p-Index From 2021 - 2026
6.708
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Komunikasi Pembangunan Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Buletin Ekonomi Perikanan JURNAL ILMU SOSIAL Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Sosiologi Reflektif Paramita: Historical Studies Journal KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Serat Acitya JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN AGRIEKONOMIKA Perspektif : Review Penelitian Tanaman Industri Jurnal Pekommas Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Journal of Rural Indonesia Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Nasional Pariwisata Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Jurnal Tataloka MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen SOSIOLOGI NUSANTARA Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Jurnal Studi Komunikasi Inklusi Journal of Disability Studies Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Jurnal EMT KITA Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Nyimak: Journal of Communication Jurnal Bina Praja Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Sosial Humaniora Journal of Agribusiness and Local Wisdom JURNAL AGRICA Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Masyarakat dan Budaya Jurnal Profetik Simulacra Jurnal Public Policy JUMAN Tools (Jurnal Manajemen Tools) REiLA: Journal of Research and Innovation in Language JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Perspektif, Review Penelitian Tanaman Industri Randwick International of Social Science Journal Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ecogen Jurnal Kimia dan Kemasan International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Sosial Ekonomi Bisnis JURNAL ULET (Utility, Earning and Tax) Procedia of Social Sciences and Humanities Jurnal Algoritma Makara Human Behavior Studies in Asia Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Mediator: Jurnal Komunikasi Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

The Dynamics of Sasi in Kaimana: the Institutional Change over Traditional Marine Resource Management Patriana, Ratna; Adiwibowo, Soeryo; A. Kinseng, Rilus; Satria, Arif
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 3 (2016): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.872 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i3.14435

Abstract

ABSTRACTSasi, as a regime of common (pool) resource management, has long been trusted as one of the most efficient traditional practices in maintaining the sustainability of resources in coastal areas. However, the practice of Sasiwas highly influenced by adat, customary laws set by feudal system that have been replaced by the modern state. This research intended toexamine (1) how the practice of Sasi has changed along with the ecological, social, and economic changes that happened within the society, and (2) what was the impact of this change to the mechanism of the distribution of wealth within the localcommunity. Field research was conducted inthe Kaimana District, West Papua Province,from November - December 2015, using qualitative methods and progressive contextualization strategy.The results indicated that the economic changes were the main driving factor of the dynamic of Sasi in Kaimana. The commercialization of Sasi by village elites hasreplaced this tradition of marine conservation and its orientation with the mechanism ofsurplus accummulation. It degraded the social security mechanism, affectedthe income of the community in general,and developed intimate exclusionsof the sub-ordinate groups,includingwomen.Keywords: coastal resource, social change, social security, intimate exclusion.ABSTRAKSasi, sebagai suatu rezim pengelolaan sumberdaya alam milik bersama, telah lama dipercaya sebagai salah satu praktek tradisional yang efisien dalam memelihara kelestarian sumberdaya di wilayah laut. Namun demikian, praktek Sasi ini sangat dipengaruhi oleh adat yang didirikan oleh sistem feodal, suatu sistem yang kini telah digantikan oleh pemerintahan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) bagaimana praktek Sasi telah berubah sejalan dengan perubahan ekologi, sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat, dan (2) bagaimana dampak perubahan tersebut terhadap mekanisme distribusi kemakmuran di dalam komunitas. Studi lapangan dilakukan pada November – Desember 2016 di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, dengan menggunakan metode kualitatif dan strategi penelitian progressive contextualization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ekonomi adalah yang paling berpengaruh terhadap dinamika Sasi di Kaimana. Komersialisasi Sasi oleh elit desa telah menggeser tradisi konservasi laut serta orientasinya dengan mekanisme akumulasi surplus bagi rumah tangga. Hal ini menyebabkan tergedradasinya mekanisme jaminan sosial masyarakat secara umum, dan menimbulkan intimate exclusion terhadap kelompok sub-ordinat, termasuk perempuan.Kata kunci: sumberdaya laut, perubahan sosial, jaminan sosial, eksklusi karib.
Structural Analysis of Food Choice Practices for Children under Five Years Old at Rural Communities West Java W. Prasodjo, Nuraini; K. Pandjaitan,, Nurmala; A. Kinseng, Rilus; Khomsan, Ali
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 1 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.569 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i1.16268

Abstract

ABSTRACTThe surge in malnutrition prevalence of underweight children under five from 17.9% to 19.6% in the 2007-2013 period, indicates that Indonesia is facing problems in terms of public health. Previous studies showed that the nutritional status and the health of children are concerned with the social practices of their food choices. The purpose of this study is to identify the forms of social structure and analyze the structures that play a role as inhibitors or activators social practices of food choice for children. This study involved 200 people of the main organizer of family food from the two communities in West Java province. Communities chosen have characterized the local community of highland and lowland agriculture. The results show that the structures that play a role as inhibitors or activators social practices of food choice in the highland community are the selection of food supplied from outside the community (structure of domination), income (structure of domination), and access to means of transportation (structure of domination). Meanwhile , at the community of lowland , structural inhibitors and activators social practices of food choice were identified as the food regulation for children who suffer from pain (structure of legitimacy), norms of parenting (structure of legitimacy ), a selection of food supplied from outside the community (structure of domination) and family support (structure of domination).Keywords: social practices, food choices, structureABSTRAKMelonjaknya prevalensi gizi underweight anak balita dari 17.9% menjadi 19.6% pada tahun 2007-2013 menandai Indonesia sedang menghadapi masalah dalam hal kesehatan masyarakat. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa status gizi dan kesehatan anak mempunyai kaitan dengan praktik sosial pilihan pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk struktur sosial dan menganalisis struktur sosial yang berperan menghambat dan mengaktifkan praktik sosial pilihan pangan untuk anak. Kajian ini melibatkan 200 individu pengelola utama pangan keluarga dari dua komunitas di propinsi Jawa Barat. Komunitas yang dipilih mencirikan komunitas lokal pertanian dataran tinggi dan komunitas lokal pertanian dataran rendah. Hasil penelitian menemukan bahwa struktur yang berperan sebagai penghambat atau pengaktif praktik sosial pilihan pangan pada komunitas dataran tinggi adalah pilihan pangan yang disediakan dari luar komunitas (struktur dominasi), biaya/penghasilan (sumberdaya alokatif-struktur dominasi), dan akses sarana transportasi (sumberdaya alokatif-struktur dominasi). Sementara itu, pada komunitas dataran rendah, struktur penghambat dan pengaktif praktik sosial pilihan pangan yang teridentifikasi adalah aturan pangan untuk anak yang menderita sakit (aturan-struktur legitimasi), norma pengasuhan anak (aturan-struktur legitimasi), pilihan pangan yang disediakan dari luar komunitas (struktur dominasi) dan dukungan keluarga (struktur dominasi).Kata kunci: praktik sosial, pilihan pangan, struktur
The Socio-Economics Dynamics at Distribution of Small Scale Bananas Comodity in West Java Vidiastuti Sholihah, Fasih; A. Kinseng, Rilus; Sunito, Satyawan
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 1 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.601 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i1.16273

Abstract

ABSTRACTThe pattern of the commercial banana farm rise the socio-economic dynamics in the value chain banana distribution. In West Java, the exposure to market information make banana farmers get access to the market directly but they have to encounter a domination of big seller (Bandar). This study aimed to analize the types of value chain and the relationships among the actors. This research was conducted in Cugenang, Cianjur, West Java by using qualitative methods of case approach. The results showed seven types of value chain in the banana distribution among the farmers to the consumer which realization the cooperation relationship of information flow, production inputs, and finance. The chain was build based on kinship, relationship farmer groups, relationship capital, and direct access to the market. Farmers related to middlemen for sorting and packing bananas, while relations with Bandar done by middlemen in capital bond. Farmer groups member had relationship with marketers group (BPK) which do grading the quality of bananas. Relations with capital loans bonding between farmer-middleman-Bandar made value chain grew longer and farmers increasingly passive in determining the price. Competition occured between sections of middlemen at the local level because of the dominance Bandar who controlled the market access. BPK independently sell commodities had compete with Bandar who has a network of cooperation in the middleman.Keywords: actor, competition, coorperation, market, value chainABSTRAKPola pertanian pisang yang komersil memunculkan dinamika hubungan sosial-ekonomi dalam rantai nilai pendistribusian pisang. Di Jawa Barat, terbukanya informasi mengenai pasar membuat petani pisang mendapatkan akses langsung ke pasar namun masih terdapat dominasi penguasa modal besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis value chain (rantai nilai) dan relasi antar aktor pada sistem rantai nilai dalam pemasaran komoditas pisang. Penelitian ini menggunakan desain metode kualitatif yaitu studi kasus di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh tipe value chain pada distribusi pisang antara petani sampai ke konsumen akhir yang merupakan perwujudan relasi kerjasama aliran informasi, input produksi, dan keuangan. Rantai tersebut dibangun berdasarkan hubungan kekerabatan, hubungan kelompok tani, hubungan permodalan, dan akses langsung ke pasar. Petani berelasi dengan tengkulak dalam hal sortir dan packing, sedangkan relasi dengan Bandar dilakukan oleh tengkulak dengan ikatan modal. Kelompok tani yang masih aktif menjalin relasi dengan bagian pemasar kelompok (BPK) yang melakukan grading kualitas pisang. Relasi ikatan pinjaman modal antara petani-tengkulak-bandar menjadikan rantai nilai semakin panjang dan petani semakin pasif dalam menentukan harga. Persaingan terjadi antar bagian tengkulak pada tingkat lokal daerah karena dominasi akses pasar luar dikuasai oleh Bandar pisang. BPK yang menjual komoditasnya secara mandiri harus bersaing dengan dominasi Bandar yang memiliki jaringan kerjasama di tengkulak.Kata kunci: aktor, kerjasama, persaingan, relasi, value chain
Structugency: A Theory of Action A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 2 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.661 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i2.17972

Abstract

ABSTRACTVarious social theories have been developed by many social scientists to explain human action individually as well as collectively. Latetely, some theories of human action are discussed within the frame of structure and agency. However, concepts of structure, agency, and their impacts on actor’s action are still debated. This article analyzes meaning of structure, agency, and their impacts onactor’s action. Method used is reviewing and analyzing some important literatures on the topics, consists of text books and international journals. It is shown that the concepts of structure is quite diverse,covers six forms. It is also developed here a concept of agency which emphasize the ability of an actor to think and act independently according to his/her own will. More over, it is argued that structure and agency should be differentiated; thus they are dualism, not duality. Both structure and agency influence an actor’s action.Keywords: Structure, agency, action, actor, structugencyABSTRAKBeragam teori dalam ilmu sosial telah dibangun oleh para ahli untuk menjelaskan tindakan manusia baik secara individu maupun secara kolektif. Belakangan ini tindakan manusia banyak dibahas dalam bingkai perdebatan tentang struktur dan agensi. Namun demikian, ada perdebatan pula mengenai arti struktur, agensi dan kaitannya dengan tindakan aktor. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengertian struktur dan agensi serta peranannya terhadap tindakan aktor. Metode yang digunakan adalah me-review dan mengkaji literatur yang membahas topik tersebut. Kajian ini menunjukkan bahwa konsep struktur itu mempunyai beragam pengertian, mencakup enam bentuk. Sementara itu, dari beragam pengertian agensi, kajian ini mengetengahkan konsep agensi yang menekankan kemampuan seseorang (aktor/agen) untuk berpikir, bersikap dan bertindak secara independen, bebas, dan otonom, sesuai dengan kehendaknya sendiri. Kajian ini juga mengajukan argumentasi bahwa struktur dan agensi itu bersifat dualisme, dan keduanya mempengaruhi tindakan aktor.Kata kunci: Struktur, agensi, tindakan, aktor, struktugensi
Land Tenure Dynamics on Forest Conservation Area: Case Study in Grand Forest Park Sultan Thaha Saifuddin Budiandrian, Bayu; Adiwibowo, Soeryo; A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 3 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.107 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i3.19394

Abstract

ABSTRACTLocated at Jambi Province, the Grand Forest Park of Sultan Thaha Saifuddin (GFP STS or GFP in short) was established at 2001. The GFP STS, previously known as the Senami Forest, spread over three sub-districts of Batang Hari District i.e. Bajubang, Muara Bulian and Muara Tembesi. Before appointed as GFP STS the status and function of Senami forest changing four times (at 1933, 1987, 1999, 2001). The implication of this changing policy combine with weak law enforcement are uncertain tenurial arrangement for access, control, and use the resource in particular within the area of GFP. As result, at present forest cover of GFP only left 15 to 30 percent. In addition, among the various types of forest conservation areas, Grand Forest Parks is more vulnerable for land accessing than the National Park. Therefore, it is interesting to examine what is the impact of those series changing forest property and governance to the tenurial arrangement among and between actors within the area of GFP STS. This research applied qualitative method with semi structured and in deepth interview with key informant and participant observation whose selected by snowball technique. The result shows long-term series of change of access to GFP (1933, 1987, 1999 and 2001) have significantly change the legal rights, actual rights and practice use of land/resource among and between user groups. The access is considered either as legal or illegally.Keyword: land tenure, forest conservation, access mechanism, grand forest park, Sultan Thaha SaifuddinABSTRAKTaman Hutan Raya (THR) Sultan Thaha Saifuddin (STS) merupakan kawasan hutan yang ditetapkan pada tahun 2001. THR STS, yang sebelumnya diketahui sebagai kawasan Hutan Senami oleh penduduk lokal, melintas di tiga Kecamatan antara lain Bajubang, Muara Bulian, dan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Sebelum ditetapkan sebagai kawasan THR pada tahun 2001, status dan fungsi kawasan Hutan Senami pernah mengalami beberapa kali perubahan antara lain pada tahun 1933, 1987, 1999 dan 2001. Implikasi dari serangkaian perubahan kebijakan yang berpadu dengan lemahnya penegakan hukum adalah munculnya ketidakpastian pengaturan tenurial terhadap akses, penguasaan, dan pemanfaatan sumberdaya hutan di dalam kawasan THR STS. Dampaknya, saat ini luas tutupan hutan di kawasan THR STS hanya tersisa 15 hingga 30 persen saja. Selain itu, diantara berbagai jenis kawasan hutan konservasi, Taman Hutan Raya merupakan kawasan yang lebih rentan terhadap akses lahan dibandingkan dengan Taman Nasional. Dengan demikian, menarik untuk dikaji bagaimana dampak dari serangkaian perubahan kebijakan dan status kepemilikan hutan tersebut terhadap pengaturan penata-kelolaan hutan diantara berbagai aktor di dalam kawasan THR STS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam dengan informan kunci dan responden yang ditentukan melalui teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rangkaian panjang perubahan akses pada kawasan THR STS (1933, 1987, 1999, dan 2001) telah secara signifikan merubah hak legal, hak aktual, dan praktik pemanfaatan lahan/sumberdaya di dalam dan diantara berbagai kelompok pengguna. Mekanisme akses juga dilakukan baik secara legal maupun ilegal.Kata Kunci: tenurial lahan, hutan konservasi, mekanisme akses, taman hutan raya, Sultan Thaha Saifuddin
The Limit to Politics of Ethnicity? Migration and Upland Transformation in Central Sulawesi Abdulkadir Sunito, Melani; Adiwibowo, Soeryo; Soetarto, Endriatmo; A.Kinseng, Rilus; Foley, Sean
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 3 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.954 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i3.19396

Abstract

ABSTRACTAlthough in early 2000s ethnic politics was used to gain access to land inside the National Park, thus transformed land use in an upland village in Central Sulawesi, a decade later it losts its role as the main driver to further expansion of agriculture-land. Using political ecology approach, this paper discusses territorialization through politics of ethnicity and ethnicity/identity as mechanism to access. The findings indicated that ethnic politics are enabled, and constrained, by certain conditions within the community as well as from external situation. In the latter trajectory of upland transformation, politics of ethnicity are constrained by an alteration of ethnic groupings as new migrants came to the village community, a ‘leveling-off playing field’ in land access and high-external input agriculture commodities, as well as a change in forest-policy.Keywords: ethnic politics, migration, upland transformationABSTRAKMeski pada permulaan tahun 2000an politik etnisitas digunakan untuk memperoleh akses atas tanah hutan di dalam Taman Nasional, lantas merubah penggunaan lahan pada suatu desa dataran tinggi di Sulawesi Tengah, satu dekade setelahnya politik etnisitas tak lagi berperan dalam ekspansi lanjutan tanah pertanian itu. Menggunakan pendekatan ekologi politik, tulisan ini membahas teritorialisasi melalui politik etnisitas dan penggunaan kuasa etnisitas/identitas sebagai mekanisme untuk mengakses. Temuan penelitian menunjukkan bahwa politik etnisitas dimungkinkan, ataupun dibatasi, oleh kondisi-kondisi di dalam komunitas maupun situasi eksternal. Pada trajectory transformasi desa yang belakangan, politik etnisitas dibatasi oleh perubahan pengelompokan etnis akibat migrasi baru pada komunitas desa yang kian beragam etnis, suatu leveling-off playing field dalam akses atas tanah dan budidaya komoditas pertanian tinggi-input yang mengarah pada pemerataan kesempatan ekonomi dan pendapatan, serta perubahan dalam kebijakan kehutanan.Kata kunci: politik etnisitas, migrasi, transformasi dataran tinggi pedalaman
Cantrang and Poverty Fisherman in Tegal, Central Java -, Rohayati -; Kinseng, Rilus A
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 3 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.939 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i3.19843

Abstract

The sea territorial of Tegal City are known to have abundant fishery resources, but fisherman poverty still occurs. The low welfare of fisherman is suspected due to the competition of catching areas and the use of trap fishing tools of cantrang type (seine nets) that can cause poverty of fishermen in Tegal City coastal. In addition, cantrang fishing tools alsi damage other fishing gear such as jarng, pancing, and arad. This study aims to analyze the poverty of fishermen community and known the influence of firsherman cantrang to poverty of fishermen in Tegal City. The research method used is survey method. Poverty analysis of fishermen using poverty line approach through 14 indicators of household poverty, and to known the influence of fisherman cantrang to poverty of fisherman using descriptive analysis approach. The result of the research by using the measurement of poverty line, shows that which include in the group of poor fisherman is fishing rod fisherman. However, based on the measurement of 14 indicantors of poor households, small fishermen who live in Tegal City coastal categorized as less prosperous family. The results also show that the existence of cantrang fisherman not affect the poverty of fishermen because of different fishing areas, cantrang fisherman fishing in  Sumatra and Kalimantan sea while small fishermen do catching around the sea of Tegal City. 
The Metamorphosis of Social Movement in Banten: From Identity Romantism to Environment Agrarian Issues Tarmiji Alkhudri, Ahma; H. Dharmawan, Arya; A. Kinseng, Rilus; Tjondronegoro, S.M.P
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 1 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.161 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i1.21204

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the metamorphosis of social movements in Banten. In terms of methodology, this research uses a critical paradigm - a qualitative approach. In terms of methodology, this research uses a critical paradigm - a qualitative approach. The results show that there is a metamorphosis of social movements in Banten since the colonial era until the reform, both in terms of issues, actors, and ideology. First, the colonial era until the beginning of independence (1813-1945) issues of movement related to identity and political economy. The dominant actors of the movement are the nobles, the ulama, and the jawara, with the spirit of ideology of liberation from colonial rule (freedom and religous heavy). Second, the era of Orla-Orba (1945-1998) motive of the resistance movement around the issue of political economy (sentiment of ethnicity), agrarian, and education. The dominant actors in this era are: the people, the ulama, and the jawara. The characteristics of the movement are sporadic, partial, not systemic and not sustained by a strong ideology (pseudo populism haevy). Third, the reform era, the resistance movement questioned agrarian and environmental issues. The dominant actors are the people in the set of Local NGOs, (fishemen), ulama, and jawara. In this era, the rationalism and objectives of the resistance are clearer, coordinated, systemic, and based on the ideology of justice/populist (justice/polulism heavy).Keywords: metamorphosis, social movement, agrarian, enviroment, BantenAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis metamorfosis gerakan sosial di Banten. Dari sisi metodologi, penelitian ini menggunakan paradigma kritis – pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi metamorfosis gerakan sosial di Banten sejak era kolonial hingga reformasi, baik dari sisi isu, aktor, dan ideologi. Pertama, era kolonial hingga awal kemerdekaan (1813-1945) isu gerakan terkait dengan identitas dan ekonomi politik. Aktor gerakan yang dominan adalah kaum bangsawan, ulama, dan jawara, dengan semangat ideologi pembebasan dari penjajahan kolonial (freedom and religous heavy). Kedua, era Orla-Orba (1945-1998) motif gerakan perlawanan seputar isu ekonomi politik (sentimen etnisitas), agraria, dan pendidikan. Aktor yang berperan dominan pada era ini antara lain: rakyat, ulama, dan jawara. Ciri gerakannya sporadis, parsial, tidak sistemik dan tidak ditopang oleh ideologi yang kuat (pseudo populism haevy). Ketiga, era reformasi, gerakan perlawanan menyoal isu agraria dan lingkungan. Aktor yang dominan ialah rakyat dalam himpunan NGO Lokal (nelayan), ulama, dan jawara. Pada era ini rasionalisme dan tujuan perlawanan lebih jelas, terkoordinir, sistemik, dan bertumpu pada ideologi keadilan/ populis (justice/polulism heavy).Kata kunci: metamorfosis, gerakan sosial, agraria, lingkungan, Banten
Corporatization of Salt Farmer: The Dynamic of Social Economic and Ecological Transitions Baekhaki, Khamid; A. Kinseng, Rilus; Soetarto, Endriatmo
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 1 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.925 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i1.21209

Abstract

ABSTRACTAs an effort to maintain the consumption salt surplus production and to supply industrial needs, Indonesian goverment implement Pengembangan Usaha Garam Rakyat [Devolepment of People Salt Business] by encouraging salt farmers to manage their business using corporate pattern, and bring up a new concept called “corporitization of salt farmer”. They have been requested to use corporate pattern and apply some useful equipments and technology, land integration, formulating contracts, and other corporatization components. The aims of this research is to analyze corporatization model in people salt business by using corporatization concept with some descriptions of the socio-economic transition, and the impact of ecologycal changes. The method used is qualitative and quantitative, starting with survey, focuss group discussion, indepth interview, and observation. The results are (i) the interpretation of corporatization by farmers is diverse, it is different with government conception, (ii) Socio-economic transition indicated by the relation between small-large farmer and salt farmer trader, new incarnation of trader, and the economic farmer revenues, (iii) the dynamics of ecologycal changes caused by intersection with mangrove and housing that will effect of the large ammounts of plastic waste in the future.Keywords: corporate pattern, corporatization, transition of social, economy, and ecologyABSTRAKSebagai upaya mempertahankan surplus garam konsumsi dan mencoba menyediakan garam industri, pemerintah melaksanakan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) yang salah satu strateginya mendorong sebagian petambak garam mengelola usaha dengan pola korporasi, hal ini memunculkan konsep “korporatisasi garam rakyat”. Petambak didorong menerapkan peralatan/teknologi tepat guna, integrasi lahan, memperbanyak kontrak dengan perusahaan, dan komponen–komponen korporatisasi lainnya. Tujuan penelitian ini ingin menganalisis pemaknaan korporatisasi dari sudut pandang petambak garam, menganalisis dinamika transisi sosial ekonomi, dan dinamika perubahan ekologi yang ditimbulkan oleh korporatisasi. Metode yang digunakan adalah metode kuntitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui survei, focus group discussion, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini adalah (i) korporatisasi ditanggapi secara beragam oleh petambak garam, yang didasari atas rasionalitas mereka selaku aktor, dan pemakanaan terhadap komponen korporatisasi tidak selalu sama dengan pamaknaan pemerintah, (ii) transisi sosial ekonomi dapat dilihat dari hubungan antara pemilik moda produksi dan pedagang-petambak garam yang mulai bergeser, jelmaan pedagang dalam bentuk baru, dan peningkatan pendapatan petambak garam, (iii) dinamika perubahan ekologi dilihat dari persinggungannya dengan pemukiman dan mangrove belum terlihat secara besar, namun terdapat potensi sampah plastik yang besar di masa mendatang.Kata kunci: pola korporatisasi, pemaknaan korporatisasi, transisi sosial, ekonomi dan ekologi
The Political Practice of Identity in the Dynamics of Local Politics Gayo Society Wantona, Saradi; A. Kinseng, Rilus; Sjaf, Sofyan
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 1 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.1 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i1.21211

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research is to analyze the politic actors in playing their capital in local politic contestation, both at regent level also at rural level in Central Aceh. The study approach uses teory of Bordieu habitus, also uses qualitative method for arena and capital then supported by quantitative data. Analysis unit of this research is politic actors who followed headed of regent’s election in 2012. The data taken by using in depth interview technique and literature analysis of historical documents. Result of the research show that first, dominant capital who played by politic actors in constitution of local politic is capital politic, social and economic. Second, the political practice of identity in Gayo Society that propagandize term of uken-toa doing by politic actors, whereas in grass community sentiment of identity between uken and toa do not evolve and fade as time goes by. Third, habitus of politic actors are influenced by three things, those are history, religion and culture. Therefore, the condition of habitus that play a role in politic contestation is historical formation of uken and toa identity in the past and influence politic of conflict which doing by Dutch colonists.Keywords : Identity practice, dynamics of local politics, arena, capital, habitus, actors and Gayo ethnicityABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktor politik dalam memainkan modal mereka dalam kontestasi politik lokal, baik di tingkat kabupaten maupun di pedesaan di kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan riset ini menggunakan teori Bordieu, habitus, arena dan modal dengan menggunakan metode kualitatif dan didukung oleh data kuantitatif. Unit analisis dari penelitian ini adalah aktor politik yang mengikuti pemilihan kepala daerah pada tahun 2012. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan analisis literatur dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama; modal dominan yang dimainkan aktor politik dalam kontestasi politik lokal adalah modal politik, modal sosial dan modal ekonomi. Kedua, praktik politik identitas dalam masyarakat Gayo yang mempropagandakan istilah uken- toa dilakukan oleh aktor politik, sedangkan di akar rumput sentimen identitas antara uken dan toa tidak lagi berkembang dan sudah memudar seiring perkembangan waktu. Ketiga, habitus aktor politik dipengaruhi oleh tiga hal, sejarah, agama, dan budaya. Dengan begitu, kondisi habitus yang berperan dalam kontestasi politik adalah sejarah pembentukkan identitas uken dan toa di masa lalu dan pengaruh politik adu domba yang dilakukan kolonial Belanda.Kata kunci: Praktik identitas, dinamika politik lokal, arena, modal, habitus, aktor, dan etnik Gayo
Co-Authors -, Rohayati - AA Sudharmawan, AA Abdulkadir Sunito, Melani Achmad Fahrudin Ade Mirza Roslinawati Adinda Muthiah Rana Adriana, Galuh Afifa, Tsonya Yumna Agus Heri Purnomo, Agus Heri Ahmad Sihabudin Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis, Aida Vitayala Akhmad Fauzi Aldina Hapsari Ali Khomsan Amir Mahmud Amir Mahmud Amir Mahmud Amiruddin Saleh Andi Ishak Andilo Toham Andriani Nasir Anna Fatchiya Annisya Rakha Anandhyta Arif Satria Ario Damar Arya Hadi Dharmawan Astriana Napirah Attamimi, Gadri Ramadhan Aulia Tasman Baba Barus Baekhaki, Khamid Bakti, Andi M. Faisal Bambang Juanda Basita Ginting Sugihen Bayu Budiandrian, Bayu Burhan, Ahmad Badari Cahyadie, Beny Cardey, Sarah P Dedi Soedharma Dedi Supriadi Adhuri Desak Gede Karlina Satwiva Wijaya Didin S. Damanhuri Djuara P Lubis Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dwi Sadono Dyah Ita Mardianingsih Dzulkarnain, Iskandar Edvin Aldrian Eka Purna Yudha Ekawati Sri Wahyuni Elbie Yudha Pratama Endriatmo Soetarto Ernan Rustiadi Ervan Ismail Erwiantono Faris Rahmadian Fatriyandi Nur Priyatna Fauziah, Piranti Dwi Fevi Rahma Dwi Putri Fitriani Fitriani Foley, Sean Fredian Tonny Nasdian Fredinan Yulianda Fuad Habibi Siregar Fuad Muchlis Geidy Geidy Tiara Ariendi H. Dharmawan, Arya Haditia, Mega Hamdan Has Hana Indriana Hannan, Abd. Hapsari, Aldina Hariyati, Farida Hasnudi Hasnudi Hilda Nurul Hidayati Hilmawan, Arif I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Iin Sulis Setyowati Iis Diatin Imam Gozali Iqbal Ghazali Iqbal Ghazali Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Ishak, Andi Iskandar Dzulkarnain Ivan Setyastiawan Ivanovich Agusta Joni Trio Wibowo Jumriyah Jumriyah K. Pandjaitan,, Nurmala Khaeru Mahfudhoh Khairil Anam, Khairil Khairul Amri Kholil Kholil Kurniawan, Tikkyrino La Ode Nafiu Lala M Kolopaking Laura M Kolopaking, Laura M Lukman Hakim Lukman Hakim Luluk Annisa M Khoirun Najib Mahmuddin Mahmuddin Mahmudi Siwi Maifianti, Khori Suci Martua Sihaloho Mauriens Sukandar Mega Fajri Aini Saragih Mony, Ahmad Mony, Ahmad Mubasyiroh Mubasyiroh Muhamad Isnaini Muhammad Fachrul Rozi Eko Putra Muhammad Hatta Muldi, Ail Murdianto Murdianto, Murdianto Musa Hubeis Najib, M Khoirun Nasution, Charity Naysa Natsir Sandiah Nelonda, Selli Nia Kurniati novindra . Nugroho, Adi Purwanto Nur Isiyana Wianti Nuraini W. Prasodjo Nurfadilah Nurfadilah Nurmala Katrina Pandjaitan Nurul Fitriya Pang S. Asngari Patriana, Ratna Paulus Boli Petrus Kobesi Pudji Muljono Purwanto - Purwanto Puspitasari, Yuni Putri, Fevi Rahma Dwi Querdiola, Cisilia R. Panuju, Dyah Rafnel Azhari Rahmadi Tambaru Rahmat Januar Noor Rajib Gandi Rizaldi Boer Rizali, Repi Rofinus Leki Sadu Wasistiono, Sadu Saharuddin Saharuddin Saharuddin, Saharuddin Saidin, Ainun Aviv Sakaria J Anwar Salju Salju sapanli, kastana Sarifuddin, Andri - Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Sarwoprasodjo, Sarwiti Satyawan Sunito Satyawan Sunito Satyawan Sunito Seminar, Annisa Sihaloho, Martua Simanjuntak, Asnika Putri Siti Khadijah Slamet Daroini Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Subiyanto, Adi Sulistiyowati, Iin Sumardjo Sumardjo , Sumardjo Suryadarma, Sheviyola Denenti Tantry Widiyanarti Tarmiji Alkhudri, Ahma Taryono Taryono Taryono Taryono, Taryono Tatik Yuniarti Tatik Yuniarti Taufik, Iswan Titien Yusnita Titik Sumarti Titik Sumarti Tjondronegoro, S.M.P Tri Susanto Tsonya Yumna Afifa Unasiansari, Ismia Vidiastuti Sholihah, Fasih Virida Martogi Hasiholan W. Kurniawan Wafi Muhaimin Wantona, Saradi Widya Hasian Situmeang Yanti, Bayu Vita Indah Youwikijaya, Siti Erwina Yoyoh Indaryanti Yuliana, Dhina Yulianus Viktor Yusniar Lubis Zeid B. Smeer