Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Siswa Kelas VI di SDI Parangrea Kabupaten Gowa Hamdi, UJ Akhjib; Nurhaedah, Nurhaedah; Syawaluddin, Ahmad
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3058

Abstract

Masalah dalam penelitian ini Adalah rendahnya kemampuan kolaborasi siswa kelas VI di SDI Parangrea kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam upaya meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa kelas VI di SDI Parangrea Kabupaten Gowa. Pendekatan penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan melalui dua siklus pembelajaran. Data diperoleh melalui observasi terhadap keterampilan kolaborasi siswa selama proses pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan partisipasi aktif, komunikasi antaranggota kelompok, pembagian tugas, serta sikap saling menghargai antar siswa. Dibandingkan kondisi awal, siswa menunjukkan perkembangan yang lebih baik dalam bekerja sama, mengelola tugas kelompok, dan mengambil keputusan secara musyawarah. Temuan ini mengindikasikan bahwa PjBL efektif menciptakan suasana belajar yang aktif, kooperatif, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa sekolah dasar.
Bebas bullying, bebas bahagia: ciptakan sekolah impian kita Hajerah Hajerah; Rika Kurnia. R; Ahmad Syawaluddin; Syamsuardi Syamsuardi; Nur Alim Amri; Fadhilah Afifah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31446

Abstract

Abstrak Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang dapat berdampak pada kesehatan mental, sosial, dan akademik anak. Fenomena ini memerlukan perhatian khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai bullying serta mendorong implementasi kebijakan anti-bullying di sekolah. Mitra dalam kegiatan ini adalah salah satu sekolah dasar di Kota Makassar dengan melibatkan siswa kelas 4-6, guru, dan tenaga kependidikan. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi edukasi, workshop interaktif, serta pendampingan dalam penyusunan kebijakan anti-bullying. Sebanyak 30 siswa, 18 guru, dan 5 tenaga kependidikan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan skor rata-rata pre-test siswa sebesar 58 meningkat menjadi 84 setelah kegiatan. Peningkatan juga terlihat pada guru dan tenaga kependidikan dengan kenaikan masing-masing sebesar 35,4% dan 37,1%. Program ini telah menciptakan perubahan nyata dalam sikap dan perilaku terhadap bullying, serta menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam membangun lingkungan belajar yang bebas dari perundungan. Hasil pengabdian ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menerapkan kebijakan anti-bullying secara efektif. Kata kunci: bullying; inklusif; kebijakan; pendidikan; sekolah dasar Abstract Bullying is a serious issue in the school environment that can affect children's mental, social, and academic well-being. This phenomenon requires special attention to create a safe and inclusive learning environment. This community engagement program aims to raise awareness and understanding of bullying and promote the implementation of anti-bullying policies in schools. The partner in this activity is an elementary school in Makassar City, involving students in grades 4-6, teachers, and educational staff. The methods used in this program include education, interactive workshops, and assistance in developing anti-bullying policies. A total of 30 students, 18 teachers, and 5 educational staff participated in this activity. The results showed a significant increase in understanding, with the students' average pre-test score of 58 rising to 84 after the program. Improvements were also observed among teachers and educational staff, with increases of 35.4% and 37.1%, respectively. This program has successfully fostered tangible changes in attitudes and behaviors toward bullying, highlighting the importance of a community-based approach in creating a bullying-free learning environment. The findings of this program can serve as a model for other schools in effectively implementing anti-bullying policies.  Keywords: anti-bullying; education; inclusive; policy; primary school
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jiqsaw Pada Siswa kelas IV Lambi, Junita; Syawaluddin, Ahmad; Silo, Sartiwi
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v6i2.57928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran keterampilan berbicara dan meningkatkan keterampilan berbicara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa kelas IV SD Negeri 5 Rantepao. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 5 Rantepao dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas IV SD Negeri 5 Rantepao yang berjumlah 31 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif yaitu dengan mencari rata-rata. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan berbicara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Negeri 5 Rantepao dari segi proses maupun hasil. Proses pembelajaran keterampilan berbicara dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sehingga menunjukan siswa aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Dilihat dari hasilnya, peningkatan keterampilan berbicara pada siklus I sebesar 3,8 dari kondisi awal 63,2 meningkat menjadi 67. Pada siklus II meningkat sebesar 14,8 dari kondisi awal 63,2 meningkat menjadi 78.
Pembelajaran dengan Model Realistic Mathematical Education (RME) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar pada Pembelajaran Matematika Putri, Nurfikriani Eka; Syawaluddin, Ahmad
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v6i1.62753

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas VI SDN KIP Bara-Baraya 1 Kota Makassar dalam pelajaran matematika menjadi latar belakang penelitian ini. Hal ini dibuktikan dengan hasil pre-test yang menunjukkan 55% siswa tidak mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN KIP Bara-Baraya 1 Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Tagart dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi tes, lembar observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SDN KIP Bara-Baraya 1 Kota Makassar.
Penerapan Metode Experiential Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Di UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I Jaury S, Bunganda; Syawaluddin, Ahmad; Haspida
Lempu PGSD Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/kxhxnr30

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV di UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I melalui metode role playing. Jumlah subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas IV UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I, yaitu 27 siswa, dengan 11 di antaranya laki-laki dan 16perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi dan tes, dengan pendekatan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal, persentase ketuntasan siswa hanya 37,02%. Pada siklus pertama, persentase tersebut meningkat menjadi 74,06%, dan mencapai 92,58% di siklus kedua. Peningkatan yang signifikan ini menegaskan bahwa model Experiential Learning mampu memfasilitasi pemahaman materi siswa secara lebih mendalam dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
PERANCANGAN KONSEPTUAL MEDIA PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS DIGITAL BERMUATAN TRADISI MAPPOGAU SIHANUA PADA MASYARAKAT ADAT KARAMPUANG UNTUK SMP DI KABUPATEN SINJAI Alifa Nur Anugrah; Elim Dian Masero; Hasni; Ahmad Syawaluddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12368

Abstract

This study aims to design a digital-based integrated social studies learning media concept that incorporates the Mappogau Sihanua tradition in the Karampuang indigenous community in Sinjai Regency. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing 12 open access publications related to digital learning media, integrated social studies learning, and local wisdom-based education. The results of the study indicate that digital media such as e-modules, interactive videos, educational games, digital student worksheets, learning multimedia, and culture-based quiz applications can increase student learning motivation, strengthen interactions between teachers and students, and make learning more interesting and contextual. On the other hand, the Mappogau Sihanua tradition contains values ​​of togetherness, mutual cooperation, religiosity, morality, and social responsibility that are relevant for character education. The integration of these values ​​in digital learning media is also in line with UNESCO recommendations regarding the importance of local knowledge-based education for social sustainability. Thus, the conceptual design of digital-based social studies learning media containing the Mappogau Sihanua tradition can be a learning innovation for junior high schools in Sinjai Regency while supporting the preservation of local cultural identity.
REVITALISASI ESTETIKA RITUAL MAPPACCI MELALUI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS PROYEK SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA SISWA SMA DI KABUPATEN BONE Andi Masyita Ratsdiana; Fitra Amalia; Hasni; Ahmad Syawaluddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12369

Abstract

This study aims to analyze the revitalization of the aesthetic values of the Mappacci ritual through project-based Social Studies learning as a strategy to strengthen the cultural identity of senior high school students in Bone Regency. This research uses a literature study method by reviewing various scientific sources such as books, journals, and previous research related to the integration of local culture in the learning process. Data analysis was conducted through content analysis to identify concepts, theories, and research findings related to project-based learning and the cultural values contained in the Mappacci ritual within the Bugis community. The results of the study indicate that project-based Social Studies learning can serve as an effective approach to integrating local culture into the learning process. Through project activities such as cultural observation, discussion, and documentation of traditions, students can understand the symbolic meanings as well as the social and cultural values embedded in the Mappacci ritual. In addition to enhancing students' understanding of local culture, this approach can also foster cultural awareness and a sense of pride in regional identity. Therefore, project-based Social Studies learning can be a relevant strategy in supporting the preservation of local culture while strengthening students' cultural identity in the era of globalization.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MEMPERKENALKAN BUDAYA LOKAL BUGIS PADA SISWA SD 6/75 CORAWALI KABUPATEN BONE Fatimah Mardani; Ulfiyah Azizah; Hasni; Ahmad Syawaluddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12370

Abstract

The development of science and technology encourages the world of education to utilize digital media in the learning process. The use of digital media has become one of the main focuses in the world of education, especially at the elementary school level. This study aims to analyze the use of digital learning media in introducing local Bugis culture as an effort to improve understanding to students. The methodology used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through interviews and observations. The results of the study indicate that the use of digital learning media has a significant positive impact on student understanding. Teachers utilize digital learning in social studies learning, such as the use of projectors, interactive videos, PowerPoint, and online quizzes. Digital learning media has proven effective in strengthening students' understanding of aspects of local Bugis culture such as traditional clothing, traditional houses, traditional dances, and the values ​​contained therein. In addition, this media also increases student motivation and engagement during the learning process. However, challenges such as limited technological infrastructure, the digital divide, and the lack of teacher competence in using technology remain major obstacles. Therefore, efforts are needed to improve teacher capabilities through training and the provision of adequate technological facilities. This study concludes that digital media has significant potential to improve the quality of social studies learning, particularly in helping students introduce local Bugis culture, if supported by adequate infrastructure and improved teacher competency.
DAMPAK PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS Rahmania Nur; Alresty Sampe Londong; Hasni; Ahmad Syawaluddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12463

Abstract

Impact of the use of Artificial Intelligence (AI) on students' critical thinking skills in social studies lessons. Critical thinking skills have a very strategic position in the social studies learning process. Because this subject not only requires mastery of social and historical facts, but also the ability to analyze social phenomena, evaluate public policies, understand diverse perspectives, and make decisions based on rational and evidence-based arguments. The existence of AI in social studies learning can help to analyze population data, map economic dynamics, simulate social conflicts or evaluate data-driven public policies, all of which have the potential to strengthen students' analysis and evaluation skills. This study aims to determine the model of the implementation model of the effective use of Artificial Intelligence (AI) in social studies learning and the impact of the implementation of the use of Artificial Intelligence (AI) in social studies learning on students' critical thinking skills. This research uses a qualitative method with a literature study approach. The results of the literature study found that the effective AI Implementation Model in social studies learning is a model that places AI as a cognitive tool, not as a substitute for students' thinking processes. As well as the impact of AI on students' critical thinking skills in social studies learning, it shows that positive impacts can help in understanding social phenomena critically, reflectively and data-based. However, it can have a negative impact if the dependence on using AI.
The Impact of Incident-Based Learning on Network Security Practicum: Effects on Analytical and Response Skills A. Sri Bungsu Asma; Ahmad Syawaluddin; Muflihah Qanita H; Muh. Yasyfin Farhan; Muh.Kidfari; Muhammad Arsyad Meru; Muhammad Fadli Kasman
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.11190

Abstract

The purpose of this study is to examine the effectiveness of Incident-Based Learning (IBL) in improving students' analytical and incident response skills within network security practicum courses. The research addresses the gap in existing cybersecurity education by testing the impact of IBL compared to conventional practicum approaches, with the aim to better prepare students for dynamic and unstructured cybersecurity threats. This study employed a true experimental design with a pretest–posttest control group format. Two groups of undergraduate students participated in the study: one exposed to Incident-Based Learning and the other following a conventional practicum approach. Data were collected using performance-based assessments that measured analytical skills and incident response abilities, followed by statistical analysis using paired and independent samples t-tests, and MANOVA. The results revealed that students in the IBL group showed significantly higher improvements in both analytical skills (t(58) = 2.94, p < 0.01) and incident response skills (t(58) = 3.20, p < 0.01) compared to the control group. The MANOVA confirmed a significant multivariate effect (p < 0.05) of IBL on both competencies. While the findings suggest that IBL enhances practical cybersecurity competencies, the study's limitations include its sample size and scope, which may impact the generalizability of results to broader educational contexts. This study contributes to the field by providing empirical evidence on the effectiveness of IBL in cybersecurity education. It offers a valuable framework for improving network security curricula and paves the way for future research on integrating IBL into various technical education domains
Co-Authors A. Sri Bungsu Asma Abdal, Nurul Mukhlisah Adnan,K, adnan,K Afdhal Fatawuri Syamsuddin Agustin, Davira Syawalia Ahmad Ardillah Rahman Akhmad Harum, Akhmad Alifa Nur Anugrah Alphian Sahruddin Alphian Sahruddin Alphian Sahruddin Alphian Syahruddin Alresty Sampe Londong Amal, Amri Amir Pada, Amir Amrah Amrah Amrah Amrah, Amrah Anastasya, Louise Andi Dewi Riang Tati Andi Makkasau Andi Masyita Ratsdiana Andriany, Mega Awalia, Fitri Nur Bahar Bahar Bahri, Bahri BAKHRANI RAUF Bastiana Bastiana Burhan, Imron Bustan Bustan Chaerunnisa Desy Mawardhany Dwiyatmi Sulasminah Ekajayanti Putri, Julia Ananda Elim Dian Masero Elya Muasyaroh Erma Sahabuddin Erma Suryani Sahabuddin Fadhila, Andi Fadhilah Afifah Fadhillah Afifah Fadila, Nurul Faidah Yusuf Faisal, Muhammad Fatahillah, Fatahillah Fathul, Fathul Fatimah Mardani Fatmawati Gaffar Ferhad, Yasmin Fitra Amalia Gusnita Gusnita haedah, Nur haedah, nur Hajerah Halifah Pagarra Hamdi, UJ Akhjib Hamsu Abdul Gani Hamzah Pagarra Hardianto Rahman Hartoto Hartoto Hasan Hasni Hasni Hasni Hasni Haspiah, Haspiah Haspida Hatta, Andi Afrina Ramadani Hatta3 Afrina Ramadani Herlina Herlina Herman Hotimah Idul, Idul Ika Wahyu Zekreningsih Imran Ina Fitrayani Jamal Indah, Nurfa Irfan , Muhammad Jamil Jamil Jaury S, Bunganda Jumriah, Jumriah Kamaruddin Hasan Kamaruddin Kamaruddin Kartini Kartini Kasmawati, St. Lala Agus Lambi, Junita Latif, Suciani Latri Aras, Latri Latri Latri Latri, Latri Lubis, Adilah Wirdhani Lutfi B Lu’mu, Lu’mu M Dahlan M. Dahlan Makmur Makmur Marhayati Maulina, Julia Mei Kurniasih Moh. Aziz Rohman Muflihah Qanita H Muh Irfan Muh. Yasyfin Farhan Muh.Kidfari Muhammad Arsyad Meru Muhammad Dahlan Muhammad Dahlan Muhammad Dahlan Muhammad Fadli Kasman Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Irfan Muhammad Irfan Musfirah Musfirah Nasaruddin Nasrah Natsir Nasrah Natsir Nawir, Zulyadi Noer Intan Novitasari Nofi Tri Wahyuningsih Nur Afiah Nur Alim Amri Nur Indah Sari Nurdewi, Nurdewi Nurfaizah AP, Nurfaizah Nurfidaris, Nurfidaris Nurhaedah Nurhaedah Nurhijrah, Nurhijrah Pada , Amir Padli, Feri Pagarra , Hamzah Paruku, Chytra Evantri Poerwanto Poerwanto Pratiwi, Nur Inda Putrawan, Muh Rizah Putri, Andi Ningrat Satria Putri, Nurfikriani Eka Putriani, Putriani Rachmawaty Rachmawaty, Rachmawaty Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmania Nur Rahmawati Patta Rahmi, Nurazizah Raihan, Siti Rifal Rika Kurnia. R Risal Risal Rofika, Nurul Rusdi Ruslan Ruslan Sahade Salam, Rosdiah Salsabilla Nurzakinah Satrina Satrina SATRIYAS ILYAS Sayidiman Sayidiman Setialaksana, Wirawan - Shasliani Shasliani Silo, Sartiwi Siti Raihan SRI RAHAYU St. Fatmah Hiola St. Jauhar St. Nur Jihan St. Nursiah B Sulfadly, Sulfadly Sumarlan Sumarlan Syahriani S Syam, Pratiwi Syamsu Rijal Syamsuardi Saodi Tomo S, Arwan Ulfiyah Azizah Usman, Hikmawati Vera Sandra Supit Vidya Fatmawati Wahyuni, Maya Sari Widya Karmila Sari Achmad Wijaksana, Aris Hadiyan Yudhistira, Rifqi Yusuf, Yusnaeni Zainal, Zaid Zainuddin, Zainuddin