p-Index From 2021 - 2026
13.464
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Konselor Jurnal Konseling dan Pendidikan Jurnal Dakwah Risalah Sosial Budaya Psikopedagogia JOIV : International Journal on Informatics Visualization Al Ishlah Jurnal Pendidikan Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Jurnal Inovatif Ilmu Pendidikan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi JETE Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Counseling Milenial (CM) Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Southeast Asian Journal of Technology and Science Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum KONSELOR Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Aflah Consilia JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial Ulil Albab Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Lentera Negeri SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Social, Educational, Learning and Language (SELL) Asian Journal of Islamic Studies and Society
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dampak Media dan Komunikasi dalam Pembentukan Perilaku Konsumtif Mahasiswa Baru di Era Digital Natasya, Dita; Zatrahadi, M. Fahli; Miftahuddin, Miftahuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh media dan komunikasi digital terhadap pembentukan perilaku belanja mahasiswa baru di era digital terhadap pembentukan perilaku konsumtif mahasiswa baru di era digital. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana platform-platform seperti Instagram, TikTok, Youtube memengaruhi kebiasaan konsumtif mahasiswa baru yang tidak lagi didasarkan pada kebutuhan rasional, tetapi lebih pada penyaluran identitas dan pencarian pengakuan sosial di lingkungan kampus yang mereka hadapi. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa perilaku belanja mahasiswa baru dipengaruhi tiga factor utama, yaitu: 1)paparan terhadap konten visual dan algoritma media sosial yang memicu belanja implusif, 2)pengaruh dari pemasaran influencer, di mana micro dan nano influencer memiliki Tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, sehingga mahasiswa baru cenderung untuk membeli produk yang mereka reekoemndasikan: serta 3)tekanan dari teman sebayanya yang memperkuat kencederungan untuk berbelanja tanpa pertimbangan yang matang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital memainkan peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi mahasiswa baru melalui interaksi antara mekanisme sosial, psikologis, dan algoritmik. Oleh karena itu, peningkatan literasi media dan kecerdasan finansial menjadi langkah penting untuk mendorong pola konsumsi yang lebiih bijaksana dan cerdas di kalangan mahasiswa baru.
Dampak Kecanduan Gadget terhadap Interaksi Sosial dan Perkembangan Emosi Pada Anak Malasari, Nurjanah; Zatrahadi, M. Fahli; Miftahuddin, Miftahuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kecanduan gadget terhadap interaksi sosial dan perkembangan emosional anak. Meningkatnya intensitas penggunaan gadget dikalangan anak-anak, terutama yang berusia sekolah dasar, menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kemampuan sosial dan emosional mereka dalam kehidupan sehari-hari, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan gadget menunjukkan secara berlebihan, terutama lebih dari tiga jam sehari, memberikan dampak negatif pada interaksi sosial anak, yang terlihat dari menurunnya komunikasi langsung dengan lingkungan sekitar, berkurangnya rasa kepedulian sosial, serta munculnya sikap individualistis. Selain itu, kecanduan gadget juga dapat memengaruhi perkembangan emosional anak, seperti mudah marah, kesulitan mengendalikan emosi, kurang disiplin, dan cendrung agresif. Hasil ini mununjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam melakukan pengawasan serta mengatur atau membatasi durasi penggunaan gadget, serta memberikan pendampingan yang tepat agar anak dapat menggunakan teknologi secara sehat dan berkembang secara sosial serta emosional.
Dampak Kecanduan Gadget terhadap Interaksi Sosial dan Perkembangan Emosi Pada Anak Malasari, Nurjanah; Zatrahadi, M. Fahli; Miftahuddin, Miftahuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kecanduan gadget terhadap interaksi sosial dan perkembangan emosional anak. Meningkatnya intensitas penggunaan gadget dikalangan anak-anak, terutama yang berusia sekolah dasar, menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kemampuan sosial dan emosional mereka dalam kehidupan sehari-hari, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan gadget menunjukkan secara berlebihan, terutama lebih dari tiga jam sehari, memberikan dampak negatif pada interaksi sosial anak, yang terlihat dari menurunnya komunikasi langsung dengan lingkungan sekitar, berkurangnya rasa kepedulian sosial, serta munculnya sikap individualistis. Selain itu, kecanduan gadget juga dapat memengaruhi perkembangan emosional anak, seperti mudah marah, kesulitan mengendalikan emosi, kurang disiplin, dan cendrung agresif. Hasil ini mununjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam melakukan pengawasan serta mengatur atau membatasi durasi penggunaan gadget, serta memberikan pendampingan yang tepat agar anak dapat menggunakan teknologi secara sehat dan berkembang secara sosial serta emosional.
Konseling Keluarga Islami dalam Mengatasi Konflik Rumah Tangga Desnita, Wulan; Zatrahadi, M. Fahli; Miftahuddin, Miftahuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38455

Abstract

Masalah perceraian dan pernikahan yang semakin meningkat dalam komunitas muslim di seluruh dunia menarik perhatian sosial dan agama. Tekanan ekonomi, gaya hidup modern, dan kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai suci pernikahan semuanya berkontribusi pada peningkatan tingkat perceraian. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk mempelajari peran konseling keluarga dalam menangani konflik perkawinan dan bagaimana hal itu dapat digunakan untuk membangun keluarga yang harmonis dan makmur. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Konseling, khususnya konseling Islam, memberi pasangan tempat yang aman untuk menangani masalah mereka, membantu mereka menemukan sumbernya, berkomunikasi lebih baik dan membangun kembali kepercayaan. Pasangan belajar tentang peran mereka, menyelesaikan konflik secara konstruktif, dan membangun keluarga yang harmonis berdasarkan prinsip Islam dengan berfokus pada nilai-nilai spiritual, komunikasi yang efektif, dan pemecahan masalah yang dipandu. Pada akhirnya, ini membantu mereka mencapai kesejahteraan hidup dunia dan akhirat. Untuk mengatasi tantangan dan memperkuat ikatan perkawinan.
Peran Pola Asuh Guru terhadap Perkembangan Interaksi Sosial Anak Autis Nurfazrianti, Maisitoh; Zatrahadi, M. Fahli; Miftahuddin, Miftahuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh guru dalam mendukung perkembangan interaksi sosial anak autis di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan terkait pola asuh guru, interaksi sosial, dan anak autis. Data dikumpulkan melalui platform Google Scholar, ScienceDirect, dan Ebook dengan rentang publikasi antara tahun 2020 hingga 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh guru yang penuh perhatian, sabar, konsisten, dan menggunakan komunikasi yang sederhana mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autis. Selain itu, pendekatan bermain, dukungan emosional, serta kolaborasi antara guru dan orang tua juga berkontribusi terhadap peningkatan rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi anak. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif juga menjadi faktor penting dalam menunjang perkembangan sosial anak autis. Studi ini menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pendidik akademik, tetapi juga sebagai pembimbing sosial dan emosional bagi anak autis.
Magnetic focus therapy (mft): a spiritual-somatic approach for trauma recovery in islamic counseling M. Fahli Zatrahadi; Ifdil Ifdil
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 5, No 2 (2025): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/021419

Abstract

Trauma remains a pervasive psychological challenge, particularly among Muslim individuals whose cultural and spiritual frameworks shape how distress is experienced and expressed. Conventional trauma interventions, largely derived from Western secular paradigms, often fail to address the embodied and spiritual dimensions of healing within Islamic contexts. This study introduces and examines the preliminary effectiveness of Magnetic Focus Therapy (MFT), a novel spiritual-somatic intervention that integrates body memory principles with Islamic counseling values. Employing a Single-Subject Research (SSR) A-B-A design, three Muslim clients in Pekanbaru, Indonesia presenting with diverse trauma backgrounds including bereavement, bullying, and family-related distress received three structured MFT sessions incorporating dhikr grounding, Qur'anic reflection, and tawakkul meaning reconstruction. Dependent variables included self-reported anxiety, body tension, negative thoughts, and emotional distress, assessed using a 0–10 rating scale at each phase. Visual analysis of data across the A1 (baseline), B (intervention), and A2 (follow-up) phases revealed consistent and clinically meaningful reductions across all four indicators for each client, with average reductions ranging from 57% to 75%. Social validation data further corroborated these gains, with clients reporting improved emotional regulation, spiritual calmness, and reduced somatic tension. These findings provide initial empirical support for MFT as a culturally responsive, brief, and structured trauma intervention suitable for Islamic counseling settings. Implications for Islamic psychotherapy, embodied counseling practice, and future research directions are discussed.
Digital culture and anxiety among generation z: the mediating role of social media addiction Suhaimi Suhaimi; M. Fahli Zatrahadi
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 4, No 1 (2024): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/017619

Abstract

Digital culture now shapes how Generation Z communicates, studies, and manages everyday relationships, and concern about its psychological cost has grown alongside it. This study asks whether digital culture raises anxiety among Islamic Guidance and Counseling (BKI) students, and whether social media addiction accounts for part of that relationship. Working from Uses and Gratifications Theory, Media Dependency Theory, Social Comparison Theory, and a cognitive-behavioral perspective, we tested a mediation model with 220 BKI students (59.5% female; most aged 21 to 23) at Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia. Participants completed a 45-item Likert questionnaire (15 items per construct) delivered online over four weeks. Analysis used partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) in SmartPLS 4, and the indirect effect was estimated through bias-corrected bootstrapping with 5,000 subsamples. The measurement model met all reliability and validity criteria, and the structural model fit the data well (SRMR = 0.052). Digital culture predicted social media addiction (β = 0.650, 95% CI [0.556, 0.744], f² = 0.735) and anxiety (β = 0.298, CI [0.174, 0.422]). Social media addiction predicted anxiety (β = 0.462, CI [0.342, 0.582]) and partially mediated the digital culture–anxiety link (indirect β = 0.300, CI [0.212, 0.388]), carrying about half of the total effect (50.3%). The model explained 42.3% of the variance in social media addiction and 51.8% in anxiety. For Islamic counseling, the pattern argues for interventions that address the cultural pressures behind compulsive use, not symptoms alone, with the principle of wasatiyyah (moderation) offering a culturally grounded frame for that work.
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Kesehatan Mental Remaja Pelaku Pernikahan Dini Sopi Meirani; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol. 24 No. 1 (2026): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA (In-Press)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/

Abstract

Adolescence is vulnerable to various mental health issues, especially for teenagers who marry early. Early marriage can cause psychological stress, changing social roles, and responsibilities that adolescents are not fully prepared for. This study investigates the role of the family in maintaining the mental health of adolescents who marry early. Data were obtained thru qualitative descriptive research with a literature study approach from various relevant sources, such as books, health organization reports, and national and international scientific journals. Identification, classification, interpretation, and synthesis of data are content analysis methods used to analyze the data. Studies show that families can help adolescents who marry early maintain their mental health thru open communication, emotional support, positive parenting, warmth in family relationships, and social and economic support. Conversely, family conflict and lack of support increase the risk of stress, anxiety, and other psychological disorders. These findings indicate that family involvement is crucial in helping adolescents adjust to new roles and improve psychologically.
Differences in Future Anxiety Levels in Fresh Graduates Based on Family Background Khairul Amri; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin Miftahuddin; Reizki Maharani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1215000

Abstract

The move from higher education into the labour market is a demanding passage, and fresh graduates often enter it carrying considerable worry about what lies ahead. Guided by the family stress model, this study asked whether future anxiety differs by parental income, an indicator of family socioeconomic status, among fresh graduates in Pekanbaru, Indonesia, a city where open unemployment among university graduates remains a live concern. A causal-comparative design was used. Forty-five fresh graduates, defined as having completed their degree within the preceding two years and residing in Pekanbaru, were recruited through purposive sampling against fixed inclusion criteria. Future anxiety was measured with a 21-item instrument adapted from the Indonesian Future Anxiety Scale (Ruddin & Nuryanti, 2026), itself a cross-cultural adaptation of Zaleski’s (1996) Future Anxiety Scale, rated from 0 to 6 (Cronbach’s α = .902). Parental income was grouped into low, middle, and high categories and compared using one-way ANOVA with η² and ω² effect sizes, a confirmatory Kruskal Wallis test, and Spearman correlations; a sensitivity power analysis accompanied the comparison. Future anxiety did not differ significantly across income groups, F(2, 42) = 1.894, p = .163, η² = .083 (95% CI [.005, .380]), ω² = .038; Kruskal–Wallis H(2) = 1.981, p = .371. With 45 participants the achieved power was only .40, and detecting an effect of the observed size at .80 power would require roughly 110 participants. The absence of a significant difference should therefore be read as absence of evidence rather than evidence of absence. The study offers early local evidence on graduate well-being and argues for career counselling that is inclusive across income strata and informed by theory rather than by economic assumptions alone.
Kecanduan Gadget dan Motivasi Belajar Siswa SMA: Implikasi bagi Layanan Bimbingan dan Konseling Islam Neng Sinta Fatimah; M Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6753

Abstract

The rapid advancement of digital technology has led to a dramatic surge in mobile device use among young people, particularly high school students, which risks causing addiction and affecting their motivation to learn. This study aims to uncover the impact of mobile device addiction on high school students’ learning motivation, evaluate the contribution of Islamic Guidance and Counseling (BKI) services in addressing this addiction, and outline implications for improving students’ learning motivation. This study employs a qualitative method through a systematic literature review (SLR) of 15 scientific articles published between 2020 and 2025, sourced from the Google Scholar database. Key findings indicate a negative correlation between smartphone addiction and student learning motivation, although some evidence suggests the potential benefits of smartphones when used appropriately. BKI service techniques, such as group counseling, self-control, and cognitive therapy grounded in Islamic values, have proven effective in reducing smartphone addiction. Structured BKI services supported by collaboration between schools and families have a positive impact on restoring students’ learning motivation. The BKI approach provides a foundation for holistic interventions to balance technological proficiency with the academic achievement of high school students.
Co-Authors A. Muri Yusuf Abu Anwar Adam Brilliant Azufa Aden, Edris bin Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afrizawati Afrizawati Agustiar agustiar Agustiar Agustiar Alfiah Alfiah Alwizar Alwizar Amalianita, Berru Andi Murniati Andi Murniati Andi Murniati Anisa Siti Nurjanah Annisa Safitri Ansharullah Ansharullah Ansharullah Ansharullah Arbi Arbi Arsy, Nur Arwan Arwan Arwan Arwan As'ari Djohar Aslati Aslati Astri Ayu Purwati Audia Defita Ayu Lestari Badjie, Haruna Bah, Yahya Muhammed Bakar, Abu Yazid Abu Cherly Nadifa Daharnis Daharnis Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Darmawati Drm Dea Aulia Dery Zelviro Ronanda Desnita, Wulan Dewi Sinta Diky Alwali FA Dramawati Dramawati Edris bin Aden Eldi Pratama Eli Sabrifha Elrisfa Magistarina Emovwodo, Silas Oghenemaro Eribica Ulta Olevidia Ernita, Mahdar Eva Dewi Fadillah, Fanny Suci Fadli, Muhammmad Ridho Fanessa Salsabila Fathimah Adelia Putri Fathimah Adelia Putri Fatmawati Fatmawati Firman Firman Gassama, Saikou Gecky Defkan Dirgantara Ghozali Nurfauzi Gian Sugiana Sugara Gian Sugiana Sugara, Gian Sugiana Ginting, Dwi Zahra Maulidia Habibis Saleh Hakmi Wahyudi Hakmi Wahyudi HKM Halil Khusairi Hamzah, Muhammad Luthfi Haruna Badjie Hendri K, Hendri Herlina Herlina Herman Nirwana Ifdil Ifdil Ika Nurbaiti Rifri Yanti Ismail, Izwah binti Istiqomah ISQ Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah istiqomah istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Itsar Bolo Rangka Jeni Oktaviani Jimly Assiddiqi Juwara, Kemo Kadek Suranta Kemo Juwara Khairati, Annisaislami Khairul Amri Lailatul Maghfirah Zulas Lastri Nita Shela Lika, Lika Linda Fitria Listiawati Susanti Listiawati Susanti Lubis, Nur Kholilah M. Miftahuddin M. Ridwan Hasbi Malasari, Nurjanah manja, Manja Lestari Marjohan Marjohan Meylani Fitria Mhd. Taufik Hidayat Mifathuddin Mifathuddin Miftahhuddin, Miftahuddin Miftahuddi Miftahuddi Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Mifthauddin, Mifthauddin Mita Annisa Mudjiran Mudjiran Mudjiran Muhammad Arya Ghifari Muhammad Luthfi Hamzah Muhammad Resqi Muhammad Rivai Natasya, Dita Neng Sinta Fatimah Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Nikmarijal, Nikmarijal Nila Mufthia Ramadhani Nilma Zola Nofmiyati Nofmiyati Novira Wadyah Nurahasnawati Nurahasnawati Nurdin Nurdin Nurfazrianti, Maisitoh Nurhaliza Nurhaliza NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nurjanah, Anisa Siti Nurul Fadhilah Desmi Nurul Husna Binti Abd Malek Nurwita Nurwita Perengki Susanto Pratiwi Fadli, Rima Purwati, Astri Ayu Putri, Syella Hayani Putri, Yola Eka Rahmad Rahmad Rahmad Rahmad Rahmad Rahmad Rahmat, Zetri Rani Navila Sari Rati Wulan Reizki Maharani Reizki Maharani Ria Triani Rima Pratiwi Fadli Riska Ahmad Rohani Rohani Rohani Rohani Rosmita Rosmita S. Suhaimi Saikou Gassama Saputra, Aldi Sariah Sariah Seliah Rindiani Septya, Ulya Reva Sigit Sanyata Silas Oghenemaro Emovwodo Silawati Silawati Silawati Silawati Silvi Silvi Simbolon, Parlindungan Siti Umairah Situmorang, Dominikus David Biondi Soeci Izzati Adlya Sopi Meirani Suhaili, Neviyarni Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhaimi Suhartiwi, Suhartiwi Suhertina Suhertina Suhertina Suhertina Suranta, Kadek Susiba Susiba Syafaruddin Syafaruddin Syafi'ah Syafi'ah Syafi'ah Syafi'ah Syafi'ah, Syafi'ah Syahniar Syahniar Syahputra, Yuda Syarifah Syarifah Syarifah Syarifah, Syarifah Syarifuddin Syarifuddin Triwanda Hamidah Umul Sakinah Usman Usman Usman Usman Yahya Muhammed Bah Yasnel, Yasnel Yeni Karneli YR, Nurul Alfatya Yuliharti Yuliharti Yuliharti Yuliharti Yundari, Yundari Yuni Anggaraini Yurnalis Yurnalis Yurnalis Yurnalis Zengenene, Maybe Zetri Rahmat