p-Index From 2021 - 2026
13.847
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Ilmu Ternak Jurnal Sains dan Teknologi Dentika Dental Journal Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga Al-'Adalah Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan ITEj (Information Technology Engineering Journals) Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Padjadjaran Journal of Dentistry Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Jurnal Agrotek Tropika Jurnal Agrotech Khairun Law Journal Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah UPEJ Unnes Physics Education Journal Journal of Innovative Science Education Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) JURNAL FARMASIMED (JFM) Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Majalah Farmasetika JIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Kesehatan Karya Husada Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Mu'allim Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Agroswagati : Jurnal Agronomi Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Agricultural Science Bestari: Jurnal Studi Pendidikan Islam Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) KHAIRUN LAW JOURNAL Jurnal Iso DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Education and Counseling Journal Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Natural e_Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi Jurnal Pengmas Kestra (JPK) Kartika: Jurnal Studi Keislaman Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam JPNM : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Lontar Physics Today Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (Jurnal AMPOEN) Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Economic, Management and Entrepreneurship Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa (Jurnal PKM BATASA) Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Jurnal Dirosah Islamiyah Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Algebra Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Prosiding Seminar Nasional Unimus Journal Of Agriculture Sciences (Agrosci) Jurnal Medika: Medika Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru UPEJ : Unnes Physics Education Journal Jurnal Dharma Indonesia Jurnal Pendidikan Guru Profesional Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah EDUKASI : Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Penambahan nanosilika abu cangkang kelapa sawit pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap perbedaan kekerasan permukaan dan kekuatan impak: studi eksperimental laboratoris Br Sitepu, Elisha Angela; Wahyuni, Siti
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 36, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v36i2.55884

Abstract

Pendahuluan: Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) sering digunakan untuk membuat basis gigi tiruan, namun memiliki kekurangan dalam hal kekuatan dan kekerasan sehingga mudah fraktur. Hal ini dapat diatasi dengan menambahkan bahan penguat nanosilika abu cangkang kelapa sawit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis  penambahan nanosilika abu cangkang kelapa sawit pada basis gigi tiruan RAPP terhadap perbedaan kekerasan permukaan dan kekuatan impak. Metode: Rancangan penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yang membagi 60 sampel berbentuk balok (65×10×2,5±0,5 mm) menjadi tiga kelompok: A (kontrol), B (nanosilika 5%), dan C (nanosilika 6%). Masing-masing 30 sampel diuji menggunakan Vickers Hardness Tester dengan satuan VHN (Vickers Hardness Number dan Charpy Impact Tester dengan satuan J/mm². Uji statistik yang digunakan Kruskal-Wallis kekerasan permukaan dan uji Anova satu arah pada kekuatan impak. Hasil: Uji kekerasan permukaan kelompok A adalah 15,36 ± 0,39 VHN, kelompok B adalah 16,85 ± 0,27 VHN, dan kelompok C adalah 18,45 ± 0,41 VHN. Uji kekuatan impak kelompok A adalah 11,36 ± 1,64 J/mm2, kelompok B adalah 5,61 ± 1,50 J/mm2, dan kelompok C adalah 4,82 ± 1,44 J/mm2. Ada perbedaan yang signifikan dengan p=0,0001. Ada perbedaan yang signifikan pada kekerasan permukaan antara kelompok A dengan kelompok B dan C dengan p=0,0001 (p<0,05), dan kelompok B dengan kelompok C dengan p=0,0001 (p<0,05), terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kekuatan impak antara kelompok A dengan kelompok B dan C dengan p=0,0001 (p<0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan kekerasan permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan penambahan nanosilika abu cangkang kelapa sawit 5 dan 6%, namun menurunkan kekuatan impak, tetapi nilai kekuatan impak yang diperoleh masih berada dalam standar ISO. Kata kunci resin akrilik polimerisasi panas, nanosilika, abu cangkang kelapa sawit, kekerasan permukaan, kekuatan impakThe effect of addition nanosilica palm kernel shell ash in heat-cured acrylic resin denture base on surface hardness and impact strength: a laboratory experimental studyIntroduction: Heat-polymerized acrylic resin (HPAR) is commonly used for denture bases but is limited by its strength and hardness, which makes it prone to fractures. This limitation can be addressed by adding nanosilica derived from palm kernel shell ash as a reinforcing material. This study aims to analyze the effect of adding palm kernel shell ash nanosilica on HPAR dentures base on surface hardness and impact strength. Methods: This laboratory experiment involved 60 block-shaped samples (65 × 10 × 2.5 ± 0.5 mm) divided into three groups: Group A (control), Group B (5% nanosilica), and Group C (6% nanosilica). Surface hardness for each group was tested using the Vickers Hardness Tester, with results in Vickers Hardness Number (VHN), and impact strength was tested using the Charpy Impact Tester, with results in J/mm². Statistical analysis was performed using Kruskal-Wallis test surface hardness and one-way ANOVA for impact strength. Results:  Surface hardness for Group A was 15.36 ± 0.39 VHN, Group B was 16.85 ± 0.27 VHN, and Group C was 18.45 ± 0.41 VHN. Impact strength for Group A was 11.36 ± 1.64 J/mm², Group B was 5.61 ± 1.50 J/mm², and Group C was 4.82 ± 1.44 J/mm², with significant differences observed (p=0.0001). Significant differences in surface hardness were found between Group A and both Groups B and C (p=0.0001) as well as between Groups B and C (p=0.0001). Similarly, significant differences in impact strength were observed between Group A and both Groups B and C (p=0.0001). Conclusion: There is a difference in the surface hardness of heat-polymerized acrylic resin denture base with the addition of 5% and 6% from palm kernel shell ash; however, the impact strength decreases. Nevertheless, the impact strength values remain within ISO standards.Keywordsheat cured acrylic resin, nanosilica, palm kernel shell ash, surface hardness, impact strength
The difference in the effect of immersing heat-polymerized acrylic resin denture base in basil (Ocimum basilicum) leaf extract and chlorhexidine on the quantity of Candida albicans: study experimental Nasution, Assajdah; Wahyuni, Siti; Tarigan, Slamat
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.61155

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Denture material that is often used as a base is heat-cured polymethyl methacrylate (PMMA) acrylic resin (hot polymerized acrylic resin). This material has microporosity which causes easy accumulation of food residue. Essential oils in basil leaves can inhibit several bacteria and fungi such as Candida albicans. This study aims to analyze the difference in the effect of immersing heat-polymerized acrylic resin (HPAR) denture base in basil (Ocimum basilicum) leaf extract at concentrations of 15%, 20%, 25%, as well as chlorhexidine, on the quantity of Candida albicans. Methods: This type of research is a laboratory study with RAPP denture base samples soaked in basil leaf extract 15%, 20%, 25%, and chlorhexidine for 15 minutes with samples measuring 10x10x1 mm as many as 30 samples. Each sample was measured using a spectrophotometer. Samples were analyzed by hapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, and Mann-Whitney tests. Results: The results of the Kruskal-Wallis test showed that there was an effect of soaking RAPP denture base in basil leaf extract of 15%, 20%, 25%, and chlorhexidine after being compared with aquabidest (control) on the number of Candida albicans with a value of p = 0.019 (p <0.05). Conclusion: Immersing HPAR denture base in basil (Ocimum basilicum) leaf extract for 15 minutes has a significantly greater effect in inhibiting the growth of Candida albicans compared to chlorhexidine.KEY WORDS: Acrylic denture, chlorhexidine, basil leaf extract, acrilyc, Candida albicansPerbedaan pengaruh perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) dan klorheksidin terhadap jumlah Candida albicans: Studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan:  Bahan gigi tiruan yang sering digunakan sebagai basis adalah resin akrilik polimethyl methacrylate (PMMA) jenis heat cured (resin akrilik polimerisasi panas). Bahan tersebut memiliki mikroporositas yang menyebabkan mudah terjadi akumulasi sisa makanan. Minyak atsiri pada daun kemangi mampu menghambat beberapa bakteri dan jamur seperti Candida albicans. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pengaruh perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) 15%, 20%, 25% dan klorheksidin terhadap jumlah Candida albicans. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian laboratorium dengan sampel basis gigi tiruan RAPP yang direndam dalam ekstrak daun kemangi 15%, 20%, 25%, dan klorheksidin selama 15 menit dengan sampel berukuran 10x10x1 mm sebanyak 30 sampel. Setiap sampel diukur menggunakan spektrofotometer. Sampel dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney. Hasil: Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa, ada pengaruh perendaman basis gigi tiruan RAPP dalam ekstrak daun kemangi 15%, 20%, 25%, dan klorheksidin setelah dibandingkan dengan akuabides (kontrol) terhadap jumlah Candida albicans dengan nilai p=0,019 (p<0,05). Simpulan: Perendaman basis gigi tiruan RAPP dalam ekstrak daun kemangi selama 15 menit memiliki perbedaan pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan dengan klorheksidin dalam menghambat pertumbuhan jumlah Candida albicans.KATA KUNCI: Gigi tiruan akrilik, klorheksidin, ekstrak daun kemangi, akrilik, candida albicans
Effect of surface treatment of T-shaped diatoric holes on the shear bond strength of acrylic artificial teeth with thermoplastic nylon denture base: Study experimental Melga Syam, Anni'mah Agpabratasino; Wahyuni, Siti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.60428

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Surface treatment is a process that modifies the surface of an object that results in changes in morphological structure and physical properties of the material.  Examining the shear bond strength is important to assess the ability to withstand interfacial loads between the artificial tooth surface and the denture base. The purpose of this study was to analyze the effect of surface treatment with T-shaped diatoric holes on the shear bond strength of acrylic artificial teeth with thermoplastic nylon denture base. Methods: This study used 32 samples of maxillary central incisor acrylic artificial teeth bonded with thermoplastic nylon denture bases. The samples were cylindrical with a diameter of 18 mm and a height of 20 mm, divided into four groups: one without surface treatment, and three with surface treatment using T-shaped diatoric holes with diameters of 0.8 mm, 1.2 mm, and 1.8 mm. Shear bond strength was measured using a Universal Testing Machine. The data were analyzed using a One-way Anova test, followed by Least Significant Different (LSD) test. Results: The mean shear bond strength without surface treatment was 0.666 ± 0.151 MPa, while with surface treatment using T-shaped diatoric holes, values were as follows: 0.8 mm was 2.079 ± 0.261 MPa, 1.2 mm was 3.354 ± 0.564 MPa, and 1.8 mm was 4.475 ± 0.639 MPa. The p value was 0.0001 (p < 0.05). Conclusion: There was a difference in the additional effect of surface treatment with T-shaped diatoric holes of 0.8 mm, 1.2 mm, and 1.8 mm on the shear bond strength of acrylic artificial teeth with thermoplastic nylon denture base. The 1.8 mm diameter holes resulted in the highest shear bond strength values.KEY WORDS: surface treatment T-shaped diatoric holes, shear bond strength, thermoplastic nylon basePerbedaan efek penambahan surface treatment T-shaped diatoric holes terhadap kekuatan ikatan geser gigi artifisial akrilik dengan basis gigi tiruan nilon termoplastik: Studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: Surface treatment adalah perlakuan terhadap permukaan suatu benda yang menghasilkan perubahan bentuk morfologi dan perubahan sifat fisis bahan.  Penelitian mengenai kekuatan ikatan geser penting dilakukan untuk melihat kemampuan menahan beban interfacial antara permukaan gigi artifisial dengan basis gigi tiruan. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan efek penambahan surface treatment T-shaped diatoric holes terhadap kekuatan ikatan geser gigi artifisial akrilik dengan basis gigi tiruan nilon termoplastik. Metode: Penelitian ini menggunakan 32 sampel gigi artifisial akrilik insisivus sentralis rahang atas yang disatukan dengan basis gigi tiruan nilon termoplastik. Sampel berbentuk silindris dengan diameter 18 mm dan tinggi 20 mm, dibagi menjadi empat kelompok: tanpa surface treatment, dengan surface treatment T-shaped diatoric holes berdiameter 0,8 mm, 1,2 mm, dan 1,8 mm. Pengukuran kekuatan ikatan geser dilakukan menggunakan alat Universal Testing Machine. Hail data dianalisis dengan uji One-way Anova dilanjutkan uji Least Significant Different (LSD). Hasil: Nilai rerata kekuatan ikatan geser tanpa surface treatment adalah 0,666 ± 0,151 MPa, sedangkan dengan surface treatment T-shaped diatoric holes 0,8 mm adalah 2,079 ± 0,261 MPa, 1,2 mm adalah 3,354 ± 0,564 MPa, dan 1,8 mm adalah 4,475 ± 0,639 MPa, dengan nilai p=0,0001 (p<0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan efek penambahan antara surface treatment dengan T-shaped diatoric holes 0,8 mm, 1,2 mm, dan 1,8 mm terhadap kekuatan ikatan geser gigi artifisial akrilik dengan basis gigi tiruan nilon termoplastik. Diameter 1,8 mm menghasilkan nilai kekuatan ikatan geser yang lebih besar.KATA KUNCI: surface treatment T-shaped diatoric holes, kekuatan ikatan geser, basis nilon termoplastik.
The effect of silica addition from palm shell ash on the impact strength of heat-polymerized acrylic resin denture base: Study experimental Pradana, Benny; wahyuni, Siti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.60516

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Heat-polymerized acrylic resin is a denture base material that is often used due to its good aesthetic properties. However, it has a drawback in terms of impact strength, making it prone to cracking or fracturing after repeated impacts over time. The addition of reinforcing materials, such as silica derived from palm shell ash, is expected to enhance its impact strength. This study aims to analyze the effect of adding silica from palm shell ash at concentration of 2% and 5% on the impact strength of heat-polymerized acrylic resin denture base. Methods: This study was a laboratory experiment using samples measuing 65x10x2.5 mm; in accordance with ISO 1567. A total of 30 samples were divided into three groups:  Group A (control,without silica addition), Group B (2% silica additon) and Group C (5% silica addition). The sample size was determined using the Federer formula, and the impact strength test was conducted using the Izod Impact Testing method. A one-way ANOVA test was performed to analyze the effect of silica addition from palm shell ash on the impact strength of heat-polymerized acrylic resin denture base Results: The mean and standard deviation of impact strength in the 5% concentration group (Group C) showed the highest value compared to other groups, with a result of 13.47 ± 1.50 x 10-3 J/mm2. Based on the one-way ANOVA test, a p-value of 0.001 was obtained, indicating a significant effect of silica addition on the impact strength of heat-polymerized acrylic resin denture base. Conclusion: The addition of silica as a reinforcing material significantly influenced the impact strength of heat-polymerized acrylic resin denture bases. The 5% silica concentration group exhibited the highest impact strength values.KEY WORDS: heat-polymerized acrylic resin, silica, palm shell ash, impact strength.Perbedaan pengaruh penambahan silika dari abu cangkang kelapa sawit pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak: studi eksperimentalABSTRAK Pendahuluan: Resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan basis gigi tiruan yang sering digunakan karena memiliki nilai estetik yang baik, namun bahan ini memiliki kekurangan dalam hal kekuatan impak sehingga bahan ini mudah mengalami retak atau fraktur setelah beberapa pemakaian akibat benturan yang dialami bahan secara berulang. Penambahan bahan penguat, salah satunya berupa silika dari abu cangkang kelapa sawit yang diharapkan dapat meningkatkan kekuatan impak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh penambahan silika 2% dan 5% dari abu cangkang kelapa sawit pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak. Metode: Jenis Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris, menggunakan sampel dengan ukuran (65x10x2,5) mm berdasarkan ISO 1567. Total sampel sebanyak 30 buah dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok A tanpa bahan penguat (kelompok kontrol) dan kelompok B, C; kelompok dengan penambahan silika dengan konsentrasi 2% dan 5%. Uji kekuatan impak menggunakan Izod Impact Testing. Uji one-way ANOVA digunakan untuk menganalisis perbedaan pengaruh penambahan silika 2% dan 5% dari abu cangkang kelapa sawit pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak. Hasil: Hasil rerata dan standar deviasi kekuatan impak pada kelompok dengan konsentrasi 5% (kelompok C), menghasilkan nilai tertinggi dibandingkan kelompok lainnya yaitu sebesar 13,47 ± 1,50 x 10-3 J/mm2. Berdasarkan hasil uji one-way ANOVA didapatkan nilai p=0,001 sehingga dinyatakan ada pengaruh yang signifikan penambahan silika pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak. Simpulan: Penggunaan silika sebagai bahan penguat pada bahan basis gigi tiruan akrilik polimerisasi panas dapat memengaruhi kekuatan impak, dan kelompok dengan konsentrasi 5% yang memiliki kekuatan impak paling tinggi.KATA KUNCI: Resin akrilik polimerisasi panas, silika, abu cangkang kelapa sawit, kekuatan impak. 
Effect of different polishing system on bis-acryl material surface roughness and gloss: experimental study Khuzairi, Hafidz Al; Kodasi, Cintya; Andryas, Ika; Wahyuni, Siti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.60267

Abstract

ABSTRACT Introduction: Bis-acryl composite resins are commonly used for temporary crowns but are difficult to polish due to their soft resin and hard filler particles. Well-polished surface on temporary crowns offers benefits like better gingival-health, improved mastication, and better aesthetics. Multi-step aluminum oxide discs and one-step diamond discs are effective for polishing bis-acryl materials. This study aimed to analyze the surface roughness and gloss of bis-acryl provisional crowns before and after polishing with two different polishing systems. Methods: Total of 72 samples (10x2 mm and 16x2 mm) were divided into two groups (I and II) for roughness and gloss analysis. Each group was further subdivided into four sub-groups (IA,IIA,IB, and IIB). Groups IA and IIA were polished using the aluminum oxide multi-step system, while groups IB and IIB were polished using the diamond one-step system. All samples were pre-standardized with abrasive paper #1000 before polishing. Surface roughness and gloss were measured using profilometer and glossmeter before and after polishing. The data were analyzed using paired t-test (p<0.05). Results: After polishing, the surface roughness for the aluminum oxide group was 0.18±0.02, with gloss value of 46.55±1.31. The diamond disc resulted in surface roughness of 0.15±0.02 and gloss value of 51.08±1.76. Statistically significant differences were found in surface roughness and gloss between groups IA and IB (p=0.0001), delta gloss between groups IIA and IIB (p=0.0001). Conclusions: Both polishing systems produced acceptable surface roughness (0.20 μm) and gloss (40-60 GU). However, the diamond one-step system produced a smoother and glossier surface with greater efficiency. KEY WORDS: Bis-acryl, surface roughness, gloss, aluminum oxide, diamond Pengaruh perbedaan sistem pemolesan terhadap kekasaran dan kilap permukaan pada material bis-acryl: studi eksperimental ABSTRAKPendahuluan: Resin komposit bis-acryl sering digunakan untuk mahkota sementara, namun sulit dipoles karena kombinasi resin lunak dan partikel filler keras. Permukaan mahkota yang dipoles memberikan keuntungan dalam perawatan gigi, seperti kesehatan gusi, pengunyahan, dan estetika. Disk aluminium oksida dan disk diamond dianggap efektif untuk pemolesan bahan bis-acryl. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekasaran dan kilap permukaan bahan mahkota sementara bis-acryl sebelum dan sesudah pemolesan dengan dua sistem pemolesan yang berbeda. Metode: Sebanyak 72 sampel bis-acryl berbentuk disk (10x2 mm dan 16x2 mm) dibagi menjadi dua kelompok (kelompok I dan II) untuk evaluasi kekasaran dan kilap permukaan. Setiap kelompok dibagi lagi menjadi empat sub-kelompok (IA, IIA, IB, IIB). Kelompok IA dan IIA dipoles dengan disk aluminium oksida sistem multi-langkah, sedangkan kelompok IB dan IIB dipoles dengan disk diamond sistem satu langkah. Sebelum pemolesan, semua sampel distandarisasi menggunakan kertas abrasif #1000 dengan rotary grinder. Profilometer dan glossmeter digunakan untuk mengukur kekasaran dan gloss permukaan. Kemudian data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (P<0.05).Hasil: Setelah pemolesan, kekasaran permukaan dengan disk aluminium oksida adalah 0,18±0,02 dengan gloss 46,55±1,31. Dengan disk diamond, kekasaran permukaan menjadi 0,15±0,02 dengan gloss 51,08±1,76. Uji T menunjukkan perbedaan signifikan pada kekasaran dan gloss antara kelompok IA dan IB (p=0,0001), serta perbedaan signifikan pada gloss antara kelompok IIA dan IIB (p=0,0001). Simpulan: Kedua sistem pemolesan menghasilkan kekasaran permukaan dan gloss yang dapat diterima, namun disk diamond menghasilkan permukaan yang lebih halus dan mengkilap dengan efisiensi lebih tinggi. KATA KUNCI: Bis-acryl, kekasaran permukaan, kilap, aluminum oksida, diamond 
The effect of addition of chitosan nano gel on denture base materials heat polymerized acrylic resin on impact strength: Study experimental Adillah, Afif; Zulkarnain, Muhammad; Wahyuni, Siti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.60639

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Heat-polymerized acrylic resin (HPAR) is the most widely used denture base material for denture bases due to several advantages, including non-toxicity, biocompatibility, availability, and has good aesthetics. However, HPAR has a significant drawback, specifically low impact strength, especially with long-term denture use, which necessitates the addition of a reinforcing material such as chitosan nano gel. The aim of this study was to analyze the effect of adding chitosan nano gel on the impact strength of HPAR denture base material. Methods: This study was a laboratory experiment conducted with samples measuring 60 mm x 6 mm x 4 mm, following ISO 20795-1 standards. A total of 30 samples were divided into three groups: a control group, 1% chitosan nano gel group, and a 1.25% chitosan nano gel group. The sample size was determined using the Federer formula. The impact strength of the samples was tested using a Charpy tester, and the data were analyzed by one-way ANOVA test. Results:  The impact strength of HPAR in the control group and the two treatment groups (1% and 1.25% chitosan nano gel) were 7.25 x 10-3 J/mm2, 10.17 x 10-3 J/mm2, and 9.07 x 10-3 J/mm2, respectively. The addition of chitosan nano gel to the HPAR denture base material significantly increase the impact strength (p = 0.001; p < 0.05). Conclusion: The incorporation of chitosan nano gel into the HPAR denture base material enhances impact strength, with the highest impact strength observed at a concentration of 1% chitosan nano gel.KEY WORDS: Chitosan nano gel, heat-polymerized acrylic resin, impact strengthEfek penambahan kitosan nano gel pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak: Studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: Resin Akrilik Polimerisasi Panas (RAPP) merupakan bahan basis gigi tiruan yang paling banyak digunakan pada pembuatan basis gigi tiruan karena beberapa keunggulan yaitu tidak bersifat toksik, biokompatibel, mudah didapat, dan estetik yang baik. Meskipun demikian, RAPP juga memiliki kelemahan yaitu kekuatan impak yang rendah akibat pemakaian gigi tiruan jangka panjang, sehingga diperlukan bahan penguat berupa kitosan nano gel. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efek penambahan kitosan nano gel pada bahan basis gigi tiruan RAPP terhadap kekuatan impak. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan sampel ukuran 60mm x 6mm x 4mm berdasarkan ISO 20795-1. Total 30 sampel dengan konsentrasi kontrol, kitosan nano gel 1%, dan 1,25%. Rumus besar sampel menggunakan rumus Federer, kemudian uji kekuatan impak sampel diuji dengan alat Charpy tester. Data dianalisis dengan uji ANOVA satu arah. Hasil: Nilai kekuatan impak RAPP kelompok kontrol dan kedua kelompok perlakuan penambahan kitosan nano gel 1% dan 1,25% adalah 7,25 x 10-3 J/mm2, 10,17 x 10-3 J/mm2, dan 9,07 x 10-3 J/mm2. Penambahan kitosan nano gel pada bahan basis gigi tiruan RAPP dapat meningkatkan kekuatan impak secara signifikan (p=0,001 (p<0,05)). Simpulan:  Penambahan kitosan nano gel pada bahan basis gigi tiruan RAPP berpengaruh dalam meningkatkan kekuatan impak dengan nilai kekuatan impak tertinggi pada konsentrasi 1%KATA KUNCI: Kitosan nano gel, kekuatan impak, resin akrilik polimerisasi panas.
KURIKULUM PENDIDIKAN DARI PERSPEKTIF FILOSOFI PROGRESIVISME, HUMANISME DAN KONTRUKSIVISME: KAJIAN PUSTAKA Wahyuni, Siti; Hidayat, Nandang; Hapsari, Fadjriah
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i1.26319

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi filosofi progresivisme, humanisme, dan konstruktivisme terhadap pengembangan kurikulum pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji literatur terkait prinsip-prinsip utama ketiga filosofi tersebut dan penerapannya dalam pembelajaran. Progresivisme menekankan pentingnya pengalaman nyata dalam proses belajar, humanisme berfokus pada pengembangan potensi individu secara holistik, sedangkan konstruktivisme menekankan pada pembelajaran aktif di mana siswa membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman mereka. Ketiga filosofi ini berperan penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ketiga filosofi ini dapat menciptakan kurikulum yang relevan, adaptif, dan berpusat pada siswa. Selain itu, kajian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum modern yang mendukung pembelajaran berbasis pengalaman, mengakomodasi kebutuhan emosional, sosial, dan intelektual siswa, serta memfasilitasi interaksi aktif antara siswa dan guru. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan pendidikan dapat menghasilkan individu yang siap menghadapi tantangan global dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DALAM PERSPEKTIF BERPIKIR STRATEGIS (STUDI KASUS DI SMA PGRI 24 JAKARTA) Wahyuni, Siti; Hidayat, Rais; Cahyo, Ismail Dwi
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i1.26434

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan Merdeka Belajar di SMA PGRI 24 Jakarta telah diimplementasikan dengan mempertimbangkan prinsip berpikir strategik, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Upaya sekolah dalam memahami dan menerapkan kebijakan ini sudah terlihat melalui fleksibilitas kurikulum, kolaborasi dengan pihak eksternal, dan pengembangan strategi pembelajaran berbasis proyek. Namun, beberapa hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital guru, dan rendahnya keterlibatan orang tua masih memengaruhi optimalisasi kebijakan ini keterbatasan pelatihan bagi guru yang berdampak pada kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran yang efektif. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi juga menjadi kendala dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pendekatan berpikir strategik yang lebih terencana dan terpadu, didukung oleh pelatihan intensif serta penguatan evaluasi berbasis teknologi, dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar di sekolah tersebut. Hasil penelitian disajikan berdasarkan data dari studi literatur, observasi lokasi, dan analisis kebijakan antara lain: 1) Pemahaman dan Komitmen Stakeholder; 2) Fasilitas dan Infrastruktur Pendukung; 3) Fleksibilitas Kurikulum dan Strategi Pembelajaran; 4) Evaluasi dan monitoring.
UPAYA GURU DALAM MEMBINA KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DI RA MIFTAHURRAHMAN KEMBANGSARI JATIBANTENG SITUBONDO Wahyuni, Siti; Istifadah, Shovi Yatul; Ahmad, Arief Rosyidan
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.6239

Abstract

Guru merupakan salah satu unsur penting dalam membentuk generasi unggul. Guru berperan dalam pembinaan karakter pada anak. Anak usia 4-5 seharusnya sudah terbiasa dengan karakter disiplin dan religius seperti menunggu giliran, meletakkan benda pada tempatnya, dan mengucapkan salam serta do’a. Akan tetapi masih terdapat peserta didik di RA Miftahurrahman yang belum mencerminkan sikap disiplin dan relegius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam membina karakter disiplin dan religius serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam membina karakter kepada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan yang diwawancarai ialah kepala sekolah dan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan upaya yang dilakukan guru dalam membina karakter disiplin dan religius pada anak belum optimal, dikarenakan kurangnya dukungan dari orangtua sehingga perlu kerja keras dalam memberikan pemahaman yang baik kepada anak. Upaya yang diterapkan guru ialah berbentuk pendekatan seperti memberikan perhatian, pembiasaan, motivasi, dan pemahaman. Kendala dalam membina karakter peserta didik ialah kurangnya perhatian dan kerjasama orangtua.
UNIVERSALISME VERSUS PARTIKULARISME DALAM KASUS PEMBUNUHAN PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT MELAYU JAMBI Wahyuni, Siti
Khairun Law Journal Volume 8 Issue 2, March 2025
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v8i2.8975

Abstract

Pada Kabupaten Batang Hari Jambi telah terjadi kasus tindak pidana pembunuhan yang diselesaikan melalui hukum adat terdapat dua kasus diselesaikan secara hukum adat penuh tanpa dilanjutkan pada proses hukum menurut SPP Indonesia dan tiga kasus diselesaikan secara hukum adat dengan dilanjutkan pada proses hukum menurut SPP Indonesia. Proses penyelesaian secara hukum adat akan mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat dan dapat mengembalikan keseimbangan dalam masyarakat yang telah terganggu karena terjadinya kejahatan. Ditinjau dari KUHP, penyelesaian kasus pidana pembunuhan tersebut tidak mungkin dilakukan melalui hukum adat karena bertentangan dengan ketentuan dalam KUHP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif dengan pendekatan Undang-Undang. Penelitian normatif ini sumber utama yang digunakan adalah data sekunder atau bahan Pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, Penarikan kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dikumpulkan dilakukan dengan metode analisis normatif kuantitatif. KUHP mengatur berbagai bentuk tindak pidana pembunuhan yaitu: Pembunuhan biasa (Pasal 338 KUHP) Pembunuhan yang Didahului Tindak Pidana Lain (Pasal 339 KUHP) Pembunuhan Berencana (Pasal 340 KUHP) Pembunuhan atas permintaan korban sendiri (Pasal 344 KUHP) Pengajuan dan Pertolongan pada Bunuh Diri (Pasal 345 KUHP). Adat melayu jambi adalah sistem pandangan hidup masyarakat jambi yang kokoh. Hukum adat melayu jambi adalah hukum adat yang berlandaskan Adat bersendi syara’, syara’ bersendikan kitabullah. Penyelesaian kasus melalui lembaga adat dengan maksud mencari penyelesaian secara win-win solution yaitu suatu bentuk penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak yang bersengketa karena tidak ada menang atau kalah, keduanya mempunyai kedudukan yang sama. Masyarakat lebih tunduk pada hukum adat setempat dimana mereka tinggal.
Co-Authors Abrori, Abrori Adillah, Afif Aditya Marianti Agustiar, Riza Dwi Ahmad Joeffrey, Iffa Iessyahura Ahmad, Arief Rosyidan Ajeng Zulfa Salsabila Akbar Dafi Isworo Putra Al Hakim, M. Faris Aldan Nugraha Alghifari, Jerico Rizky Alia, Assila Rahma Almasdi Syahza Alsya Yulkha Putri Alya Karima Amalia, Safitri Nurul Amanda, Belia Putri Amesta, Venna Restuesa Anggraeni, Milka Annista, Ranti Apriani, Chairunnisa Aprilia Naumi, Sandra Ari Wibowo, Prasetio Ariadi Santoso Arief Budhiman Aritonang, Halimatutsahdia AROFATUL HIDAYAH Asmaroni, Dedy Asrianda Asrianda Astrina, Ika Auliana, Amirah Najla Aulya, Stevy Puspa Bagas Hamdanirahman Baharuddin, Muhammad Rusli Bambang Eko Susilo Baskoro Wicaksono, Baskoro Basriannor, Agus Benny Prasetiya Br Sitepu, Elisha Angela Br Situmorang, Novidawati Budiawan, Raden Yusuf Sidiq Budirokhman , Dodi Budirokhman, Dodi Cahyo, Ismail Dwi Cek Dara Manja Christiyanti Aprinastuti, Christiyanti Dahlia Fisher Dalimunthe, Juliana Darsono, Teguh Deden Defitasari, Wahyu Desiana, Lidia Desnaranti, Laila Devi Tri Herlanda Dewi Kartika Dian Herdiana Diani Aliansy Dri Santoso Dwi Resty Kartika Dwirayani, Dina Eddy Dahar Effendi, Bella Astria Elin Agni Nurul Qolbi Ellianawati, Ellianawati Endang Sujana Engol, Selviana Fajriani Ananda Faradisa, Irsya Faridha, Ghina Fathoni, Muhammad Arif Fathoni, Muhammad Nur Febrian, Arif Fitri Yani Fitriyati, Devi Ghaziyah Rukhiyah Shofa Gunawan, Ayu Sabrina Gunawan, Elvira Tiara Gurum Ahmad Pauzi Hafit Nuroswandi Hanapi, Tania Handi Burhanuddin Hapsari, Fadjriah Hapsari, Fadjriah Harry Agusnar Hasanah Fitria Hayatun Sabariah Helda Valentinadia Herawati, Mirna Hidayanti, Dina Ulfa Hidayat, Nandang Hidayat, Rais Hilmanul Hamdi Muhammad Hoiria, Anisa Ika Andryas Ika Septiana Indraswari, Anisa Wulan Iramdan, Iramdan Irawati Utami, Inayah Irnawati Irnawati Isa Akhlis Isrok’atun, Isrok’atun Isti Mulyawati Istifadah, Shovi Yatul jaka rukmana Jati, Utami Joko Saefan Jumarniati, Jumarniati Juniawaty, Rudeva Juriah, Siti Karimah, Zianatul Karmayanti Kartika Dwi Arisanti Khuzairi, Hafidz Al Kodasi, Cintya Kristin Oktaviani Lambang Subagiyo Lubis, Basyariah M, Magdalena M. Cholid Mawardi M. Fachri Adnan M. Rasya Anugrah Putra Rafa M. Rizky Ferdiansyah Mahfuddin, Muhammad Fiqhi Mala, Pingki Hidayatul Mamudah, Amelia Husnul Manurung, Lengsi Marbun, Romauli Anna Maulana Maulana, Maulana Maulana, Faith Miftah Maulidiyah, Nur Laila Mayashofa Rhoyachin Melga Syam, Anni'mah Agpabratasino Mirna Herawati Mubarak , Adham Muh. Akhsan Akib, Muh. Akhsan Muhammad Rafi Akmal Muhammad Zulkarnain Muhammd Iqbal Mulana Muqoyyanah Nainggolan, Hotdoriska Nainggolan, Rahel Stevani Nasution, Assajdah Nasution, Aulia Nadhira Rayendra Nava Prasetya Nawia, Femy Nazahah Ulin Nuha Niasari Silaen, Ayu Renta Noor Shodiq Askandar Novia Fadilah Akbar Novitasari, Dhini Wahyuni Nuni Widiarti Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nuriawati, Ellyta Nurisman, Husain Nurjanah, Tina Nurrokhmatulloh, Nurrokhmatulloh Parinduri, Anggi Isnani Prabowo, Hanggono Arie Pradana, Benny Prasetyo, Meilina Pratiwi, Fadilla Cikal puspitasari, feny Putra, Ferdy Pratama Putradavi, Muhammad Farhans Putri Aulia Azahra Putri, Asyuni Putri, Dian Permana Putri, Novita Delima Putut Marwoto Rachelli, Cindy Aulia Rafi, Mohamad Afifuddin Rafly, Muhammad Rahayu, Susi Afrianti Rahayu, Winarni Rahim Nasution, Filza Annisa Rahma, Amalia Nur Rakhmawati Rakhmawati Ravichanthiran, Jeewena Restu Ayu Eka Pustika Dewi Retno Prayudyaningsih Rifa Alfiatu Rohmatin Rifky Rangga Arnawa Rini, Nur Widya Riski Nurfadillah Ritonga, Saidah Riyono, Bado Rodhiyah, Afsika Rofi'ah, Siti Hidayatur Rofingah, Dwi Kurniati Salma Aulia Rahmatillah Sari, Dian Wulan Sari, Virgania satria wiguna Selawati, Selawati Setiyanda, Karista Gadis Shauti, Fadhil Ramadhan Sianipar, Sinta Sihombing, Yanna Sihombing, Yanna Rotua Silvia, Melani Simorangkir, Zefanya Cornelia Sinambela, Pretty Novia Sinta Febriyanti Situmorang, Novidawati Br Sri Sukaesih Suarman Suarman Suci Wulandari Suhada, Hadisfied Rama Sujacka Retno Sulhadi Sulis Setiawati Sumarti Endah Purnamaningsih Maria Margaretha Syaifullah Syamsiar Zamzam Syatrawati Tamin, Haslinda Z Tarigan, Slamat Tarsis, Joanna Tania Teguh Sarwo Aji Titis Dwi Nurhannisa Tri Diana Trida Ridho Fariz Umi Trisnaningsih Vebrianti, Vionika Veronica Angelia W Warsito Wachdijono Wachdijono Wachdijono, Wachdijono Wahyu Hardyanto Wahyuningsih, Diana Arin Wardatun, Putri Alfia Wijaya Wijaya Wildani, Andi Amalia Winarni Rahayu Wiyandika, Reza Yuanita, Dianis Izzatul Zaenal Arifin Zakia Adillah, Arwa Ghina Zakiah, Neneng Zakiyah Amini Zeinora Zeinora, Zeinora zezen zainul ali Zidni Ilman, Nida Rezkia