p-Index From 2021 - 2026
11.968
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Zuriat Jimma : Jurnal Ilmiah Manajemen Muhammadiyah Aceh JURNAL JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan) Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni GEMA EKONOMI Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Media Karya Kesehatan Sumatera Medical Journal JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Jurnal Statistika dan Matematika (Statmat) Jurnal Kalacakra Al Mashaadir : Jurnal Ilmu Syariah Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Asian Australasian Neuro and Health Science Journal (AANHS-J) Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Indonesian Journal of Health Science Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal of Education, Cultural, and Politics Jurnal Sosial dan Sains The Journal of Society Medicine (JSOCMED) Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran VIDHEAS: Jurnal Nasional Abdimas Multidisiplin Jurnal Terapis Gigi dan Mulut JPM MOCCI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Sosial Sains dan Sosial Humaniora, Koperasi, dan Kewirausahaan Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Jurnal Medika: Medika Jurnal Keperawatan Medika ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Elementary Education Research JURNAL SAUDAGAR INDONESIA JIM Sendratasik Jurnal Bisnis Digital
Claim Missing Document
Check
Articles

PENYAJIAN RAPAI SAMAN Dl SANGGAR TANGLOENG DONYA DESA IE BEUDOH KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Masyitah, Cut; Palawi, Ari; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13107

Abstract

Penelitian ini berjudul Penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Masalah penelitian bagaimana bentuk penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yaitu, Saiful Anwar (Syeh Teh), Syeh Ramli, dan Cut Julinda selaku pelatih dan pengelola sanggar Rapai Saman serta seniman di Nagan Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian: mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapai Saman berasal dari Rapai Tuha yang sudah ada sejak tahun 1946, setelah beberapa kali dikombinasi pada tahun 1981 menjadi Rapai Saman yang seluruh rangkaian geraknya diciptakan oleh almarhum Syeh Sabirin dengan ciri khas permainkan Rapai dengan gerakan Saman dengan sebelas orang penari dan satu orang Syeh. Gerakan Saman pada penyajian Rapai Saman bukan gerakan Saman Gayo karena gerakan dan Syairnya berdeda. Bentuk penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya memiliki dua sesi permainan dan sebelas sesi permainan yaitu: Seulawet Nabi, Saleum, Jaroe Ayem, Peh demo, Syair Kisah, lambang Garuda, Jak Adek jak keuno ku ayon, Meucae, Kisah Aceh, Dibabah Kila (gerakan Saman), dan Boeh Gadong Paya. Tarian ini diiringi dengan syair bahasa Aceh dan alat musik Rapai. Pola lantai duduk atau berdiri sejajar dan berbentuk letter V. Busana baju kurung Aceh, songket Aceh, celana hitam, tali pinggang, dan celemek. Tata rias yang digunakan rias sederhana. Tarian ini ditampil pada acara-acara sakral seperti perkawinan, upacara adat, Sunat Rasul, aqiqahan, dan lomba-lomba seni yang biasanya dipentaskan di luar atau di dalam gedung.Kata Kunci: bentuk, penyajian, RapaI Saman.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR TARI TRADISIONAL GUEL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN TANPA AUDIO-VISUAL DI SMP N 1 DARUSSALAM Triani, Susi; Fitri, Aida; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9654

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Tari Tradisional Guel Dengan Menggunakan Media Audio-visual dan Tanpa Audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Mengangkat masalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa media audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Darussalam yang berjumlah 297 siswa. Sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen yang beranggotakan 21 siswa/i dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol beranggotakan 26 siswa/i. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling).Teknik Pengumpulan data diperoleh dengan tes praktik. Teknik analisis data dilakukan dengan mentabulasi data dalam daftar distribusi frekuensi dan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dengan menggunakan media audio-visual tidak lebih meningkat dikarenakan pemutaran audio-visual yang sulit dihenti-hentikan ketika sedang berlangsung, dibandingkan siswa kelas VIII-2 yang tanpa menggunakan media audio-visual dengan perbandingan nilai yaitu 76 77. Dengan kriteria pengujian hipotesis, yaitu terima H0, jika thitung ttabel dan dalam hal lain H0 ditolak. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil bahwa terima H0 karena thitung ttabel yaitu 0,0002 2,05 dengan derajat kebebasan 25 dan taraf signifikan 0,05. Sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil penelitian belajar menggunakan media audio-visual tidak sama dengan siswa yang tanpa menggunakan media audio-visual.Kata kunci: hasil belajar, media Audio-Visual.
POLA RITME RAPAI HAJAT DI SANGGAR RAPAI TUHA DESA LAMREUNG ACEH BESAR Fahlevi, Reza; Selian, Rida Safuan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9649

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pola Ritme Rapai Hajat di sanggar Rapai Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Mengangkat masalah tentang bagaimana pola ritme rapai pada rapai hajat di sanggar Rapai Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola ritme rapai hajat di sanggar Rapai Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Sulaiman sebagai syeh dan pemain Rapai. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pola-pola ritme rapai hajat. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk penulisan pola ritme rapai sampai saat ini belum memiliki notasi ritme baku yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan cara penulisan pola ritme atau pola pukulan dalam memainkan rapai dalam bentuk notasi. Para pemain rapai telah mengikuti notasi-notasi yang telah dibuat oleh penulis dalam memainkan rapai hajat. Oleh karena penulis masih mengikuti standar penulisan pola ritme pada umumnya serta dalam penentuan simbol ritme rapai peneliti akan menggunakan simbol-simbol yang peneliti ketahui. Pola irama rapai hajat ini berbeda dengan rapai lain pada umumnya, karena pola irama rapai yang digunakan oleh pemain rapai hanya menggunakan pukulan rapai sa, dua, dan rapai lhee.Kata Kunci: pola ritme, rapai hajat.
FUNGSI DAN BENTUK PENYAJIAN ALAT MUSIK CANANG DALAM PROSESI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fitriah, Nurul; Syai, Ahmad; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9644

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Fungsi dan Bentuk Penyajian Alat Musik Canang Dalam Prosesi Adat Perkawinan Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan rumusan masalah Bagaimana fungsi alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mendeksripsikan fungsi dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 prosesi dalam adat perkawinan, yaitu Beguru yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai ungkapan emosional (3) Canang sebagai sarana komunikasi (4) Canang sebagai simbolis, Mah bayi yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai sarana komunikasi (3) Canang sebagai simbolis, dan bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi Beguru meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama, dan bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi Mah bayi meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang, peluit (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama.Kata Kunci: fungsi, bentuk penyajian, alat musik Canang
PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL ACEH PADA SANGGAR DI KOTA BANDA ACEH Intan, Intan; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9641

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pembelajaran Tari Tradisional Aceh Pada Sanggar di Kota Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan kendala-kendala apa saja yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi yang digunakan yaitu lima sanggar yang ada di Kota Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah sanggar yang mengikuti pembelajaran tari tradisional Aceh yaitu sanggar Budaya Aceh Nusantara, sanggar Geunta Nanggroe, sanggar Putroe Phang, sanggar Radat, dan sanggar Seulaweut. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu pembelajaran tari tradisional Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh sudah berjalan dengan baik. Walaupun diantaranya masih ada sanggar yang belum menggunakan komponen pembelajaran dengan sepenuhnya. Namun, dengan adanya usaha pelatih dalam meningkatkan kemampuan penari, maka kelima sanggar ini menerapkan beberapa tahapan kegiatan pembelajaran diantaranya dengan melakukan (1) kegiatan pra instruksional, (2) kegiatan instruksional, serta (3) kegiatan evaluasi/tindak lanjut. Pembelajaran tari tradisional Aceh ini juga terdapat kendala. Adapun kendala yang dialami ketika pembelajaran yaitu dari faktor (1) pelatih, (2) penari, dan (3) tempat.Kata Kunci: pembelajaran, tari tradisional Aceh
BENTUK PENYAJIAN DAN MAKNA GERAK TARI TRADISIONAL LANDOK ALUN DI DESA TELENGAT PAGAN KABUPATEN ACEH TENGGARA Sara, Hikma Afnia; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9640

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Bentuk Penyajian dan Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Mengangkat masalah bagaimana Bentuk Penyajian Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara dan bagaimana Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara, dan mendeskripsikan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan seluruh penari tari Landok Alun dan objek dalam penelitian ini adalah bentuk penyajian dan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tarian Landok Alun ini disajikan pada acara adat pernikahan, sunat Rasul dan acara Adat dan Kebudayaan. Tema dari tari Landok Alun ialah kegembiraan dari para petani yang mendapatkan lahan pertanian yang baru dengan kondisi tanah yang baik. Tari Landok Alun diartikan sebagai tarian yang lembut atau lambat, dalam hal ini yang perlu ditekankan arti alun yaitu lembut atau lambat bukan dalam gerak tarinya saja, akan tetapi alun diartikan lambat dalam hal ruang gerak tarinya yang tidak jauh berpindah dari satu posisi ke posisi yang lain. Tari Landok Alun hanya menggunakan pola lantai horizontal. Instrumen musik pengiring adalah lantunan syair yang dilantunkan seperti melagam (bersenandung) dan alat musik pengiring lainnya yaitu canang. Rias penari hanya menggunakan rias natural. Busana yang digunakan adalah busana khas Alas yang disebut baju mesikhat dengan dilengkapi penutup kepala yang disebut dengan bulang buluh. Tempat pementasan tari Landok Alun di ruangan tertutup atau di halaman terbuka (lapangan).Kata Kunci: bentuk penyajian, makna gerak, tari tradisional Landok Alun.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI TRADISIONAL MEUSAREE-SAREE DI SDIT AL-FITYAN LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Amalia Hadi, Dawati; Supadmi, Tri; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9613

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar ini mengangkat masalah bagaimana pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pelatih, siswa dan guru, objek penelitian ini adalah tari Tradisional Meusaree-saree. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree dilaksanakan empat kali pertemuan, setiap pertemuan memiliki 3 tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree di ikuti oleh kelas 4 dan kelas 5 yang dengan jumlah 8 orang penari perempuan yang dilaksanakan secara langsung di ruang aula sekolah. Properti yang digunakan dalam menari yaitu tali jaring untuk menangkap ikan. Adapun metode yang diajarkan pada pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional adalah metode demonstrasi. Guru juga menerapkan metode pemberian tugas berupa latihan secara individu agar pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tercapai. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Kegiatan Tari Tradisional Meusaree-saree yaitu evaluasi secara pengulangan setiap pertemuan agar siswa dapat mengingat pembelajaran yang sudah diajarkan.Kata Kunci: pembelajaran, ekstrakurikuler, tari Meusaree-saree
FUNGSI DAN BENTUK PENYAJIAN ALAT MUSIK CANANG DALAM PROSESI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fitriah, Nurul; Syai, Ahmad; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9604

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Fungsi dan Bentuk Penyajian Alat Musik Canang Dalam Prosesi Adat Perkawinan Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. dengan rumusan masalah bagaimana fungsi alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mendeksripsikan fungsi dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 prosesi dalam adat perkawinan, yaitu Beguru yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai ungkapan emosional (3) Canang sebagai sarana komunikasi (4) Canang sebagai simbolis. Mah bayi yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai sarana komunikasi (3) Canang sebagai simbolis. Bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi Beguru meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama. Bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi Mah bayi meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang, peluit (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama.Kata Kunci: fungsi, penyajian, alat musik Canang
PENYAJIAN SENI KARAWITAN PADA KEGIATAN ADAT DI DESA DAMAR MULYO KABUPATEN ACEH TENGAH Zulaiha, Rati Eva; Syai, Ahmad; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8914

Abstract

Penelitian yang berjudul Penyajian seni Karawitan pada kegiatan adat di Desa Damar Mulyo Kabupaten Aceh Tengah ini mengangkat masalah bagaimanakah penyajian seni Karawitan pada kegiatan adat di Desa Damar Mulyo Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dan jenis penelitiannya deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi informan yaitu Pujo Warsono selaku pemangku adat di Desa Damar Mulyo, Supadi selaku pemusik seni Karawitan, Katri selaku sindhen dan Warjo selaku ketua kelompok Seni Karawitan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan Seni Karawitan di Desa Damar Mulyo disajikan dalam beberapa acara adat seperti acara pernikahan, acara sunat rasul, memperingati hari-hari besar yaitu malam satu suro malam syawal dan hari ulang tahun desa. Penyajian seni Karawitan memiliki unsur pendukung: pemusik, alat musik, kostum dan rias, lagu yang disajikan, tempat pertunjukan, serta waktu. Jenis alat musik yang digunakan dalam penyajian seni Karawitan yaitu: Bonag barung,bonang penerie, gender barung, gender penerus, gender penembung, saron barung, saron penerus, saron penembung, gambang kayu, kenong, gendhang bem, gendhang ciblon, gendhang ketipung, rebab, siter penerus, gong suwukan, gong gedhe, kethuk dan kempyang. Busana yang digunakan oleh pemusik adalah blangkon, baju berbentuk jas berwarna putih dan kain sarung, sedangkan yang dikenakan oleh para pesindhen adalah baju kebaya sesuai keinginan pesindhen. Tatarias yang digunakan adalah tatarias sederhana. Judul lagu yang dinyanyikan berdasarkan permintaan dari tuan rumah namun dalam penyajian di acara adat pernikahan menggunakan seni Karawitan instrumen.Kata Kunci: penyajian seni Karawitan.
BENTUK PENYAJIAN TARI PELEBAT DI SANGGAR LAC SUKU ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA Safitri, Mellya; Supadmi, Tri; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i2.5750

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Bentuk Penyajian Tari Pelebat di sanggar LAC Suku Alas Kabupaten Aceh Tenggara ini mengangkat masalah bagaimanakah bentuk penyajian tari Pelebat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penyajian tari Pelebat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua sanggar, anggota penari dan majelis adat yang mengetahui sejarah tari Pelebat ini. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah bentuk penyajiantari Pelebat suku Alas di sanggar LAC Kabupaten Aceh Tenggara. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian tari Pelebat di sanggar LAC Suku Alas Kabupaten Aceh Tenggara memiliki 5 ragam gerak tari yaitu: gerak penghormatan, gerak pengukuran pedang, gerak langkah 3 (mengiringi), gerak ningcingi (lompat-lompat), gerak pukulan. Pola lantai yang digunakan pola lantai melingkar dengan menggunakan gerak langkah tiga. Pengiring tari menggunakan alat musik yaitu canang yang terbuat dari kaleng ikan dencis dan kayu sebagai pemukul alat musik. Tarian ini tidak menggunakan tata rias tampil apa adanya karena penari dari kalangan lelaki dewasa. Tata busana menggunakan pakaian adat alas baju hitam dan celana hitam yang sudah dihiasi motif sikhat dalam bahasa alas, benang emas dalam bahasa sehari-hari songket dan penutup kepala bulang bulu. Tari ini menggunakan properti bambu dengan panjangnya 1 meter dan tarian ini menggunakan pentas arena yang dapat dilihat dari berbagai sisi.Kata kunci: bentuk penyajian, tari tradisional Pelebat
Co-Authors Ade Ismail Ahadin Ahadin Ahlia, Putri Ahmad Suheil Pulungan Ahmad Syai Ahmadi, Aan Mulya Al Rafni Alfiati Syafrina, Alfiati Alviana, Rahma Amalia Hadi, Dawati Amalia, Lula Amalia, Nana Amarlia, Cut Anam, Budi Safatul Andika, Ghufron Apriliana, Indah Della Ara Ini, Mutiara Ardhia, Dara Ariasna, Ketut Arismunandar, Reza Aristi, Alif Restu Asri, Mimi Aswita, Suci Aszahra, Nesa Azka, Daffa Bachtiar, Fandi Balia, Rahmat Basysyar, Fadhil Muhammad Beutari*, Ulfa Bintang Y.M. Sinaga, Bintang Y.M. Bukhari Bukhari Chairil Amin Batubara Cut Zuriana Darmawati Darmawati Dewi, Susi Fitria Dimitha, Nurulia Edizal Hatmi Fahlafi, Ridha Faluthia Fajri, Nova Farcha, Annisa Rahmania Fatama, Surya Fatin, Nur Izza Fatma, Surya Fatmariza Fatmariza Fauzi Fauzi Fazlina, Ninda Fharina, Reny Fitri Handayani Fitri, Fasihah Irfani Fitriansyah, Ota Fradinata, Edy Fuad , Ammar G, Harbiyah G., Harbiyah Gandhis, Dinda Rhesti Gani, Harbiyah Gunawan, Panji Habibah, Siti Sab’atul Hadi, Nasrul halifah, elka Halim, Fauziatul Halimatussakdiah Harahap, Leliana Harbiyah G Harbiyah G, Harbiyah G Hasibuan, Afni Rukiyah Hasniyati, Hasniyati Hayati, Cut Nirmala Hermawati, Dewi Hidayani, Cut Hilma Putri Lubis Humaira, Aida Husin, M. Husna, Syarifah Inayatul Husni, Almira Sabrina Hutagalung, Haflin Soraya Ilyas, Kamal Kharrazi Intan Intan Intan Safiah Irfandi, Jalil Ismawan Ismawan, Ismawan Juliani Juliawan, Harvan Karmila, Siti Khairina, Yunika Khairun Nisa Kiftia, Mariatul Kurnita, Taat Liana, Irma Lina Amelia Linda Vitoria, Linda Lindawati Lindawati Linu Ibrahim, Agusnawan M. Yamin Maisarah Maisarah, Maisarah Marselindo, Rio Marzalita, Risa Masyitah, Cut Maulina, Isnanda Maya Agustina Mazar, Ichsan Akbar Mazas, Ichsan Akmal Melisa, Rika Mentari, Erniana Miftahul Jannah Miko, Jufri Temas Mimiasri Mimiasri, Mimiasri Mislinawati, Mislinawati Monika, Nadia Muchtira, Amira Muhammad Andi Munawarah, Zharifah Munawarah Munira, Annisa Murhadi, Thasrif Nabilah Nabilah Nadiya - Nadiya Nadiya, Nadiya Naning, Naning KU Nasution, Muhammad Haikal Neni Rostini Nevi Hasrati Nizami Norhazaruddin, Nurul Fatehah Binti Novita Hidayani Novysa Basri Nurhasanah Nurhasanah Nurlina Nurlina Nurmalis, Nurmalis Nurmasyitah Nurmasyitah Nurul Fitriah, Nurul Nurul Zikri Filina Oktania, Ririn Palawi, Ari Panggabean, Jonas Franky Rudianto Panjaitan, Rosi Phonna, Hilwa Putri Prastya, Agung Presilawati, Febyolla Pristiwa, Nara Pudespa, Wirna Purba, , Sartika Dewi Purba, Sartika Dewi Puspita, Nelva Putri, Dwi Ananda Putri, Qanita Putri, Tara Zulia Qamar, Samsul Qurnaini, Khairah Radhiah, Aisyatur Rahmad , Rizki Ramadani, Tiara Ramadhani, Raihan Ramadhini, Dila Syafira Rambe, Aldy S. Ramdiana , Ramdiana Ramdiana, Ramdiana REZA FAHLEVI Rida Safuan Selian Riska Agustina Risnandar, Zuhra Rizki, Heri Rizkia, Mira Safitri, Mellya Sahrapi, Peteri Telpi Said, Darnius Samsul Anwar Saputra , Rudy Juli Saputra, Aiyub Saputra, Aiyup Saputra, Rudy Juli Sara, Hikma Afnia sari, Nova maulita Sarini Vita Dewi Sartika, Fani SATRIYAS ILYAS SEMBIRING, MASTA MARSELINA Siahaan, Rachel Yoan Katherin P Sibarani, Riris SIHOMBING, MASLAN M.R. Sihombing, Maslan MR Sirait, Kamson Siti Nurhaliza Sitompul, Monika Sales Situmorang, Yessi Debora Suci Fitriani, Suci Suci Maulida, Cut Putri Supadmi, Tri Suprapti I, Tati Surbakti, Stefanie Meitha Putri Sejahtera Suriza, Sri Winda Syafriana, Rina Tawari, Yuni Tengku Hartati Tiarnita Maria Sarjani Tonam, Tonam Triani, Susi Tursinawati Tursinawati, Tursinawati Tursinawati, Tusinawati Ulfah, Haazimah Ulfi, Siti Zaiyana Umul Aiman Utami, Yasmin Afrilla Viola, Okta Wahyudi , Wahyudi Wifda, Sherina Wiratama, Muhammad Jaka Wirataman, Muhammad Jaka Wirdasni, Dian Wulandari, Annisa Yadi, Agusti Yasmin, Putri Nur yusliana, yusliana Yusuf, Yuslaidar Zahara, Devira Zaiyana, Rya Zohra, Aja Fatimah Zulaiha, Rati Eva Zurnila Marli Kesuma