p-Index From 2021 - 2026
10.52
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Jurnal Penelitian Agama Jurnal Teknik Mesin Jurnal Pendidikan Humaniora LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Elementary: Islamic Teacher Journal ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Hukum Islam Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Erudio: Journal of Educational Innovation Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Sejarah dan Budaya el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam I-ECONOMICS: A Research Journal on Islamic Economics Abjadia, International Journal of Education SOSIOLOGI NUSANTARA Muamalah Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis JURNAL MAHKAMAH Jurnal Pendidikan Nonformal Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Ekonomi Islam Ijtima'iyya: Journal of Muslim Society Research Jurnal Analisa Sosiologi Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA IZDIHAR SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Ijtihad SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Karinov Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Journal of Welding Technology Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabidian Kepada Masyarakat Jurnal Abdi Insani Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Tunas Nusantara Emphaty Cons : Journal of Guidance and Counseling JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Legal Protection for the Partnership Agreement Parties Asalibuna Journal of Islamic Studies and Education Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional Jurnal Ekonomi Islam Manajemen Kreatif Jurnal JHT: Journal of Hospitality and Tourism Lokawati: Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Community Empowerment Journal Cendikia Pendidikan Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM) Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa KINERJA: Jurnal Manajemen Organisasi dan Industri MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan Bahasa JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat COSMOS Future Space: Studies in Geo-Education Indonesian Journal of Islamic Law (IJIL) Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Literacy: Journal of Education and Social Science
Claim Missing Document
Check
Articles

ISTINBATH HUKUM MAHAR NON MATERI (JASA) PERSPEKTIF IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM SYAFI’I. hadi, nur
Jurnal Penelitian Agama Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.127 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v20i1.2019.pp24-50

Abstract

The research aims to find out the opinion of Imam Abu Hanifah and Imam Syafi'i and the similarities and also differences in determining the Non Material Dowry Law (services). This type of research is literature. The primary data sources are the books of the two priests, as well as the source of the secondary books of fiqh and books relating to research. The data was analyzed using descriptive, deductive, inductive, and comparative methods. The result: Disagreements between the two Imam madzhab were due to differences in law enforcement. Imam Hanafi in determining the status of Non Material Dowry Law (services) uses the surah al-Nisa '24, al-Baihaqi hadith and he put forward qiyas, that is limiting the dowry to at least ten dirhams, and dowry in the form of Qur'anic teaching to candidates of wife is unauthorized. Imam Syafi'i using the surah al-Nisa '24 and al-Bukhari's hadith, which does not limit the lowest dowry, such as sewing clothes or teaching Al-Quran to his wife and any benefits that are owned and lawful in price and having the value of simplicity at the dowry is preferred, he looked at the sunnah, that it is not excessive if it is legitimately used as a dowry, looking at zhahir verses and hadith. Keywords: Non-Material Dowry Law, Comparative Study.
Five Feet Traders In The Cross Of Economic History Hadi, Nur
El-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ej.v6i2.2040

Abstract

Street vendors (PKL) is a form of business that has a high entrepreneurial spirit and is able to compete amid economic competition. The existence of street vendors tends to be motivated by the problem of lack of employment provided by the government, survival efforts, lack of business capital in the formal sector, complicated rules and bureaucracy, temporary work and heredity and profession, making PKL business as an alternative that can be done by the community. Street vendors or in English also called street traders are always included in the informal sector. PKL is a person who trades using a cart or holds his wares on roadside or sidewalks of city streets around shopping centers / shops, markets, recreation / entertainment centers, office centers and education centers, either permanently or half-settled, unofficial status or semi-official and carried out both morning, afternoon, evening and night in order to meet the needs of life by not involving other parties in a binding manner. The term street vendor was first known in the era of the Dutch East Indies, precisely when Governor-General Stanford Raffles came to power. The development of street vendors in the economic history of humankind experienced progress and modernity. Dissatisfaction with government policies related to the allocation of street vendors, gave birth to traders who went to the community directly, which was called the shock market.
Komunitas Kampung Sinau Sebagai Wahana Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Ainul Bariroh; Imam Hambali; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.022 KB) | DOI: 10.17977/um041v15i1p1 - 19

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah baru, masalah yang dihadapi dunia pendidikan sangat luas, salah satunya yaitu banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah. Berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi dalam masyarakat banyak pemecahan masalah yang dihadapi oleh kelompok sosial yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan saat ini untuk meningkatkan pendidikan masyarakat. Pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal tetapi pendidikan juga bisa dilakukan melalui pendidikan nonformal. Salah satu bentuk pendidikan nonformal yaitu organisasi kepemudaan yang mendirikan sebuah komunitas Kampung Sinau, komunitas ini merupakan sebuah komunitas sosial sebagai bentuk pendidikan nonformal yang dapat memberdayakan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang diadakannya. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui tahap-tahap pemberdayaan masyarakat melalui Komunitas Kampung Sinau. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang telah dikumpulkan dicatat dan diberi kode klasifikasi. Setelah itu data yang direduksi disajikan kemudian dilakukan pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi cara. Setelah keseluruhan data terkumpul kemudian dilakukan analisis taksonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan dalam pemberdayaan masyarakat, diantaranya; 1) tahap mengetahui permasalahan, 2) menyadari permasalahan, 3) mengadakan kegiatan-kegiatan sederhana, 4) membangun jaringan atau kerjasama, 5) tahap melaksanakan kegiatan
Pengorganisasian Kelompok Sadar Wisata Melalui Program Desa Wisata di Desa Pujon Kidul Nadiasari Nadiasari; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.921 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i2p94-107

Abstract

Abstract: The purpose of this study specifically is to describe the stages of organizing  of Tourism Awareness Groups through the Tourism Village Program in Pujon Kidul Malang Regency. This study uses qualitative research methods using a type of case study approach. This research began with data collection using observation techniques, interviews and documentation studies. Then the data obtained is recorded and given a code. Then, in analyzing the data using data reduction, display data and drawing conclusions. After analyzing the data then checking the validity of the data, checking the validity of the data using triangulation technique. The results of this study that there are several stages of organizing Tourism Awareness Groups include: (1) socialization, (2) group formation, (3) program planning, (4) program implementation and (5) evaluation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan pengorganisasian  Kelompok Sadar Wisata melalui Program Desa Wisata di Pujon Kidul Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dicatat dan diberi kode. Kemudian, dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, display, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data, yang digunakan adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan pengorganisasian Kelompok Sadar Wisata  meliputi: (1) sosialisasi, (2) pembentukan kelompok, (3) perencanaan program, (4) pelaksanaan program dan (5) evaluasi.
PENGELOLAAN COBAN UNTUK WISATA EDUKASI DENGAN PELIBATAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DESA PAIT, KABUPATEN MALANG Moh Ihsom; Nurhadi Nurhadi; Kukuh Miroso Raharjo; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal KARINOV Vol 2, No 3 (2019): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.522 KB) | DOI: 10.17977/um045v2i3p152-156

Abstract

Potensi wisata alam yang dapat dikembangkan di Desa Pait antara lain Coban (air terjun) Kethak, Coban Tangkil, Coban Bara’an. Coban Kethak merupakan air terjun dengan ketinggian 25 meter dengan luas wilayah ± 4 ha disekitarnya ditumbuhi tanaman alpukat dan pohon durian,  aliran dua coban ini mengalir ke arah dusun Slatri dan dusun Pait Kulon, disamping dimanfaatkan untuk usaha pertanian, aliran sungai ini dimanfaatkan sebagai tubing yang sangat menarik, khususnya pada musim penghujan. Tujuan yang dicapai dari kegiatan ini adalah Pokdarwis dapat mengembangakan dan mengelola potensi wisata  yang pada akhirnya memiliki dampak pada kesejahtraan mayrakat. Solusi yang ditawarkan untuk menjawab dan memecahkan permaslahan diatas adalah menjabarkan strategi dan membagi peran atau Tugas pokok  masing-masing pengurus dalam pengembangan dan pengelolaan wisata, pelatihan Pemandu Wisata dan promosi obyek-obyek wisata. Hasil kegiatan ini mampu mengekplorasi keberadaan dan keunikan obyek yang ditawarkan didukung bentuk promosi yang bersifat elektronik maupun  bentuk yang lain, serta terbentuknya visi yang sama dengan pemerintah daerah untuk  pengembangan wisata edukasiKata kunci—CobanKethak, CobanTangkil, CobanBara’an, Pokdarwis, wisata edukasi.AbstractPotential natural attractions that can be developed in Pait Village include Coban (waterfall) Kethak, Coban Tangkil, Coban Bara’an. Coban Kethak is a waterfall with a height of 25 meters with an area of ± 4 ha around it is overgrown with avocado plants and durian trees, the flow of these two coban flows towards the Slatri hamlet and Pait Kulon hamlet, besides being used for agricultural business, the river flow is used as a tubing very interesting, especially in the rainy season. The goal achieved from this activity is Pokdarwis can develop and manage tourism potential which ultimately has an impact on the welfare of the mayor. The solution offered to answer and solve the problems above is to describe the strategy and divide the role or main tasks of each board in the development and management of tourism, training of tour guides and promotion of tourist objects. The results of this activity are able to explore the existence and uniqueness of the offered objects supported by electronic and other forms of promotion, as well as the formation of the same vision with the local government for the development of educational tourism.Keywords—CobanKethak, CobanTangkil, CobanBara’an, Pokdarwis, educational tour
Kreasi Seni Patung Bertema Figur Wayang “Punokawan” Sebagai Penguat Karakter Pada Desa Wisata Selorejo, Dau Malang Ponimin Ponimin; Mitra Istiar Wardhana; Ahmad Taufik; Nur Hadi; Andy Pramono
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p%p

Abstract

Penciptaan karya ikon-ikon visual berupa seni patung yang unik dan khas yang diletakan pada lokasi-lokasi wisata selain memiliki fungsi daya tarik juga sebagai sarana pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan  menciptakan seni patung selamat datang di ruang publik bertema figur wayang Punokawan untuk menambah daya tarik kawasan wisata Selorejo Kecamatan Dau Malang,  sekaligus berfungsi sebagai media pendidikan karakter bagi masyarakat dan pengunjug. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi tim pelaksana bersama mitra sasaran dalam memecahkan permasalahan,  persiapan alat dan bahan, perancangan bentuk patung berupa gambar desain patung yang dilengkapi dengan petunjuk teknis pembuatannya, proses pembentukan rancangan bentuk karya seni patung, perakitan karya dan finishing karya di lokasi serta evaluasi.  Hasil kegiatan kreatif tersebut berupa gambar desain rancangan dan hasil karya seni patungbertema figur wayang punokawan berjumlah empat buah tokoh punokawan yaitu Semar, Bagong, Gareng, dan Petruk yang terpajang di kawasan objek desa wisata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengunjung lebih tertarik dengan kawasan wisatanya dan lebih mengenal budaya lokal yang hampir punah. Kata kunci— Desa wisata, Seni Patung Punokawan, Pendidikan Karakter Abstract The creation of works of visual icons in the form of unique and distinctive sculptures placed at tourist locations, apart from having an attraction function also as a means of education. This service activity aims to create welcome sculpture in public spaces with the theme of Punokawan puppet figures to add to the attractiveness of the tourist area of Selorejo, Dau Malang District, as well as to function as a medium for character education for the community and visitors. The implementation method includes the coordination of the implementation team with target partners in solving problems, preparing tools and materials, designing a sculpture in the form of a statue design drawing equipped with technical instructions for its manufacture, the process of forming the design of the form of sculpture, assembling the work and finishing the work on site and evaluation The results of these creative activities are in the form of design drawings and sculptures with the theme of punokawan puppet figures totaling four punokawan figures, namely Semar, Bagong, Gareng, and Petruk which are displayed in the tourist village area. The evaluation results show that visitors are more interested in the tourist area and more familiar with the local culture which is almost extinct. Keywords— Character Education, Punokawan Sculpture, Tourism village
Pendidikan Karakter (Character Building) Melalui Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini Faria Krisdaniastutik; Nur Hadi
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 4, No 2 (2016): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v4i2.2196

Abstract

Sektor pendidikan yang paling dasar dalam pembentukan pribadi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, adalah melalui program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu periode yang menjadi ciri masa usia dini adalah the Golden Age atau periode keemasan, dimana pada masa ini semua potensi anak berkembang dengan sangat cepat. Salah satu cara untuk mengembangkan potensi anak usia dini adalah dengan bermain. Sebagaimana slogan pendidikan anak usia dini yang berbunyi “Belajar sambil bermain, bermain seraya belajar”. Ini menjadi dasar bahwa bermain adalah salah satu cara mengeksplorasi potensi yang ada dalam diri anak. Salah satu jenis permainan yang dapat digunakan oleh anak usia dini adalah permainan tradisional. Permainan tradisonal membentuk karakter anak dalam kejujuran, sportivitas, kegigihan dan kegotong-royongan. Dengan permainan tradisional anak mampu mengembangkan keterampilan dan kecerdasan mereka.
HILAH SYARIAH KREDIT BANK KONVESIONAL (Maqashid Jual Beli Kredit (Lain Kontrak Lain Akad)) Nur Hadi
Hukum Islam Vol 17, No 2 (2017): Hukum Keluarga dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/hi.v17i2.4458

Abstract

AbstrakKegiatan ekonomi zaman now lebih terfokus pada transaksi perbankan, sehingga perbankan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, karenanya perbankan juga sebagai lembaga intermediasi. Kegiatan bank yang berkaitan dengan penyaluran dana (kredit) dalam perbankan konvensional diperdebatkan status hukum Islamnya, yang pada dasarnya transaksi utang-piutang namun ada kelebihan. Adakah hilah halal kredit bank konvensional agar terhindar dari riba, inilah permasalahan dalam penelitian ini. Metode Penelitian ini deskriptif kualitatif, jenis penelitian library Risert (kepustakaan) dengan data primer dan sekunder dan teknis analisis dengan contents analisis serta alat ukur kemashlahatan (maqashid syariah). Hilah secara etimologi berarti kecerdikan, tipu daya, muslihat, siasat dan alasan yang dicari-cari untuk melepaskan diri dari suatu beban/tanggung jawab. Upaya atau usaha mendapatkan sesuatu dengan cara cerdik. Hilah sebagai suatu konsep legal, yang digunakan untuk mencapai tujuan supaya tidak illegal yang  merupakan jalan keluar menurut cara hukum. Aplikasinya dahulukan akad jual beli dengan keuntungan sesuai kesepakatan, setelah itu baru tandatangani kontrak perjanjian jual beli angsuran sesuai kesepakatan (kredit) atau bahasa bakunya kontrak perjanjian kredit pembelian suatu barang dengan angsuran atau non tunai. Pendapat jumhur dibenarkanya jual beli angsuran (cicilan) atau kredit.Kata Kunci : Hilah, Syariah, Bank, Konvesional.
URGENSI KEKUASAAN DALAM MENEGAKKAN EKONOMI SYARIAH Nur Hadi
Hukum Islam Vol 18, No 2 (2018): Hukum Ekonomi dan Hukum Keluarga Syariah
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/hi.v18i2.5645

Abstract

AbstrakSecara garis besar paling tidak ada tiga paradigma pemikiran tentang hubungan agama dan Negara, yaitu: sekuleristik, integralistik dan simbiolistik. Ketiganya secar subtansi saling menguatkan, walaupun sedikit berbeda. Jelasnya peran negara atau kekuasaan dalam menegakkan ekonomi Islam itu sangat penting. Politik Islam dan sistem politik ekonomi Islam merupakan seperangkat instrumen agar ekonomi dapat di wujudkan ekonomi Islam demi kesejahteraan umat dan keharmonisan sesamanya. Namun cita-cita ini sangat sulit untuk diwujudkan mengingat besarnya kekuatan raksasa dari ideologi sekuler yang menghambat, menghalangi dan ingin menghancurkan sistem ekonomi Islam melalui berbagai strategi seperti pendidikan, kebudayaan, ekonomi, kependudukan, politik dsb. Beberapa strategi yang diterapkan imperialis modern dalam menghalangi berkembangnya sistem kehidupan Islam misalnya: budaya non-Islami. Negara dan ekonomi Islam itu seperti al-Qur’an dan hadis, saling melengkapi, dalam hal ini pemerintah memegang peranan penting di dalam ekonomi Islam, karena kemajuan suatu negara dapat dilihat dari kesejahteraan ekonomi rakyatnya. Peran kekuasaan dalam menegakkan sendi-sendi ekonomi secara Islami dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangatlah penting. Keberadaan para elit politik yang religi serta dorongan para ulama, juga niat baik dari masyarakat untuk membuat sistem ekonomi secara mandiri, dengan keikutsertaan kekuasaan dalam menginterfensi lahirnya undang-undang perekonomian Islam.            Kata Kunci: Kekuasaan, Ekonomi, Syariah
MAUSU’AH WA MAFHUMUL HADIS LARANGAN TRANSAKSI RIBA DALAM MUSNAD AHMAD Nur Hadi
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.6705

Abstract

AbstractIslam is a comprehensive religion that encapsulates all human life including economic activities. This era of modern and sophisticated times, the phenomenon of the development of existing business activities must be vigilant, so as not to fall prey to usury. Then what about the hadith in Ahmad's musnad relating to usury ?. The results of the author's research in the book mausu'ah al-hadis al-Nabawiyah, from the hadith perspective in the book Musnad Ahmad. Then found 6 traditions related to usury property. The hadith is No. Hadith 803 in the Book: Musnad of ten companions guaranteed to enter heaven, Chapter: Musnad Ali bin Abu Talib Radliyallahu 'anhu. Hadith No. 1222 in the Book: Musnad of ten companions who are guaranteed to enter heaven, Chapter: Musnad Ali bin Abu Talib Radliyallahu 'anhu. Hadith No. 1294 in the Book: Musnad of ten companions guaranteed to enter heaven, Chapter: Musnad Ali bin Abu Talib Radliyallahu 'anhu. Hadith No. 3539 in the Book: Musnad companions who have narrated many hadith, Chapter: Musnad Abdullah bin Mas'ud Radliyallahu ta'ala 'anhu. Hadith No. 3567 in the Book: Musnad friends who have narrated many hadith, Chapter: Musnad Abdullah bin Mas'ud Radliyallahu ta'ala 'anhu. Hadith No. 13744 in Ahmad Musnad, it will appear in the Book: Remaining Musnad companions who have narrated many hadith, Chapter: Musnad Jabir bin Abdullah Radliallahu ta'ala 'anhu. So from the hadith it can be drawn the understanding that Allah cursed the eaters of usury, the person who gave food with usury, the witness of the usury contract and the person who wrote it. Even though a lot of usury will eventually be a little.Keywords: Mausu'ah, Mafhum, Hadits, Prohibitions, Riba Transactions.   
Co-Authors - Martutik Abadi, M. Imron Abdul Ayiz Achmad, Refi Riduan Afif Muhammad Athii'uullah Agustin Putri Wulansari Ahmad Arif Widianto Ahmad Taufik Ainul Bariroh Ajie, Thedi Mustika Al Faiq, M Rauf Al-Muzakir Al-Muzakir Al-Muzakir, Al-Muzakir Aldio, Vega Ali Mahfuz Munawar Amelia, Atika Amma Wahyuni Ananda Yumnatus Syafira Ananda, Kun Sila Andaru Bahy, Moh. Buny Andy Pramono Angga Dewi, Widya Novi Anisa Ulfah Anugrahini, Fitria Apriliana Dewi, Lisa Octavia Ardianto, Risna Asma Asmara Sukma Athii'uullah, Afif Muhammad Aulia Dhuhita, Chandramaya Azizatuz Zahro Bella Fadhilatus Sanah Cahya Angraini, Dwi Danial Hilmi Darkel, Yohanes Brekmans M De Jesus, Maria Martina Dedy Sugiarto Denayu Grandis Destikasari Desy Santi Rozakiyah Devy Agustin Sari Dian Risdiawati Dibi Afriansyah Eggi Alvado Da Meisa Elfi Rimayati Elia Martatiningsih Arum, Ai Elya Kurniawati Ervi Revilda Esti Dwi Rahmawati Fardani, Tika Sindi Faria Krisdaniastutik Fatimah Fitriatul Hasanah Gigih Caesar Wahyu P Habib, Ikhwanul Haq, Muhammad A'inul Hidayatullah Hidayatullah Ibrahim, Faisal Mahmoud Adam IM. Hambali Imam Agus Basuki Imam Suyitno Irman Isnaini Indra Nur Hayati Istiqomah Nurzafira JOAN HESTI GITA PURWASIH Joan Hesti Purwasih Kasmadi Kasmadi KHABIB ALIA AKHMAD Kirom, Askhabul Krisdaniastutik, Faria Kukuh Miroso Raharjo Legiman, Legiman Lestari, Aris Sri Lewenussa, Rengganis Aurellia Fika Luhung A. Perguna Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Magdharega Putri Pratiwi Maslakhatu Nurul Ummah Mas’udah, Hikmah Maulida Nabilah Megasari Noer Fatanti Meiji, Nanda Harda Pratama Mellina, Zulvida Maya Rizqi Mitra Istiar Wardhana, Mitra Istiar Moh Ihsom Moh. Pebrianto Muakibatul Hasanah Mubarok, Achmat Muhammad Hafidz, Muhammad Muhammad Irfan Muhammad Irfan Asrori Muhammad Syahrul Munir Mujahid, Yazid Ahmad Mulyani, Rinda Eka Nadiasari Nadiasari Najla Surbakti, Naila Nani dkk. Mulyaningsih Nesya Vashti Engracia Nesya Vashti Engracia Nur Fajar Ali Maulana Nuraffiatul Jannah, Diah Nurhasanah Nurhasanah Nurholipah Nusantari, Okta Viviana Asmi Panca Kumala Dewi Ponimin Prabowo, Abu Pratiwi, Seli Septiana Priharyanti, Rifani Puput Mulyono Purba, Dano Qur’ana, Wanda Wahyu Rahardjo E, Andi Wahju Ramdhani, Ridwan Faizal Ridwan Tajul Fahmi Rissa Prima Kurniawati Rissa Prima Kurniawati, Rissa Prima Roekhan Roekhan Rozuli , Ahmad Imron Ryan Aldiyansah Sabariyah, Sabariyah Saputri, Yuniar Wandha Saraswati Arsani Sasmita Sari, Ajeng Yuri Eka Siregar, Julinda Siti Masfuah Siti Nur Azizah Siti Rahmah Siti Zulaikha Sofiatul Annisa Sri Hastuti Supardi U. S Supratman, Agus Ahmad Susanti Try Apriliani Syaiful Arif Wahyudi Tasya Kartika Chandra Titik Harsiati Trisna Dewi Moerti Ulfah Nurfadhila VERONICA VERONICA Viandari, Nuraini Okta Wahidmurni Wahyudi Siswanto Walhidayat, Mohammad Taufik Wardana, Mitra Istiar Wasehudin Wijaya, Irwanda Ardhi Yudhi Nugroho, Kurniawan Yuni Pratiwi Yuniar, Ananda Dwitha Zulkarnain