p-Index From 2021 - 2026
6.708
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Komunikasi Pembangunan Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Buletin Ekonomi Perikanan JURNAL ILMU SOSIAL Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Sosiologi Reflektif Paramita: Historical Studies Journal KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Serat Acitya JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN AGRIEKONOMIKA Perspektif : Review Penelitian Tanaman Industri Jurnal Pekommas Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Journal of Rural Indonesia Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Nasional Pariwisata Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Jurnal Tataloka MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen SOSIOLOGI NUSANTARA Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Jurnal Studi Komunikasi Inklusi Journal of Disability Studies Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Jurnal EMT KITA Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Nyimak: Journal of Communication Jurnal Bina Praja Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Sosial Humaniora Journal of Agribusiness and Local Wisdom JURNAL AGRICA Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Masyarakat dan Budaya Jurnal Profetik Simulacra Jurnal Public Policy JUMAN Tools (Jurnal Manajemen Tools) REiLA: Journal of Research and Innovation in Language JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Perspektif, Review Penelitian Tanaman Industri Randwick International of Social Science Journal Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ecogen Jurnal Kimia dan Kemasan International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Sosial Ekonomi Bisnis JURNAL ULET (Utility, Earning and Tax) Procedia of Social Sciences and Humanities Jurnal Algoritma Makara Human Behavior Studies in Asia Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Mediator: Jurnal Komunikasi Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Gerakan Sosial Petani Pagar Batu Puspitasari, Yuni; Kinseng, Rilus A; Saharuddin, Saharuddin
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v16i1.17227

Abstract

The emergence of the Pagar Batu peasant social movement can be attributed to the expression of dissent towards companies involved in oil palm plantations. The conversion of agricultural land into these plantations has posed a myriad of challenges for the peasants. The primary objective of this study was to investigate the underlying issues between the oil palm plantation company and the Pagar Batu Peasant community, while also seeking to comprehend the social movement instigated by the peasants to address the impact of these plantations. The research was conducted using a qualitative method, adopting a case study approach, and gathering primary data through observations, in-depth interviews, and focus group discussions, while secondary data was obtained from documents and profiles. The research findings revealed that the emergence of the social movements primarily resulted from concerns pertaining to conflicting land ownership, monopolization of palm oil, alterations in land utilization, and transformations in people's means of livelihood. The Pagar Batu Peasants openly conducted their social movements to raise awareness and gain attention, employing various strategies such as demonstrations, land reclamation, and, on certain occasions, resorting to physical confrontation
Local Capitalism of Bajo Isiyana Wianti, Nur; Hadi Dharmawan, Arya; Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 1 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.74 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i1.5810

Abstract

Transformasi ekonomi pedesaan tidak terkecuali juga dialami oleh komunitas nelayan suku Bajo. Transformasi yang dialami masyarakat Bajo saat ini juga merujuk pada perubahan masyarakat pedesaan berbasis pada pertumbuhan dan mekanisme kapitalis pasar. Mola adalah gambaran unik komunitas nelayan Bajo yang telah mengalami transformasi sosial dalam bentuk modernisasi. Kenyataan ini jauh berbeda Mantigola. Perubahan masyarakat Bajo kearah kapitalisme ditengarai oleh peran dari pertukaran ekonomi, dan penetrasi nilai-nilai yang dibawa oleh An Tje. Perubahan orientasi ekonomi ke arah kapitalisme juga disebabkan oleh peran besar dari orang Mandati yang adalah para kapitalis, yang memberikan iklim yang kondusif dalam berusaha. Sebaliknya, Bagi Bajo Mantigola, kemandekan ekonomi disebabkan adaptasi terhadap diskriminasi yang dilakukan oleh orang Kaledupa, pembatasan terhadap ruang nafkah oleh taman nasional, pelarangan untuk menangkap di perairan Australia, dan ketergantungan dari orang-orang Mola. Kemudian, agama juga menjadi faktor pendorong terjadinya kapitalisme di Mola. Kapitalisme lokal suku Bajo juga berkembang melalui etika, namun etika yang dianut oleh masyarakat Bajo Mola yang kapitalis lokal tidak seperti etika yang dianut oleh para kapitalis penuh ala masyarakat Barat yang sangat individualisme. Maka dengan melihat ranah sejarah tersebut, teori Weber lebih bisa menjelaskan sejarah munculnya kapitalisme di aras individu. Sementara teori Marx digunakan untuk memahami bentuk eksploitasi yang dilakukan oleh orang-orang Mola terhadap saudaranya, namun bukan seperti eksploitasi yang sangat serakah seperti yang diungkapkan oleh Marx, karena masih bercokolnya nilai-nilai tertentu yang mengatur kehidupan berekonomi ala suku Bajo
STRATEGI PERJUANGAN PETANI DALAM MENDAPATKAN AKSES DAN PENGUASAAN ATAS LAHAN Geidy Tiara Ariendi, Geidy; A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 1 (2011): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.278 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i1.5834

Abstract

Farmers in Cisarua Village have limited access and land tenure because the land is own by government through plantation concertion (HGU). Those facts lead the farmers for setting strategy to get the access of land cultivate. Generally, this research used qualitative analysis methode which is done since July 2010 to January 2011. Depth interview, direct observation, and questionaire are used to get primary data and literature study is used to get secondary data in this research.  Sample taken as many as thirty four  respondents with the population is Cisarua Society and the frame sample is Cisarua Society who work as farmer. The result of this research shows that Cisarua’s farmer struggle individually by doing compromy with foreman of tea plantation so that they can get access of land tenure.  Strategy choosing that’s used by farmers is influenced by some external and internal factors.
Konflik Nelayan Di Jawa Timur : Studi Kasus Perubahan Struktur Agraria dan Diferensiasi Kesejahteraan Komunitas Pekebun di Lebak, Banten Annisa, Luluk; Satria, Arif; A Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2009): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.471 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i1.5870

Abstract

Pada dasarnya, prinsip pengelolaan sumberdaya perikanan di Indonesia telah diatur jelas pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 (dikenal dengan sistem pengelolaan bersifat state property), sehingga sumberdaya perikanan di Indonesia bersifat quasi open access, dimana sumberdaya tidak sepenuhnya dapat diakses karena adanya peraturan yang mengatur. Namun, seringkali aturan dibuat tidak dengan cara partisipatif dan merupakan hasil pertimbangan dari pemerintah pusat tanpa memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat setempat. Akibatnya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan justru menimbulkan masalah-masalah baru karena masing-masing pihak memiliki kepentingan, keinginan dan prioritas yang berbeda-beda. Perbedaan kepentingan, keinginan dan prioritas yang ada merupakan sumber pemicu munculnya konflik . Konflik merupakan fenomena yang telah ada sejak dahulu, bahkan sebelum era otonomi daerah, khususnya konflik kenelayanan. Keleluasaan mengeksploitasi sumberdaya perikanan merupakan konsekuensi ciri kepemilikan yang bersifat open acces, maka tidak jarang pemanfaatannya menimbulkan masalah akibat perbedaan kepentingan. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan pengelolaan sumberdaya perikanan yang dapat meredam dan mencegah konflik sebagai upaya pengelolaan konflik. Salah satu daerah yang mengalami konflik, yaitu di Kecamatan Lekok, Pasuruan, provinsi Jawa Timur. Lekok merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Pasuruan dengan jumlah nelayan terbanyak di Pasuruan. Karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik pengelolaan konflik, khususnya di daerah Pasuruan
Konflik-Konflik Sumberdaya Alam di Kalangan Nelayan di Indonesia Rilus, A. Kinseng
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.858 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.5936

Abstract

Belakangan ini kaum nelayan di Indonesia sering terlibat dalam konflik sosial yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya alam (konflik sumberdaya). Diperkirakan konflik sumberdaya di kalangan kaum nelayan akan semakin sering terjadi di masa yang akan datang, karena potensi sumberdaya perikanan tangkap di Indonesia cenderung berkurang atau semakin langka. Dalam artikel ini akan diuraikan beberapa contoh konflik sumberdaya yang terjadi di kalangan kaum nelayan di Indonesia, dengan mengambil kasus di Balikpapan (Kalimantan Timur). Dijelaskan bahwa dominasi yang bersumber pada perbedaan tingkat teknologi penangkapan merupakan pemicu konflik sumberdaya tersebut
Conversion of Agricultural land and Farmer’s Attitude at Cihideung Ilir Village Bogor Counties Nurul Hidayati, Hilda; A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 3 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.539 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i3.9405

Abstract

Penelitian ini menunjukan bahwa pola konversi sebagian besar terjadi secara cepat dengan penggantian penguasaan lahan ke lain pihak.  Konversi lahan pada umumnya digunakan untuk perumahan. Faktor-faktor yang memengaruhi konversi lahan dapat dikategorikan dalam faktor internal diantaranya kebutuhan ekonomi yang mendesak, dan keinginan untuk merubah nasib, dan faktor eksternal yakni pertumbuhan penduduk, dan kebijakan pemerintah. Dampak dari konversi lahan terhadap kondisi sosial ekonomi petani antara lain, berkurangnya hasil sawah, penurunan pendapatan petani, berkurangnya ketahanan pangan keluarga, berkurangnya peluang kerja dalam pertanian, sulitnya akses petani terhadap lahan, dan lainnya. Akan tetapi terdapat juga dampak positif dari konversi lahan yakni pembangunan perumahan bisa jadi menunjukan perkembangan ekonomi pedesaan. Sikap petani terhadap konversi lahan pertanian tidak memiliki hubungan dengan karakteristik individu, yakni jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan bertani, jumlah tanggungan dalam keluarga, tingkat pendapatan,  serta luas dan pengusaan lahan. Kata kunci : faktor-faktor, dampak, pola, sikap petani
The Changes of Social Culture and The Level of Migrant Welfare Batak Who Worked in The Informal Sector in Bogor Habibi Siregar, Fuad; A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.854 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i1.9428

Abstract

The purpose of this research is to analyze the changes of social culture and the level of migrant welfare Batak who worked in the informal sector in the city of Bogor. This research provides a combination of qualitative and quantitative approaches. The qualitative approach is obtained from the results of the indepth interviews. Quantitative survey method using approaches that take the 35 respondents. There is no society which does not suffer changes Migrant Batak is no exception. Changes that occur on the migrants include Batak culture and social change in the level of well-being. Social change include the interactions he does as well as relations with his family before and after becoming migrants. Culture change includes the values of religion, customs and mindset towards material and individualist attitudes. The welfare changes include income levels, access to medical services as well as housing conditions and ownership of the valuables owned by migrant Batak before and after become migrants in the informal sector. Keywords: changes, social structures and cultural structures, the level of migrant welfare
Mining and Structural Poverty of Islet Community (A Case Study of Community Sarakaman, Kotabaru, South Kalimantan) Hakim, Lukman; A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.469 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i1.9429

Abstract

This research was conducted in the village of Sarakaman, District of Sebuku Island, Kotabaru, South Kalimantan. There are two mining industry corporations in Sebuku Island. They are PT Bahari Cakrawala Sebuku (PT BCS) and PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO). PT BCS was established since 1997 and PT SILO was established 2004. In 2010 PT BCS and PT SILO expand the exploitation area in Sarakaman. Sarakaman community was the subject of this research. The purpose of this research were: (1) To analyze the process of mining industrialization in Sebuku Island and (2) To analyze the dynamics of the community poverty as the impact of mining industrialization in Sebuku Island. The data were collected through participant observation, indepth interviews, focus group discussions, the study of literature/documents and participation in community activities. This research concluded: (1) permits of mining industry corporations given by local government without local communities agreement, (2) compensation of land acquisition and residential communities conducted by mining industry corporations was fairly large, but not comparable to the community socio-economic sustainability, (3) Acquisition of land and residential communities by mining industry corporations reduce the accessibility of resources agrarian society, (4) in limited of agrarian resource access, the community survive with their livelihood strategies, (5) environmental damage as the effect of the mining industry activities make difficult the activity and subsistence of communities. Key words: accessibility, islet community, mining industrialization, structural poverty
The Dynamics of Organic Farming Institution Towards Sustainable Development Indriana, Hana; A Kinseng, Rilus; Adriana, Galuh
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 2 (2016): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.096 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i2.13652

Abstract

The development of organic agriculture is significant both at local, national, regional, and global in the last two decades and organic farming has matured enough to offer lesson. In the process, these developments characterized by a variety of internal and external conflicts such as conflict of interest, the data conflicts, resource conflicts, and structural conflicts. Products from various conflicts between the actors who are related, ultimately forming institutional arrangements. This study aims to explain the mechanisms that made the actors involved in organic farming in managing conflicts by placing community as an important actor. This study uses a constructivist paradigm that seeks to understand the meaning construction management of conflicts of various actors. The study was conducted in three locations namely Tasikmalaya District, West Java, Boyolali, Central Java, and Malang in East Java. Conflict management model that has been built by the institutional organic farming in Tasikmalaya, Boyolali, and Malang a lesson learned for other lowland rice farming locations that could potentially be the location of the development of organic rice. In the development phase, while this institutional organic farming that have been built are encouraged to ensure food security where production is not only oriented to meet export demand, but also meet the needs of organic food at the local and national levels.Keywords: conflict management, organic farming, sustainability, food securityABSTRAKPerkembangan pertanian organik cukup signifikan baik di level lokal, nasional, regional, maupun global dalam dua dekade terakhir ini dan organic farming has matured enough to offer lesson. Pada prosesnya, perkembangan tersebut diwarnai oleh beragam konflik baik internal maupun eksternal berupa konflik kepentingan, konflik data, konflik sumber daya, maupun konflik struktural. Produk dari beragam konflik diantara aktor-aktor yang terkait tersebut, pada akhirnya membentuk aturan-aturan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme yang dilakukan para aktor yang terlibat dalam pertanian organik dalam melakukan manajemen konflik dengan menempatkan komunitas sebagai aktor penting. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis yang berupaya untuk memahami konstruksi makna manajemen konflik dari berbagai aktor. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, dan Kabupaten Malang Jawa Timur. Model manajemen konflik yang telah dibangun oleh kelembagaan pertanian organik di Tasikmalaya, Boyolali, dan Malang menjadi pembelajaran bagi lokasi pertanian padi sawah lainnya yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan padi organik. Pada fase pengembangan sementara ini, kelembagaan pertanian organik yang berhasil dibangun didorong untuk menjamin ketahanan pangan dimana produksi bukan hanya diorientasikan untuk memenuhi permintaan ekspor namun juga dapat memenuhi kebutuhan pangan organik di tingkat lokal dan nasional.Kata kunci: manajemen konflik, pertanian organik, keberlanjutan, ketahanan pangan
Rural Poverty, Population Mobility, And Agrarian Change: A Historical Overview Sihaloho, Martua; Sri Wahyuni, Ekawati; A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 1 (2016): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.756 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i1.14406

Abstract

ABSTRACTTo overcome some economic difficulties, especially poverty, most poor people in the rural area decide to adopt a migration strategy (especially going to foreign countries). The decision to become international migrants contributes to the national economy (foreign exchange) at the macro level and their nuclear family (remittance) at the micro level. The remittance or cash money, in turn, enables them to meet their needs and even accumulate some assets (e.g. land and house) to be used as capital, resulting in a transformation of local agrarian structure. Some studies showed that the welfare of migrants’ families has increased significantly. Such an improved welfare of poor rural families has made rural community more dynamic in the vertical social mobility, including the efforts to extend their contract and motivate family members and the community to become international migrants (theory of cumulative causes, poverty-agrarian proposition, and poverty-migration proposition). This study has four initial hypotheses, namely: (1) change in agrarian structure affects poverty condition, (2) poverty (agrarian) affects population mobility, (3) population mobility (resulted remittance) affects agrarian structure, and (4) structural change in agraria causes new poverty. The diverse management and utilization of agrarian resources (poverty condition and the choice of population mobility —international migration) imply changes in the local agrarian structure which in turn produces new poverty and new agrarian classes.Keywords: agrarian structure, poverty, population mobility, persistenceABSTRAKMasyarakat miskin pedesaan pada akhirnya memilih menjadi pelaku migran dalam upaya mengatasi sejumlah kesulitan ekonomi (mengatasi masalah kemiskinan) yang dihadapinya. Pelaku migrasi mengambil keputusan dan berangkat menjadi migran pada akhirnya berkontribusi secara nasional (devisa negara) di aras makro dan terlebih di aras mikro (keluarga inti) pelaku migran-berupa remiten. Hasil remiten (khususnya ekonomi-uang) pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan bahkan mampu mengakumulasi asset (misal lahan dan rumah) untuk dijadikan modal bahkan ke arah perubahan struktur agraria lokal. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan peningkatan kesejahteraan keluarga pelaku migrasi. Perubahan kesejahteraan masyarakat miskin ini menjadi makin baik pada akhirnya mendinamisasi masyarakat pedesaan misalnya mobilitas sosial vertikal naik, termasuk upaya-upaya untuk melanjutkan kontrak menjadi pelaku migran, mendorong anggota keluarga dan komunitas menjadi pelaku migran (teori penyebab kumulatif, proposisi kemiskinan-agraria, proposisi kemiskinan-migrasi).Tiga hipotesis pengarah sebagai gagasan awal adalah (1) perubahan struktur agraria mempengaruhi kondisi kemiskinan; (2) kemiskinan (agraria) mempengaruhi laju gerak penduduk; (3) gerak penduduk (menghasilkan remiten) mempengaruhi perubahan struktur agraria, dan (3) perubahan struktur agraria menghasilkan kemiskinan baru. Ragam implikasi pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya agraria (kondisi kemiskinan dan pilihan gerak penduduk-migrasi internasional) berimplikasi pada perubahan struktur agraria dan selanjutnya menghasilkan kemiskinan baru dan golongan kelas baru.Kata Kunci: stuktur agraria, kemiskinan, gerak penduduk, persisten
Co-Authors -, Rohayati - AA Sudharmawan, AA Abdulkadir Sunito, Melani Achmad Fahrudin Ade Mirza Roslinawati Adinda Muthiah Rana Adriana, Galuh Afifa, Tsonya Yumna Agus Heri Purnomo, Agus Heri Ahmad Sihabudin Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis, Aida Vitayala Akhmad Fauzi Aldina Hapsari Ali Khomsan Amir Mahmud Amir Mahmud Amir Mahmud Amiruddin Saleh Andi Ishak Andilo Toham Andriani Nasir Anna Fatchiya Annisya Rakha Anandhyta Arif Satria Ario Damar Arya Hadi Dharmawan Astriana Napirah Attamimi, Gadri Ramadhan Aulia Tasman Baba Barus Baekhaki, Khamid Bakti, Andi M. Faisal Bambang Juanda Basita Ginting Sugihen Bayu Budiandrian, Bayu Burhan, Ahmad Badari Cahyadie, Beny Cardey, Sarah P Dedi Soedharma Dedi Supriadi Adhuri Desak Gede Karlina Satwiva Wijaya Didin S. Damanhuri Djuara P Lubis Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dwi Sadono Dyah Ita Mardianingsih Dzulkarnain, Iskandar Edvin Aldrian Eka Purna Yudha Ekawati Sri Wahyuni Elbie Yudha Pratama Endriatmo Soetarto Ernan Rustiadi Ervan Ismail Erwiantono Faris Rahmadian Fatriyandi Nur Priyatna Fauziah, Piranti Dwi Fevi Rahma Dwi Putri Fitriani Fitriani Foley, Sean Fredian Tonny Nasdian Fredinan Yulianda Fuad Habibi Siregar Fuad Muchlis Geidy Geidy Tiara Ariendi H. Dharmawan, Arya Haditia, Mega Hamdan Has Hana Indriana Hannan, Abd. Hapsari, Aldina Hariyati, Farida Hasnudi Hasnudi Hilda Nurul Hidayati Hilmawan, Arif I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Iin Sulis Setyowati Iis Diatin Imam Gozali Iqbal Ghazali Iqbal Ghazali Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Ishak, Andi Iskandar Dzulkarnain Ivan Setyastiawan Ivanovich Agusta Joni Trio Wibowo Jumriyah Jumriyah K. Pandjaitan,, Nurmala Khaeru Mahfudhoh Khairil Anam, Khairil Khairul Amri Kholil Kholil Kurniawan, Tikkyrino La Ode Nafiu Lala M Kolopaking Laura M Kolopaking, Laura M Lukman Hakim Lukman Hakim Luluk Annisa M Khoirun Najib Mahmuddin Mahmuddin Mahmudi Siwi Maifianti, Khori Suci Martua Sihaloho Mauriens Sukandar Mega Fajri Aini Saragih Mony, Ahmad Mony, Ahmad Mubasyiroh Mubasyiroh Muhamad Isnaini Muhammad Fachrul Rozi Eko Putra Muhammad Hatta Muldi, Ail Murdianto Murdianto, Murdianto Musa Hubeis Najib, M Khoirun Nasution, Charity Naysa Natsir Sandiah Nelonda, Selli Nia Kurniati novindra . Nugroho, Adi Purwanto Nur Isiyana Wianti Nuraini W. Prasodjo Nurfadilah Nurfadilah Nurmala Katrina Pandjaitan Nurul Fitriya Pang S. Asngari Patriana, Ratna Paulus Boli Petrus Kobesi Pudji Muljono Purwanto - Purwanto Puspitasari, Yuni Putri, Fevi Rahma Dwi Querdiola, Cisilia R. Panuju, Dyah Rafnel Azhari Rahmadi Tambaru Rahmat Januar Noor Rajib Gandi Rizaldi Boer Rizali, Repi Rofinus Leki Sadu Wasistiono, Sadu Saharuddin Saharuddin Saharuddin, Saharuddin Saidin, Ainun Aviv Sakaria J Anwar Salju Salju sapanli, kastana Sarifuddin, Andri - Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Sarwoprasodjo, Sarwiti Satyawan Sunito Satyawan Sunito Satyawan Sunito Seminar, Annisa Sihaloho, Martua Simanjuntak, Asnika Putri Siti Khadijah Slamet Daroini Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Subiyanto, Adi Sulistiyowati, Iin Sumardjo Sumardjo , Sumardjo Suryadarma, Sheviyola Denenti Tantry Widiyanarti Tarmiji Alkhudri, Ahma Taryono Taryono Taryono Taryono, Taryono Tatik Yuniarti Tatik Yuniarti Taufik, Iswan Titien Yusnita Titik Sumarti Titik Sumarti Tjondronegoro, S.M.P Tri Susanto Tsonya Yumna Afifa Unasiansari, Ismia Vidiastuti Sholihah, Fasih Virida Martogi Hasiholan W. Kurniawan Wafi Muhaimin Wantona, Saradi Widya Hasian Situmeang Yanti, Bayu Vita Indah Youwikijaya, Siti Erwina Yoyoh Indaryanti Yuliana, Dhina Yulianus Viktor Yusniar Lubis Zeid B. Smeer