide, meskipun keterampilan mendengarkan aktif dan pola pikir logis masih perlu ditingkatkan. Kendala seperti keterbatasan waktu, minimnya teknologi, dan rendahnya kepercayaan diri siswa dapat diatasi dengan pelatihan intensif, media pembelajaran inovatif, dan integrasi tugas kelompok. Perbaikan menyeluruh pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dapat mengoptimalkan metode ini untuk membangun kompetensi abad ke-21. Kata Kunci: Small Group Discussion, critical thinking, communication
Beyond Pedagogy: Halaqah and Socio-Epistemic Reproduction of Religious Moderation in West Sumatra, Indonesia Zainal Asril; Syahril; Duski Samad; Fatmi Fauzani Duski; Taufiq Hidayat
Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2026): Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/adabiya.v21i1.8116

Abstract

While religious moderation is frequently analyzed as a normative state policy or curricular content, less attention is given to the socio-epistemic mechanisms through which moderate dispositions are historically produced and embodied. This study examines the construction and reproduction of religious moderation within the Minangkabau surau–halaqah–pesantren tradition by conceptualizing halaqah as an indigenous epistemic system rather than merely a pedagogical method. Utilizing a qualitative approach framed by Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data were gathered through in-depth interviews, participant observation, and documentary analysis involving tuanku, ustaz, santri, and administrators across five distinct educational sites. Grounded in Berger and Luckmann’s social construction theory and Bourdieu’s concept of habitus, the findings reveal that halaqah operates as a socio-epistemic mechanism integrating ta‘līm (knowledge transmission), tarbiyah (character formation), and tazkiyah (spiritual cultivation) through talaqqī, kitab kuning study, sanad continuity, and adab-based interaction. Within the Minangkabau cultural philosophy of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS–SBK), religious moderation is reproduced not as an externally imposed doctrine, but as an embodied disposition mediated by local cultural rationality and transregional Islamic intellectual networks. This study advances Islamic education and sociology of religion scholarship by demonstrating that sustainable religious moderation relies on historically rooted, institutionally embedded systems of knowledge reproduction and ethical habituation.
PERAN TEKNOLOGI KAHOOT DALAM PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ASESSMEN GURU Nenesia Okvaiv Adesta; Elfi Rahmi; Zainal Asril; Rozi Fitriza
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/vvdfkt24

Abstract

Perkembangan dalam teknologi digital mendorong kemunculan inovasi dalam penilaian pembelajaran dengan memanfaatkan platform interaktif seperti Kahoot. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi Kahoot dalam pengembangan penilaian pembelajaran yang berbasis digital demi meningkatkan mutu asesmen guru. Metodologi yang diterapkan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai artikel akademik, buku, dan prosiding yang berkaitan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kahoot dapat memperbaiki efektivitas dan efisiensi evaluasi melalui sistem penilaian otomatis, umpan balik secara langsung, serta penyajian kuis dengan elemen gamifikasi yang mampu meningkatkan keterlibatan murid. Selain itu, Kahoot juga membantu guru dalam mengumpulkan dan menganalisis data hasil belajar guna perbaikan pembelajaran yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Kahoot menjadi salah satu alternatif media penilaian digital yang inovatif untuk meningkatkan kualitas asesmen yang dilakukan oleh guru di tengah transformasi pendidikan digital.
Reconstruction of Islamic Institution Education the 21st Hopes, Challenges, Paradigms, and Roles of Arabic Zainal Asril; Abdul Halim Hanafi
AT-TA'LIM Vol 28, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v28i1.689

Abstract

This research aims to describe the problems are how the position, condition, standardization, accusation, and protection of Islamic institutions higher education to services customer’s or student in Indonesia and how is learning system and developing science in this age and challenges facing Islamic institution of higher education and the expectations and strategies to deal accretion. The method uses library research, observation to document, literature, discussion, and interview with experts about LPTI. The research finding is the 21st century is the age globalization. It takes to impact on interdependencies, competition, and advances in science, information and communication technology on institution of Islamic higher education. Interdependention describe the something happened in a country correlated with other country. This condition has to change of paradigm at management of institution higher education that the society make it is corporate has to protects and the best accusation and quickly services to customers. The conclusion are (1) the expectation that Islamic higher education must remain firm lying to the main foundations, the Qur'an and Hadith, and pay attention to and strengthen the teaching of Arabic and must be able to prove the truth of the foundation in human/community life and in addition to (2) Islamic higher educational must enter the official level of quality standards, and in the end (3) Islamic higher education make themselves as higher education research that aims to change the real (research to cange of emancipartory). It can be done from simple ways
Co-Authors Abdul Halim Hanafi Abdul Rahman Afifah ‘Ulya Ahmad Fairuz Ahmad Sabri Akyuni, Quratul Alatise, Toyosi Albizar, Albizar Amalia, Rizqoh Amanah, Tegu Reski Amanda, Viola Amertya Azahra Amri Rahman Ani Fitria Nurkhasanah Anita Indria Ardi Satrial Ari Irawan Aryanti, Yosi Asrida Asrida Asrida Asrida, Asrida Audina B.P., Nidya Aulia, Muhammad Zikhra AZ, Sudirman Az-zahra, Dwi Wahyuni Aziz, Ahmad Azizah, Dinda Dwi Azmiyah, Azmiyah Brita Deborah Mathew, Ingrid Damri Damri Debi Yandrizal Delfianti, Yesi Desi Ariska Devi, Nofrizal Dinda Dwi Azizah Dio Syahestio Dorisno Dorisno Duski Samad Efendi Efendi Elfa Maijuana Elfi Rahmi Elkhaira, Indana Elvi Silvia Engkizar, Engkizar Falihin, Dalilul fatimah Fatimah Fatmi Fauzani Duski Fauza Masyhudi, Fauza Febriani, Afifah Firdaus Firdaus Fitriza, Rozi Guslianto Guslianto Hasnah Hasnah hendri, nofri Hidayat, Ajat Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Illahi, Rilci Kurnia Ilpi Zukdi Irayanti, Irma Iskandar, M Yakub Iskandar, M. Yakub Jaafar, Azhar JAPERI JAPERI Japeri Japeri Juliana Batubara Juliana Batubara K, Munawir K., Munawir Kaewkanlaya, Piyada Khadijah La Mai Tulum Langputeh, Sukree Mardi, Anton Mardiana, Puja Dikusuma Mei, Nining Yus Mina Muliana Monlinia, Yuyu Muaddyl Akhyar Muaddyl Akhyar Muhammad Hafizh Muhammad Irfan Muhammad Zalnur Mulya, Rafil Munawir K. Musalwa Mutathahirin, Mutathahirin Nahdatul Khairunisa Namira, Silva Nana Sepriyanti Nazwan, Afif Putra Nenesia Okvaiv Adesta Nur Hidayati Nuraiman, Nuraiman Nurhaliza, Pioni Nurkhasanah, Ani Fitria Padila, Cisia Pane, Mayang Surti Pane, Syahrani Surti Pohan, Abdul Hakim Pratama, Andra Prima Aswirna Putra, Elfi Putra, Ilham Jaya PutrI, Indah Cantika Putri, Viona Yolanda Rahma, Hafizhatur Ramadhani Ramadhani Rasdiany, Apriana Nofriastuti Remiswal REMISWAL REMISWAL Rendy Nugraha Frasandy Rifdha Hayati Rika Fitri Rivdya Eliza Rivdya Eliza Roni Pasaleron Roni Rosmerina, Rosmerina Rozi Fitriza Rustiya, Rustiya Safni, Pela Saputra, Ahmad Saputra, Arfi Sermal Sermal Seswi Derti Silva Namira Suci Melita Putri Suharjo Sumarni, Desi Susanti, Weti Syafrimen Syafril Syahril Syahril Syahril Taufiq Hidayat Tulum, La Mai Tuncer, Eyyup Ummu Fitrah Widia Utami, Mega Viola Amnda Wandri Ramadhan Wina Maisafni Dunita Wulandari, Viona Dwi Yafi, Salman Yuntira, Yuntira Yunus Rahawarin Yusnil Khoiriah Siregar Zainul Arifin Zainul Arifin Zeky, Serpuadi Zidni Ilman Nafian Zulvia Trinova