Claim Missing Document
Check
Articles

Pentingnya Pemanfaatan Electronic Book (e-book) dalam Membentuk Moralitas Generasi Z eka bella anindia; Gunawan Santoso; Masduki Asbari; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.171

Abstract

Perkembangan teknologi yang berdampak pada pendidikan, membuat suatu inovasi baru, yaitu dengan adanya electronic book (e-book). Selain munculnya e-book, perkembangan teknologi juga membentuk Generasi Z yang bergantung kepada ponsel pintar dan perangkat sejenisnya. Adanya ketergantungan tersebut, pada akhirnya memengaruhi moralitas dari Generasi Z, yang cenderung sensitif, individualis, dan sulit membuat keputusan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, tulisan ini membuat rekomendasi solusi dengan memanfaatkan e-book sebagai pendorong moralitas Generasi Z. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membuat rekomendasi solusi dengan memanfaatkan e-book sebagai pendorong moralitas Generasi Z. Hasil dari penulisan artikel ini adalah pemanfaatan e-book ini harus didukung oleh adanya sosialisasi, desain yang inovatif dan kreatif, serta adanya kolaborasi antara e-book dengan mata kuliah atau mata pelajaran pendidikan karakter.
Kunci Literasi: Jangan Paksa Anak Membaca? Nabila Febiyanti; Masduki Asbari; Silvi Lestari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.179

Abstract

The purpose of this study was to find out Nadiem Makarim's philosophical study from the Guru Dok TV Youtube channel entitled "The Key to Literacy, don't force children to read!". In this study, the researcher used a qualitative approach with the note-taking method because the source of the data that the researcher obtained was obtained through listening. The result of a brief review of the process of listening to this philosophical study is that the role of the family is very strategic in fostering children's interest in reading. In fact, this role must be strengthened from an early age, even if it is only limited to the introduction of letters and numbers.
Bahaya Positif Thinking? Adilla Cahya Yuniar; Marwiyatul Atfal; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.203

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja sisi negative Positive Thingking dari channel youtube podcast TEDx Talks yang berjudul “The Danger Of Positive Thinking”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil Studi ini menjelaskan bahwa Berfikir positif adalah hal yang luar biasa, tetapi itu bisa membawa kita ke dalam masalah besar jika kita terlalu berlebihan dalam berpositif thinking. Akan ada bahaya yang dapat timbul jika dalam setiap segi kehidupan kita, selalu dianggap baik-baik saja, atau selalu berpikir positif. Istilah bahaya selalu berpikir positif ini disebut dengan toxic positivity. Toxic positivity adalah sebuah frasa yang merujuk pada sebuah konsep untuk terus merasa dan berpikir positif. Dengan kata lain, kita hanya memfokuskan segala hal yang terjadi di dalam hidup kita pada hal-hal yang baik-baik saja dan menolak, menyangkal, atau membuang apa pun yang dapat memicu perasaan negatif. Secara sederhana, contoh toxic positivity adalah ketika kita sedang merasa sedih, marah, atau berkabung, dan sedang dalam usaha untuk bercerita kepada orang lain, tetapi malah mendapatkan ungkapan seperti, "Jangan sedih, semua pasti akan baik-baik saja."
Mengapa Seseorang Memilih Perilaku Nolep Annis Fitria; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.228

Abstract

Nolep adalah singkatan sekaligus plesetan dari istilah dalam Bahasa Inggris yaitu "no life".Menurut laman Detik Jabar, istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang ansos (anti sosial yaitu enggan bersosialisasi), kurang bergaul, dan cenderung tidak memiliki kesibukan apa-apa. Sesuai dengan namanya, orang-orang dengan perilaku nolep biasanya lebih banyak menganggur di rumah dan jarang punya teman. Mereka biasanya sulit buat mendapat teman dan lebih suka sendirian. Biasanya, orang dengan karakter nolep ini lebih memilih untuk di rumah sambil nonton drama atau main game ketimbang harus keluar untuk bertemu dengan orang lain. Mereka umumnya menganggap keberadaan mereka itu tidak begitu penting dan lebih memilih untuk menyendiri. Berada dalam keramaian bisa membuat mereka risih dan tidak nyaman. Dalam era digital yang terus berkembang, kehidupan sosial telah mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena yang muncul adalah "nolep", singkatan dari "mengasingkan diri dari kehidupan sosial." Nolep merujuk pada gaya hidup di mana seseorang memilih untuk mengurangi atau bahkan menghindari interaksi sosial dalam lingkup offline maupun online. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang fenomena nolep, alasan seseorang memilih mengisolasi diri secara sosial, serta dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan hubungan interpersonal. Mengapa Seseorang Memilih Nolep.
Unity in Salinity: Bagaimana Hidup Tanpa Garam? Irna Marcelin Manurung; Masduki Asbari; Alfaroz Rizki Putra; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.235

Abstract

Abstrak - Rasa hal yang sering kali kita agung-agungkan atau kita sepelekan, tergantung bagaimana kita mengecap rasa itu. Sebagaimana kita ketahui, sebagai manusia kita mengenal 5 rasa dalam kehidupan yaitu pahit, asam, gurih, manis,dan asin. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan mengenairasa asin yang terdapat pada garam, dan menyampaikan sebuah penelitian yang dapat menginformasikan jenis dan fungsi garam seperti yang dijelaskan oleh Lisa Virgiano dalam channel Youtube TEDx Jakarta yang berjudul “Unity In Salinity”. Pada peneletian ini peneliti memakai metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara simak catat karena sumber yang didapatkan dengan mendengarkan dan menyimak pada narasi lisan. Hasil peneltian ini menyampaikan fakta tentang bahwa terdapat garam yang ada didalam tubuh kita. Penelitian ini juga menyebutkan mengenai garam yang sudah ada dari 6000 tahun sebelum masehi dan menjadi salah satu bumbu dapur yang penting digunakan untuk memberikan cita rasa. Penelitian ini dilakukan berasal banyaknya jenis dan kegunaan garam sebagai pemberi rasa dalam kehidupan. Kata kunci: Bumbu dapur, Cita rasa, Garam. Abstract - Feelings are things that we often exalt or underestimate, depending on how we perceive that feeling. As we know, as humans we know 5 tastes in life, namely bitter, sour, savory, sweet and salty. This study aims to present salt in Indonesia, and provide research that can inform the types and functions of salt as explained by Lisa Virgiano on the TEDxJakarta Youtube channel entitled "Unity in Salinity". In this research, the researcher used a descriptive qualitative method which was carried out by listening to notes because the sources were obtained by listening and listening to oral narratives. The results of this study convey the fact that there is salt in our bodies. This study also mentions about salt that already exists from 6000 years BC and became one of the important kitchen spices used to give flavor. This research was conducted based on the many types and uses of salt as a flavor enhancer in life. Keywords: Salt, Seasoning, Taste.
Sastra Menjadi Pedoman Sehari-hari Telaah Singkat Karya Sastra Menurut Para Ahli Joswin Simaremare; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami isi dari perspektif Juhendri Chaniago dari Channel YouTube TEDx Talks yang berjudul “Reading Literature Makes Us Alive “. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Literature adalah sebuah karya sastra, dimana sastra disebut sebagai tulisan yang baik. Penelitian ini menjelaskan karya sastra dikutip dari sebuah kisah atau cerita dan pengalaman dalam suatu bentuk gambaran kehidupan, setelah itu ditulis menjadi sebuah ni. Penelitian ini juga tidak pernah luput dari penghayatan, dimana karya sastra yang bagus dan menarik Karya Sastra sering disebut sebuah karya kajian ilmiah, karena dirangkai dan diamati dari sebuah cerita dimasa lampau. Tanpa penghayatan karya sastra tidak seindah karya yang telah dirancang. Artinya dalam menulis suatu karya sastra harus benar-benar menghayati cerita yang telah terjadi untuk mendapatkan hasil karya yang maksimal.
Total Transformation of Our Education 21st Century Dwi Fitriani; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.240

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang “Total Transformation of Our Education” dari channel Youtube Sabda P.S. Pada studi ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini adalah di era globalisasi memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk menjadi orang dan masyarakat yang berfungsi penuh, pendidikan harus didahulukan. Abad ke-21 akan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi masyarakat Indonesia, namun pendidikan kita sendiri masih belum bisa mengatasi tantangan tersebut. Jadi, kita perlu meninjau kembali dan memecah konsep pendidikan untuk memutuskan hal mana yang harus ditantang. Dalam ceramahnya, beliau akan berbicara tentang Total Transformation of Our Education untuk menghadapi tantangan abad ke-21 dan menata masa depan Indonesia yang cerah.
Filosofis Bermain Versus Bekerja Silvia Silvia Damayanti; Masduki Asbari; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.253

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Damar Panuluh dari channel Youtube Damar Panuluh yang berjudul “Bermain & Bekerja”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang penulis peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah pelajaran hidup agar kita selalu bertanggung jawab dalam segala hal yang kita pilih, serta menikmati setiap hembusan nafas dan setiap detik yang kita alami, dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, pengaturan emosi, dan kasih sayang. Sikap tersebut akan memberikan dampak yang baik untuk kehidupan kita. Kajian ini juga menarasikan solusi terhadap gaya hidup hedonis dan mudah putus asa. Generasi milenial dapat mengambil banyak hikmah dari hasil kajian filosofis ini.
Memulai Perjalanan Literasi Dalam Diri Sendiri Tips Ala Kang Maman restu lestari lestari; Gunawan Santoso; Masduki Asbari; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Kang Maman dari kanal YouTube #AkuDanLiterasi BasabasiTV dengan judul “Tips Memulai Literasi Ala Kang Maman”. Tips literasi ala Kang Maman, pemerhati pendidikan yang memiliki minat literasi di Indonesia ini, menawarkan kiat-kiat untuk memulai perjalanan literasi pada diri sendiri. Literasi, yang meliputi membaca, menulis, dan memahami informasi, merupakan keterampilan penting dalam dunia yang semakin digital. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis konten, karena sumber materi diperoleh dengan mendengarkan cerita lisan. Hasil penelitian ini memperjelas bahwa kiat-kiat memulai literasi di dalam diri sendiri. Penelitian ini juga menyatakan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang tidak pernah berakhir, artinya menulis terus dan terus menerus ditulis. Penelitian diawali dengan pertanyaan bagaimana menumbuhkan minat baca dan bagaimana melakukannya secara konsisten. Minat baca di Indonesia masih kurang, sehingga harus ada tulisan yang bisa menjadi daya tarik. Artinya setiap orang dapat membuat sesuatu dari tulisan yang berkomitmen untuk berkarya dan dapat mengubah hal kecil menjadi besar melalui tulisan.
Mengendalikan Obsesi Pada Kehidupan Sehari-Hari Kita adit kurniyawan; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.255

Abstract

penelitian ini bertujuan memahami pengendalian obsesi dan pengaruh pada kehidupan sehari-hari kita,obsesi adalah termasuk menjadi hal yang positif atau negatif dalam kehidupan kita penelitian bermanfaat dalam membantu penyselesehan masalah pada peroses berikut atau conth (mahasiwa) Motode penelitan obsesi positif dan negatif contoh: hal yang berpositif dalam mengendalikan obsesi Adalah menjadikan seorang mempunyai batasan-batasan tersendiri Dalam kehidupanya sehari-hari seperti dalam cita cita pekerjaan atau dalam perkulihanya tersendiri.Motode peneliti pengendalian obsesi negatif contoh:seperti hal hal yang kita mau atau peroleh adalah tidak mempunyai batasan-batasan tersendiri dalam kehidupan sehari –hari seperti dalam cita cita perkerjaan atau dalam perkulihaan tersebut.
Co-Authors Abad Robbani Naharussurur Abdee Wahyu Hertaliando Abdul Kabir Abdul Wahid Imam Shobihi Abih Gumelar Abu Ubay Dillah Achmad Ardiansyah Ade Kurniawan Ade Kurniawan Kurniawan Adelia Hartika Adellia Rosita Aulia Adhik Ryan Niko Putratama Adhinta Darusancia Anggaini Putri Adhisty septia hidayat Adi Lukman Nurhakim Adi Widodo Adilla Cahya Yuniar adit kurniyawan Adiyanto Adiyanto Afi Agung purwanto Agus Purwanto Agus Purwanto Agustin Nadiya Kusumawati Agustina Ahlul Bae'atun Nisa Ahmad Fauji Ahmad Fikrie Azmi Ahmad Firdaus Suryo Saputro Ahmad Hadidtia Haekal Faidz Ahmad Nafis Ahmad Nafis Ayyasy Ahmad Rohman Ahmad Sholikin Ahmad Sidik Ahmad Yani Aina Winda Mareta Ajeng Casika Ajeng Casika Akfika Rizky Sabilla Akfika Rizky Salsabila Akhmad Farhan Alen Lidia Alfaroz Rizki Putra Alfiana Supriyanti Alya Ulfah Ardissa Aminul Fitri Andini Nurul Agniya Andira Fajrin Andira Fajrin Andrean Renaldi Andrean Syahbana Andreans Virliony Ademika Anggun Apriyani Anisa Agustiana Annis Fitria Annisa Damayanti Annisa Ika Annisa Ika Deswanti Anshar Rahman Anwar Sanusi Arbiyansyah Gusti Pratama Ardi Ardiansah Ardini Pratiwi Arfan Arfan Aria Pratama Arif Rhamadan Arinta Kintan Larasati Aris Fuadi Arita Marini Arnas Nur Rohimah Astri Azzahra Atikah Nurmala Aulia Rizka Aulia Rizka Avi Meidyanto Putra Nugroho Ayu Miranda Limbong Ayu Safitri Ayub Gunawan Ayulianih Azmi Ramadhania Azzahra Aura Sabilla Bezisokhi Laia Bobi Erno Rusadi Bonar Bangun Jeppri Napitupulu Bonar Bangun Jeppri Napitupulu Budi haryanto Cahya Kartika Carolina Anggel Cesilia Margaretta Chintya Ayu Nurwidya Cholichul Hadi Citra Yulianti Crisvin Danendra Putra Hermawan Dani Setiawan Dani Setiawan Daniel Happy Putra Daniel Prasetyo Danish Akbar Firdausy Asbari Danish Akbar Firdausy Asbari Danish Akbar Firdausy Asbari Daton Ardiyanto Deftia Eka Pratiwi Dela safitri Denisse Pratiwi Dermawan Manalu Desi Susanti Desi Susanti Destiana Hidayati Desya Nathasya Ramadiana Devi Aprilianti Devi Damayanti Devi Marlita Anggraini Devina Evifa Nugroho Devita Wahyu Azhari Devona Bunga Madania Devy Debora Dewi Setiyaningsih Dewiana Noivitasari Dewiana Novitasari Dewiana Novitasari Dewiana Novitasari Dhaniel Hutagalung Diah Lestari Dian Ayunita Dian Ayunita Diana Septyawati Diana Septyawati Diana Yusup Didi Sutardi Dila Febrianty Dilla Haryuanah Dimas Rezza Dina Afifah Dina Amelinda Dina Septiana Sari Dinda Agil Noviyana Dinda Agil Noviyana Dini Salvida Dita Putri Agustiyarini Dwi Ferdiyatmoko Cahya Kumoro Dwi Fitriani Dwi Lisya Aryanti Dwi Monica Sarah Dwi Purwaningrum Dwi Shintia Dwiki Ramadani Dyadra Tsaafiek Pindho Resi Eddy Irsan Siregar Edi Kusnaedi Eiffeline Melati Octhaviani Eka Bella Anindia eka bella anindia Eka Erma Yani Eka Sandra Amelia Sari Eko Riwayadi Elsy. C. M Pasaribu Endah Salsabilla Erfani Fankhiyatun Munawaroh Erisha Nurfatimah Erni Taruli Pebrina Erni Tarulita Pebrina Ervana Chyrinne Esra Silalahi Eta Yunilestari Eva Agistiawati Fadhila Khairunisa Faisal Akhyar Fani Putri Amaliya Fani Putri Amaliya Fani Putri Amaliya Fathir Muhammad Fatimah Azzahra Fatrilia Rasyi Radita Fazri Diolizuardi Feni Adriani Ferdinal Lafendry Ferdinal Lafendry Fernando Manalu Fernando Manalu Fikriyah Fikriyah Filosophia Azzahra Firdaus Putra FITRI FATMAWATI Fitria Eriyanti Putri Freddy Nurwanto Gazali . Gazali Gazali Ghaitsa Geifira Ghozi Fachri Ramadhan Gunawan Santoso Gunawan Santoso Gusli Chidir Hadi Ardiansyah Hadisah Hajar Hamidah Hana Imtinan Salsabila Hanif Fadli Yanuar Hanif Fadli Yanuar Hanif Fadli Yanuar Hatoli Waruwu Helda Mita Iwari Hendra Situmorang Heni Rusmanto herdhianto galuh saputro galuh Hesti Lestari Hilwan Azhar Sukma hilyah sholihah Hona Emylisa Hona Emylisa Hotma Enzelina Saragih Hwang Andre Ica Alfiatun Fadilah ida royana Ihya Ulumudin Iik Jihan Iin Nuraeny Ika Ainun Khasanah Ika Nur Aisya Setyana Ika Setyani Ima Nazmia Imam Asrofi Imam Muhammad Rizal Imam Muhammad Rizal Imam Muhtadin Inayatul Rizqiana Inayatul Rizqiana Indah Anggraeni Purnama Sari Indah Anggraeni Purnama Sari Indah Febriyani Indah Meilita Meilita Indah Solekhah Candra Intan Defi Anggini Ipang Sasono Ira Qurrotul Ain Irhamni Irhamni Irmi Yunika Irna Marcelin Manurung Ismalia Eka Istibsarotul Amalia Ivana Destya Treeocta Fernandez Iza Aulia Rahmawati Jacelyn Valencia Chiam Jainuri Jaka Suwita Jamaludin, Gilang Maulana Jamrud Prayoga Prasadana Janet Fransisca Maria Maria Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jessy Osca Said Jodi Wahyudi Jodi Wahyudi Joni Iskandar Joswin Simaremare Juanda Tiolopan Hutahaean Juharna Karnawi Kamar Kartika Fadilah Wijaya Keke Ayuning Tiyas Santoso Khusnul Aulia Kiki Vibrianasari Kintan Larasati Klara Iswara Sukmawati Kuswantoro Lala Hucadinota Ainul Amri Lelono Surya Timur Lensi Lia Fitriani Lorence Manalu Lorence Manalu Lorence Manalu Lusiana Sari Lutfi Syauki Faznur M. Haeru Anwar Mamun Murod Margha Rizky Ristanto Maria Jenah Maria Novita Olin Maria Vianny Meze Marselina Consita Bete Fahik Marwiyatul Atfal Maudy Suci Damayanti Maulana Laksana Putra Maya Monoarfa Mayada Latifatu Zakiyah Ma’mun Murod Meilanta Rantina Melvinda Dewi Kirana Mepa Kurniasih Metha Abidah Ardelia Miftah Fadhillah Miko Trenggono Hidayatullah Miyv Fayzhall Moch Jemy Maulana Mochamad Fikri Baihaqi Mohamad Biazt Ramadhan Mohamad Saiful Muarifin Muhamad Damiati Muhamad Harun Nursalim Muhammad Afiqurrohman Muhammad Arif Kurniawan Muhammad Bayu Hermawan Muhammad Faris Muhammad Ilham Nurhakim Muhammad Iqbal Ibrahim Muhammad Johan Muhammad Nur Kasyfillah Hardjo Muhammad Nur Syahroni Hidayat Muhammad Sayup Saputra Multi Nadeak Multi Nadeak Multi Nadeak Musa’Adah Musa’Adah Mustar Aman Mutiara Fitridiani Nabila Febiyanti Nadia Mutiara Nadisya Rachelia Hatta Nailah Cahaya Putri Nandita Putri Priambudi Nazhifah Cahya Dewi Nela Melani Nelson Silitonga Nia Mintari Nia Mintari Nidar Yusuf Nidia Astuti Niki Auliya Ningsih Manalu Nofiyanti Nofiyanti - Nofiyanti Nofi Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Noir Primadona Purba Novi Ramayanti Novi Tri Romadhona Novi Tri Romadhona Novia Anisawati Novia Sumarni Novita Rahmadani Nur Kasyfillah Hardjo Nurasikin Junaedi Nurbaeti Nurhidayah Nurhidayah Nuri Wiyono Nurizzati Nursita Aulia Nurul Azizah Nurul Dwi Tsoraya Nurul Dwi Tsoraya Nurul Fajriyah Nurul Inayah Nurul Mulyaningsih Octaviani Dwi Shera Okki Yansah Otisia Arinindyah Paolinus Hulu Pipit Nurhayati Prasetya, Agus Putra Darmawan Putri Amalya Rizkianti Putri Febriyanti Putri Hafizhah Pinandita Putri Rahmawati Putri Ramadhani Rozikin Putri Rizky Apriani Putri Rizky Apriani Putri Tsania Azzahra Rachma Nadhila Sudiyono Radya Adhi Pratama Rafzan Rahmadina Endah Kusuma Wardani Rahmaleli sakinah Rahmaleli Sakinah Rahmatunisa Zahrah Raihan Arsyad Firdausy Asbari Raihan Qodri Rara Rahmadani Ratnasari Gultom Razan Isad muzaki Rd. Heri Solehudin Reggy Maulansyah Renawati Resinta karimah Resti Ramdayani restu lestari lestari Restu M Hasbylah Reza Adi Firmansyah Ria Hartati Rifqi Dhika Saputra Rifqi Rikky Erlangga Ramadhan Rintis Mardika Sunarto Ririn Maharani Riris Dwi Anjani Risa Agustini Risda Anjelina Marpaung Risha Putri Laksana Riska Amalia Riska Febriani Riska Sri Rahmawati Risma Rusdita Riswanto Rivaldy Hermansyah Riyanto Riyanto Riza Rahmawati Rizal Mahendra Rizki Heri Prasetyo Rizky Adelina Rizky Adi Nugroho Rizky Febrisa Putra Robiatul Adawiyah Ronny Firmansyah Erwianto Rony Setiawan Rosiana Caroline Rosita Roy Cahya Wijaya Rudi Agus Setiawan Rukdhatul Akmal Rusmala Siringoringo Safna Deviputry Suwandy Salma Adzka Khuzaima Khanza Salsa Putri Pratama Salsabila Amelia Putri Salsabila Ihda Alfaeni Salsabilla Agusna Salza Claudiawan Santa Lusiana Santa Lusianna Sitorus Saputra Sarah Zeva Sarla Nabila Satria Bagas Wiratama Satria Yanuaril Akram Saufitri Komalasari Saufitri Komalasari Saufitri Komalasari Sefthian Sefthian Sefthian Sefthian Sefthian Seindah Imani Daeli Seindah Imani Daeli Selly Selviana Selvi Safitri Selvi Utami Selvy Alhani Juni Asri septi aulia fadli Septia Naelufar Septiana Permata Noor Setyo Budi Santoso Silvi Lestari Silvia Damayanti Silvia Silvia Damayanti Sinthia Devi Siska Damayanti Siswo Wardoyo Siswo Wardoyo Siti Habibah Siti Habibah khumalia Siti Hanifah Siti Indah Nurcahyani Siti Maesaroh Siti Mariyanah Siti Mila Jamilah Siti Naviah Pohan Siti Nurhafifah Siti Nurhayati Siti Perawati Siti Perawati Siti Reni Siti Reni Siti Rohanah Siva Aprilyanti Sofiana Saidah Sofiana Saidah Sri Imawati Sri Rahayu Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Asnaini Sriyanti Rahmatunisa Sukriyah Suriyani Suriyani Suroso Suroso Suroso Susi Susilawati Susi Susilawati Susilahati Susilahati Syarif Hidayatullah Syarif Hidayatullah Tantri Wenny Sitanggang Taufiq Kimas Taufiq Kimas Temmy Setiawan, Temmy Teresia Eka Maulinda Thamara Safitri Tia Artika Mul'aini Tiara Nur sabila Tias Pramono Tyas Nur Aulia Umi Farida Umul Musfiroh Vahira Febri Herina Putri Vina Dwi Sartika Vina Panduwinata Vinni Anggitia Vira Rizki Amalia Vita Alawiyah W Winanti Wahyudi Wakhida Nurhayati Wakhida Nurhayati Warlina Febrita Putri Willian Apredo Winanti Winanti Winanti Winanti Windi Rahmawati Yati Yeni Alfina Yosua Novembrianto Simorangkir Yoyok Cahyono Yulis Nuryanti Yulis Nuryanti Yunianto Agung Nugroho Yunianto Agung Nugroho Yuniar Fitriani Yuniar Rahman Yuniar Rahman Yunita Yunita Indonesia Yunita Rahmawati Yunita Waryani Yunnita Rohmalia Yusriel Arief Ferdiyanto Zawirrahmi Zawirrahmi Zelda Maulida Zulela MS Zulfikar Muhammad