p-Index From 2021 - 2026
8.467
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

F Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Serum Gel Ekstrak Gliserin Bunga Asoka (Ixora coccinea L.) Rianti, Nur Addina; Audina, Mia; Muzdalifah, Nur; Ramadhan, Novalina Rossa; Donaretsi, Olga Nathania; Laili, Rofiatul
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.780

Abstract

Background:  The most common causes of skin dryness and redness are free radicals, pollution and ultraviolet rays. Cosmetics are epidermal treatments to nourish the body. One of the emerging cosmetics is a serum gel preparation that can maintain elasticity and moisturize the skin. While one of the plants has the potential to be used as a safe active ingredient in cosmetics, namely the asoka flower plant (Ixora coccinea L.) which is rich in phytochemical compounds, such as flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, glycosides, terpenoids and carbohydrates, so it has very strong antioxidant activity. Objective:  To determine the appropriate formulation of asoka flower extract serum gel preparation and the effect of varying the concentration of asoka flower glycerin extract on the physical evaluation of serum gel preparation. Methods: This study used an experimental approach method with a true experimental design. The serum gel preparation was divided into 2 treatments with 15% and 30% concentration of active ingredients. The optimal formulation of the preparation is adjusted to the evaluation results and requirements set. Results:  Formula I met the organoleptical evaluation criteria, pH, flow type, and adhesion, but did not meet the specifications for viscosity and spreadability. While formula II meets the specifications of organoleptical test, pH, viscosity, flow type, adhesion, and spreadability. Conclusion:  From the evaluation conducted, it was found that the most optimal formula was formula II with 30% extract concentration.  Based on statistical tests using the Mann-Whitney Test, there is no effect on variations in the concentration of asoka flower extract.
STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN: LITERATURE REVIEW Audina, Mia; Murtilita, Murtilita; Putri, Triyana Harlia
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.48037

Abstract

Latar Belakang : Stimulasi pada anak sangatlah penting terutama pada perkembangan bahasa anak. Panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap, sehingga anak mampu belajar dengan baik serta keterlambatan perkembangan awal yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari dapat dihindari. Tujuan : Meninjau metode pemberian stimulasi terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 1-5 tahun. Metode : Metode penelitian Literature Review, menggunakan framework SPIDER, dengan analisa content analysis. Hasil : Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun dapat dilakukan dengan 1) Parentese dan baby talk, 2) Demonstrasi (meniru dan memperagakan) 3) Label learning. Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 3-5 tahun dapat dilakukan dengan 1) Membaca nyaring 2) Melibatkan anak dalam bercerita atau storytelling, 3) Bermain berbasis pembelajaran. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara stimulasi terhadap perkembangan anak dengan menggunakan berbagai metode.
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 Nisrina, Salwa; Noval, Noval; Audina, Mia; Budi, Setia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18345

Abstract

Sediaan Spray gel memungkinkan zat aktif untuk dihantarkan ke luka tanpa adanya kontak langsung dengan tangan yang dapat mengurangi risiko kontaminasi.  Nanopartikel merupakan partikel berukuran 10-1000 nm yang dapat meningkatkan bioavailabilitas yang rendah. Dalam pembuatan nano spray gel perlu adanya gelling agent. Nano spray gel dibuat dengan menggunakan esktrak daun bandotan sebagai zat aktif dan dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol 940. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi formulasi nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 terhadap hasil evaluasi sediaan nano spray gel. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia. Hasil ukuran partikel nanoemulsi ekstrak daun bandotan didapatkan sebesar 135,13 nm. Hasil evaluasi sediaan nano spray gel formulasi I dan II memenuhi semua persyaratan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Namun, formulasi III tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar dan pola penyemprotan. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan formulasi yang paling baik adalah formulasi II (karbopol 0,2%). Variasi konsentrasi karbopol 940 memiliki pengaruh terhadap evaluasi fisikokimia sediaan nano spray gel ekstrak daun bandotan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Acne Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L) Dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol Dan Tween 80 Habibah, Nor; Noval, Noval; Melviani, Melviani; Audina, Mia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18358

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang disebabkan bakteri penyebab jerawat, seperti P.acne. Daun gelinggang (Cassia alata L) memiliki potensi sebagai antibakteri yang dapat diformulasikan menjadi krim, yaitu sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. Nanopartikel memiliki ukuran partikel yaitu 10-1000 nm. Pembuatan sediaan krim memerlukan emulgator dan agen pengental yaitu setil alkohol dan tween 80 yang dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi yang paling optimal serta mengetahui adanya pengaruh variasi setil alkohol dan tween 80 terhadap evaluasi fisik sediaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain quasy experimental dengan rancangan penelitian onegroup posttest-only design. Hasil yang didapatkan yaitu ukuran partikel ekstrak daun gelinggang 312,43 nm. Hasil evaluasi sediaan acne krim nanopartikel ekstrak daun gelinggang dengan variasi setil alkohol dan tween 80 memenuhi syarat uji evaluasi fisik sediaan krim. Berdasarkan penelitian, formulasi yang paling optimal yaitu formulasi III. Variasi setil alkohol dan tween 80 memiliki pengaruh terhadap uji organoleptis, viskositas, daya sebar dan daya lekat.
Uji Stabilitas Sediaan Gel Deodoran Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum basilicum) Dan Ekstrak Daun Teh (Camellia sinensis L.) Ramadhan, Puteri Wulan; Budi, Setia; Audina, Mia; Noval, Noval
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18455

Abstract

kulit, yang dapat mengganggu kenyamanan diri sendiri serta orang di sekitar. Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kandungan antibakteri yang efektif terhadap bakteri penyebab bau badan S.epidermidis dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) memiliki kandungan astringen yang dapat menghambat munculnya keringat. Kedua bahan ini dapat diformulasikan menjadi sediaan gel deodoran dengan variasi konsentrasi Carbopol 940 yang kemudian dievaluasi dan diuji stabilitas dipercepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi basis Carbopol 940 dan menganalisis formulasi yang paling stabil pada sediaan gel deodoran kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berdasarkan hasil evaluasi fisikokimia dan uji stabilitas dipercepat. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formulasi sediaan memenuhi persyaratan seluruh evaluasi fisikokimia. Sediaan mengalami perubahan warna, penurunan daya sebar dan bobot sediaan, terjadi peningkatan pH, viskositas, dan daya lekat setelah pengujian stabilitas dipercepat. Berdasarkan analisis statistik, variasi konsentrasi Carbopol 940 berpengaruh terhadap pH, daya sebar, dan daya lekat sediaan sebelum dan sesudah sediaan diuji stabilitas. Terdapat pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 940 terhadap hasil evaluasi pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat sediaan deodoran gel kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dan formula yang paling stabil adalah formula 1.
Potensi Ekstrak Daun Eucalyptus pellita F. Muell sebagai Bioherbisida Pascatumbuh Audina, Mia; Guntoro, Dwi
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51585

Abstract

Penggunaan bioherbisida untuk mengendalikan gulma merupakan salah satu upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan. Zat alelopati tumbuhan dapat dijadikan sebagai bioherbisida yang ramah lingkungan. Daun Eucalypthus pellita mengandung zat alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Penelitian laboratorium dilaksanakan untuk mengungkap potensi zat alelopati dari ekstrak daun E. pellita sebagai bioherbisida pasca tumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Laboratorium Ekotoksikologi Limbah dan Agen Hayati, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian dan Green House Kebun Percobaan Cikabayan Institut Pertanian Bogor. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas lima konsentrasi yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, dan 400 g L-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak daun E. pellita dapat menghambat pertumbuhan tinggi, jumlah daun, fitotoksisitas dan meningkatkan persentase kerusakan pada gulma Asystasia gangetica dan Borreria alata pada konsentrasi 30% dan gulma Cyperus brevifolius pada konsentrasi 40%. Ekstrak daun E. pellita tidak mempengaruhi pertumbuhan spesies Eleusin indica. Kata kunci: alelopati, gulma daun lebar, pengendalian, rumput, ekstraksi air
Characterization of Green-Synthesized Reduced Graphene Oxide using Aloe vera Extract and Its Application for Surface Water Treatment Wahyuni, Dwiria; Nurhanisa, Mega; Arsyad, Ya’ Muhammad; Audina, Mia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12512

Abstract

Reduced graphene oxide (rGO) is a carbon-based material with high surface area and chemical stability, making it an effective adsorbent for water purification. This study investigates the green synthesis of rGO using Aloe vera extract as a natural reducing agent and its application in treating surface water from the Kapuas River, Indonesia. Graphene oxide was reduced with Aloe vera extract under varying time conditions, and the resulting rGO samples were characterized to confirm the reduction process. The structural and compositional analyses revealed that increasing reduction time enhanced oxygen removal and improved surface morphology. The application tests showed that rGO substantially improved water quality: color decreased from 225 to 95 PCU (57.8% reduction), turbidity dropped from 16.2 NTU to 1.2 NTU (92.4% removal), and dissolved iron concentration decreased from 0.65 ppm to 0.37 ppm (43.07% removal), with pH remaining stable near 6.5. Among all samples, rGO reduced for 120 minutes achieved the highest purification efficiency. These findings demonstrate the feasibility of Aloe vera-reduced rGO as a sustainable adsorbent for surface water purification.
PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK PENGOBATAN HIPERTENSI Permata Sari, Jelly; Yulianis, Yulianis; Audina, Mia; Nainggolan, Yustina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1132-1136

Abstract

RT 71 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi merupakan salah satu daerah yang tingkat pravelensi hipertensi yang cukup tinggi dari data yang diperoleh dari Puskesmas Kenali Besar. Kementrian Kesehatan juga mengupayakan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan tanaman obat herbal, obat tradisional, dan obat herbal terstandar dalam upaya pengendalian penyakit. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan dengan sosialisasi terhadap masyarakat RT.71 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi, pada kegiatan yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait Pemanfaatan Tanaman Herbal Untuk Pengobatan Hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan survey ke tiap rumah warga, pembagian leaflet hipertensi, pemaparan materi terkait hipertensi dan materi tanaman herbal yang disertai demonstrasi produk, pengukuran tekanan darah dan cek gula darah gratis.  Hasil dari pengabdian yaitu meningkatnya pengetahuan yang didapat terkait pemanfaatan  tanaman herbal untuk hipertensi , dari hasil kuesioner yang sudah dibagikan didapatkan nilai rata-rata pretest untuk sosialisasi pemanfaatan tanaman herbal untuk pengobatan hipertensi sebesar 109,47 dan post-test sebesar 144,73.
Co-Authors Afrianda, Wahyu Afriantoni Agam, Beryaldi Agistia, Nesa Agusti, Evelin Ahmad Fajri Lutfi Ahmad Zainuri Ali Rakhman Hakim Amalia, Putri Rizky Amrillah, M.Fahmi Ananda, Nisrina Deanita Andriyani, Yuni Anisa, Feny Arsyad, Ya’ Muhammad Aryzki, Saftia Arzyil F, Muhammad Asmuni Asmuni Ayu Safitri Azizah, Nur Rahmi Azli, Echa Saskia Bastomi, Bastomi Bila, Widi Salsa Bintal Amin Caesa Anjarini, Saniyya D. R, Setia Riadi Dahlia Dewi Apriani Daifa, Tri Masruratun Dede Mahdiyah, Dede Deni Anggraini Donaretsi, Olga Nathania Dwi Guntoro Dwiria Wahyuni Febri Febri Febrina Dafit, Febrina Ferdinan Wowiling Firdaus, Muhammad Rifqi Fitri Awaliyah Fitri Mulyani, Fitri Franly Onibala Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Haikal, Vikri Hanavi, Muhammad Ilham Haq, Izhar Amirul Helnanelis, Helnanelis Heni Pujiastuti Hermawan, Gt Yudha Hery Widijanto Indah Wigati Indriana, Annisa Chika Ayu Ipnas, Rini Ardila Jannah, Mardiatul Jordi, Jordi Juairia, Juairia Kalvin Albert Parinding Kasinyo Harto Kasmayuda, Muhammad Khairunnisa Khairunnisa Komaliya, Risyda Kristiana, Isha Desty Kristiandi, Kiki Kurniawari, Darini Kurniawati, Darini Kusuma D, Muhammad Chandra Hadi Kusumawardani, Sagita Laili, Rofiatul Lestari, Widya Lugeri, Leo M Almurdani M. Anwar Nasruddin Magdahalena Tjalla, Magdahalena Mahgfirah, Indria Maigita Lusiana, Ega Malahayati, Siti Maleh, Arie Malidaerani, Putri Malinda, Wini Masara'T, Sudirman Mega Nurhanisa Meilanda, Loly Melanie, Claudy Friesta Melitia, Ni Putu Nova Meliyani, Tri Melviani, Melviani Meylanda, Loly Milininda, Juwintha Muhammad Win Afgani Mujahid, Ahmad Zarkasyi Mujahidah Mujahidah Mukti, Yusuf Anggoro Mulia, Indah Try Murtilita, Murtilita Muzdalifah, Nur Nabela, Nabela Nainggolan, Yustina Nastiti, Kunti Ngaisah, Siti Nisrina, Salwa Noval Noval Novi Sari Novien Rialdy Novita Novita Nur Hidayah Nur Malasari, Mala Nur Pika, Yuni Paluvi, Indriyani Perdana, Ratna Dewi Wulandari Putri Permata Sari, Jelly Permatasari, Dhea Indah Permatasari, Nisa Pertiwi, Pransiska Cahaya Pradana, Aji Prananda, Yogi Purnawansyah, Reza Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Alya Saskia Putri, Yecha Febrieanitha Rahmadani Rahmadani Rahman, Anggi Sartika Ramadan, Zaka Hadikusuma Ramadanti, Varischa Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhan, Puteri Wulan Ramadhanty, Nora Resti, Selvia Retno Wulandari Rhamdini, Sita Rianti, Nur Addina Rita Yunus Rizali, Muhammad Rohama, Rohama Rojali, Rojali Salindry, Agesta Eka Sangkala Sapitri, Amanda Puspa Saputri, Dwi Seno Andri Setia Budi Sibron, Ahmad Sigiro, Oktavia Nurmawaty Silvani, Fadilla Sinata, Novia Siregar, Pani Akhiruddin Siti Aisyiyah, Siti Siti Rahmawati Sofyan Husein Siregar Sofyan, Fuaddilah Ali Sri Wulan, Widya Suhada, Zikra sukri Sukri, sukri Sulistyono, Noor Sunubi, Abdul Susanto, Novi Tri Suwinda, Elia Triyana Harlia Putri Tuti Alawiyah Ulya, Aswatul Urabi, Debby Utami, Vina Dwi Vidiasari Darsono, Putri Wulandari, Heni Wulandari, Lydia Tri Yayan, Krisentia Yesika, Yesika Yuanda, Kristavia Enda Yulianis Yulianis Yuniar Yuniar Yuwindry, Iwan Zainal Berlian Zulfadhila, Muhammad Zulfah Zulfah