Claim Missing Document
Check
Articles

Forms of Presentation of Ma'barutung Music Art in Parombean village, Curio district, Enrekang regency Ekomagrah Warsono; Widodo Widodo; Wadiyo Wadiyo
Catharsis Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ma'Barutung is a traditional art inherited from our ancestors which is still being maintained by the people in Parombean village, Curio district, Enrekang regency. Ma'barutung is a traditional music that uses bamboo as the main musical instrument and the type of bamboo used is pattung tara bamboo with a size of more than 1 meter. This ma'barutung music is a routine activity of local residents and has become a tradition in Parombean Village which is performed at certain events so that this music becomes an important tradition in which there are musical performances consisting of players, singers, instruments, clothing and stage setting. Ma'barutung music is highly guarded by the people of Parombean village because this art is the only art inherited from their ancestors that has musical presentations that are different from other musical arts and has cultural values and character education values in the performances. This study aims to analyze and discuss the form of presentation of ma'barutung music in Parombean village. This study used a descriptive qualitative method and its research approach used an ethnomusicological approach. data collection techniques namely observation techniques, interview techniques and documentation. The results of this study provide answers regarding the form of presentation of ma'barutung music which is a musical ensemble consisting of players, instruments, singers, songs, costumes, make-up and stage. Based on the results of the research, the researcher's suggestion is that the art of ma'barutung music can still be further developed in terms of its performance, namely the formation and stage setting, as well as the infrastructure, so that the government pays attention to and facilitates the performers of the art of ma'barutung music so that it is more developed and its existence can be recognized and more appreciated.
Learning to Play Music Based on Flashcards for Inculcating Character Values; Discipline, Independence and Curiosity Dwi Kananda Tyas Sulistyo; Wadiyo Wadiyo; Restu Lanjari
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 40, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v40i2.46360

Abstract

This study discusses learning music through flashcard media to instill character values in early childhood at the Indonesian Music School (SMI) Semarang, Program Foundation of Music (FOM). There are 3 (three) main character values that will be discussed in this study. They are the value of discipline, the value of independence and the value of curiosity. The research questions of  this study are the 3 (three) main character values instilled in early childhood in the Program FOM, SMI Semarang. This study uses an Inculcation Approach. This research uses descriptive qualitative method. In addition, the data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. From the results of the analysis, it can be concluded that by cultivating 3 (three) main character values; discipline, independence and curiosity, students can implement them and continue to the next stage of development. So that it is in line with the purpose of character education, which is to create superior and dignified student characters.
Form of presentation of traditional Ma'barutung music in Parombean village, Curio district, Enrekang regency Ekomagrah Warsono; Widodo Widodo; Wadiyo Wadiyo
The International Journal of Politics and Sociology Research Vol. 11 No. 2 (2023): September: Law, Politic and Sosiology
Publisher : Trigin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijopsor.v11i2.163

Abstract

Ma'Barutung is one of the traditional cultures inherited from their ancestors which is still maintained by the Massenrempulu community, especially in Parombean Village, Curio District, Enrekang Regency. Ma'barutung is a traditional music that uses bamboo as its main musical instrument and the type of bamboo used is pattung tara bamboo with a size of 1 meter. Ma'barutung music is a routine activity for local residents and has become a tradition in Parombean Village which is performed on certain occasions so that this music becomes an important tradition in which there are unique offerings in each performance. Ma'barutung music is also very guarded by the people of Parombean village because this art is the only art inherited from their ancestors that has cultural values ​​and character education values ​​in its performances. This research approach uses an ethnomusicological approach. data collection technique; observation techniques, interview techniques and documentation. This study aims to analyze and discuss the form of presentation of ma'barutung music.
Bentuk dan Fungsi Musik Iringan Tari Puju Galaganjur Sanggar Sirajuddin Gowa Nobertian Panca Tandibua; Wadiyo Wadiyo; Eko Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13754

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan permasalahan mengenai Bentuk musik iringan tari puju galaganjur sanggar sirajuddin gowa.Metode penelpitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: bentuk musik iringan tari puju galaganjur terdapat tiga bagian yaitu: A – B – C, Bagian pertama pengiring dimulai saat penari bersiap memasuki arena pertunjukan. Alat musik tradisional yang menjadi pembuka sebagai intro adalah gendang. Komposisi pengiringnya diawali dengan pola irama ketukan gendang sebagai pembuka. Iringan tengah terdiri dari ansambel musik tradisional Makassar yang memainkan lagu-lagu Lana Lana. Di akhir komposisi, iringan tari menggunakan melodi lagu tanning- tanning yang mengiringi penari meninggalkan arena panggung secara bersamaan. Iringan tari musik Puju galaganjur hanya diciptakan untuk kebutuhan iringan tari yang tergolong jenis eksternal yang dimainkan secara ansambel dengan komposisi musik iringan tari yang bersifat non-mandiri yaitu; musik yang disusun hanya untuk kebutuhan iringan atau illustrasi.
Penata Layanan Musik Gereja sebagai Bentuk Tata Kelola Pendidikan Seni dalam Masyarakat Agus Budi Handoko; Wadiyo Wadiyo; Widodo Widodo; Suharto Suharto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja sebagai bagian dari organisasi keagamaan dalam masyarakat agar bisa berjalan dengan baik tentu juga berhubungan dengan kegiatan tata kelola, yaitu usaha kegiatan untuk menata dan mengelola gereja sehingga bisa menjadi organisasi yang lebih teratur dan lebih baik, dan tujuan gereja bisa tercapai dengan lebih efektif.  Sayangnya penatalayanan di gereja belum bisa menyentuh merata ke semua bagian secara maksimal, biasanya yang menjadi perhatian tentang tata kelola organisasi secara umum, sedangkan penatalayanan di bidang musik gereja masih kurang dan belum seimbang. Penatalayanan musik gereja dilakukan sebatas jika sudah ada alat musik dan pemain dianggap sudah cukup, tanpa perlu memikirkan pengembangan dan pendidikan musik gereja. Penelitian ini berusaha mengumpulkan, mengolah dan kemudian manganisis data terkait: konsep penatalayanan musik gereja, pentingnya pelayanan musik gereja, bentuk penatalayanan musik gereja sebagai bagian dari pendidikan musik gereja. Metode penelitian  dalam  artikel  ini adalah  penelitian  studi  pustaka  dengan pendekatan  kualitatif  deskriptif. Musik liturgi sebagai bagian untuk menunjang atau melayani liturgi  senantiasa diperlukan keberadaannya, sehingga penggunaan musik dalam liturgi perlu dikelola atau ditata dengan baik untuk menunjang keberhasilan ibadah. Pendidikan seni musik gereja tidak hanya mencakup masalah keterampilan bermusik atau bernyanyi semata, tetapi juga menyangkut tentang spiritualitas dan karakter dari para musisi dan pemuji yang melayani, dengan kata lain bahwa kualitas rohani para pemuji juga menjadi sasaran utama dalam pendidikan musik yang dilaksanakan. 
Peran Digital Music Publisher dalam Pemasaran Karya Musik di Era Industri 4.0 Dadang Dwi Septiyan; Wadiyo Wadiyo; Slamet Haryono; Yudi Sukmayadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi industri 4.0 secara fundamental mengakibatkan berubahnya cara manusia berpikir, hidup, dan berhubungan satu dengan yang lain. Revolusi tersebut berdampak pada sektor industri musik yang menjadi bagian integral masyarakat global. Seiring berkembangnya teknologi, digital music publishing dan/atau digital music publisher menjadi metode baru dalam pemasaran karya musik. Digital music publisher memiliki kewajiban untuk mendistribusikan atau memasarkan karya musik yang hak nya dikelola oleh digital publsiher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran digital music publisher dalam pemasaran karya musik di era industri 4.0. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Perspektif yang digunakan mengkaji penelitian ini adalah perspektif manajemen pemasaran milik Kotler. Fokus dalam penelitian ini adalah pemahaman tentang gambaran praktik manajemen pemasaran yang dilakukan oleh digital music publisher dalam memasarkan karya musik melalui digital publishing. Berdasarkan pada hasil penelitian, diperoleh data bahwa digitalisasi musik di era industri 4.0 membuat para artist atau musisi dapat memasarkan karya musiknya ke publik dengan mudah. Melalui digital music publisher, artist atau musisi dengan sangat mudah mempublikasikan dan mendistribusikan karya musiknya, serta dapat mengelola hak moral dan hak ekonomi nya atas karya musik yang dikelola oleh digital music publisher. Selain itu, digital music publisher berperan dalam pengelolaan karya musik yang akan didistribusikan dan dipublikasikan secara luas, dari konsep produk yang tentu hasil rekamannya berkualitas agar dapat dimonetizing sesuai dengan banyaknya karya musik itu didengar oleh pendengar. Implikasi penelitian ini memberikan informasi kepada para pencipta lagu dan musisi akan pentingnya digital music publisher dalam memaksimalkan hak moral dan hak ekonomi dari karya musiknya.
Pendidikan Seni Berbasis Multikultural di Sekolah Delvia Mona; Wadiyo Wadiyo; Suharto Suharto; Ardipal Ardipal
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi yang mengglobal telah mempengaruhi kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni bahkan di dunia pendidikan. Kemajuan teknologi ini tidak bisa kita hindari karena mau bagaimanapun kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Era globalisasi ini berbagai peristiwa, kemajuan teknologi, dan tren di belahan dunia turut berpengaruh terhadap perubahan karakter peserta didik. Pengaruh negatif tersebut antaranya, memudarnya nilai-nilai kearifan lokal seperti sopan santun dan gotong royong, menipisnya sikap saling menghargai antar ras, etnis, maupun kepercayaan, hingga kurangnya minat generasi muda terhadap kesenian daerah. pendidikan seni pada hakekatnya merupakan proses pembentukan manusia melalui seni. Pembelajaran yang hanya mengajarkan siswa berkarya seni kurang relevan dalam pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu diperlukanya pendidikan seni berbasis multikultural di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan seni berbasis muktikultural di sekolah.
Keberadaan Musik Gendang Gong di Riau dalam Peristiwa Adat dan Pertunjukan Seni Hukmi Hukmi; Muhammad Jazuli; Wadiyo Wadiyo; Widodo Widodo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik Gendang Gong di Riau merupakan bentuk budaya musik masyarakat Melayu Riau beradat Keperpatihan. Selama ini musik Melayu yang beradat Ketemenggungan lebih dikenal, sehingga juga Gendang Gong mengalami kemunduran. Saat ini ada usaha untuk melestarikannya baik secara adat maupun bentuk pertunjukan kesenian di luar adat. Satu sisi pelakunya masih banyak kaum tua, walaupun di Kampar anak muda berusaha melestarikannya. Tujuan penulisan ini lebih dimaksud untuk melihat keberadaan musik Gendang Gong di Riau, baik dalam acara adat maupun helat seni di luar adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan etnometodologis. Tentunya penelitian ini bermanfaat sebagai infromasi bagi khalayak mengenai musik Gendang Gong sebagai musik Melayu Riau khususnya terkait dengan budaya Melayu beradat Keperpatihan. Diketahui Musik ini memiliki fungsi secara sosial yakni fungsi untuk iringan pencak silat dan fungsi penyambutan tamu. Terkait helat seni yang menampilkan Gendang Gong sangat terkait dengan fungsi sebagai sarana kelangsungan dan stabilitas budaya, dan keseluruhan penghadiran Gendang Gong dapat berfungsi sebagai hiburan.
Pendidikan Seni Berlandaskan Tekno-Ideologi; Evaluasi Pembelajaran Notasi Musik dalam Konsep Transposisi A. Heryanto; Wadiyo Wadiyo; Agus Cahyono; Suharto Suharto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini memuat tentang pendidikan seni berlandaskan teknologi dan ideologi; Implementasinya pada Evaluasi Pembelajaran Notasi Musik dalam Konsep Transposisi melalui aplikasi Score Cloud. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan tentang keberadaan, kebenaran dan nilai/ kebermanfaatan Evaluation) dalam konsep Transposisi pada Pembelajaran Notasi Musik melalui Score Cloud. Penulisan ini menggunakan Metode Campuran (Mixed Method). Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat membuktikan bahwa keberadaan Evaluasi dalam konsep Transposisi pada Pembelajaran Notasi Musik dapat efektif dan efisien melalui aplikasi Score Cloud. Evaluasi menggunakan aplikasi Score Cloud ini dapat dijadikan sebagai alternatif objektifitas dalam penilaian pembelajaran Notasi Musik. Evaluasi Pembelajaran Notasi Musik dalam konsep Transposisi ini menunjukan bahwa guru sebagai manusia sudah sepatutnya untuk melek teknologi. Kemajuan teknologi saat ini tentu sangat bernilai, bagi guru yang memanfaatkannya. Artinya, guru akan lebih bernilai dan bermanfaat ketika dapat menyesuaikan dengan kemajuan teknologi. Jika ingin menyesuaikan dengan kemajuan teknologi saat ini, maka guru wajib meningkatkan kompetensinya diberbagai bidang; Kepribadian, Sosial, maupun Pedagogik dan profesionalitas yaitu salah satunya pengembangan potensi diri dalam penggunaan teknologi. Guru harus dengan bijak menanggapi keberadaan dan kemajuan teknologi. Guru indonesia tidak mudah dikalahkan oleh teknologi. Teknologi sebagai fasilitas mempermudah dan membantu guru mengembangkan kompetensi. Kompetensi ini tentunya tetap diperkuat oleh Ideologi Pancasila sebagai kekuatan guru yang berkarakter.
Kesenian Madihin Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan : Tinjauan Filsafat Nilai Max Scheler Muhammad Budi Zakia Sani; Wadiyo Wadiyo; Suminto A. Sayuti; Syakir Syakir
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini adalah hasil dari intisari sebuah hasil penelitian terdahulu mengenai kesenian madihin. Penelitian terdahulu yang dilakukan dirasa perlu dilengkapi dan diperluas lagi aspek pengetahuan yang diberikan menurut peneliti, sehingga konsep riset ini dilakukan untuk memperbanyak referensi dan literatur bagi masyarakat seni di Indonesia. Kesenian madihin adalah sebuah tradisi lisan atau pertunjukan seni yang berbasis rakyat di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Kesenian ini memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri sehingga diminati dan disukai oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kandungan filsafat nilai yang ada pada kesenain madihin berdasarkan tinjauan dari perspektif pemikiran Max Scheler. Metode penelitian yang telah dipakai dengan pendekatan metode kualitatif dengan paparan deskriptif. Manfaat dari penelitian ini adalah tedapat apada dua hal yaitu manfaat praktis dan manfaat teoritis, kedua manfaat ini akan memberikan tambahan wawasan yang baru bagi masyarakat secara luas. Hasil dalam penelitian ini adalah ditemukan bahwa di dalam sebuah kesenian madihin di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan mengandung nilai-nilai filsafat yang merupakan dasar atau landasan bagi pemain madihin dalam upaya pekestarian dan pemertahan identitas budaya yang ada pada masyarakat banjar, sehingga secara tinjauan filsafat nilai kesenian madihin ini mengandung nilai-nilai yang baik untuk dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai sebuah identitas budaya yang dimiliki oleh masyarakat banjar secara luas.
Co-Authors A Sayuti, Suminto A, Heryanto A. Heryanto Abdul Rachman Adi, Brian Trinanda Kusuma Agus Budi Handoko Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Ahmad Busyairi, Ahmad Alhail, Hadi Amaliani, Mina Andri Pranolo Apriadi, Sugeng Arbi, Bahtiar Ardipal Ardipal Asmarani, Kidung Sukma Bahtiar Arbi Dadang Dwi Septiyan Damayanti, Laila Delvia Mona Delvia Mona Desi Wulandari, Desi Dhani Windra Guspa Dilfa, Alrizka Hairi Dwi Kananda Tyas Sulistyo Eko Sugiarto Ekomagrah Warsono F, Totok Sumaryanto, Fahmi, Nuril Falah, Ade Fajrul Fallah, Saiful Fitriah, Laila Girindra Putri Dewi Saraswati, Girindra Putri Dewi Girmaw Ashebir Sinshaw Hadi Alhail Halilintar, Mark Dhaksa Handayani, Lucy Hanifah, Hanifah Suaidi Hapsari, Maria Magdalena Cita Hartono & Wahyu Lestari Hartono Hartono Hartono, Rudi Hasanah, Noviatun Hukmi Hukmi Indah Rizky Heryana Indariyana, Raditya Wahyu Jafloenty, Archangela Gilarni Joko Wiyoso Joko Wiyoso Kamis, Arasinah Kusrina Widjayantie Kwidura, Nugroho Laila Fitriah Laila Fitriah Lathifasari, Meisera Fika Luzi, Ahmad Surya M Okta Dwi Sastra FM Marijo M. Jazuli M. Jazuli M. Marauna, Vikran M. Okta Dwi Sastra F.M. Marijo Malarsih Malarsih Mau, Laurensius Yosef Mauassa, Teguh Yusuf Vertian May Sari Lubis Metan, Yosefina Meyltsan Herbert Maragani Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan Muhammad Budi Zakia Sani Muhammad Budi Zakia Sani Muhammad Budi Zakia Sani Muhammad Jazuli Muhammad Jazuli Muhammad Kunta Biddinika Muhammad Najamudin Muhammad Najamudin Muhammad Najamudin Muhammad Rifki Nafik Salafiyah Natalia, Violinna Wynsa Nobertian Panca Tandibua Notosutanto Arhon Dhony, Nugroho Nugroho Notosutanto Arhon Dhony Nugroho Notosutanto Arhon Dhony Nur Rokhmat Nur Sahid Nur Sahid Nur Sahid Nuswantara, Deu Aditama Opwora, Meshack Pangesti, Yuliana Sri Pangestika, Nurratri Widya Pratama, Ritchie Manuel Pristiati, Tutut Puspita, Sovie Kresnadayanti putra, I wayan agus suardiana R.M. Soedarsono -, R.M. Soedarsono R.M. Soedarsono, R.M. Soedarsono Restu Lanjari Rihidi, Tjetjep Rohendi Rohman, Fadlur Rokhmah, Na'ilir Rosyidi, Mohamad Ikhwan Rumi, Jalaluddin S. Suharto Safitri, Setiorini Rahma Safitri, Setiorini Rahma Salu, Vega Ricky Sambira, Zefanya Samudera, Arief Sari, Desti Kumala SATRIYAS ILYAS Sayuti, Muhammad Septian Cipto Nugroho Septian Cipto Nugroho simanjuntak, frans jimmy Siti Aesijah Slamet Haryono Sri Sumartiningsih SUHARTO Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Sulaksono, Projo Sularso Sularso Sularso Sularso, Sularso Sumaryanto. F, Totok Suminto A. Sayuti Suminto A. Sayuti Sunarto Sunarto Susanto, Harry Agus Suwardi Endraswara Suwardi Endraswara Syahrul Syah Sinaga Syahrul Syah Sinaga Syahrul Syah Sinaga Syahrul Syah Sinaga Syakir - syakir syakir Teguh Supriyanto Timbul Haryono Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Tri Joko Raharjo Trigunawan, Ade Udi Utomo Udi Utomo Udi Utomo Udi Utomo Victor Ganap wafa, mochammad usman Wahyu Iskandar Wahyu Mukti, Muhammad Panji Wahyu Setyaningsih Sugiyo, Septi Wandah Wibawanto Widiantho, Susyam Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Wiharja, Muh. Kurniawan Adikusuma Willy Lontoh, Willy Wismandanu, Hanur Wulan Widiyanti, Wulan Wulansari, Reni Yudi Sukmayadi