p-Index From 2021 - 2026
13.464
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Konselor Jurnal Konseling dan Pendidikan Jurnal Dakwah Risalah Sosial Budaya Psikopedagogia JOIV : International Journal on Informatics Visualization Al Ishlah Jurnal Pendidikan Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Jurnal Inovatif Ilmu Pendidikan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi JETE Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Counseling Milenial (CM) Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Southeast Asian Journal of Technology and Science Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum KONSELOR Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Aflah Consilia JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial Ulil Albab Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Lentera Negeri SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Social, Educational, Learning and Language (SELL) Asian Journal of Islamic Studies and Society
Claim Missing Document
Check
Articles

Tren global penelitian konseling bagi penyandang disabilitas: suatu tinjauan literatur sistematis Ika Nurbaiti Rifri Yanti; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810709700

Abstract

Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk memetakan tren global penelitian konseling bagi penyandang disabilitas selama periode 2015–2025. Dengan menganalisis publikasi dari basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Taylor & Francis, Wiley Online Library, dan Google Scholar, kami mengidentifikasi 127 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi penelitian disabilitas, khususnya dalam konteks konseling kejuruan dan kesejahteraan psikologis. Analisis mengungkapkan bahwa pendekatan person-centered counseling dan cognitive-behavioral therapy mendominasi intervensi bagi penyandang disabilitas. Penelitian didominasi oleh publikasi dari negara-negara berpenghasilan tinggi (Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia), sementara negara berkembang masih underrepresented. Tema dominan mencakup adaptasi sosial, self-efficacy, kualitas hidup, dan pemberdayaan psikosial. Meskipun terdapat kemajuan, terdapat research gap signifikan dalam konseling spiritual bagi penyandang disabilitas, aplikasi teknologi seperti telecounseling dan AI-assisted counseling, penelitian longitudinal, dan eksplorasi kompetensi multikultural konselor. Temuan ini mengakui kontribusi penelitian teoritis namun menekankan kebutuhan mendesak untuk penelitian empiris berbasis komunitas dan praktik klinis yang kontekstual. Studi ini menyarankan pengembangan framework integratif yang menggabungkan pendekatan rehabilitasi, person-centered values, dan competency-based training untuk meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas layanan konseling bagi penyandang disabilitas.
Healthy lifestyle patterns and mental health among university students: a systematic literature review Eldi Pratama; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710100

Abstract

Mental health problems among university students have become a critical global public health concern. Unhealthy lifestyle behaviors are strongly associated with elevated psychological distress in this population. However, comprehensive synthesis examining the multidimensional relationship between healthy lifestyle patterns and student mental health remains limited. This systematic literature review aimed to (1) identify the most frequently studied components of healthy lifestyle in relation to university student mental health, and (2) synthesize evidence on the relationship between healthy lifestyle patterns and mental health outcomes, including psychological well-being, stress, anxiety, depression, and emotional well-being. A systematic search was conducted across PubMed, Scopus, Web of Science, and PsycINFO databases. Studies published between 2022 and 2025 were included. Inclusion criteria required empirical studies focusing on college or university students, healthy lifestyle components, and mental health outcomes. The PRISMA 2020 framework guided the review process, and thematic narrative synthesis was applied to analyze extracted data. Quality appraisal was conducted using JBI Critical Appraisal tools. Twenty peer-reviewed studies were included in the final synthesis. Six dominant lifestyle themes emerged: physical activity, sleep quality, diet and nutrition, social support, general health behaviors, and sedentary/screen time behavior. Physical activity and sleep quality were the most consistently studied components. Across RQ2, healthy lifestyle patterns demonstrated protective associations with psychological well-being, and significant inverse relationships with stress, anxiety, depression, and negative emotional states. Sleep quality emerged as the single most consistently influential factor across all mental health outcomes. Healthy lifestyle patterns, particularly regular physical activity, adequate sleep, balanced nutrition, and strong social support, are positively and consistently associated with better mental health outcomes among university students. Universities should integrate holistic health promotion programs addressing multiple lifestyle dimensions simultaneously.
Pola asuh otoriter dan kepercayaan diri mahasiswa: tinjauan literatur sistematis Novira Wadyah; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710900

Abstract

elf-confidence merupakan kompetensi psikologis fundamental yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan tinggi. Pola asuh otoriter, yang ditandai oleh kontrol tinggi dan kehangatan rendah, dihipotesiskan sebagai salah satu faktor keluarga yang berpengaruh terhadap pembentukan kepercayaan diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan antara pola asuh otoriter dan kepercayaan diri mahasiswa serta mengidentifikasi karakteristik penelitian yang telah dilakukan pada topik tersebut. Systematic Literature Review dilakukan mengacu pada protokol PRISMA 2020 dan kerangka PICO. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data internasional dan nasional. Skrining dan seleksi artikel dilakukan secara sistematis dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kualitas studi dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Sintesis dilakukan secara naratif tematik terhadap 21 studi yang memenuhi kriteria. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh otoriter secara konsisten berkorelasi negatif dengan kepercayaan diri dan self-esteem mahasiswa. Self-esteem teridentifikasi sebagai mediator utama. Konteks budaya berfungsi sebagai moderator penting, khususnya perbedaan antara budaya kolektivis dan individualis. Dampak terhadap penyesuaian psikososial mencakup prokrastinasi akademik, stres, dan maladjustment. Bukti empiris yang tersedia mendukung hipotesis bahwa pola asuh otoriter berkontribusi terhadap rendahnya kepercayaan diri mahasiswa, namun dengan catatan moderasi budaya yang signifikan. Diperlukan penelitian longitudinal dan multi-budaya untuk memperkuat sintesis ini.
Konseling Islam Bagi Korban Cyberbullying Di Kalangan Mahasiswa Dalam Perspektif Media Digital Nila Mufthia Ramadhani; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin Miftahuddin
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.466

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan mahasiswa, khususnya dalam penggunaan media digital. Di satu sisi, media digital memudahkan akses informasi dan komunikasi, namun di sisi lain memunculkan berbagai permasalahan sosial, salah satunya adalah cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui media elektronik dan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental korban. Mahasiswa sebagai kelompok yang aktif menggunakan media digital memiliki risiko tinggi mengalami cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling Islam dalam membantu korban cyberbullying di kalangan mahasiswa dalam perspektif media digital. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasional, buku, serta dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa cyberbullying berdampak pada munculnya kecemasan, stres, depresi, rendah diri, gangguan hubungan sosial, dan penurunan prestasi akademik. Konseling Islam berperan dalam membantu korban melalui pendekatan spiritual, psikologis, dan sosial yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis. Teknik yang digunakan meliputi terapi dzikir, doa, muhasabah, tazkiyatun nafs, konseling individual Islami, dan pendampingan berbasis nilai-nilai keislaman. Dalam era digital, layanan konseling Islam juga dapat dikembangkan melalui platform daring sehingga mampu menjangkau mahasiswa secara lebih luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling Islam memiliki efektivitas yang tinggi dalam membantu pemulihan psikologis dan spiritual korban cyberbullying di kalangan mahasiswa.
INTERAKSI POLA ASUH KELUARGA DAN LINGKUNGAN SOSIAL DALAM MEMBENTUK PERILAKU KRIMINAL REMAJA: KAJIAN LITERATUR REVIEW Dewi Sinta; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1910

Abstract

Perilaku kriminal remaja merupakan permasalahan sosial serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola asuh keluarga dan lingkungan sosial teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola pengaruh kedua faktor tersebut terhadap perilaku kriminal remaja berdasarkan sintesis literatur terdahulu. Pendekatan yang digunakan adalah literature review sistematis dengan menganalisis 15 penelitian yang terpilih dari database Google Scholar, SINTA, dan Garuda, yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2024. Hasil sintesis mengidentifikasi tiga temuan utama: pertama, pola asuh orang tua merupakan prediktor primer kenakalan remaja, di mana pola asuh autoritatif berfungsi protektif sedangkan pola asuh permisif dan otoriter meningkatkan risiko; kedua, pengaruh teman sebaya sebaya devian secara signifikan memperbesar risiko kenakalan dengan odds ratio 1,73; dan ketiga, interaksi antara kedua faktor tersebut beroperasi melalui dua model, yaitu model penyangga (buffering model) dan model kumulatif (cumulative risk model). Model penyangga aktif ketika pola asuh autoritatif membangun kapasitas internal remaja sebelum terpapar pengaruh devian, sedangkan model kumulatif aktif ketika kelemahan pola asuh dan paparan teman sebaya devian berlangsung bersamaan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi desain program intervensi pencegahan kenakalan remaja berbasis keluarga dan komunitas.
Quarter Life Crisis Mahasiswa: Analisis Kecemasan Eksistensial dan Pendekatan Konseling Islam Muhammad Arya Ghifari; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7112

Abstract

Fenomena quarter life crisis pada mahasiswa menjadi isu yang semakin meningkat di era digital akibat tekanan akademik, tuntutan sosial, ketidakpastian karier, dan budaya perbandingan sosial di media digital. Kondisi tersebut sering memunculkan kecemasan eksistensial, ketidakstabilan emosional, kebingungan arah hidup, dan krisis identitas diri pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kecemasan eksistensial yang dialami mahasiswa pada fase quarter life crisis serta mengkaji relevansi pendekatan konseling Islam dalam mengatasi permasalahan psikologis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui desain systematic literature review. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan dengan tema quarter life crisis, kecemasan eksistensial, kesehatan mental, dan konseling Islam yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami quarter life crisis cenderung mengalami kecemasan berlebihan, overthinking, rasa takut gagal, rendahnya kepercayaan diri, kebingungan identitas, dan ketidakpastian masa depan. Media sosial juga ditemukan berkontribusi dalam memperkuat budaya perbandingan sosial dan tekanan psikologis mahasiswa. Selain itu, kecemasan eksistensial mahasiswa berkaitan dengan hilangnya makna hidup dan ketidakstabilan spiritual. Pendekatan konseling Islam melalui nilai tawakal, syukur, sabar, muhasabah, dan penguatan spiritual dinilai mampu membantu mahasiswa membangun penerimaan diri, resiliensi emosional, dan ketenangan batin. Kesimpulannya, konseling Islam memiliki relevansi penting sebagai pendekatan psikospiritual dalam membantu mahasiswa mengatasi kecemasan eksistensial pada fase quarter life crisis.
BIMBINGAN KONSELING ISLAM SEBAGAI DUKUNGAN PSIKOSOSIAL BAGI KESEHATAN MENTAL SISWA DARI KELUARGA PRASEJAHTERA: TINJAUAN LITERATUR Ghozali Nurfauzi; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.147

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji Bimbingan Konseling Islam sebagai dukungan psikososial bagi kesehatan mental siswa dari keluarga prasejahtera. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kerentanan siswa prasejahtera yang tidak hanya menghadapi keterbatasan ekonomi, tetapi juga tekanan psikologis berupa rendah diri, kecemasan masa depan, keterbatasan dukungan belajar, dan kurangnya ruang aman untuk mengekspresikan emosi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Literatur yang dianalisis terdiri atas 22 sumber berupa artikel jurnal ilmiah dan buku akademik yang relevan dengan Bimbingan Konseling Islam, kesehatan mental siswa, dukungan psikososial, tekanan sosial-ekonomi, dan pendampingan spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bimbingan Konseling Islam dapat berfungsi sebagai dukungan psikososial melalui penguatan spiritual, pengelolaan emosi, penerimaan diri, pembentukan resiliensi, dukungan sekolah, dan kolaborasi keluarga. Kajian ini menegaskan bahwa Bimbingan Konseling Islam perlu dikembangkan sebagai layanan yang empatik, profesional, kontekstual, dan peka terhadap kondisi sosial-ekonomi siswa, bukan sekadar nasihat keagamaan yang bersifat normatif.
Pola Asuh Demokratis dalam Mendukung Perkembangan Anak: Tinjauan Literatur Diky Alwali FA; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.7360

Abstract

Pola asuh demokratis merupakan pendekatan pengasuhan yang menekankan kehangatan emosional, komunikasi dua arah, kebebasan yang bertanggung jawab, arahan yang jelas, serta kontrol orang tua yang konsisten. Topik ini penting karena perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan biologis, tetapi juga oleh kualitas relasi keluarga, pola komunikasi, keteladanan, dan pendampingan yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh demokratis dalam mendukung perkembangan anak melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional yang relevan terbit pada tahun 2021–2026 dan buku akademik terbitan tahun 2017–2026. Literatur dipilih berdasarkan relevansi topik, keterbaruan terbitan, kejelasan identitas akademik, keterlacakan sumber, serta keterkaitan dengan pola asuh demokratis, pendidikan keluarga, dan aspek perkembangan anak. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui identifikasi literatur, seleksi sumber, pengelompokan tema, perbandingan temuan, dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis mendukung perkembangan anak pada aspek sosial-emosional, bahasa dan komunikasi, kemandirian, tanggung jawab, disiplin, kepercayaan diri, karakter, serta perilaku sosial. Pola asuh demokratis bekerja melalui empat mekanisme utama, yaitu komunikasi dua arah yang mendorong anak menyampaikan gagasan, kehangatan emosional yang memperkuat rasa aman dan percaya diri, kebebasan bertanggung jawab dengan batasan yang jelas yang mendukung kemandirian dan disiplin, serta keteladanan orang tua yang konsisten dalam membentuk karakter dan perilaku sosial. Kajian ini menyimpulkan bahwa pola asuh demokratis relevan sebagai pendekatan pengasuhan keluarga untuk membangun lingkungan yang dialogis, aman, mendidik, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Analisis Dampak AI Chatbot Sebagai Media Dukungan Psikologis Terhadap Kesehatan Mental Pengguna Lailatul Maghfirah Zulas; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin Miftahuddin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18439

Abstract

Advances in artificial intelligence (AI) technology have led to the emergence of AI-based chatbots, which are increasingly being used as a medium for psychological support. This study aims to conduct an in-depth analysis of the impact of AI chatbot use on users’ mental health from the perspective of subjective experience, perception, and meaning constructed by the users themselves. The study employs a qualitative approach using a multiple case study design across three AI chatbot platforms—Woebot, Wysa, and Replika—involving 18 participants selected through purposive sampling. Data were collected via semi-structured in-depth interviews, limited participant observation, and documentation of digital artifacts, and were analyzed using reflexive thematic analysis and cross-case synthesis. The findings indicate that AI chatbots provide positive impacts, including tangible emotional support, improved self-regulation, and accessibility free from social barriers. However, risks of dependency, limitations in managing severe conditions, and concerns about data privacy emerged as significant recurring themes. This study underscores the importance of positioning AI chatbots as a complement within the broader mental health care ecosystem, rather than as a substitute for professionals. Practical implications for developers, practitioners, and policymakers are also outlined.
DINAMIKA SENIORITAS DAN PERILAKU BULLYING DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN BERBASIS ASRAMA Jimly Assiddiqi; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Counseling Milenial (CM) Vol. 7 No. 2 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v7i2.11965

Abstract

Bullying in boarding-based educational environments needs attention because students live in close, repeated, and not always well-supervised social spaces. One relational pattern that may influence this condition is seniority. Seniority can help junior students adapt to boarding school rules and culture, but it may also turn into a space of domination when it is not supported by clear boundaries, supervision, and educational values. This article aims to examine the dynamics of seniority and bullying behavior in boarding-based educational environments. This study used a literature review method with a qualitative-descriptive approach. The reviewed literature consisted of national journal articles, official sources, and methodological references relevant to seniority, senior-junior relations, bullying, pesantren, boarding schools, and violence prevention. The findings show that seniority has educational value when practiced through role modeling, mentoring, responsibility, and supervision. Conversely, seniority accompanied by pressure, humiliation, domination, and normalized violence can encourage verbal, physical, social, and psychological bullying. Prevention should be directed through reorganizing senior roles, assisting junior students, strengthening caretaker supervision, developing continuous anti-bullying education, and providing safe reporting mechanisms.
Co-Authors A. Muri Yusuf Abu Anwar Adam Brilliant Azufa Aden, Edris bin Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afrizawati Afrizawati Agustiar agustiar Agustiar Agustiar Alfiah Alfiah Alwizar Alwizar Amalianita, Berru Andi Murniati Andi Murniati Andi Murniati Anisa Siti Nurjanah Annisa Safitri Ansharullah Ansharullah Ansharullah Ansharullah Arbi Arbi Arsy, Nur Arwan Arwan Arwan Arwan As'ari Djohar Aslati Aslati Astri Ayu Purwati Audia Defita Ayu Lestari Badjie, Haruna Bah, Yahya Muhammed Bakar, Abu Yazid Abu Cherly Nadifa Daharnis Daharnis Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Drm Dea Aulia Dery Zelviro Ronanda Desnita, Wulan Dewi Sinta Diky Alwali FA Dramawati Dramawati Edris bin Aden Eldi Pratama Eli Sabrifha Elrisfa Magistarina Emovwodo, Silas Oghenemaro Eribica Ulta Olevidia Ernita, Mahdar Eva Dewi Fadillah, Fanny Suci Fadli, Muhammmad Ridho Fanessa Salsabila Fathimah Adelia Putri Fathimah Adelia Putri Fatmawati Fatmawati Firman Firman Gassama, Saikou Gecky Defkan Dirgantara Ghozali Nurfauzi Gian Sugiana Sugara Gian Sugiana Sugara, Gian Sugiana Ginting, Dwi Zahra Maulidia Habibis Saleh Hakmi Wahyudi Hakmi Wahyudi HKM Halil Khusairi Hamzah, Muhammad Luthfi Haruna Badjie Hendri K, Hendri Herlina Herlina Herman Nirwana Ifdil Ifdil Ika Nurbaiti Rifri Yanti Ismail, Izwah binti Istiqomah ISQ Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah istiqomah istiqomah Istiqomah Istiqomah Itsar Bolo Rangka Jeni Oktaviani Jimly Assiddiqi Juwara, Kemo Kadek Suranta Kemo Juwara Khairati, Annisaislami Khairul Amri Lailatul Maghfirah Zulas Lastri Nita Shela Lika, Lika Linda Fitria Listiawati Susanti Listiawati Susanti Lubis, Nur Kholilah M. Miftahuddin M. Ridwan Hasbi Malasari, Nurjanah manja, Manja Lestari Marjohan Marjohan Meylani Fitria Mhd. Taufik Hidayat Mifathuddin Mifathuddin Miftahhuddin, Miftahuddin Miftahuddi Miftahuddi Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Mifthauddin, Mifthauddin Mita Annisa Mudjiran Mudjiran Mudjiran Muhammad Arya Ghifari Muhammad Luthfi Hamzah Muhammad Resqi Muhammad Rivai Natasya, Dita Neng Sinta Fatimah Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Nikmarijal, Nikmarijal Nila Mufthia Ramadhani Nilma Zola Nofmiyati Nofmiyati Novira Wadyah Nurahasnawati Nurahasnawati Nurdin Nurdin Nurfazrianti, Maisitoh Nurhaliza Nurhaliza NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nurjanah, Anisa Siti Nurul Fadhilah Desmi Nurul Husna Binti Abd Malek Nurwita Nurwita Perengki Susanto Pratiwi Fadli, Rima Purwati, Astri Ayu Putri, Syella Hayani Putri, Yola Eka Rahmad Rahmad Rahmad Rahmad Rahmad Rahmad Rahmat, Zetri Rani Navila Sari Rati Wulan Reizki Maharani Reizki Maharani Ria Triani Rima Pratiwi Fadli Riska Ahmad Rohani Rohani Rohani Rohani Rosmita Rosmita S. Suhaimi Saikou Gassama Saputra, Aldi Sariah Sariah Seliah Rindiani Septya, Ulya Reva Sigit Sanyata Silas Oghenemaro Emovwodo Silawati Silawati Silawati Silawati Silvi Silvi Simbolon, Parlindungan Siti Umairah Situmorang, Dominikus David Biondi Soeci Izzati Adlya Sopi Meirani Suhaili, Neviyarni Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhartiwi, Suhartiwi Suhertina Suhertina Suhertina Suhertina Suranta, Kadek Susiba Susiba Syafaruddin Syafaruddin Syafi'ah Syafi'ah Syafi'ah Syafi'ah Syafi'ah, Syafi'ah Syahniar Syahniar Syahputra, Yuda Syarifah Syarifah Syarifah Syarifah, Syarifah Syarifuddin Syarifuddin Triwanda Hamidah Umul Sakinah Usman Usman Usman Usman Yahya Muhammed Bah Yasnel, Yasnel Yeni Karneli YR, Nurul Alfatya Yuliharti Yuliharti Yuliharti Yuliharti Yundari, Yundari Yuni Anggaraini Yurnalis Yurnalis Yurnalis Yurnalis Zengenene, Maybe Zetri Rahmat