Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI POLA PANGAN HARAPAN BAGI KELUARGA UNTUK MENURUNKAN KASUS BALITA STUNTING DI IBU IBU PKK KECAMATAN GUNUNG SUGIH, KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Berawi, Khairun Nisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.217

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi malnutrisi kronis adalah proses yang disebabkan oleh asupan makanan yang tidak memadai dan infeksi selama periode yang dimulai dalam rahim dan dua tahun pertama kehidupan anak atau dikenal sebagai "1000 hari pertama kehidupan" dan disebut juga sebagai periode emas untuk mencegah kekurangan gizi. Periode dua tahun pertama kehidupan dianggap sebagai masa kritis, karena pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat selama periode ini. Kekurangan nutrisi (malnutrisi) selama periode ini dapat menyebabkan gangguan permanen termasuk stunting yang sulit untuk dipulihkan, bahkan jika kebutuhan nutrisi bisa terpenuhi Sehingga perlu dibangun model nutrisi seimbang yang tepat dan sesuai dengan kondisi kearifan lokal dan bahan lokal wiayah untuk asupan pangan keluarga dalam memanagemen bahkan mencegah masalah kurang gizi khususnya stunting pada anak balita. Peningkatan perilaku dari ibu yang berperan penting dalam pengelolaan gizi keluarga dengan adanya pengetahuan yang baik, diharapkan akan meningkatkan perbaikan managemen gizi keluarga termasuk pada saat hamil dan pada bayi dan balita sehingga membantu menurunkan kasus balita stunting. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai pola pangan harapan bagi keluarga dengan sasaran ibu ibu PKK Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan yang diharapkan membangun pola makanan sehat keluarga dari para ibu ibu PKK yang diharapkan menjadi role model di lingkungan masyarakat, didapatkan peningkatan rerata nilai peserta dari yang sebelumnya 52 menjadi 70 dari 52 peserta dan diharapkan akan meningkatkan perbaikan perilaku inu dalam mengelola gizi keluarga khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan.Kata kunci: edukasi, pola pangan harapan, balita stunting, 1000 hari pertama kehidupan
Building a Nutrition Module for the First 1000 Days of Life for the Management of Toddler Stunting at Puskesmas Karang Anyar, South Lampung Berawi, Khairun Nisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i2.272

Abstract

Data riset kesehatan dasar tahun 2018 didapatkan angka stunting sebesar 30,8 persen (19,3 persen balita pendek dan 11,5 persen balita sangat pendek) mengindikasikan bahwa dari 10 anak balita 3 orang berisiko stunting. Berbagai dampak stunting dari jangka pendek dan panjang menjadi urgensi untuk semua pihak bekerjasama menurunkan kasus stunting. Pendekatan intervensi edukasi managemen nutrisi pada kelurga dengan balita stunting menjadi salah satu program solutif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan membangun modul nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan diharapkan dapat menghasilkan program yang membantu menurunkan dan memanagemen kasus balita stunting, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi menggunakan modul nutrisi 1000 HPK yang ditargetkan kepada masyarakat khususnya keluarga dengan balita stunting, yang berada di wilayah Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan PKM diawali penyusunan modul dengan penelusuran literatur, diskusi ilmiah para anggota dengan pakar untuk memfinalkan draft modul edukasi asupan dan asuhan 1000 HPK, FGD dengan para bidan dan penanggung jwab gizi dari daerah lokus PKM, dan survei ke masyarakat khususnya keluarga dengan balita stunting untuk mengedukasi pengelolaan balita stunting dengan modul ini. Kegiatan PKM dievaluasi dengan membandingkan hasil pre-test dengan nilai rata-rata ibu 67, saat post-test nilai rata-rata 79. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta kegiatan, mengindikasikan peningkatan pengetahuan para ibu dengan balita stunting dengan menggunakan modul. Modul nurisi 1000 HPK diharapakan menjadi model edukasi berkelanjutan untuk mencegah balita stunting yang dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hubungan Prematuritas dengan Hipotiroid Kongenital Aprilia, Sandrina Audy; Kurniati, Intanri; Kusumaningtyas, Intan; Berawi, Khairun Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.921

Abstract

Introduction: Congenital hypothyroidism is the most common endocrine disorder in neonates and can cause growth and developmental disorders if not treated early. Prematurity is an important risk factor due to the immaturity of the hypothalamic–pituitary–thyroid axis and limited iodine storage capacity. Various studies have shown an increased risk of congenital hypothyroidism, particularly in its transient form, among preterm infants; however, the results remain variable, necessitating a literature review to clarify the association and optimize detection strategies. Method: This study is a literature review analyzing the relationship between prematurity and congenital hypothyroidism. Literature searches were conducted through PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, SpringerLink, and Garuda (2015–2025). Included articles consisted of original research, reviews, and meta-analyses in English or Indonesian discussing the topic. Discussion: Prematurity is associated with an increased risk of congenital hypothyroidism, particularly transient forms and delayed TSH elevation. Immaturity of the thyroid axis, exposure to medications, and external factors exacerbate hormonal dysfunction. Most cases are temporary, although a small proportion may become permanent. Conclusion: Prematurity increases the risk of congenital hypothyroidism; therefore, repeated screening and long-term monitoring are essential to prevent delayed diagnosis and ensure optimal management.
Pemanfaatan Wearable Device dalam Pemantauan Kardiorespirasi pada Populasi Klinis Syahrani, Fitri Aulia; Berawi, Khairun Nisa; Islami, Suryadi; Mustofa, Syazili
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp57-67

Abstract

Pemantauan kardiorespirasi merupakan aspek penting dalam manajemen kesehatan berbagai populasi klinis. Perkembangan teknologi wearable device menghadirkan peluang untuk melakukan pemantauan fisiologis secara real-time, non-invasif, dan berkelanjutan di luar lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pemanfaatan wearable device dalam pemantauan kardiorespirasi pada populasi klinis serta menganalisis tantangan, peluang, dan arah pengembangannya di masa depan. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur terhadap enam artikel penelitian yang relevan, mencakup berbagai populasi klinis seperti pasien dengan disabilitas fisik, pediatrik, neurologis, onkologi, dan psikiatri. Analisis dilakukan menggunakan kerangka PICOT untuk mengidentifikasi populasi, intervensi, pembanding, hasil, dan jenis penelitian. Wearable device terbukti efektif dalam memantau fungsi kardiorespirasi dan mendukung rehabilitasi serta deteksi dini gangguan fisiologis. Teknologi ini meningkatkan kualitas hidup pasien dan memungkinkan pemantauan jarak jauh yang personal. Namun, tantangan seperti akurasi sensor, privasi data, dan integrasi sistem masih perlu diselesaikan. Wearable device memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam praktik medis modern sebagai alat pemantauan kardiorespirasi yang adaptif, berbasis bukti, dan berpusat pada pasien.
Probiotic Intervention for Oxidative Stress in Undernutrition BALQIS, GASELA ZALIANTI; BERAWI, KHAIRUN NISA; RATNA, MAYA GANDA; SUTYARSO
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp20-27

Abstract

Undernutrition is a critical global health challenge, creating impaired physiological function and heightened oxidative stress. This elevated oxidative stress state is driven by deficient antioxidant intake and increased production of reactive oxygen species (ROS), which can exacerbate tissue damage and nutritional status. Additionally, the gut microbiota has been identified as a crucial regulator of systemic metabolic and inflammatory health. Probiotics, as modulators of this microbiome, have emerged as a potential therapy. This narrative review aims to summarize and discuss the current evidence linking probiotic intervention to the mitigation of oxidative stress in conditions of undernutrition. The exploration of proposed biological mechanisms includes the enhancement of endogenous antioxidant enzymes (like SOD and GPx), the reduction of lipid peroxidation markers (such as MDA), and the strengthening of the intestinal barrier. The existing literature indicates the potential of specific strains, particularly Lactobacillus and Bifidobacterium, in reducing oxidative damage through the modulation of inflammatory pathways and the production of antioxidant metabolites. In conclusion, probiotics are feasible as a low-cost adjuvant (supportive) therapy for managing the complex pathophysiology of undernutrition, although the establishment of standard protocols still requires further clinical validation.
Kidney Weight: The Pre-Clinical Analysis on the Influence of Probiotic Supplementation in Malnutrition Haq, Rais Amaral; Berawi, Khairun Nisa; Morfi, Chicy Widya; Islamy, Nurul
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i3.5432

Abstract

A study showed malnutrition, encompassing both obesity and undernutrition, is a serious metabolic condition that leads to health complications, including kidney injury. Probiotics have been proposed as a potential adjuvant therapy to improve compensatory kidney function. However, research on the effects of probiotic intervention on kidney morphological changes across different nutritional statuses remains limited. This exploratory pilot study involved 24 male isogenic Sprague Dawley rats (n=24; 7-8 weeks old), which were divided into six groups (n=4): undernourished (KU), undernourished-probiotics (KU-P), normal (KN), normal-probiotics (KN-P), obese (KO), and obese-probiotics (KO-P). The rats underwent a 10-day dietary period, followed by a 44-day treatment period, and were terminated on day 45. The kidneys were then extracted and weighed using an analytical scale. Kidney weight data were analyzed using a non-parametric Kruskal-Wallis test, followed by post hoc Dwass-Steel-Critchlow-Fligner (DSCF) tests. Findings revealed a significant difference in kidney weight among the groups (p=0.001), with a substantial effect size. Descriptive trends showed that the obese (KO) group had the highest kidney weights, while the undernourished (KU) group had the lowest. The normal-probiotic group (KN-P) showed a trend toward increased kidney weight compared with the undernourished group (KU); however, conservative pairwise comparisons did not reach statistical significance (p>0.05) due to the limited sample size. Nutritional status is the primary factor influencing kidney weight. While probiotics demonstrated a corrective effect on kidney morphology in the normal group, their supplementation efficacy requires further evaluation, particularly in undernourished and obese conditions.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Hidrasi Pada Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Almufit, Sabrina Early; Setiorini, Anggi; Yuningrum, Hesti; Berawi, Khairun Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.928

Abstract

Pendahuluan: Status hidrasi merupakan faktor penting dalam mendukung fungsi fisiologis dan kognitif, terutama pada mahasiswa kedokteran yang memiliki aktivitas akademik dan fisik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan mahasiswa aktif sebagai responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi short, sedangkan status hidrasi diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value pada mahasiswi sebesar 0,378 sedangkan pada mahasiswa sebesar 0,465. Pembahasan: Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat aktivitas fisik bukan faktor dominan yang memengaruhi status hidrasi, dan kemungkinan besar dipengaruhi oleh pola asupan cairan serta kebiasaan hidrasi individu. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai kebiasaan hidrasi yang proaktif, bukan hanya pada individu dengan aktivitas fisik tinggi, tetapi juga secara umum pada populasi mahasiswa kedokteran.
Korelasi Tekanan Nadi sebagai Parameter Kekakuan Arteri dan Obesitas Sentral pada Mahasiswa Pria Azkiya; Khairun Nisa Berawi; Ratri Mauluti Larasati; Susianti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.1010

Abstract

Background: Central obesity is frequently linked to elevated blood pressure, however, not all individuals with this condition develop hypertension. Pulse pressure has been recognized as a more sensitive marker than conventional blood pressure in predicting cardiovascular risk. Consequently, monitoring pulse pressure in individuals with central obesity may serve as an important strategy for early identification of subclinical cardiovascular dysfunction. Method: This study employed an observational, cross-sectional design involving university students aged 18-21 years. Central obesity was assessed using waist circumference measurements based on WHO Asia-Pasific criteria. Pulse pressure was calculated as the difference between systolic and diastolic blood pressure, measured with a manual sphygmomanometer. The association between central obesity and pulse pressure was analyzed bivariately using the Chi-Square test. Results: Statistical analysis revealed no significant association between central obesity and pulse pressure (p > 0.05). Nevertheless, descriptive findings showed that the mean pulse pressure among individuals with central obesity (38.89 mmHg) tended to be lower than that of those without central obesity (40.77 mmHg). Discussion: This study demonstrated no significant relationship between central obesity and pulse pressure among male college students aged 18-21 years, although the centrally obese group exhibited a lower mean pulse pressure. The discrepancy from previous research may be attributed to the relatively young age of the respondents and the high number of individuals presenting with elevated blood pressure. Conclusion: This study found no significant association between central obesity and pulse pressure in male college students aged 18-21 years. However, a trend toward lower pulse pressure among centrally obese individuals was observed, potentially influenced by increased blood pressure. These findings suggest that pulse pressure continues to old potential an an early indicator of subclinical cardiovascular alterations.
Kandungan Bahan Aktif Tumbuhan Serai (Cymbopogon citratus) dan Pemanfaatannya dalam Bidang Kesehatan Nadyanka Zafirah Daya Adiwiguna; Hendra Tarigan Sibero; Arif Yudho Prabowo; Khairun Nisa Berawi
Journal of Medical Practice and Research Vol 1 No 2 (2025): December: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/bfkpbq14

Abstract

The use of herbal plants such as Cymbopogon citratus (lemongrass) is increasingly important in the development of safe and sustainable natural therapies. This plant is widely used in Southeast Asia, including Indonesia, as a culinary ingredient and in traditional medicine. This study aims to identify the main bioactive compounds and the use of C. citratus in the health sector. The method used was a data-based literature review from Scopus from 2020 to 2025 with a PICOS approach to synthesize experimental, clinical, and systematic studies. The results show that lemongrass contains major compounds such as citral, geraniol, limonene, apigenin, and other flavonoids that have antibacterial, antifungal, anticancer, anti-inflammatory activities, as well as the ability to regulate glucose metabolism, cholesterol, and liver function. Several clinical trials have demonstrated the benefits of lemongrass aromatherapy in reducing anxiety and blood pressure. Overall, these findings reinforce the evidence that C. citratus has potential as a multifunctional therapeutic agent and a base material for phytopharmaceutical development.
Hubungan Neutrophil Lymphocyte Ratio Dengan Derajat Keparahan Kellgren-Lawrence Pada Pasien Osteoartritis Lutit di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Ramadhian, Muhammad Ricky; Maharani, Melinda; Daulay, Suryani Agustina; Berawi, Khairun Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1020

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) is a chronic degenerative joint disease that causes pain, limited mobility, and reduced ability to perform daily activities. The severity of OA can be assessed radiologically using the Kellgren–Lawrence classification. One of the inflammatory markers used to evaluate inflammatory activity in OA is the Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), which reflects the balance between neutrophils and lymphocytes. This study aimed to analyze the relationship between NLR and the radiological severity of knee osteoarthritis in female patients at Dr. H. Abdul Moeloek Hospital. Method: This study used a cross-sectional approach. The samples consisted of medical records of female patients diagnosed with knee osteoarthritis during the 2022–2025 period. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman rank correlation test. Results: The Spearman test showed no significant relationship between NLR and the radiological severity of osteoarthritis (p=0.789; r=-0.041). Discussion: These findings indicate that NLR is not a dominant factor in determining the radiological severity of knee OA. This may be influenced by other factors, such as the involvement of various inflammatory mediators besides NLR and the locally limited nature of inflammation in OA. Conclusion: There was no significant relationship between NLR and the Kellgren–Lawrence radiological severity in female patients with knee osteoarthritis at Dr. H. Abdul Moeloek Hospital
Co-Authors Abimanyu Darmawan Adisti, Fransiska Admi Syarif Afifah, Syafira Hasna Agung, Leni Yulinda Kesuma Agus Wantoro Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Arkan Ichsan Ahmad Arkan Ichsan Ahmad Farishal Akuba, Nanda Nurrohim Al Ghifari, Ghaza Ahmad Alicia Rahma, Cinta Alinta Ayuningtyas Alinta Almufit, Sabrina Early Amalia Tirzaningrum Amir, Anzela Andhika Mahatidanar Anggi Setiorini Anggraeni Janar Wulan anggraini janar wulan Angraini, Dwi Indria Ani Yuli Yanti Puspitasari Anisa Adelia Annisa Adietya Pratama Annisa Fath Annisa Putri Perdani Apri Lyanda Aprilia, Sandrina Audy Arif Yudho Prabowo Arsistya Ayu Marella Asep Sukohar Asiah Nurul Izzah Assidiq, Hans Pratama Astiti, Feni Ayu Dinda Fatimah Azizah, Nailul Azizza, Zahra Qori Azkiya Balqis, Gasela Zalianti Bayu Anggileo Pramesona Candra Kurniawan Chicy WIdya Morfi Christy, Angelica Philia CNA Qolbi Daulay, Suryani Agustina Dea Okta Pabiola Desty Marini Dewi Nur Fiana Dewi Nur Fiana Dewi Nur Fiana Dian Isti Anggraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Syafitri Dian Syafitri Dian Syafitri Diana Mayasari Dilangga, Pad Dinda Annisa Fitria Diva Iole Humaira Dwita Oktaria Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eca Cania Edward Sintong Samosir Efrida Warganegara Ekki Pirmansyah Emantis Rosa Ester Krisdayanti Ety Apriliana Exsa Hadibrata Farhati, Soraya Fathia Radinda Salsabila Fathia Sabila Umar Fauzi Ahmad Muda Fauziyyah Nuur Al Azizah Fitria Putridewi Abidin Fitria Saftarina Frigandra Syahputri Ghaitsa Lulua Giska Tri Putri Gozali, Achmad Haikal Nirfandi Hanif, Fauziah Hanna Mutiara Happy, Terza Aflika Haq, Rais Amaral Helmi Ismunandar Helmi Ismunandar Hendra Tarigan Sibero Hendri Busman Heni Sulistiani Herdato, M. Junus Didiek Hj. Rahma Amtiria Ilham Nugroho Ilham Nugroho Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Iswandi Darwis Jovan Widjaja, Jovan Widjaja Karima, Nisa Khalisah Nurjihany Salsabila Kurnia Muludi Kurniawan, Ryanda Masri Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Latief, Adhi Nugroho Leni Ervina, Leni Lesilolo, Caroline Virgine Putri Liana Sidharti Liana Sidharti M Masykur Berawi M. Aqmal Hidayah M. Irfan zaki Rici Maharani, Atifah Fadilah MAHARANI, MELINDA Marcellia, Selvi Marzon, Mafalda Messah, Anse Diana Valentiene Mia Trihasna Asrizal Morfi, Chicy Widya Muhammad Aditya Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Aditya, Muhammad Aditya Muhammad Al Ikhsan Muhammad Farid Adityo Muhammad Maulana Muhammad Morsa Habibie Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Rifki Pratama Muhartono Muhartono Murfi, Syahrani Alya Nadyanka Zafirah Daya Adiwiguna Neema Putri Prameswari Nelly Yuana Ni MAde Ida Damma Nisa Karima Nisa Karimah Nur Anggraini Nurhaliza, Suci Nurul Islamy Nurul Islamy Nurul Utami Oktadoni Saputra Oktafany, Oktafany Oktavia Ningtias, Nabila Padmadisastra, Jauzaa Faishal Ahmad Perdami, Roro Rukmi Windi Pertiwi, Nabila Rahma Prabowo, Arif Yudho Prambudi Rukmono Pramesona, , Bayu Anggileo Prayogi, Norbertus Marcell Purnama, Dara Marissa Widya Puspaningrum, Dewi Ayu Putri Giani Purnamasari Qanita Arindia, Naifa Hana Rahma, Cinta Alicia Rahmah, Azizah Nur rahmawati, selvi Ramadhan Triyandi Ramadhan, Yasmine Aulia Ramadhana Komala Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Ratri Mauluti Larasati Ratu Nirmala Wahyunindita Redi Bintang Pratama Reni Zuraida Rianto, Muhamad Arif Rika Lisiswanti Risti Graharti Riyan Wahyudo Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi RR. Ella Evrita Hestiandari Rudiyanto, Waluyo Safira, Ditya Ananda Salma Khairunnisa Samsul Bakri Sangging, Putu Ristyaning Ayu Sembiring, Rinawati Septiani, Linda Setiawan, Gigih Setiorini, Anggi Sheira Indah Anjani Shiddiq, Haikal Shinta Nareswari, Shinta Siregar, Maulana Irfan Hazairin Smith Imanuel Saputra Soemarwoto, Retno Ariza S. Sowiyah Sowiyah Sri Ratna Sulistiyanti Suharmanto Suharmanto Suharmanto Suryadi Islami Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syahfira, Reisyah Syahrani, Fitri Aulia Syarel, Radin Ghefira Naura Syazili Mustofa Ta Larasati TA Larasati Tasya Khariena Akbar Theodora Agverianti Theodorus, Emeraldha Verizka, Talitha Warsito Warsito Warsono Warsono Wibowo, Gatra Hadimuti Widjaja, Jovan Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yolanda, Jennifer Ester Yulita Yulita Yuningrum, Hesti Zahra, Tsurayya Fathma Zefanya, Ezekial