p-Index From 2021 - 2026
10.425
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Biologi Udayana Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi SEMIRATA 2015 Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Biocelebes Jurnal Florea Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Biologi Tropis Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Al-Khidmah Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Jambura Edu Biosfer Journal GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Floribunda Scripta Biologica Jurnal Biotek JURNAL BIOEDUCATION Jurnal Mangifera Edu Biologica Samudra Jurnal Biogenerasi EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi Variabel Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Konservasi Hayati JURNAL ILMIAH EDUKATIF IJPD (International Journal Of Public Devotion) Journal of Biology Learning Buletin Poltanesa Bioeduca : Journal of Biology Education Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal ABM Mengabdi Proceeding Biology Education Conference BIOCHEPHY: Journal of Science Education Biofaal Journal Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Etnobotani Tumbuhan Pewarna Alami di Desa Raut Muara Kabupaten Sanggau Riani, Sapa; Syamswisna, Syamswisna; Mardiyyaningsih, Asriah Nurdini
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 8 No 2 (2023): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v8i2.4455

Abstract

ABSTRACT The use of synthetic dyes can trigger health and environmental problems. Natural dyes are one of the innovations to replace the use of synthetic dyes because they are non-toxic and environmentally friendly. The people of Raut Muara Village, Sanggau Regency utilize several plants as natural dyes such as tipu' (Etlingera linguiformis (Roxb.) R.M.Sm) which is used as a food dye, kecombrang (Etlingera elatior (Jack)) as a beverage dye, red bajakah (Spatholobus ferrugineus Zoll.&Moritzi)Benth.) as a cosmetic, and yellow root (Arcangelisia flava (L.) Merr) as a fabric dye. This study aims to increase public knowledge about the types, parts of plants used and processing methods carried out by the people of Raut Muara Village. The method used in the research is descriptive method and data collection techniques by triangulation which is a combination of interviews, observation and documentation. Determination of informants using purposive sampling technique with 53 informants. The results of the study obtained 26 plant species from 22 families that are utilized by the leaves, fruit, seeds, and roots. Keywords: Ethnobotany, Natural coloring, Raut Muara VillageABSTRACT The use of synthetic dyes can trigger health and environmental problems. Natural dyes are one of the innovations to replace the use of synthetic dyes because they are non-toxic and environmentally friendly. The people of Raut Muara Village, Sanggau Regency utilize several plants as natural dyes such as tipu' (Etlingera linguiformis (Roxb.) R.M.Sm) which is used as a food dye, kecombrang (Etlingera elatior (Jack)) as a beverage dye, red bajakah (Spatholobus ferrugineus Zoll.&Moritzi)Benth.) as a cosmetic, and yellow root (Arcangelisia flava (L.) Merr) as a fabric dye. This study aims to increase public knowledge about the types, parts of plants used and processing methods carried out by the people of Raut Muara Village. The method used in the research is descriptive method and data collection techniques by triangulation which is a combination of interviews, observation and documentation. Determination of informants using purposive sampling technique with 53 informants. The results of the study obtained 26 plant species from 22 families that are utilized by the leaves, fruit, seeds, and roots.Keywords: Ethnobotany, Natural coloring, Raut Muara Village
Inventarisasi Tumbuhan Bajakah di Dusun Sadok Kabupaten Landak alevin, alevinwahyudi; Syamswisna, Syamswisna; Yuniarti, Anisyah
Konservasi Hayati Vol 19 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v19i1.26557

Abstract

  Tumbuhan Bajakah merupakan habitus liana yaitu sekelompok tumbuhan merambat yang berakar di dalam tanah, dalam pertumbuhannya tumbuhan bajakah menggunakan berbagai jenis pohon untuk merambat. Bajakah yang sering digunakan oleh masyarakat Kabupaten Landak di Provinsi Kalimantan Barat ini dipercaya memiliki khasiat obat yang diolah secara tradisional. Untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan di suatu tempat atau kawasan tertentu perlu dilakukan inventarisasi. Pentingnya untuk mengetahui keanekaragaman jenis, dan belum adanya data mengenai inventarisasi tanaman bajakan yang ada, maka peneliti ingin melakukan penelitian di kawasan hutan yang terletak di Dusun Sadok Kabupaten Landak, karena tumbuhan bajakan masih mudah didapatkan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2022, dimulai dengan pengambilan sampel, pembuatan herbarium, identifikasi dan analisis data kuantitatif menggunakan metode zig-zag, dengan jalur jelajah yaitu 10 meter (ke kiri), dan 10 meter (ke kanan) yang dibuat dengan lebar 20 meter. Dari hasil pengukuran faktor lingkungan diperoleh pada suhu udara 26 (°C), suhu tanah 26-27-9 (°C), kelembapan udara 27,1-29 ,1 (%), pH tanah 6,5-6,6, intensitas cahaya 27,0-29,1 (lux). Tumbuhan bajakah banyak ditemukan pada habitat menopang. Diketahui tumbuhan bajakah yang ditemukan pada kawasan Hutan yang berada di Dusun Sadok Kabupaten Landak masuk kedalam sembilan 9 Famili, 11 spesies, dan 1 genus.   Kata Kunci: Tumbuhan Bajakah, Liana, Inventarisasi, Kawasan Hutan
Indonesia LITERATURE STUDY: DIVERSITY OF FERNS (PTERIDOPHYTA) IN WEST KALIMANTAN: STUDI LITERATUR: KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KALIMANTAN BARAT aldiansyah, rifki; Syamswisna, Syamswisna; Azhta Prameswari, Audiva; Anggini, Putri; Acum Diarsih, Angel; Ariyansyah, Irvan
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3835

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang harus dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya adalah tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan paku dapat tumbuh dengan baik di tanah terbuka. Cahaya matahari yang cukup, derajat keasaman (pH) 3,5–6,5, dan suhu 21-27°C, tumbuhan paku dapat tumbuh setelah kebakaran hutan atau hutan yang tertutup tajuk pohon. Kalimantan Barat memiliki iklim tropis yang lembap, habitat yang beragam, tanah yang kaya nutrisi, kanopi hutan yang rapat, kurangnya gangguan manusia, dan proses ekologis alami yang kompleks, tumbuhan paku tumbuh dan hidup dengan beraneka ragam jenis di hutan Kalimantan Barat. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur yaitu mencari sumber primer atau literatur berupa jurnal nasional dan internasional pada satu dekade sebelumnya (2014-2024). Terdapat 16 famili dengan dengan 34 spesies. Spesies yang paling banyak ditemukan berasal dari famili Polypodiaceae.
Studi Literatur: Jenis-jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kalimantan Barat Astuti, Widya; Ayu, Nambisas Arum Kusuma; Mitha, Mitha; Rahmad, Rahmad; Syamswisna, Syamswisna
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.3836

Abstract

Tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp.) adalah tumbuhan karnivora dengan kantong yang berfungsi untuk menangkap dan mencerna serangga. Provinsi Kalimantan Barat merupakan habitat berbagai jenis kantong semar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keanekaragaman jenis kantong semar di Kalimantan Barat melalui studi kepustakaan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelusuran menunjukkan adanya 13 jenis kantong semar, yaitu N. albomarginata, N. ampullaria, N. bicalcarata, N. gracilis, N. mirabilis, N. rafflesiana, N. x hookeriana, N. cantleyi, N. reinwardtiana, N. x trichocarpa, N. x neglata, N. pilosa, dan N. hirsuta. N. ampullaria adalah spesies dengan jumlah paling banyak karena ditemukan di setiap hasil riset pada artikel yang dianalisis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi ilmiah dan acuan dalam penelitian terkait keanekaragaman jenis kantong semar di Kalimantan Barat
PENDEKATAN LITERATUR: MENGIDENTIFIKASI TUMBUHAN KANTONG SEMAR (Nepenthes spp.) PADA LAHAN GAMBUT DI KALIMANTAN BARAT Nilanti, Jihan Shakina; Syamswisna, Syamswisna
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji keberadaan tumbuhan kantong semar (Nepenthes) di lahan gambut Kalimantan Barat melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder termasuk jurnal ilmiah, buku dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp.) di lahan gambut Kalimantan Barat memiliki variasi spesies dan adaptasi ekologis yang menarik di berbagai wilayah. Di Dusun Punti Tapau, Kabupaten Sanggau, ditemukan lima spesies: N. ampullaria, N. mirabilis, N. gracilis, N. reinwardtiana, dan N. x trichocarpa, wilayah Kabupaten Sambas ditemukan 5 spesies: N. mirabilis, N. gracilis, N. ampullaria, N. xneglecta, dan N. xhookeriana, wilayah PT. Muara Sungai Landak Kabupaten Mempawah ditemukan 3 spesie: N. ampullaria, N. bicalcarata, dan N. rafflesiana, wilayah Sintang ditemukan 3 spesies: Nepenthes ampullaria, N. mirabilis, dan N. Rafflesiana, dan di wilayah Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya ditemukan 4 spesies: Nepenthes ampullaria, Nepenthes bicalcarata, Nepenthes gracilis, dan Nepenthes rafflesiana, dengan habitat yang bervariasi dari hutan sekunder hingga daerah berawa Keberadaan Nepenthes spp. menunjukkan pentingnya habitat lahan gambut bagi ekosistem, namun mereka menghadapi ancaman signifikan seperti deforestasi dan perubahan iklim. Upaya konservasi diperlukan untuk melindungi habitat mereka, termasuk penetapan kawasan lindung, pemantauan populasi, dan edukasi masyarakat. Penelitian ini menekankan perlunya strategi konservasi yang tepat untuk menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian spesies Nepenthes di Kalimantan Barat bagi generasi mendatang.
PENANAMAN KARAKTER SAINSPRENEUR KEPADA MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI MINYAK JELANTAH Masriani, Masriani; Putra Sartika, Rody; Enawaty, Eny; Hairida, Hairida; Rasmawan, Rahmat; Muharini, Rini; Syamswisna, Syamswisna; Warsidah, Warsidah; Maryani, Maryani; Fatmadiwi, Anggi; Ramadhan Sailendra, Pingkan; Abdul Hafiz, Iqbal; Aninda, Dea
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2216-2225

Abstract

Mahasiswa Pendidikan Kimia merupakan mahasiswa calon guru, yang bukan hanya harus terampil mengajar tetapi diharapkan dapat menjadi insan-insan yang memiliki kemampuan wirausaha. Salah satu produk yang bisa dikembangkan untuk berwirausaha adalah sabun. Bisnis sabun dari minyak jelantah memiliki manfaat yang besar, selain memberikan keuntungan finansial juga dapat menyelesaikan masalah lingkungan dan kesehatan  yang bisa diakibatkan oleh minyak jelantah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait dengan minyak jelantah dan potensinya sebagai bahan baku untuk pembuatan sabun dan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan sabun dari minya jelantah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu Observasi terkait  penggunaan minyak jelantah, persiapan pelaksanaan PKM, pelaksanaan PKM, dan monitoring, evaluasi serta tindak lanjut.  Hasil observasi terkait penggunaan minyak jelantah menunjukkan bahwa lebih 50%  minyak jelantah dibuang ke lingkungan, hanya sebagian kecil saja yang diolah. Responden  kesulitan mengolah  karena keterbatan alat dan bahan serta kesulitan menghilangkan bau yang tidak sedap.  Pengetahuan tentang cara   menghilangkan bau tengik minyak jelantah, pengaroma yang cocok, dan  prosedur yang tepat untuk pembuatan sabun dari minyak jelantah diinginkan oleh peserta dalam rangka mengolah minyak jelantah menjadi sabun. Pengamatan selama kegiatan pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah  menunjukkan bahwa peserta sangat antusian mengikuti kegiatan.  Sebanyak 80% peserta menyatakan pelatihan yang dilakukan sangat bermanfaat sehingga mereka berkiinginan untuk memproduksi sendiri sabun dari  minyak jelantah. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa sainspreneur mahasiswa dan dapat mengatasi permasalahan yang diakibatkan oleh minyak jelantah
Ethnobotany of Medicinal Plants for Reproductive Health in Sepangah Village, Landak Regency Fardana, Hestri Sastia; Syamswisna, Syamswisna; Yuniarti, Anisyah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 2 (2024): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i2.6200

Abstract

Medicinal plants are all types of plants that have medicinal benefits and contain nutrients that are proven to be good for health through the availability of phytochemicals. The use of medicinal plants in the community has existed since ancient times used as traditional medicine. In the community, the use of medicinal plants is still carried out today both as an alternative treatment and as a complement to modern medicine. Information related to medicinal plants carried out by the people of Sepangah Village is also not widely known, therefore a study was conducted which aims to determine the types of medicinal plants used by the people of Sepangah Village for reproductive health. This research method is descriptive with data collection techniques using triangulation in the form of interviews, observation, and documentation. Research information was obtained from 7 informants consisting of 1 village head, 2 battra, and 4 people who still utilize medicinal plants. The results showed that 18 species from 11 plant families were used for reproductive health. The most widely used plants are from the Zingiberaceae family. The most widely used plant part is the rhizome. The most widely used way of processing plants is boiled. The most widely used way of using plants is drinking. Treatment in reproductive health that is often done is to treat vaginal discharge and smooth postpartum blood in mothers after childbirth
Kajian Etnobotani Famili Zingiberaceae yang Dimanfaatkan oleh Masyarakat Desa Raut Muara Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Syamswisna, Syamswisna
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jpsp.v5i1.9374

Abstract

Kajian etnobotani ini bertujuan untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan dari Famili Zingiberaceae oleh masyarakat Desa Raut Muara, Kabupaten Sanggau. Metode  penelitian yang digunakan adalah  metode deskriptif, melakukan observasi ke tempat penelitian secara langsung dan melakukan wawancara pada informan. Informan adalah ibu-ibu PKK, pengobat tradisional dan masyarakat yang menggunakan tumbuhan Famili Zingiberacea  yang berdomisili di Desa Raut Muara. Data dikumpulkan dengan cara triangulasi yaitu mewawancarai informan, melakukan observasi, dan dokumentasi, dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024. Tujuh spesies tumbuhan didapatkan dari Famili Zingiberaceae  yaitu Kunyit (Curcuma domestica Val.), Kencur  (Kaempferia galanga L.), jahe putih (Zingiber officinale Rosc.), Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubra), Entemu (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Temu kunci (Boesenbergia rotunda. L dan Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, baik sebagai bahan obat tradisional, bumbu masakan, maupun dalam upacara adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tumbuhan memiliki beragam manfaat, terutama dalam pengobatan tradisional, di antaranya untuk mengatasi gangguan pencernaan, peradangan, batuk, dan sebagai obat penyakit kulit. Kunyit dan Lengkuas, misalnya, sering digunakan dalam ramuan obat untuk mengatasi batuk dan pilek, sementara Cekur dan Laih bedayau dikenal sebagai bahan untuk memperbaiki stamina tubuh. Pemanfaatan tumbuhan ini menunjukkan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan perlu dilestarikan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian tanaman obat tradisional dan kearifan lokal masyarakat Desa Raut Muara.
Inventarisasi Kantong Semar (Nepenthaceae) di Hutan Lindung Danau Selogan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat Syamswisna; Joni
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.945

Abstract

Kantong Semar (Nepenthaceae) merupakan tumbuhan yang dilindungi dan keberadaan di habitat alaminya semakin terancam , akibat kebakaran hutan, pengalihan fungsi hutan jadi lahan pertanian, dan eksploitasi spesies tertentu. Tumbuhan ini bermanfaat sebagai tanaman hias, untuk obat, sebagai bahan pembungkus makanan dan sebagai tali pengikat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter morfologi dan mengidentifikasi dari spesies Nepenthaceae yang ada di hutan lindung Danau Selogan kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Hasil penelitian dapat mendeskripsikan karakter morfologi dan mengidentifikasi enam spesies Nepenthes dua spesies hybrid alami yaitu: Nepenthes albomarginata, Nepenthes ampullaria, Nepenthes bicalcarata, Nepenthes gracilis, Nepenthes mirabilis, Nepenthes rafflesiana, Nepenthes xhookeriana (N.ampullaria x N.rafflesiana) dan Nepenthes xcantleyii (N.bicialcarata x N.gracilis). Pengukuran faktor lingkungan abiotic di habitat Nepenthes yaitu : rata-rata suhu udara 30,7°C -32,6°C, suhu tanah 29,7°C -30,6 °C, Kelembaban udara 71,8-88,5%, dan pH tanah 4,6-5,8.
The Module Validity of The Sub-Material Utilization of Medicinal Plant Biodiversity Vinaloka, Widia; Syamswisna, Syamswisna; Tenriawaru, Andi Besse
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v11i2.7231

Abstract

The aim of the study was to determine the feasibility of the module as a sub-material for the use of biodiversity for class X SMA. Using Research and Development (R&D) research methods with a qualitative descriptive approach. This study validated the instrument and validated the module teaching materials. The selection of validators with purposive sampling technique which consists of 5 validators. Module validation to obtain quantitative data accurately through a Likert scale. The assessment aspect of the module contains the feasibility of content, language, presentation, and graphics. The validation results obtained through the validator were analyzed using the CVR formula and continued to CVI, the results of the analysis of 4 aspects of the assessment namely the feasibility of content, language, presentation, and graphics consisting of 15 indicators of module feasibility assessment obtained a CVI value of 0.99 which is said to be a valid module and proper to use.The aim of the study was to determine the feasibility of the module as a sub-material for the use of biodiversity for class X SMA. Using Research and Development (R&D) research methods with a qualitative descriptive approach. This study validated the instrument and validated the module teaching materials. The selection of validators with purposive sampling technique which consists of 5 validators. Module validation to obtain quantitative data accurately through a Likert scale. The assessment aspect of the module contains the feasibility of content, language, presentation, and graphics. The validation results obtained through the validator were analyzed using the CVR formula and continued to CVI, the results of the analysis of 4 aspects of the assessment namely the feasibility of content, language, presentation, and graphics consisting of 15 indicators of module feasibility assessment obtained a CVI value of 0.99 which is said to be a valid module and proper to use.
Co-Authors ,, Ernita ,, Suphan . Burhanuddin . NURHAYATI A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Hafiz, Iqbal Achmadi Achmadi Acum Diarsih, Angel Ade Elbani Ade Mirza Afandi Afandi Afrizal - Agustina Listiawati Agustini Adriantie Danil, Agustini Adriantie Aktris Nuryanti, Aktris Aldiansyah, Rifki Alevin Wahyudi alevin, alevinwahyudi Alexander Sardi Alhadiansyah Ananta, Evi Dian Andi Besse Tenriawaru Andi Besse Tenriawaru Andi Ihwan Andri Maulidi Anggi Fatmadiwi Anggie Febiola Anggini, Putri Ani Widayanti Aninda, Dea Anisyah Yuniarti Anisyah Yuniarti Anisyah Yuniarti Anjeliana, Anjeliana Anjelita, Ria Annisa Nur Ramdhayani Aprizal Herunanda Arista, Heni Ariyansyah, Irvan Asep Nursangaji Asep Safari Yusmar Asmanto, Asmanto Asriah Nurdini M. Astuti, A. Cindy Astuti, Cindy Aswandi - Asyrofi, Harun Ayu Putri Herwidiah Ayu, Nambisas Arum Kusuma Azhta Prameswari, Audiva Bistari Dea Aninda Desti, Desti Dewi Kurnia Dian, Vivi Mirtha Dona Fitriawan Dwi Zulfita Edy Suasono Eka Aprilia Eka Ariyati Eka Jumarti Eko Sri Wahyuni Elly Suharlina Elsa Ferella Elsa Ferella Enggang Suci Ariani Entin Daningsih Eny Enawaty Erni Djun Astuti Esti Ariesta Okakinanti Eva Dolorosa Fajri, Hayatul Fardana, Hestri Sastia Fatmadiwi, Anggi Firdawati, Kiki Fitri Imansyah Hadary, Ferry Hairida Hairida Hamdani - Hamdani Hamdani Hanifa, Hanifa Hartati, Angel Tri Haruno, Mai Hayatul Fajri Haziki Haziki Heni Ferdina Herlenda Herlenda Hermawati, Yuni Herry Sujaini Ika Kartika Imam Ghozali Indah Purnamasari Intan Nurlitasari, Intan Iqbal Abdul Hafiz Ira Lestari Irwanti, Muthia Ismawartati - Isyatirradhiyah, Isyatirradhiyah Joni Joni Joni Joni Julkrisno Julkrisno Kalalinggi, Septaria Yolan Karlinus Karlinus Kartiani, Nurul Atikah Khairiyah, Khuzmatul Kiki Firdawati Kurnia Ningsih Laili Fitri Yeni Leo, Leo Lestari, Maya Anggraini Lestari, Nesy Lestari Lisnawati, Rita Listiani, Endang Marti Marti, Marti Maryani Maryani Maryani Maryani Maryulini, Mareta Mas Akhbar Faturrahman Masriani . Meiran Panggabean Memet Agustiar Mitha Mitha, Mitha Mochammad Meddy Danial Monik, Yolenta Muanuddin - Muftia, Dika Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Musriati, Ayu Nasution, Annio Indah Lestari Neki Fahtomiaji Nilanti, Jihan Shakina Ningsih, Kurnia Ningsih, Kurnia Ningsih Noning, Noning Novi Susilawati, Novi Novita Oktavianti, Sri Andi Novitasari, Eska Nugroho, Hady Nur Fajriani Nur Hafizah Nurfitri, Hany Nurhidayah Nurhidayah Nurhuda Nurhuda Nurhuda, Agus Nurmainah - Nurmasari, Nurmasari Nurotuljannah, Nurotuljannah Nurul Awalia Oktavia Oktavia Pasaribu, Revi Lestari Patiola, Reni Patrisia Vika Pingkan Ramadhan Sailendra Priyo Saptomo Purwaningsih - Putri, Luviana Putri, Ruqiah Ganda Rachmawati Rahmad Rahmad Rahmat Rasmawan Rahmidiyani - Raihandhany, Reza Ramadhan Sailendra, Pingkan Ratna Herawatiningsih Rexy Maulana Dwi Karmadi Riani, Sapa Riduansyah - Rini Muharini Riris Dwi Pirwanti Rody Putra Sartika Rommy Patra RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Hartarti Indah Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sahira, Aini Sandra, Klaudia Mareta Sapriani, Sri Saputra Sangga Sawitri Yani, Sawitri Sepsamli, Letus Setia Budi Setiyawati, Neni Sholva, Yus Silvia Uslianti Sisi Arlina Siti Hadijah Siti Halidjah Sri Oktaviani Sriwahyuni, Eko Stepanus Sahala Sitompul Stephanus Sahala Suhardi, Rifka Elsya Surachman - Suri, Linda Amelia Suripiana, Suripiana Susana, Stefany Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamsul Arifin Tenriawaru, Andi Besse Tiara Putri Rahmatika Titin Titin ,, Titin Titin . Titin Titin Titin Titin Titin*, Titin Untung Uray Siti Wahyuna Utami, Dhani Nugrahaningtyas Uti Asikin Utin Sri Umi Triyati, Utin Sri Vallahayil, Filardha Azelia Vik, Vik Vinaloka, Widia Vivi Bachtiar Wahyuni, Dina Wahyuni, Eko Sri Wahyuni Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Wendy Widia Sri Utami Widia Vinaloka Widianti widya astuti Wilma Wilma, Wilma Windhu Putra Witarsa - WOLLY CANDRAMILA Yani, Mira Tirta Yogi Dirgari Yohanes Andri Yohanes Gatot Sutapa Yokhebed . Yokhebed Yokhebed Yokhebed Yokhebed Yopita, Kesiya Yosefa Gelarasia Junjung Yulianti , Yuline - Yulis Jamiah YUNITA Zubaidah R