p-Index From 2021 - 2026
10.693
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Jurnal Teknik Mesin Jurnal Pendidikan Humaniora LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Hukum Islam Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Erudio: Journal of Educational Innovation Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Sejarah dan Budaya I-ECONOMICS: A Research Journal on Islamic Economics Abjadia, International Journal of Education SOSIOLOGI NUSANTARA Muamalah Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis JURNAL MAHKAMAH Jurnal Pendidikan Nonformal Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Analisa Sosiologi Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA IZDIHAR SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Ijtihad SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Karinov Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Journal of Welding Technology Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabidian Kepada Masyarakat Jurnal Abdi Insani Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Tunas Nusantara Emphaty Cons : Journal of Guidance and Counseling JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Legal Protection for the Partnership Agreement Parties Asalibuna Journal of Islamic Studies and Education Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional Jurnal Ekonomi Islam Manajemen Kreatif Jurnal JHT: Journal of Hospitality and Tourism Lokawati: Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Community Empowerment Journal Cendikia Pendidikan Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM) Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa KINERJA: Jurnal Manajemen Organisasi dan Industri MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan Bahasa JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat COSMOS Future Space: Studies in Geo-Education Indonesian Journal of Islamic Law (IJIL) Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Literacy: Journal of Education and Social Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Potensi Sosial Budaya dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Rapid Rural Appraisal di Desa Ranupani Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Megasari Noer Fatanti; Desy Santi Rozakiyah; Seli Septiana Pratiwi; Nur Hadi; Luhung A. Perguna; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: Juli 2022
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.407 KB) | DOI: 10.31334/jks.v5i1.2007

Abstract

Ranupani Village is administratively located in Senduro District, Lumajang Regency, East Java Province. The naming of Ranupani Village refers to a mountain lake that is very famous among climbers of Mount Semeru, namely Ranu Pani. In addition, there are also two mountain lakes located close to the village area, namely Ranu Regulo and Ranu Kumbolo. Most of the Ranupani Village area is part of the Bromo Tengger Semeru National Park conservation area (TNBTS) so that the landscape condition of Ranupani Village is still maintained. In addition, Ranupani Village is 1 of 10 priority tourism villages developed by the Ministry of Tourism and Creative Industries. As a priority tourist destination, Ranupani Village presents beautiful landscapes and has the potential for a diversity of beliefs (religions) that have been preserved since ancient times. The purpose of this community service activity is to map the natural and social potential of Ranupani Tourism Village to develop community-based tourism. Based on the results of observations and focus group discussions, it was found that the need for strategic efforts that can encourage the participation of residents so that Ranupani Village tourism does not only rely on natural potential but also introduces local wisdom, especially in environmental management and Tengger Tribe customs. In addition, the culinary and souvenir sectors are potentials that can be optimized as the carrying capacity of natural tourism owned by Ranupani Village. Finally, a grand design for developing local community-based tourism is needed by prioritizing cross-sectoral communication and coordination, especially local tourism actors who are the last guard for the future of Ranupani Village.
Sinkretisme budaya dan agama: Tradisi Selamatan dan Pagelaran Wayang Pesarean Gunung Kawi Tasya Kartika Chandra; Nur Hadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.86 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p135-141

Abstract

One of the diversity that Indonesia has is in terms of local culture. This culture can be in the form of tangible and intangible culture. One of the intangible cultures is the tradition Selamatan by most of the Javanese Muslim community, one of which is in Wonosari Village, Malang. Selamatan is held to fulfill someone's nadzar or for the purpose of connecting humans and the god to ask for salvation in life and the next life. In addition to Selamatan, there is also a puppet tradition that is held to tell various kinds of stories according to the request of the respondent and for the purpose of ruwatan. The purpose of this study was to determine the syncretism of culture and religion in the tradition of Selamatan and wayang performances. Where syncretism can be seen in the food served, the scripts and mantras that are read, as well as the stories on the puppets that are delivered. The sample used was purposive sampling and data collection methods were observation and interviews. This study uses qualitative research methods and data processing uses Miles and Huberman's analysis. Dalam keanekaragaman yang dimiliki Indonesia salah satunya yaitu dalam hal kebudayaan lokal. Kebudayaan ini dapat berupa budaya benda dan tak benda. Salah satu budaya tak benda adalah tradisi selamatan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Islam suku Jawa, salah satunya di Desa Wonosari, Malang. Selamatan ini diadakan untuk memenuhi nadzar dari seseorang atau untuk tujuan penghubung antara manusia dengan sang pencipta untuk memohon keselamatan dalam hidup dan kehidupan selanjutnya. Selain selamatan juga ada tradisi pewayangan yang digelar untuk menceritakan berbagai macam cerita sesuai permintaan penanggap dan untuk tujuan ruwatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai sinkretisme budaya dan agama dalam tradisi selamatan dan pagelaran wayang. Dimana sinkretisme terlihat pada makanan yang disajikan, skrip dan mantra yang dibacakan, serta cerita pada pewayangan yang dibawakan. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan metode pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengolahan data menggunakan analisis Miles dan Huberman.
Tradisi Methik Pari dalam bingkai realitas sosial-keagamaan masyarakat tani Dusun Ngadirejo Blitar Bella Fadhilatus Sanah; Nur Hadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.552 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p494-503

Abstract

Abstrak Tradisi merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang lahir dan melekat di tengah kehidupan masyarakat. Tradisi yang masih hidup di kalangan masyarakat khususnya petani di Pulau Jawa adalah tradisi methik pari. Tradisi tersebut masih dapat dijumpai di Dusun Ngadirejo, Blitar. Tradisi ini kemudian menjadi sebuah realitas sosial keagamaan masyarakat yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam perkembangan masyarakat digital, tradisi tersebut masih mengakar pada masyarakat. Peneliti menggunakan teori tindakan sosial tradisional Max Weber sebagai pisau analisis pada penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi methik pari telah menjadi kepercayaan dan kebiasaan yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat tani Dusun Ngadirejo. Tradisi methik pari memiliki tujuan untuk mengucap syukur dan memanjatkan doa kepada Tuhan. Doa tersebut berupa ungkapan syukur atas anugerah kekayaan alam dan kelancaran bercocok tanam. Tradisi ini juga dilakukan sebagai wujud kepedulian lingkungan dan penghormatan atas perjuangan para leluhur. Dalam prakteknya, tradisi-tradisi tersebut menerapkan serta mengajarkan nilai-nilai agama pada masyarakat. Oleh karena itu, tradisi methik pari kemudian menjadi sebuah realitas sosial keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Dinamika dan pola kekuasaan pemilik tempat kerja terhadap mahasiswa pekerja paruh waktu di Kota Malang Siti Nur Azizah; Nanda Harda Pratama Meiji; Nur Hadi; Elya Kurniawati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.637 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p566-581

Abstract

The phenomenon of students studying while working is not a sticky thing in society, many students choose to study while working for various reasons. Facing the world of work must be faced with the provisions of work regulations that part-time workers must be able to adapt, coming from the world of education and plunging into the world of work is not an easy thing because they have to divide their thoughts into several focuses. This study aims to describe and analyze the dynamics of part-time worker while working and how the power patterns exercised by workplace owners over part-time worker. The method used in this research is qualitative. The data collection method used in-depth interviews and observations in the work environment of part-time worker. The research informants were selected purposively by requiring that they were in college while working part time. The results of the study explain that the owner of the workplace has a broader pattern of power and dominance due to his higher position than the worker, the power patterns including salaries below the minimum wage, binding work regulations, and policies that are more profitable for the workplace owner. The dynamics felt by part-time working students are also a challenge in terms of adapting to the world of work. Fenomena mahasiswa kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang tabu di masyarakat, banyak sekali mahasiswa yang memilih untuk kuliah sambil bekerja dengan alasan yang bermacam-macam. Menghadapi dunia kerja pasti dihadapkan dengan ketentuan peraturan kerja yang harus bisa diadaptasi oleh mahasiswa pekerja paruh waktu, datang dari dunia pendidikan dan terjun ke dunia kerja bukan suatu hal yang mudah karena mereka harus membagi pikirannya menjadi beberapa fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai bagaimana dinamika mahasiswa pekerja paruh waktu selama bekerja serta bagaimana pola kekuasaan yang dilakukan pemilik tempat kerja terhadap mahasiswa pekerja paruh waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam beserta observasi di lingkungan kerja mahasiswa pekerja paruh waktu. Informan penelitian dipilih secara purposive dengan mensyaratkan bahwa mereka sedang kuliah sambil bekerja paruh waktu. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemilik tempat kerja memiliki pola kekuasaan dan dominasi lebih luas dikarenakan posisinya yang lebih tinggi daripada pekerja, pola kekuasaan tersebut diantaranya gaji dibawah UMR, peraturan kerja yang mengikat, serta kebijakan yang lebih banyak menguntungkan pemilik tempat kerja. Dinamika yang dirasakan mahasiswa pekerja paruh waktu juga menjadi tantangan dalam hal beradaptasi di dunia kerja.
Covid adalah pageblug: Makna dan respon masyarakat terhadap pandemi di Desa Pancasila, Sukoreno Jember Fitriatul Hasanah; Nur Hadi; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.407 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p666-680

Abstract

The last decade of 2019, the world was in an uproar with the emergence of the corona virus disease (Covid-19) outbreak which first appeared in the city of Wuhan, China and spread throughout all countries including Indonesia. Covid-19 has had a significant impact in terms of socio-cultural and economic aspects. This study aims to describe the impact of Covid-19 which has contributed to the social transformation of the people of Pancasila Village, Sukoreno in maintaining the stability of government regulations against Covid-19. This research uses qualitative methods by collecting data through interviews and observations. Interviews were conducted with the village government, religious leaders, and the people of Pancasila Village, Sukoreno. The data analysis technique used an interactive model. The results showed that the 'pagebluk' paradigm is still strongly attached to rural communities in responding to the Covid-19 virus. Pagebluk is an assumption that is believed by the community in the form of "balak" or disease. This disease is believed to provide a deterrent effect to the community because they have neglected to carry out the orders and traditions in the Pancasila Village area, Sukoreno. The existence of Pagebluk causes social and cultural transformation in the local community. Various policies, regulations and agreements related to the handling of Covid-19 are relevant to changes in the socio-religious routine in society. The impact of Covid-19 is used as a strengthening of the relationships that are built in the community in dealing with Covid-19 by using the cultural basis and local wisdom of each religion and belief. The cultural-religious basis is the main aspect of carrying out social transformation by collaborating together across religions as a form of integrity in facing Covid-19. In addition, social reality confirms that the village level FKUB (Religious Forum for Religious People) can optimize the value of mutual cooperation in order to respond to the batara times that caused riots in a religious plural society. So that religious leaders have an important role in disciplining the community to carry out religious rituals in Pancasila Village, Sukoreno. social reality confirms that the village level FKUB (Religious Forum for Religious People) can optimize the value of mutual cooperation in order to respond to the batara times that caused riots in a religiously pluralistic society. So that religious leaders have an important role in disciplining the community to carry out religious rituals in Pancasila Village, Sukoreno. Dekade terakhir tahun 2019, dunia di gemparkan dengan munculnya wabah corona virus disease (Covid-19) yang kali pertama muncul di Kota Wuhan, Cina dan menyebar ke seluruh negara termasuk Indonesia. Covid-19 menimbulkan dampak signifikan dalam aspek, sosial-budaya, dan ekonomi. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak Covid-19 yang berkontribusi terhadap transformasi sosial masyarakat Desa Pancasila, Sukoreno dalam menjaga kestabilitasan peraturan pemerintahan melawan Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat Desa Pancasila, Sukoreno. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigm ‘pagebluk’ masih melekat kuat terhadap masyarakat desa dalam menyikapi virus Covid-19. Pagebluk merupakan suatu asumsi yang diyakini oleh masyarakat yang berupa “balak” atau penyakit. Penyakit ini dipercaya akan memberikan suata efek jera kepada masyarakat karena telah lalai dalam menjalankan perintah dan tradisi di wilayah Desa Pancasila, Sukoreno. Adanya Pagebluk menyebabkan transformasi sosial dan budaya pada masyarakat setempat. Berbagai kebijakan, regulasi dan kesepakatan terkait penanganan Covid-19 berelevansi terhadap perubahan rutinitas sosial keagamaan di masyarakat. Dampak Covid-19 dijadikan sebagai penguat relasi yang terbangun di masyarakat dalam merentas Covid-19 dengan menggunakan basis budaya dan kearifan lokal pada masing-masing agama dan aliran kepercayaan. Basis budaya-agama menjadi aspek utama melakukan transformasi sosial dengan melakukan kolaborasi bersama lintas agama sebagai wujud integritas menghadapi Covid-19. Selain itu, realitas sosial menegaskan bahwa FKUB (Forum Keagamaan Umat Beragama) tingat desa dapat mengoptimalkan nilai kegotongroyonga guna menyikapi batara kala yang menyebabkan kerusuhan di tengah masyarakat plural beragama. Sehingga tokoh agama memiliki peran penting dalam mendisiplinkan masyarakat untu melaksanakan ritual keagamaan di Desa Pancasila, Sukoreno.
Penanganan konseling siswa selama pandemi COVID-19 di SMA Negeri 8 Malang Muhammad Irfan Asrori; Nur Hadi; Joan Hesti Gita Purwasih
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.15 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i7p824-831

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permasalahan yang timbul pada pembelajaran online selama masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri 8 Malang dan peran Bimbingan Konseling (BK) dalam menangani permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan reduksi data dan disajikan dalam bentuk matriks. Narasumber penelitian ini dipilih dengan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa permasalahan pembelajaran dikategorikan menjadi dua yaitu permasalahan yang dialami Guru dan permasalahan yang dialami Siswa oleh karena itu, BK melakukan penanganan terhadap permasalahan tersebut yang dilakukan secara bertahap yaitu analisis masalah, penanganan lebih lanjut dan pemberian tindakan preventif.
Vape sebagai subkultur pemuda milenial Kota Malang (studi kasus pada komunitas vape di Kota Malang) Eggi Alvado Da Meisa; Nur Hadi; Kun Sila Ananda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vape is a tool for smoking, but not through combustion, but through heating a liquid commonly called liquid. In Indonesia, smoking has become a common thing in society. Many efforts have been made in the community to prevent and reduce cigarette consumers, one of the current trends in Indonesia is the existence of e-cigarettes that are used as an alternative to quitting smoking. With the large number of vape users in Indonesia today, these vape users form a group that has an organizational structure in it, namely the vape community. The focus of this research is on vaping as a youth subculture in the vape community in Malang City. The research method used in this study uses qualitative methods, with the stages of observation, interviews, and data analysis. The results of this study, young people who use vaping and are members of the community have formed a new subculture. Vape merupakan sebuah alat untuk merokok namun tidak melalui pembakaran, melainkan melalui pemanasan cairan yang biasa disebut dengan liquid. Di Indonesia kebiasaan merokok sudah menjadi hal yang umum di masyarakat. Banyak upaya yang dilakukan di masyarakat untuk mencegah dan mengurangi konsumen rokok, salah satu trend yang ada di Indonesia saat ini adanya rokok elektrik yang digunakan sebagai alternatif untuk berhenti merokok. Dengan banyaknya pengguna vape di Indonesia saat ini, para pengguna vape tersebut membentuk sebuah kelompok yang terdapat struktur organisasi didalamnya yakni komunitas vape. Fokus penelitian ini diantaranya mengenai vape menjadi subkultur pemuda pada komunitas vape di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan tahapan observasi, wawancara, analisis data. Hasil penelitian ini, anak muda yang menggunakan vape serta tergabung dalam komunitas telah membentuk subkultur baru, terdapat maksud dan tujuan tertentu yang ingin dimunculkan ketika seseorang menggunakan vape, baik secara individu maupun kelompok.
Reform for The Development of Digital Arabic Language Teaching Materials Based on Constructivism Theory Nurhadi Nurhadi; Danial Hilmi
Izdihar : Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature Vol. 5 No. 3 (2022): Izdihar: Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature
Publisher : Arabic Education Department, Islamic Studies Faculty, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jiz.v5i3.22872

Abstract

The purpose of this study was to provide an overview of the formulation of the development of digital Arabic teaching materials by including learning targets that are in line with the formation of active learning abilities. This study used a qualitative approach with data related to information about the pattern of developing website-based digital teaching materials. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation studies. As for the data analysis done by collecting, condensing, displaying data and concluding. Based on the results of the study, it was found that the development of digital teaching materials on UIN Maulana Malik Ibrahim completed adequate audio-visual-based applications integrated with the teaching materials and applied by new students through distance learning and used to develope their language skills through a constructivist learning approach that is integrated into the textbook.
Interaksi sosial antar etnis Jawa, Arab, dan Banjar (studi multikultur pada masyarakat Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan) Maulida Nabilah; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji; Luhung Achmad Perguna
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A multicultural society can be defined as a group of people who live permanently in a place that has its own culture and characteristics. Like the people in Kauman Village, which are included in a multicultural society because of the Javanese, Arab and Banjar ethnic groups who live in this area. The cultural diversity in this region has many differences, but this does not make it an obstacle for the three ethnic groups to be able to carry out a good social life. This study has three problem formulations, namely: What are the social conditions, what are the forms of social interaction that exist between Javanese, Arab, and Banjar ethnic groups in Kauman Village, Pasuruan Regency? And what are the factors that influence social interaction? This study uses a qualitative approach with descriptive research type and applies George Herbert Mead's theory of Symbolic Interactionism. The results of this study reveal: The Kauman Village community is consistently involved in social interaction and maintains close social ties between the three ethnic groups. The form of social interaction that occurs between them is cooperation in the fields of trade, religion and social relations. By aiming to realize social life and resolve existing conflicts. There are three factors that influence the interaction process, namely cultural and linguistic acculturation, mutual respect and tolerance and economic cooperation factors to achieve the same goal. Masyarakat multikultural ialah sekelompok manusia yang tinggal di sebuah tempat yang miliki kebudayaan serta ciri khas tersendiri. Seperti halnya masyarakat di Kelurahan Kauman yang termasuk kedalam masyarakat multikultural karena adanya etnis Jawa, Arab dan Banjar yang menetap di daerah ini. Keberagaman budaya dalam wilayah ini memiliki banyak perbedaan, namun hal ini tidak menjadikan kendala bagi ketiga etnis tersebut untuk dapat melangsungkan kehidupan sosial yang baik. Ada 3 rumusan masalah di studi ini, yakni: Seperti apa kondisi sosial, apa saja bentuk interaksi sosial yang etnis Jawa, Arab, dan Banjar jalin di Kelurahan Kauman Kab. Pasuruan? Dan apa saja faktor yang pengaruhi interaksi sosialnya?. Studi ini memakai pendekatan kualitatif yang jenisnya penelitian deskriptif serta menerapkan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Hasil studi ini mengungkapkan: Masyarakat Kelurahan Kauman secara konsisten terlibat dalam interaksi sosial dan menjaga ikatan sosial yang erat antar ketiga etnisnya. Bentuk interaksi sosial mereka ialah kerja sama di bidang perdagangan, bidang keagamaan dan hubungan sosial kemasyarakatan. Dengan bertujuan untuk merealisaikan kehidupan sosial dan menyelesaikan konflik yang ada. Adapun tiga faktor yang mempengaruhi proses interaksinya yaitu akulturasi budaya dan bahasa, sikap saling menghargai serta toleransi dan faktor kerja sama dari segi perekonomian untuk mencapai tujuan yang sama.
Pengaruh boys love terhadap pandangan LGBT di masyakat dalam persfektif gender Siti Rahmah; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p367-376

Abstract

Indonesia is a country that has adhered to a strong heteronormative understanding since time immemorial, but this does not prevent someone from becoming a fan of boys love. There are lots of boys love fans that we can find in Indonesia, especially in cyberspace. Therefore, this study aims to find out how Indonesian boys love fans are interested in boys love, and how the boys love itself influences their view of the LGBT community. This study uses a descriptive qualitative method, with criteria for fans aged 20 years and over and with more than three years of experience as fans. The findings show that while some fans of heteronormative stories use boys love as a vent. While on the other hand, Indonesian boys love fans do not support the existence of LGBT in Indonesian because it is incompatible with the Indonesian state and may lead to conflict, especially with existing religions in Indonesia. Still, it would be okay if LGBT realized outside the country. Indonesia adalah negara yang menganut paham heteronormatif yang kental sejak dahulu kala, namun hal tersebut tidak menahan seseorang menjadi seorang penggemar boys love. Terdapat banyak sekali penggemar boys love yang bisa kita temukan di indonesia, khususnya di dunia maya. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggemar boys love Indonesia, memiliki ketertarikan terhadap boys love, dan bagaimana pengaruh boys love itu sendiri terhadap pandangan mereka kepada komunitas LGBT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan kriteria penggemar yang berumur 20 tahun keatas dan pengalaman lebih dari tiga tahun sebagai penggemar. Hasil yang didapatkan adalah penggemar menyukai boys love sebagai media pelampiasan mereka atas ketidakpuasan pada cerita heteronormatif. Sementara disisi lain penggemar boys love Indonesia tidak mendukung keberadaan LGBT di Indonesia, karena tidak cocok dengan negara Indonesia dan mampu menimbulkan pertikaian serta pertentangan, khususnya dengan agama yang ada di Indonesia, akan tetapi tidak apa jika terealisasikan di luar negara.
Co-Authors - Martutik Abadi, M. Imron Abdul Ayiz Achmad, Refi Riduan Achmat Mubarok Afif Muhammad Athii'uullah Agustin Putri Wulansari Ahmad Arif Widianto Ahmad Taufik Ainul Bariroh Ajie, Thedi Mustika Al Faiq, M Rauf Al-Muzakir Al-Muzakir Al-Muzakir, Al-Muzakir Aldio, Vega Ali Mahfuz Munawar Amelia, Atika Amma Wahyuni Ananda Yumnatus Syafira Ananda, Kun Sila Andaru Bahy, Moh. Buny Andy Pramono Angga Dewi, Widya Novi Anisa Ulfah Anugrahini, Fitria Apriliana Dewi, Lisa Octavia Ardianto, Risna Askhabul Kirom Asma Asmara Sukma Athii'uullah, Afif Muhammad Azizatuz Zahro Bella Fadhilatus Sanah Cahya Angraini, Dwi Chandramaya Aulia Dhuhita Danial Hilmi Darkel, Yohanes Brekmans M De Jesus, Maria Martina Dedy Sugiarto Denayu Grandis Destikasari Desy Santi Rozakiyah Dian Risdiawati Dibi Afriansyah Eggi Alvado Da Meisa Elfi Rimayati Elia Martatiningsih Arum, Ai Elya Kurniawati Ervi Revilda Esti Dwi Rahmawati Fardani, Tika Sindi Faria Krisdaniastutik Fatimah Fitriatul Hasanah Gigih Caesar Wahyu P Habib, Ikhwanul Haq, Muhammad A'inul hidayatullah, Hidayatullah hidayatullah Ibrahim, Faisal Mahmoud Adam IM. Hambali Imam Agus Basuki Imam Suyitno Irman Isnaini Indra Nur Hayati Istiqomah Nurzafira JOAN HESTI GITA PURWASIH Joan Hesti Purwasih Kasmadi Kasmadi KHABIB ALIA AKHMAD Kiki Reski Kiki Krisdaniastutik, Faria Kukuh Miroso Raharjo Kusubakti Andajani Legiman, Legiman Lestari, Aris Sri Lewenussa, Rengganis Aurellia Fika Luhung A. Perguna Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad M. Yogi Riyantama Isjoni Magdharega Putri Pratiwi Maslakhatu Nurul Ummah Mas’udah, Hikmah Maulida Nabilah Megasari Noer Fatanti Meiji, Nanda Harda Pratama Mellina, Zulvida Maya Rizqi Mitra Istiar Wardhana, Mitra Istiar Moh Ihsom Moh. Pebrianto Muakibatul Hasanah Muhammad Hafidz, Muhammad Muhammad Irfan Muhammad Irfan Asrori Muhammad Syahrul Munir Mujahid, Yazid Ahmad Mulyani, Rinda Eka Nadiasari Nadiasari Najla Surbakti, Naila Nani dkk. Mulyaningsih Nesya Vashti Engracia Nesya Vashti Engracia Nur Fajar Ali Maulana Nuraffiatul Jannah, Diah Nurhasanah Nurhasanah Nurholipah Nusantari, Okta Viviana Asmi Panca Kumala Dewi Ponimin Prabowo, Abu Pratiwi, Seli Septiana Priharyanti, Rifani Puput Mulyono Purba, Dano Qur’ana, Wanda Wahyu Rahardjo E, Andi Wahju Ramdhani, Ridwan Faizal Ridwan Tajul Fahmi Rissa Prima Kurniawati Rissa Prima Kurniawati, Rissa Prima Roekhan Roekhan Rozuli , Ahmad Imron Ryan Aldiyansah Sabariyah, Sabariyah Saputri, Yuniar Wandha Saraswati Arsani Sari, Devy Agustin Sasmita Sari, Ajeng Yuri Eka Siregar, Julinda Siti Masfuah Siti Nur Azizah Siti Rahmah Siti Zulaikha Sofiatul Annisa Supardi U. S Supratman, Agus Ahmad Susanti Try Apriliani Syaiful Arif Wahyudi Tasya Kartika Chandra Titik Harsiati Trisna Dewi Moerti Ulfah Nurfadhila VERONICA VERONICA Viandari, Nuraini Okta Wahidmurni Wahyudi Siswanto Walhidayat, Mohammad Taufik Wardana, Mitra Istiar Wasehudin Wijaya, Irwanda Ardhi Yudhi Nugroho, Kurniawan Yuni Pratiwi Yuniar, Ananda Dwitha Zulkarnain