p-Index From 2021 - 2026
12.071
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Ilmiah Farmasi Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science) Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Indonesian Journal of Biotechnology Global Medical and Health Communication Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Pharmacon INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Public Health of Indonesia Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Jurnal Surya Medika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Majalah Farmaseutik PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) JFIOnline Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Medica Hospitalia Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Jurnal Farmagazine Jurnal Health Sains Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Jurnal Insan Farmasi Indonesia Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Borobudur Pharmacy Review Jurnal Permata Indonesia Sciences of Pharmacy Journal of Global Pharma Technology Borneo Journal of Pharmacy Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Jurnal Sains dan Kesehatan Jurnal Farmasi Galenika Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Journal of Pharmascience
Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT PADA BAWANG MERAH DI KABUPATEN KULON PROGO Prasasti, Dian; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 2 : September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v14i2.11236

Abstract

Di Indonesia pestisida organofosfat banyak digunakan pada tanaman buah dan sayuran seperti bawang merah. Pestisida organofosfat mengalami translokasi ke seluruh bagian tanaman sehingga residu pestisida organofosfat dapat tertinggal di umbi bawang merah yang dikonsumsi oleh masyarakat. Di Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY, pestisida organofosfat banyak digunakan terutama oleh petani bawang merah. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional dan experimental. Sampel bawang merah diambil dari 10 petani yang tersebar di Kabupaten Kulonprogo. Kuisioner dibagikan kepada petani mengenai jenis pestisida yang digunakan dan waktu diaplikasikan oleh petani serta frekuensi penggunaan pestisida. Penentuan kadar organofosfat dilakukan dengan melakukan proses ekstraksi bawang merah dengan aseton, diklorometan, dan petroleum benzena kemudian dianalisis menggunakan kromatografi gas. Pestisida organofosfat yang diuji residunya adalah diazinon, parathion, ethion, profenofos, malation, dan klorpirifos. Hasil dari kuisioner kepada petani bawang merah, pestisida organofosfat yang digunakan adalah pestisida dengan bahan aktif profenofos dan klorpirifos dengan rata-rata penggunaan 0,5% (v/v) sekali penyemprotan. Hasil analisis residu pestisida organofosfat menunjukkan bahwa sampel bawang merah dari 1 petani mengandung diazinon dengan kadar rata-rata 1,97 ppb. Residu pestisida pada bawang merah dari 9 petani menunjukkan hasil tidak terdeteksi untuk pestisida diazinon, parathion, ethion, profenofos, malation dan klorpirifos. Batas deteksi  (LOD) untuk metode analisis pestisida organofosfat yang digunakan adalah diazinon 3,7 ppb, parathion 6,4 ppb, ethion 4,3 ppb, profenofos 4,8 ppb, malathion 1,24 ppb, dan klorpirifos 0,83 ppb.
ANALISIS COST OF ILLNESS DAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN STEVENS JOHNSON SYNDROME DAN TOXIC EPIDERMAL NECROLYSIS DARI PERSPEKTIF RUMAH SAKIT DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Darwis, Darwis; Perwitasari, Dyah Aryani; Febriana, Sri Awalia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i1.14642

Abstract

Stevens-Johnson Syndrom (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) merupakan suatu reaksi hipesensitivitas akut ditandai dengan nekrosis kutaneus dan masuk 10 besar efek samping terbanyak yang dilaporkan di Indonesia sebesar 3%. Banyaknya terapi dan lama perawatan diRumah sakit berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan. Tujuan dari penelitian inia adalah mengetahui cost of illness dan perbandingan lama rawat inap pada pasien SJS dan TEN akibat penggunaan obat dari perspektif rumah sakit. Design penelitian iniadalah cross sectional study dengan pengambilan data retrospektif. Data yang diambil adalah pasien yang terdiagnosa SJS dan TEN akibat penggunaan obat dan menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama periode tahun 2014-2018 sesuai kreteria inklusi daneksklusi. Sebanyak 48 pasien dilibatkan dengan diagnosa SJS sebanyak 41 pasien dan TEN sebanyak 7 pasien. Rata-rata total biaya pasien SJS sebesar Rp. 16.546.233,0224±16.091.819,01889, sedangkan untuk pasien TEN sebesar 14.356.586,2086 ± 6.645.740,75924. Rata-rata lama rawat inap pasien SJS (12,66±5,77 hari) dan TEN (13,29±3,03 hari). Tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata total biaya dan lama rawat inap antar pasien SJS dan TEN dimana nilai p > 0,05. SJS dan TEN tidak terdapat perbedaaan signifikan tetapi dapat menjadi beban biaya cukup tinggi dan peningkatan durasi lama rawat inap bagi pasien.
ANALISIS BIAYA SAKIT PERSPEKTIF MASYARAKAT PADA PENDERITA DRESS (Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptoms) DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Fatkhiya, Musa Fitri; Perwitasari, Dyah Aryani; Febriana, Sri Awalia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.15928

Abstract

Penyakit akibat induksi obat merupakan suatu efek yang tidak diinginkan  yang dapat menyebabkan mortalitas maupun morbiditas. Reaksi pada kulit yang mungkin muncul dapat berupa efek ringan hingga berat seperti Severe Cutaneous Adverse Reaction (SCAR) sehingga memerlukan perhatian khusus. SCAR bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga menjadi beban keuangan yang signifikan untuk individu yang terkena dampak. Salah satu variasi SCAR yang memiliki periode latensi yang panjang adalah DRESS (Drug Reaction With Eosinophilia and Systemic Symptom). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata biaya medis langsung, biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung pada pasien DRESS. Pengambilan data dalam penelitian ini secara cohort retrospective di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2015-2018 pada pasien DRESS akibat induksi NSAID, antibiotik, antikonvulsan, antiretroviral, antituberkulosis berdasarkan data rekam medis, data akuntansi serta CRF. Hasil data dianalisis secara deskriptif dengan Microsoft office excel. Rata-rata biaya medis langsung rawat inap sebesar Rp. 11.643.405 dengan komponen biaya tertinggi adalah biaya obat (31%),  biaya tindakan medis (27%), biaya laboratorium (24%), biaya akomodasi (15%) dan biaya lainnya (3%). Biaya rawat jalan  sebesar Rp. 1.027.894 dengan komponen tertinggi yaitu biaya tindakan medis (39%), biaya laboratorium (36%), biaya obat (14%), biaya lainnya (6%) dan terendah adalah biaya transportasi (5%). Rata-rata biaya non medis langsung sebesar Rp 491.035 dan biaya tidak langsung adalah sebesar Rp. 1.675.369 yang merupakan biaya loss income. Biaya medis langsung merupakan biaya tertinggi dibandingkan biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung.
ASSOCIATION OF APPROPRIATNESS ANTIBIOTIC PRESCRIPTION WITH CLINICAL IMPROVEMENT IN CAP BASED ON Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) Kurniawati, Fatimah Sri; Perwitasari, Dyah Aryani; Risdiana, Irma
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 1: Maret 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i1.19561

Abstract

Terapi utama pada pneumonia adalah antibiotika. Tingginya peresepan antibiotika berpeluang menimbulkan ketidaktepatan pemakaian antibiotika yang dapat menimbulkan Drug Related Problems (DRPs) dan memberikan dampak negatif pada perbaikan klinis pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketepatan peresepan antibiotika dengan perbaikan klinis pada pasien pneumonia rawat inap di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Rancangan penelitian observasional analitik dengan studi cohort retrospektif, dimana kriteria inklusi merupakan pasien dewasa pneumonia komunitas atau Community Acquired Pneumonia (CAP) rawat inap yang mendapatkan terapi antibiotika dan kriteria eksklusi pasien memiliki infeksi lain selain pneumonia, pasien dengan gangguan imunitas (immunocompromised), pasien dengan penyakit penyerta berupa keganasan pada paru atau saluran napas dan pasien meninggal <72 jam selama perawatan di rumah sakit. Data diambil dari rekam medik (RM) periode Januari-Desember 2019. Subyek penelitian diperoleh 72 sampel. Analisis penelitian menggunakan uji Chi Square untuk meneliti hubungan ketepatan peresepan antibiotika berdasarkan tools Pharmaceutical Care Network Europe(PCNE) dengan perbaikan klinis. Perbaikan klinis yang diamati meliputi frekuensi pernapasan, suhu, dan jumlah leukosit. Hasil penelitian terdapat 29,2% peresepan antibiotika tepat dan 70,8% tidak tepat. Sebanyak 54,2% mengalami perbaikan jumlah leukosit, 83,3% mengalami perbaikan RR, dan 65% mengalami perbaikan suhu. Nilai signifikansi pada jumlah leukosit p=0,000, pada perbaikan RR p=0,014, dan pada perbaikan suhu p=0,098. Ketepatan peresepan antibiotika berhubungan secara signifikan terhadap perbaikan klinis jumlah leukosit dan RR dengan nilai p ≤ 0,05. Ketepatan peresepan antibiotika dengan perbaikan klinis suhu tidak didapatkan hubungan yang bermakna.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENERAPAN CLINICAL PATHWAY PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG Gurning, Sri Handayani; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 1: Maret 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i1.20060

Abstract

Persalinan secara sectio caesarea semakin meningkat di Indonesia. Pelayanan medis dan terapi pada pasien sectio caesarea yang bervariasi dapat menimbulkan outcome terapi yang berbeda-beda yang dapat mempengaruhi biaya perawatan dan lama rawat inap pasien sehingga perlu adanya penerapan clinical pathway karena dapat meminimalkan biaya perawatan dan menurunkan lama rawat inap pasien di rumah sakit. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian penerapan clinical pathway dan efektivitas biaya penerapan clinical pathway pada pasien sectio caesarea di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Rancangan penelitian berupa deskriptif analitik retrospektif dan jenis penelitian farmakoekonomi yaitu analisis efektivitas biaya pada pasien rawat inap sectio caesarea dengan perspektif rumah sakit (provider). Pada penelitian ini, sampel yang diperoleh dilakukan analisis kesesuaian penerapan clinical pathway berdasarkan kriteria-kriteria yang terdapat pada clinical pathway rumah sakit sehingga diperoleh kelompok sesuai dan tidak sesuai clinical pathway. Data yang diambil pada sampel adalah biaya medis langsung dan length of stay pasien sectio caesarea pada periode Januari-Juni 2019 kemudian dilakukan analisis efektivitas biaya penerapan clinical pathway dengan parameter Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Terdapat 74 pasien yang masuk dalam subyek penelitian. Jumlah pasien yang sesuai clinical pathway 1 pasien (1,35 %) dan yang tidak sesuai clinical pathway sebanyak 73 pasien (98,65 %). Rata-rata biaya medis langsung pada kelompok sesuai Rp 20.544.809 dan kelompok tidak sesuai clinical pathway Rp 14.316.469 serta diperoleh ICER sebesar Rp 8.304.453/hari. Disimpulkan bahwa penerapan clinical pathway sectio caesarea di RSUD Sele Be Solu dapat menambah biaya sebesar Rp 8.304.453/hari tiap penambahan satu hari length of stay.
Direct medical cost of metformin and metformin-glimepiride in type 2 diabetes mellitus patients Sulastri, Sulastri; Hadiq, Shabran; Supadmi, Woro; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i2.21588

Abstract

Diabetes mellitus (DM) requires long-term therapy. Selection of the right therapy was very important to provide optimal results at an affordable cost. One of the main standards of oral antidiabetic therapy prescribed for type 2 DM (T2DM) is metformin, either alone or in combination therapy. The purpose of this study was to describe the direct medical costs in type 2 DM patients between metformin and metformin-glimepiride therapy. This research was an observational and descriptive. Demographic and clinical data were taken prospectively from the complete medical records of data patients with the main diagnosis of DM who fulfilled the inclusion criteria in the period January 2019–November 2020 at RSU Nene Mallomo Sidenreng Rappang, South Sulawesi and the two Public Health Centers namely Puskesmas Galur. II and Panjatan II Kulon Progo Yogyakarta. Cost data includes total medical costs from the hospital/ healthcare perspective (cost of drugs, doctor's services and checkups, fees for checking Fasting Blood Glucose/ Gula darah Puasa (GDP) and Blood Glucose Level While/ Gula Darah Sewaktu (GDS)) and total costs from the Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)/ payer perspective (INA-CBG's rates) were covered by insurance. The results showed that the average direct medical costs at the hospital and the two Public Health Centers respectively were metformin therapy in IDR (Indonesian Rupiah) namely IDR 120.736 and IDR 9.072,- and metformin-glimepiride therapy of IDR 126.298,- and IDR 18.634,-. It can be concluded that the average direct medical cost of metformin therapy is lower than metformin-glimepiride therapy.
Cost-effectiveness analysis of metformin and metformin-glimepiride in patients with type 2 diabetes at nene mallomo sidrap general hospital Hadiq, Shabran; Supadmi, Woro; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i2.21608

Abstract

Metformin and metformin-glimepiride are cost-effective therapy options and are most commonly prescribed to treat type 2 diabetes mellitus (DM). This study aims to determine the cost-effectiveness of using metformin and metformin-glimepiride in patients with type 2 DM at Nene Mallomo Sidenreng Rappang General Hospital. This analytical descriptive observational research employed a retrospective cohort design. The data of type 2 DM patients, new and old patients, were obtained from the medical record unit. The target population was data of outpatients for the period January-December 2019. The parameter of the therapeutic effectiveness is the random blood sugar levels of the patients after receiving treatment. The data on cost from the hospital perspective were obtained from the administration and finance unit. Cost-effectiveness analysis employed calculations of the average cost-effectiveness ratio (ACER) and the incremental cost-effectiveness ratio (ICER). Meanwhile, the risk ratio (RR) employed the analytical chi-squared method to determine the relationship between the two types of therapies and their effectiveness. This study has revealed that 30 patients met the inclusion criteria; 14 patients received metformin therapy and 16 patients received metformin-glimepiride therapy. Metformin therapy is more effective (64.29%) and more costly (IDR120,736). The metformin's ACER value is 1877.99, and its ICER value is -3107.26. The cost-effectiveness analysis has revealed that metformin therapy is more cost-effective than metformin-glimepiride therapy. Meanwhile, the chi-squared analysis has discovered no relationship between the two therapies and their effectiveness. The RR value of 1.080 concludes that metformin has 1.080 as much therapeutic effectiveness as the metformin-glimepiride.
Validity and reliability of the Indonesian Version of HIV-KQ-18 in assessing public knowledge about HIV/AIDS in the special region of Yogyakarta Kurniawan, Muh. Deni; Arifin, Bustanul; Rokhman, M. Rifqi; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i2.22107

Abstract

An assessment of public knowledge about HIV/AIDS is necessary for the development of educational strategies and materials. A valid and reliable instrument is needed to obtain comparable assessment of public knowledge about HIV/AIDS from time to time. This research study aims to determine the validity and reliability of the Indonesian version of HIV-KQ-18 in assessing public knowledge about HIV/AIDS in the Special Region of Yogyakarta. This research study used a cross-sectional design with the inclusion criteria being people living in Yogyakarta who were at least 18 years old and the exclusion criteria being respondents who did not fill out the instrument completely and did not fill out duplicate forms from the same respondent. The instrument was analyzed using product-moment correlation and known-group validity, while its reliability was tested using Kuder-Richardson Formula 20 (KR20). The total number of respondents as the subjects in this research study was 305. The results of the validity test of the HIV-KQ-18 obtained an r-xy value from 0.177-.564, greater than r-table (0.112), and the HIV-KQ-18 instrument exhibited high reliability with a KR20 value of 0.763. The test of known-groups validity showed that there were significant differences in all groups tested, except for the group based on age. The HIV-KQ-18 is a valid and reliable instrument and it can be used to assess public knowledge about HIV/AIDS in the Special Region of Yogyakarta.
Quality of life of dengue patients in Panembahan Senopati regional general hospital Wigatiningtyas, Ariska; Perwitasari, Dyah Aryani; Faridah, Imaniar Noor; Dania, Haafizah; Supadmi, Woro
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i2.22509

Abstract

Yogyakarta is one of the top 10 cities with the highest number of dengue cases in Indonesia. One of the reasons for this is the lack of knowledge about the dengue virus in the community. To find out the quality of life of dengue patients in the Bantul Penembahan Senopati Public Hospital.This research uses the descriptive method with a cross-sectional design. The sampling technique utilized was the purposive sampling method. 18 research subjects were chosen as the sample with an inclusion criteria of patients undergoing inpatient treatment and aged > 4 years of age. This study used the EQ-5D-5L and EQ-5D-Y.The quality of life of 70% of the adult patients experienced pain of EQ-VAS 67 ± 17.191, while all child patients experienced pain of EQ-VAS 54.375 ± 11.783. The quality of life of dengue patients was measured with the EQ-5D-5L for adults and EQ-5D-Y for children and obtained a poor score due to a decrease in the dimension of pain felt and the usual activities done such as working, studying, and playing.
Integration of genomic databases and bioinformatic approach to identify genomic variants for sjogren’s syndrome on multiple continents Puspitaningrum, Anisa Nova; Perwitasari, Dyah Aryani; Adikusuma, Wirawan; Djalilah, Gina Noor; Dania, Haafizah; Maliza, Rita; Faridah, Imaniar Noor; Sarasmita, Made Ary; Rezadhini, Melodia; Cheung, Rocky; Irham, Lalu Muhammad
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i2.23706

Abstract

An autoimmune disorder is an abnormality that causes a disease. It is caused by a weakened immune system. One of the autoimmune diseases is Sjogren’s syndrome, which affects the salivary and lacrimal glands and causes dry mouth, dry eyes, and dry skin. Sjogren’s syndrome influences humans of every age, with the symptoms occurring at the age of 45–55 years and rarely in children. One of the factors causing Sjogren’s syndrome is genetic disorders. To identify genes that can influence Sjogren’s syndrome in this study, we used several databases, including GWAS Catalog, HaploReg Version 4.1, GTEX portal, and Ensembl, particularly to identify the gene expression profiles of TNIP1, TNFAIP3, and IRF5 and the quantitative properties of locus’ expression. This research showed that the missense variants and splice donor rs2233290, rs2230926, and rs2004640 influenced the susceptibility of autoimmune diseases, especially Sjogren’s syndrome, in the fibroblast tissue, sigmoid tissue, sigmoid colon, skin, esophagus, and adrenal glands. The allele frequency of each variant was then assessed in African, American, European, and Asian populations. Our data showed that TNIP1, TNFAIP3, and IRF5 genes in African and American populations had higher frequencies than in the Asian population. This implies that the last of the aforementioned populations might be relatively susceptible to the autoimmune disease Sjogren’s syndrome.
Co-Authors Abdi Wira Septama Adi Wira Septama Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan, Adnan Adriyanto Rochmad Basuki Agung Permata Ahmad Azrul Zuniarto Ahmad Azrul Zuniarto Aisyi, Mururul Ajeng Diantini Ajeng Diantini Ambarwati, Sindy Cisna Anak Agung Gede Sugianthara Ananda Muhammad Naafi Ananda Muhammad Naafi, Ananda Muhammad Andalusia, Rizka Andriana Sari Andriana Sari Andriana Sari Andriana Sari Angella, Widi Anggraeni Permatasari Anisa Nova Puspitaningrum Anisa Nova Puspitaningrum Annisa Annisa Awalia Rahma MH Sibadu Ardan Kensanovanto Arief Muttaqien Arief Rahman Afief Arifin, Bustanul Ariska Wigatiningtyas Athika Darumas Putri Aulia Rahman B Simanjuntak, Lamhot Baiq Adelina Atbam Munawwarah Baiq Nurbaety Bambang Purwoko Barkah Djaka Purwanto Barkah Djaka Purwanto Baroroh, Faridah Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Tri Murti Berry H Putra Boisi, Cici Feronika Bramadi Arya Bustanuddin As Suaidy Bustanul Arifin Bustanul Arifin Candradewi, Susan Fitria Cheung, Rocky Cut Fatia Ulfa Cut Fatia Ulfa Damayanti, Elok Dania Haafizah Darwis Darwis darwis darwis, darwis Denys Chichi Kusumastuti Desi Kusumawati, Desi Desty Kusumaningsih Dewi Wulandari Dewi Wulandari Dewi, Masita Sari Dian Prasasti Dian Prasasti Dias Ananda Sulistya Didi Rohadi Didik Setiawan Didik Setiawan Dwi Utami Dyah Aryani, Perwitasari Eka Wuri Handayani Elli Nur Hayati Endang Darmawan Endang Darmawan Endang Darmawan Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Esty Elvinda Farah Bidara Farida, Imaniar Noor Faridah Baroroh Faridah, Imaniar Fatimah Sri Kurniawati Fatimah, Salma Auliya Fatkhiya, Musa Fitri Febriana, Sri Awalia Febriana, Sri Awalia Fitri Nur Mahmudah Fredrick Dermawan Purba Gina Noor Djalilah Gugun Suhendra Gugun Suhendra Gurning, Sri Handayani Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Hadiq, Shabran Handayani, Eka Wuri Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Hasniah Hasniah Hazena Misgi Damayanti, Hazena Misgi Hendrik Hendrik Hendy Ristiono, Hendy Hendy, Ristiono Herjanti Ratnawiningsih Herjanti Ratnawiningsih Herjuna Hardiyanto Herlina, Tetie Hidayah Karuniawati Ikrimah Nisa Utami Imaniar Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Intan Fatah Kumara Irma Risdiana Irma Risdiana Irma Risdiana, Irma Iskak, Iskak Islami, Safira Nur Jamhari Jamhari Jarir At Thobari Juwita, Dina Ratna Kania Agustina Kaptein, A.A Khuluq, Husnul Kiki Lukman Kintoko, Kintoko Kodriati, Nurul Kuluq, Muhammad Husnul Kurniawan, Nurcholid Umam Kurniawati, Fatimah Sri Kurniyati, . Kurniyati, . Lalu M Irham Lalu Muhammad Irham Lamhot B Simanjuntak Lamhot B Simanjuntak Lamhot B Simanjuntak Lestari, Mardiana Puji Lianawati Lianawati Like Efriani Lisza Niarisessa Lutfi Sukma Pratiwi Luthfiah Luthfiah M Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman Made Ary Sarasmita Mahdi, Haridini Intan Maliza, Rita Marwin Marwin Marwin Marwin Masita Sari Dewi Meki Pranata Melinda Widianingrum Melinda Widianingrum Melodia Rezadhini Melodia Rezadhini Menit Ardhiani Menit Ardhiani Muamala, Anisa Muh. Deni Kurniawan Muhammad AR Saputra Muhammad Ardhani Muhammad Dwi Suprobo Muhammad Fathurrahman Muhammad Thesa Ghozali Mukti A Berlian Muliyani Muliyani Muliyani Muliyani Muliyani, Muliyani muliyani, muliyani muliyani Mulyani, Sri Mumfasiroh Saputri Mururul Aisyi Mururul Aisyi Mustika Muthaharah mustika muthaharah Mustofa Mustofa muthaharah, mustika Mutmainnah Siradjuddin Muttaqien, Arief Nabial Chiekal Gibran Nabilah Nabilah Nabilah Nabilah Nadia Utami Noor Naili Ra fi&#039;ah Nanik Sulistyani Nasriyah, Chotijatun Nazhipah Isnani Nguyen, Thang Ni Made Ary Sarasmita Nidia Yuni Lestari Nidia Yuni Lestari, Nidia Ninda Sari Wahyuningtyas Noerhidayati, Elly Novi Milasari Novitasari, Putri Rachma Nuni Ihsana Nur Aida Nur Azizah Nur Mahdi Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurcholid Umam Nurcholid Umam Kurniawan Nurcholid Umam Kurniawan Nurcholid Umam, Nurcholid Nurfadilasari, Ulfa Mustofa Nurkhasanah Mahfudh Nurkhasanah Mahfudh Nurul Kodriati Nyoman Kertia Oni Yulianta Wilisa P.D. Pratiwi Pendicho Eko Yuliyanto Pradika, Jaka Pradipta, Indra Prasandhya Astagiri Yusuf Prasasti, Dian Pratama, Kharisma Pratiwi, P.D. Purwanto, Barkah Djaka Puspitaningrum, Anisa Nova Putri Pertiwi Qarriy 'Aina Urfiyya Qarriy Aina Urfiyya Ra fi'ah, Naili Ra fi'ah, Naili Rachma Greta Putri Ratu Matahari Ratu Matahari Retno Murwanti Reza Aditya Nugroho Rezadhini, Melodia Riana Prastiwi Handayani Rini, Vina Angga Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rizka Novia Atmadani Rizky, Muhammad Arif Robi’ah Adawiyah Rocky Cheung Rocky Cheung Rocky Cheung RR. Ella Evrita Hestiandari Rr. Erni Kusuma Putri Sabaan, Wahid Sabaan, Wahid Saidah Rauf Santoso, Setiyo Budi Sari, Tri Purma Satibi Satibi Sawitri Sawitri Sawitri Sawitri Septiantoro, Bayu Prio Setiyati Jatiningsih Simanjuntak, LB Sindy Cisna Ambarwati Siswahyudianto Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi, Siswandi Siti Pandanwangi Siti Pandanwangi Siti Urbayatun Solikhah Sri Awalia Febriana Sri Handayani Gurning Sri Mulyani Suhendra, Gugun Suin Rina Dewi Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supadmi, Woro Woro Supadmi Susan Fitri Candradewi Susan Fitri Candradewi Susan Fitria Candradewi Susilo, Rinto Suwijiyo Pramono Syifa Imelda Teguh Uji Sungkowo Tomi . Triantoro Safaria Triantoro Safaria Tuty Lia Syahfitri Ully Adhie Mulyani Ully Adhie Mulyani Vicryanto Halid Vina Angga Rini Wahyu Rahmatulloh Wahyu Widyaningsih Wahyudi, Andrey Wilisa, Oni Yulianta Wilisa, Oni Yulianta Wirawan Adikusuma Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Wulandari, D Yeni Alfiana Ratnasari Yudha Rizky Nuari Yuli Rachmawati Yuli Rachmawati Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain