p-Index From 2021 - 2026
11.587
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Vektor Penyakit Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Journal of Degraded and Mining Lands Management Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan JURNAL PHARMASCIENCE JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Pharmascience Berkala Kedokteran The Indonesian Biomedical Journal Sari Pediatri Padjadjaran Journal of Dentistry Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Universa Medicina JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Medical Laboratory Technology Journal Jurnal Berkala Kesehatan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) EnviroScienteae Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Media Ilmu Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Acta Biochimica Indonesiana YARSI Medical Journal Jurnal Respirasi (JR) Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Indonesian Journal of Perinatology Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Biological Environment and Pollution Smart Society Empowerment Journal Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Gunung Djati Conference Series Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Leuser Journal of Environmental Studies Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Journal of Management Practices, Humanities and Social Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Minuman Serbuk Instan Kelakai dan Inovasi Marketing pada Mahasiswa Eko Suhartono; Dona Marisa; Istiana Istiana; Lisda Hayatie
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 2 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.717 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i2.62495

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa yang memulai usaha atau membentuk usaha baru belum banyak. Hasil survey awal diketahui bahwa bahwa 11,6% mahasiswa berminat untuk wirausaha bidang makanan dan minuman kesehatan. Berkaitan dengan tersebut dilakukan pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan wirausaha minuman serbuk instan kelakai di kalangan mahasiswa.Metode: Metode yang digunakan adalah induktif partisipatif secara kelompok dan individu, yang diikuti oleh 63 peserta (3 narasumber dan 60 mahasiswa). Pemberian  materi  melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Materi yang diberikan mulai pemilihan bahan hingga cara pemasaran melalui media sosial.Hasil dan Pembahasan: Kegiatan pelatihan pembuatan minuman serbuk instan kelakai dan inovasi marketing pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat berjalan dengan lancar. Para peserta antusias dalam mendengarkan pemaparan materi, dan aktif dalam tanya jawab seputar pembuatan konten-konten pemasaran di media social.Kesimpulan: kegiatan ini adalah mahasiswa termotivasi untuk  membuat usaha baru terutama penggunaan aplikasi untuk marketing.
Perbedaan Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) pada Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Akibat Rendaman Kadmium In Vitro Indro Ramadhana; Ahmad Husairi; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.76 KB)

Abstract

Abstract: Cadmium is heavy metal shaped metal ions divalent non-essential that induces a toxic effect dangerous. Cadmium into the body, mainly the brain can lead to oxidative stress which that mediated by reactive oxygen species (ROS). ROS concentration in the brain regulated by superoxide dismutase (SOD) activity. SOD activity serves as enzymatic antioxidant to disorder caused by superoxide radical. This research is an experimental study that performed by making the brain of white rat homogenates than divided it int four groups: one control group (P0) and three treatment groups were exposed Cd (P1, P2, P3).  The measurement results showed the average SOD activities in the group was P0 = 0.0129±0.0015, P1 = 0.0056±0.0008, P2 = 0.0034±0.0008 dan P3 = 0.0005±0.0003. the results of One Way Anova analysis, followed by Post-Hoc test, showed that there were significant differences between each treatment group. Keywords: Cadmium, Brain, Superoxide Dismutase (SOD), reactive oxygen species (ROS) Abstrak: Kadmium merupakan logam berat yang berbentuk ion logam divalent non-essensial yang menginduksi efek toksik berbahaya. Kadmium masuk ke dalam tubuh terutama otak dapat mengakibatkan stres oksidatif yang dimediasi oleh senyawa oksigen reaktif (SOR). Kadar SOR di dalam otak diatur oleh aktivitas superoxide dismutase (SOD). Aktivitas SOD berfungsi sebagai antioksidan enzimatik untuk gangguan yang diakibatkan oleh radikal superoksida. Penelitian ini bersifat studi eksperimental yang dilakukan dengan homogenat otak tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu satu kelompok kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan yang dipajankan Cd (P1, P2, P3). Hasil pengukuran menunjukkan rerata aktivitas SOD pada kelompok P0 = 0.0129±0.0015, P1 = 0.0056±0.0008, P2 = 0.0034±0.0008 dan P3 = 0.0005±0.0003. Hasil analisis uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna disetiap kelompok perlakuan. Kata – Kata Kunci: Kadmium, otak, Superoksida Dismutase (SOD), senyawa oksigen reaktif (SOR)
Perbedaan Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) pada Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Akibat Rendaman Kadmium In Vitro Indro Ramadhana; Ahmad Husairi; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.76 KB)

Abstract

Abstract: Cadmium is heavy metal shaped metal ions divalent non-essential that induces a toxic effect dangerous. Cadmium into the body, mainly the brain can lead to oxidative stress which that mediated by reactive oxygen species (ROS). ROS concentration in the brain regulated by superoxide dismutase (SOD) activity. SOD activity serves as enzymatic antioxidant to disorder caused by superoxide radical. This research is an experimental study that performed by making the brain of white rat homogenates than divided it int four groups: one control group (P0) and three treatment groups were exposed Cd (P1, P2, P3).  The measurement results showed the average SOD activities in the group was P0 = 0.0129±0.0015, P1 = 0.0056±0.0008, P2 = 0.0034±0.0008 dan P3 = 0.0005±0.0003. the results of One Way Anova analysis, followed by Post-Hoc test, showed that there were significant differences between each treatment group. Keywords: Cadmium, Brain, Superoxide Dismutase (SOD), reactive oxygen species (ROS) Abstrak: Kadmium merupakan logam berat yang berbentuk ion logam divalent non-essensial yang menginduksi efek toksik berbahaya. Kadmium masuk ke dalam tubuh terutama otak dapat mengakibatkan stres oksidatif yang dimediasi oleh senyawa oksigen reaktif (SOR). Kadar SOR di dalam otak diatur oleh aktivitas superoxide dismutase (SOD). Aktivitas SOD berfungsi sebagai antioksidan enzimatik untuk gangguan yang diakibatkan oleh radikal superoksida. Penelitian ini bersifat studi eksperimental yang dilakukan dengan homogenat otak tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu satu kelompok kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan yang dipajankan Cd (P1, P2, P3). Hasil pengukuran menunjukkan rerata aktivitas SOD pada kelompok P0 = 0.0129±0.0015, P1 = 0.0056±0.0008, P2 = 0.0034±0.0008 dan P3 = 0.0005±0.0003. Hasil analisis uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna disetiap kelompok perlakuan. Kata – Kata Kunci: Kadmium, otak, Superoksida Dismutase (SOD), senyawa oksigen reaktif (SOR)
Literature Review: Korelasi Kadar Malondialdehid Plasma dengan Insomnia pada Lanjut Usia Rahmat Dwi Kurniawan; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.978 KB)

Abstract

Abstract: One of the most common sleep disorders experienced by the elderly is insomnia, insomnia can be caused by an increase in hormone cortisol that can cause oxidative stress. Oxidative stress occurs whenever there is an imbalance between oxidant production and antioxidant defenses, one of the biomarkers of oxidative stress is an increase in malondialdehyde. Through this literature review, the authors would like to provide an explanation of the correlation between malondialdehyde and insomnia. Writing is done by analyzing related literature obtained from search results on medical journal databases, PubMed - MEDLINE and Google Scholar. Articles that included are in English and published in 2006-2020. A total of 7 articles were included in this literature review. Based on a literature review, it was found that insomnia is associated with oxidative stress, this is evidenced by the level of malondialdehyde. Keywords: Oxidative stress, malondialdehyde, insomnia, elderly Abstrak: Salah satu gangguan tidur yang paling banyak dialami terutama oleh lansia adalah insomnia, insomnia dapat disebabkan oleh peningkatan hormon kortisol yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi setiap kali ada ketidakseimbangan antara produksi oksidan dan pertahanan antioksidan, salah satu biomarker dari stres oksidatif ada peningkatan malondialdehid. Melalui tinjauan literatur ini, penulis ingin memberikan penjelasan mengenai korelasi malondialdehid dengan insomnia. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2006-2020. Sebanyak 7 artikel disertakan pada literature review ini. Berdasarkan literature review didapatkan insomnia berhubungan dengan stres oksidatif, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kadar malondialdehid. Kata-kata kunci: stres oksidatif, malondialdehid, insomnia, lanjut usia
Literature Review: Korelasi Kadar Malondialdehid Plasma dengan Insomnia pada Lanjut Usia Rahmat Dwi Kurniawan; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.978 KB)

Abstract

Abstract: One of the most common sleep disorders experienced by the elderly is insomnia, insomnia can be caused by an increase in hormone cortisol that can cause oxidative stress. Oxidative stress occurs whenever there is an imbalance between oxidant production and antioxidant defenses, one of the biomarkers of oxidative stress is an increase in malondialdehyde. Through this literature review, the authors would like to provide an explanation of the correlation between malondialdehyde and insomnia. Writing is done by analyzing related literature obtained from search results on medical journal databases, PubMed - MEDLINE and Google Scholar. Articles that included are in English and published in 2006-2020. A total of 7 articles were included in this literature review. Based on a literature review, it was found that insomnia is associated with oxidative stress, this is evidenced by the level of malondialdehyde. Keywords: Oxidative stress, malondialdehyde, insomnia, elderly Abstrak: Salah satu gangguan tidur yang paling banyak dialami terutama oleh lansia adalah insomnia, insomnia dapat disebabkan oleh peningkatan hormon kortisol yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi setiap kali ada ketidakseimbangan antara produksi oksidan dan pertahanan antioksidan, salah satu biomarker dari stres oksidatif ada peningkatan malondialdehid. Melalui tinjauan literatur ini, penulis ingin memberikan penjelasan mengenai korelasi malondialdehid dengan insomnia. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2006-2020. Sebanyak 7 artikel disertakan pada literature review ini. Berdasarkan literature review didapatkan insomnia berhubungan dengan stres oksidatif, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kadar malondialdehid. Kata-kata kunci: stres oksidatif, malondialdehid, insomnia, lanjut usia
Literature Review: Korelasi Stres Oksidatif dengan Tekanan Darah pada Lanjut Usia Eleonora Armelia Tanjoto; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.334 KB)

Abstract

Abstract: Elderly is a term for someone who is already 60 years old. Elderlies are people in their last phase of life and experience aging process. Aging process is caused by many factors such as oxidative stress. Elderlies also develop age-related diseases like hypertension. This literature review was intended to explain about the relationship between oxidative stress and blood pressure in elderlies. English articles were browsed on PubMed and Google Scholar which was published between the years 2005-2020. This literature reviewed 17 articles. This literature review showed that oxidative stress was found higher in the older group.  Elderlies also had higher hypertension incidences. Oxidative stress increased blood pressure by impairing vasodilatation function. In addition, oxidative stress was also caused by increased blood pressure. According to those articles, positive correlation was found between oxidative stress and blood pressure in elderlies. Keywords: oxidative stress, free radicals, blood pressure, hypertension, elderly, elders, olders Abstrak: Lanjut usia (lansia) adalah istilah bagi orang yang telah berusia 60 tahun. Lansia ialah kelompok orang yang berada dalam tahap terakhir kehidupan dan mengalami proses penuaan. Proses penuaan disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya stres oksidatif. Lansia juga mengalami penyakit yang berkaitan dengan usia seperti hipertensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan stres oksidatif dan tekanan darah pada lansia. Penelusuran artikel berbahasa Inggris dilakukan pada PubMed dan Google Scholar yang dipublikasi pada tahun 2005-2020. Tinjauan literatur ini menggunakan 17 artikel. Hasil dari tinjauan literatur ini ialah stres oksidatif didapatkan lebih tinggi pada kelompok lanjut usia. Lanjut usia mengalami insidensi hipertensi yang lebih tinggi. Stres oksidatif meningkatkan tekanan darah dengan mengganggu fungsi vasodilatasi. Selain itu, stres oksidatif juga dapat ditimbulkan oleh peningkatan tekanan darah. Berdasarkan artikel-artikel tersebut, ditemukan korelasi positif antara stres oksidatif dan tekanan darah pada lanjut usia. Kata-kata kunci: stres oksidatif, radikal bebas, tekanan darah, hipertensi, lanjut usiaAbstract: Elderly is a term for someone who is already 60 years old. Elderlies are people in their last phase of life and experience aging process. Aging process is caused by many factors such as oxidative stress. Elderlies also develop age-related diseases like hypertension. This literature review was intended to explain about the relationship between oxidative stress and blood pressure in elderlies. English articles were browsed on PubMed and Google Scholar which was published between the years 2005-2020. This literature reviewed 17 articles. This literature review showed that oxidative stress was found higher in the older group.  Elderlies also had higher hypertension incidences. Oxidative stress increased blood pressure by impairing vasodilatation function. In addition, oxidative stress was also caused by increased blood pressure. According to those articles, positive correlation was found between oxidative stress and blood pressure in elderlies. Keywords: oxidative stress, free radicals, blood pressure, hypertension, elderly, elders, olders Abstrak: Lanjut usia (lansia) adalah istilah bagi orang yang telah berusia 60 tahun. Lansia ialah kelompok orang yang berada dalam tahap terakhir kehidupan dan mengalami proses penuaan. Proses penuaan disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya stres oksidatif. Lansia juga mengalami penyakit yang berkaitan dengan usia seperti hipertensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan stres oksidatif dan tekanan darah pada lansia. Penelusuran artikel berbahasa Inggris dilakukan pada PubMed dan Google Scholar yang dipublikasi pada tahun 2005-2020. Tinjauan literatur ini menggunakan 17 artikel. Hasil dari tinjauan literatur ini ialah stres oksidatif didapatkan lebih tinggi pada kelompok lanjut usia. Lanjut usia mengalami insidensi hipertensi yang lebih tinggi. Stres oksidatif meningkatkan tekanan darah dengan mengganggu fungsi vasodilatasi. Selain itu, stres oksidatif juga dapat ditimbulkan oleh peningkatan tekanan darah. Berdasarkan artikel-artikel tersebut, ditemukan korelasi positif antara stres oksidatif dan tekanan darah pada lanjut usia. Kata-kata kunci: stres oksidatif, radikal bebas, tekanan darah, hipertensi, lanjut usia
Literature Review: Korelasi Stres Oksidatif dengan Tekanan Darah pada Lanjut Usia Eleonora Armelia Tanjoto; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.334 KB)

Abstract

Abstract: Elderly is a term for someone who is already 60 years old. Elderlies are people in their last phase of life and experience aging process. Aging process is caused by many factors such as oxidative stress. Elderlies also develop age-related diseases like hypertension. This literature review was intended to explain about the relationship between oxidative stress and blood pressure in elderlies. English articles were browsed on PubMed and Google Scholar which was published between the years 2005-2020. This literature reviewed 17 articles. This literature review showed that oxidative stress was found higher in the older group.  Elderlies also had higher hypertension incidences. Oxidative stress increased blood pressure by impairing vasodilatation function. In addition, oxidative stress was also caused by increased blood pressure. According to those articles, positive correlation was found between oxidative stress and blood pressure in elderlies. Keywords: oxidative stress, free radicals, blood pressure, hypertension, elderly, elders, olders Abstrak: Lanjut usia (lansia) adalah istilah bagi orang yang telah berusia 60 tahun. Lansia ialah kelompok orang yang berada dalam tahap terakhir kehidupan dan mengalami proses penuaan. Proses penuaan disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya stres oksidatif. Lansia juga mengalami penyakit yang berkaitan dengan usia seperti hipertensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan stres oksidatif dan tekanan darah pada lansia. Penelusuran artikel berbahasa Inggris dilakukan pada PubMed dan Google Scholar yang dipublikasi pada tahun 2005-2020. Tinjauan literatur ini menggunakan 17 artikel. Hasil dari tinjauan literatur ini ialah stres oksidatif didapatkan lebih tinggi pada kelompok lanjut usia. Lanjut usia mengalami insidensi hipertensi yang lebih tinggi. Stres oksidatif meningkatkan tekanan darah dengan mengganggu fungsi vasodilatasi. Selain itu, stres oksidatif juga dapat ditimbulkan oleh peningkatan tekanan darah. Berdasarkan artikel-artikel tersebut, ditemukan korelasi positif antara stres oksidatif dan tekanan darah pada lanjut usia. Kata-kata kunci: stres oksidatif, radikal bebas, tekanan darah, hipertensi, lanjut usiaAbstract: Elderly is a term for someone who is already 60 years old. Elderlies are people in their last phase of life and experience aging process. Aging process is caused by many factors such as oxidative stress. Elderlies also develop age-related diseases like hypertension. This literature review was intended to explain about the relationship between oxidative stress and blood pressure in elderlies. English articles were browsed on PubMed and Google Scholar which was published between the years 2005-2020. This literature reviewed 17 articles. This literature review showed that oxidative stress was found higher in the older group.  Elderlies also had higher hypertension incidences. Oxidative stress increased blood pressure by impairing vasodilatation function. In addition, oxidative stress was also caused by increased blood pressure. According to those articles, positive correlation was found between oxidative stress and blood pressure in elderlies. Keywords: oxidative stress, free radicals, blood pressure, hypertension, elderly, elders, olders Abstrak: Lanjut usia (lansia) adalah istilah bagi orang yang telah berusia 60 tahun. Lansia ialah kelompok orang yang berada dalam tahap terakhir kehidupan dan mengalami proses penuaan. Proses penuaan disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya stres oksidatif. Lansia juga mengalami penyakit yang berkaitan dengan usia seperti hipertensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan stres oksidatif dan tekanan darah pada lansia. Penelusuran artikel berbahasa Inggris dilakukan pada PubMed dan Google Scholar yang dipublikasi pada tahun 2005-2020. Tinjauan literatur ini menggunakan 17 artikel. Hasil dari tinjauan literatur ini ialah stres oksidatif didapatkan lebih tinggi pada kelompok lanjut usia. Lanjut usia mengalami insidensi hipertensi yang lebih tinggi. Stres oksidatif meningkatkan tekanan darah dengan mengganggu fungsi vasodilatasi. Selain itu, stres oksidatif juga dapat ditimbulkan oleh peningkatan tekanan darah. Berdasarkan artikel-artikel tersebut, ditemukan korelasi positif antara stres oksidatif dan tekanan darah pada lanjut usia. Kata-kata kunci: stres oksidatif, radikal bebas, tekanan darah, hipertensi, lanjut usia
Literature Review: Korelasi Kadar Glukosa dengan Kadar Karbonil pada Lansia yang Memiliki Diabetes Muhammad Geraldy Isfandiary; Eko Suhartono; Fakhrurrazy Fakhrurrazy
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.445 KB)

Abstract

Abstract: Elderly are closely related increased susceptibility to diseases due to continuous exposure to free radicals. Free radicals have an important role in various physiological conditions and their implications in various symptoms, one of which is hyperglicemia. Excessive or deficient blood sugar levels will cause health problems in the body. Blood sugar levels during capillary blood examination were low <90 mg / dl), normal (90-199 mg / dl), high (≥200 mg / dl). High glucose levels cause oxidation and glycolysis processes that produce ROS and AGEs which in turn induce oxidative damage to produce carbonyl compounds. Carbonyl compounds increase with age and high glucose levels. The purpose of this literature review is to explain the relationship between glucose levels and carbonyl levels in the elderly. The search was carried out on English-language articles published between 2010-2020 on the PubMed database, ScienceDirect and google scholar. The keywords used in the search for the article were glucose level, protein carbonyl, ROS, oxidative stress, and elderly. Based on the search of the article, the selection was made based on the title and abstract, in order to obtain 20 articles. The same article was excluded from all suitable articles through objective analysis, topic suitability resulting into 14 articles. Based on the literature review, it was found there is a relationship between glucose levels and plasma carbonyl levels. Keywords: glucose levels, carbonyl protein, oxidative stress, ROS, elderly Abstrak: Lansia berhubungan dengan peningkatan kerentanan tubuh terhadap penyakit akibat paparan radikal bebas terus-menerus. Penuaan terjadi karena hilangnya homeostasis akibat stres oksidatif kronis. Radikal bebas memiliki peran penting dalam berbagai kondisi fisiologis serta implikasinya dalam beragam gejala penyakit salah satunya hiperglikemi. Kadar gula darah yang berlebihan atau kekurangan akan menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh.  Kadar gula darah sewaktu pada pemeriksaan darah kapiler, rendah (<90 mg/dl), normal (90-199 mg/dl), tinggi (≥200 mg/dl). Kadar glukosa tingggi menyebabkan proses oksidasi dan glikolisis yang menghasilkan ROS dan AGEs selanjutnya menginduksi kerusakan oksidatif residu asam amino menghasilkan senyawa karbonil. Senyawa karbonil meningkat seiring bertambahnya usia dan tingginya kadar glukosa. Tujuan dari literature review untuk menjelaskan hubungan antara kadar glukosa dan kadar karbonil pada lansia. Penelusuran dilakukan pada artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2010-2020 pada database PubMed, ScienceDirect dan google scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah kadar glukosa, protein karbonil, ROS, stres oksidatif, dan lansia. Berdasarkan pencarian artikel tersebut dilakukan pemilihan berdasarkan judul dan abstrak, sehingga diperoleh sebanyak 20 artikel. Artikel yang sama dieksklusi dari keseluruhan artikel yang sesuai melalui analisis tujuan, kesesuaian topik sehingga didapatkan 14 artikel. Berdasarkan literature review didapatkan hubungan antara kadar glukosa dengan kadar karbonil plasma. Kata – kata kunci: kadar glukosa, protein karbonil, stres okdidatif, ROS, lansia
Literature Review: Korelasi Kadar Glukosa dengan Kadar Karbonil pada Lansia yang Memiliki Diabetes Muhammad Geraldy Isfandiary; Eko Suhartono; Fakhrurrazy Fakhrurrazy
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.445 KB)

Abstract

Abstract: Elderly are closely related increased susceptibility to diseases due to continuous exposure to free radicals. Free radicals have an important role in various physiological conditions and their implications in various symptoms, one of which is hyperglicemia. Excessive or deficient blood sugar levels will cause health problems in the body. Blood sugar levels during capillary blood examination were low <90 mg / dl), normal (90-199 mg / dl), high (≥200 mg / dl). High glucose levels cause oxidation and glycolysis processes that produce ROS and AGEs which in turn induce oxidative damage to produce carbonyl compounds. Carbonyl compounds increase with age and high glucose levels. The purpose of this literature review is to explain the relationship between glucose levels and carbonyl levels in the elderly. The search was carried out on English-language articles published between 2010-2020 on the PubMed database, ScienceDirect and google scholar. The keywords used in the search for the article were glucose level, protein carbonyl, ROS, oxidative stress, and elderly. Based on the search of the article, the selection was made based on the title and abstract, in order to obtain 20 articles. The same article was excluded from all suitable articles through objective analysis, topic suitability resulting into 14 articles. Based on the literature review, it was found there is a relationship between glucose levels and plasma carbonyl levels. Keywords: glucose levels, carbonyl protein, oxidative stress, ROS, elderly Abstrak: Lansia berhubungan dengan peningkatan kerentanan tubuh terhadap penyakit akibat paparan radikal bebas terus-menerus. Penuaan terjadi karena hilangnya homeostasis akibat stres oksidatif kronis. Radikal bebas memiliki peran penting dalam berbagai kondisi fisiologis serta implikasinya dalam beragam gejala penyakit salah satunya hiperglikemi. Kadar gula darah yang berlebihan atau kekurangan akan menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh.  Kadar gula darah sewaktu pada pemeriksaan darah kapiler, rendah (<90 mg/dl), normal (90-199 mg/dl), tinggi (≥200 mg/dl). Kadar glukosa tingggi menyebabkan proses oksidasi dan glikolisis yang menghasilkan ROS dan AGEs selanjutnya menginduksi kerusakan oksidatif residu asam amino menghasilkan senyawa karbonil. Senyawa karbonil meningkat seiring bertambahnya usia dan tingginya kadar glukosa. Tujuan dari literature review untuk menjelaskan hubungan antara kadar glukosa dan kadar karbonil pada lansia. Penelusuran dilakukan pada artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2010-2020 pada database PubMed, ScienceDirect dan google scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah kadar glukosa, protein karbonil, ROS, stres oksidatif, dan lansia. Berdasarkan pencarian artikel tersebut dilakukan pemilihan berdasarkan judul dan abstrak, sehingga diperoleh sebanyak 20 artikel. Artikel yang sama dieksklusi dari keseluruhan artikel yang sesuai melalui analisis tujuan, kesesuaian topik sehingga didapatkan 14 artikel. Berdasarkan literature review didapatkan hubungan antara kadar glukosa dengan kadar karbonil plasma. Kata – kata kunci: kadar glukosa, protein karbonil, stres okdidatif, ROS, lansia
Meta-Analysis Study of The Effect of Rewards on Nurse Job Satisfaction In Health Services Yan&#039;ariyanti Wydyiastuti; Rosihan Adhani; Adi Nugroho; Eko Suhartono; Fauzie Rahman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.8039

Abstract

Latar Belakang: Penghargaan berupa penghargaan yang diberikan oleh institusi atau fasilitas pelayanan kesehatan kepada perawat atas pekerjaan yang telah dilakukan, baik penghargaan intrinsik maupun ekstrinsik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penghargaan terhadap kepuasan kerja pada perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan meta-analisis. Termasuk dua database PubMed dan Perpustakaan Online Wiley. Artikel penelitian telah melalui tahap penyaringan dan uji kualitas data dan diperoleh 7 artikel untuk dianalisis. Hasil: Kesempatan belajar memiliki kecenderungan berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja perawat dengan nilai ES 1,15, promosi memiliki kecenderungan berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja perawat dengan nilai ES 0,56, gaji memiliki kecenderungan berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja perawat dengan nilai 0,43, penghargaan kompetensi/bonus cenderung berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja perawat dengan nilai ES 3,45. Kesimpulan: Reward kompetensi, kesempatan belajar, promosi, dan gaji memiliki I-kuadrat yang besar. Tingkat kepuasan pada artikel yang disintesis menunjukkan persentase yang berbeda. Dari semua artikel yang disintesis, lebih dari 50% perawat merasakan kepuasan kerja. Kata kunci: Penghargaan, pengakuan, promosi, kesempatan belajar, gaji, imbalan kompensasi, bonus, perawat, kepuasan kerja ABSTRACT Backgrounds: Awards in the form of rewards given by institutions or health care facilities to nurses for the work they have done, both intrinsic and extrinsic rewards. The purpose of this study to analyze the effect of appreciation of job satisfaction in nurses. Methods: This study uses a systematic review method with meta-analysis.Includedtwo PubMed databases and the Wiley Online Library. The research articles have gone through the screening and data quality test stages and obtained 7 articles for analysis. Results: Learning opportunities have a tendency to have a large effect on job satisfaction of nurses with an ES value of 1.15, promotions have a tendency to have a large effect on job satisfaction of nurses with an ES value of 0.56, salaries have a tendency to have a large effect on job satisfaction of nurses with a value of 0.43 , competency rewards/bonuses tend to have a large effect on nurse job satisfaction with an ES value of 3.45. Conclusion:Reward competence, learning opportunities, promotions, and salaries have a large I-squared. The level of satisfaction in the synthesized articles shows a different percentage. From all the articles synthesized, more than 50% of nurses felt job satisfaction. Keywords:Awards, recognition, promotion, learning opportunities, salary, compensation rewards, bonuses, nurse, job satisfaction
Co-Authors - Edyson - Haudhiya - Mashuri - Mashuri, - Abd Rahman, Sunarti Abdullah Fadily Achmad Syamsu Hidayat Adenan Adenan, Adenan Adi Kristanto Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Afriyanti, Defi Agianto Agung Biworo Agung Biworo Agung Biworo Ahmad Hidayat Ahmad Husairi Akhmad Rizali Ali Assagaf Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Anang Kadarsah Anang Kadarsah, Anang Anes Fikri Haekal Angga Praditya Anggraini, Farida Anindya Anindya Anindya, Anindya Anni Nurliani Annisa Halida Husna Annisa Halida Husna, Annisa Halida Aranda, Viren Lolita Ardik Lahdimawan, Ardik Arfan Eko Fahrudin Arganita, Fidya Rahmadhany Ari Yunanto Ari Yunanto Ari Yunanto Arifin Syamsul Arjan Arkasi Arrifah Noer Emma As, Zufikar Ali Asdar Gani, Asdar Asnawati Asnawati Aurenada, Syabita Azka Lahdimawan Badaruddin Badaruddin Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bakhriansyah, Bakhriansyah Bakhriansyah, M. Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Basir Achmad Cahyadi, Herry Deni Fakhrizal Denny Margono Denny P.N.H. Margono Denny P.N.H. Margono, Denny P.N.H. Dewi Anggraini Dewi Hariyani DEWI SARTIKA Dewi Sri Susanti Dewi, Renie Kumala Diani, Holly Dicky Andiarsa Didik Triwibowo Dita Apriliana Sari Dona Marisa, Dona Donna Marisa Donna Marisa, Donna Edi Hartoyo Edi Hartoyo Edyson Edyson Edyson Edyson, Edyson Edyson, - Efrilia Tanjung Eka Santi Eko Suhartono Eko Suhartono Emmy Sri Mahreda Endah Ayu Rahmadhani Endah Ayu Rahmadhani, Endah Ayu Endah Rusdiana Eria Sartika Eriana, Nisa Nur Agistni Erida Widyamala Erlena, Erlena Erliyanti, Emmi Ermina Istiqomah, Ermina Fahira, Nurul Savira Fakhrur Razie Fakhrurrazy Fakhrurrazy Farizka Erianti Farizka Erianti, Farizka Fatmawati Fatmawati Fauzie Rahman Febriyasy, Fathia Ferdinand Aprianto Tannus Fujiati ., Fujiati Fujiati Fujiati Ganesh, Rajendran Ghazi Mauer Idroes Gunawan Hadianto, Teguh Hafifah, Ifa Hafiz Al Farizi Hamrun, Nurlinda Handayani, Rini Haryati Haryati Haryati Haryati Haryatie, Haryatie Haudhiya, - Heny Arwati Herawati Herawati Heru Cahjono Hidayati, Novita Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khotimah Ibrahim, Sayed Ida Yuliana Idroes, Ghalieb Mutig Ika Kustiyah Oktaviyanti Illiandri, Abdullah Oski Insanul Kamilah Ira Nurrasyidah Isa, Mohamad Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isna Syauqiah Isnasyauqiah, Isnasyauqiah Istiana Istiana Iwan Aflanie Joneks Aldianto Kabes June Astri Nijka Juniarti, Maya Kadarsah , Anang Kamilah, Insanul Karantika, Ellsa Anggun Kasmasari, Kasmasari Khairan Khairan Khairina Khairina Khairina Khairina, Khairina Krisdianto Krisdianto Krisdianto Kusumawardhani, Erna Kusumo, Fitranto Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenie Marlinae Liestiana Indriyati Liling Triyasmono Lisda Hayatie, Lisda Lutfhi Fatah M Irwan Setiawan M Surya Hermawan M. Bakhriansyah, M. Madargerong, Vincentius Adrian Maharani Laillyza Apriasari Mahmudah Maria Ulfah Maria Yosephine Himawan Martiani Martiani, Martiani Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri, Mashuri Maula, Ni’mal Maulana, Aga Maya Juniarti Medyan Riza Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina, Meitria Mijani Rahman, Mijani Mirza Maulana Ahmad Mohamad Isa Mohammad Bakhriansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Rizki Fadhil Pratama Muchamad Arief Soendjoto Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Hafidz MS Muhammad Hendy Arizal Muhammad Hendy Arizal, Muhammad Hendy Muhammad Pahruddin, Muhammad Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Rizky Tri Aditya Muhammad Rizky Tri Aditya, Muhammad Rizky Tri Muhammad Topan Widyanto Muhammad Topan Widyanto, Muhammad Topan Multiansyah, Multiansyah Musafaah Musafaah Muthia Elma Nabila Rahman Nadia Eka Pratiwi Nastiti, Titis Nelly Al Audhah Nia Kania Nila Nirmalasari, Nila Nindya Tresiana Putri Noer Komari Noor Muthmainah Noor, Ihsan Noor, Meitria Syahdatina Nopi Stiyati Prihatini Nova Eka Wondasari Novie Aprianti Novie Aprianti, Novie Nugi Maulana Nur Qamaliah Nur Qamariah Nur Yulia Sari Nur, Radian Nurul Hidayah Nurul Salsabila Yasmina Nuryandi Khairunanda Nuryandi Khairunanda, Nuryandi Olivia Sari, Devi oni Soesanto Patricia Sator Prahatama Putra, Aminuddin Prasetio, Rasi Prastricia, Meily Andini Pratama, Muhammad Noor Aditya Pricilia Gunawan H Pricilia Gunawan Halim Prihartini, Nopi Stiyati Purnama, Sapta Heru Purwakaning Agung Purwanto Budi Santosa Putera, Gusti Muhammad Perdana Rahayu, Istuning Puji Rahmiyati Rahmiyati Rima Permata Sari Rinawati Rino Rino Rismia Agustina Rizka Maulida Rizki Amalia Sari Rizki Perdani Rizqi Puteri Mahyudin ROBIATUL ADAWIYAH Rony Riduan Rosalia Friska Ananda Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani, Rosihan Ruslan Muhyi Ruslan Muhyi, Ruslan Ruslan Ruslan Salamiah . Salamiah Salamiah Saldy Rizky Saputra Saldy Rizky Saputra, Saldy Rizky Salmon Charles P.T. Siahaan Salmon Charles Pardomuan Tua Siahaan Salmon Siahaan Salsabila, Salsabila Samsul Hadi Samsul Hadi Sanyoto, Didik Dwi Sapphira, Nadira Sari, Nur Yulia Sartika, Eria Savira Angelia Sekartaji, Hapsari Lintang Setiawan, Bambang Setiawaty, Endang Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Siti Arika Bulan Siti Juliati Siti Juliati Soesanto, Bayu Sri Cahyo Wahjono Sri Oktawati, Sri Suciati Suciati Suhastinah, Suhastinah Suhendrayatna Suhendrayatna Sumi Kartika Sunardi Sunardi, Ph.D., Sunardi Supianur, Supianur Susantu, Susantu Susilawati Susilawati Susilo, Tanto Budi Syachrumsyah, Muchlisch Syafa’ah, Irmi Syamsiar, Syamsiar Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tamtama, Tatang Taupik Rahman Tazkia Safarina Tenri Ashari Wanahari Teuku Rizky Noviandy Trang, Ha Thi Thu Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Trisnu Satriadi Vini Yulia Anhar Wardani, Hesti Sasmila Warih Anggoro Mustaqim, Warih Anggoro Waty, Marsela Umbar Wenda Fitriati Noor Wenda Fitriati Noor, Wenda Fitriati Wenny Wulandani Wijaya, Herman Wiji Cahyadi Windy Budianto Windy Yuliana Budianto, Windy Yuliana Wiwied Ekasari Wydiamala, Erida Yaliza, Nella Yuni Yulida Yusanto Nugroho Yuyun Hidayat Zahriah, Zahriah Zairin Noor Zoelkarnain Akbar, Izaak Zuchra Helwani, Zuchra