Articles
PENINGKATAN EFEKTIVITAS DAN KEAMANAN LAYANAN KUNJUNGAN MELALUI PEMBAHARUAN SISTEM DAN INFORMASI VISUAL DI LAPAS KELAS III RANGKASBITUNG
Pramudya Susanto, Aryo;
Subroto, Mitro
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4183-4189
Layanan kunjungan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Di Lapas Kelas III Rangkasbitung, layanan ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya kejelasan alur, tidak tersedianya informasi visual yang memadai, serta lemahnya sistem identifikasi dan pengawasan pengunjung. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dilakukan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan layanan kunjungan. Langkah-langkah yang ditempuh meliputi observasi kondisi lapangan, perancangan media informasi seperti banner alur kunjungan, penyusunan surat bukti penitipan uang, serta pembuatan stempel tanda pengunjung. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan petugas lapas secara aktif untuk memastikan keberhasilan implementasi. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa pembaruan sistem dan informasi visual tersebut mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung serta membantu petugas dalam menjalankan tugas secara lebih tertib dan efisien. Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari standar pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
IMPLEMETASI PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA TERORISME HUKUMAN MATI
Akhsan, Muhammad;
Subroto, Mitro
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/jiss.v2i10.435
Hukum pidana dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, hukuman mati masih diberlakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada dasarnya terpidana mati dan terpidana memiliki berbagai ide, hal itu tentunya harus memiliki kejelasan hukum yang harus diselaraskan dengan tujuan agar pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan dapat berjalan efektif, hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan mengapa terpidana hukuman mati juga mendapat pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan? Pemeriksaan ini jelas ditujukan untuk menjawab pertanyaan eksplorasi. Penelitian ini tentunya menggunakan suatu pendekatan empiris bagaimana suatu implementasi pelaksanaan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security, yang tentunya juga akan menjawab bagaimana proses pembinaan dan apa tujuan dilaksanakannya pembinaan bagi terpidana tersebut, sementara kita tinjau dari aspek tujuan dari Lembaga Pemasyarakatan itu sendiri yaitu memulihkan hidup, kehidupan dan penghidupan yang tentunya juga diberikan kepada terpidana hukuman mati. Tentunya dari aspek aspek yang dijelaskan bahwa seseorang terpidana mati menjalani suatu pemidanaan secara hukum, dan disamping itu dalam proses pemidanaan tentunya lembaga pemasyarakatan tentunya mengambil andil dalam hal pemberian pembinaan secara mendalam sesuai dengan tupoksi terutama wali pemasyarakatan yaitu dengan pembinaan individual yang bertujuan agar adanya suatu perubahan perilaku dan penurunan tingkat resiko pemahaman radikalisme yang akan berdampak terhadap napiter dan petugas lain dalam hal penyebaran pengaruh paham radikalisme di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
Pemenuhan Hak Anak Bawaan Narapidana Wanita yang Tinggal dan Masuk Pada Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan
Putri, Tarisa Veronika;
Subroto, Mitro
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.909
This study aims to determine the rights obtained by every child of female prisoners who live and enter the correctional environment. The research method used in this research is a qualitative research method that emphasizes the phenomenon and the meaning of the phenomenon which is then analyzed by the norms in the existing laws and regulations. The data source used is secondary data in the form of laws and regulations, policies, literature, previous research results, and other related documents. The results showed that there are already laws and policies that have regulated the fulfillment of the rights of children born to women prisoners both international and national regulations, although there are no guidelines related to the fulfillment of these rights, as well as the discovery of obstacles in the form of regulations, budgeting, human resources, facilities and infrastructure and cooperation in fulfilling the rights of children born to women prisoners so that it is hoped that the drafting of regulations to overcome this.
Peningkatan Kualitas Pemberdayaan Narapidana Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan
Aulia Hayu Ananda Pravesti;
Mitro Subroto
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2139
Narapidana adalah sebutan bagi masyarakat atau warga negara yang melakukan tindak pidana dan telah mengikuti seluruh prosedur sistem peradilan pidana atau Integrated Criminal Justice System di Indonesia serta telah mendapatkan kekuatan hukum tetap atau inkracht. Negara melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) wajib melaksanakan pembinaan dan memberikan hak-hak narapidana, karena sejatinya narapidana hanya dibatasi hak kebebasan untuk bergeraknya saja. Narapidana lanjut usia merupakan salah satu kategori narapidana berkebutuhan khusus di Lembaga. Pemasyarakatan. Salah satu bentuk perlakuan khusus bagi narapidana lanjut usia ialah kemudahan dalam mendapatkan akses kesehatan, mengingat kelompok ini sangat rentan terserang resiko penyakit ditambah dengan kondisi Lapas yang overcrowded. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi atau upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi narapidana lansia di Lembaga Pemasyarakatan
PEMENUHAN HAK NARAPIDANA IBU MENYUSUI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
Adrialsyach Makarim Damanik, Faiz;
Subroto, Mitro
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4733-4742
Penelitian ini berfokus pada pemenuhan hak narapidana ibu menyusui di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), yang merupakan kelompok rentan dengan kebutuhan khusus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana hak-hak tersebut dipenuhi, serta mengeksplorasi tantangan dan faktor pendukung dalam implementasinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada regulasi yang mengatur pemenuhan hak narapidana ibu menyusui, implementasinya masih belum optimal. Keterbatasan fasilitas, kurangnya kesadaran petugas Lapas, dan ketidakkonsistenan dalam penerapan kebijakan menjadi hambatan utama. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa kolaborasi dengan instansi kesehatan setempat dan program pelatihan bagi petugas Lapas dapat menjadi faktor pendukung yang signifikan. Kesimpulannya, pemenuhan hak narapidana ibu menyusui memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak, serta pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik dan psikologis. Implementasi yang konsisten dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa hak-hak ini dapat terpenuhi dengan baik, sehingga narapidana ibu menyusui dapat menjalankan peran mereka sebagai ibu dengan optimal selama menjalani masa tahanan di Lapas.
PERAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MEMENUHI HAK-HAK KELOMPOK RENTAN
Subroto, Mitro;
Putra Diosand, Revaldo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5147-5149
Penelitian ini membahas peran lembaga pemasyarakatan dalam memenuhi hak-hak narapidana, dengan fokus pada kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, penyandang disabilitas, dan narapidana lanjut usia. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk memenuhi hak-hak tersebut, tantangan signifikan masih ada, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur yang tidak memadai. Peranan petugas pemasyarakatan sangat penting dalam memastikan perlakuan yang adil dan sesuai dengan hak asasi manusia, yang harus dimulai sejak tahap awal proses hukum. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi petugas pemasyarakatan serta evaluasi dan perbaikan kebijakan pemasyarakatan untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan manusiawi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pemasyarakatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN DAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA LANJUT USIA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BENGKULU
Akbar Beng Lieng, Ahmad;
Subroto, Mitro
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.%p
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pembinaan kepribadian dan kemandirian narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu dan mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas hidup mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam dengan narapidana lanjut usia dan petugas pemasyarakatan, sementara data sekunder diperoleh dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan tersebut efektif dalam meningkatkan kemandirian narapidana lanjut usia dan memperbaiki kualitas hidup mereka. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi dari beberapa narapidana. Penelitian ini menyarankan perlunya integrasi dengan layanan kesehatan dan peningkatan keterlibatan keluarga untuk meningkatkan efektivitas program. Secara keseluruhan, program ini memiliki potensi besar namun memerlukan penyesuaian berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan khusus narapidana lanjut usia secara efektif.
ANALISIS PEMENUHAN HAK KELOMPOK RENTAN DALAM SUDUT PANDANG DISABILITAS DI DALAM LAPAS
Rizal Prayoga, Arizka;
Subroto, Mitro
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 10 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i10.2023.4618-4626
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat dimana negara dapat menahan orang yang dihukum karena melakukan kesalahan karena melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di dalam Lapas terdapat berbagai jenis kelompok rentan, dan tentunya salah satunya adalah penyandang disabilitas atau biasa kita sebut dengan penyandang disabilitas (disabilitas fisik). Penyandang disabilitas mempunyai hak yang harus dihormati di penjara sesuai dengan hukum.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penghormatan terhadap hak kelompok rentan dari sudut pandang penyandang disabilitas di lembaga pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber, antara lain peraturan hukum, jurnal ilmiah, artikel surat kabar, dan beberapa website.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi hak-hak kelompok rentan di lembaga pemasyarakatan masih belum sesuai standar dan optimal. Khususnya bagi penyandang disabilitas. Hal ini disebabkan oleh indikator atau faktor tertentu, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, ketidaktahuan aparat, dan stigma negatif masyarakat.
IMPLEMENTASI COMMUNITY BASED CORRECTION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBINAAN PADA LAPAS KELAS II GUNUNG SUGIH
Fitranto, Rico;
Subroto, Mitro
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i7.2022.2538-2544
Hukuman adalah suatu bentuk hukuman yang berusaha memberikan perlakuan untuk memperbaiki perilaku narapidana. Program pemasyarakatan bertujuan untuk mempersiapkan dan memulihkan keutuhan hubungan antar narapidana dan menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat. Hubungan berbasis masyarakat antara pemasyarakatan dan rehabilitasi didasarkan pada alasan utama reuni narapidana dan masyarakat. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis masalah dan memberikan gambaran untuk menemukan solusi yang paling efektif dan efisien. Sebagaimana telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya, pentingnya posisi Lapas dalam mendukung konsep putusan Lapas berbasis masyarakat merupakan langkah yang baik untuk mencapai tujuan Lapas. Paradigma pembalasan tidak selalu menjadi cara terpenting untuk mencapai tujuan pemidanaan, namun perubahan paradigma penegakan hukum berbasis masyarakat adalah cara yang baik untuk menyadarkan narapidana dari jalan yang hilang. Untuk kejahatan yang dilakukan, Anda dapat membiarkan dan menyembuhkan goncangan sosial.
LANGKAH PENTING DALAM MERAWAT HIV BAGI KELOMPOK RENTAN DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN
Rizky Juliansyah, Muhamad;
Subroto, Mitro
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4541-4547
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan merupakan masalah kesehatan global yang serius. Narapidana yang menderita HIV/AIDS merupakan kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan. Kualitas pelayanan kesehatan dan perawatan yang diberikan kepada mereka memiliki dampak signifikan pada kondisi kesehatan mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menggali pemahaman lebih lanjut mengenai bagaimana narapidana yang menderita HIV/AIDS diperlakukan dan dirawat di dalam lembaga pemasyarakatan. Data yang diambil mencakup perundang-undangan yang mengatur pelayanan kesehatan bagi narapidana, jurnal penelitian terdahulu, dan kamus sebagai referensi data. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prosedur dan teknik yang digunakan dalam memberikan perawatan kepada narapidana pengidap HIV/AIDS, dari saat mereka memasuki lembaga pemasyarakatan hingga saat mereka dibebaskan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berguna mengenai implementasi perawatan bagi narapidana dengan HIV/AIDS, memastikan bahwa pelayanan tersebut memenuhi standar perundang-undangan yang berlaku, dan memberikan panduan bagi penelitian selanjutnya.Â