Articles
PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK
., Putu Diah Febryani;
., Dra. Desak Putu Parmiti,MS;
., Nice Maylani Asril, S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.6026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan setelah diterapkan metode pembelajaran Make A Match pada anak kelompok B semester II di TK Dharma Sentana Desa Candiksuma Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dan subjek sebanyak 20 orang anak kelompok B semester II di TK Dharma Sentana Desa Candiksuma Tahun Pelajaran 2014/2015. Data penelitian tentang kemampuan mengenal lambang bilangan dikumpulkan dengan metode observasi dengan instrument berupa lembar format observasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan dengan penerapan metode pembelajaran Make A Match pada siklus I sebesar 53,1% yang berada pada kategori rendah ternyata mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,62%yang tergolong pada kategori tinggi. Jadi, terjadi peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak sebesar 27,52%.Kata Kunci : metode pembelajaran make a match, kemampuan mengenal lambang bilangan, anak usia dini This research was aimed to know the increase of students’ ability in distinguishing figure of number by integrating Make a Match learning method for children in B group of 2nd semester in TK Dharma Sentana Candikusuma district academic year 2014/2015. This research was a classroom action research which was held in two cycles and subject used about 20 children in B group of 2nd semester on TK Dharma Sentana Candikusuma district academic year 2014/2015. The data of students’ ability in distinguishing figure of number were collected by using observation method which used observation form sheet as an instrument. The result of data was analyzed by using descriptive statistic and quantitative-descriptive statistic method. The result of data showed that there is an increasing of students’ ability in distinguishing figure of number by integrating Make a Match learning method, the percentage was shown as follow; in first cycle, there was about 53.1% which categorized as low performance, in second cycle it was increasing rapidly into 80.62% which categorized as high performance. In conclusion there was a significant increase of students’ ability in distinguishing figure of number that has percentage about 27.52%.keyword : Make a Match learning method, students’ ability in distinguishing figure of number, early childhood
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL JURU PENCAR DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK
., Ni Luh Gede Karwina Putri;
., Dra. Desak Putu Parmiti,MS;
., Nice Maylani Asril, S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.6156
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan sosial emosional melalui penerapan metode demonstrasi melalui permainan tradisional juru pencar dengan media audio visual pada anak di kelompok B1 TK Negeri Pembina Kecamatan Tegallalang tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah 14 orang anak kelompok B1 TK Negeri Pembina Kecamatan Tegallalang. Data kemampuan sosial emosional anak dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan instrumen berupa lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase kemampuan sosial emosional anak pada siklus I adalah sebesar 68,36 % yang berada pada kategori sedang. Pada siklus II rata-rata persentase kemampuan sosial emosional anak mengalami peningkatan menjadi sebesar 82,14 % yang berada pada kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi melalui permainan tradisional juru pencar dengan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak di kelompok B1 TK Negeri Pembina Kecamatan Tegallalang tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : metode demonstrasi , permainan tradisional juru pencar, media audio visual, kemampuan sosial emosional, anak usia dini This research was aimed at finding out the improvement of social emotional ability through the implementation of demonstration method through “juru pencar” traditional games with the media audiovisual toward the children of group B1 TK Negeri Pembina Kecamatan Tegallalang academic year 2014/2015. This study was a classroom action research which was done in two cycles. The subject of this research were fourteen children from B1 group in TK Negeri Pembina Kecamatan Tegallalang academic years 2014/2015. Data collected on child social emotional ability by using the method of observation with instrument in the from of observation sheet. Data were analyzed using descriptive statistic analysis technique and descriptive quantitative analysis technique. The result showed the average percentage of social emotional ability of children in the first cycle of 68,36% wich is in the medium category. In the second cycle the average percentage of social emotional ability of children increased to 82,14% in the which is at a high category. It can be concluded that the method of demonstration through “juru pencar” traditional games with the media audiovisual can be increase social emotional ability of children in group B1 TK Negeri Pembina Kecamatan Tegallalang in academic year 2014/2015.keyword : demonstration method, “juru pencar” traditional games, audiovisual media, social emotional ability, early childhood
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) BERBANTUAN MEDIA SEDERHANA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK
., Luh Putu Ayu Laheri Dewi;
., Dra. Desak Putu Parmiti,MS;
., Nice Maylani Asril, S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.6235
Permasalahan yang dialami oleh anak di TK Varistha Kids Banyuning yaitu kemampuan berbahasaanak masih rendah, guru lebih cenderung mendominasi saat melakukan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak dengan menerapkan metode bermain peran (role playing) berbantuan media sederhanapada anak kelompok B Semester II di TK Varistha Kids Banyuning.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak TK Kelompok B Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 24 anak. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbahasa anak dengan melalui metode bermain peran (role playing) berbantuan media sederhana pada siklus I sebesar 67% yang berada pada kategori rendah dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 82% yang tergolong pada kategori tinggi. Jadi, terjadi peningkatan hasil kegiatan belajar dalam kemampuan berbahasa pada anak sebesar 15 %.Kata Kunci : Berbahasa,Media sederhana,Bermain Peran The problem which was faced by the children of kindergarten Varistha Kids Banyuningwas the proficiency development of children in which it was low. The teachers were more likely to dominate the class when the learning activities. As the result, this study aimed to improve children's proficiency development by applying the method of granting duty that supported by simple media for the children of B group in second semester of kindergarten Varistha Kids Banyuning. The subjects of the study were B group of 24 children in kindergarten Varistha Kids Banyuning in academic year 2014/2015. The research data were collected by using observation method in the form of sheet format. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis of quantitative methods. The data analysis showed that the proficiency development of children through the provision ofrole playing that supported by simple media in cycle 1 was 67% which was at the low category and it had increased in cycle 11 in order the data was 82% that was classified in the high category. These findings clearly discovered that the result of learning activities in the profiency development of children was 15%. keyword : : Proficiency, Simple media, role playing
IMPLEMENTASI TEKNIK MODELING UNTUK MEMINIMALISASI PERILAKU BERMASALAH OPPOSITIONAL DEFIANT PADA ANAK KELOMPOK B
., Luh Eka Repita;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i2.7635
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku bermasalah oppositional defiant pada anak kelompok B di TK Ceria Asih yang semakin minim dengan implementasi teknik modeling melalui cerita bergambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 12 anak kelompok B1 di TK Ceria Asih semester II Tahun Ajaran 2015/1016. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus persentase perilaku bermasalah oppositional defiant adalah 36.46%. Terjadi penurunan pada siklus I menjadi 30.46% dan siklus II menjadi 24.46% pada siklus II. Hal tersebut menandakan bahwa semakin minimnya atau terjadi penurunan pada anak kelompok B1 di TK Ceria Asih dari prasiklus ke siklus I dan ke siklus II sebesar 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi teknik modeling dapat meminimalisasi perilaku bermasalah oppositional defiant pada anak kelompok B1 di TK Ceria Asih Semester II Tahun Ajaran 2015/2016.Kata Kunci : teknik modeling, perilaku bermasalah oppositional defiant, kelompok B This study was aimed to investigate the impact behavior have problem oppositional defiant of kindergarten children in group B1 Ceria Asih which progressively degredation with modelling technique implementation through pictorial story. This study was conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation / evaluation and reflection. The subjects were 12 children in the group B1 in kindergarten Ceria Asih second semester of academic year of 2015 / 1016. This study used observation method and collecting data instrument which used was observation sheet. The data in this study used descriptive statistic analysis and descriptive quantitative. These results indicate that at behavioral percentage pre cycle have problem oppositional defiant is 36.46%. Happened degradation the first cycle become 30.46% and second cycle become 24.46% the second cycle. The mentioned designate that progressively its minim or happened degradation of kindergarten children in group B1 Ceria Asih the pre cycle to the first cycle and the second cycle of 10%. It can be concluded that modelling technique implementation can degrade behavior have problem oppositional defiant in the group B1 in kindergarten Ceria Asih second Semester of academic Year of 2015 / 2016. keyword : modelling technique, behavioral have problem oppositional defiant, group B
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI BERMAIN OUTDOOR PADA ANAK KELOMPOK B
., Ni Gusti Putu Wahyu Suryastuti;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Mutiara Magta, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i2.7637
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif setelah diterapkan bermain outdoor pada anak kelompok B semester II tahun pelajaran 2015/2016 di TK Purwa Widya Dhikrama Nagasepaha, Buleleng-Bali. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah anak kelompok B semester II tahun pelajaran 2015/2016 di TK Purwa Widya Dhikrama yang berjumlah 20 orang anak. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Data penelitian tindakan kelas ini dikumpulkan melalui metode observasi menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata persentase peningkatan kemampuan kognitif dalam memecahkan masalah dan mengenal konsep bentuk, warna, dan ukuran pada anak setelah diterapkan bermain outdoor. Pada siklus I rata-rata persentase kemampuan kognitif sebesar 66,25% berada pada kategori sedang, sedangkan terjadi peningkatan pada siklus II sebesar 87% yang berada pada kategori tinggi. Jadi penerapan bermain outdoor dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B semester II tahun pelajaran 2015/2016 di TK Purwa Widya Dhikrama Nagasepaha, Buleleng-Bali.Kata Kunci : bermain outdoor, kemampuan kognitif, kelompok B. This study aims to determine the increase in cognitive ability after being applied on children's outdoor play group B the second semester of 2015/2016 academic year in kindergarten Purwa Widya Dhikrama Nagasepaha, Buleleng, Bali. This research is a classroom action research (PTK). The subject of this study is children in group B the second semester of 2015/2016 academic year in kindergarten Purwa Widya Dhikrama totaling 20 children. The study was conducted in two cycles. This class action research data were collected through observation using the observation sheet. Analyzed using descriptive statistics and statistical analysis of quantitative descriptive. The result showed that an increase in the average percentage increase in cognitive abilities in solving the problem and recognize the concept of form, color, and size of the child after application of outdoor play. In the first cycle the average percentage of 66.25% of cognitive abilities in middle category, while there was an increase in the second cycle of 87% is at the high category. So the application of outdoor play can enhance cognitive abilities of children in group B the second semester of 2015/2016 academic year in kindergarten Purwa Widya Dhikrama Nagasepaha, Buleleng, Bali.keyword : outdoor play, cognitive ability, group B.
PENERAPAN METODE BERMAIN MELALUI MEDIA PLAYDOUGH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A SEMESTER II DI TK WIDYA KUMARASTHANA TAHUN AJARAN 2015/2016
., Ida Ayu Istri Agung Ardyatmika;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i2.7757
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus setelah penerapan metode bermain melalui media playdough pada anak kelompok A semester II di TK Widya Kumarasthana Tahun Ajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok A di TK Widya Kumarasthana yang berjumlah 15 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan instrumen berupa lembar observasi. Data hasil penelitian di analisis dengan menggunakan metode analisis statistik dan metode analisis deskriptif kuatitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan penerapan metode bermain melalui media playdough. Hasil penelitian menunjukan (1) nilai hasil rata-rata persentase pada siklus I sebesar 73% yang berada pada kategori rendah dan terjadi peningkatan pada siklus II menjadi 98,5% dan berada pada kategori sangat tinggi. (2) terjadi peningkatan yang signifikan pada siklus II yaitu 98,5%. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukan bahwa penerapan metode bermain melalui media playdough dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A semester II di TK Widya Kumarasthana Tahun Ajaran 2015/2016.Kata Kunci : Motorik Halus, Metode Bermain, Playdough This classroom action research aims to determine increase in the fine motor skills after the application of a method of playing with playdough media on children in group A in the second semester of kindergarten Widya Kumarasthana Academic Year 2015/2016. The subjects were a group of students in kindergarten Widya Kumarasthana which totaled 15 people. This research is a classroom action research conducted in two cycles. The data collection is done by using the method of observation and instrument observation sheet form. The data were analyzed using statistical analysis and quantitative descriptive analysis method. The results of data analysis showed that an increased fine motor skills of children with the adoption of playing through media playdough. The results showed (1) the value of the average percentage in the first cycle by 73%, which is at the low category and an increase in cycle II to 98.5% and is at a very high category. (2) a significant increase in the second cycle is 98.5%. Based on research conducted by the researchers showed that the application of the method of playing with playdough media can improve fine motor skills of children in group A in the second semester of kindergarten Widya Kumarasthana Academic Year 2015/2016.keyword : Fine Motor Skills, Methods Of Play, Playdough
PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TUNAS MULIA SINGARAJA
., Ni Wayan Anita Dewi;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Mutiara Magta, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i3.8836
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui alat permainan edukatif dan apa saja manfaat bagi anak ketika anak belajar melalui alat permainan edukatif diterapkan dalam kelas dan penelitian ini dilaksanakan di TK Tunas Mulia singaraja tahun pelajaran 2016/2017 jenis penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus Data yang didapat dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat permainan edukatif untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dapat dilihat adanya peningkatan melalui hasil belajar kemampuan kognitif anak dalam mengenal angka dan menyebut angka melalui alat permainan edukatif semua ini dilihat pada hasi siklus 1 dan dan siklus 2 pada siklus 1 hasilnya sangat rendah sebesar 0,37 % setelahat dilaksanakan pada tahap siklus terjadi peningkatan sebesar 0,87 % jadi bisa di bandingkan bahwa terjadi peningkatan yang retaif tinggi setelah diterapkannya alat permainan edukatif bahwa kemampuan kognitif anak menjadi meningat secara signifikan. Kata Kunci : kemampuan kognitif, alat permainan edukatif, usia 5-6 tahun This study aims to determine the increase cognitive abilities of children aged 5-6 years by means of educational games and what are the benefits to the child when the child is learning through educational games tools applied in the classroom and the research was conducted in TK Tunas Mulia singaraja the school year 2016/2017 this type of research this is a classroom action research conducted in two cycles of data obtained in this study were collected by using observation method. The collected data were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis method. The results showed that the application of the tools of educational games to improve cognitive abilities of children can be seen an increase through the learning outcomes of cognitive abilities in recognizing numbers and call numbers by means of educational games all these views on hasi cycle 1 and cycle and 2 in cycle 1 the result is very low 0.37% setelahat carried out at this stage of the cycle there was an increase by 0.87% so it can compare that an increase in the high retaif after the implementation tool of educational games that the child's cognitive ability to be increased significantly.keyword : cognitive abilities, educational games tools, 5-6 years old
PENERAPAN METODE DISCOVERY BERBANTUAN MEDIA ALAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK
., Desak Komang Setia Purnama Sari;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Mutiara Magta, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i3.8978
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dalam lingkup perkembangan memecahkan maslah dan berfikir logis.anak setelah penerapan metode discovery berbantuan media alam pada anak usia 5 – 6 tahun di TK varistha Kids Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. pengumpulan data menggunakan menggunakan metode observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode discovery berbantuan media alam dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan kognitif dalam lingkup perkembangan memecahkan masalah dan berfikir logis anak kelompok B TK Varistha Kids Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rerata hasil belajar kemampuan kognitif anak pada siklus I adalah 50% yang berada pada kategori rendahrerata hasil belajar pada siklus II sebesar 89% dengan criteria tinggi, jadi terjadi peningkatan belajar sebesar 39% Kata Kunci : Kata- kata kunci : metode discovery, media alam, kemampuan kognitif Abstack This study aims to determine the increase in the scope of the development of cognitive abilities to solve an issue and think logis.anak after application of the method of discovery-assisted natural media in children aged 5-6 years in kindergarten varistha Kids Singaraja academic year 2016/2017. This research is a classroom action research. data collection using observation methods. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative analysis methods. The results showed that the application of natural media-aided discovery method can improve learning outcomes of cognitive abilities within the scope of the development of problem solving and logical thinking of children in group B TK Varistha Kids Singaraja academic year 2016/2017. It can be seen from the increase in average learning outcomes cognitive abilities of children in the first cycle is 50%, which is in the category rendahrerata learning outcomes in the second cycle of 89% with a high criteria, so there was an increase of learning by 39% keyword : Key words: methods of discovery, natural media, cognitive ability
Pengaruh Metode Bermain Melalui Permainan Ular Naga Terhadap Kemampuan Motorik Kasar
., Made Sutera Cahhya p;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i1.11505
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui perbedaan kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak, yang mendapatkan perlakuan berupa metode pembelajaran aktif melalui permaianan ular naga pada kelompok B taman kanak-kanak Gugus VIII Kecamatan Buleleng Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di Gugus VIII Kecamatan Buleleng. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil setelah diberikan perlakuan pada kelompok ekperimen adalah sebesar 20,36 dan kelompok kontrol sebesar 13,6. Data kemampuan koordinasi gerak kelompok ekperimen dan kontrol berdistribusi normal dan homogen.Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis uji-t maka diperoleh nilai thitung sebesar 12,5 dan ttabel sebesar 0,11. Hal ini berati thitung lebih besar dari ttabel. Dengan demikian metode bermain melalui permainan ular naga berpengaruh terhadap kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak kelompok B Taman Kanak-kanak Wisata Kumara Timur.Kata Kunci : Kemampuan koordinasi gerak, Metode bermain The aim of this research is to know the difference of hand-foot head movement coordination capability of the child, who get treatment in the form of active learning method through dragon serpent in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017. This research is quasi experimental research with sampling technique using random sampling technique. The population of this research is all the children of group B in Cluster VIII Buleleng District. The method used in data collection is observation. The results showed that the mean score after treatment was given in the experimental group was 20.36 and the control group was 13.6. The data movement capability of the experimental and control groups is normal and homogeneous distributed. The data that have been collected is analyzed using t-test analysis then obtained tcount value of 12.5 and t-table of 0.11. This means thitung is bigger than t-table. Thus the method of playing through the game or dragon effect on the ability to coordinate movement of the head-hand-foot children in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017keyword : Motion coordination ability, Play method
PENGARUH MODEL LINGUISTIK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK
., Desak Made Evha Sukma Wathi;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v5i2.11660
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berbicara anak antara kelompok anak yang dibelajarkan dengan model linguistik dengan kelompok anak yang dibelajarkan dengan model konvensional pada anak kelompok B Taman Kanak-Kanak Gugus II Kecamatan Buleleng Semester Genap Tahun Ajaran 2016/2017. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 55 orang yang diambil secara undian. Data hasil kemampuan berbicara dikumpulkan dengan menggunakan instrumen observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial Anava Satu Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berbicara antara kelompok anak yang dibelajarkan dengan model linguistik dengan kelompok anak yang dibelajarkan dengan model konvensional. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil kemampuan berbicara anak diperoleh hasil thitung sebesar 73,497, sedangkan, ttabel sebesar 1,671. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (73,497>1,671). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model linguistik berpengaruh positif terhadap hasil kemampuan berbicara anak dibandingkan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan model linguistik dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam pengembangan kemampuan berbicara. Kata Kunci : Anak, Kemampuan Berbicara, Model Linguistik This study aimed to examine the difference between a child’s ability that learned speaking with the linguistic model and the children that learned with the conventional model were children attending the group B in kindergarten Cluster II at Buleleng districts in even semester of the 2016/2017 academic year. The design of this study was quasi experiment, with post-test only control group design. The sample of this study amounted to 55 people taken by lot. The data of speaking ability was collected by using the observation instrument. This study uses descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics Anava One Stripe. The results showed there were differences of speaking ability between groups of children who were taught by linguistic model with the group of children who were taught by conventional model. The difference was seen from the score of children's speaking ability obtained tcount of 73.497, whereas, ttable of 1.671. The calculation results show that tcount is bigger than ttable (73,497> 1,671). The existence of significant differences indicates that linguistic model has a positive effect on children's speaking ability compared to conventional learning model. Based on the results of this study can be suggested linguistic model can be used to solve problems development of speaking ability.keyword : Children, Linguistic Model, Speaking ability