p-Index From 2021 - 2026
9.681
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Indo-Islamika Jurnal Kreatif Tadulako Online Phi : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan REKAYASA Global Medical and Health Communication Jurnal Ilmiah Pangabdhi Jurnal Progres Ekonomi Pembangunan Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Jurnal Pendidikan Dasar PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Education and Instruction (JOEAI) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM YUME : Journal of Management JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Akuntansi Kompetif Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Jurnal Abdi Insani Journal of Borneo Holistic Health Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Aquaculture and Enviroment DEVOSI Diniyah: Jurnal Pendidikan Dasar Agroindustrial Journal Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Sosial Budaya Journal Transformation of Mandalika Journal of Lex Philosophy (JLP) Bosowa Journal of Education Embrio Pendidikan: Jurnal Pendidikan Dasar PENANOMICS: INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Mamangan Social Science Journal JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian Kompetitif Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Agribest
Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SD N Kalukuan IV Kota Makassar Rizal, A.; Misbahuddin, Misbahuddin; Burhan, Burhan; Arsyad, Susalti Nur; Irwandi, Andi
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 6 No. 2 (2023): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v6i2.6519

Abstract

The purpose of this research was conducted to describe one of the innovations in Civics learning through the subject matter of Archipelagic Insights which can instill the values of the Pancasila Student Profile in students. As the goal of Civics learning is to educate citizens to become good citizens, which can be described as citizens who are patriotic, tolerant, loyal to the nation and state, religious, changeable, and true Pancasila. Data collection techniques using the approach of observation, interviews, and documentation. This study uses a type of qualitative research. Data reduction was carried out and then analyzed using triangulation sources. The results of this study indicate that: Citizenship Education Learning through archipelago insight material at SDN Kalukuan IV Makassar City provides broader knowledge and insights to students about Indonesia's diversity, so that students can get to know the regions in Indonesia, their customs, culture, and natural wealth is expected to grow the love of the nation and state. By using the Discovery Learning method and interesting learning packaging through animations and interactive videos (educational games) so that students do not feel heavy with the learning load. Keywords: Citizenship Education, Learners, Pancasila Student Profile
Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mewujudkan Penanaman Nilai Karakter di Sekolah Dasar Rizal, A; Hasin, Bhakti Pandi; Burhan, Burhan
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 1 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i1.9539

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pendidikan kewarganegaraan terhadap penanaman nilai karakter di kalangan siswa. Mendeskripsikan bagaimana nilai nilai kewarganegaraan ditanamkan pada anak dengan mendefinisikan nilai-nilai kewarganegaraan. Proses pengembangan karakter individu manusia meliputi pengembangan nilai, sikap, dan pemikiran, yang sering kali dimulai pada masa kanak-kanak. Teknik pengumpulan data penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan secara efektif berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan praktik nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa keadilan di antara siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana penanaman nilai karakter, sekaligus memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran. Kata kunci: Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Sekolah Dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Sumiati, Sumiati; Yunus, Muhammad Yunus; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6129

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh signifikan model pembelajaran Talking Stick terhadap minat dan hasil belajar peserta didik kelas IV di UPT SPF SD Inpres Gontang Kota Makassar. Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental (Posttest-Only Control Group Design), sampel terdiri atas 59 peserta didik yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (kelas IV-B, n=29) yang menerapkan model Talking Stick dan kelompok kontrol (kelas IV-A, n=30) yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian mencakup angket minat belajar dan tes hasil belajar, dengan data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada minat belajar, dengan 82,5% peserta didik berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, sementara kelompok kontrol didominasi kategori rendah (69,4%). Pada hasil belajar, 72,3% peserta didik kelompok eksperimen mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi, dan 100% memenuhi Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP), berbeda signifikan dengan kelompok kontrol (hanya 20,2% tuntas). Uji MANOVA mengonfirmasi pengaruh simultan model Talking Stick terhadap minat (F=149,780; p=0,000; R²=72,4%) dan hasil belajar (F=100,587; p=0,000; R²=63,8%), serta pengaruh multivariat yang signifikan (Wilks' Lambda=0,260; p=0,000). Simpulan penelitian menegaskan bahwa model ini menciptakan lingkungan belajar interaktif yang mendorong partisipasi aktif, kepercayaan diri, dan pemahaman konseptual, sehingga direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. This study examines the significant influence of the Talking Stick learning model on the interest and learning outcomes of fourth-grade students at UPT SPF SD Inpres Gontang, Makassar City. Employing a quantitative approach with a Quasi-Experimental Design (Posttest-Only Control Group Design), the sample included 59 students divided into an experimental group (class IV-B, n=29) implementing the Talking Stick model and a control group (class IV-A, n=30) using conventional methods. Research instruments comprised learning interest questionnaires and learning outcome tests, with data analyzed through descriptive and inferential statistics (MANOVA). Results indicated a significant increase in learning interest within the experimental group, with 82.5% of students categorized as high to very high, contrasting the control group dominated by low interest (69.4%). For learning outcomes, 72.3% of the experimental group achieved high to very high categories, and 100% met the Learning Objective Mastery Criteria (KKTP), significantly outperforming the control group (only 20.2% met criteria). MANOVA analysis confirmed the model’s simultaneous effect on learning interest (F=149.780; p=0.000; R²=72.4%) and outcomes (F=100.587; p=0.000; R²=63.8%), alongside significant multivariate influence (Wilks' Lambda=0.260; p=0.000). The study concludes that the Talking Stick model fosters an interactive learning environment that enhances active participation, self-confidence, and conceptual understanding, recommending its integration into elementary science (IPAS) education as an innovative pedagogical strategy.
Implementasi Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Polres Gowa Burhan, Burhan
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v6i1.9458

Abstract

Penelitian ini dilakukan dan bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui implementasi diversi dalam sistem peradilan anak di Kantor Polres Gowa; 2) Untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan diversi kepada anak-anak yang menghadapi hukum di Kantor Polres Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan diversi kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum di kantor Polres Gowa telah dilakukan secara finansial, hal ini terlihat dari kasus anak-anak yang berhadapan dengan hukum yang ditangani sejak 2017 hingga 2019 terdapat 94 kasus dan dapat diselesaikan 93 kasus; 2) Faktor penghambat dalam penerapan diversi di Kantor Polres Gowa adalah bahwa hukum hanya memberikan batas waktu 30 hari untuk upaya diversi, faktor sumber daya penyelidik masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang ditangani. Faktor masyarakat yang terkadang tidak menginginkan perdamaian atau permintaan dari korban atau keluarga korban yang meminta kompensasi yang terlalu besar. The research was conducted and aimed at: 1) To find out the implementation of the application of diversion in the juvenile justice system at the Gowa Regional Police Station; 2) To find out and analyze what factors are the obstacles in the application of diversion to children who face huku at the Gowa Police Station.This type of research is empirical legal research. The results showed that: 1) The application of diversion to children facing the law at the Gowa police station had been carried out financially, it was seen from the cases of children facing the law handled since 2017 until 2019 there were 94 cases and could be resolved diversely 93 cases; 2) The inhibiting factor in the application of diversion in the Gowa Regional Police Station is that the legal factor only gives a 30-day time limit for diversion efforts, the investigator's resource factor is still lacking when compared to the number of cases handled. Community factors that sometimes do not want peace or requests from the victims or the families of victims who ask for compensation that is too large so the perpetrators cannot.
Analisis Implementasi Rapor Pendidikan Sekolah Terhadap Mutu Pembelajaran Dan Manajemen Sekolah Di UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar Qalbi, Nur; Muhammadiah, Mas'ud; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi rapor pendidikan dalam meningkatkan mutu dan manajemen sekolah, dengan fokus pada pengembangan program di UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis studi kasus yang mengambil data rapor pendidikan sekolah di paltform rapor pendidikan UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Rapor Pendidikan di SD Negeri Parinring memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran dan manajemen sekolah, meskipun masih terdapat tantangan dalam proses pelaksanaannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pihak sekolah terus melakukan perbaikan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman tentang Rapor Pendidikan, serta mendukung kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam proses evaluasi pendidikan. This study aims to analyze the implementation of education report cards in improving school quality and management, with a focus on program development at UPT SPF SD Negeri Parinring, Makassar City. This study uses a qualitative approach and uses a case study type that takes school education report card data on the UPT SPF SD Negeri Parinring education report card platform in Makassar City. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation, The results of the study indicate that the implementation of the Education Report Card at SD Negeri Parinring has a positive impact on the quality of learning and school management, although there are still challenges in the implementation process. Based on the results of this study, it is recommended that the school continue to make improvements and training to improve understanding of the Education Report Card, as well as support collaboration between teachers, students, and parents in the education evaluation process.
Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Inpres Perumnas Antang 1/1 Kecamatan Manggala Kota Makassar Irpawanti, Irpawanti; Hamid, Sundari; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap motivasi dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas V SD Inpres Perumnas Antang 1/1, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa akibat penerapan metode konvensional (ceramah) yang kurang interaktif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe non-equivalent control group. Sampel terdiri dari 59 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen (31 siswa) dan kelas kontrol (28 siswa). Instrumen penelitian meliputi angket motivasi dan tes hasil belajar. Analisis data menggabungkan statistik deskriptif dan inferensial (uji normalitas, homogenitas, serta uji hipotesis dengan ANCOVA dan MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen (rata-rata = 80,00; SD = 4,633) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (rata-rata = 65,61; SD = 8,355). Demikian pula hasil belajar kelas eksperimen (rata-rata = 82,42; SD = 8,334) lebih unggul daripada kelas kontrol (rata-rata = 79,00; SD = 7,756). Uji hipotesis membuktikan pengaruh signifikan model PjBL terhadap motivasi (*p* = 0,000) dan hasil belajar (*p* = 0,001) secara terpisah, serta secara simultan (*p* = 0,000). Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa model PjBL efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPAS secara signifikan dibandingkan model konvensional, melalui partisipasi aktif, kolaborasi, dan kontekstualisasi materi. Implikasinya, guru disarankan mengadopsi PjBL untuk menciptakan pembelajaran yang lebih dinamis dan bermakna. This study aims to analyze the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on the motivation and science learning outcomes of fifth-grade students at SD Inpres Perumnas Antang 1/1, Manggala District, Makassar City. The research background stems from low student motivation and learning outcomes due to conventional teaching methods (lectures) that lack interactivity. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design of the non-equivalent control group type. The sample consisted of 59 students divided into an experimental class (31 students) and a control class (28 students). Research instruments included motivation questionnaires and learning outcome tests. Data analysis combined descriptive and inferential statistics (normality test, homogeneity test, and hypothesis testing using ANCOVA and MANOVA). Results indicated that learning motivation in the experimental class (mean = 80.00; SD = 4.633) was significantly higher than the control class (mean = 65.61; SD = 8.355). Similarly, learning outcomes in the experimental class (mean = 82.42; SD = 8.334) surpassed the control class (mean = 79.00; SD = 7.756). Hypothesis testing confirmed the significant effect of PjBL on motivation (*p* = 0.000) and learning outcomes (*p* = 0.001) separately, as well as simultaneously (*p* = 0.000). The study concludes that the PjBL model is effective in significantly improving motivation and science learning outcomes compared to conventional methods, facilitated by active participation, collaboration, and material contextualization. Consequently, teachers are recommended to adopt PjBL to create more dynamic and meaningful learning experiences.
Analisis Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran IPAS Di Kelas V UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar Nurdianah, Nurdianah; Bakri, Muhammad; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6143

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterlaksanaan model pembelajaran Discovery Learning dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas V UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus instrumental, penelitian melibatkan satu guru dan tujuh peserta didik sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil menunjukkan penerapan enam fase Discovery Learning (stimulus, klarifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi) mengalami peningkatan konsistensi pada tiga pertemuan berurutan. Pada pertemuan III, seluruh indikator aktivitas guru (16 aspek) terpenuhi dengan kategori "Sangat Baik", diikuti peningkatan partisipasi aktif siswa menjadi 86,66% dan ketuntasan klasikal 80,94%. Faktor kunci keberhasilan meliputi pendampingan diferensiasi berbasis LKPD bertingkat, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pelatihan scaffolding guru. Implikasi teoretis memperkuat konstruktivisme Bruner (1961) dalam konteks sekolah marjinal, sementara implikasi praktis menghasilkan protokol implementasi model adaptif untuk daerah terbatas sumber daya. Simpulan membuktikan model ini efektif mentransformasi pembelajaran teacher-centered menjadi student-centered serta meningkatkan literasi sains melalui penguatan keterampilan bertanya ilmiah (45%), penalaran kausal (52%), dan analisis fenomena IPAS (65%). This study analyzes the implementation of the Discovery Learning model in Natural and Social Sciences (IPAS) for Grade V students at UPT SPF SD Negeri Parinring, Makassar City. Employing a descriptive qualitative approach with an instrumental case study design, the research involved one teacher and seven students as informants. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, then processed via data reduction, data display, and conclusion verification. Results indicate consistent improvement across three sequential meetings in executing the six phases of Discovery Learning (stimulus, problem clarification, data collection, data processing, verification, and generalization). By Meeting III, all teacher activity indicators (16 aspects) were fully implemented with an "Excellent" rating, alongside increased active student participation (86.66%) and classical mastery (80.94%). Critical success factors included differentiated guidance using tiered worksheets, optimization of local resources, and teacher scaffolding training. Theoretically, the findings reinforce Bruner’s constructivism (1961) in marginal school contexts, while practical implications yield an adaptive implementation protocol for resource-limited settings. The model effectively transformed teacher-centered into student-centered learning, enhancing scientific literacy through improved scientific questioning (45%), causal reasoning (52%), and analysis of science phenomena (65%). The study confirms the efficacy of Discovery Learning in overcoming conceptual gaps and recommends its integration into curriculum assistance programs for high-cost index regions.
Pengaruh Model Talking Stick Berbasis Media Interaktif Wordwall Terhadap Hasil Belajar siswa Gugus VI Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang Rusni, Rusni; Hamid, Sundari; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6151

Abstract

Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa terus menjadi fokus dalam pengembangan pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Dalam konteks ini, penerapan model pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi menjadi salah satu alternatif strategis untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Talking Stick berbasis media interaktif Wordwall terhadap hasil belajar siswa di Gugus VI Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Gugus VI yang berjumlah 644 orang, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Sampel dibagi dalam dua kelompok: kelompok eksperimen sebanyak 20 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan dokumentasi, sementara teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Talking Stick berbasis media Wordwall secara signifikan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Model ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga melatih keterampilan berbicara, kerja sama, dan keberanian menyampaikan pendapat. Selain itu, media Wordwall menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa penggunaan model Talking Stick berbasis media interaktif Wordwall efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan layak diterapkan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Improving student learning outcomes remains a central focus in the development of elementary education. In this context, the implementation of innovative and technology-based learning models is considered a strategic alternative to foster active, enjoyable, and meaningful learning. This study aims to examine the effect of the Talking Stick model integrated with interactive Wordwall media on the learning outcomes of students in Cluster VI, Patampanua District, Pinrang Regency. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method. The population consisted of 644 students, and samples were selected using a stratified random sampling technique. The sample was divided into two groups: 20 students in the experimental group and 20 students in the control group. Data were collected through tests and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics. The findings revealed that the Talking Stick model using Wordwall media had a significant positive impact on student learning outcomes. This model enhanced student engagement, encouraged speaking skills, supported collaboration, and built confidence in expressing opinions. Additionally, Wordwall media created an interactive and enjoyable classroom environment, promoting greater student independence in task completion. Based on these findings, it is concluded that the Talking Stick model combined with Wordwall interactive media is effective in improving learning outcomes and is recommended as an innovative instructional strategy in elementary education.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Perundungan Siswa di UPT SPF SD Negeri Bontojai Kota Makassar Amiirullah, Amiirullah; Hamid, Sundari; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6168

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab perundungan siswa di UPT SPF SD Negeri Bontojai Kota Makassar. Masalah yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu masih terjadinya perundungan dikalangan siswa Sekolah Dasar yang dampaknya sangat buruk bagi proses pembelajaran maupun kehidupan sehari–hari baik itu perundungan yang dilakukan keluarga, teman sebaya maupun media massa. Metode penelitian yaitu kualitatif untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor penyebab perundungan siswa untuk memahami fenomena sosial yang kompleks seperti perundungan. Informan penelitian ini terdiri dari Kepala sekolah, tiga guru kelas dan enam peserta didik, jadi jumlah keseluruhan sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perundungan serta upaya pencegahan dan penanganannya di UPT SPF SD Negeri Bontojai Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keluarga, teman sebaya dan media massa menjadi penyebab utama terjadinya perundungan, diperlukan langkah-langkah preventif, seperti peningkatan pengawasan dari pihak sekolah, kepekaan guru terhadap indikasi perundungan, serta peran orang tua dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kep ada anak. The purpose of this study was to analyze the factors causing bullying of students at the SPF UPT of Bontojai Elementary School, Makassar City. The problem found in this study is that bullying still occurs among elementary school students, which has a very bad impact on the learning process and daily life, both bullying by family, peers and mass media. The research method is qualitative to explore in depth the factors causing bullying of students to understand complex social phenomena such as bullying. The informants of this study consisted of the principal, three Class Teachers and six students, so the total number was 10 people. Data collection techniques were observation, in-depth interviews and documentation. The results of this study aim to identify the factors causing bullying and efforts to prevent and handle it at the SPF UPT of Bontojai Elementary School, Makassar City. The results showed that family, peer and mass media factors were the main causes of bullying, preventive measures were needed, such as increased supervision from the school, teacher sensitivity to indications of bullying, and the role of parents in providing attention and affection to children.
Komparasi Model Pembelajaran Discovery Dan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa UPT SPF SD Inpres Tangkala 1 Makassar Ashar, Dian Ekawati; Hamid, Sundari; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6185

Abstract

Peningkatan hasil belajar peserta didik menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Pemilihan model pembelajaran yang tepat berperan penting dalam menumbuhkan keaktifan, pemahaman konsep, serta pencapaian akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPAS antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Discovery dan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Inquiry di UPT SPF SD Inpres Tangkala 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental), dan desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 244 siswa, dan sampel penelitian terdiri dari dua kelas: kelas VA (18 siswa) sebagai kelompok eksperimen I dan kelas VB (16 siswa) sebagai kelompok eksperimen II, yang ditentukan melalui teknik nonprobability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mencakup analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar IPAS pada kelompok Discovery (81,11) lebih tinggi dibandingkan kelompok Inquiry (64,06). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,004 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPAS siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Discovery dan model pembelajaran Inquiry. Temuan ini memberikan implikasi penting terhadap pemilihan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Improving student learning outcomes is a central concern in elementary school education. The selection of an appropriate instructional model plays a crucial role in fostering student engagement, conceptual understanding, and academic achievement. This study aims to analyze the differences in IPAS (Science and Social Studies Integration) learning outcomes between students taught using the Discovery learning model and those taught using the Inquiry learning model at UPT SPF SD Inpres Tangkala 1 Makassar. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method, specifically using the Nonequivalent Control Group Design. The study population consisted of 244 students, with samples drawn from two classes: class VA (18 students) as the Discovery group and class VB (16 students) as the Inquiry group, selected through non-probability sampling. Data were collected using tests, observation, and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the average IPAS learning outcome for the Discovery group (81.11) was higher than that of the Inquiry group (64.06). The independent sample t-test revealed a significance value (2-tailed) of 0.004, which is less than the 0.05 threshold, indicating that H0 is rejected and H1 is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant difference in IPAS learning outcomes between students taught using the Discovery and Inquiry models. These findings have important implications for selecting more effective learning strategies in elementary education.
Co-Authors -, Rampeng A. Rizal A. Rizal Abdillah SAS Abdul Kadir Abdurrachman Rahim Adam, Adiyana Agung Rinaldy Malik Agustian, Mario Agustin Tiwow Agustinus Jarak Patandean Ahmad S, M. Ahmad Swandi Aisa, Andi Akbar Tukan, Ramdya Amdanata, Donal Devi Amiirullah, Amiirullah Amiros, Krey Andi Muhibuddin, Andi Andini, Andini Anggia Farrah Rizqiamuti, Anggia Farrah Anisa, Mawadatun Ardiansyah, Muhammad Arief Arief Firmansyah Arruan, Edianto Arsyad, Susalti Nur Arwien, Rizki Trisnawaty Asdar Asdar Ashaf, Devy Purnama Ashar, Dian Ekawati Asmiraty, Asmiraty Aulia Rani Annisava Azzahra, Alfita Putri Balqis, Naifahrani Bambang Bambang Bambang Supeno, Bambang Basri Modding Betu, Joni Cahyo Indarto Dede Rosyada Dewi Aprilia Dewi Wijayanti Dian Farida Asfan Djakat, Muhrim Dudi, Nurjulisah Dwi Ratna Hidayati Efendi, Rachmat Eka Nurfitri, Eka Erfain, Erfain Erni Indrawati Evi Sumarni, Evi Fahasini, La Ode Fajrin, Mus Farikh, Muhammad Dawil fatimah, sitti fatimah Fatmah Dhafir Fauzan, Arief Firman Firman Fitri Handayani Fitriani Fitriani Gerianus, Gerianus Giling, Mustamin Halmuniati Halmuniati, Halmuniati Hamid, Sundari Hamsiah, Andi Hanafi, Hajrah Hartono Hamzah Hasia Marto Hasin, Bhakti Pandi Hedi Turmudi, Asep Hutama, Hutama Ifa Safira Iffan Maflahah Ikram, Muhammad Indra Prasetya Inliati, Inliati Irpawanti, Irpawanti Irvan Afriandi Irwandi Irwandi Irwandi, Andi Isa, La Ismaniar Ismaniar Jainuddin, Jainuddin Kaddas, Badruddin Kevin Gunawan Kurniawan Kurniawan Kusnandi Rusmil Latif, Nur Fadhillah Lesmana, Hendy Limbong, Wanti Liku Mahrudin Mahrudin Mas'ud Muhammadiah Misbahuddin Misbahuddin Misriyani, Sri Mojiono, Mojiono Mokh Rum Muh Yusuf Muh. Syahrul Ago MUHAMMAD BAKRI Muhammad Yunus Muhammad Yunus Yunus, Muhammad Yunus Muhammad, Achmad Fajar Mustabil, Sulhijrah Nasimawarni, Besse Lolo Nerti, Nerti Nurdianah, Nurdianah Nurfaisal, Nurfaisal Nurhayati Nurhayati Nurlela Nurlela Nurwidyayanti Nurwidyayanti Oemar, Fahmi Paridah Paridah Patendean, Agustinus Prabowo, M. Arif Prasetya, Taufan Probowati, Banun Diyah Putra, Ari Pratama Putriani, Putriani Qalbi, Nur Rachmat Sahputra Raden Faridz Rahim, Abdurrahman Rahma Yulis Rahmadhanningsih, Sri Rahman, Sufirman Rajmawati, Andi Rakhmat, Rakhmat Ramadhani, Rezky Deswita Ratnasari Ratnasari Razak, Askari Restu Januarty Hamid Riani, Komang Ria Ririn Handayani Riski, Riski Rizal, A. Rosnawintang, Rosnawintang Runniarsiti, Runniarsiti Rusni Rusni, Rusni Rustiani, Rustiani Sa'adah, Umi Safitri, Neni Sahib, Nurfaizah Sahril, Indra Said, Erna Saktiani, Saktiani Santoso, Jati Sapiudin Septiarini, Armenia seswandi, agus Solek, Purboyo Sparisoma Viridi Sri Mulyani Sribayani, Maryam Sugianto, Hendi Sumardona, Sumardona Sumiati Sumiati Syahriah Madjid Umasugi, Nirwan Uni Gamayani, Uni Ute, Nilawati Wahyu Wahyu Wahyuningsih Wahyuningsih Wali Aya Rumbia, Wali Aya Wulandari Wulandari Yunus, Muh Zainuddin, Zainuddin Zakky, Ahmad Zusanti, Zusanti