p-Index From 2021 - 2026
12.071
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Ilmiah Farmasi Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science) Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Indonesian Journal of Biotechnology Global Medical and Health Communication Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Pharmacon INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Public Health of Indonesia Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Jurnal Surya Medika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Majalah Farmaseutik PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) JFIOnline Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Medica Hospitalia Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Jurnal Farmagazine Jurnal Health Sains Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Jurnal Insan Farmasi Indonesia Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Borobudur Pharmacy Review Jurnal Permata Indonesia Sciences of Pharmacy Journal of Global Pharma Technology Borneo Journal of Pharmacy Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Jurnal Sains dan Kesehatan Jurnal Farmasi Galenika Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Journal of Pharmascience
Claim Missing Document
Check
Articles

Antiemetic prophylaxis utilization in cancer patients in a hospital in Yogyakarta Special Region Faridah, Imaniar Noor; Dyah Aryani Perwitasari; Siswandi; Lamhot B Simanjuntak; Suhendra, Gugun; Wulandari, Dewi; Dania, Haafizah; Rizky, Muhammad Arif; Islami, Safira Nur; Fatimah, Salma Auliya
Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Vol 5 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada and Indonesian Pharmacologist Association or Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijpther.14243

Abstract

Chemotherapy is a type cancer treatment that uses anticancer drugs to inhibit cell division and kill cancer cells. Chemotherapy can cause side effect due to normal cells damages. The study aimed to investigate the use of antiemetic prophylaxis as premedication to prevent or reduce side effects on cancer patients undergoing chemotherapy. It was a observational study with retrospective design using medical records data of cancer patients who underwent chemotherapy in a hospital in Yogyakarta Special Region during May – September 2022. The results showed the cancer patients were dominated by women (85.71%) with ages 46-65 yr (63.27%) and stage III cancer (87.76%). There were 18 types of anticancer drugs and the most widely used drugs were doxorubicin 60 mg for the moderate emetogenic category and vinorelbine 37.5 mg for the low emetogenic category. The most widely used premedication regimen was a combination granisetron 3 mg, ondansetron 8 mg, and dexamethasone 10 mg regimen (72.45%). This combination was most often used for the cancer patients with the moderate emetogenic category (39 patients or 49.4%). However, not all the cancer patients undergoing chemotherapy with the low and moderate emetogenic anticancer drugs were administered the premedication. In conclusion, doxorubicin and vinorelbine are the most widely used for cancer patients undergoing chemotherapy in the hospital. In addition, a combination of granisetron, ondansetron, and dexamethasone is widely used as premedication.
The quality of life (QoL) of advanced stage lung adenocarcinoma patients receiving afatinib at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta Bayu Prio Septiantoro; Retno Murwanti; Dyah Aryani Perwitasari; Mustofa
Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada and Indonesian Pharmacologist Association or Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijpther.20381

Abstract

Lung cancer has the highest mortality rate of all cancers. In its advanced stages, this disease is associated with poor survival rates and quality of life. The most common subtype of lung cancer is adenocarcinoma which is frequently associated with mutations in the epidermal growth factor receptor (EGFR), a protein crucialfor cell proliferation. The presence of EGFR mutations plays a key role in targeted therapy using tyrosine kinase inhibitors (TKIs). Afatinib is a second-generation TKI that offers several advantages over the first-generation. Afatinib is effective against complex and uncommon EGFR mutations, making it a commonly usedoption for patients with lung adenocarcinoma. However, afatinib is also associated with a higher incidence of adverse drug reactions (ADRs) compared to other TKIs, which may impact therapeutic outcomes. This study aimed to assess the quality of life (QoL) of advanced lung adenocarcinoma patients with EGFR mutations andthe prevalence of ADRs associated with afatinib treatment at Dr. Sardjito General Hospital in Yogyakarta. The study employed an observational cross-sectional design. Prospective data collection was conducted for two months, from January to February 2025 at the Oncology Department following ethical approval. A totalof 15 patients were enrolled in this study. The most commonly identified ADRs were acne (45%), diarrhea (20%), paronychia (20%), and oral mucositis (15%). The mean QoL scores was 81.38 ± 10.01 for the functional scale, 15.93 ± 8.48 for the symptom scale, and 72.78 ± 19.53 for global health status.
EVALUASI TOKSISITAS HEMATOLOGI AKIBAT PENGGUNAAN 6-MERKAPTOPURIN DALAM FASE PEMELIHARAAN PADA PASIEN PEDIATRI KANKER LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RS KANKER DHARMAIS JAKARTA Isnani, Nazhipah; Perwitasari, Dyah Aryani; Andalusia, Rizka; Mahdi, Haridini Intan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1401

Abstract

Merkaptopurin merupakan obat kemoterapi yang digunakan pada fase konsolidasi dan pemeliharaan pada pasien pediatri kanker leukimia limfoblastik akut (LLA). Merkaptopurin diduga memiliki hubungan erat dengan terjadinya toksisitas pada hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karatekristik pasien, angka kejadian, derajat keparahan dan penatalaksanaan toksisitas serta faktor risiko yang mempengaruhi  terjadinya  toksisitas  hematologi  penggunaan  6-MP  dalam  fase pemeliharaan pada pasien pediatri kanker LLA di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian  ini  dilakukan  dengan  desain  observasional  cross  sectional  dengan mengambil  data  pasien  secara  retrokspetif  dan  prospektif, dengan  subyek penelitian adalah pasien  kanker LLA anak yang berobat di RS Kanker Dharmais Jakarta  dari  tahun 2013 sampai dengan  periode  Maret-April  2014  yang  sedang dalam  fase  pemeliharaan.  Subyek  yang  memenuhi  kriteria  inklusi  adalah 23 pasien.  Pengumpulan  data dilakukan  dengan  melihat  rekam medik  untuk mendapatkan  data  identitas  pasien  dan  data  hematologi.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa  pasien  laki-laki  lebih  banyak  daripada  pasien  perempuan, dengan  usia  paling  banyak  berusia <  10  tahun,  dan  berstatus  gizi  normal  serta paling banyak  dengan  klasifikasi  LLA resiko  tinggi.  Angka  kejadian  toksisitas hematologi anemia paling banyak terjadi sebesar 95,66%. Derajat keparahan pada toksisitas  hematologi  paling  banyak terjadi  pada derajat  1.  Berdasarkan  faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya toksisitas diperoleh bahwa klasifikasi LLA berpengaruh  terhadap terjadinya  leukopenia  [RR=0,289;  interval  kepercayaan 95%:  0,079-1,051].  Penatalaksanaan toksisitas  dilakukan  jika  pasien mengalami anemia dan trombositopenia.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN PEDIATRI LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT DENGAN FEBRILE NEUTROPENIA SELAMA PEMBERIAN KEMOTERAPIDI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA Muliyani, Muliyani; Perwitasari, Dyah Aryani; Andalusia, Rizka; Aisyi, Mururul
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1402

Abstract

Pemilihan  terapi  antibiotika  harus  berdasarkan  hasil  kultur,  pola  resistensi  serta guideline  yang  ada  karena  mikroorganisme  dan  sensitivitasnya  terhadap antibiotika  senantiasa  berubah.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengevaluasi penggunaan  antibiotika  pada  pasien  pediatri  dengan  leukimia  limfoblastik  akut yang  mengalami  febrile  neutropenia  selama  pemberian  kemoterapi  kanker  di RSKD  Jakarta.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  non-eksperimental  dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif di periode bulan  Maret -April 2014.  Data  diambil  dari  rekam  medik  pasien  kemudian  dianalisis  dengan dekskriptif.  Subyek  yang  memenuhi  kriteria  inklusi  adalah  pasien  pediatri  ≤  18 tahun  yang  mengalami  febrile  neutropenia  yang  mendapat kemoterapidan Absolute Neutrophile Count(ANC) <  1500 sel/mm3 Suhu oral ≥ 38,3 °C atau 2-3x terukurnya  suhu  ≥  38°C  selama  lebih  dari  1  jam.  Pengumpulan  data  dilakukan dengan  melakukan  pencatatan  pada   form  pengambilan  data  yang  diambil  dari mediacal record.  Pada penelitian ini terdapat 25 episode pasien pediatri dengan febrile neutropenia  yang sesuai dengan kriteria inklusi. Tingkat keparahan  febrile neutropenia  yang  terjadi  sebanyak  (72  %)  severe,  (24  %)  moderate  dan  (4  %) mild. Penggunaan antibiotik paling banyak cefotaxime (56 %), ceftazidime (28 %) dan berdasarkan hasil kultur (28 %). Keberhasilan terapi antibiotik empirik yang digunakan  (88   %)  dan  kegagalan  terapi  sebesar  (12  %).  Pemilihan  terapi antibiotika  pada  pasien  pediatri  leukimia  limfoblastik  akut  yang  mengalami febrile  neutropenia  sudah  sesuai  dengan  guideline  dan  pola  kuman  di  RSKD Jakarta.Kata Kunci : febrile neutropenia, antibiotika, keberhasilan terapi
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN LEUKEMIA AKUT DEWASA DENGAN FEBRILE NEUTROPENIA SETELAH PEMBERIAN KEMOTERAPI AGRESIF DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA Nurbaety, Baiq; Perwitasari, Dyah Aryani; Andalusia, Rizka
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 2: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i2.1877

Abstract

Pasien dengan penyakit leukemia pada umumnya rentan terhadap infeksi dan apabila terkena infeksi seringkali sulit diatasi. Pemilihan antibiotika harus berdasarkan hasil kultur, pola resistensi serta guideline yang ada karena mikroorganisme dan sensitivitasnya terhadap antibiotika senantiasa berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien dewasa dengan leukemia akut yang mengalami febrile neutropenia setelah pemberian kemoterapi di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data pasien secara retrospektif dan prospektif periode bulan Januari - Mei 2014. Data semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari catatan rekam  medis pasien. Pada penelitian ini terdapat 18 episode febrile neutropenia pada pasien dewasa dengan leukemia akut. Pengggunaan antibiotika empirik monoterapi ditemukan sejumlah 10 episode (55,56%) dan yang terbanyak digunakan adalah sefepim (27,78%) sedangkan penggunaan antibiotika empirik kombinasi ditemukan sejumlah 8 episode (44,44%) dan yang terbanyak adalah kombinasi sefepim dengan amikasin (22,22%). Pada 16 episode (88,89%)  regimen antibiotika yang digunakan telah sesuai dengan guideline terbaru dari IDSA, NCCN dan Panduan  Tatalaksana Febrile Neutropeni / Demam Neutropenia pada Pasien Kanker. Antibiotika empirik yang digunakan sesuai dengan hasil kultur adalah sebesar 66,67%. Durasi antibiotika yang diberikan pada pasien febrile neutropenia adalah 6 sampai 34 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami keberhasilan terapi sebanyak 16 episode (88,89%). 
EVALUASI KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH BANTUL, YOGYAKARTA Adikusuma, Wirawan; Perwitasari, Dyah Aryani; Supadmi, Woro
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 2: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i2.1880

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepatuhan pasien DM tipe 2 di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional crossectional dengan mengambil data pasien secara prospektif selama periode Oktober-Desember 2013. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yang telah menerima antidiabetik oral minimal 6 bulan terapi sebelum pengukuran kepatuhan. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 56 pasien diabetes melitus tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 24 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 32 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS) untuk mengukur kepatuhan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan antara monoterapi dan kombinasi terapi berbeda signifikan (p>0,05). Pada faktor karakteristik hanya jenis kelamin yang berpengaruh terhadap kepatuhan  [RR=0,463; interval kepercayaan 95%: 0,202-1,062]  
Proportion and Factors Predicted Self- Medication in Elderly Population in Yogyakarta Sari, Andriana; Supadmi, Woro; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i1.3025

Abstract

Pharmacists should give more attention in giving pharmaceutical care services to the elderly patients, because the decrease of physiological function could result more drug related problems. Currently, elderly patients are interesting to do self- medication before visiting the physician. Thus, our study was aimed to understand  the proportion of elderly patients who are interesting to do the self-medication and to explore the factors predicted self-medication behavior. This study was carried out by cross-sectional design. Data was collected by doing interview and giving questionnaire to the 544 elderly patients in the pharmacies of YogyakartaProvince which were chosen by proportional area sampling method. Data was analyzed descriptively and using the chi square test to understand factors which could be influenced self medication behavior. Most of the patients choose to do the self medication (63.6%) rather than directly went to the physician (36.4%).  There were 3 predictors of self medication behavior in our study, which were occupation, income and type of disease with the RR were; 0.823 (95% CI:0.7010.965), 1.433 (95% CI:1.173-1.751) and 1.027 (95% CI: 1.059-1.376), respectively.The occupation, income and chronic disease could predict of self medication behavior in elderly patients.
Studi Pharmacovigilance Obat Herbal Di Puskesmas Kasihan II Bantul Mahdi, Nur; Perwitasari, Dyah Aryani; Kertia, Nyoman
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 13 No. 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5744

Abstract

Kejadian Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) dari obat-obat herbal merupakan hal yang masih jarang diteliti di Indonesia. Gaya hidup kembali ke alam menjadi cukup popular saat ini, sehingga masyarakat kembali memanfaatkan berbagai bahan alam, termasuk pengobatan dengan tumbuhan obat atau herbal. Dengan meningkatnya penggunaan obat herbal di Indonesia, maka diperlukan pemantauan keamanan pada obat-obat herbal.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kausalitas kejadian ROTD serta mengetahui kualitas hidup pasien yang mendapatkan resep obat herbal. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional deskriptif, pengambilan data secara consecutive sampling secara prospektif. Pengambilan data selama dua bulan saat penelitian berlangsung, setelah itu dianalisis kejadian ROTD dan tanpa ROTD serta dinilai kualitas hidup pasien. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis adalah algoritma Naranjo dan kuesioner SF-36. Hasil wawancara kepada 25 subyek penelitian pada pengamatan prospektif dan retrospektif, subyek yang melaporkan adanya kejadian ROTD sebanyak 3 subyek (12%). Sebanyak 2 subyek dengan kategori possible (mungkin) dan 1 subyek dengan kategori probable (cukup mungkin). ROTD yang muncul adalah gatal-gatal, nyeri pinggang, mual, ngantuk dan dada berdebar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kejadian ROTD pada pasien yang diberikan terapi herbal, gambaran kausalitas kejadian ROTD adalah kategori possible dan probable. Kata kunci: pharmacovigilance, reaksi obat yang tidak dikehendaki, obat herbal.
KUALITAS HIDUP POPULASI NORMAL DI KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN KUISIONER SF-36 Sabaan, Wahid; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 13 No. 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7777

Abstract

Kualitas hidup yang baik ditemukan pada seseorang yang dapat menjalankan fungsi dan perannya dalam kehidupan sehari-hari dengan baik, sesuai tahap perkembangannya di masyarakat. Kondisi sosial budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta antara lain meliputi kependudukan, tenaga kerja, transmigrasi, kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan yang berbeda-beda. Hal ini yang mengakibatkan perbedaan kualitas hidup di setiap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pada populasi normal di kota Yogyakarta, dan pengaruh karakteristik masyarakat terhadap  kualitas hidup pada populasi normal di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional, pengambilan sampel secara purposiv pada populasi normal di kota Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian mengunakan kuesioner SF-36. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariate. Penelitian ini diikuti oleh 400 orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata domain kualitas hidup SF-36 adalah fungsi fisik 91,21 (SD=12,09), peranan fisik 84,18 (SD=29,05), keterbatasan peranan emosi 84,04 (SD=29,84), fatigue/ vitalitas 69,43 (SD=16,14), kesehatan mental 75,20 (SD=15,35), fungsi sosial 73,11 (SD=20,71), nyeri 76,79 (SD=18,31), dan kesehatan umum 71,69 (SD=12,18). Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada kualitas hidup berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan, status pernikahan pada kuisioner SF-36. Terdapat hubungan signifikan antara karakteristik (usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, status pernikahan) dengan kualitas hidup. Berdasarkan pengukuran kusioner SF-36 menunjukkan domain  fungsi fisik dipengaruhi oleh usia; domain keterbatasan peran emosi, dan  kesehatan mental, dipengaruhi karakteristik status pernikahan. Terdapat hubungan dan pengaruh karakteristik masyarakat terhadap kualitas hidup populasi normal di kota Yogyakarta.
HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG PENYAKIT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Ra fi'ah, Naili; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 14 No. 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v14i1.9830

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terjadi karena adanya resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Insidensi DMT2 mencapai 90-95% dari penyakit diabetes mellitus secara  umum. Adanya komplikasi yang menyertai DMT2 dapat membahayakan jiwa dan menurunkan kualitas hidup. Persepsi pasien tentang penyakit juga dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, penilaian terhadap persepsi dengan kualitas hidup pasien DMT2 dengan komplikasi sangat penting karena kualitas hidup yang menurun akibat persepsi tentang penyakit yang buruk dapat memperparah penyakit dan menyebabkan kematian. Untuk mengetahui hubungan persepsi pasien dengan kualitas hidup DMT2 dengan komplikasi yang dinilai dengan menggunakan kuesioner Short Form 36 (SF-36) dan Brief Illness Perceptions Questionnaire (B-IPQ). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data secara prospektif pada pasien DMT2 dengan komplikasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner SF-36 dan kuesioner persepsi B-IPQ. Pada penelitian ini dilakukan uji validasi pada kuesioner Sf-36. Analisis data  dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji regresi linear multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domain konsekuensi, durasi, identitas dan respon emosi pada kuesioner persepsi B-IPQ berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien DMT2. Hasil tersebut didasarkan pada analisis regresi linear dengan metode stepwise yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara domain persepsi tentang penyakit (B-IPQ) dengan domain kualitas hidup (SF-36) yaitu domain fungsi fisik (p = 0,014), keterbatasan peranan emosi (p = 0,002), keterbatasan peranan emosi (p = 0,003),  fatigue (p = 0,000), kesehatan mental (p = 0,000), fungsi sosial (p = 0,002), nyeri (p = 0,008) dan kesehatan umum (p = 0,000). Ada hubungan bermakna antara persepsi tentang penyakit dengan kualitas hidup pada pasien DMT2 dengan komplikasi. Penelitian ini dapat menjadi dasar kepada seluruh tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, intervensi klinis serta pemahaman pasien terkait penyakit DMT2 dengan komplikasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. 
Co-Authors Abdi Wira Septama Adi Wira Septama Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan, Adnan Adriyanto Rochmad Basuki Agung Permata Ahmad Azrul Zuniarto Ahmad Azrul Zuniarto Aisyi, Mururul Ajeng Diantini Ajeng Diantini Ambarwati, Sindy Cisna Anak Agung Gede Sugianthara Ananda Muhammad Naafi Ananda Muhammad Naafi, Ananda Muhammad Andalusia, Rizka Andriana Sari Andriana Sari Andriana Sari Andriana Sari Angella, Widi Anggraeni Permatasari Anisa Nova Puspitaningrum Anisa Nova Puspitaningrum Annisa Annisa Awalia Rahma MH Sibadu Ardan Kensanovanto Arief Muttaqien Arief Rahman Afief Arifin, Bustanul Ariska Wigatiningtyas Athika Darumas Putri Aulia Rahman B Simanjuntak, Lamhot Baiq Adelina Atbam Munawwarah Baiq Nurbaety Bambang Purwoko Barkah Djaka Purwanto Barkah Djaka Purwanto Baroroh, Faridah Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Tri Murti Berry H Putra Boisi, Cici Feronika Bramadi Arya Bustanuddin As Suaidy Bustanul Arifin Bustanul Arifin Candradewi, Susan Fitria Cheung, Rocky Cut Fatia Ulfa Cut Fatia Ulfa Damayanti, Elok Dania Haafizah Darwis Darwis darwis darwis, darwis Denys Chichi Kusumastuti Desi Kusumawati, Desi Desty Kusumaningsih Dewi Wulandari Dewi Wulandari Dewi, Masita Sari Dian Prasasti Dian Prasasti Dias Ananda Sulistya Didi Rohadi Didik Setiawan Didik Setiawan Dwi Utami Dyah Aryani, Perwitasari Eka Wuri Handayani Elli Nur Hayati Endang Darmawan Endang Darmawan Endang Darmawan Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Esty Elvinda Farah Bidara Farida, Imaniar Noor Faridah Baroroh Faridah, Imaniar Fatimah Sri Kurniawati Fatimah, Salma Auliya Fatkhiya, Musa Fitri Febriana, Sri Awalia Febriana, Sri Awalia Fitri Nur Mahmudah Fredrick Dermawan Purba Gina Noor Djalilah Gugun Suhendra Gugun Suhendra Gurning, Sri Handayani Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Hadiq, Shabran Handayani, Eka Wuri Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Hasniah Hasniah Hazena Misgi Damayanti, Hazena Misgi Hendrik Hendrik Hendy Ristiono, Hendy Hendy, Ristiono Herjanti Ratnawiningsih Herjanti Ratnawiningsih Herjuna Hardiyanto Herlina, Tetie Hidayah Karuniawati Ikrimah Nisa Utami Imaniar Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Intan Fatah Kumara Irma Risdiana Irma Risdiana Irma Risdiana, Irma Iskak, Iskak Islami, Safira Nur Jamhari Jamhari Jarir At Thobari Juwita, Dina Ratna Kania Agustina Kaptein, A.A Khuluq, Husnul Kiki Lukman Kintoko, Kintoko Kodriati, Nurul Kuluq, Muhammad Husnul Kurniawan, Nurcholid Umam Kurniawati, Fatimah Sri Kurniyati, . Kurniyati, . Lalu M Irham Lalu Muhammad Irham Lamhot B Simanjuntak Lamhot B Simanjuntak Lamhot B Simanjuntak Lestari, Mardiana Puji Lianawati Lianawati Like Efriani Lisza Niarisessa Lutfi Sukma Pratiwi Luthfiah Luthfiah M Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman Made Ary Sarasmita Mahdi, Haridini Intan Maliza, Rita Marwin Marwin Marwin Marwin Masita Sari Dewi Meki Pranata Melinda Widianingrum Melinda Widianingrum Melodia Rezadhini Melodia Rezadhini Menit Ardhiani Menit Ardhiani Muamala, Anisa Muh. Deni Kurniawan Muhammad AR Saputra Muhammad Ardhani Muhammad Dwi Suprobo Muhammad Fathurrahman Muhammad Thesa Ghozali Mukti A Berlian Muliyani Muliyani Muliyani Muliyani Muliyani, Muliyani muliyani, muliyani muliyani Mulyani, Sri Mumfasiroh Saputri Mururul Aisyi Mururul Aisyi mustika muthaharah Mustika Muthaharah Mustofa Mustofa muthaharah, mustika Mutmainnah Siradjuddin Muttaqien, Arief Nabial Chiekal Gibran Nabilah Nabilah Nabilah Nabilah Nadia Utami Noor Naili Ra fi&#039;ah Nanik Sulistyani Nasriyah, Chotijatun Nazhipah Isnani Nguyen, Thang Ni Made Ary Sarasmita Nidia Yuni Lestari Nidia Yuni Lestari, Nidia Ninda Sari Wahyuningtyas Noerhidayati, Elly Novi Milasari Novitasari, Putri Rachma Nuni Ihsana Nur Aida Nur Azizah Nur Mahdi Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurcholid Umam Nurcholid Umam Kurniawan Nurcholid Umam Kurniawan Nurcholid Umam, Nurcholid Nurfadilasari, Ulfa Mustofa Nurkhasanah Mahfudh Nurkhasanah Mahfudh Nurul Kodriati Nyoman Kertia Oni Yulianta Wilisa P.D. Pratiwi Pendicho Eko Yuliyanto Pradika, Jaka Pradipta, Indra Prasandhya Astagiri Yusuf Prasasti, Dian Pratama, Kharisma Pratiwi, P.D. Purwanto, Barkah Djaka Puspitaningrum, Anisa Nova Putri Pertiwi Qarriy 'Aina Urfiyya Qarriy Aina Urfiyya Ra fi'ah, Naili Ra fi'ah, Naili Rachma Greta Putri Ratu Matahari Ratu Matahari Retno Murwanti Reza Aditya Nugroho Rezadhini, Melodia Riana Prastiwi Handayani Rini, Vina Angga Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rizka Novia Atmadani Rizky, Muhammad Arif Robi’ah Adawiyah Rocky Cheung Rocky Cheung Rocky Cheung RR. Ella Evrita Hestiandari Rr. Erni Kusuma Putri Sabaan, Wahid Sabaan, Wahid Saidah Rauf Santoso, Setiyo Budi Sari, Tri Purma Satibi Satibi Sawitri Sawitri Sawitri Sawitri Septiantoro, Bayu Prio Setiyati Jatiningsih Simanjuntak, LB Sindy Cisna Ambarwati Siswahyudianto Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi, Siswandi Siti Pandanwangi Siti Pandanwangi Siti Urbayatun Solikhah Sri Awalia Febriana Sri Handayani Gurning Sri Mulyani Suhendra, Gugun Suin Rina Dewi Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supadmi, Woro Woro Supadmi Susan Fitri Candradewi Susan Fitri Candradewi Susan Fitria Candradewi Susilo, Rinto Suwijiyo Pramono Syifa Imelda Teguh Uji Sungkowo Tomi . Triantoro Safaria Triantoro Safaria Tuty Lia Syahfitri Ully Adhie Mulyani Ully Adhie Mulyani Vicryanto Halid Vina Angga Rini Wahyu Rahmatulloh Wahyu Widyaningsih Wahyudi, Andrey Wilisa, Oni Yulianta Wilisa, Oni Yulianta Wirawan Adikusuma Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Wulandari, D Yeni Alfiana Ratnasari Yudha Rizky Nuari Yuli Rachmawati Yuli Rachmawati Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain