p-Index From 2021 - 2026
11.825
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Litera Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Al-Lisan Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat PRofesi Humas Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya METABASA Journal On Teacher Education (Jote) Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Lingua Jurnal Kajian Peradaban Islam Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Al-Lisan: Jurnal Bahasa Toba: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Khazanah : Journal of Islamic Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek Abdi Makarti Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Cendekiawan: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Jurnal Simki Postgraduate Nanggroe: Journal Of Scholarly Service APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Nanggroe: Journal of Scholarly Service TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Socius: Social Sciences Research Journal Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Social Sciences Insights Journal Journal of Sustainable Community Development Journal of Civic Education Research Literatur : Jurnal Bahasa dan Sastra SURAU : Journal of Islamic Education Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Iklila: Jurnal Studi Islam dan Sosial Edelweiss : Journal of Innovation in Educational Research Jurnal Teknologi dan Sains Modern LogicLink: Journal of Artificial Intelligence and Multimedia in Informatics Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat The Journal of Religion and Communication Studies Jurnal Senpling Multidisiplin Indonesia Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Community Research & Engagement (JCRE) Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Jipmas : Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat Journal of Teaching and Education for Scholars ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service SULIWA: Jurnal Multidisiplin Teknik, Sains, Pendidikan dan Teknologi DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Man-Ana Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Jurnal Media dan Komunikasi Journal of Education for The Language and Literature of Indonesia Smart Humanity: Jurnal Pengabdian Masyarakat GURUPEDIA: Journal of Teacher and Education Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PAEDAGOGIE Journal of Noesantara Islamic Studies Journal of Humanities Research Sustainability SINORA: Jurnal Sosial dan Humaniora Reskilling : Jurnal Ilmu Pendidikan Prosiding Seminar Nasional Ilmu Komputer, Sosial Sains, Teknik Dan Multi-disiplin Ilmu Kolaborasi Masyarakat Quantum Edukatif Jurnal Pendidikan Agama Islam Arshaka: Pedagogy and Learning Review Makkah: Journal Of Islamic Studies Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences BHAKTI Bhinneka DEDICA Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Simki Postgraduate Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Kebudayaan Jurihum Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Pengabdian IPTEK IKHTIAR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Ekspresi Verbal-Gramatikal Penyandang Afasia Broca Berbahasa Indonesia: Suatu Kajian Neurolinguistik Riki Nasrullah; Dadang Suganda; NFN Wagiati; Sugeng Riyanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.1490

Abstract

This study aims to explain the patterns of construction of verbal expressions in the grammatical aspects of Indonesian Broca’s aphasia persons. People with Broca's aphasia have different verbal-grammatical expressions from normal speakers, so it is necessary to do research to create a pattern of the verbal expression. This pattern can help and facilitate the process of restoring language competence in Indonesian Broca’s aphasia persons, so the speech therapy process can be grounded in that pattern. This study was conducted using qualitative-descriptive methods with a case study approach. The research data were in the forms of verbal expressions. This study was conducted at the National Brain Center Hospital. Three (3) respondents were involved as the research subjects that met the inclusion criteria. The results showed that the overall types of verbal expressions in the grammatical aspect of people with Broca’s aphasia are (a) irregular repetition and elimination of affixation; (b) word categorization; (c) phrases with lect deficits and phrases with imperfect shapes; (d) removal and exchange of syntactic functions, removal of conjunctions. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola-pola konstruksi ekspresi verbal aspek gramatikal dari penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Para penyandang afasia broca memiliki ekspresi verbal-gramatikal yang berbeda dengan penutur normal, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian untuk membuat pola atas ekspresi verbal tersebut. Pola tersebut pada masa nanti dapat membantu dan memudahkan proses pemulihan kompetensi berbahasa pada penyandang afasia broca berbahasa Indonesia, sehingga proses terapi wicara dapat berpijak pada pola tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini berupa ekspresi verbal para penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Secara keseluruhan penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Sebanyak 3 (tiga) orang informan dijadikan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe realisasi gramatikal pada luaran wicara pengandang afasia broca adalah (a) penghilangan dan pengulangan afiksasi secara tidak teratur, (b) kategorisasi kata, (c) frasa dengan defisit leksikal dan frasa dengan bentuk yang tidak sempurna, dan (d) penghilangan dan pertukaran fungsi sintaksis, penghilangan konjungsi.
Kajian Linguistik Kognitif Pada Imbuhan Ber- dalam Bahasa Indonesia Riki Nasrullah; Arip Budiman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.3937

Abstract

Academic discourse on beR- affixes in Indonesian has been widely studied and analyzed. Generally, the studies only focus on three main valences: form, structure, and meaning. In its development, cognitive linguistics can be another alternative to examine beR- affixes in Indonesian by looking at the symptoms of expanding their meaning. By basing on the theory of categorization of prototype meanings and expansion meanings, cognitive linguistics is felt to be able to answer problems that often arise in the realm of beR- meaning meanings that tend to overlap. The results of this study suggest that cognitive linguistics can be an alternative study to fill the gaps in the study of beR- affixes in Indonesian. From the perspective of cognitive linguistics, the meanings present in the beR affix can be said to have expansion symptoms. The categorization analysis can see this of the meaning of the prototype and the meaning of its expansion. The prototype meaning of ¬beR- is mainly "doing something" with five types: holding something, acquiring something, and untransitive, reflexive, and reciprocal deeds. The meaning of the expansion is only identified four types: owning, wearing, state, and number. AbstrakWacana akademik tentang imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia sejatinya telah banyak dikaji dan dianalisis. Umumnya, kajian yang dilakukan hanya berkutat pada tiga valensi utama, yakni bentuk, struktur, dan makna. Pada perkembangannya, linguistik kognitif bisa menjadi alternatif lain untuk mengkaji imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia dengan melihat gejala perluasan maknanya. Linguistik kognitif dengan mendasarkan pada teori kategorisasi makna prototipe dan makna perluasan dirasa mampu menjawab persoalan yang kerap muncul pada ranah makna imbuhan beR- yang cenderung tumpang-tindih. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa linguistik kognitif bisa menjadi alternatif kajian untuk mengisi rumpang kekosongan pada kajian imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia. Ditilik dari perspektif linguistik kognitif, makna-makna yang ada pada imbuhan beR- bisa dikatakan mengalami gejala perluasan. Hal ini bisa telihat dengan adanya analisis kategoriasi pada makna prototipe dan makna perluasannya. Makna prototipe imbuhan ­beR- berdomain utama “melakukan sesuatu” dengan lima jenis, yakni mengadakan sesuatu, memperoleh sesuatu, perbuatan taktransitif, refleksif, dan resiprok. Adapun makna perluasannya hanya teridentifikasi empat jenis, yakni memiliki, memakai, keadaan, dan jumlah.
Strengthening Community Religious Understanding Through Community-Based Religious Study Activities Arditya Prayogi; M. Adin Setyawan; Riki Nasrullah; Imam Prayogo Pujiono; Moh. Syaifuddin
Jurnal Pengabdian IPTEK Vol. 1 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Sah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strengthening the community's religious understanding is a crucial need amidst the social dynamics of the digital era, including low self-control and emotional management abilities that impact the quality of individual relationships with others. This community service activity aims to strengthen the understanding and practice of religious values ​​through a public religious study welcoming Ramadan with the theme "When Hunger Teaches Patience: Controlling Reactions, Gaining Self-Control." The activity was carried out by involving the surrounding community and the participants of the study as the main target. The method used was service learning through three stages: planning, implementation, and evaluation, as well as a mau'izhah hasanah approach in delivering the material that emphasized strengthening patience, controlling reactions, and spiritual readiness to welcome Ramadan. The results of the activity showed an increase in the participants' religious understanding, particularly in the aspects of morality and self-control as a practice of faith values ​​in daily life. Participants not only gained a normative understanding of patience and fasting, but were also able to rationalize and formulate applicable steps to manage emotions and build more consistent worship habits. This community-based public religious study activity has proven effective as a model of community service to strengthen religious awareness and spiritual readiness in the community ahead of Ramadan.
Representasi Fisik Perempuan Dalam Antologi Puisi Catatan-Catatan Dari Bulan Karya Rieke Saraswati: Kajian Ginokritik Showalter Indah Tri Widadari; Riki Nasrullah
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 4 No. 3 (2026): June: Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v4i3.2747

Abstract

This study aims to examine the physical representation of women based on gynocritical theory, as constructed through diction and figures of speech via stylistic analysis. This is a qualitative study employing a descriptive method. The data source for this study is the poetry anthology “Catatan-Catatan dari Bulan” by Rieke Saraswati, while the research data consists of quotations (containing diction and figures of speech) that represent the physical aspects of women. The data collection techniques used are documentation and note-taking. The documentation technique was used to identify primary data, namely the poetry anthology “Catatan-Catatan dari Bulan” by Rieke Saraswati, while the read-and-note technique was used to identify the diction and figures of speech that represent the physical aspects of women. The data analysis technique in this study is textual analysis through two approaches: stylistic analysis to dissect vocabulary and figures of speech, and gynocritical analysis to examine the physical representation of women. The findings reveal that the physical representation of women is constructed through vocabulary and figures of speech, including bodily anatomy, physiological conditions, and biological experiences. These findings confirm that female poets incorporate their unique experiences into the creation of literary works, which aligns with a central theory in gynocriticism, the physical experience of women.
Pergeseran Otoritas Guru di Tengah Maraknya Bimbingan Belajar Arditya Prayogi; Lilik Riandita; Bagas Mukti Nasrowi; Riki Nasrullah
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Komputer, Sosial Sains, Teknik dan Multi-Disiplin Ilmu Vol. 2 (2026)
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/ikosstemi.v2.146

Abstract

Fenomena bimbingan belajar dalam lanskap pendidikan kontemporer tidak lagi dipandang hanya sebagai layanan tambahan di luar sekolah. Dalam banyak konteks, bimbingan belajar bergerak mengikuti sistem persekolahan formal, terutama dalam hal mata pelajaran, target akademik, dan orientasi evaluasi. Artikel ini bertujuan menelaah bagaimana kaitan antara maraknya bimbingan belajar dan pergeseran otoritas pedagogik guru di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literature review dengan menelaah berbagai pustaka yang relevan yang diperoleh melalui berbagai sumber/basis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa bimbingan belajar tidak hanya berfungsi sebagai pendamping akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar yang semakin dipercaya siswa karena dianggap lebih praktis, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan ujian. Kondisi ini mendorong terjadinya pergeseran pusat kepercayaan belajar dari guru kepada tutor, meskipun guru tetap memiliki legitimasi formal di sekolah. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh budaya pendidikan yang berorientasi hasil, keterbatasan pembelajaran di kelas, serta meningkatnya ekspektasi orang tua terhadap capaian akademik.
Dukungan Teman Sebaya dan Coping Religius dalam Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa PAI Linda Anugraeni; Arditya Prayogi; Riki Nasrullah
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v4i1.11046

Abstract

This study was motivated by the increasing academic stress experienced by students of the Islamic Religious Education (PAI) Study Program, particularly during the final stage of their studies due to academic demands, thesis completion, graduation targets, and social pressures. The study aimed to describe the forms of academic stress experienced by the 2022 cohort of PAI students at UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan and to examine the role of peer support in strengthening their religious coping strategies. The novelty of this study lies in its examination of the relationship between peer support and religious coping within the context of Islamic Religious Education students, thereby viewing academic stress not only from psychological perspectives but also from social and spiritual dimensions. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving ten participants, consisting of five students experiencing academic stress and five of their peers. The findings indicate that academic stress is characterized by anxiety, overthinking, sleep disturbances, fatigue, panic, and decreased learning focus and academic performance, resulting from both internal and external factors. Peer support, provided through emotional, informational, instrumental, and companionship support, was found to strengthen religious coping through prayer (ṣalāh), dhikr (remembrance of God), supplication (du‘ā’), patience, trust in God (tawakkul), and personal effort (ikhtiar). These findings highlight the importance of developing a collaborative, religious, and peer-supported academic ecosystem to promote students' psychological well-being and academic persistence.
Persepsi Dan Pemrosesan Sarkasme Digital Pada Mahasiswa Gen Z: Sebuah Tinjauan Psikolinguistik: Digital Sarcasm Perception and Processing among Generation Z University Students: A Psycholinguistic Review Indah Setyo Putri; Erlinda Bella Franciskha; Welky Nostra Angelina; Syifa’ul Jannah Nurlatifa; Koraima Bintang Berbyana; Riki Nasrullah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2819

Abstract

Sarkasme digital menjadi gejala umum dalam komunikasi media sosial, tetapi pemaknaannya sering sulit karena interaksi daring kehilangan isyarat nonverbal seperti intonasi, ekspresi wajah, dan gestur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara mahasiswa Generasi Z memersepsikan dan memproses sarkasme digital melalui perspektif psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang didukung respons kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form kepada 39 mahasiswa aktif pengguna media sosial. Instrumen penelitian mencakup paparan dan kebiasaan, persepsi fungsi sarkasme, peran konteks, kemampuan interpretasi, penanda digital, respons afektif, strategi pemrosesan, dan risiko salah tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang sarkasme digital tidak hanya sebagai humor, tetapi juga sebagai kritik tidak langsung, ekspresi emosi, dan komentar sosial. Pemahaman sarkasme sangat dipengaruhi oleh konteks, emoji, tanda baca, huruf kapital, meme, serta strategi membaca ulang. Implikasinya, literasi digital dan kesadaran kontekstual penting untuk mengurangi salah tafsir dalam komunikasi daring.
Ambiguitas Pemaknaan Emoji Pada Komunikasi Antargenerasi: Studi Psikolinguistik Terhadap Mahasiswa Dan Orang Tua: Ambiguity in Emoji Interpretation in Intergenerational Communication: A Psycholinguistic Study of University Students and Their Parents Anatasya Yuliyanti; Desfita Nur Faizah; Bunga Dewi Chasandra; Nuzul Ramadhani; Rizal Kurnia Akbar; Riki Nasrullah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2861

Abstract

Komunikasi digital menjadikan emoji sebagai media visual penting untuk mengekspresikan emosi, sikap, dan makna interpersonal dalam interaksi daring. Akan tetapi, pemaknaan emoji tidak bersifat universal karena dipengaruhi oleh pengalaman digital, skema kognitif, dan lingkungan sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemaknaan emoji antara mahasiswa dan orang tua serta mengidentifikasi faktor psikolinguistik yang menyebabkan ambiguitas dalam komunikasi antargenerasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan 25 mahasiswa berusia 18–25 tahun dan 17 orang tua berusia di atas 40 tahun. Instrumen penelitian terdiri atas tujuh emoji yang berpotensi menimbulkan perbedaan tafsir. Data dianalisis secara tematik dengan mengidentifikasi pola pemaknaan, bentuk ambiguitas, dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai emoji secara konotatif dan kontekstual melalui budaya internet, sedangkan orang tua memaknainya secara literal berdasarkan bentuk visual. Implikasinya, literasi digital dan kesadaran metalinguistik diperlukan untuk mengurangi kesalahpahaman antargenerasi.
PENINGKATAN KOMPETENSI DESAIN GRAFIS SISWA MELALUI WORKSHOP PENGGUNAAN APLIKASI CANVA DI SMP NEGERI 2 BOJONG Imam Prayogo Pujiono; Amelya Agustin; Arditya Prayogi; Riki Nasrullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.051.05

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 menuntut penguasaan literasi digital yang komprehensif, namun terdapat kesenjangan kompetensi pada siswa SMP: tingginya kemampuan teknis dalam menggunakan gawai tidak diimbangi dengan kemampuan komunikasi untuk menciptakan konten digital yang bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan meningkatkan kompetensi desain grafis siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Bojong melalui platform Canva. Kegiatan ini diimplementasikan dalam bentuk workshop dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan metode presentasi, praktikum terbimbing, dan diskusi interaktif. Efektivitas kegiatan diukur secara kuantitatif menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman dan keterampilan 24 peserta. Analisis data menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, di mana skor rata-rata pemahaman siswa meningkat sebesar 88.9% dari 45.0 pada pre-test menjadi 85.0 pada post-test. Hasil ini mengindikasikan efektivitas tinggi dari model workshop yang diterapkan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan integrasi platform desain seperti Canva ke dalam kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler untuk membina kreativitas dan keterampilan komunikasi visual siswa secara berkelanjutan.
TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE IN IMPLEMENTING ACTIVE AND ENJOYABLE LEARNING IN ISLAMIC JURISPRUDENCE EDUCATION Novi Asmaul Khasanah; Arditya Prayogi; Riki Nasrullah
Edelweiss : Journal Of Innovation In Educational Research Vol. 3 No. 3 (2026): Edelweiss: January 2026
Publisher : CV. Mitkom Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62462/edelweiss.v3i3.94

Abstract

The quality of Islamic jurisprudence (fiqh) learning in Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah), particularly at MTs Al-Utsmani Kajen, Pekalongan, faces challenges due to low student interest, who consider fiqh to be repetitive material, and limited infrastructure. This article aims to analyze the pedagogical competence of fiqh teachers in creating active, innovative, creative, effective, and enjoyable learning (PAIKEM). This article uses a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation, involving the principal, Islamic religious education teachers, and students as informants. The results show that fiqh teachers have good pedagogical competence in understanding student characteristics, applying learning theories, developing curricula, and using engaging teaching strategies, such as digital media, to increase student participation. However, limited facilities and low student active involvement hinder the full implementation of PAIKEM. Internal factors, such as teacher motivation and educational background, as well as external factors, including principal support and professional development, significantly influence teaching effectiveness. Strengthening these factors through the integration of technology, contextual strategies, and systemic support is necessary to create meaningful, inspiring Islamic jurisprudence (fiqh) learning that is able to shape students' Islamic character in accordance with current demands.
Co-Authors Abdul Kosim, Abdul Abdul Malik Karim Amrullah Adella Elsaputri Ainun Ni’matus Zahro Alda Mafrikha Fauziah Ali Asyhar Amanda Salsabila Amelia, Hanun Amelya Agustin Amrina Rosyada Anatasya Yuliyanti Andik Yuliyanto Anggi Nanda Gustina Anggrayni, Okta Diana Ardansyah , Dawam Arditya Prayogi Arifin, Muhammad Andy Arip Budiman Arip Budiman Arip Budiman, Arip Arsanti Mumtazah Arum, Dewi Sekar Asep Saepurokhman Ayon Diniyanto Azazi, Firly Maulana Azzani Izza Fahrezi A’yun, Qurrota Bagas Mukti Nasrowi Bambang Kholiq Mutaqin Bambang Kholiq Mutaqin Bambang Yulianto Basiran Basiran Berliannanda, Anugrah F. Bunga Dewi Chasandra Camelia Intan Shofi Chomsah Rachmawati Chonitsa, Ana Dadang Suganda Dayana Amalinda Desfita Nur Faizah Dian Indira Dimas Prasetya Dimas Prasetya Dina Afni Amilia Dwi Ramadhanti Eka Puji Rahayu Elisa Nabila Rosyada Erlinda Bella Franciskha Fahmy Lukman Fanani, Urip Zaenal Fasya, Adib ‘Aunillah Febriani, Nadia Finta Nur Febriana Firma Linda Hadiana Zahrotun Nafisa Haikal Izza Ramadhan Hakim Elkominoki, M. Lukman Hami, Widodo Hanifah Dhia Firdaus Hishamudin Isam Ika Nafil Khilda Imam Prayogo Pujiono Imas Saffanatul Aminah inayatillah, fafi Indah Setyo Putri Indah Tri Widadari INDARTI, TITIK Isfina Nabila Elfathina Islamia, Urfah Ismasar, Ismasari Isna Nabila Isti Choirunnisa Zalsabila Istikharoh Iwan Koswara Jainul Arifin Jannah, Rayhanun Kaysa Abida Irvana Khang, Nguyen Tan Khusnu Asirah Kisyani Laksono Koraima Bintang Berbyana Kurnia Lucky Fadillah Laksono, Kisyani Lana Nurul Widad Lestari, Herlina Devi Lilik Riandita Linda Anugraeni Linda Oktaviani Lintang Andiana Putri Lulu Azizah M. Abid Mauluda M. Adin Setyawan M. Adin Setyawan M. Adin Setyawan M. Akmal Fatkhan Rifqi M. Amhar Dany M. Arif Kurniawan M. Arsyad Alkadafi M. Furqon Hidayat M. Hafidz Fikri M. Husni Zianidan M. Iftah Irzaqi M. Lukman Hakim Elkominoki M. Mirza Muhaimin M. Nur Ikhsanudin Maulida, Ida Khikmatul Maulidina Akmal Mintowati, Mintowati Moh. Syaifuddin Moh. Syaifuddin Moh. Syaifuddin Mohammad Fikri Fadilah Mohammad Syaifuddin Mohammad Syaifuddin Mohammad Syaifuddin Muhammad Akmal Pratama Muhammad Faisal Reza Muhammad Jembar Risky Mumtazah, Arsanti Mutia Nurfalasyifa Nadia Faradhillah Nadia Faradhillah, Nadia Nadine Putri Nurrahmadani Nadinta Aulia Putri Nadya Afdholy Nafil Khilda, Ika Nagita Ayu Windorika Nahdiyatul Uyun Nayla Ramadhani Nisa , Nabila Luthfiyatun Novi Asmaul Khasanah Novianto Ade Wahyudi Novianto Ade Wahyudi Nur Khotimah Nur Shihatus Sakinah Nurifah Mumtazah Nurul Husnah Mustika Sari Nuzul Ramadhani Parmin - Parmin Parmin Pratita, Ina Ika Pratomo Cahyo Kurniawan Puji Rahayu, Eka Putri, Pramesti Fadhila Pamuji Putri, Putri Bunga Yossilia Qurrota A'yun Qurrota A’yun R. Yudi Permadi R.M. Mulyadi Ramadhani, Wahyu Wicaksono Rhischa Assabet Shilla Rhischa Assabet Shilla, Rhischa Assabet Ridho Aji Anggana Rifka Estu Fitriana Risma Istiqomah Riyadi, Ridho Rizal Kurnia Akbar Rohmad Abidin Rufi'i Rusma Winursita Ryan Marina Ryan Marina Saffanatul Aminah, Imas Safinatunaja , Dhifa Salwa Salwa Salwatus Sholehah Septiana, Hespi Setiawan, Singgih Singgih Setiawan Singgih Setiawan Subandiyah, Heny Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sujarwanto S Surya Abdul Karim Syaifuddin, Moh Syamsul Sodiq Syifa’ul Jannah Nurlatifa Tiara Ananda Maulidia Tri Achyati Lestari Urfah Islamia Utami, Alvidya Nisa Vierri Daffa Alief Wagiati Wagiati Welky Nostra Angelina Winci Firdaus Wisma Kurniawati Yohanes, Budinuryanta Zahra Khoirunnisa Zein, Muhammad Rifki Adinur Zulva Alwan Faozi