Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI POLA PANGAN HARAPAN BAGI KELUARGA UNTUK MENURUNKAN KASUS BALITA STUNTING DI IBU IBU PKK KECAMATAN GUNUNG SUGIH, KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Berawi, Khairun Nisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.217

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi malnutrisi kronis adalah proses yang disebabkan oleh asupan makanan yang tidak memadai dan infeksi selama periode yang dimulai dalam rahim dan dua tahun pertama kehidupan anak atau dikenal sebagai "1000 hari pertama kehidupan" dan disebut juga sebagai periode emas untuk mencegah kekurangan gizi. Periode dua tahun pertama kehidupan dianggap sebagai masa kritis, karena pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat selama periode ini. Kekurangan nutrisi (malnutrisi) selama periode ini dapat menyebabkan gangguan permanen termasuk stunting yang sulit untuk dipulihkan, bahkan jika kebutuhan nutrisi bisa terpenuhi Sehingga perlu dibangun model nutrisi seimbang yang tepat dan sesuai dengan kondisi kearifan lokal dan bahan lokal wiayah untuk asupan pangan keluarga dalam memanagemen bahkan mencegah masalah kurang gizi khususnya stunting pada anak balita. Peningkatan perilaku dari ibu yang berperan penting dalam pengelolaan gizi keluarga dengan adanya pengetahuan yang baik, diharapkan akan meningkatkan perbaikan managemen gizi keluarga termasuk pada saat hamil dan pada bayi dan balita sehingga membantu menurunkan kasus balita stunting. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai pola pangan harapan bagi keluarga dengan sasaran ibu ibu PKK Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan yang diharapkan membangun pola makanan sehat keluarga dari para ibu ibu PKK yang diharapkan menjadi role model di lingkungan masyarakat, didapatkan peningkatan rerata nilai peserta dari yang sebelumnya 52 menjadi 70 dari 52 peserta dan diharapkan akan meningkatkan perbaikan perilaku inu dalam mengelola gizi keluarga khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan.Kata kunci: edukasi, pola pangan harapan, balita stunting, 1000 hari pertama kehidupan
Building a Nutrition Module for the First 1000 Days of Life for the Management of Toddler Stunting at Puskesmas Karang Anyar, South Lampung Berawi, Khairun Nisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i2.272

Abstract

Data riset kesehatan dasar tahun 2018 didapatkan angka stunting sebesar 30,8 persen (19,3 persen balita pendek dan 11,5 persen balita sangat pendek) mengindikasikan bahwa dari 10 anak balita 3 orang berisiko stunting. Berbagai dampak stunting dari jangka pendek dan panjang menjadi urgensi untuk semua pihak bekerjasama menurunkan kasus stunting. Pendekatan intervensi edukasi managemen nutrisi pada kelurga dengan balita stunting menjadi salah satu program solutif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan membangun modul nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan diharapkan dapat menghasilkan program yang membantu menurunkan dan memanagemen kasus balita stunting, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi menggunakan modul nutrisi 1000 HPK yang ditargetkan kepada masyarakat khususnya keluarga dengan balita stunting, yang berada di wilayah Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan PKM diawali penyusunan modul dengan penelusuran literatur, diskusi ilmiah para anggota dengan pakar untuk memfinalkan draft modul edukasi asupan dan asuhan 1000 HPK, FGD dengan para bidan dan penanggung jwab gizi dari daerah lokus PKM, dan survei ke masyarakat khususnya keluarga dengan balita stunting untuk mengedukasi pengelolaan balita stunting dengan modul ini. Kegiatan PKM dievaluasi dengan membandingkan hasil pre-test dengan nilai rata-rata ibu 67, saat post-test nilai rata-rata 79. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta kegiatan, mengindikasikan peningkatan pengetahuan para ibu dengan balita stunting dengan menggunakan modul. Modul nurisi 1000 HPK diharapakan menjadi model edukasi berkelanjutan untuk mencegah balita stunting yang dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hubungan Prematuritas dengan Hipotiroid Kongenital Aprilia, Sandrina Audy; Kurniati, Intanri; Kusumaningtyas, Intan; Berawi, Khairun Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.921

Abstract

Introduction: Congenital hypothyroidism is the most common endocrine disorder in neonates and can cause growth and developmental disorders if not treated early. Prematurity is an important risk factor due to the immaturity of the hypothalamic–pituitary–thyroid axis and limited iodine storage capacity. Various studies have shown an increased risk of congenital hypothyroidism, particularly in its transient form, among preterm infants; however, the results remain variable, necessitating a literature review to clarify the association and optimize detection strategies. Method: This study is a literature review analyzing the relationship between prematurity and congenital hypothyroidism. Literature searches were conducted through PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, SpringerLink, and Garuda (2015–2025). Included articles consisted of original research, reviews, and meta-analyses in English or Indonesian discussing the topic. Discussion: Prematurity is associated with an increased risk of congenital hypothyroidism, particularly transient forms and delayed TSH elevation. Immaturity of the thyroid axis, exposure to medications, and external factors exacerbate hormonal dysfunction. Most cases are temporary, although a small proportion may become permanent. Conclusion: Prematurity increases the risk of congenital hypothyroidism; therefore, repeated screening and long-term monitoring are essential to prevent delayed diagnosis and ensure optimal management.
Co-Authors Abimanyu Darmawan Adisti, Fransiska Admi Syarif Afifah, Syafira Hasna Agung, Leni Yulinda Kesuma Agus Wantoro Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Arkan Ichsan Ahmad Arkan Ichsan Ahmad Farishal Akuba, Nanda Nurrohim Al Ghifari, Ghaza Ahmad Alicia Rahma, Cinta Alinta Ayuningtyas Alinta Amalia Tirzaningrum Amir, Anzela Andhika Mahatidanar Anggraeni Janar Wulan anggraini janar wulan Angraini, Dwi Indria Ani Yuli Yanti Puspitasari Anisa Adelia Annisa Adietya Pratama Annisa Fath Annisa Putri Perdani Apri Lyanda Aprilia, Sandrina Audy Arsistya Ayu Marella Asep Sukohar Asiah Nurul Izzah Assidiq, Hans Pratama Astiti, Feni Ayu Dinda Fatimah Azizah, Nailul Azizza, Zahra Qori Bayu Anggileo Pramesona Candra Kurniawan Chicy WIdya Morfi Christy, Angelica Philia CNA Qolbi Daulay, Suryani Agustina Dea Okta Pabiola Desty Marini Dewi Nur Fiana Dewi Nur Fiana Dewi Nur Fiana Dian Isti Anggraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Syafitri Dian Syafitri Dian Syafitri Diana Mayasari Dilangga, Pad Dinda Annisa Fitria Diva Iole Humaira Dwita Oktaria Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eca Cania Edward Sintong Samosir Efrida Warganegara Ekki Pirmansyah Emantis Rosa Ester Krisdayanti Ety Apriliana Exsa Hadibrata Farhati, Soraya Fathia Radinda Salsabila Fathia Sabila Umar Fauzi Ahmad Muda Fauziyyah Nuur Al Azizah Fitria Putridewi Abidin Fitria Saftarina Frigandra Syahputri Ghaitsa Lulua Giska Tri Putri Gozali, Achmad Haikal Nirfandi Hanif, Fauziah Hanna Mutiara Happy, Terza Aflika Helmi Ismunandar Helmi Ismunandar Hendri Busman Heni Sulistiani Herdato, M. Junus Didiek Hj. Rahma Amtiria Ilham Nugroho Ilham Nugroho Indri Windarti Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Iswandi Darwis Karima, Nisa Khalisah Nurjihany Salsabila Kurnia Muludi Kurniawan, Ryanda Masri Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Latief, Adhi Nugroho Leni Ervina, Leni Lesilolo, Caroline Virgine Putri Liana Sidharti Liana Sidharti M Masykur Berawi M. Aqmal Hidayah M. Irfan zaki Rici Maharani, Atifah Fadilah Marcellia, Selvi Marzon, Mafalda Messah, Anse Diana Valentiene Mia Trihasna Asrizal Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Aditya, Muhammad Aditya Muhammad Farid Adityo Muhammad Maulana Muhammad Morsa Habibie Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Rifki Pratama Muhartono Muhartono Murfi, Syahrani Alya Neema Putri Prameswari Nelly Yuana Ni MAde Ida Damma Nisa Karima Nisa Karimah Nur Anggraini Nurhaliza, Suci Nurul Islamy Nurul Utami Oktadoni Saputra Oktafany, Oktafany Oktavia Ningtias, Nabila Padmadisastra, Jauzaa Faishal Ahmad Perdami, Roro Rukmi Windi Pertiwi, Nabila Rahma Prambudi Rukmono Pramesona, , Bayu Anggileo Prayogi, Norbertus Marcell Purnama, Dara Marissa Widya Puspaningrum, Dewi Ayu Putri Giani Purnamasari Qanita Arindia, Naifa Hana Rahma, Cinta Alicia Rahmah, Azizah Nur rahmawati, selvi Ramadhan Triyandi Ramadhan, Yasmine Aulia Ramadhana Komala Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratu Nirmala Wahyunindita Redi Bintang Pratama Reni Zuraida Rianto, Muhamad Arif Risti Graharti Riyan Wahyudo Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi RR. Ella Evrita Hestiandari Rudiyanto, Waluyo Safira, Ditya Ananda Salma Khairunnisa Samsul Bakri Sangging, Putu Ristyaning Ayu Sembiring, Rinawati Septiani, Linda Setiawan, Gigih Setiorini, Anggi Sheira Indah Anjani Shiddiq, Haikal Shinta Nareswari, Shinta Siregar, Maulana Irfan Hazairin Smith Imanuel Saputra Soemarwoto, Retno Ariza S. Sowiyah Sowiyah Sri Ratna Sulistiyanti Suharmanto Suharmanto Suharmanto Suryadi Islami Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syahfira, Reisyah Syarel, Radin Ghefira Naura Ta Larasati TA Larasati Tasya Khariena Akbar Theodora Agverianti Theodorus, Emeraldha Verizka, Talitha Warsito Warsito Warsono Warsono Wibowo, Gatra Hadimuti Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yolanda, Jennifer Ester Yulita Yulita Zahra, Tsurayya Fathma Zefanya, Ezekial