p-Index From 2021 - 2026
13.271
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Proyeksi: Jurnal Psikologi Analisis: Jurnal Studi Keislaman Islam Futura Lisanuna: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Englisia Journal Jurnal Al-Tadzkiyyah Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies JURNAL IQRA´ Jurnal Ilmiah Peuradeun Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar IQRO: Journal of Islamic Education JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) DAYAH: Journal of Islamic Education Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Jurnal Dedikasi Pendidikan Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education Syntax Idea Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Fitrah: International Islamic Education Journal International Journal of Social Learning (IJSL) Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Jurnal Jendela Pendidikan TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Al-Fikrah TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi Jurnal Ilmiah Guru Madrasah (JIGM) Educational Journal of Islamic Management (EJIM) SKILLS: Jurnal Riset dan Studi Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Global Education Journal Jurnal Konseling Pendidikan Islam Dirasah: International Journal of Islamic Studies Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Innovative and Creativity ISTIFHAM FATHIR: Jurnal Studi Islam Jurnal Ikhtibar Nusantara Journal of Indonesian Primary School Indonesian Journal of Library and Information Science (IJLIS) Ameena Journal IJELaSS: International Journal of Education, Language and Social Scince Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan PESHUM JTA Jurnal Cendekia Islam Indonesia Jurnal Kolaborasi Akademika Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam TIFLUN : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Ilmiah Guru Madrasah (JIGM) Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Sustainable
Claim Missing Document
Check
Articles

The role of kiai and nyai in grounding the values of al-Qur'an education in rural communities Arifin, Zainal; Rohmaniyah, Vivid; Mahmud, Salami; Hanif, Muhammad
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v12i1.31970

Abstract

Qur'an education has a fundamental role in shaping the character of rural communities. In Indonesia, this central role is carried out collaboratively by kiai and nyai. This article aims to analyze their dual role in grounding the values of the Qur'an, that is, transforming it into a practical guideline for life. The background of this research departs from the lack of literature that comprehensively examines the role of nyai, which is often overlooked, despite its very vital contribution to the education of women and children. The research method used is qualitative with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies in Godog village, Laren District, Lamongan Regency. The results of the study show (1) the collaborative role of Kiai and Nyai. They carry out complementary roles. The kiai, as a formal leader, is responsible for the teaching of theoretical sciences such as tafsir and fiqh. Meanwhile, Nyai focuses on informal education, teaching the reading and writing of the Qur’an. The collaboration creates a holistic education system. (2) Customary teaching methods in Qur'an Education: Qur'an education carried out by kiai and nyai in rural taklim assemblies has a prominent characteristic. (3) The impact of kiai and nyai on the morality and character of the community. The impact can be seen from the formation of an honest, tolerant, and simple community character. This study concludes that the synergy of kiai and nyai is the key to the success of Qur'an education in rural areas.
Parental involvement in safeguarding adolescent mental health: The importance of personality awareness Taufiqurrahman, Ariz; Mahmud, Salami; Fadli, Fatmawati; Pranajaya, Syatria Adymas
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v12i1.32144

Abstract

Adolescents (ages 10–19) face rising mental health challenges globally, including high rates of depression and anxiety. Research suggests that active parental involvement significantly improves adolescents psychological outcomes. For example, a recent meta-analysis found that treatments involving parents yielded better results than youth-only interventions. At the same time, stable personality traits influence adolescents’ vulnerability to mental health problems. High neuroticism predicts more depressive symptoms, whereas extraversion and conscientiousness often predict fewer depressive symptoms. However, the role of personality awareness—parents’ understanding of their adolescents’ individual personality profile—has been underexplored. This conceptual study employs a comprehensive literature review approach to explore the interrelated roles of parental engagement and sensitivity to adolescent personality in collaboratively supporting, promoting, and safeguarding the mental health and psychological well-being of adolescents. We find that (1) parental emotional support and authoritative parenting serve as protective factors; (2) many Indonesian youths report experiencing depression and desiring greater parental understanding; (3) personality-tailored support (e.g., recognizing a shy adolescent’s need for gentle communication) could improve outcomes; and (4) integrated programs involving parents in psychoeducation are recommended. These findings suggest that systematically training parents to recognize, understand, and respect their adolescents’ unique personalities significantly enhances the overall effectiveness and benefits of parental involvement. Concretely, community and school initiatives should include parent-focused components on adolescent personality and mental health. An empathetic parenting approach, based on knowledge of each adolescent's unique personality, can be a key element and important strategy for promoting adolescent well-being.
KONSTRUKSI NIAT DAN IMPLIKASINYA DALAM EFEKTIVITAS BELAJAR : (Studi Perspektif Religious Experience dan Religious Consciousness) Aiyub Aiyub; Warul Walidin Warul Walidin; Syabudin Gade Syabudin Gade; Salami Mahmud Salami Mahmud
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Iktibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v3i1.93

Abstract

Agama Islam sangat menganjurkan kepada manusia untuk selalu belajar. Bahkan Islam mewajibkan kepada setiap orang yang beriman untuk belajar. Dalam Islam pendidikan tidak hanya dilaksanakan dalam batasan waktu tertentu saja, melainkan dilakukan sepanjang usia (long life education). Ini sesuai dengan sabda yang disampaikan oleh panutan orang Islam, Nabi Muhammad SAW : اطلب العلم من المهد الى اللهد “Carilah ilmu sejak dalam buaian hingga ke liang lahat”. Atau اطلب العلم ولو بالصين“Carilah ilmu walau ke negeri Cina” Belajar bertujuan sebagai sarana untuk mewujudkan cita-cita seutuhnya sebagai makhluk yang beradab dan manusia yang kreatif serta memiliki inovasi untuk maju. Dalam surat Al-Alaq, Allah Swt memerintahkan kita agar menuntut ilmu. Setelah itu kewajiban kedua adalah mentransfer ilmu tersebut kepada generasi berikutnya. Dalam hal pendidikan, ada dua kesimpulan yang dapat kita ambil dari firman Allah Swt tersebut; yaitu Pertama, kita belajar dan mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Kedua, berkenaan dengan penelitian yang dalam ayat tersebut digunakan kata qalam yang dapat kita artikan sebagai alat untuk mencatat dan meneliti yang nantinya akan menjadi warisan kita kepada generasi penerus. Dengan demikian akan tumbuh dan berkembangnya kesadaran agama(relegious consciousness ) dan akan mendapatkan pengalaman agama(religious experience) yang memadai. Pada dasarnya setiap kebaikan yang akan kita lakukan, apalagi untuk belajar haruslah didasari dengan niat yang bersih dan tulus. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw riwayat Umar Ibnu Khattab ra yang berbunyi : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ Artinya :“Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: ‘Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu (dinilai) karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena harta dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanyalah (dinilai) kepada apa yang menjadi tujuannya hijrahnya,” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Kematangan Dan Kesadaran Beragama Usia Dewasa Awal Syarifah Asma Shafira; Miftahul Jannah; Salami Mahmud
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14730

Abstract

Masa dewasa awal merupakan fase penting dalam perkembangan kehidupan manusia yang ditandai dengan pencarian jati diri, kestabilan emosional, serta pembentukan pandangan hidup yang lebih matang, termasuk dalam aspek keberagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pembentukan kematangan dan kesadaran beragama terjadi pada individu usia dewasa awal, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode library research atau kajian kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dalam bidang psikologi agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa kematangan beragama merupakan kemampuan individu untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aspek kehidupannya, tidak hanya pada tataran pengetahuan, tetapi juga pada penghayatan dan perilaku. Sementara itu, kesadaran beragama berkaitan dengan refleksi diri yang mendalam terhadap makna ajaran agama serta penerapannya dalam kehidupan sosial dan moral. Proses pembentukan kematangan dan kesadaran beragama berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu pengenalan kognitif terhadap ajaran agama, internalisasi nilai, pengalaman spiritual, dan integrasi transendensi. Faktor-faktor seperti pengalaman hidup, lingkungan sosial-budaya, serta pendidikan agama turut berperan besar dalam memperkuat atau melemahkan perkembangan religius individu. Namun demikian, individu dewasa awal juga menghadapi tantangan yang kompleks seperti krisis identitas, pengaruh sekularisasi, relativisme moral, serta minimnya pendampingan spiritual. Oleh karena itu, dibutuhkan bimbingan dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan komunitas keagamaan agar dewasa awal mampu mencapai kematangan spiritual yang seimbang antara aspek intelektual, emosional, dan moral.
Parenting and media in shaping adolescent prosocial behavior: Evidence from Aceh's Islamic society Safrilsyah, Safrilsyah; Mahmud, Salami; Muhaini, Muhaini; Hidayati, Siti Hajar Sri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 13 No. 2 (2025): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v13i2.22661

Abstract

The rise of digital technology has coincided with growing concerns about a decline in adolescents’ prosocial behavior. This study investigates how parental social support and the use of online media contribute to prosocial tendencies among adolescents in Aceh, Indonesia. A total of 415 students from 12 public and Islamic secondary schools participated in the research, selected through a stratified non-proportional sampling method. Data were collected using three standardized instruments: The Perceived Parental Support Scale, an online media use questionnaire, and the Prosocial Tendencies Measure-Revised. Analyses using multiple regression and t-tests revealed that parental support and online media use significantly predicted adolescents’ prosocial behavior. Together with demographic variables, these factors accounted for 52.9% of the variance in prosocial tendencies (R2 = .529, p < .001). While female students reported higher levels of parental support and media use, male students demonstrated slightly higher levels of prosocial behavior. These results underscore the importance of parental involvement and constructive digital engagement in shaping adolescent morality. The findings call for increased efforts to strengthen family support systems and promote mindful media use to foster positive youth development in the digital era.
Integrative Islamic Education Model Based on Gayo Cultural Wisdom Dedi Wahyudi; Mahdi; Salami; Sri Handayana
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v11i1.7085

Abstract

Local Gayo culture in Bener Meriah plays a pivotal role in shaping religious values, providing a relevant foundation for the development of Islamic Education (PAI). Consequently, this study aims to formulate an integrative Islamic Education model based on Gayo cultural wisdom. To achieve this objective, a qualitative research design with an ethnographic approach was employed to explore and map the cultural values potential for integration into the PAI learning model. The findings indicate that Gayo cultural wisdom embodies profound religious values that serve as strategic guidelines for designing a contextual and adaptive PAI model. Thus, the integration of local cultural values not only enriches religious education content but also strengthens the social relevance and distinct characteristics of the pedagogical model. In conclusion, the integrative Islamic Education model based on Gayo cultural wisdom offers a contextual and strategic approach to advancing religious education rooted in cultural identity.
Strengthening Local Wisdom through Extracurricular Activities: Integrated Islamic Education in Banda Aceh Cut Nyak Marlina; Salami Mahmud; Sehat Ihsan Shadiqin; Syatria Adymas Pranajaya; Sy. Rohana; Fatmawati Fadli
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v11i1.7462

Abstract

The development of Integrated Islamic Elementary Schools (SDIT) in Banda Aceh reflects the diverse dynamics of efforts to integrate national education, Islamic values, and local wisdom in Aceh. However, studies specifically examining the process of strengthening local wisdom through extracurricular activities in integrated Islamic education remain limited. This study aims to deeply examine the transformation of strengthening Acehnese local wisdom through extracurricular activities and reveal the characteristics and advantages of implementing integrated Islamic education in SDITs in Banda Aceh. The study employed a descriptive qualitative approach using a case study method at three Integrated Islamic Elementary Schools (SDIT); SD Islam Al-Azhar Cairo Banda Aceh, SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh, and SDIT Quantum School Aceh. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and document analysis, and were then analyzed using the Miles and Huberman model with triangulation techniques to ensure validity. The results of the study demonstrate that extracurricular activities play a pivotal role in reinforcing and enhancing the values of Aceh's Islamic-based local wisdom. These values include Islamic manners, discipline, unity, responsibility, social awareness, and a love for Aceh's Islamic culture. This transformation occurs contextually through habituation, educators' examples, and direct learning experiences. Additionally, integrated Islamic education in Banda Aceh has developed adaptively and is not homogeneous. Each SDIT has different characteristics and strengths, ranging from integrating technology and memorizing the Qur'an to adopting the multiple intelligences approach. These findings confirm that strengthening local wisdom through extracurricular activities is an effective, sustainable strategy for shaping students' religious and cultural identities. This strategy can be adapted and applied in different contexts without losing the fundamental values of Islam and local wisdom. This makes it relevant for addressing the challenges of basic education in the modern era.
Agama dan Kepribadian Manusia: Kajian Psikologi Agama tentang Religiusitas dan Pembentukan Diri Nurul Izzah; Mifahul Jannah; Salami Mahmud
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 2 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i2.473

Abstract

Tulisan ini membahas hubungan antara agama dan kepribadian manusia dalam perspektif psikologi agama melalui pendekatan kajian pustaka (library research). Fokus utama kajian ini adalah menelusuri bagaimana religiusitas memengaruhi pembentukan diri manusia — baik dari sisi moral, emosional, maupun spiritual. Agama tidak hanya dipahami sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga sebagai kekuatan psikologis yang menata arah hidup, mengendalikan perilaku, serta membentuk keseimbangan kepribadian. Melalui telaah atas pemikiran tokoh-tokoh seperti William James, Gordon Allport, Al-Ghazali, dan Ibnu Miskawaih, kajian ini menemukan bahwa pengalaman spiritual dan internalisasi nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membentuk keutuhan diri, kedewasaan moral, dan kesejahteraan psikologis individu. Di tengah tantangan modernisasi dan krisis identitas yang dihadapi manusia masa kini, religiusitas berfungsi sebagai sumber makna dan mekanisme koping yang membantu individu menghadapi tekanan hidup dengan tenang dan berorientasi nilai. Dengan demikian, psikologi agama menawarkan kerangka konseptual yang kaya untuk memahami bagaimana agama berkontribusi terhadap pembentukan kepribadian yang utuh — sehat secara mental, matang secara moral, dan tenang secara spiritual
ROLE MODEL (USWAH HASANAH) GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN DI SEKOLAH Septimi Hartati Natalia; Miftahul Jannah; Salami Salami
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10785

Abstract

This study explores the vital role of teachers as primary role models, or uswah hasanah, in the process of internalizing moral values ​​in the school environment. The main focus of the study is directed at the influence of educators' personal integrity on the formation of character identity and the overall psychological development of students amidst the dynamics of the modern education ecosystem. This research uses a qualitative approach with a literature review method covering the publication period from 2020 to 2025. The research findings indicate that teachers function as behavioral reference centers through students' natural imitation mechanisms, with concrete exemplary manifestations that include aspects of religiosity, time discipline, democratic communication, and social concern. The success of this character transformation depends heavily on the consistency of program implementation and the synergy of cooperation between schools and parents. Despite several obstacles such as a lack of creative methods and interference from the external environment, educator integrity remains proven to be a far more effective pedagogical instrument than mere theoretical verbal instruction. The main conclusion emphasizes that optimizing the role of teachers as true role models is a fundamental key in building the ethical foundation of the next generation with noble morals. Educators are not only tasked with transferring knowledge, but also building souls through the power of consistent concrete actions to create a dignified and superior quality of national civilization for the sustainable and holistic advancement of Indonesian society. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi peran vital guru sebagai figur teladan utama atau uswah hasanah dalam proses internalisasi nilai moral di lingkungan sekolah. Fokus utama kajian diarahkan pada pengaruh integritas personal pendidik terhadap pembentukan identitas karakter serta perkembangan psikologis siswa secara menyeluruh di tengah dinamika ekosistem pendidikan modern. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang mencakup periode publikasi dari tahun 2020 hingga 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berfungsi sebagai pusat referensi perilaku melalui mekanisme imitasi alami siswa, dengan manifestasi keteladanan konkret yang meliputi aspek religiusitas, kedisiplinan waktu, komunikasi demokratis, serta kepedulian sosial. Keberhasilan transformasi karakter ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi program serta sinergi kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti kurangnya kreativitas metode dan gangguan dari lingkungan eksternal, integritas pendidik tetap terbukti menjadi instrumen pedagogis yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar instruksi verbal teoritis. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi peran guru sebagai role model sejati merupakan kunci fundamental dalam membangun fondasi etika generasi penerus yang berakhlak mulia. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membangun jiwa melalui kekuatan tindakan nyata yang konsisten guna menciptakan kualitas peradaban bangsa yang bermartabat serta unggul bagi kemajuan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dan holistik.  
The Role of Prayer in Facing Life's Pressures from a Religious Psychology Perspective Adi Saputra; Miftahul Jannah; Salami Mahmud
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2026): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v11i1.10183

Abstract

Background: This article investigates the role of prayer as a religious coping strategy within an increasingly complex modern world where rapid social changes, competitive work demands, economic instability, and academic pressures create emotional strain requiring effective stress management mechanisms. Understanding how spiritual practices function psychologically becomes essential as unmanaged pressures evolve into chronic stress disrupting mental health.Method: Utilizing a qualitative library research methodology, this study examines primary and secondary literature including scientific journals and books related to spiritual coping and mental health. Data collection involved searching academic databases using keywords such as prayer, religious coping, and mental health, followed by systematic content analysis involving data reduction, presentation, and conclusion drawing with source triangulation for validity.Results: The findings demonstrate that prayer effectively alleviates emotional pressure through multiple psychological mechanisms including focused attention shifting from stress sources to hope, physiological relaxation responses reducing anxiety, reflective processes, and strengthened patience through spiritual surrender. Prayer builds life meaning and hope by connecting individuals with transcendental power while serving as a multidimensional religious coping strategy encompassing emotional management, meaning construction, and community support. Effectiveness varies according to religiosity levels, concentration quality during prayer, social support availability, practice consistency, and integration with complementary psychological interventions.Conclusion: Prayer constitutes an essential mechanism for facing life pressures through complementary psychological and spiritual pathways. It functions as comprehensive emotional regulation that calms thoughts, enhances mental resilience, and fosters hope. Effectiveness depends upon faith depth, devotional quality, and consistent practice. These findings emphasize the importance of holistic approaches integrating psychological and spiritual dimensions for optimal mental health maintenance in modern challenging environments.
Co-Authors Abdul Manan Abdullah Abdullah Abdussalam Abdussalam Adi Saputra Adi Saputra Agustina, Restika Aisyah Aisyah Aiyub Jamaluddin, Aiyub Jamaluddin AK, Warul Walidin Alfiyanto, Afif Ali Hasan, Nurhayati Amiruddin, Hasbi Anisa Misrida Anton Widyanto Anwaril Hamidy Arias, Ariska Aris Mahfud Ash Shifa Annur Asnidar Asnidar Asyraf Muzaffar Athiyyah Athiyyah Athiyyah, Athiyyah Authar, Tanzil Azizah Azizah Barlinty Isbaaniyaa Baruza Baruza, Barlinty Isbaaniyaa Bayani, Nur Budianti, Yusnaili Cut Nyak Marlina Darwin Darwin Daysra abrar Daysra abrar Dedi Wahyudi Dessi Meifuliardi Dewi Fitriani Dewi, Rini Liana Diana Safitri Diki Saputra Dinar Pratama Diva Datul Isma Edimizwar Elliani, Fetti Ema Pratiwi, Ema Emawati emawati Fadli, Fatmawati Fahruddin Nasution Fajri Chairawati Fajriah Fajriah, Fajriah Fakri Fakri Fatmawati Fadli Fatmawati Fadli Fatmawati Fatmawati Fithriani Gade Fitria, Syiva Habiburrahim Habiburrahim Hafiz, Abdul Hajar, Ibnoel Hayati Hendriyanto Bujangga Hikmah Hikmah Hurul Maknum Ibnoel Hajar Ida Meutiawati Ida Meutiawati Izza, Nadhira Nurul IZZAH, NURUL Jali, Jafalizan Md Juli Andriyani Julijar, Julijar Karjuniwati Karjuniwati, Karjuniwati Khaidir Khaidir, Khaidir Kurniawan, Zeka M Nazarullah M Nur Akhyar M. Ikhwan Maghfirah Maghfirah Mahdhar, Muhammad Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi, Mahdi Mahfud, Aris Maiza Duana Marlina, Cut Nyak Mashuri Maulidia Maulidia Maulidia, Maulidia Meifuliardi, Dessi Mengki, Jias Mifahul Jannah Miftahul Jannah MIFTAHUL JANNAH Miftahul Jannah Miftahul Jannah Miftahul Jannah, Siti Rozaina Kamsani, Nurhazlina Mohd. Ariffin Miftahuljannah Misrida, Anisa Moenawar Moenawar Muchlinarwati Muchlinarwati Muchlinarwati, Muchlinarwati Muhaini, Muhaini Muhammad Furqan Muhammad Furqan Muhammad Furqan, Muhammad Muhammad Hamzah Muhammad Hanif Muhammad Mahdhar Muhammad Ridha Muji Mulia Mujiburrahman Mujiburrahman Mujiburrahman Munir, Masnadi Musanna, Syarifah Musfirah, AM Riska Musfirah, AM. Riska Nasution, Fahruddin Nazarullah, M Nida Jarmita Nova, Vera Nufiar Nufiar Nur Ainiah, Nur Nurbayani Ali Nurbayani Nurbayani Nurdiani Nurdiani, Nurdiani Nurdin, Realita Nurlailan Kandi Nurmanzili Nurmasyitah Nurmasyitah Nurul Fajri Ulfah Nurul Fajri Ulfah Nurul Izzah Nurullah Nurullah Nuryah Nuryah, Nuryah NZ, Adriansyah Olalekan Asashoro Ganiyu Paridon, Paridon Ramadhani, Cut Putri Ramdhani, Dadan Randi Muhammad Gumilang Rasyidah Rasyidah Restika Agustina Rizqa, Sarita Rizqia Ulfa Rohabdo M. Pazlan Sidauru rohmaniyah, vivid Rois, Nur Rosmalita, Rosmalita Safariah, Safariah Safrilsyah Safrilsyah Saiful Akmal Sakdiah Sakdiah Sakdiah Salsabila, Cut Nadia Sehat Ihsan Shadiqin Septimi Hartati Natalia Silahuddin Silahuddin Siti Hajar Sri Hidayati Situ Nuraini Situ Nuraini Sofia Azzahra Sri Handayana Sri Rahmi Supardi Suraiya Suraiya Suriana Suriana Sy. Rohana Syabuddin Syabuddin Gade Syabuddin, Syabuddin Syabudin Gade Syabudin Gade Syamsiar, Syamsiar Syarifah Asma Shafira Syatria Adymas Pranajaya Syibran Mulasi Syiva Fitria Syiva Fitria Tabrani ZA Taufiqurrahman, Ariz Ulfa, Rizqia Ulfah, Nurul Fajri Ulhusni, Syifa Ulva, Salvina Umar bin Abd Aziz Vera Nova Wahyudin Wahyudin Wanty Khaira Warul Walidin Warul Walidin Warul Walidin Warul Walidin Ak Warul Walidin AK Warul Walidin Warul Walidin Warul Walidin Yunita Sari Yunita Sari Yusniar, Yusniar Z., Marwan Zainal Arifin Zilva Zilva Zubaidah Zubaidah R, Zubaidah Zubaidah Zubaidah Zubaili Zubaili, Zubaili Zulfahmi Zulfatmi Zulfatmi Zulfatmi