Articles
PENERAPAN SUPERVISI KLINIS PADA GURU PENJASKES
Erfan Erfan;
Achmad Supriyanto;
Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.12, Desember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.167 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i12.8226
The purpose of this study was to describe the implementation of the clinical supervision for Physical and Health Education teachers. The method used in this study is qualitative descriptive. The subjects of this study were the headmaster and Physical and Health Education teachers. The data collection methods used were participants observation, detailed interviews, and documentation study. Data analysis methods used in this study were data reduction, data persentation, and conclusion/verification. The result of the study showed that the implementation of the clinical supervisison gave some solutions to the problems that were faced by Physical and Health Education teachers in managing the classroom and the lecture method. The solutions were (1) the seating arrangements group should be more attention, (2) asking a lot of questions more so that the students are motivated to focus on listening, (3) do not be too quick in conveying the concept of learning and explaining that concept need repetition, and (4) provide the opportunity for students to ask and motivate them in doing their assigments.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan supervisi klinis pada guru penjaskes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru penjaskes. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan supervisi klinis memberikan solusi terhadap permasalahan pembelajaran yang dilakukan guru penjaskes dalam pengelolaan kelas dan metode ceramah, solusinya yaitu (1) pengaturan tempat duduk kelompok harus lebih diperhatikan, (2) lebih banyak bertanya sehingga siswa termotivasi untuk fokus mendengarkan, (3) jangan terlalu cepat dalam menyampaikan konsep pembelajaran dan dalam menanamkan konsep tersebut perlu melakukan pengulangan, dan (4) memberikan kesempatan kepada siswa bertanya, serta memotivasi mereka dalam mengerjakan tugas.
Model Kepemimpinan Spiritual Suster Kepala Sekolah dan Dampaknya Bagi Kinerja Guru Dalam Pendidikan Nilai Kristiani
David Morrison Marrus;
Achmad Supriyanto;
Agus Timan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 11: NOVEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i11.14182
Abstract: The spiritual leadership model is a very supportive aspect in character education efforts in religious based schools. This study aims to describe and find a substantive theoretical framework about the spiritual leadership of the headmaster's Nun in improving the quality of teacher services to Christian spiritual education at SDK Santa Maria II and SDK Sang Timur Malang. This study uses a qualitative descriptive approach with a multi-site study design. The research findings show that the model of spiritual leadership which is apparent from efforts to in still spiritual values with a personal and programmatic approach, has a positive impact on teachers.Abstrak: Model kepemimpinan spiritual merupakan aspek yang sangat mendukung dalam upaya pendidikan karakter di sekolah berbasis religi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan kerangka teori substantif tentang kepemimpinan spiritual Suster kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan guru terhadap pendidikan spiritual kristiani di SDK Santa Maria II dan SDK Sang Timur Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan spiritual Suster kepala sekolah yang tampak dari upaya penanaman nilai spiritual dengan pendekatan personal dan terprogram, memberikan dampak positif bagi guru.
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNALSEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU LULUSAN
Darmaji Darmaji;
Achmad Supriyanto;
Agus Timan
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 3, No 3 (2019): Vol. 3 No. 3 Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.577 KB)
|
DOI: 10.17977/um025v3i32019p130
Abstract: This article aims to describing the system of guaranteeing internal quality of schools to ensure that the quality of graduates is able to be competitive with other school outcomes. This study explains that guaranteed internal quality of schools should at least refer to the standards set by the government, namely the National Education Standards (SNP). The school strives to implement guaranteed internal quality, because the quality of output is influenced by the process of guaranteeing the internal quality of the school, the focus of the school in ensuring the quality and implementation of guaranteed quality to ensure school quality. Using interview techniques with the principal who aims to determine the policies implemented in ensuring quality, and make observations about the implementation of guaranteed quality and also conduct documentation studies in schools (qualitative descriptive). The impact that results from ensuring the quality of schools is that schools are capable of achieving academic and non-academic achievements and are able to compete with other school graduates.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penjaminan mutu internal sekolah gunamemberikan kepastian bahwa mutu lulusan yang mampu berkompetisi dengan mutu luaran sekolah yang lain. Sekolah berupaya sekuat tenaga untuk melaksanakan penjaminan mutu internal karena mutu output sangat dipengaruhi oleh proses penjaminan mutu internal sekolah, fokus sekolah dalam melaksanakan penjaminan mutu danbentuk pelaksanaan penjaminan mutu yang dilaksakanan untuk memastikan mutu sekolah. Dengan menggunakan teknik wawancara kepada kepala sekolah bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang dilaksanakan dalam penjaminan mutu, melakukan pengamatan tentang pelaksanaan penjaminan mutu, serta melakukan studi dokumentasi di sekolah (deskriptif kualitatif). Dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan penjaminan mutu sekolah yakni sekolah mampu berprestasi baik dibidang akademik dan non akademik dan mampu bersaing dengan para lulusan sekolah yang lain.
Komparasi kepemimpinan pendidikan di Indonesia dan Malaysia dalam upaya peningkatan mutu pendidikan
Karine Rizkita;
Achmad Supriyanto
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jamp.v8i2.32362
Penelitian ini bertujuan untuk memahami: 1.) Essensi pendidikan yang ada di Malaysia dan Indonesia; dan 2.) Peran kepemimpinan kepala sekolah di Malaysia dan Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi literatur dengan harapan dapat memberikan penjelasan secara komprehensif terkait kualitas mutu pendidikan di negara berkembang. Hasil penelitian ini adalah 1.) Essensi pendidikan yang ada di Malaysia dan Indonesia; dan 2.) Peran kepemimpinan kepala sekolah di Malaysia dan Indonesia. Essensi pendidikan baik di Malaysia atau di Indonesia hampir sama yaitu untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik dalam ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Malaysia dalam pengejawantahkan tentang essensi pendidikan lebih fokus dalam mengoptimalkan keterampilan peserta didik dengan kata lain peran guru sebagai pendidik di Malaysia sangat mempengaruhi keberlangsungan pedidikan. Peran yang dilakukan kepala sekolah yang ada di Indonesia dalam kaitannya untuk meningkatkan mutu sekolah yaitu dengan cara membentuk tim peningkatan mutu, melakukan perbaikan secara berkelanjutan dengan cara berkomunikasi dan meneruskannya kepada seluruh anggota yang ada dilembaga pendidikan, dan menciptakan suasana tempat bekerja yang nyaman. Sedangkan peran kepemimpinan kepala sekolah yang ada di Malaysia diimplementasikan dengan cara kepala sekolah dapat mewujudkan visi dan misi sekolah, fokus dalam pengelolaan proses belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan peringkat sekolah, dan komitmen dalam menciptakan kondisi atau lingkungan belajar yang positif sambil mendayagunakan seluruh warga sekolah dengan pendekatan yang ramah dan terbuka. AbstractThis study aims to understand 1.) The essence of education in Malaysia and Indonesia; and 2.) The role of the principal's leadership in Malaysia and Indonesia. This study uses qualitative research with data collection techniques using literature study techniques in the hope that it can provide a comprehensive explanation related to the quality of education in developing countries. The results of this study are 1.) The essence of education in Malaysia and Indonesia; and 2.) The role of the principal's leadership in Malaysia and Indonesia. The essence of education both in Malaysia or Indonesia is almost the same, namely to optimize the ability of students in the realm of knowledge, attitudes, and skills. The Malaysian state in the embodiment of the essence of education is more focused on optimizing the skills of students, in other words, the role of teachers as educators in Malaysia greatly influences the sustainability of education. The role of the principal in the country of Indonesia in relation to improving the quality of schools is by forming a quality improvement team, make improvements on an ongoing basis by communicating and forwarding it to all existing members of the educational institution, and create a comfortable work environment. Whereas the principal's leadership role in Malaysia is implemented in a way that the principal can embody the vision and mission of the school, focus on managing teaching and learning processes with the aim of improving school rankings, and commitment to creating positive learning conditions or environments while empowering all school residents with a friendly and open approach.
Peningkatan Mutu Sekolah melalui Manajemen Hubungan Masyarakat
Rachmat Satria;
Achmad Supriyanto;
Agus Timan;
Maulana Amirul Adha
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/amp.v7i2.26018
Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan, (1) manajemen hubungan masyarakat dengan sekolah, (2) prosedur operasional hubungan masyarakat di sekolah, dan (3) peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualititatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di SMPN 15 Malang. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni (1) manajemen hubungan masyarakat dalam peningkatan mutu sekolah secara internal maupun eksternal meliputi dimensi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pihak sekolah dalam merancang program-program sekolah, (2) prosedur operasional hubungan masyarakat di sekolah meliputi pertemuan kepala sekolah dengan komite dan masyarakat dalam mensosialisasikan citra sekolah serta pengadaan infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan, pertemuan unsur sekolah dengan orang tua peserta didik untuk pengambilan buku raport siswa, mengatur strategi hubungan kerjasama unsur sekolah seperti; perkemahan, gotong royong, visit school, serta kegiatan perlombaan, dan mengatur koordinasi hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan terhadap feedback penyelenggaraan program kerja sekolah, dan (3) peran pemimpin sekolah yakni dengan mengaplikasikan konsep manajemen pendidikan, serta monitoring pada setiap aspek komponen manajemen pendidikan di sekolah.
Madrasah berbasis pesantren: Potensi menuju reformasi model pendidikan unggul
Deny Setiawan;
Ibrahim Bafadal;
Achmad Supriyanto;
Syamsul Hadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jamp.v8i1.27871
Artikel ini bertujuan mengakaji peluang dan tantangan pengembangan madrasah, khususnya yang berbasis pesantren. Artikel dibuat dengan meninjau dan mengumpulkan informasi dari berbagai referensi baik buku, artikel dan jurnal yang digunakan sebagai bahan dalam mempelajari dan menambah wawasan secara konseptual yang berhubungan dengan peluang dan tantangan pengembangan madrasah yang berbasis pesantren di era modern. Madrasah merupakan salah satu lembaga pendidikan alternatif dan mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan dalam dinamika perubahan sosial. Namun demikian sebagai sebuah konsekuensi logis, madrasah harus melakukan upaya-upaya agar mampu mengembangakan setiap sektor dalam rangka mewujudkan tujuan organisasinya. Upaya pengembangan madrasah di pesantren harus bisa mewujudkan kriteria pendidikan unggulan yang akan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur keagamaan. Perwujudan madrasah sebagai institusi yang mampu memberikan pelayanan berupa pendidikan yang unggul, maka pesantren perlu diarahkan pemaduan antara keunggulan dalam bidang intelektual dan keterampilan dengan keunggulan dalam bidang pengetahuan keagamaan termasuk di dalamnya keunggulan dalam bidang kepribadian, keimanan dan ketaqwaan, dengan cara membuka diri dan akomodatif terhadap aspirasi dan tuntutan masyarakat serta mengaktualisasi komitmen dalam membangun pendidikan bermutu secara integral dalam seluruh proses pelaksanaan pendidikan melalui habituasi untuk mampu memahami realitas pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. AbstractThis article aims to examine the opportunities and challenges of developing madrasah, especially those based on Islamic boarding schools (pesantren). Articles are made by reviewing and gathering information from various references both books, articles, and journals that are used as a material in learning and conceptually adding insight related to the opportunities and challenges of developing pesantren-based madrasah in the modern era. Madrasah is an alternative educational institution and has the same opportunity to become an educational institution that is taken into account in the dynamics of social change. However, as a logical consequence, madrasah must make efforts to be able to develop each sector in order to realize the goals of the organization. Madrasah's development efforts in Islamic boarding school must be able to realize the criteria of the superior education that will give birth to human resources who have the capability in mastering knowledge and technology that are imbued with religious noble values. The realization of madrasah as an institution that is able to provide services in the form of superior education, the Islamic boarding school needs to be directed towards the integration of intellectual and skill excellence in the field of religious knowledge including excellence in the fields of personality, faith, and devotion, by opening up and accommodating towards aspirations and demands of the community and actualizing commitments to build quality education in an integrated manner throughout the whole process of implementing education through habituation to be able to understand the reality of education in accordance with the development of science and technology.
Hubungan Efikasi Diri dan Lingkungan Keluarga dengan Kesiapan Berwirausaha Mahasiswa
Anggraeni Cahyaningtyas;
Achmad Supriyanto;
Mustiningsih Mustiningsih
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um027v6i22021p093
Abstract: This study aims to know the relationship of self-efficacy and family environment with student entrepreneurship readiness. This study uses a quantitative approach with a descriptive correlational research design. This research was conducted on students of the of the Department of Education Administration, Faculty of Education, State University of Malang Class of 2017. This study uses the entire study population due students of the Department of Education Administration, Faculty of Education, State University of Malang Class of 2017 are 97 students, so the number of samples used in this study are all. This study uses a questionnaire as a data collection instrument. To uncover the relationship between variables using Pearson Product Moment analysis and multiple correlation analysis. The results of research and analysis of the data obtained it can be concluded that: (1) entrepreneurial readiness of students in the high category; (2) The self efficacy of students in the very high category; (3) The condition of the students’ family environment in the high or good category; (4) There is a positive and significant relationship between the variables of self efficacy and entrepreneurial readiness in the field of student education; (5) There is a positive and significant relationship between the family environment with entrepreneurship readiness in the field of student education; (6) There is a positive and significant relationship between self efficacy and family environment with entrepreneurship readiness in the field of education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan lingkungan keluarga dengan kesiapan berwirausaha mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Angkatan 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi penelitian dikarenakan mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Angkatan 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang adalah sebanyak 97 mahasiswa, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semuanya. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen pengumpul data. Untuk mengungkap hubungan antar variabel menggunakan analisis Product Moment Pearson dan analisis korelasi ganda. Hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) kesiapan berwirausaha mahasiswa dalam kategori tinggi; (2) efikasi diri mahasiswa dalam kategori sangat tinggi; (3) kondisi lingkungan keluarga mahasiswa dalam di kategori tinggi atau baik; (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel efikasi diri dengan kesiapan berwirausaha di bidang pendidikan mahasiswa; (5) terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan keluarga dengan dengan kesiapan berwirausaha di bidang pendidikan mahasiswa; (6) terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan lingkungan keluarga dengan kesiapan berwirausaha di bidang pendidikan mahasiswa.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU LULUSAN MADRASAH MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE
Maulana Amirul Adha;
Achmad Supriyanto;
Agus Timan
Tarbawi Vol 5 No 01 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tarbawi.v5i01.1794
The purpose of this study is 1) to analyze the factors that are at the root of the problem in increasing quality of madrasa graduates, and 2) to find out strategies in improving the quality of graduates at MA Muhammadiyah 1 Plus Malang. The method used in this study is qualitative. This research was conducted at MA Muhammadiyah 1 Plus Malang. This research in collecting data using interview techniques, documentation studies and observations. The results of this study are 1) factors that cause the low quality of madrasah graduates, namely material, tools (facilities and infrastructure), learning methods, and man (human resources); and 2) The strategies formulated to improve the quality of graduates at the MA Muhammadiyah 1 Plus Malang are, providing training in making teaching materials and learning media, setting the time for appropriate learning and teaching activities, utilizing library space for learning, procuring and repairing damaged teaching aids, maximamizing madrasah’s wifi usage, provision of teacher training to develop varied learning methods and according to student needs, provision of training on leisure hours guided by teachers who have mastered information technology, and provision of teacher training for the development of syllabi. Keywords. fishbone diagram, total quality management, quality of graduates madrasah
IMPLEMENTASI PELIBATAN DAN PEMBERDAYAAN DALAM KUALITAS PADA ORGANISASI PELAJAR MADRASAH ALIYAH SWASTA
Akhmad Ari Wibowo;
Achmad Supriyanto;
Agus Timan
Tarbawi Vol 5 No 01 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/tarbawi.v5i01.1802
The purpose of this study was to find out how the implementation of engagement and empowerment in quality at the HDI at MA Muhammadiyah 1 Malang. This study uses a qualitative paradigm with methods of observation, interviews and documents to determine the implementation of engagement and empowerment in quality at the institution. It was found that madrasas implement engagement and empowerment in quality in their student organizations. The implementation process is carried out by establishing a good organizational culture in student organizations through four stages, namely 1) creating a supportive environment, 2) determining targets and overcoming obstacles, 3) implementing and using supporting facilities, 4) assessing, adjusting and improving. In its implementation, trial-error fixes are used so that ongoing evaluations can be carried out. The implementation of engagement and empowerment is felt to have a positive impact on students and on the student's organizational culture. Keywords. Madrasah; Quality; Intra-school students organization; Muhammadiyah Student Association; Engagement and Empowerment
HUBUNGAN KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN OCB DAN SIKAP PADA PROFESI KEGURUAN GURU MTSN SE-KOTA BANJARMASIN
M. Yuliansyah;
I Nyoman Sujana Degeng;
Bambang Budi Wiyono;
Achmad Supriyanto
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (738.488 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1663
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Hubungan Kecerdasan Interpersonaldan Sikap Pada Profesi Keguruan dengan OCB Guru MTs Negeri Se-Kota Banjarmasin.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)tidak Terdapat hubungan tingkat Kecerdasan Interpersonal dengan Organizational Cittizenship Behaviour (OCB) Guru-Guru MTs Negeri Se-Kota Banjarmasin. (2) Terdapat hubungan tingkat Kecerdasan Interpersonal dan sikap Terhadap Profesi dengan OCB Guru-Guru MTs Negeri Se-Kota Banjarmasin.(3) Terdapat hubungan sikap Terhadap Profesi dengan OCB Guru-Guru MTs Negeri Se-Kota Banjarmasin. Direkomendasikan (1) Karena ada hubungan kecerdasan Interpersonal dengan OCB guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri se- Kota Banjarmasin, maka dalam memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses belajar-mengajar di sekolah adalah untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan kerjanya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dialami ketika melaksanakan tugassehingga ia bisa kreatif dinamis, (2) Penelitian menunjukan Sikap terhadap profesi yang baik menjadi salah satu dampak keberhasilan sekolah, karenanya sikap terhadap profesi seseorang guru yang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku, dan karakter guru. Oleh karenanya setiap guru harus memiliki kemampuan secara internal yang melakukan hubungan secara vertikal maupun horizontal, (3) penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pengkajian peneliti selanjutnya sehingga dapat diperoleh perkembangan yang lainnya dari hubungan kecerdasan Interpersonalonal dan sikap terhadap profesi dengan OCB pada objek yang berbeda.__________________________________________________________This study was conducted to determine (1) The relationship between emotional intelligence with intelligence and attitude Against Profession together with Cittizenship Organizational Behavior (OCB) Teachers MTs Negeri Banjarmasin. The population in this study is MTsNegeri as the city of Banjarmasin, amounting to 142 people. Samples determined through measures such as: set the proportional random sampling technique from each member of the sub-population based on the number of schools under study it was determined the sample of 105 people. The test for determining the validity and reliability are used to collect research data were then analyzed using linear regression and multiple regression.The results showed that (1) There is a level of emotional intelligence relationship with OCB Teachers MTs Negeri Banjarmasin. (2) There is a relationship and attitude level of Emotional Intelligence Professionals Against the OCB Teachers MTs Negeri se-Banjarmasin (3) There is a relationship Profession Against attitude with OCB Teachers MTs Negeri se-Banjarmasin.. Recommended (1) Since there is a relationship of emotional intelligence with teachers OCB MTs Negeri Banjarmasin, then in empowering teachers to implement the teaching-learning process in schools is to be responsible for the work environment for overcome the various problems faced when implementing the tasks so that he can be creative dynamic, (2) Research shows that a good attitude towards the profession into one of the effects of school success, hence the attitude towards one's profession is closely related to the teacher's personality, behavior, and character of the teacher. therefore every teacher should have the capability internally that having vertically or horizontally, (3) This study is expected to be the next research assessment materials that can be obtained more development of emotional intelligence relationship and attitude towards the profession with the OCB on an object that different.