Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Karakteristik Budaya Organisasi di Wilayah Kerja Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Palembang Herman Brawijaya; Asmaripa Ainy; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.484 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.156-167

Abstract

Latar Belakang: Pencapaian program dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2014 dan dari Rencana Strategis Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) 2013-2018 Kota Palembang menunjukkan bahwa Trend pencapaian program cenderung menurun. Adanya ketidaktercapaian antara target dan realisasi program menunjukkan gejala pelaksanaan kinerja yang rendah. Beberapa pakar mengungkapkan bahwa tinggi dan rendahnya kinerja pegawai disebabkan oleh karakteristik budaya organisasi. Studi ini bertujuan menganalisis karakteristik budaya organisasiMetode: Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Unit penelitian dilakukan di kantor pusat BKB-PP Kota Palembang, Kecamatan Bukit Kecil dan Kecamatan Sematang Borang. Data yang diperoleh berasal dari wawancara mendalam terhadap 9 informan terdiri dari satu orang sekretaris badan, dua orang kepala bidang, dua orang kepala unit pelaksana teknis dan empat orang petugas lapangan KB. Variabel dalam penelitian ini adalah inovasi dan pengambilan risiko, perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi orang dan orientasi tim.Validitas data dilakukan dengan melakukan triangulasi sumber dan metode.Hasil Penelitian: Hasil penelitian di tingkat kota dan tingkat kecamatan menunjukkan bahwa telah ditemukan adanya karakteristik inovasi dan pengambilan risiko melalui modifikasi program. Karakteristik perhatian terhadap detail telah dijalankan dalam teknis operasional program dari perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan kegiatan. Karakteristik orientasi hasil juga telah dilakukan di tiap jenjang sistem kerja melalui koordinasi dengan berbagai mitra. Karakteristik orientasi orang dan orientasi tim terbentuk karena banyak didukung oleh aturan dari pemerintah dan pimpinan instansi dalam membangun sistem kerja kolaborasi antar pegawai.Kesimpulan: Karakteristik budaya organisasi di Kantor Pusat BKB-PP Kota Palembang menunjukkan bahwa lima variabel yang diteliti lebih terlihat dominan dibandingkan dengan karakteristik budaya organisasi di Kecamatan Bukit Kecil dan Kecamatan Sematang Borang.
Faktor Risiko Kejadian Campak pada Anak Usia 1-14 Tahun di Kecamatan Metro Pusat Provinsi Lampung Tahun 2013-2014 Eka Mujiati; Rini Mutahar; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.965 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit campak merupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh paramyxovirus. Di Provinsi Lampung incidence rate (IR) campak sebesar 5,89 per 100.000 penduduk dan di Kecamatan Metro Pusat masih cukup tinggi yakni 38,8%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian campak pada anak usia 1-14 tahun di Kecamatan Metro Pusat tahun 2013-2014.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol, sampel dalam penelitian ini adalah 102 yang terdiri dari 34 kasus dan 68 kontrol. Teknik pengambilan sampel untuk kasus dengan mengambil seluruh kasus campak klinis, sedangkan kontrol dengan teknik neighbourhood. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dengan melakukan observasi keadaan lingkungan rumah. Data dianalisa secara univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil penelitian: Hasil penelitian didapat bahwa kasus campak berpengaruh dengan pekerjaan ibu (OR 3.2; CI 95% 1,355-7,798), status imunisasi (OR 3,0; CI 95% 1,242-7,646), riwayat kontak (OR 3.7; CI 95% 1,199-11,545), penghasilan keluarga (OR 3,0; CI 95% 1,242-7,464), dan kepadatan hunian (OR 3.3; CI 95% 1,348-8,277). Selanjutnya dilakukan analisis multivariat didapatkan hasil bahwa faktor risiko kejadian campak adalah pekerjaan ibu, riwayat pemberian ASI, status imunisasi, riwayat kontak, penghasilan keluarga, dan kepadatan hunian.Kesimpulan: Kejadian campak pada anak usia 1-14 tahun disebabkan oleh faktor pekerjaan ibu, status imunisasi, riwayat kontak, penghasilan keluarga, dan kepadatan hunian. Saran penelitian ini sebaiknya dilakukan monitoring dan kegiatan konseling, informasi dan edukasi tentang imunisasi campak, ASI ekslusif dan pemberian Vitamin A, kemudian pelatihan kader dapat menggerakkan keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu dan penyuluhan terhadap ibu dalam perawatan terhadap anak yang terkena campak.Kata Kunci : Faktor Risiko, Campak, Anak usia 1-14 tahun
Hubungan Asupan Gizi, Pengetahuan dan Stimulasi Ibu dengan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah TK Handayani dan TK Teratai 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang 2014 Emalia; Fatmalina Febry; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.456 KB)

Abstract

Latar Belakang: TK Teratai dan TK Handayani merupakan cakupan wilayah kerja dari Puskesmas Merdeka. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di kedua TK, dari 18 anak tersebut terdapat dua anak dengan status gizi kurang dan satu anak dengan status gizi buruk.Ini berarti masih ada anak prasekolah yang mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode survey deskriptif-analitis dengan desain studi potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 55 anak dari kedua TK berdasarkan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel adalah teknik sampling jenuh. Teknik analisis data secara univariat dan bivariate dengan uji statistik chi-square. Data disajikan dalam analisis p-value, Prevalensi Rasio (PR) dan 95% derajat kepercayaan (CI).Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara asupan energi (p value=0,047), asupan karbohidrat (p value=0,007), vitamin A (p value=0,028) dan pengetahuan ibu (p value=0,002) dengan status gizi anak. Tidak ada hubungan antara asupan protein (0,641), lemak (p value=0,711), zat besi (p value=0,252), zinc (p value= 1,000), dan stimulasi ibu dengan status gizi anak. Terdapat hubungan antara asupan energi (p value=0,022), protein (p value=0,001), zat besi (p value= 0,020), zinc (p value=0,048) dan stimulasi ibu (p value= 0,017) dengan perkembangan motorik kasar anak prasekolah. Tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat (p value=0,080), lemak (p value=0,100), vitamin A (p value=0,709) dan pengetahuan ibu (p value=0,080) dengan perkembangan motorik kasar anak prasekolah.Kesimpulan: Asupan energi, karbohidrat dan pengetahuan ibu mempengaruhi status gizi anak prasekolah. Asupan energi, protein, zat besi, zinc dan stimulasi ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak prasekolah.Kata Kunci: Status gizi, asupan gizi dan perkembangan motorik kasar
Implementasi Program Antenatal Terpadu di Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan Pendekatan Balance Scorecard Feby Happy Monica; Asmaripa Ainy; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.068 KB)

Abstract

Latar Belakang : Program antenatal terpadu merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang meliputi pelayanan KIA, gizi, pengendalian penyakit menular dan penanganan penyakit tidak menular serta beberapa program lokal dan spesifik lainnya. Balance Scorecard merupakan suatu metode pengukuran dan pelaporan kinerja yang juga dapat diterapkan dibidang kesehatan masyarakat yakni untuk mengevaluasi program kesehatan masyarakat.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Balance Scorecard for Public Health. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 18 informan dan dilakukan observasi serta telaah dokumen. Analisa data menggunakan matriks yang telah dikelompokkan sesuai perspektif pada kuadran balance scorecard. Uji validitas melalui triangulasi data, metode dan peneliti.Hasil Penelitian : Perspektif penggunaan sumber daya dan jasa untuk sarana dan prasarana masih terkendala ketersediaan peralatan pemeriksaan dan penanganan, khususnya ibu hamil dengan kasus HIV, IMS dan Hepatitis B. Ketersediaan tenaga kesehatan masih dinilai kurang di bagian gizi. Untuk perspektif proses layanan antenatal belum sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Begitu juga untuk keterlibatan kader kesehatan dalam program antenatal ini masih sangat jarang dilibatkan. Sehingga, dari ketiga perspektif tadi mempengaruhi perspektif status kesehatan yang terdiri dari menurunnya cakupan K1 dan K4 serta masih tingginya jumlah kematian ibu di Puskesmas Tanjung Agung.Kesimpulan : Pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu di Puskesmas Tanjung Agung masih belum begitu sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Sehingga, perlu adanya beberapa pembenahan dan peningkatan dalam pelaksanaan program tersebut khususnya di 4 perspektif pada penilaian dengan balance scorecard.Kata Kunci : Implementasi, antenatal terpadu, balance scorecard
Korelasi Perilaku Kadarzi terhadap Status Gizi Balita di Puskesmas Simpang Timbangan Indralaya Tahun 2014 Rismawati; Anita Rahmiwati; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.261 KB)

Abstract

Latar Belakang: Data cakupan program Puskesmas Simpang Timbangan menunjukkan angka yang rendah pada program kadarzi menimbang berat badan balita secara teratur (66,92%), ASI eksklusif (26,83%), pemberian kapsul vitamin A pada balita usia 12-59 bulan (51,52%). Berdasarkan BB/U ditemukan 2 (dua) balita gizi kurang dan 1 (satu) balita gizi buruk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan di Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita usia 6-23 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014 yaitu sebanyak 73 balita. Responden dari penelitian ini adalah ibu balita. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah berupa kuesioner melalui wawancara, baby scale dan meteran melalui pengukuran antropometri balita secara langsung.Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku kadarzi dengan status gizi balita usia 6-23 bulan berdasarkan indikator BB/U (p = 1,000), PB/U (p= 0,466), BB/PB (p= 1,000) dan IMT/U (p=1,000).Kesimpulan: Tidak ada hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah Ogan Ilir perlu meningkatkan pembinaan atau pelatihan untuk petugas puskesmas terutama bidan kelurahan dan petugas gizi puskesmas untuk meningkatkan promosi mengenai keluarga sadar gizi.Kata Kunci: Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), status gizi balita
Hubungan Status Gizi Terhadap Kualitas Hidup Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya Maulida Aulia; Anita Rahmiwati; Rico Januar Sitorus
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.958 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.208-213

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan tahun 2007, seiring dengan meningkatnya UHH, maka populasi penduduk lansia juga mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan populasi penduduk lansia ini tentunya menjadi tantangan besar dalam masalah kesehatan dan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, jumlah sampel 62 responden lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September 2016. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square dan regresi logistic ganda.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya diketahui secara statistik status gizi paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup (p value=0,004; OR=20,927). Variabel lainnya yang berhubungan adalah umur (p-value=0,005; OR=5,182), jenis kelamin (p-value=0,003; OR=5,938), status pernikahan (p-value=0,001; OR=6,861) dan penyakit rematik (p-value=0,001; OR=6,750)Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa status gizi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia di Panti Tresna Werdha Warga Tama Indralaya. Rekomendasi bagi petugas kesehatan kesehatan yang bertugas di Panti Tresna Werdha Warga Tama Indralaya agar dapat melakukan penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai gizi.
Analisis Faktor Risiko Kelelahan Kerja pada Karyawan Bagian Produksi PT. Arwana Anugrah Keramik, Tbk Mariani Juliana; Anita Camelia; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.152 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.1.53-63

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal diantaranya usia, status anemia, masa kerja, kualitas tidur, dan beban kerja, sedangkan faktor eksternal yaitu shift kerja dan iklim kerja panas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian produksi PT. Arwana Anugrah Keramik, Tbk.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada di bagian produksi PT. Arwana Anugrah Keramik, Tbk yang berjumlah 168 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu propability sampling dengan teknik simple random sampling diperoleh sampel sebesar 75 orang. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan data sekunder (studi dokumentasi). Teknik pengolahan data menggunakan teknik analisis data yaitu Chi –square.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa usia (p-value=0,793) dan masa kerja (p-value=0,337) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja, sedangkan status anemia (p-value=0,012), shift kerja (p-value=0,021), kualitas tidur (p-value=0,0001), beban kerja (pvalue=0,001), dan iklim kerja panas (p-value=0,004) memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja.Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian produksi PT. Arwana Anugrah Keramik, Tbk adalah status anemia, shift kerja, kualitas tidur, beban kerja, dan iklim kerja panas. Untuk mencegah kelelahan kerja, perusahaan PT. Arwana Anugrah Keramik, Tbk sebaiknya menyediakan alat angkut untuk meringankan beban kerja karyawan, menyediakan air minum pada jarak yang relative terjangkau, serta memperbolehkan karyawan untuk beristirahat sejenak (10-15 menit) setiap 1-2 jam kerja.
Analisis Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Dokter Keluarga PT Askes di Kota Palembang Tahun 2013 Mawaddah Assupina; Misnaniarti; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.973 KB)

Abstract

Latar Belakang : Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi melibatkan Peserta, Penyedia Pelayanan Kesehatan (PPK) dan PT Askes (Persero) dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta askes yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya yang efektif dan efisien. Program ini telah dijalankan PT Askes (Persero) sejak tahun 2010 namun dalam pelaksanaannya dari 19 dokter keluarga prolanis hanya 5 dokter keluarga yang baru berpartisipasi aktif serta realisasi biaya di PT Askes pada tahun 2012 justru terjadi kenaikan. Dari latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui implementasi Prolanis berdasarkan Peraturan Direksi PT Askes (Persero) Nomor 121 Tahun 2012 di tingkat Dokter Keluarga PT Askes di Kota Palembang.Metode : Menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, telaah dokumen dan FGD. Informan 16 orang yang mewakili PT Askes, Dokter Keluarga Prolanis, dan peserta Prolanis. Penyajian data dalam penelitian ini menggunakan narasi dan kemudian dibuat juga dalam bentuk matriks.Hasil Penelitian : Diketahui bahwa PT Askes dan dokter keluarga sudah memahami pelayanan 7 pilar prolanis yang merupakan penjabaran Pedoman Prolanis. Untuk pelaksanaannya sendiri, dokter keluarga yang belum aktif pelaksanaan hanya pada 5 dari 7 pilar dengan alasan tidak ada tempat, kesibukan dokter, dan peserta yang tidak bersedia. Masih terdapat kendala guna pencapaian tujuan prolanis seperti PIC hanya satu orang, sarana tempat yang tidak tersedia di tiap dokter keluarga dan target peserta yang belum mencapai target.Kesimpulan : Implementasi program pengelolaan penyakit kronis pada dokter keluarga PT Askes di kota Palembang tahun 2013 masih masih belum optimal serta ditemukan kendala. Saran untuk PT Askes agar menambah PIC prolanis di PT Askes cabang Palembang serta membantu advokasi izin penggunaan tempat bagi dokter keluarga yang tidak memiliki tempat untuk kegiatan klub.Kata Kunci : Analisis Implementasi, Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis)
Kesiapan Reproduksi Remaja Putri di Sekolah Menengah Atas dan Pondok Pesantren: Manakah yang Lebih Baik? Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.161 KB)

Abstract

Latar Belakang : Selama ini masalah kesehatan remaja kurang mendapat perhatian serius. Keadaan status gizi remaja pada umumnya dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan yang berakibat pada rendahnya tingkat konsumsi zat gizi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan makanan atau membatasi sendiri makanannya karena faktor ingin langsing. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pola konsumsi pangan, status gizi dan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja putri Sekolah Menengah Atas dan Pondok Pesantren.Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel adalah 60 siswi Sekolah Menengah Atas dan pondok pesantren di Bangkinang, propinsi Riau. Hasil Penelitian : Indeks Massa Tubuh sampel secara umum termasuk normal (73.3% di SMA dan 80% di Pondok Pesantren) namun tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05). Prevalensi anemia tinggi (100% di SMA dan 73.3% di Pondok Pesantren). Terdapat perbedaan nyata (P<0.05) status besi sampel di SMA dan Di Pesantren. Pengetahuan reproduksi sampel di SMA cenderung lebih baik daripada contoh di Pesantren namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05). Persepsi terhadap kesehatan reproduksi sampel di SMA cenderung lebih baik dibandingkan dengan contoh di pesantren namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05). Terdapat hubungan yang nyata antara Indeks Massa Tubuh dengan persepsi terhadap kesehatan reproduksi (P<0.05). Kesimpulan : Remaja putri di Pesantren memiliki kesiapan reproduksi yang lebih baik dibandingkan dengan remaja putri di Sekolah Menengah Atas. Kata Kunci : Kesiapan Reproduksi, Persepsi terhadap kesehatan reproduksi, remaja putri, Sekolah Menengah Atas, Pondok Pesantren
Exploring Mother's Healthy Feeding Practices of Children, Ages 4-6 Years: a Qualitative Study Anita Rahmiwati; Ditia Fitri Arinda; Feranita Utama; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.117 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2019.10.1.25-31

Abstract

Background: Feeding or eating good upbringing which affects the development growth and intelligence of children. For that, it is necessary for feeding patterns or parenting eat right and balanced in order to stay healthy and avoid infection or other diseases related to nutrition. A balanced diet is eating according to the composition of food that our body needs in portions adapted to the needs of children at each age. Methods: Respondents in this study are the parents of kindergarten children Rabbani North Indaralaya with a range of aged 4-6 years. Implementation of FGD was attended by 12 people, consisting; three researchers, two minutes, and seven respondents. Respondents selected through purposive sampling, based on predetermined criteria and is considered capable of answering research problems. The purpose of the study is to explore more deeply about parenting feeding mothers in Ogan Ilir associated with understanding (the concept of balanced nutrition, quantity of feeding practices in terms, frequency, form, variety, and type of food). This study used a qualitative approach. The data collection technique is Focus Group Discussion. Data processing was done manually using the content analysis method (analysis). Results: The results showed majority of mothers do not understand that concept of balanced nutrition, for this aspect the number of feeding infants in Ogan Ilir still do not meet the nutritional needs to children as seen from the children often do not prepare food to consume by their mother if the child does not as the dishes served. From the aspect of the frequency, almost mothers only give meal 2-3 times and one times an additional food during the day. From this aspect of a mother, a form has given the same food with family to meal, but this menu gives only food in like a child. In terms of variety of food provided to children are still less, and most children do not consume vegetables and fruit. Conclusions: Mother feeding patterns in children are not good, lack of parental support in providing food resulted in children accustomed to eating that is not good. Appropriate educational media is the required age of children to increase the child's knowledge about nutritious food and motivate children to want to eat nutritious food.
Co-Authors A.P, Audry Maharani adelina irmayani lubis Aerosta, Danny Aggraeni, Deliza Ahmad Adi Suhendra Ahmad Rivai Alam Fajar, Nur Alamsari, Halidazia Andhiny, Tiara Anita Camelia Anita Camelia Apriliani, Ferenadia Ariana, Rika Asih Setiarini Asmaripa Ainy Aulia, Maulida Ayu Wulan Sari Azizah, Mulia Fadhilatul Azwinfadhlan, Ahmad Besral . Cesilia M Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Dadang Hikmah Purnama Dadang Hikmah Purnama, Dadang Hikmah Della Anggraini Putri Della, Della Anggraini Putri Desi Winda Wati Desi Winda Wati, Desi Winda Desri Maulina Sari Devi Kartika Sari Devy Kartika Sari Devy Yuliantari Diah Mulyawati Utari Dianaulina, Dwi Dicky Permana Putra Djokosujono, Kusharisupeni Dwi Ananda Putri Dwi Inda Sari, Dwi Inda Eka Mujiati Eka Mujiati, Eka Elvi Sunarsih Emalia Emalia Emalia Fatmalina Febry Fatria Harwanto Febriyansyah, Febriyansyah Feby Happy Monica Feby Happy Monica, Feby Happy Fenny Etrawati Feranita Utama Feranita Utama Feranita Utama Fitriani, Novi Fitriani, Ranty Gaol, Ruth Evita Gloria Lumban Haerawati Idris, Haerawati Hakim, Dwi Ratnawaty Halidazia Alamsari Hamzah Hasyim Hapzi Ali Hayati, Thursina Vera Herman Brawijaya Herman Brawijaya, Herman Idris, Haerawari Indah Dwi Wahyuni Indah Dwi Wahyuni, Indah Dwi Indah Purnama Sari Indah Purnamasari Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Inoy Trisnaini Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Juliana Lumban Gaol, Mariani Juliska, Shelly Karlinda Karlinda Kartika Sari, Devy Khairunnisa, Nanda Kusharisupeni Djokosujono Kusharisupeni Djokosujono Lihwana, Mia Asni Lubis, Fatma Juwita Lumban Gaol, Riama Claudia Christine M Zulkarnain M. Zulkarnain M. Zulkarnain, M. Zulkarnain Maretalinia, Maretalinia Mariani Juliana Maryanto, Hendri Maulida Aulia Mawaddah Assupina Mawaddah Assupina, Mawaddah Meri Siska Arisandi Mia Asni Lihwana Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti, Misnaniarti Muhammad Dwi Hidayatullah Nabila, Sri Aisyah Najmah Najmah Najmah, Najmah Nana Mulyana Nana Mulyana Ningsih, Windi Indah Fajar Novrika Sari Novrikasari Novrikasari Novrikasari Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Amalia, Risa Nurul Fitriani Ocktariyana, Ocktariyana Panjaitan, Merry Natalia Prautami, Erike Septa Purnama Sari, Indah Purnamasari, Septi Putri Sabila, Virgina Putri, Dwi Ananda Rahmayani, Lusi Ramdika, Sari Bema Ratna Djuwita Ratna Djuwita Ratna Djuwita Rico J. Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Mutahar Risa Nur Amalia Rismawati Rismawati Rismawati Rizma Adlia Syakurah Robiatul Adawiyah Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rully Mufarika Sabila, Virgina Putri Sari Bema Ramdika Sari, Devy Kartika Sari, Novrika Siti Puji Astuti Siti Rachmi Indahsari Sunarsi, Elvi Syafhira, Adinda Syafran Arrazy Tita Priyanka Putri Tri Krianto Tri Krianto Tri Krianto tri wahyuni Tuzzahra, Aquila Haya Utami, Fadhila Nur Vani Safithri Virgina Putri Sabila Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Wulandari, Molas Maryunisa Salsabila Yeni Yeni Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuliantari, Devy Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliastuti, Maria Eka Yuniarti, Melisa Yurizal Yurizal Yurizal Yurizal Yustini Ardillah, Yustini Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, M. Zulkarnain Zulkarnain, Mohammad