p-Index From 2021 - 2026
6.856
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Media Gizi dan Keluarga PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURNAL GIZI INDONESIA JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Microbiology Indonesia Indonesian Journal of Human Nutrition agriTECH Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) INVOTEC Jurnal Kesehatan GIZI INDONESIA Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Argipa (Arsip gizi dan Pangan) Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Kesehatan Prima Amerta Nutrition Pontianak Nutrition Journal (PNJ) JURNAL PANGAN YARSI Medical Journal Jurnal Dunia Gizi Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Narra J Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Nutrisia Journal of Health and Nutrition Research Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Jurnal Kedokteran Hewan Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Halal Studies and Society Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Amerta Nutrition

Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Kaitannya dengan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Status Gizi Anak Balita Sutyawan Sutyawan; Ali Khomsan; Dadang Sukandar
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.523 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v3i4.2019.201-211

Abstract

 Background: Household food insecurity is a underlaying causes on undernutrition problems in children under five years. Household food security especially from food acces dimention is reflected from many indicators that are complex and easier to understand in a composite index. Objectives: The purpose of this study was to develop a index of household food security and its relationship to nutrient intake level and nutritional status in children under five years. Method: This cross-sectional study was conducted in four villages in West Bangka Regency in December 2018 until April 2019. The study involved 219 subjects consisting of mothers and children aged 12-59 months. Data were analyzed using Rank Spearman relationship test. Results: The validation results showed that the index score has a negatively correlation (p<0.01) with the proportion of food expenditure and it has a significant correlation with dietary diversity (HDDS Score). In addition, the index score was a significant correlation (p<0.01) with the level of adequacy of energy, protein, fat, calcium, iron, zinc and dietary diversity in children. The index score was a significant associated (p<0.01) with the nutritional status of children based on height for age, weight gor age, and height for wight. Conclusions: The index was developed from this study can be an alternative to evaluate the status of household food security level and stronger marker of food consumption and nutritional status of under five children.ABSTRAKLatar Belakang: Kondisi rawan pangan pada rumah tangga merupakan salah satu penyebab masalah kekurangan gizi pada anak berusia di bawah lima tahun. Ketahanan pangan rumah tangga tercermin dari banyak indikator yang kompleks dan lebih mudah dipahami dalam indeks komposit.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan indeks ketahanan pangan rumah tangga serta hubungannya dengan tingkat asupan gizi dan status gizi pada anak balita.Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan di empat desa di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini melibatkan 219 subjek yang terdiri dari anak berusia 12-59 bulan dan ibu dari anak. Data dianalis menggunakan uji beda Kruskal Wallis dan uji hubungan Rank Spearman.Hasil: Hasil validasi menunjukkan bahwa skor indeks memiliki perbedaan yang nyata (p<0,05) berdasarkan tingkat kerentanan pangan wilayah dan terdapat hubungan negatif yang kuat (p<0,05) dengan proporsi pengeluaran pangan. Selain itu, skor indeks memiliki keterkaitan yang kuat (p<0,05) dengan tingkat kecukupan energi, protein, lemak, kalsium, besi, seng serta keragaman diet pada balita. Skor indeks juga memiliki hubungan yang nyata (p<0,05) dengan nilai z-score status gizi balita berdasarkan indeks antropometri tinggi badan menurut usia, berat badan menurut umur, dan tinggi badan menurut berat badan.Kesimpulan: Indeks yang dikembangkan dari penelitian ini dapat menjadi alternatif dalam menilai status ketahanan pangan rumah tangga serta prediktor yang kuat dalam melihat gambaran konsumsi pangan dan status gizi balita. 
Hubungan antara Perilaku Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi Baduta Di Kabupaten Cirebon Winda Puspita Yuniar; Ali Khomsan; Mira Dewi; Karina Rahmadia Ekawidyani; Anna Vipta Resti Mauludyani
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.313 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v4i2.2020.155-164

Abstract

Background: Cirebon Regency is one of the priority areas that becomes the locus in efforts to accelerate the reduction of stunting in 2018.Objective: This study aims to analyze the relationship between feeding parenting pattern with nutrient intake of under two-years infants and the relationship between nutritional behavior and clean and healthy lifestyle behavior (CHLB) with nutritional status of under two-years infants in Cirebon Regency.Methods: This study used a cross-sectional study design using secondary data from previous studies conducted at the same two locations in Cirebon Regency. The data processing was carried out in November to December 2019. The subjects involved were 70 mothers who had infants aged 0-24 months. Analysis of the relationship between variables using the Rank Spearman test.Results: The results of the correlation test showed that there was no significant relationship (p> 0.05) between feeding parenting pattern with nutritional intake. In addition, maternal nutritional behavior also did not have a significant relationship (p> 0.05) with nutritional status. This study found that there was a significant relationship between clean and healthy living behavior on the indicators of a smoke-free home environment with the nutritional status using HAZ index.Conclusion: Imbalance between knowledge and socio-economic factors of income can lead to inequality in the application of feeding parenting pattern, nutritional behavior, and CHLB to the nutritional status of under two years. Therefore, a continuous monitoring and evaluation system is needed to ensure that the stunting acceleration program runs effectively and efficiently.ABSTRAK Latar belakang: Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah prioritas yang menjadi lokus dalam upaya percepatan penurunan stunting pada tahun 2018.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh makan dengan asupan zat gizi baduta serta hubungan antara perilaku gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan status gizi baduta di Kabupaten Cirebon.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari penelitian sebelumnya yang dilakukan pada dua lokasi yang sama di Kabupaten Cirebon. Proses pengolahan data dilakukan pada bulan November hingga Desember 2019. Subjek yang terlibat adalah 70 orang ibu baduta yang memiliki bayi berusia 0-24 bulan. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Rank Spearman.Hasil: Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p >0,05) antara pola asuh makan dengan asupan zat gizi. Selain itu, perilaku gizi ibu juga tidak memilki hubungan yang signifikan (p>0,05) dengan status gizi. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat pada indikator lingkungan rumah bebas asap rokok terhadap status gizi baduta.Kesimpulan: Ketidakseimbangan antara pengetahuan dengan faktor sosio-ekonomi penghasilan dapat mengakibatkan terjadinya ketimpangan dalam penerapan pola asuh makan, perilaku gizi, dan PHBS terhadap status gizi baduta. Oleh karena itu, diperlukan sistem monitoring dan evaluasi secara kontinu untuk memastikan bahwa program percepatan stunting berjalan secara efektif dan efisien.
The Factors Associated with Consumption Diversity of Toddlers Aged 24-59 Months Desiana Firdaus; Faisal Anwar; Ali Khomsan; Chica Riska Ashari
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2.2021.98-104

Abstract

Latar Belakang: Masa balita merupakan masa yang memerlukan asupan gizi optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah terjadinya masalah gizi. Keragaman konsumsi adalah salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kualitas konsumsi dan kebutuhan zat gizi. Kualitas konsumsi secara langsung dapat memengaruhi status gizi balita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi keragaman konsumsi balita dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional studi dengan 97 balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2019. Balita dipilih secara acak menggunakan teknik random sampling. Keragaman konsumsi didapatkan dari konsumsi makanan sehari sebelumnya dan dianalisis berdasarkan standar FAO yang terdiri dari 9 kelompok pangan tanpa jumlah konsumsi minimal. Faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi dianalisis menggunakan model regresi logistik. Jika total skor keragaman konsumsi ≤4 diklasifikasikan sebagai tidak beragam dan >4 beragam.Hasil: Sebanyak 76.3% balita pada penelitian ini mengonsumsi makan yang tidak beragam dan didominasi oleh makanan tinggi energi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keragaman konsumsi balita dengan kejadian stunting. Status pekerjaan ibu (OR:4,63;95%CI:1,1-18,9), jenis kelamin (OR:5,1;95%CI:1,7-15,7), dan pengetahuan gizi ibu (OR:3,4,95%CI1,1-10,3) berhubungan signifikan dengan keragaman konsumsi balita.Kesimpulan: Ibu yang bekerja, balita laki-laki, dan pengetahuan gizi ibu yang kurang secara signifikan menjadi faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi balita yang rendah.
Latihan Berjalan Kaki terhadap Perbaikan Profil Lipid pada Wanita Dewasa Kelebihan Berat Badan Iriyani Harun; Hadi Riyadi; Dodik Briawan; Ali Khomsan
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.91-97

Abstract

Background: Overweight and obesity are the accumulation of excess fat accumulation which has become a serious problem at the global level, one of which is an abnormality of the lipid profile (dyslipidemia) which is a trigger for cardiovascular diseases such as heart disease and stroke. Physical inactivity is one of the causes of health problems such as obesity and other metabolic disorders. Walking is a moderate-intensity aerobic physical activity suitable for all ages and has a variety of health benefits, especially in less active obese adults. Objectives: The purpose of this study was to examine and analyze walking exercise against changes in the lipid profile of overweight women Discusion: This study is a literature review conducted through online database searches of Scopus, Google Scholar, PubMed, and Science Direct to examine relevant research results regarding the benefits of walking exercise to improve lipid profile. The results showed that walking exercise was able to reduce levels of TC, TG, LDL, and increase serum HDL in overweight and obese patients if it was done with the recommended intensity, duration, and frequencyConclusions: walking exercise is an aerobic physical activity that is suitable for overweight and obese patients and has the potential to improve lipid profiles. This study is expected to be the basis for recommendations to increase daily physical activity for the prevention of cardiovascular disease.
Nutrition Knowledge, Breastfeeding and Infant Feeding Practice of Mothers in Cirebon Regency Karina Rahmadia Ekawidyani; Ali Khomsan; Mira Dewi; Yughni Azizah Thariqi
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 2 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i2.2022.173-182

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding should be supported by early initiation of breastfeeding (EIBF), provision of colostrum and not providing pre-lacteal feeding.   Objectives: The study objective was to analyze nutritional knowledge and factors related to breastfeeding and feeding practices of lactating mothers. Methods: A cross-sectional study was conducted in March–November 2020 in Sibubut, Kedungdalem, and Bayalangu Kidul Villages, Cirebon Regency. Study respondents were 44 lactating mothers with under six months infants. Mothers’ nutritional knowledge of breastfeeding and breastfeeding/feeding practice were obtained using a validated questionnaire, while the food consumption data of mothers was obtained from two days of 24-hour food recall (weekday and weekend). Spearman’s correlation test and Chi-Square analysis were used to analyze the correlation between variables, while the Mann-Whitney test was used to analyze the difference in nutritional knowledge and breastfeeding/infant feeding practice variables based on education level. Results: Family characteristics (age, mother’s education and occupation, household income, parity, family size, and Body Mass Index (BMI) were not correlated with breastfeeding/infant feeding practice (p=0.427; 0.136; 0.481; 0.056; 0.699; 0.241; 0.547, respectively). There was no significant correlation between nutritional knowledge and breastfeeding/infant feeding practice of mothers (p=0.728). No significant difference was found in the nutritional knowledge of breastfeeding (p=0.828) and breastfeeding/feeding practice of infants (p=0.572) between mothers with education > elementary school and < elementary school. More mothers with low education provided pre-lacteal food than mothers with higher education (p =0.046). Conclusions: The breastfeeding/feeding practice of mothers are still poor regardless of education level. Nutrition education for breastfeeding mothers is required to encourage good breastfeeding/infant feeding practices.
The Integrated Nutrition Education on eHealth Intervention and Its Effectiveness on Improvement of Anthropometric Status and Behavioural Outcomes of Obese Adults: A Systematic Review Anggun Rusyantia; Ali Khomsan; Clara Meliyanti Kusharto; Hadi Pratomo
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 2 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i2.2022.212-226

Abstract

Background: The problem of overnutrition has become an epidemic issue at the global level. As one of the effective ways to prevent and overcome obesity, nutrition education is growing by utilizing eHealth media as a message delivery channel.  Objectives: To identify studies that integrate nutrition education with eHealth-based technology in the prevention and control of obesity, behavioral theory and BCT (Behaviour Change Technique), their effectiveness in improving the anthropometric status and behavioral outcomes in obese adults. Discussion: Article searches were conducted using PubMed, Science Direct, ProQuest, and using manual search Google Scholar in reputable journals in the last ten years, and 17 English articles were obtained. Two forms of communication channels and activities were used to deliver nutrition education messages, namely interpersonal channels and internet-based mass media with or without assistance. Mobile applications were the most widely used as a messaging tool. The most frequently used theory was Social Cognitive Theory, and the majority of BCT were self-monitoring, goal setting, and feedback. The eHealth method (online) gave the same results on anthropometric status, physical activity, and treatment adherence compared to face-to-face (offline) by providing the same BCT-based obesity management intervention. Conclusions: Integrating nutrition education into eHealth media channels that emphasizes modification of eating behavior and physical activity has a significant effect on improving anthropometric status but was inconsistent on eating behavior and physical activity outcomes in adults with short-term intervention (≤3.5 months/ 14 weeks). This effect will give benefit the outcomes if followed by personal or group mentoring accompanied by well-design BCT.
Pola Asuh Makan dan Konsumsi Pangan Balita Anemia di Kabupaten Cirebon Mira Dewi; Ali Khomsan; Karina Rahmadia Ekawidyani; Annisa Ayu Pravansa
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.227-234

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi global dengan prevalensi 36,8% balita di Indonesia mengalami anemia. Konsumsi pangan, pola asuh makan, dan sosial ekonomi dapat mempengaruhi status anemia balita. Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pola asuh makan dengan konsumsi pangan dan hubungan antara pola asuh makan dan konsumsi pangan dengan kadar hemoglobin balita anemia. Metode: Dengan desain cross sectional penelitian ini dilakukan dari Agustus sampai November 2020 dengan jumlah sampel 54 balita anemia (Hb<11 g/dL) di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri atas karakteristik rumah tangga, karakteristik balita dan status gizi, praktik pola asuh makan, serta konsumsi pangan balita yang diperoleh melalui wawancara dan pengukuran langsung. Analisis statistik data dilakukan secara univariat maupun bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Lebih dari separuh (51,9%) ibu berusia 26-35 tahun dengan tingkat pendidikan rendah (90,7%) dan pendapatan rumah tangga di bawah UMR (66,7%). Rata-rata kadar hemoglobin balita sebesar 9,2±1,4 g/dL dan 66,7% mengalami anemia tingkat sedang. Sebagian besar (44,4%) balita berusia 25-36 bulan termasuk kategori status gizi kurang mengacu pada indikator TB/U dan BB/U. Skor pola asuh makan adalah 88,9±7,5 dan masuk dalam kategori ‘baik’, akan tetapi tingkat kecukupan energi, lemak, dan karbohidrat balita masih berada dibawah anjuran. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kadar hemoglobin berhubungan signifikan hanya dengan faktor konsumsi pangan, terutama tingkat kecukupan energi, lemak, dan karbohidrat, serta frekuensi konsumsi hati ayam. Kesimpulan: Pola asuh tidak berhubungan dengan konsumsi pangan. Kadar hemoglobin balita anemia tidak berhubungan dengan pola asuh pangan, tetapi berhubungan signifikan dengan konsumsi pangan dan kebiasaan mengkonsumsi hati ayam. Informasi terkait dengan status gizi dan kesehatan perlu ditingkatkan khususnya tentang konsumsi pangan dan anemia serta pencegahannya sehingga dapat mengurangi prevalensi anemia pada balita.
Pengetahuan Gizi Ibu Sebagai Determinan Stunting di Jawa Barat: Disparitas Perdesaan-Perkotaan: Pengetahuan Gizi Ibu Sebagai Determinan Stunting di Jawa Barat: Disparitas Perdesaan-Perkotaan Anna Vipta Resti Mauludyani; Ali Khomsan
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.8-12

Abstract

Background: Maternal nutritional knowledge must be strengthened to lower the problem of stunting. However, there is currently a lack of information regarding the nutritional knowledge of mothers of stunted and non-stunted children in West Java's rural and urban areas. Objectives: This study compares the nutritional knowledge of mothers of under-five children in West Java across four groups: those who are stunted in rural areas (SR), those who are stunted in urban areas (SU), and those who are not in rural (NR) and urban (NU). Methods: This cross-sectional study was conducted in Cianjur (rural) and Sukabumi City (urban) in June 2022. Data was collected through interview to 300 mothers of children underfive using pretested questionnaire. Nutritional knowledge comprised of 20 questions about infant and young child feeding and balanced nutrition. One-way ANOVA and Tukey HSD Post Hoc Tests were applied for data analyses using IBM SPSS 22.0. Results: Overall, both prevalence of stunting in rural and urban was 33.3% and 30.7%, respectively. Mothers in four groups had moderate nutritional knowledge, with total scores ranging from 70.9 to 75.2. Mothers of NU were found to have more nutritional awareness than NR and SR. In comparison to NR, mothers of NU babies are more likely to be aware that their 2- or 3-month-old infants cannot consume bananas or papayas. Compared to SR, more NU mothers are aware that vegetables do not contain protein. There are more mothers of NU know that sweetened condensed milk is not more nutrient rich compared to powder or liquid milk than NR and SR. Conclusions: Urban mothers have superior nutritional knowledge than rural mothers. Even, knowledge of rural mother with stunted child is the poorest. With the high prevalence of stunting, access to nutritional information should be enhanced, with a focus on the feeding practices of young children.
Studi Karakteristik Siswi Penerima Program Tablet Tambah Darah sebagai Antisipasi Stunting: Studi Karakteristik Siswi Penerima Program Tablet Tambah Darah sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Guntari Prasetya; Ali Khomsan; Hadi Riyadi; Faisal Anwar
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.1-7

Abstract

Background: Efforts to accelerate stunting reduction involve specific and sensitive nutrition interventions. School adolescent girls are the target group in reducing stunting through anemia prevention. Iron folic acid (IFA) supplementation program is the specific nutrition intervention to prevent anemia in adolescent girls. Objectives: This research aims to study the characteristics of students who received the IFA supplementation program. Methods: Research design was a cross sectional that involved 123 students from 12 public high schools in Cianjur District, West Java Province. Student’s characteristics consist of knowledge on anemia and their adherence on IFA supplementation program. Data collection is carried out by self-administering questionnaires monitored by enumerator. Data is performed by using mean ± SD and n (%). Results: Student’s knowledge on anemia mostly (61.8%) were categorized as low, as 30.9% were moderate, and only 7.3% were high. Students (44.7%) knew how to detect anemia is by measuring blood hemoglobin levels. As of 59.3% and 51.2% students knew the main causes of anemia are inadequate iron intake and blood loss during menstruation. Approximately 60-80% students recognized the common symptoms and sign of anemia. Most students (76.8%) have received IFA on a weekly basis and 41.2% students acknowledge their adherence in the IFA consumption with aim to prevent anemia (85.1%), the rest 23.4% and 14.9% due to the advice by the teachers and health officers. Students who have no adherence were due to their fear on the side effects, the tablet taste, forgetfulness, and feeling healthy. Conclusions: Iron folic acid supplementation program have been conducted and well targeted, however, student’s understanding on the objectives, benefit, and their adherence is needed to be gained.
Gambaran Konsumsi Makanan Tradisional pada Balita di Keluarga Pesisir di Kota Bengkulu, Indonesia: Consumption Traditional Food Description in Children Under Five in the Coastal Family of Bengkulu City, Indonesia Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani; Miratul Haya; Ali Khomsan
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i1.2023.27-36

Abstract

Background: Traditional food is the most potent food to develop and is an essential component in intervention strategy for increasing toddler daily consumption. Traditional food contributes to micro-nutrition and protein, which are needed for toddler growth. Objectives: This research aimed to identify traditional food and toddlers' traditional food consumption in coastal families in three ethnicity in Bengkulu. Methods: This research used a cross-sectional design. Samples were mothers as food givers in the family, and the analysis unit was the toddler, in a total of 115, picked randomly from 137 households with 12-59 months old toddlers. Data was collected using quantitative and qualitative techniques, in-depth interviews, and food recall forms. Traditional food identification comes from FFQ (Food Frequency Questionnaire). Consumption of toddler fisherman family data that had been collected and compared with RDA 2019. Analyses were done by formulating the results from the in-depth interview and uni variate analysis.  Results: Traditional food contribution to fisherman's toddler contained 19.34% energy, 40.86% protein, 17.65% fat, 17.65% carbohydrate, 16,3% PUFA fat acid, and 13.8% MUFA. Many different traditional foods often consumed by Melayu, Serawai, and Minang ethics in coastal families could be classified as fish, vegetables, and snacks. Conclusions: Traditional food contribution could fulfill nutritional needs of energy and macro-nutrients ranging from 17-41%. We must increase traditional food consumption in coastal families by varying processing so that each ethnicity's distinctive taste in traditional food can be maintained. 
Co-Authors 'Arifah, Dzakiyyatul Fikrah . Kasmita . Retnaningsih A Amrullah Ade Chandra Iwansyah Adi Winarto Ahmad Sulaeman Ahmad, Che An Alfiani, Diana Ali Rosidi Ali Rosidi Amalina Ratih Puspa Amelia, Ria Amira Ayu Aronasty Andrei Ramani Anggiruling, Dwikani Oklita Anggun Rusyantia Ani Margawati Ani Rahidha Proboningrum Anna Fatchiya Anna Vipta Resti Mauludyani Annisa Ayu Pravansa Aptaribowo, Thoriq Dhiya Arum Atmawikarta Aryatika, Karera Ashari, Chica Riska Asrinisa Rachmadewi Astuti Lamid Betty Yosephin Simanjuntak Budi Setiawan BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Cesilia M Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Chairunisa, Febrina Che An Ahmad Chica Riska Ashari Chica Riska Ashari Cica Yulia Clara M Koeskarto Clara Meliyanti Kusharto Crosita Octaria, MIH, dr. Yessi Dadang S Dadang Sukandar Damar Handayani, Ariningtyas DARTI NURANI Deddy Muchtadi Delita Septia Rosdiana Desak Putu Yulita Kurniati Desiana Firdaus Desri Suryani Desy Dwi Aprillia Dewi Kartika Sari Dewi Ratih Agungpriyono Dewi, Septishiya Tri Charisma Diffah Hanim Djoko Susanto Dodik Briawan Drajat Martianto Dyan Fajar Christianti Eddy S, Eddy Eddy S. Mudjajanto Eddy S. Mudjajanto, Eddy Eddy Setyo Mudjajanto Eddy Setyo Mudjajanto Efniyanti, Friska Ellis Endang Nikmawati Emi Nur Cholidah Emmy Karsin Enok sobariah Enok sobariah Eny Palupi Eryasih Setyorini Evy Damayanthi Faisal A Faisal A, Faisal Faisal Anwar Farida Hanum Firdausi, Alya Fitri Filianty Fitriyah Nafsiyah Muthmainah Fransiska R Zakaria Fransiska R Zakaria Guntari Prasetya Hadi Pratomo Hadi R, Hadi Hadi Riyadi Hardinsyah Hartoyo Hartoyo Hasnul Abrar Hawaij, Taesar Hawaij, Taesar Hawaij Ignatius Suksmadi Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Ikeu Tanziha Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indhira Shagti Ingrid S. Surono INGRID SURYANTI SURONO Inke Indah Permatasari, Inke Indah Iriyani Harun Iskandar Mirza Iskandar Mirza Istianty, Ari K. Pandjaitan,, Nurmala Karina Rahmadia Ekawidyani Kartika Nugraheni Kasmita Kasmita Katrin Roosita Kiki Puspasari Leily Amalia Leily Amalia Lestari, Chendy Tata Lestari, Chendy Tata Lilik Kustiyah Linda Dwi Jayati Lubis, Anwar Maharani, Triayu Maulida, Fitra Meilianingrum, Chandra Nur Meitriana Pangestuti Mira Dewi Miratul Haya miratul haya Miratul Haya Miratul Haya, Miratul Muhilal Muhilal Muslich Muslich, Muslich Naufal Muharam Nurdin Ni Ketut Sutiari Niagara Nurfauziyyah Nikmah Utami Dewi Nining Tyas Triatmaja Nino Y Sadiyyah Nunung Cipta Dainy Nur Farida Kusumawati Nur Latifah Hanum Nuraini W. Prasodjo Nurani, Atat Siti Nurdin Nurdin Nurhidayati, Vieta Annisa Nurul Muslihah Nuryani Nuryani Picauly, Intje Prasetya, Guntari Pratiwi, Hardyanti Puspita Dewi, Puspita Putri, Mikhael Andya Sekar Rachmayanti, Riris Rahman, Purnawati Hustina Ramadhani Fitri Ranita Suri Dewi Reisi Nurdiani, Reisi Rendra Kusuma Reni Zuraida Resa Ana Dina Resty Adhistiana Rian Diana Rian Diana Rian Diana Rilus Kinseng Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Riris Diana Rachmayanti Risti Kurnia Dewi Riswari, Aninditya Ardhana Rizkiriani, Annisa Safitri, Debby Endayani Sakri Sab'atmaja Sarah Melati Davidson Seminar, Annisa Utami Sianturi, Sephia Ellyana Sitanggang, Togu Raja Siti Madanijah Soemiarti Patmonodewo Sri Anna Marliyanti Sri Anna Marliyati Sri Rihati Kusno Sri Sumarmi Sri Utami Kuntjoro Sri Wahyu Angga Dewi Suryono Sutyawan, Sutyawan TATI NURHAYATI Titik Sumarti Tommy Marcelino Gantohe Ujang Sumarwan Uswah, Fathimah Utami Wahyuningsih Verawati, Besti Vetnizah Juniantito Wassalwa, Ulis Salsabila Waysima Waysima Waysima Waysima Widjaja Lukito widya astuti Widya Astuti Winati Wigna Winati Wigna Winati Wigna Winda Puspita Yuniar Yaktiworo Indriani Yayat Heryatno Yayuk Farida Baliwati Yeni Rohmaeni Yughni Azizah Thariqi Yulia Rahmawati, Yulia Yuliana Yuliana Yulianti Wulan Sari