p-Index From 2021 - 2026
6.743
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Economic Education Analysis Journal Jurnal EMT KITA Omni-Akuatika Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Journal of Maternal and Child Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan At-Tafkir Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam UPEJ Unnes Physics Education Journal Journal of Aquaculture and Fish Health eBA Journal: Journal Economic, Bussines and Accounting Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Jurnal Kefarmasian AKFARINDO Jurnal Sains Riset JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal Agroristek Journal of Borneo Holistic Health Indobiosains Edulead : Journal of Education Management Serambi Journal of Agricultural Technology El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah Jadila: Journal of Development and Innovation in Language and Literature Education Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS IAIN BENGKULU MELALUI STUDENTS’ NEED ANALYSIS Syamsul Rizal
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2013): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.409 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v12i2.1632

Abstract

Teaching Reading Comprehension Through Snowball Throwing Teaching Technique Ponda Sari Styawati; Syamsul Rizal
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3332.867 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v13i2.558

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa agar pembelajaran di dalam kelas menjadi lebih efektif, guru harus mengaplikasikan teknik pembelajaran yang membuat siswa menjadi tertarik dan mudah dalam memahami. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari 22 siswa, diantaranya 12 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes reading, lembar observasi siswa, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan snowball throwing teaching technique untuk materi membaca dikelas ternyata mampu meningkatkan keefektifan siswa dalam membaca dan juga mampu meningkatkan proses belajar dan mengajar di kelas. Siswa langsung aktif terlibat di dalam kelas dan mampu mengutarakan pendapat mereka dalam bentuk tulisan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dan tes evaluasi siswa selalu dilakukan di tiap-tiap akhir siklus. Dari hasil nilai rata-rata dalam setiap siklus ada penigkatan terhadap kemampuan membaca siswa, pada siklus I (51,36), siklus 2 (63,63), dan siklus 3 (72,27). Pada siklus ketiga, nilai rata-rata siswa telah mencapai target penelitian. Dengan demikian jelas bahwa Snowball Throwing teaching technique bisa meningkatkan kemampuan membaca siswa dalam memahami teks umum.
PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DAN PENINGKATAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN KOPI LIBERICA TANGSE KABUPATEN PIDIE Helmi Helmi; Ilyas Ilyas; Munawar Khalil; Iwandikasyah Putra; Afrizal Afrizal
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 4, No 1 (2022): Serambi Journal of Agricultural Technology (June 2022)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v4i1.4261

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan yang berkelanjutan dengan menerapkan bahan organik. Penggunaan bahan organik kascing, pupuk kulit buah, dan kotoran sapi dalam jangka panjang diharapkan mampu memperbaiki sifat fisik tanah pada tanaman kopi Liberica (Coffea liberica var). Penelitian dilakukan di perkebunan kopi Liberica Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan rancangan acak faktorial pola bersarang dengan 2 faktor: (1) perlakuan bahan organik (kontrol, vermikompos, pupuk kulit buah kopi, dan kotoran sapi), (2) tingkat kedalaman tanah (0-10 cm, 10-20 cm, dan 20-30 cm tinggi dibandingkan dengan aplikasi pupuk kulit kopi, kotoran sapi pada kedalaman 0-10 cm. Aplikasi berbagai bahan organik tidak meningkatkan bahan organik tanaman. tanah pada kedalaman 10-20 dan 20-30 cm Aplikasi vermikompos, pupuk kulit kopi dan kotoran sapi meningkatkan stabilitas agregat dibandingkan tanpa aplikasi bahan organik (NPK) Bahan organik memiliki hubungan positif dengan stabilitas agregat tanah di kedalaman 0-10 cm (r = 61%), sehingga semakin tinggi kandungan bahan organik maka stabilitas agregat tanah semakin tinggi, sedangkan pada kedalaman 10-20 cm dan 20-30 cm tidak ada hubungan yang signifikan.
EFFECTS OF SYNTHETIC ASTAXANTHIN, CHLORELLA, AND SPIRULINA SUPPLEMENTATION IN DIETS ON GROWTH AND PIGMENTATION OF KURUMOI RAINBOWFISH, Melanotaenia parva Nina Meilisza; Muhammad Agus Suprayudi; Dedi Jusadi; Muhammad Zairin Jr.; I Made Artika
Indonesian Aquaculture Journal Vol 15, No 2 (2020): (December, 2020)
Publisher : Center for Fisheries Research, Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resource

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.15.2.2020.67-75

Abstract

Several studies have recommended the supplementation of astaxanthin in the Kurumoi rainbowfish diet to enhance its color and growth. However, knowledge regarding the effects of naturally-sourced and synthetically-made carotenoids in fish diets is currently limited. This study’s objective was to compare the growth and color performances of Melanotaenia parva by supplementing fish feed with synthetic astaxanthin and natural carotenoids sourced from Chlorella and Spirulina. A total of 12 fish (weight of 1.27 ± 0.02 g and total length of 4.70 ± 0.07 cm) were stocked at a density of one fish per liter. Basal feed (B) was used as the control feed. The experimental feeds were: B added with different doses of synthetic astaxanthin (Carophyll® Pink 10% water-soluble) from low to higher doses as follows: 0.6 g kg-1 (AS-L), 2.6 g kg-1 (AS-O), and 5.1 g kg-1 (AS-H); and B added with natural carotenoids of Chlorella sp. (Ch) and Spirulina sp. (Sp) of 8.6 g kg-1 and 5.5 g kg-1, respectively. The experimental diets were given at satiation for 56 days at 8 am and 3 pm. The study results showed that the addition of synthetic astaxanthin at a dose of 2.6 g kg-1 could increase the fish growth up to 12% with carotenoid deposition in the fish fin of three times higher than that of the treatments without synthetic astaxanthin. This dose was considered the optimal dose to increase the fish’s growth performance and pigmentation compared with the high dose of 5.1 g kg-1. Despite having the same nutrient composition, natural carotenoids in Chlorella and Spirulina did not produce better results compared to the low dose of synthetic astaxanthin of 0.6 g kg-1.
OVARY DEVELOPMENT, FSH AND LH GENES EXPRESSION OF INDONESIAN LEAFFISH, Pristolepis grootii (Bleeker, 1852), INJECTED WITH LUTEINIZING HORMONE-RELEASING HORMONE ANALOG Muslim Muslim; Agus Oman Sudrajat; Muhammad Zairin Jr.; Muhammad Agus Suprayudi; Arief Boediono; Iis Diatin; Alimuddin Alimuddin
Indonesian Aquaculture Journal Vol 16, No 2 (2021): (December, 2021)
Publisher : Center for Fisheries Research, Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resource

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.16.2.2021.69-77

Abstract

Indonesian leaffish, Pristolepis grootii (Bleeker, 1852), is an undomesticated freshwater fish species native to the rivers, flooded swamps, and tributaries of Indonesia. The fish is mainly captured for consumption. In order to prevent its extinction and supply its growing demands, the artificial breeding of the fish should be developed. The purpose of this study was to determine the optimum dose of luteinizing hormone-releasing hormone analog (LHRHa) for stimulating the female P. grootii gonadal development at a dosage of 0, 1, 10, and 50 µg kg-1 of fish. Female fish (20.0 ± 0.6 g) were adapted for 30 days in the rearing environment and then separated into 12 aquariums with six fish per aquarium. Fish were then reared for another 21 days and fed with Tubifex sp. The LHRHa injection was conducted twice on day-7 and 14. Fish bodyweight, gonadosomatic index, gonad histology, blood estradiol-17â, and FSH-â and LH-â gene expression were evaluated at day 0, 7, 14, and 21. The results showed that the injection of the LHRHa hormone stimulated the development of fish gonads and was better achieved with a higher concentration of LHRHa. The best treatment was observed by the administration of 50 µg kg-1 of LHRHa that produced the fastest development among all treatments. This study demonstrated that the LHRHa induction could potentially stimulate the gonadal development of the newly domesticated fish. To our knowledge, this is the first study that reported the success of the induction of female gonad development in the Indonesian leaffish P. grooti.KEYWORDS: 
PEMIJAHAN SEMI-BUATAN SIPUT GONGGONG, Laevistrombus turturella DENGAN INDUKSI KOMBINASI HORMON LHRH-a DAN ANTIDOPAMIN Muzahar - Muzahar; Muhammad Zairin Jr.; Fredinan Yulianda; Muhammad Agus Suprayudi; Alimuddin Alimuddin; Irzal Effendi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 14, No 4 (2019): (Desember, 2019)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.045 KB) | DOI: 10.15578/jra.14.4.2019.225-232

Abstract

Gonggong adalah sejenis siput laut yang merupakan makanan laut (seafood) favorit dan ikon Kota Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Gonggong mengandung protein tinggi, yaitu sekitar 46,65%. Tidak ada laporan tentang produksi budidaya dan upaya konservasi gonggong. Teknologi produksi benih buatan gonggong belum berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian kombinasi hormon LHRH-a dan antidopamin untuk menginduksi proses pemijahan. Evaluasi pemberian hormon LHRH-a dan antidopamin pada pemijahan siput gonggong dilakukan dengan empat dosis: 0,5 ìLgι bobot badan lunak (BB) (P1); 0,7 ìLgι BB; dan 0,9 ìLgι BB (P2); dan tanpa suntikan (TS). Siput gonggong pascasuntikan dipelihara di akuarium selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kombinasi hormon LHRH-a dan antidopamin mampu merangsang pemijahan gonggong. Dosis rendah hormon LHRH-a dan antidopamin (P-1) menghasilkan induk betina yang memijah paling banyak, yaitu 34,48%; lebih tinggi dari P-2 (27,59%), P-3 (20,69%); dan TS (17,24%); (2) jumlah telur yang dikeluarkan oleh induk betina berbeda secara signifikan antar perlakuan (P<0,05). Jumlah telur yang dikeluarkan oleh masing-masing induk berkisar antara 10.874-63.489 butir/ekor dengan rata-rata 39.347 ± 16.667 butir/ekor.The gonggong is a species of sea conch which is a favourite seafood and an icon of Tanjungpinang City, capital of Kepulauan Riau (Kepri) Province. Gonggong contains high protein, about 46.65%. There were no reports on aquaculture production and conservation effort of gonggong. The technology on artificial seed production of gonggong has not yet developed. The aim of this study was to evaluate the administration of LHRH-a hormone and anti-dopamine to induce the spawning process. Evaluation of the administration of LHRH-a hormone and anti-dopamine on the gonggong conch’s spawning was carried out with four doses: 0.5 ìLgι soft body weight (BW) (P-1), 0.7 ìLgι BW; and 0.9 ìLgι BW (P-2); and without injections (TS). The gonggong conchs after injection were reared in aquarium for 14 days. The results showed that (1) a combination of LHRH-a hormone and anti-dopamine was able to stimulate gonggong spawning. The lower dose of LHRH-a hormone and anti-dopamine (P-1) produced the highest number of spawned female broodstock, which was 34.48%, higher than P-2 (27.59%), P-3 (20.69%), and TS (17.24%); (2) the number of eggs released by female broodstock was significantly different among the treatments (P<0.05). The number of eggs released by each female broodstock ranges between 10,874-63,489 grains/ind. with an average of 39,347±16,667 grains/ind. 
EMBRIOGENESIS DAN PERKEMBANGAN LARVA SIPUT GONGGONG, Laevistrombus turturella PADA SUHU INKUBASI BERBEDA Muzahar Muzahar; Muhammad Zairin Jr.; Fredinan Yulianda; Muhammad Agus Suprayudi; Alimuddin Alimuddin; Irzal Effendi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 15, No 3 (2020): (September, 2020)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.738 KB) | DOI: 10.15578/jra.15.3.2020.159-164

Abstract

Fase larva pada siput gonggong sebagaimana pada biota akuatik lain adalah fase yang peka dan rawan kematian. Penyerapan kuning telur untuk pembentukan organ dalam terjadi pada fase ini. Suhu air memengaruhi perkembangan embrionik dan metabolisme dalam tubuh biota. Informasi tentang pengaruh suhu inkubasi terhadap embriogenesis dan perkembangan larva siput gonggong masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh suhu berbeda terhadap embriogenesis dan perkembangan larva siput gonggong. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan dua ulangan. Tiga perlakuan perbedaan suhu yang diberikan yaitu 27°C, 29°C, dan 31°C. Sampel telur yang digunakan berasal dari hasil pemijahan semibuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkubasi pada suhu air 31°C memberikan stimulasi tercepat pada embriogenesis dan perkembangan larva siput gonggong daripada perlakuan lainnya. Larva siput gonggong menetas dan berenang bebas pada jam ke-94 pasca-inkubasi. Penelitian dengan perlakuan yang sama perlu dilanjutkan untuk dapat menghasilkan benih siput gonggong.Similar to most of the other aquatic biota, the larval phase of gonggong conch is considered a sensitive and death-prone life stage. The absorption of egg yolk to form the internal organs occurs in this phase. Certain external factors, particularly water temperature, play a significant influence on the embryonic development and metabolic processes of gonggong conch larvae. However, the extent of the effects of incubation temperature on the embryogenesis and larval development of gonggong conch has not been determined or thoroughly studied. This study aimed to determine the effects of different temperatures on the embryogenesis and larval development of gonggong conch. The experiment used a completely randomized design with three treatments and two replicates. The temperature treatments were 27°C, 29°C, and 31°C. The egg samples used were collected from the semi-artificial spawnings of gonggong conch. The results showed that the egg incubation using the water temperature of 31°C provided the fastest stimulation in the embryogenesis and development of gonggong conch larvae than the other treatments. Gonggong conch larvae hatched and swam freely in the 94th hours post-incubation. Research with the same treatment needs to be continued to be able to produce gonggong conch seeds.
RESPONS FISIOLOGIS DAN KINERJA PERTUMBUHAN IKAN NILA PADA MEDIA RENDAH AMONIA DAN DIBERI SUPLEMEN ASAM GLUTAMAT Titin Kurniasih; Dedi Jusadi; Muhammad Agus Suprayudi; Sri Nuryati; Muhammad Zairin Jr.; Eddy Supriyono
Jurnal Riset Akuakultur Vol 15, No 3 (2020): (September, 2020)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.117 KB) | DOI: 10.15578/jra.15.3.2020.175-183

Abstract

Ketika dipapar media tinggi amonia, ikan nila mengalami perubahan metabolisme asam amino yang cukup signifikan, dan suplementasi asam glutamat berguna untuk memperbaiki perubahan yang merugikan akibat paparan amonia. Akan tetapi informasi mengenai aspek metabolisme asam amino pada ikan nila yang dipapar amonia rendah masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi asam glutamat pada ikan nila merah yang dipelihara pada media budidaya rendah amonia terhadap respons fisiologis dan kinerja pertumbuhan. Ikan nila dengan bobot rata-rata 9,97 ± 0,38 g ditebar sebanyak 20 ekor pada setiap akuarium (padat tebar 1,0 g L-1). Empat jenis pakan isoprotein (kadar protein 28%) dan isoenergi (4245 ± 22,48 kkal kg-1) disuplementasi asam glutamat masing-masing sebanyak 0% (Glu 0), 0,75% (Glu 0,75), 1,5% (Glu 1,5) dan 2,25% (Glu 2,25). Setiap perlakuan diberi empat ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang ditambah glutamat memberi efek pada respon fisiologis ikan. Aktivitas enzim aspartate aminotransferase (AST) pada Glu 2,25 lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yang menjadi indikasi penurunan beban kerja hati. Ada kecenderungan peningkatan kadar aspartat, alanin, leusin, isoleusin dan valin pada jaringan hati seiring dengan meningkatnya kadar suplementasi asam glutamat. Di dalam penelitian ini, kinerja pertumbuhan ikan tidak berbeda nyata antar perlakuan. Kesimpulannya adalah bahwa konsumsi pakan yang ditambah asam glutamat 2,25% mampu memperbaiki respons fisiologis ikan akibat menurunnya beban kerja hati yang dicirikan dengan penurunan nilai AST, serta meningkatnya kandungan beberapa asam amino hati, walau belum mampu memperbaiki kinerja pertumbuhan dan pemanfaatan pakan oleh ikan nila. Informasi ini berguna untuk pengembangan riset terkait aspek metabolisme asam amino pada ikan nila yang terpapar media tinggi amonia.When exposed to high ammonia aquatic environment, nile tilapia experienced a significant change in hepatic amino acid metabolism and glutamic acid supplementation can reduce the effects of the adverse change. However, there are no sufficient information on the amino acid metabolisme of tilapia exposed to low environmental ammonia. This research was performed to evaluate the effects of oral supplementation of glutamic acid on the aminotransferase enzymes activity and growth performance of red tilapia reared in low environmental ammonia (LEA) with NH4 concentration of 0.10 mg L-1. Fish with an average weight of 9.97 ± 0.38 g were stocked with an initial rearing density of 1.0 g L-1(20 fish in each aquarium). Four isonitrogenous (crude protein 28%) and isocaloric (4246 ± 22.48kcal kg-1) experimental diets were prepared with supplementation of different ratios of glutamic acid at 0% (Glu0), 0.75% (Glu0.75), 1.5%(Glu1.5) and 2.25 % (Glu2.25) to feed, respectively. All treatment groups were arranged quadruplicate. Fish were fed with the diets for 60 days. The results showed that the supplementation of glutamic acid in the diet affected the physiological response of the fish. The aspartate aminotransferase (AST) activity of Glu2.25 was significantly lower compared to that of the other treatments, which indicated a decrease in liver workload. There is a tendency of increased levels of hepatic free aspartate, alanine, leucine, isoleucine, and valine following the increase of glutamic acid supplementation level. The fish growth performance was insignificantly different between the treatments. It is concluded that a diet supplemented with 2.25% of glutamic acid could improve the physiological response of red tilapia, although no significant growth improvement should be expected. These research finding could serve as an important basic information for future research on amino acid and endogenous ammonia metabolism in nile tilapia exposed to high ammonia aquatic environment.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN Moina sp. SEBAGAI PAKAN AWAL PADA PEMELIHARAAN LARVA IKAN GABUS Channa striata DENGAN SISTEM AIR HIJAU Adang Saputra; Dedi Jusadi; Muhammad Agus Suprayudi; Eddy Supriyono; Mas Tri Djoko Sunarno
Jurnal Riset Akuakultur Vol 13, No 3 (2018): (September 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.119 KB) | DOI: 10.15578/jra.13.3.2018.239-249

Abstract

Ikan gabus Channa striata merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kendala dalam pengembangan budidaya ikan gabus adalah tingginya tingkat kematian pada stadia pemeliharaan larva. Tingginya kematian pada stadia larva karena kecukupan jumlah pakan dan nutrisi pakan awal yang tidak optimum. Tujuan percobaan adalah menentukan frekuensi pemberian Moina sp. yang tepat sebagai pakan awal pada pemeliharaan larva ikan gabus pada sistem air hijau (dengan menambahkan Chlorella sp.). Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diberikan adalah frekuensi pemberian Moina sp. per hari sebagai pakan awal: A. enam kali tanpa pemberian Chlorella sp. (kontrol), B. enam kali + Chlorella sp., C. empat kali + Chlorella sp., dan D. dua kali + Chlorella sp. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan awal dari jenis Moina sp. pada pemeliharan larva ikan gabus pada sistem air hijau dengan frekuensi pemberian dua, empat, dan enam kali dalam sehari memberikan performa sintasan (93,42%-94,29%) dan pertumbuhan tidak berbeda secara nyata (P>0,05). Frekuensi pemberian Moina sp. sebanyak dua kali sehari merupakan perlakuan yang efektif untuk sintasan dan pertumbuhan larva ikan gabus pada pemeliharaan dengan sistem air hijau.Snakehead fish Channa striata is one of the highly-valued freshwater fish commodity. However, its aquaculture development is hampered by a high mortality during larval stage rearing. This high mortality is suspected to be caused by insufficient quantity and quality of food. The purpose of this study was to determine the appropriate feeding frequency using Moina sp. as an initial food for snakehead fish larvae reared in a green water system (Chlorella sp.). A completely randomized design was arranged for this experiment where the treatments consisted of different feeding frequencies of Moina sp. given to the larvae as follows: A) six times a day without the addition of Chlorella sp. (control); B) six times a day with the addition of Chlorella sp.; C) four times a day with the addition of Chlorella sp.; and D) two times a day with the addition of Chlorella sp. The results of the experiment showed that the survival rate (93.42%- 94.29%) and growth of the larvae reared in the green water system with were not significantly different (P>0.05). However, this study suggested that feeding frequency of two times per day was sufficient to support an optimum growth and survival of snakehead larvae reared in a green water system.
EVALUASI KECERNAAN PAKAN, KANDUNGAN GOSSYPOL DAN ASAM SIKLOPROPENOAT DALAM ORGAN, DAN PERTUMBUHAN IKAN MAS YANG DIBERI FORMULASI PAKAN DENGAN KANDUNGAN TEPUNG BIJI KAPUK BERBEDA O.D. Subakti Hasan; Enang Harris; M. Agus Suprayudi; Dedi Jusadi; Eddy Supriyono
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.884 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.1.2013.97-107

Abstract

Biji kapuk memiliki potensi sebagai bahan baku lokal pakan ikan karena ketersediaannya dan mengandung protein dan asam lemak linoleat yang cukup tinggi, namun juga mengandung zat antinutrisi gossypol dan asam siklopropenoat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan tepung biji kapuk ini dalam pakan terhadap kecernaan pakan, gambaran darah, dan kinerja pertumbuhan ikan mas. Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas berukuran 5 g, yang dipelihara dalam akuarium kaca berukuran 80 cm x 50 cm x 40 cm dengan kepadatan 20 ekor/akuarium. Perlakuan yang dicobakan adalah pakan uji yang mengandung tepung biji kapuk berbeda yaitu 0%,10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% bahan kering. Ikan diberi pakan uji secara satiasi tiga kali sehari selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan perbedaankadar tepung biji kapuk dalam pakan memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan ikan dan pemanfaatan pakan. Laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan, retensi protein, dan lemak menurun dengan meningkatnya kandungan tepung biji kapuk dalam pakan. Aktivitas enzim pencernaan dan koefisien kecernaan pakan juga menurun dengan meningkatnya kandungan tepung biji kapuk dalam pakan. Peningkatan tepung biji kapuk dalam pakan meningkatkan kandungan gossypol dalam darah, hati, dan ginjal ikan mas, dan selanjutnya menurunkan kecernaan dan pemanfaatan nutrien pakan bagi pertumbuhan ikan mas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan biji kapuk 7 10% memperlihatkan pertumbuhan terbaik.
Co-Authors , Alimuddin , Sarmin . Ridwan . Sukenda . Vera Dewi Mulia, Troef Soemarno A Halim A. Malik Serang A. Shofy Mubarak Achmad Fauzi, Ichsan Achmad Noerkhaerin Putra Adang Saputra Adiasmara Giri, I Nyoman Afrizal Afrizal Agus Ari Afandi Agus Oman Sudrajat Ahmad Yazid Latif Aimma, Muhammad Ariful Akhmad Baihaqi Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin alimuddin alimuddin Amelia Oktaviani, Amelia Ani Rusilowati Apriana Vinasyiam Aprilianti Pratiwi Arief Boediono Aris Sudiyanto Aris Tri Wahyudi Arradini, Dewi Artin Indrayati Asda Laining Asda Laining Asih Wahyuningsih Azmi Afriansyah Benny Heltonika Besral . Burhanudin Faisal, Burhanudin D. Jusadi Dairun, Suclyadi DARMAWAN SETIA BUDI Darsiani Darsiani darsiani, Darsiani Deddy Yaniharto Deddy Yaniharto DEDI JUSADI Dedi Yaniharto dedy yaniharto Denny Wahyudi Dewi Rosanti DIAH AYU SATYARI UTAMI Diamahesa, Wastu Ayu Dian Mutiara Didi Humaedi Yusuf, Didi Humaedi Dinamella Wahjuningrum Dini Harianto Dodi Hermawan Duwi Nuvitalia E. Mursitorini Eddy Supriyono Edy Marsudi Elas, Putri Elvianita, Diana Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Surawidjaja Endang Wuryandini, Endang Endriatmo Soetarto Ernawati Saptaningrum F. Hapsyari Faiqotul Himmah, Maihardiyanti Fatkhullah, Faiz Karim Fatma Hajiali Fauzan Fredinan Yulianda Gadis Sri Haryani Gebbie Edriani Ghina Raudathul Jannah Giri Maruto Darmawangsa, Giri Maruto Gumelar, Muhammad Raditya Gusriani Hadi Pratama, Ricky Harton Arfah Hasan Abidin Hasan Nasrullah Hasrah Hasrah Hema Widiawati Hendriana, Andri Husnidar Husnidar I Dewa Putu Oka Suardi I Gede Setiawan Adi Putra I Gusti Agung Gede Wiadnyana I GUSTI AGUNG GEDE WIADNYANA . I Gusti Ayu Rai I Gusti Ayu Rai I Made Artika I MADE ARTIKA I Nengah Suka Widana I Wayan Budiyasa I Wayan Nurjaya I Wayan Suanda I. Mokoginta Ichsan Achmad Fauzi Ichsan Achmad Fauzi Iis Diatin Imah, Nenden Imaroh Izzatun Nisa Imlani, Ainulyakin Hasan Inarto, Hendri ING MOKOGINTA Iqbal Kurniawinata, Mohamad Ira Akhdiana Irmawati Irvan Faizal Irwan Irwan Irzal Effendi Ismarica, Ismarica Iwandikasyah Putra Joko Tri Atmojo Jr., Muhammad Zairin Juli Ekasari Julie Ekasari Jullie Ekasari KATSUYUKI HAMASAKI KATSUYUKI HAMASAKI KETUT BUDI SUSRUSA Khumaedi - Komang Adi Wika Wiguna Kusriyati Kusriyati L. Indriastuti Latifah Kosim Darusman Luh Putu Ratna Sundari M. Ikhsan M. Setiawati M. Tri Djoko Sunarno M. Zairin Junior Mas Tri Djoko Sunarno Masrunik, Endah Meilisza, Nina Meritha, Wellya Wichi Mia Setiawati Miftakhul Huda, Anam Moh. Yamin Darsyah Mudinillah, Adam Muhaimin Hamzah Muhammad Jailani Muhammad Junior Zairin Muhammad Khafid Muhammad Roikhan Amanullah Muhammad Safir Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin JR Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. MUHAMMAD ZAIRIN Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Mulyasari Mulyasari Munawar Khalil Muslim Muslim Muzahar Nadrah Ngurah Ayu NM Niagara, Niagara Nina Meilisza Noviani, Doris Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nuraini Annisa, Nuraini Nuril Farizah Odang Carman Otie Dylan Soebhakti Hasan Padlilah, Rahmi Padlillah, Rahmi Pattipeilohy, Christian Ernsz Pika Lusi Andriati Ponda Sari Styawati PRIMA AYU RIZQI MAHANANI, PRIMA AYU RIZQI R Rifai R. Sutajaya Raditya Gumelar, Muhammad Rahmawati, Rahmawati Rahmayanti, Yessy Rahminiwati, Min Rakhmawati, Rakhmawati, Ria Septy Anggraini, Ria Septy Ricky Ramadhan Ridhia Putri RIDWAN AFFANDI Riki Agustiono Rina Hirnawati Ririn Ariyanti Ririn Ariyanti, Ririn Rita Hayati Rizky Nafaida Sabrin, Gusriani Samalei, Ermianus Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Senja, Reza Karunia Setyorini, Catur Sintia Valinta Siti Komariyah Sofyan Sauri Sri Nuryati Sri Nuryati Suardi Laheng Suci Antoro Suci antoro Suclyadi Dairun Supatmin, Supatmin Supriyadi Hari Respati Suryadi Saputra Suryani Kusumaningtyas, Rina Dwi Susilawati ikip pgri semarang T. Makmur Talita Shofa Adestia Tatag Budiardi Tawahusna Tawahusna Tiara Ramadhani Titin Kurniasih TOSHIO TAKEUCHI TOSHIO TAKEUCHI Toto Sunarto Tulas Aprilia Upmal Deswira Utomo, Nurbambang Priyo Vera Fitria Vernandes Evenus Bulu Wahyudi, Imam Tri Wasmen Manalu Wida Lesmanawati WIDANARNI WIDANARNI Widiyanto, Aris Wijianti, Hani Wijiwinarsih, Amallia Wika Wiguna, Komang Adi Winda Styani Irawan, Winda Styani Wiyoto Wiyoto Y. Hadiroseyani yayat Nur hayati Yogo Tri Saloko Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha Trinoegraha Adiputra Yusrizal Yusrizal Yutaka Haga Zairin Jr., Muhammad Zinatul Hayati