p-Index From 2021 - 2026
10.203
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konseling dan Pendidikan Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Al Ishlah Jurnal Pendidikan Diglosia Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmiah Dikdaya Journal on Education Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Komposisi Deiksis SALINGKA Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Titian: Jurnal Ilmu Humaniora EDUTEC : Journal of Education And Technology Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia METABASA Journal On Teacher Education (Jote) Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ETUDE: Journal of Educational Research Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Indo-MathEdu Intellectuals Journal Abdimas Langkanae Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra ALLURE JOURNAL Kajian Linguistik dan Sastra International Journal of Education and Teaching Zone Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Proceeding International Conference on Malay Identity Jurnal Karya Abdi Masyarakat JURNAL MUARA PENDIDIKAN Prosiding Seminar Nasional Humaniora Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) JURNAL SALAKA Physics and Science Education Journal (PSEJ) PPSDP International Journal of Education Community Empowerment Journal JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Lintang Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan LKPD Berbasis Pendekatan CTL pada Materi Teks Hasil Laporan Observasi Kelas X SMA Novia Miftakhul Mimma Aprilda; Ade Kusmana; Rustam Rustam
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i3.41097

Abstract

Kesulitan yang dialami oleh siswa selama proses pembelajaran daring cenderung disebabkan karena kurangnya penggunaan media serta inovasi guru dalam kegiatan beajar, sehingga untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat memaksimalkan proses belajar. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan CTL pada materi teks hasil laporan observasi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA yang berjumlah sebanyak 22 orang siswa. Dalam penelitian ini, dilakukan uji coba perorangan yaitu dengan satu orang guru, uji coba produk pada kelompok kecil yang terdiri dari 8 orang siswa dan uji coba kelompok besar terdiri dari 22 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket validasi ahli dan angket uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar serta tes hasil belajar siswa. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa media LKPD memiliki validitas sangat tinggi. Selain itu LKPD berbasis pendekatan CTL juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari < 55 menjadi 86. Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis pendekatan CTL layak untuk dikembangkan dan dibelajarkan kepada siswa kelas X SMA karena dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa.
KATA-KATA EMOSI DALAM ANTOLOGI CERPEN CERITA BUAT PARA KEKASIH KARYA AGUS NOOR: KAJIAN LEKSIKOLOGI The Emotion Words in Anthology of Buat para Kekasih Short Story by Agus Noor’s: Lexicology Study Rengki Afria; Ade Kusmana; Ike Selviana Prawolo
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.330

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya makna ungkapan di dalam bahasa Indonesia berklasifikasi emosional yang merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya. Makna ungkapan emosional tersebut sering ditemui di dalam teks karya sastra, salah satunya adalah cerpen. Di dalam teks terdapat pesan atau makna yang hendak disampaikan dan berkenaan dengan konteks. Sehingga, penggunaan kata emosi dalam cerpenpun memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata-kata emosi dalam ontologi cerpen cerita buat para kekasih karya Agus T Noor: kajian leksikologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Sumber data didapatkan dalam 32 judul antologi cerpen Cerita Buat Para Kekasih karya Agus Noor, sedangkan datanya adalah kata emosi. Data dianalisis berdasarkan klasifikasi jenis emosi dan mendeskripsikan kata emosi yang memiliki arti atau makna berbeda tergantung konteks dalam cerpen. Hasil penelitian didapatkan 77 data kata emosi yang diklasifikasi serta dideskripsikan berdasarkan konteks dalam teks cerpen.vThis research is motivated by the many meanings of expressions in Indonesian with emotionalclassification that refer to a specific feeling and thoughts. The meaning of this emotionalexpression is often found in literary texts, one of which is a short story. In the text there is amessage or meaning to be conveyed and with regard to context. Thus, the use of the wordemotion in short stories also has different meanings according to the context. This researchuses descriptive method which is done qualitatively. Data collection is done by refer to themethod of note and note technique. The data obtained from the short story anthology ofStory to the Lover by Agus Noor, then the data is analyzed based on the classification ofemotions and describing the word emotions that have different meanings or  eaningsdepending on the context in the short story. The results obtained 77 data of emotion wordsclassified and described based on the context in the short text.
Pemerolehan bahasa anak berkebutuhan khusus (tunarungu) dalam memahami bahasa Nur Haliza; Eko Kuntarto; Ade Kusmana
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v2i1.2051

Abstract

Children with hearing impairment are children with hearing loss who are classified into deaf and hard of hearing. The direct impact of disability is the obstruction of verbal / verbal communication, both speaking (expressive) and understanding the conversations of others (receptive). Obtaining the first language of a deaf child can be done with total communication. Total communication is the most effective communication system because in addition to using a form of communication orally or called oral, the activity of reading, writing, reading utterances, is also equipped with a form of cues. The purpose of this study was to determine the acquisition of language of children with special needs (deaf) in understanding language. Subjects in this study are children with special needs who experience speech impairment (hearing impairment) while the object of this study is focused on only one child, Mila Erdita, a 15-year-old child. This research refers to case studies with descriptive research type. Data collection techniques in this study will be done in three ways, namely; observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. In this research, data processing that will be done is to describe the speech data of deaf children to see the acquisition of children's vocabulary. The results of this study indicate that deaf children can obtain a language of total communication using a form of communication orally or called oral, with the activities of reading, writing, reading utterances, also equipped with signs
Pengaruh afasia pada produksi ujaran dalam proses berbahasa Novia Miftakhul Mimma Aprilda; Eko Kuntartoa; Ade Kusmana
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v3i1.2180

Abstract

Berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata, ini berarti daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi dengan baik. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan berbahasa yang disebut Afasia. Dalam berkomunikasi terdapat suatu proses yang harus dilakukan oleh individu yakni proses memproduksi ujaran. Untuk berkomunikasi seorang individu membutuhkan mental, proses mental ini yaitu pertama berkaitan dengan asumsi individu tentang pengetahuan interlokutor dan kedua adalah kooperatif. Tujuan proses produksi ujaran adalah untuk menghasilkan seperangkat bunyi yang digunakan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain. Proses Berbahasa yaitu proses produktif berlangsung pada diri pembicara yang menghasilkan kode-kode bahasa yang bermakna dan proses reseptif berlangsung pada diri pendengar yang menerima kode-kode bahasa yang bermakna. 
Pemetaan Bahasa Daerah di Provinsi Jambi Ade Kusmana; Murfi saputra; Julisah Izar
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.518 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.5810

Abstract

In general, this study aims to document the use of regional languages ​​in Jambi Province, especially in Tanjung Jabung Timur and Tanjung Jabung Barat Regency. The documentation was presented in the form of maps based on the ​​distribution area of the regional languages that was ​​researched. Then, the map contained the description of the use the regional languages ​​studied based on the social aspects of the speakers' community. Thus, it clearly illustrates the area of ​​language mapped and also as information for other researchers in conducting further research. This research in the field of sociolinguistics studies that used descriptive qualitative approach. The providing data were used observation and interviewing directly informants. Formally, the results of data analysis were presented in the form of a language region map, including information with the use of symbols or sign systems. Based on the results of the study showed, There were 5 regional languages, namely, Malay, Banjar, Bugis, Javanese, and Bajau (tungkal).
ANALISIS UNGKAPAN MAKIAN DALAM BAHASA KERINCI: STUDI SOSIOLINGUISTIK Ade Kusmana; Rengki Afria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.933 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.6090

Abstract

Penelitian ini mencoba menjawab bentuk dan karakteristik ungkapan Makian dalam bahasa Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan,, menganalisis dan mendeskripsikan ungkapan makian yang ada di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik makro. Metode yang digunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini ialah bahasa Kerinci, sasaran penelitian ini mencakupi tuturan yang bersumber penutur tersebut. Sumber data penelitian ini adalah data-data bahasa makian yang bersumber dari data lisan di lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa alat rekam/kamera dan alat tulis.Metode dan teknik penyediaan data adalah metode cakap (teknik pancing dan teknik cakap semuka) dan metode simak (Teknik simak libat cakap dan teknik catat). Metode analisis data menggunakan metode analisis makna. Temuan data di lapangan referens dan bentuk penggunaan ungkapan makian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa makian di kabupaten Kerinci berdasarkan pemerolehan inventarisasi dan analisis data di lapangan didapatkan 7 bentuk makian, yaitu bentuk keadaan, kekerabatan, binatang, mahkluk halus, bagian tubuh, profesi, dan seruan. Jumlah dari semua data yang dihimpun dari 7 bentuk makian tersebut diperoleh 170 data makian. Dari temuan data tersebut didapatkan bahwa bentuk makian keadaan mendominasi data sebanyak 85 data (50%), hal ini disebabkan di dalam bentuk keadaan ini mempunyai turunan atau referensinya sebanyak 4 turunan, yakni tindakan, sifat, sumpah serapah, dan penyakit. Berikutnya adalah bentuk bagian tubuh sebanyak 21 data (12%); bentuk seruan sebanyak 18 data (11%); bentuk profesi sebanyak 13 data (8%); bentuk etnis 6 data (4%); dan terakhir bentuk mahkluk halus 4 data (2%). Dalam pengungkapan bahasa makian tersebut tentu ada beberapa factor penyebab munculnya makian, diantaranya adalah factor social dan situasional. Dengan adanya bahasa makian dan factor penyebabnya terdapat dampak penggunaan bahasa makian itu sendiri menurunnya kualitas bahasa dan rendahnya gejala-gejala social.
Pemetaan Tradisi Lisan di Provinsi Jambi Ade Kusmana; Ernanda; Julisah Izar; Sean Popo Hardi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.104 KB) | DOI: 10.22437/titian.v4i1.9202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan tradisi lisan yang ada di Provinsi Jambi Khususnya di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun. Data dalam penelitian ini adalah data tradisi lisan verbal, tradisi lisan setengah verbal dan tradisi lisan non verbal. Analisis data dalam penelitian pemetaan tradisi lisan ini diperlukan metode triangulasi agar temuan-temuan penelitian dicek oleh beberapa ahli yang mampu memberikan analisis dan interpretasi. Hasil analisis dan interpretasi akan dapat memperkuat kebenaran hasil penelitian. Triangulasi penganalisis dalam penelitian ini terdiri dari tiga stakeholder kebudayaan, yakni Lembaga Kebudayaan, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat pemilik tradisi. Terakhir, data dianalisis berdasarkan pemetaan data temuan yang dibagi ke dalam klasifikasi letak geografis dan jenis tradisi lisan tersebut. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa jenis tradisi lisan di kabupaten Batanghari diantaranya : tradisi verbal Dadung, Tapa Malenggang, tradisi lisan setengah verbal antaranya Ngarak Garudo tradisi lisan non verbal antaranya Gulai Talang dan Kue Padamaran. Sedangkan di kabupaten Sarolangun, tradisi lisan verbal diantaranya Biduk Sayak, setengah verbal diantaranya Besale. Tradisi lisan non verbal diantaranya peralatan tradisional anatara lain Ambung, Lukah, dan Jalo. Kata kunci : tradisi lisan; pemetaan Jambi
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DALAM MEMAHAMI BAHASA Nur Haliza; Eko Kuntarto; Ade Kusmana
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeseorang dapat berbahasa harus ditunjang oleh fungsi pendengaran yang baik, sebab pemerolehan bahasa terbentuk melalui proses meniru dan mendengar. Setelah bahasa mulai terbentuk, anak akan mencoba mengungkap sendiri melalui kata-kata sebagai awal dari kemampuan bahasa ekspresif. Bila fungsi pendengaran mengalami hambatan, maka proses pemerolehan bahasa akan terganggu, karena kemampuan ini berkembang melalui pendengaran. Anak yang fungsi pendengarannya mengalami hambatan dalam proses pemerolehan bahasa anak, akan mengalami hambatan pula dalam berkomunikasi. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran yang diklasifikasikan kedalam tuli (deaf) dan kurang pendengaran (hard of hearing). Dampak langsung dari ketunarunguan adalah terhambatnya komunikasi verbal/lisan, baik secara ekspresif (berbicara) maupun reseptif (memahami pembicaraan orang lain), sehingga sulit berkomunikasi dengan lingkungan orang mendengar yang lazim menggunakan bahasa verbal sebagai alat komunikasi. Pemerolehan bahasa pertama anak tunarungu dapat dilakukan dengan komunikasi total. Komunikasi total merupakan sistem komunikasi paling efektif karena selain menggunakan bentuk komunikasi secara lisan atau disebut oral, dengan kegiatan membaca, menulis, membaca ujaran, juga dilengkapi dengan bentuk isyarat.Kata Kunci: Pemerolehan bahasa, anak tunarungu ABSTRACTA person can speak must be supported by good hearing function, because language acquistion is exist through the process of imitating and listening. After the language begins to form, children will try to express themselves through words as the beginning of expressive language skills. If the hearing function is impaired, the process of language acquistion will be disrupted, because this ability develops through hearing. Children whose hearing function experiences obstacles in the process of acquiring language, will also experience obstacles in communication. Children with hearing impairment are children with hearing loss who are classified into deaf and hard of hearing. The direct impact of disability is the obstruction of verbal/verbal communication, both expressive (speaking) and receptive (understanding the speech of others), making it difficult to communicate with the environment of hearing people who commonly use verbal language as a communication tool. Obtaining the first language of a deaf child can be done with total communication. Total communication is the most effective communication system because in addition to using a form of communication orally or called oral, the activity of reading, writing, reading utterances, is also equipped with a form of cues. Keywords: Acquisition of language, deaf children
Kesantunan Berbahasa Jawa Ditinjau dari Tingkat Tutur Masyarakat Kecamatan Rimbo Bujang, Ulu dan Ilir di Kabupaten Tebo Istiqomah Husnun Afifah; Ade Kusmana; Julisah Izar
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.145 KB) | DOI: 10.22437/kalistra.v1i1.18420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Jawa ditinjau dari tingkat tutur masyarakat kecamatan Rimbo Bujang, Ulu dan Ilir di kabupaten Tebo, serta mendeskripsikan faktor apa saja yang memengaruhi kesantunan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, adapun metode pengumpulan data menggunakan metode Simak dan Cakap sebagai langkah awal, dan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan catat. Sedangkan teknik analisis data menggunakan pendekatan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan variasi tingkat tutur berbahasa Jawa pada tuturan masyarakat di wilayah penelitian yang berupa variasi ngoko, krama, dan madya. Penggunaan variasi ngoko oleh masyarakat wilayah penelitian dapat di identifikasi melalui lima indikator. Tuturan dengan variasi krama yang hanya dapat ditemui pada acara-acara formal, Serta tuturan dengan variasi madya yang dapat ditemui pada tuturan yang digunakan untuk berbicara kepada seseorang yang dituakan dalam masyarakat maupun keluarga, kepada seseorang yang belum dikenal secara pribadi (orang asing), situasi-situasi formal, dan tuturan oleh penutur yang dimaksudkan sebagai contoh atau ajaran (bahasake) kepada yang lebih muda. Terkait dengan kesantunan berbahasa, indikator kesantunan tuturan masyarakat wilayah penelitian dipengaruhi oleh faktor-faktor nonlinguistik seperti relasi kekerabatan antar penutur, usia, status sosial, tingkat formalitas penutur dan mitra tutur, kualitas pribadi penutur, hadirnya orang ketiga serta faktor ekonomi.
Analisis Relasi Makna Lirik Lagu Bahasa Batak Toba dalam Album Duo Naimarata Selva Maeilani Ambarita; Ade Kusmana; Anggi Triandana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.277 KB) | DOI: 10.22437/kalistra.v1i1.18452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi makna yang terdapat pada lirik lagu bahasa Batak Toba dalam album Duo Naimarata. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu yang berbahasa Batak Toba yang mengandung relasi makna. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak kemudian teknik catat. Dalam lagu bahasa Batak Toba terdapat banyak suku kata yang berbeda namun memiliki makna yang hampir sama. Misalnya pada lagu “Ho Do Na Parjolo” terdapat kata “manganju” dengan “mangantusi”. Kedua kata tersebut berbeda namun memiliki makna yang hampir sama yaitu sama-sama memahami perkataan lawan bicaranya. Dari album Bahasa Batak Toba dengan 22 buah lagu menunjukkan hasil penelitian 20 buah kesinoniman antara kata dengan kata, 2 kesinoniman antara kata dengan frase, 5 kesinoniman antara kalimat dengan kalimat, 7 antonimi dengan oposisi mutlak, 2 antonimi dengan oposisi kutub, 3 antonimi dengan oposisi hubungan, 3 yang berhiponimi, 2 memiliki polisemi dan 3 memiliki redundansi.
Co-Authors Adawiyah, Dita Adha Amelia Fitriani Adit Trinaldi Aditya Reza Haswendra Albertus Sinaga Andiopenta Andiopenta Andiopenta Purba Andiopenta, Andiopenta Anggi Triandana Anggita Cahyani Angraini, Desti Antonio, Marites Aprilda, Novia Miftakhul Mimma Aprilia Kartika Putri Aprillitzavivayarti, Aprillitzavivayarti arianti, rita Aspinanda, Gemisya Ayu Wulandari, Bunga Bangun, Wendy Fernando Bunga Ayu Wulandari CHOIRUNNISA Dermawan, Fito Desiana, Kiki Arista Devi Indriani Dilsa Sismadika Dinda Deldiana Mughni Ekawarna Ekawarna, Ekawarna Eko Kuntarto Enggel Anggraini Ernanda Ernanda Esa Pratama, Muhammad Fachruddiansyah Muslim Fauzan Fianjeli, Fifi Fifi Fianjeli Finza Larasati Firman Firman Firman Firman Fransisca, Maria Fransisca, Maria Hadiyanto Hadiyanto Haliza, Nur Hary Soedarto Harjono Hedrianti, Kasmi Hendra Budiono Hendra, Robi Herman Budiyono Hilman Yusra Ike Selviana Prawolo Indra Gunawan Irma Suryani Istiqomah Husnun Afifah Izar, Julisah Izar, Julisah Jayanti, Padmi Dwi Jennifer Jennifer Julia Br Ginting Kamaria Kamaria Khomsatun Yuliatun Khomsatun Yuliatun KHUSNUL CHOTIMAH, KHUSNUL Kristiyono, Santo Lerisa Ramadhea Ma'ruf, Reza Maharani GM, Putri Maizar Karim Mananghaya, Michael Maulita Hasibuan, Riska Megawati Monica Salestina Putri Moonthana Indhra, Feerlie Muhammad Ridho Murfi saputra Murti, Sri Nainggolan, Mira Wati Nazurty Nazurty Ningsih, Arum Gati Nira Kusumawati Nira Kusumawati Nola, Feni Citra Novia Miftakhul Mimma Aprilda Novia Miftakhul Mimma Aprilda Novita Sari Nur Halimahtuyadiah Nur Haliza Nurbaiti, Anisa Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nursadila, Nursadila Panji Logowo Patindra, Gani Permadi, Gideon Putera Prawolo, Ike Selviana Putra, Yogi Irdes Putri, Maharani , Putri, Yuliani Eka Rahman Mulyadi Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ramadani, Acha Ramadhana, Riska Ramadhani, Riski Rara Saraswaty, Dwi Rengki Afria Ricky Sujana Riska Maulita Hasibuan Rosmiati Rosmiati Rudi Hartono Rustam Rustam Rustam Rustam Rustam Sadria, Ade Saharudin Saharudin Salsabela Wawa Anasya Salsabila, Andina Nisa Saputra, Ade Bayu Sari, Indri Kurnia Sari, Novita Sawita, Nada Sean Popo Hardi Selva Maeilani Ambarita Selviani Selviani, Selviani Siti Enik Mukhaiyaroh Bambang Siti Maisaroh Supian Tantri, Niki Raga Teresia , Meisinta Ayu Tersta, Fricilla Wulan Ulil Amri Utama, Galuh Tulus Vandini, Ferna Wachyunni, Sri Wahyuni, Suci Sri Warni Wasniah, Wasniah Wika Tri Andesti Wini, Lusia Oktri Wulandari, Bunga Ayu Wulandari, Bunga Ayu Wulandari Yasir Riady Yolandini, Renilda Pratiwi Yundi Fitrah Yundi Fitrah Yundi Fitrah, Yundi Fitrah