p-Index From 2021 - 2026
9.098
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Food and Pharmaceutical Science JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal NERS JPGSDI Pharmacon REINWARDTIA BERITA BIOLOGI JURNAL BIOLOGI INDONESIA IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Management Analysis Journal Aksara Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pertanian Agros JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE) PeTeKa JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Sciences) Journal of Creativity Student Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Ners Abdi Masyarakat Critical Medical and Surgical Nursing Journal Indonesian Journal of Community Health Nursing Indonesian Journal of Global Health research Studies in Learning and Teaching Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Otonomi IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat FUNDAMENTAL AND MANAGEMENT NURSING JOURNAL Progress in Social Development Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Indonesian Journal of Innovation Studies Journal of Current Health Sciences Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Jurnal Riset Ilmiah Indonesian Journal of Community Empowerment Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh metode ekstraksi terhadap viabilitas benih kakao ( Theobroma Cacao L) Novando Sitanggang, Karunia Alpa; Purwaningsih, Purwaningsih; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan ekstraksi mana yang terbaik yang dapat menjaga viabilitas benih kakao tetap tinggi. Penelitian ini dimulai dari 20 Maret sampai 18 April 2020 di Jalan Gusti Hamzah Gang Nur 2, Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan berbagai bahan ekstraksi benih kakao, yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yang masing-masing menggunakan 25 benih. Perlakuan yang dimaksud adalah (p1) pengupasan pulp dengan perendaman air kapur 20 g /liter, (p2) Pengupasan pulp dengan abu gosok 5 g/benih, (p3) Pengupasan pulp dengan ilalang, dan (p0) Tanpa dilakukan pengupasan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Selain itu juga dilakukan pengamatan kondisi suhu (oC) dan kelembaban udara (%), dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstraksi benih kakao menggunakan abu sekam padi dan kapur tohor dapat menghasilkan viabilitas benih kakao terbaik. Kata kunci: abu, benih kakao, kapur, ilalang
PENGARUH PEMBERIAN KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (BRASSICA OLERACEA L) PADA TANAH ALUVIAL Ranting, Natalis; Hadijah, Siti; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48886

Abstract

Pengembangan tanaman kubis bunga pada tanah aluvial di Kalmantan Barat mempunyai prospek yang tinggi, namun memiliki kendala seperti pH yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi kapur dengan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik fakultas pertanian UNTAN, berlangsung selama 3 bulan (11 Desember 2020 - 23 Febuari 2021). Penelitian menggunakan rancangan faktorial acak lengkap yang terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu kapur (K) yang terdiri dari k1 = 1,428 g/polibag; k2 = 2,628 g/polibag dan k3 = 3,828 g/polibag dan pupuk NPK majemuk (P), terdiri dari p1 = 2 g/polibag; p2 = 4 g/polibag dan 6 g/polibag. Pengamatan terdiri jumlah daun pada umur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam, klorofil daun, volume akar, diameter bunga dan berat segar bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kapur dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan, hanya kapur berpengaruh nyata terhadap volume akar.Kata Kunci : Kapur, kubis bunga, pupuk NPK, tanah aluvial
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Asri, Monika Fenia; Purwaningsih, Purwaningsih; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57920

Abstract

Buah melon banyak mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Usaha untuk menggembangkan produksi melon, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi dan ekstentifikasi. Tanah Podsolit Merah Kuning berpotensi untuk pengembangan tanaman melon. Budidaya melon sampai saat ini belum diproduksi secara maksimal oleh petani di Kalimantan Barat, padahal jenis tanah yang ada di Kalimantan Barat memiliki potensi untuk pengembangan tanaman melon. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi kendala yang terdapat pada tanah PMK yaitu dengan pemberian bahan organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi pupuk kandang bebek dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil melon pada tanah PMK. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 25 Juli 2021, dilaksanakan di Kampoeng Ramadhan, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama kotoran bebek (B) terdiri dari 4 taraf (b1 = 10 ton/ha, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha., dan b4 = 25 ton/ha)dan faktor kedua pupuk NPK (M) terdiri dari 3 taraf (m1 = 60 g/tanaman, m2 = 40 g/tanaman, dan m3 = 20 g/tanaman.) Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitan ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah dan bobot perbuah. Hasil penelitian dapat pemberian pupuk kandang bebek dengan dosis 600g/tanaman dan puupk NPK sebesar 20 g/tanaman merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil melon yang terbaik. Kata kunci : Melon, NPK ,PMK, Pupuk Kandang Bebek
PENGARUH KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Usmayadi, Dedy; Purwaningsih, Purwaningsih; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58127

Abstract

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang memiliki potensi sebagai lahan pertanian, namun tanah aluvial memiliki kesuburan tanah yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yang ditanam pada tanah aluvial.Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial rancangan acak lengkap yang terdiri dari faktor pertama adalah kompos kulit pisang (K0 terdiri dari k1 = 10 ton/ha k2 = 15 ton/ha dan k3 = 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair keong mas (P) terdiri dari p1 = 150 ml/l; p2 = 250 ml/l; dan p3 = 350 ml/l, dengan berbagai variasi 3. variabel pengamatan terdiri dari volume akar, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong/ tanaman dan berat segar.Hasil penelitian ini pertumbuhan dan hasil tanaman buncis ditentukan dengan kompos kulit kopi dan pupuk organik keong mas. Dosis efektif diperoleh sebesar 10 ton/ha dan konsentrasi 150 ml/l.Jumlah polong/tanaman buncis lebih dominan faktor tunggal kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas masing-masing pada dosis 15 ton/ha dan konsentrasi 350 ml, Kata kunci : Aluvial, Buncis, Kompos kulit kopi, POC keong mas
APLIKASI KOMPOS KULIT PISANG DAN TRICHODERMA SP SEBAGAI BIO-AKTOVATOR PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI Handayani, Anik; Purwaningsih, Purwaningsih; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58202

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi juga juga karena buahnya yang memiliki kombinasi warna, rasa dan nilai nutrisi yang lengkap. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh di setiap jenis tanah. Tanah ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang berpotensi untuk dijadikan media tanam hanya saja tanah jenis ultisol memiliki kekurangannya seperti sifat fisik dan biologi. Upaya yang dapat dilakukan agar tanah ultisol ini dapat menjadi media tanam yang baik bagi tanaman cabai rawit perlu di tambahkan bahan organik seperti penggunaan kompos kulit pisang dan penambahan Trichoderma sp. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat interaksi antara kompos kulit pisang dan Trichoderma sp pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di KIPS Agro Sungai Raya Dalam ujung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktoria). Kompos kulit pisang sebagai taraf perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu k1= 300 gram/plybag, k2= 600 gram/plybag, k3= 900 gram/polybag, k4= 1200 gram/polybag dan Trichoderma sp sebagai taraf kedua terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu b1= tanpa Trichoderma sp serta b2= 15 gram/polybag, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan disetiap ulangan memiliki 3 sampel. Variabel yang diamatai adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, julmah buah per tanaman, berat buah per tanmaan dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi terjadi pada volume akar dan berat kering tanaman, secara mandiri kompos kulit pisang berpengaruh nyata pada variabel jumlah cabang umur 9 MST, volum akar, berat kering dan jumlah buah per tanaman. Kesimpulan penelitian ini yaitu pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik diperoleh dengan pemberian kompos kulit pisang 900 gram/polybag dan Trichoderma sp 15 gram/polybag. Pemberian kompos kulit pisang dengan dosis diatas 600 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah cabang dan pada dosis diatas 300 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik pula pada hasil tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah buah pertanaman.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Sari, Riska Kusprita; Purwaningsih, Purwaningsih; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59526

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman hortikultura yang berasal dari China sekitar 500 SM yang memiliki bentuk umbi yang mirip dengan tanaman wortel. Penggunaan gambut sebagai media tanam bagi tanaman lobak dihadapi berbagai faktor kendala yaitu sifat kimia tanah berupa rendahnya tingkat ketersediaan unsur hara, kapasitas tukar kation (KTK) tinggi, kejenuhan basa (KB) rendah dan bereaksi masam (pH rendah) sehingga diperlukan penambahan pupuk hayati dan pupuk NPK. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi dari konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK terbaik pada pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama pupuk hayati terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu h0, h1, h2 dan h3 dan faktor kedua pupuk NPK terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu m1, m2 dan m3 sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan yaitu h0 m1 (pupuk hayati 0 ml/polibag + NPK 3,6 g/polibag), h0 m2(pupuk hayati 0 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h0 m3(pupuk hayati 0 ml/l + NPK 6 g/polibag), h1 m1(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h1 m2(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h1 m3(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 6 g/polibag), h2 m1(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h2 m2(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h2 m3(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 6 g/polibag), h3 m1(pupuk hayati 30 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h3 m2 (pupuk hayati 30 ml/l + NPK 4,8 g/polibag) dan h3 m3 (pupuk hayati 30 ml/l + NPK 6 g/polibag). Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi jumlah daun, berat segar tanaman, berat umbi, panjang umbi, diameter umbi dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pupuk hayati 10 ml/L dan pupuk NPK 4,8 g/polibag terhadap variabel diameter umbi. Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap semua variabel kecuali pada variabel jumlah daun. Pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang sama terhadap semua variabel kecuali pada variabel diameter umbi.Kata Kunci :Lobak, Pupuk Hayati, Pupuk NPK, Tanah Gambut
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH GAMBUT Sakdan, Sakdan; Susana, Rini; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59574

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan pupuk KNO3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dan waktu penelitian 5 bulan, mulai dari 20 febuari s/d 20 juli 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dosis kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk KNO3. Terdapat 7 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri 4 tanaman sampel sehingga tanaman berjumlah keseluruhan 112 tanaman. Perlakuan k1=pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk KNO3 200 Kg/ha, k2=pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk KNO3 600 Kg/ha, k3=pupuk kandang ayam 15 ton/ha + pupuk KNO3 500 Kg/ha, k4=pupuk kandang ayam 20 ton/ha + pupuk KNO3 400 Kg/ha, k5=pupuk kandang ayam 25 ton/ha + pupuk KNO3 300 Kg/ha, k6=pupuk kandang ayam 30 ton/ha + pupuk KNO3 200 Kg/ha, k7=pupuk kandang ayam 30 ton/ha + pupuk KNO3 600 Kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan, kombinasi pupuk kandang ayam dan KNO3 dosis 30 ton/ha + 600 kg/ha, merupakan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah gambut. Kata Kunci : bawang merah, gambut, pupuk kandang ayam, pupuk KNO3
PENGARUH PEMBERIAN PGPR PADA BEBERAPA KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK LADA manurung, Lidia; Asnawati, Asnawati; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61909

Abstract

Tanaman lada dapat dikembangbiakan secara generatif maupun vegetatif. Perkembangbiakan vegetatif menggunakan stek lebih banyak dilakukan karena waktu yang diperlukan lebih singkat. Upaya yang dapat dilakukan mengatasi bahan tanam yang terbatas pada setek lada yaitu penggunaan setek pendek 1 ruas berdaun tunggal. Untuk menghasilkan bibit yang bermutu salah satunya dengan pengaplikasian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Pengaplikasian PGPR harus didukung dengan media tanam yang gembur, agar bakteri PGPR berkembang dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh PGPR pada berbagai komposisi media tanam yang terbaik untuk pertumbuhan stek lada satu ruas berdaun tunggal. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai tanggal 20 juli sampai 25 Oktober 2022. Metode yang dingunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) RAL terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu media sebagai mainplot terdiri dari 3 taraf dan pemberian PGPR sebagai subplot terdiri dari 2 taraf, menghasilkan 6 kombinasi dengan 4 ulangan terdiri dari 5 sampel sehingga total 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu (PMK + Pupuk Kandang Sapi dan tanpa PGPR); (PMK + Pukan Kandang Sapi dan PGPR); (PMK + Pupuk kandang Sapi + Arang Sekam dan tanpa PGPR); (PMK + Pupuk kandang Sapi + Arang Sekam dan PGPR; (PMK + Pupuk kandang Sapi + Pasir dan tanpa PGPR); (PMK + Pupuk kandang Sapi + Pasir dan PGPR); (PMK + Pupuk kandang Sapi + Pasir dan PGPR). Variabel yang diamati yaitu jumlah tunas, Panjang tunas (cm), jumlah daun (helai), Panjang akar (cm), volume akar (cm3), berat kering tunas (g). Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan yaitu, suhu, kelembaban, dan pH tanah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR pada berbagai komposisi media tanam tidak mempengaruhi pertumbuhan setek lada.
APLIKASI BAKTERI PGPR DAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Onong, Charles; Purwaningsih, Purwaningsih; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63212

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara ekonomi merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting dan rempeyek. Sebagai bahan industri, kacang tanah dapat dibuat keju, mentega, sabun, dan minyak. Daun kacang tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk. Pemberian PGPR dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman kacang tanah dan untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dikarenakan bakreti PGPR yang akan dipergunakan memiliki karakteristik sebagai pelarut P dan K selain itu juga bisa mengikat N dari udara. Pupuk kotoran kambing merupakan bahan organik yang memiliki kandungan hara yang mendukung kesuburan tanah, membuat lahan tetap produktif, berperan dalam pembentukan struktur tanah yang baik dan stabil sehingga infiltrasi dan kemampuan menyimpan air tinggi, memudahkan penetrasi akar untuk penyerapan hara di dalam tanah dan peningkatan pertumbuhan mikroorganisme dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis PGPR dan dosis pupuk kotoran kambing yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl.Reformasi Gg.Matematika. penelitian ini berlangsung dari tanggal 12 Juni sampai 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) . perlakukan terdiri dari faktor pertama adalah jenis PGPR (p) dan faktor kedua adalah pupuk kotoran kambing (k). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dan diulang sebanyak 3 kali, terdapat 4 sampel setiap unit percobaan sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 108 sampel tanaman. Faktor pertama adalah jenis PGPR (P) terdiri dari :p1 = Paenibacillus alvei AK 4 SR, p2 = Bacillus cereus RH 8 SR, p3 = Bacillus cereus RH 8 SR + Paenibacillus alvei AK 4 SR (konsorsium). Faktor kedua adalah dosis pupuk kotoran kambing (K) terdiri dari :k1 = Pupuk Kotoran Kambing 10 ton/ha, k2 = Pupuk Kotoran Kambing 20 ton/ha ≈ (100 g/polybag, k3 = Pupuk Kotoran Kambing 30 ton/ha ≈ (150 g/polybag). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat kering, bobot polong segar tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat 100 biji kering dan jumlah biji per polong. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dan pupuk kotoran kambing terjadi interaksi pada variabel tinggi tanaman dan bobot polong segar per tanaman.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL Ansumeh, Aleksius; Basuni, Basuni; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63718

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman sayuran semusim yang tumbuh menjalar atau memanjat dengan menggunakan lanjaran. Usaha pemanfaatan limbah baglog jamur tiram sebagai kompos diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah aluvial sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang terbaik dari pemberian kompos limbah baglog jamur tiram terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 15 Agustus "“ 20 Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu kompos dengan 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 100 sampel tanaman perlakuan yang dimaksud yaitu p1 (100 g/polybag), p2 (300 g/polybag), p3 (500 g/polybag) dan p4 (700 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), panjang buah (cm), berat buah per tanaman (g) dan berat buah per buah (g). Pelaksanaan penelitian ini dimulai dengan menyiapkan media tanam yaitu tanah aluvial, kapur dolomit kemudian ditambahkan dosis kompos sesuai perlakuan, setelah itu diaduk merata dan diinkubasi selama 2 minggu. Analisis tanah dilakukan untuk melihat kandungan pH. Bibit mentimun berumur 2 minggu dipindahkan ke media tanam. Pemeliharaan meliputi penyiraman setiap hari pagi dan sore, pemupukan dengan NPK dengan dosis 0,4 g/polybag 15 HST, 0,8 g/polybag 20 HST dan 1,2 g/polybag 25 HST. Proses Pemanenan tanaman mentimun dilakukan 34 HST. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan kompos limbah baglog jamur tiram dengan dosis 300 g/polybag sudah mencukupi terhadap volume akar dan berat kering sedangkan dosis 700 g/polybag sudah mencukupi untuk berat buah per buah sedangkan hasil jumlah buah.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rahman Ollong Abi Fadila Abu Bakar Ade Irma Khairani - Adi Syamsuddin Agus Arianto, Agus Agus Sulistyono Ah. Yusuf Alfariski, Irgi Alit Armini, Ni Ketut Alnita Baaka Amalia, Nabilla Dihni Ambarwanti, Cahreta Andrayani, Ketti Andri Setiya Wahyudi Angelina N. Tethool Anik Handayani Anita Nurmasitoh Anjas Anjas, Anjas Ansumeh, Aleksius Arini, Wilhelmina Arizona, Rizki Artono, Agus Ashari, Asri Mulya Asih, Nuri Luthfi Asnawati Asnawati Asri Darmawati Asri Darmawati Asri, Monika Fenia Astuti Darmiyanti Astuti Rofida Aswin, Rosmayanti Atikah, Tika D. bagaskoro, isnaini jaya Bahiyah, Khoridatul Bambang Sri Anggoro Banjarnahor, Hotma Ria barudah, khusnul Basuni, Basuni Candra Panji Asmoro Candra Panji Asmoro, Candra Panji Capriati, Rossy Chairani Siregar Chamidah, Isni Nurul Chamidah, Isni Nurul Cholicul H Claude Mona Airin Cloudia, Hikma Bungsu Daniel Y. Seseray Darma, Septin Srimentari Lely Darussalam Darussalam, Darussalam Deltario Novian Joko Sucipto Dewi Liesnoor Setyowati Dini Anggorowati Djoko Agus Purwanto Dwi Budi Santoso Dwi Dina Romantika Dwi Nurhayati, Dwi Dwi Nurhidayati, Dwi Dwi Zulfita Ecin Kuraesin Eddy Santoso Edy Santoso Eka Mishbahatul Mar'ah Has Eko Aprianto Elida Ulfiana Elly Mustamir Erita Gustina Erlis Nur Mujiningsih, Erlis Nur Erwin Ayubi, Tika Esti Yunitasari Evamona Sinuraya Evi W. Saragih Fathurrahmah, Nuzul Isnaini Fauzul, Fauzul Ferry Effendi FIKRIYADI, FIKRIYADI Firdaus Indah Sari Firmana, Firmina Murniati Gading Ekapuja Aurizki Ginting, Anisa Yolanda Gregoria Ariyanti Gunawan, Elfedius Andre Hakim Zulkarnain Hakim Zulkarnain Hakim, Aji Qamara Dewi Harianja, Greace Hariyanti, Agus Heni Murti Wahyuni Hotlan Manik Ika Yuni Widyawati Ilya Krisnana, Ilya Indarwati , Retno Inriani, Noveling Intan Munawaroh Iriani Sumpe J. Wajo, Muhammad Jadimanto, Jadimanto Jailani Jailani Januardi Januardi, Januardi John Arnold Palulungan Jr, Rosalio G. Artes Juwita, Putri Karingga, Devangga Darma Kharisma, Nazza Khikmatul Mu’jizah Khusna, Nia Annisyatul Kipa Jundapri Kiswan Muhammad Kurniawati, Ninuk Dian Kuswata Kartawinata Lailatun Ni’mah Lekitoo, Marlyn N Lestari, Nila Lilik Manowati Lumban Gaol, Modesta Roma Mutiara Made Indra Ayu Astarini, Made Indra Ayu Makhfudli Makhfudli manurung, Lidia Marbun, Mega Sari Mardiani, Inna Nisawati Margaretha Kewa Lamak Martha Kayadoe Masitah Masitah Masrifah Masrifah Maulidi Maulidi Maulina, Nadira Meliany, Veronika Mimi Rosadi Miranda, Miranda Misutarno, Misutarno Moh. Khoiruddin Mohammad Nur Firdaus Muh D. RAM Muh. Abdurrouf Mukhlis - Mulyadi Mulyadi Mustaghfirin Mustaghfirin Nabilah, Arinda Putri Nalika Nazua Ridwan Nanang Fachruddin Nasrija, Hendra Nasronudin Nasronudin Nasution, Ruqoyyah Ni'mah, Lailatun Nihayati, Hanik Endang Niken Ariska Prawesti Niken Subekti Nisrina Nisrina Novando Sitanggang, Karunia Alpa Nur Hidayat Nurjani Nurmairina Nursalam . Nursalam, Nursalam Nuzul Qur'aniati Nuzul Qur’aniati O R Faidiban, O R Onong, Charles Pamela, Tia Paratami, Ando Peni Indrayudha Pramesti, Mardiani Rahayu Pratiwi, Anugrah Putri Prawesti, Niken Ariska Priyo Sambodo Puspitasari, Nindy Putri Lestari, Putri Putri, Pinandhita Putri, Pinandhita Qolbi Nur Qoidah Yahya Qur’aniati, Nuzul Rahma Illahi, Cinta Sasmita Ranting, Natalis Rapeah, Rapeah Ratia, Ratia Ratna Dewi Mulyaningtiyas Rini Susana Riski Hardani Riyadi, Muhammad Hamdan Rosyida, Rohima Tazkiyah Ruddy Polosakan, Ruddy Sadiyah, Halimah Sakdan, Sakdan Salsabila, Irma Saragih , Evi W. Sari, Riska Kusprita Septanto, Aby Nugrah Septiyaningsih, Tri Septiyaningsih, Tri Setia Budi Setyo Gunawan, Setyo Shelda, Priscila Shelda Sientje D. Rumetor Simamora, Endang Roswati Siti Hadijah Siti Nur Imamah Sodiqin, Sodiqin Sri Murlianti Sriani, Henni Suarilah, Ira Sudarsono Sulistiawati Sulistiawati Sunaryo Sunaryo Surachman Surachman Surbakti, Claudia Surbakti, Rori Sandri Dewi Br Susamto, Dina Amalia Susanti Susanti Susilastri, Dian Syahrum Agung Syaifuddin Kurnianto syarief ferry alkadrie Tabilangi, Charles Tantri Palupi Trias Isrichawati Triharini, Mira Trini Susmiati Tukatman Tukatman Usmayadi, Dedy Utami, Lia Wahyu Utami, Novi Tri Utomo, Jepri Vourvachi, Christina Wahyuni Tri Lestari Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Widarizki, Restik Bunga Widayati , Trisiwi W. Widayati, Isti Widiharti Widiharti Wulandari, Annisa Yuana yuana, Yuana Yuli Anggraini Yulis Setiya Dewi Yunitasari, Eva Yusuf, Razali Yusuf, Razali Yusuf, Razali YUSUF, RAZALI Zahroh, Nabila Shofiatuz