Articles
Pemahaman Konsep Siswa Pada Aktivitas Kerja Kelompok Berbasis CTL REACT
Imro'atul Mubarokah;
Cholis Sa’dijah;
Hery Susanto
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 6, No 2 (2021): Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.042 KB)
|
DOI: 10.28926/briliant.v6i2.635
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa yaitu pada materi matriks berdasarkan komponen pemahaman konsep dengan indikator yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah tanya jawab, diskusi dan penugasan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa pada Lembar Kerja Kelompok (LKK) berbasis CTL REACT. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPS 5 semester 1 pada Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan jumlah 11 siswa dan dibentuk menjadi 3 kelompok secara hiterogen. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja berupa aktivitas kerja kelompok berbasis CTL REACT yang selanjutnya disebut Lembar Kerja Kelompok (LKK) berbasis CTL REACT. Dalam penelitian ini, LKK yang digunakan adalah LKK berbasis CTL REACT dengan 4 sub pokok bahasan yaitu konsep matriks, operasi aljabar pada matriks, determinan dan invers matriks, serta penyelesain persamaan linear dua variabel. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa berada pada level 2 dan 3. Ini artinya, siswa paham konsep matematika tentang materi matriks meskipun ada beberapa yang tidak lengkap atau kurang tepat.
Komunikasi Matematis Tulis Siswa pada Pembelajaran Inkuiri Terbimbing
Chusnul Ma'rifah;
Cholis Sa'dijah;
Subanji Subanji
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 6, No 2 (2021): Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.941 KB)
|
DOI: 10.28926/briliant.v6i2.628
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tulis siswa pada lembar aktivitas dengan model inkuiri terbimbing. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan 10 siswa MA Miftahul Huda Kepanjen Malang. Dari hasil penelitian, diperoleh tahapan analisis strategi mendapat nilai tertinggi dengan prosentase 100% yang berada pada katagori tinggi, sedangkan tahapan terendah adalah tahap pengajuan hipotesis dengan nilai 52,25% yang berada pada katagori sedang. Pada tahapan analisis strategi, siswa sudah dapat merepresentasikan notasi matematis dan menggunakan manipulasi matematis secara benar sehingga dapat menemukan rumus barisan aritmetika dan geometri, sedangkan pada tahap pengajuan hipotesis, respon sudah dituliskan siswa namun belum benar atau akurat
Pembelajaran Kooperatif Daring Tipe Gi Berbantuan Microsoft Teams terhadap Pemahaman Konsep
Dewi Astutik;
Cholis Sa'dijah;
Susiswo Susiswo
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 6, No 2 (2021): Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/briliant.v6i2.631
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pembelajaran kooperatif daring tipe Group Investigation (GI) berbantuan Microsoft Teams terhadap pemahaman konsep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasi experimental design dengan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 MAN Kota yang mengikuti pembelajaran daring. Kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams sedangkan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Hasil temuan penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa setelah pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams meningkat, terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matriks siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dan pemahaman konsep matriks siswa pada pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams lebih baik daripada siswa pada pembelajaran konvensional.
Tahapan Penalaran Analogi dalam Menyelesaikan Masalah Analogi Indirect
Kristayulita Kristayulita;
Toto Nusantara;
Abdur Rahman As’ari;
Cholis Sa’dijah
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 3 No 1 (2019): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami)
Publisher : Mathematics Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.279 KB)
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tahapan penalaran analogi dalam menyelesaikan masalah analogi indirect. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Mataram di kota Mataram. Instrumen yang digunakan berupa masalah analogi yang terdiri atas masalah sumber tentang persamaan kuadrat dan masalah target tentang persamaan trigonometri. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa melakukan penalaran analogi dalam menyelesaikan masalah analogi yang diberikan. siswa dalam menyelesaikan masalah analogi indirect tidak hanya menggunakan tahapan penalaran analogi yang ada. Akan tetapi, siswa melakukan tahapan sebelum melakukan tahapan penalaran analogi berdasarkan Ruppert. Tahapan tersebut disebut dengan tahapan represetation and mathematical modeling, yang dilanjutkan dengan tahapan penalaran analogi yang telah ada. Sehingga tahapan penalaran analogi yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah analogi indirect adalah represetation and mathematical modeling, structuring, mapping, applying, dan verifying. Artinya ada tahapan penalaran analogi yang dikembangkan dari Ruppert. Tahapan penalaran analogi dalam menyelesaikan masalah tergantung dari masalah analogi yang diberikan.
PROFIL SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF DAN GENDER
Mohammad Akbar;
Cholis Sa'dijah;
Sisworo Sisworo
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1156.772 KB)
This purpose of the study is to s describe mathematic problem solving based kognitif style and gendre. This research with qualitative approach. The subject is a man student with field independent cognitif style (FIL) and a woman student with field independent cognitif style (FIP) and a man student with field dependent cognitif style (FDL) and a woman student with field dependent cognitif style (FDP). The result of the study shows: (1) in understanding step, (2) in devising a plan step, (3) in carrying out the plan step, FIL and FIP students are categorized very good because they had fulfilled two indicators of Polya, and (4) in looking back step, FIL student are categorized very good and student FIP are categorized enough because fulfilled one of the two indicators. for student FDL and FDP 1) in understanding step, (2) in devising a plan step, (3) in carrying out the plan step, FDL and FDP students are categorized very good because they had fulfilled two indicators of Polya, and (4) in looking back step, FDL and FDP students are categorized bad because they had not fulfilled the two indicators.Keywords: Problem Solving, Field Independent, gendre
AKTIVITAS METAKOGNITIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR
Suci Zuhriati;
Cholis Sa'dijah;
Sisworo Sisworo
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um076v5i22021p26-37
Metacognition is an important aspect in problem solving. This study aims to describe the students' metacognitive activity in solving the problem of building a flat side with a qualitative approach. The research subjects were three students of MTSN Malang 1 with good communication skills in the categories of high, medium, and low mathematical abilities. Data collection was done by giving the problem of flat side space and interviews. In the problem understanding phase, students perform metacognitive awareness when they rethink a given problem marked by rereading the problem by considering and monitoring things that are important to solve the problem. In the planning phase, students perform metacognitive regulation when they rethink the ways that have been linked to previous learning experiences marked by considering clues to problems that have been connected to the learning experience. In the phase of implementing the plan, students carry out metacognitive evaluations when they think back about the solution that is being worked on by changing and correcting the image that is being made and determining another more appropriate way. In the re-examination phase, students carry out metacognitive evaluation and awareness when they rethink the solutions that have been made marked by rereading the problem and checking the completion from the beginning to the end and convincing themselves that the solutions made are correct.
PEMBERIAN SCAFFOLDING UNTUK MENGATASI HAMBATAN BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH ALJABAR
Khusnil Khatimah;
Cholis Sadijah;
Hery Susanto
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (994.822 KB)
This research objective is to describe students’ thinking barriers and to describe given scaffolding to overcome students’ experienced thinking barriers. This is a descriptive qualitative research. Research subjects is 2 students whose thinking capability is high and low. Documents being studied are students’ test result, unstructured interviews transcripts, ands scaffolding. This research demonstrates that subject 1 (S1) barriers are caused by the lack of analogical thinking capability on understanding problem, the low connecting capability when implementing solving plan, and the lack of existing knowledge and connection capability on re-examine planned procedure on problem solving. Subject 2 (S2) thinking barriers are caused by the low analogical capability in understanding problem, the lack of connecting capability when planning problem solving strategy, the lack of analogical capability in planning problem solving, and the lack of prior knowledge and connection in re-examine chosen procedure. Adjusting Anghileri’s scaffolding, S1 was given scaffolding at a rate of explaining and developing conceptual thinking, while S2 was given scaffolding at a rate of explaining, reviewing, restructuring, and developing conceptual thinking.
Pengembangan Media Box Mengenal Bilangan dan Operasinya Bagi Siswa Kelas 1 Di SDN Gadang 1 Kota Malang
Martini Dwi Purnama;
Edy Bambang Irawan;
Cholis Sadijah
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (718.904 KB)
Learning mathematics in grade 1 using pieces of instructional media will generate motivation, stimulating learning activities, abstract concept and bring the psychological effects of a child. This study aims to generate media box material to know numbers and operations are valid, practical, effective and attractive. The model of development used modification 4D model developed by Thiagarajan. Validation results declared invalid by subject matter experts and very valid by media experts. Practicality and attractiveness of the product reaches 94 % categorized as very practical and very attractive. While the effectiveness of a product is marked with the positive response of students who achieve mastery of at least about 82 %
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERCIRIKAN PENEMUAN TERBIMBING DAN BERBANTUAN APLIKASI PADA MATERI UNTUK KELAS X SMK
Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah;
Cholis Sadijah;
Makbul Muksar
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.892 KB)
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bercirikan guided discovery dan berbantuan aplikasi grapher pada materi fungsi kuadrat untuk kelas X SMK yang valid, praktis dan efektif. Pengembangan bahan ajar bercirikan guided discovery dipilih karena berdasarkan hasil obsevasi peneliti, kegiatan pembelajaran perlu didukung dengan adanya bahan ajar sehingga siswa dapat aktif dalam pembelajaran. Sedangkan penggunaan aplikasi grapher diharapkan dapat membantu siswa menemukan konsep karakteristik grafik fungsi kuadrat dan mengarahkan hasil kecanggihan teknologi pada pembelajaran. Langkah pengembangan mengacu pada model pengembangan Plomp (2010:15). Langkah pertama, preliminary reseach, dilakukan peneliti dengan melakukan pengamatan kelas hingga diperoleh simpulan perlu adanya bahan ajar becirikan guided discovery dan berbantuan aplikasi grapher pada pembelajaran materi fungsi kuadrat. Langkah kedua, prototyping phase, dilakukan dengan merancang, membuat kemudian memvalidasi LKS, RPP dan instrumen penelitian. Langkah ketiga, assessment phase, dilakukan dengan menguji coba kepraktisan dan keefektifan bahan ajar pada pembelajaran. Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh bahan ajar berupa LKS bercirikan guided discovery dan berbantuan aplikasi grapher pada materi fungsi kuadrat untuk kelas X SMK yang valid, memiliki nilai kepraktisan tinggi dan tingkat keefektifan yang baik
Assessing students’ errors in mathematical translation: From symbolic to verbal and graphic representations
Nurrahmawati Nurrahmawati;
Cholis Sa'dijah;
Sudirman Sudirman;
Makbul Muksar
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 10, No 1: March 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijere.v10i1.20819
Translation skills are very important possessed by students, but currently, there are still many students who have difficulty in translating between representations. The purpose of this study is to analyze students' errors in translating from symbolic representations to verbal and graphic representations. This research was descriptive study with qualitative approach. Tests are given to junior high school students. From the results of data analysis, it is obtained that in translating from symbolic to verbal forms (problems in daily life) that are following the given system of equations, students are still unable to make representations correctly. When students are asked to translate into graphical form, students are still unable to draw complete graphs and errors made by students are misinterpretation and implementation errors, so they cannot maintain the semantic congruence between source representation and target representation. Based on this, it is necessary to make a learning plan that can improve students’ ability to translate between representations.