Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Media Sains

Peran Perempuan di Sektor Publik: Kajian Hak Asasi Manusia terhadap Perempuan Pegawai SPBU di Kota Kupang Fadil Mas'ud
Media Sains Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Media Sains
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/f9khq455

Abstract

Perempuan telah memainkan peran penting dalam sektor publik di Indonesia, meskipun mereka masih menghadapi tantangan dalam memperjuangkan kesetaraan hak di tempat kerja. Salah satu sektor yang memberikan peluang bagi perempuan untuk bekerja adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perempuan pegawai SPBU di Kota Kupang dalam konteks hak asasi manusia (HAM) dan kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan pegawai SPBU di Kota Kupang mendapatkan kesempatan yang setara untuk bekerja, mereka masih menghadapi tantangan dalam hal diskriminasi pekerjaan, kesulitan dalam promosi jabatan, serta ketimpangan dalam pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, meskipun ada peraturan yang menjamin hak kesetaraan, implementasi di lapangan masih jauh dari ideal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih kuat untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan memperkuat kesetaraan gender di tempat kerja.
URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA YANG TANGGUH DI ERA DIGITAL Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Fadil Mas'ud; Daud Yefkanius Nassa
Media Sains Vol. 25 No. 1 (2025): Terbitan Juni 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/54ce0473

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan karakter bangsa. Tantangan globalisasi, kemudahan akses informasi, serta arus budaya yang serba cepat menuntut generasi muda untuk memiliki karakter bangsa yang kuat, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa yang tangguh di era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter bangsa yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, ditemukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya berfungsi sebagai wahana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kritis yang membekali peserta didik dengan keterampilan literasi digital, berpikir kritis, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Urgensi tersebut mencakup upaya mitigasi pengaruh negatif digitalisasi, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan perlu diintegrasikan dengan pendekatan kontekstual dan berbasis teknologi agar relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Implikasi dari kajian ini menunjukkan bahwa penguatan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi bangsa yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menghadapi dinamika global dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. 
Ekologi Kewarganegaraan: Membangun Relasi Harmonis antara Warga, Negara, dan Lingkungan Fadil Mas'ud; Irham Wibowo
Media Sains Vol. 25 No. 1 (2025): Terbitan Juni 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/tn6n8007

Abstract

Krisis ekologis global yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan degradasi keanekaragaman hayati telah menimbulkan kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi konsep kewarganegaraan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara konseptual dan praktis pendekatan ekologi kewarganegaraan sebagai upaya membangun relasi harmonis antara warga, negara, dan lingkungan. Melalui metode kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah dan kebijakan lingkungan nasional maupun global. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekologi kewarganegaraan menempatkan warga negara sebagai agen etis dan ekologis yang berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Negara diposisikan sebagai fasilitator yang membentuk sistem sosial-politik yang mendukung keadilan ekologis, sementara pendidikan kewarganegaraan menjadi instrumen strategis dalam menanamkan nilai-nilai ekologis sejak dini. Dengan mengintegrasikan kesadaran ekologis dalam praktik kewarganegaraan, pendekatan ini menawarkan fondasi bagi terciptanya masyarakat yang adil secara sosial, demokratis secara politik, dan lestari secara ekologis. Artikel ini merekomendasikan perlunya reformulasi kurikulum kewarganegaraan dan penguatan partisipasi warga dalam kebijakan lingkungan sebagai langkah konkret menuju masa depan berkelanjutan.
Narasi Lingkungan di Media Digital dan Pembentukan Kesadaran Kewarganegaraan Ekologis Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Yosep Copertino Apaut; Irham Wibowo; Daud Yefkanius Nassa
Media Sains Vol. 25 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/f7yv8614

Abstract

Isu lingkungan semakin menjadi perhatian publik seiring meningkatnya krisis ekologis dan peran media digital dalam membentuk opini serta partisipasi warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi lingkungan di media digital serta kontribusinya terhadap pembentukan kesadaran kewarganegaraan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis narasi dan analisis wacana kritis terhadap konten media digital yang mengangkat isu lingkungan, dengan fokus konteks lokal Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan melalui observasi digital dan dokumentasi pada platform media sosial dan portal berita daring, kemudian dianalisis secara tematik dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi lingkungan di media digital membentuk tiga pola utama, yaitu narasi krisis ekologis, narasi tanggung jawab moral warga negara, dan narasi aksi kolektif berbasis komunitas. Narasi tersebut berkontribusi pada pembentukan kesadaran kewarganegaraan ekologis melalui dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa narasi lingkungan masih cenderung menekankan perubahan perilaku individual dan belum secara optimal mengintegrasikan dimensi struktural, seperti kebijakan publik dan tata kelola lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan narasi lingkungan yang kontekstual, kritis, dan partisipatif dalam membangun kewarganegaraan ekologis yang berkelanjutan di era digital. 
Co-Authors Achmad Napis Qurtubi Adelheid Timu Agus Bambang Nugraha Alang, Dessy M Alfret Benu Alfret Benu Amtiran, Morgan Angel Stefanie Nafa Angelia Hunu Ola Lewokeda Angelita Revalina Tallo Ati Anif Istianah Anjulin Yonathan Kamlasi Aply Rosyanti Halla Arianti Angelita Naitboho Arki Artaban Sae Arni Talan, Arni Asrin Deweli Nenotek Nenotek Atamukin, Kanisius Kedan Kian Auliya Ratnasari Ave Regina Chandra Kirana Ayu Souterya Alkatiri Badruddin Nasir Basri Basri Bau, Mario Ferdinan Beatrix Nino Funay Benu, Alfret Berek, Kristiana Yanti Bonevantura Magi Mudamakin Brampi Soniman Sae Brigita Hilda Taek Bunga Triana Lalus Bureni, Estalin Nepa Chrisandes Kurniawan Naikofi Claudia Aurelia Albertini Lona Da Silva, Nining Lestari Daro, Katarina Dato Abdul Aziz Daud Yefkanius Nassa Deanatalis Padji Dogi Dogi Dedy Riwu Deni Rudolof Tunliu Denil Ngginak Desi Asmaret Desiana M. Bulu Destriani Silla Diah Permata Rosalin Abineno Doe Rato, Maria Yuliani Dorkas Yufice Ariyanti Kale Dwiputa, Rahyudi Eddy Silamat, Eddy Edelvina Apolonia Kuza Egidius Fkun Elisabet Vanesha Reta Reta Elisabeth Rari Basa Emirenciana Aek Bria Ence, Eufrasia Erikson Agung Bau Eroy Marthen Selan Erwin Styven Aditya Tari Eufrasia Bolo Fatin Ojes Nakmofa Fauziah F. Lassar Kadir Febiana Elisabet Mase Felisia Atriliani Imung Ferawati Bana Firdiyanti Florensa Gaina Fransiska Modhe Dua Fredik Lambertus Kollo Frida Elsin selan Ganggut, Agnes Yuniatri Gemian, Stefani Bita Glen Awe Hago, Maria Mirayanti Harsya, Rabith Madah Khulaili Hasibuan, Kalijunjung Herlina Anut Heronsius Sani Ritan Indah, Elisabeth Yohana Indra Kertati Indriya Fathni Intan Yulintri Sopaba Irennia S. Nomleni Irfan Harbona Ollo Irham Wibowo Irham Wibowo Irwan Abbas Ismail Ismail Iwan Harsono Izhatullaili Jama, Karolus Budiman Jami Djeru Jelita Makdarenci Laitera Jelita, Maria Trivonia Jeluhur, Helda Jeny Susanti Manoh Jetia, Yovita Erliana Johanes Jufrianus Lau Johannes P Kumagaya Juwaldi Amheka Kamola, Ledrik A. W Karolus Liat Lengo Katarina Deran Kia Nimunuho Keba, Aprilini Dima Keraf, Veronika Tiara Hingi Kevi Listiana Fransisca Taneo Kevy L. F. Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo khusnul khotimah Kian, Selviana Lipat Ara Kirana, Ave Regina Chandra Koleta Luruk Klau Kollo, Fredik L. Kontesa, Agnesia Fifin Kristiana Lipat Samon Kristiani , Wihelmina Leni Kristina Desita Angul Kurniati Amir Laga, Oskar Enjelius Lau, Clarisa Angelina Aeng Leonardus Hare Ladjar Ludung, Goden Harna Hadia Luluk Sarifah Ly, Petrus Ly, Rehan Glen Made Susilawati Maimunah Faizah Rahma Atulolon Mali, Maria Muliani Maran, Yohana S. R Mardini Tae Maria Cindiany Baru Maria Delastrada Namang Maria Fatima Muti Maria Fransiska Mika Maria Galgani Rovianyta Toi Maria Indrawati Sanan Maria Jesnita Melania Lao Maria Karolina Rei Maria Kartika Jinas Maria Novensia Epi Lengo Maria Selfiani Teci Maria Sofiati Siki Maria Susanti Marianus Siga Mark Jhon Bilistolen Marsi Bani Maru, Yohanes Carlos Kasilas Mei Mau, Rosadelima Asti Melinda Ratu Radja Melkian Diki Talumbani Menci Adi Yatr Nomleni Meo, Maria Natalia Meo, Matrona Mere, Anastasia Boleng Mersiana Wanda Tuti Issu Mersiana Wanda Tuti Issu Meryana Micselen Doko Mnanu, Nafsyan A Modok, Grasella Ferina Nai Muhammad Dheo Adrian Muhari Nadia Naema Sisilia Yuniati Lodo Naitboho, Yufitris Nana, Katarina Rensa Natalia Fransiska Alunat Natalia Stefania Beka Natalidya Bolang Naya Fransiska Talan Negat, Katharina Nelson Alberto Selan Nesi Rosalinda Kenjam Nety Novita Hariyani Nggandung, Yeheskial Nindy Nenobais Nitti, Novalianti Nobertus Deni Cuan Nomeni, Netriana Nomleni, Hanani R Novia Srinestava Sari Nuak, Angelina Seran Oksix Godlavson Rutin Tari Oktovina Mopia ola, Nadia menu Olla, Yunita Ratu Openg, Wiliam Fenoli Kituk Ortalana Anisa Merfi Tob Oswaldus Rinaldi Pandu, Gita Larasti Pastela Sulastri Seja Seja Payong, Emilia Waha Perpetua Felisitas Gesu Petronia Mersiana Damai Petrus Alexander Tamonob Purwoko, Agus Radja, Daud Christo Luis Rahyudi Dwiputra Rahyudi Dwiputra Rahyuni Dwiputra Redemtoria Juana Sanbret Regina Tutoq Rinovian Rais Riven Imanuel Timo Robert Alex Serang Rosalia Neonbeni Saldy Hermanus Pandie Samuel Riwu Ratu Sanung, Florentina Sapay, Yumri Agelvi Selfi Theorin Kasse Sensi, Nataliana Sepete Adrian Mangngi Sepete Adrian Mangngi Sesilia Ruron Siga, Marianus Silla, Destriani Soleman D. Nub Uf Sonya W. O. Ay Stefynia Adriana Lengo Stefynia Adriana Lengo Stevania Gladis Ola Sudiyarti Sudiyarti Sur Ical Lani Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Susan Clarita Maro Syafrullah, Muhammad Deddy Syunikitta, Mirwanti Tanty Milan Antonia Dollu Tapatab, Shintya M Tefa, Alencia Tes, Hendri Septiano Theresia B. S. Keransj Theresia Bernadete Omi Diaz Theresia Devanti Larantukan Theresia Vivin Thomas Kemil Masi Tonis, Marselina Triyanti G. Dubu Uki, Lion Edison Uly, Marselina Umar, Sitirahia Hi Venansiu Gabur Vivin, Theresia Irnatesa Wahyudin Noe, Wahyudin Wandal, Yufani Rambu Liga Welmi Ananda Ngongo Wihelmina Ruli Loo Winarto, Tri Yeremia Kabnani Yohana Gaudensia Dhodhi Rema yohana krisona Yohana Kristina Nima Yohana Nima Yohanes Lengari yoriana Atti Yosep Copertino Apaut Yosepha N. Gudhu Yufitris Naitboho Yunitha Devrudyan Doko