p-Index From 2021 - 2026
6.743
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Economic Education Analysis Journal Jurnal EMT KITA Omni-Akuatika Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Journal of Maternal and Child Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan At-Tafkir Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam UPEJ Unnes Physics Education Journal Journal of Aquaculture and Fish Health eBA Journal: Journal Economic, Bussines and Accounting Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Jurnal Kefarmasian AKFARINDO Jurnal Sains Riset JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal Agroristek Journal of Borneo Holistic Health Indobiosains Edulead : Journal of Education Management Serambi Journal of Agricultural Technology El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah Jadila: Journal of Development and Innovation in Language and Literature Education Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

Free Amino Acid Enriched Rotifer for Larval Grouper Cromileptes altivelis (Pengkayaan Rotifer dengan Asam Amino Bebas Untuk Larva Kerapu Bebek Cromileptes altivelis) Dedi Jusadi; Tulas Aprilia; Muhammad Agus Suprayudi; Deddy Yaniharto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 4 (2015): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.353 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.20.4.207-214

Abstract

Pembenihan ikan kerapu dihadapkan pada rendahnya sintasan, terutama fase awal hidupnya. Rendahnya sintasan diduga berhubungan dengan belum berkembangnya organ pencernaan larva dan tidak tersedianya pakan yang siap diserap tubuh. Pemberian asam amino bebas seperti taurin dan glutamin melalui rotifer diharapkan dapat meningkatan ketersediaan nutrien yang dapat diserap dengan cepat oleh larva, sehingga sintasan larva tinggi dan dapat tumbuh lebih cepat. Penelitian bertujuan mengukur pengaruh glutamin atau taurin terhadap sintasan dan pertumbuhan larva kerapu bebek Cromileptes altivelis. Larva umur 1 hari (10 ekor.L-1) dipelihara dalam bak fiberglass volume 500 L yang diisi air laut sampai 330 L. Larva diberi pakan rotifer diperkaya 0,5 g glutamin, 0,5 g taurin, atau tanpa glutamin dan taurin. Larva dipelihara selama 16 hari dengan pemberian pakan 2 kali  per hari. Satu jam setelah pemberian pakan dilakukan pengamatan terhadap jumlah rotifer dalam saluran pencernaan larva ikan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rotifer dalam saluran pencernaan larva meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Namun, jumlah rata-rata rotifer yang dikonsumsi larva pada perlakuan 0,5 g glutamin atau 0,5 g taurin lebih banyak dibanding perlakuan tanpa taurin dan glutamin. Larva yang diberi rotifer hasil pengkayaan dengan 0,5 g glutamin atau 0,5 g taurin memiliki sintasan yang tidak berbeda (P>0,05), masing-masing 19,2±2,25%, dan 24,5±1,20%, dan secara signifikan lebih banyak dibanding larva di perlakuan tanpa glutamin dan taurin yang nilainya 13,0±1,70%. Larva yang diberi rotifer hasil pengkayaan dengan 0,5 g taurin secara signifikan lebih panjang (5,5±0,18 mm) dari ikan di perlakuan 0,5 g glutamin (5,3±0,12 mm). Demikian juga, larva di perlakuan glutamin lebih panjang dari pelakuan tanpa glutamin dan taurin (5,0±0,16 mm). Pengkayaan rotifer menggunakan asam amino bebas taurin atau glutamin dapat meningkatkan sintasan dan pertumbuhan larva kerapu bebek. Namun, taurin lebih baik dibanding glutamin karena memberi efek ke pertumbuhan ikan yang lebih cepat. Kata kunci: taurin, glutamin, kerapu bebek, Cromileptes altivelis. The hatchery production of grouper faced to the problem of low surival rate, especially during the first feeding period. During this period, the digestive organ of larvae was underdeveloped, and the nutrient in live food was not readily absorbed by larvae. Feeding on free amino acids, such as taurine or glutamine, enriched rotifer would be enhanced the nutrient readily absorbed thereby resulting to the improvement of growth and survival rate of larvae. A duplicate experiment was conducted to evaluate the effect of rotifer enriched with free amino acid of glutamine or taurine, on the growth and survival rate of larval grouper Cromileptes altivelis. One day old larvae were cultured in 500 l fiberglass containing 330 l of sea water with a density of 10 ind.L-1. Larvae were fed on rotifer enriched with either 0.5 g glutamine, 0.5 g taurine, or without glutamine nor taurine. Larvae were fed on rotifer twice a day at 08.00 and 14.00, and cultured for 16 days. One h after feeding, rotifer content in the gut of larvae were observed. Results showed that larvae fed on rotifer enriched with 0.5 g taurine or 0.5 g glutamie had higher rotifer content in the gut than that in the other group. Larvae fed on rotifer enriched with 0.5 g glutamine or 0.5 g taurine had the same survival rate (P>0.05), 19.2±2.25% and 24.5±1.20%, respectively; these values were significantly higher than that in the other group which was 13.0±1.70%.  The total length of larvae fed on rotifer enriched with 0.5 g taurine (5.5±0.18 mm) significantly was the biggest compared than others; while those fed on rotifer enriched with 0.5 g glutamine (5.3±0.12 mm) was bigger than fish fed on rotifer without glutamine nor taurine (5.0±0.16 mm). Thus, it can be concluded that survival rate and growth of larvae were improved when feeding on rotifer enriched with taurine or glutamine. Nevertheless, taurine was more efective than glutamine due to its effect resulted the highest growth performance of larval grouper. Keywords: taurine, glutamine, grouper, Cromileptes altivelis
PEMAHAMAN DAN UNJUK KERJA HIGIENE-SANITASI SISWA DALAM PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN DI SMKN 1 KUBU Luh Masdarini
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 8 No. 2 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.211 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v8i2.2856

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendeskripsikan pemahaman  dan unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan  di SMKN 1 Kubu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas X di SMKN 1 Kubu  yang berjumlah 89 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan, angket, dan lembar observasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pemahaman higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMKN 1 Kubu  adalah baik, dengan persentase 69,88%; dan (2) Unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan di SMKN 1 Kubu  adalah sangat baik dengan persentase 81,91%.   Kata kunci:  pemahaman, unjuk kerja, prinsip-prinsip higiene-sanitasi, SMK, pengolahan dan penyajian makanan.
Growth performance and health status of catfish (Clarias gariepinus, Burchell 1822) fed with various levels of dietary organic selenium addition Hasrah Hasrah; M. Agus Suprayudi; Nur Bambang Priyo Utomo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 3 (2016): October 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i3.28

Abstract

This study aimed to determine the effect of organic selenium to growth performance and health status of catfish Clarias gariepinus.The treatments applied was the addition of organic selenium into the diet with different dose, which was 0, 1, 4, and 8 g kg-1 of the diet. The organic selenium concentration in the diet was 0.30, 0.79, 2.26, and 5.79 mg kg-1 . The catfish with an initial body weight of 5.97 ± 0.06 g and stocking density of 150 individuals tank-1 were rearing for 56 days in the cemen tank with a capacity of 300 liters. During the research, the fish were fed thrice a day at 07.00 am, 02.00 pm, and 08.00 pm with number of diet was 3% of body weight. The result showed that additional organic selenium of 2.26 mg kg-1 in dietary was significantly affecting the retention protein, fat and selenium by 34.8±2.9%, 63.9±4.1% and 28.6±1.9%, respectively. Supplementation of organic selenium in the same dose also enhanced the number of white blood cells of 1.60±0.13 cells mm3 ×105 and hemoglobin concentrations of 7.93±0.1 g %. Supplementation of the organic selenium of 2.26 mg kg-1 in dietary can improve the growth performance and health status of catfish. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh selenium organik terhadap kinerja pertumbuhan dan status kese- hatan ikan lele (Clarias gariepinus). Perlakuan empat dosis selenium organik yang ditambahkan dalam pakan yaitu: 0 (kontrol), 1, 4, dan 8 g kg-1 pakan dengan kadar selenium pakan berturut-turut 0,30; 0,79; 2,26 dan 5,79 mg kg-1 . Ikan lele yang digunakan dengan bobot awal rata-rata 5,97+0,06 g, dipelihara dalam 12 bak beton bervolume 300 liter de- ngan kepadatan 150 ekor per bak selama 56 hari. Ikan diberi pakan 3% dari bobot tubuh dengan frekuensi tiga kali se- hari pada pukul 07.00, 14.00, dan 20.00. Percobaan didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat per- lakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selenium 2,26 mg kg-1 pakan memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada retensi protein, lemak, dan selenium berturut-turut sebesar 34,8±2,9%, 63,9±4,1% dan 28,6±1,9% dibandingkan dengan perlakuan lainnya (p<0,05). Penambahan selenium dengan dosis yang sama juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih sebesar 1,60±0,13 sel mm3 ×105 dan kadar hemoglobin sebesar 7,93±0,1 g %. Penambahan selenium 2,26 mg kg-1 pakan mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan lele.
Ratio of intestine length to body weight of giant gourami, Osphronemus goramy Lac. feed with different protein levels of the diets supplemented with recombinant growth hormone (rGH) Darmawan Setia Budi; Alimuddin Alimuddin; Muhammad Agus Suprayudi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 2 (2016): June 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i2.43

Abstract

The purpose of this study was to describe the effect of dietary protein levels enriched with rGH on the ratio of length of the intestine to body weight of giant gourami. The diet with different protein levels (i.e. 21%, 28%, 34%; isoenergy) coated with egg yolk containing rGH. Each treatment has a control without rGH addition. Juveniles of giant gourami (body weight15.83 ± 0.13 g) were fed with a diet containing rGH twice a week. Fish were reared in 100 L glass aquaria with density of 10 fish per aquaria for 42 days. At the end of the treatment, body weight and length of the intestine were measured to determine the effect of treatment on the ratio of these two parameters. The result of research showed that at each level of treatment, the dietary protein levels and rGH supplementation gave a significant effect to increase the ratio of intestinal length to body weight (p <0,05). Ratio of intestinal length to body weight of fish was increase by decre-asing protein level in dietary (p <0,05). No interaction between protein levels and rGH additon on the ratio of intestinal length to body weight (p> 0,05). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian pakan dengan kadar protein berbeda yang diperkaya dengan rGH pada nisbah panjang usus dan bobot tubuh ikan gurami. Pakan dengan kadar protein berbeda (21%, 28%, 34%;isoenergi) dibalut kuning telur yang mengandung rGH. Masing-masing perlakuan memiliki kontrol tanpa penam-bahan rGH. Yuwana ikan gurami (bobot tubuh15,83±0,13 g) diberi pakan mengandung rGH dua kali seminggu. Yuwa-na ikan dipelihara dalam akuarium volume100 L dengan padat tebar 10 ekor per akuarium selama 42 hari. Pada akhir perlakuan dilakukan pengukuran bobot tubuh dan panjang usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-ma-sing taraf perlakuan kadar protein pakan, pemberian rGH berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap peningkatan nisbah pan-jang usus dan bobot tubuh ikan. Penurunan kadar protein pada pakan terbukti meningkatkan nisbah panjang usus dan bobot tubuh ikan (p<0,05). Tidak terdapat interaksi antar perlakuan kadar protein dan penambahan rGH terhadap rasio panjang usus terhadap bobot tubuh (p>0,05).
Effect of dietary vitamin E (a-tocopherol) on the reproductive performance of marble goby Oxyeleotris marmorata Bleeker 1852 Denny Wahyudi; Muhammad Zairin Jr; Muhammad Agus Suprayudi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i1.53

Abstract

Vitamin E is lipid soluble antioxidant and plays important roles in fish reproduction. This study aimed to examine the effects of feeding diets with different dose of vitamin E on the reproductive performance of female marble goby. Fish were fed with earthworms (Eudrilus eugeniae) having different level of Vitamin E viz. 0 mg (A), 200 mg (B), 400 mg (C), 800 mg (D) and 1600 mg (E) vitamin E kg-1 earthworms.. High-density lipoprotein (HDL), lowdensity lipoprotein (LDL), triglyceride, total cholesterol, estradiol, egg size, gonadosomatic index (GSI), gonadal histology and levels of vitamin E in gonad were determined. The level of total cholesterol in serum was increased on day 30 along with increasing the level of estradiol, HDL, LDL and triglyceride. The egg size 1.20-1.39 mm from diets D has a highest frequency than treatment A, B, C, dan E.The lowest value of GSI was found in the fish from B treatment. This finding was supported by gonadal histology which showed that the ovary development was slower in B treatment than C, D, and E treatments. The highest level of vitamin E in gonad was obtained in fish from D treatment. In conclusion, the result of the experiment indicates that 800 mg vitamin E kg-1 earthworms was the best dose for the reproductive performance of female marble goby. Abstrak Vitamin E merupakan antioksidan yang larut dalam lemak dan berperan dalam reproduksi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh dosis yang berbeda pada pakan terhadap kinerja reproduksi ikan betutu betina. Ikan uji di-beri pakan berupa cacing tanah (Eudrilus eugeniae) yang mengandung 0 (A), 200 (B), 400 (C), 800 (D) dan 1600 (E) mg vitamin E kg-1 cacing tanah. Parameter yang dianalisis adalah high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), trigliserida, total kolesterol, konsentrasi estradiol, diameter telur, indeks kematangan gonad (IKG), histologi gonad, dan konsentrasi vitamin E gonad. Konsentrasi total kolesterol darah meningkat pada hari ke-30 bersamaan de-ngan meningkatnya konsentrasi estradiol, HDL, LDL, dan trigliserida. Ukuran diameter telur pada perlakuan D (1,201,39 mm) memiliki frekuensi tertinggi dibandingkan dengan perlakuan A, B, C, dan E. IKG pada percobaan B menun-jukkan hasil yang terendah. Hal ini selaras dengan hasil histologi gonad yang menunjukkan bahwa perkembangan gonad perlakuan B lebih lambat dibandingkan dengan perlakuan C, D, dan E. Konsentrasi vitamin E gonad pada perlaku-an D menunjukkan hasil tertingi dibandingkan perlakuan A, B, C dan E. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis vitamin E sebesar 800 mg kg-1 cacing tanah merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan kinerja reproduksi ikan betutu betina.
Pemberian hormon pertumbuhan rekombinan secara “putus dan sambung” pada tiga kelompok ukuran benih ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis (Valenciennes 1828) Suci Antoro; Alimuddin Alimuddin; Muhammad Agus Suprayudi; Irvan Faizal; Muhammad Zairin Junior
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v15i1.75

Abstract

The objective of this study was to compare the growth response of 3 different sizes of humpback grouper juveniles, which were come from the same brood stock group and spawning season after “stop and go” experiment of recombinant Epinephelus lanceolatus growth hormone (rElGH); that are with, without and retreated with rElGH for 42 days respectively. Each size group was divided into two treatment groups. The first group was treated with 50 mg crude rElGH kg-1 in commercial diet (pC) and a second group as a control. Weight gain of pC compares to control for small size group, medium size group and large size groups of juveniles subsequently for first stage were 85.89%, 39.66% and 16.34%; second stage were -34.57%, -14.76%, and -5.27%; and third stage were 56.16%, 50.24% and 59.14%. Specific growth rate differences of small, medium and large size of pC compared to control in first stage were 41.6%, 19.06% and 7.52%; second stage were -44.81%, -27.23% and -14.66%; and third stage were 55.9%, 40.62% and 48.42%. No significant difference of condition factor among all sizes of pC and control fish. Protein content and retention, and liver glycogen content from pooled sample of all size fish groups pC treatment in the second stage were decreasing compared to the first stage, respectively, 11.49%, 35.14% and 84.73%. It can be concluded that rElGH treatment improved growth performance of all size fish groups, however small juveniles have highest growth response compared to medium and large juvenile groups. The ceasing of rElGH treatment on second experiment stage is most likely causing the loss of accelerating growth factor then decreasing growth performance, protein content and retention, and liver glycogen content. Abstrak Penelitian bertujuan membandingkan respons pertumbuhan tiga kelompok ukuran benih ikan kerapu bebek dari kelompok induk dan periode pemijahan yang sama terhadap hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang Epine-phelus lanceolatus (rElGH); melalui eksperimen “putus dan sambung” yaitu dengan, tanpa, dan perlakuan kembali rElGH masing-masing selama 42 hari. Setiap kelompok ukuran dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, kelompok pertama diberi perlakuan rElGH dengan dosis 50 mg rElGH-HP55 kg-1 pakan (pC) sedangkan kelompok kedua sebagai kontrol. Pertambahan bobot badan kelompok pC dibandingkan dengan kontrol pada benih berukuran kecil, sedang dan besar berturut-turut pada eksperimen tahap pertama 85,89%, 39,66% dan 16,34%; tahap kedua -34,57%, -14,76%, dan -5,27%, dan tahap ketiga 56,16%, 50,24% dan 59,14%. Perbedaan laju pertumbuhan spesifik benih berukuran kecil, se-dang dan besar perlakuan pC terhadap kontrol pada eksperimen tahap pertama 41,6%, 19,06% dan 7,52%; tahap kedua -44,81%, -27,23% dan -14,66%; dan tahap ketiga 55,9%, 40,62% dan 48,42%. Faktor kondisi pC dan kontrol pada se-mua kelompok ukuran tidak berbeda nyata. Kandungan dan retensi protein, dan kandungan glikogen hati gabungan sampel dari semua kelompok ukuran ikan perlakuan pC pada eksperimen tahap kedua menurun dibandingkan eksperi-men tahap pertama, masing-masing sebesar 11,49%, 35,14% dan 84,73%. Dapat disimpulkan pemberian rElGH mema-cu pertumbuhan semua kelompok ukuran benih ikan, namun benih berukuran kecil mempunyai respons pertumbuhan lebih tinggi daripada kelompok benih berukuran sedang dan besar. Penghentian pemberian rElGH menyebabkan ber-hentinya faktor pemacu pertumbuhan, sehingga performa pertumbuhan, kandungan dan retensi protein, dan kandungan glikogen hati menurun.
Penggunaan DDGS (Distillers Dried Grain with Solubles) jagung sebagai sumber protein nabati pakan benih ikan gurame Osphronemus goramy Lac. Muhamad Agus Suprayudi; Upmal Deswira; Mia Setiawati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.109

Abstract

Two experiments were conducted to evaluate the utilization of corn distillers dried grain with soluble (DDGS) as plant raw material for giant gourami Osphronemus goramy diet. The digestibility of protein and dry matter was observed in the first experiment by using indirect methods and Cr2O3 was used as a tracer. A forty days feeding experiment was performed on the second stage of experiment to observe the effect of DDGS levels on the growth and feeding performance of giant gourami. The juvenile giant gourami were used in the experiment with initial weight around 4.7±0.78 g and reared in aquarium (35 x 40 x 50 cm3) and filled with 50 L treated water at a density of 0.2 fish L"1. Four experimental diets was formulated with contain similar protein (40%) and energy 500 kcal GE 100 g-1, but differ in the levels of DDGS that were 0, 10%, 20%, and 30% (Diet A, B, C and D). Fish were fed three times daily at the satiation levels. A completely randomized experimental design consisted of four treatments and three replicates were used. The result showed that DDGS digestibility value of protein and total was 85.35% and 70.10% respectively. Increasing DDGS levels in the diet could not effect significantly on survival rate, daily growth rate and feed consumption (P>0.05). Feed efficiency and protein retention on fish fed with DDGS content of up to 20% were not different compared with the control diet (0%); whereas, feeding with diet D (DDGS 30%) were reduced feed efficiency and protein retention. In conclusion, the diet containing DDGS at the level of 20% (diet C) was support the best growth performance of juvenile gouramy. Abstrak Dua macam penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan distillers dried grain with solubles (DDGS) sebagai sumber protein nabati terhadap pertumbuhan benih ikan gurame Osphronemus goramy Lac. Penelitian ini terdiri atas penelitian kecernaan dan kinerja pertumbuhan. Pada pengukuran kecernaan digunakan motede tidak langsung dengan menggunakan kromium trioksida (Cr2O3) sebagai indikator. Pada penelitian kinerja pertumbuhan digunakan empat macam pakan dengan isoprotein (40%) dan isoenergi (500 kcal GE 100 g-1) dengan kadar DDGS yang berbeda. Pakan A (pakan kontrol, DDGS 0%) sedangkan pakan B, C dan D mengandung DDGS masing-masing sebesar 10, 20 dan 30%. Juwana ikan gurame dengan bobot rata-rata 4,7±0,78 g dipelihara selama 40 hari dalam akuarium berukuran 35 x 40 x 50 cm3 dengan kepadatan 0,2 ekor per liter. Ikan diberi pakan sampai kenyang dengan frekuensi tiga kali se-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gurame mampu mencerna protein DDGS sebesar 85,35% dan 70,10% untuk total bahan. Peningkatan DDGS dalam pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup benih ikan gurame (p>0,05). Ikan yang diberi pakan dengan kandungan DDGS hingga 20% memiliki nilai efisiensi pakan dan retensi protein yang tidak berbeda dibandingkan dengan pakan kontrol; sedangkan pemberian DDGS sebesar 30% dalam pakan menurunkan nilai tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pakan C dengan kadar DDGS 20% dalam pakan memberikan hasil yang terbaik terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan gurame.
Pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang mendapatkan tambahan selenium dan terpapar cekaman lingkungan Muhaimin Hamzah; M. Agus Suprayudi; Nur Bambang Priyo Utomo; Wasmen Manalu
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i2.122

Abstract

This study was conducted to determine the level of sodium selenite (inorganic selenium) supplementation on growth and vitality of juvenile humpback grouper (Cromileptes altivelis) exposed to environmental stress. The experiment was designed as a completely randomized design with six treatments and three replications. The treatment was Se (sodium selenite) supplementation at various levels i.e. 0, 0.025, 0.05, 0.1, 0.2, and 0.4 mg Se kg-1. The experimental juveniles humpback grouper having average initial length of 5,83+0,28 cm and body weight of 3,47+0,43 g were reared in 90 x 40 x 35 cm3 aquaria and fed artificial diet (pellet) two times daily (08.00 and 16.00) at satiation. The humpback grouper were reared for 42 days at the stocking density of 15 fishes per 100 L on sea water with salinity of 30-31 ppt and temperature of 28-29oC. At the end of the experiment, the experimental fishes were submerged in fresh water for 10 minutes to evaluate their responses to osmolarity stress. Result of this study showed that the survival rate, daily growth rate, feed intake, feed efficiency, protein retention, liver glycogen, muscle glycogen, and all parameters of blood profile were not affected by the Se supplementation. On the contrary, Se supplementation improved lipid retention, plasma GPx enzyme activity, RNA-DNA ratio, and T3-T4 ratio. The addition of sodium selenite at dose of 0,05 mg Se kg-1 increased growth performance and vitality of juvenile humpback grouper. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah penambahan sodium selenite (selenium anorganik) dalam pakan yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang terpapar pada cekaman akibat perubahan kondisi lingkungan. Percobaan didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah penambahan selenium (Se) dalam bentuk sodium selenite (Se anorganik) pada berbagai dosis (0; 0,025; 0,05; 0,1; 0,2; dan 0,4 mg Se kg-1). Juwana kerapu bebek yang di-gunakan berukuran panjang awal rata-rata 5,83+0,28 cm dan bobot tubuh rata-rata 3,47+0,43 g dipelihara dalam akuarium berukuran 90 x 40 x 35 cm3 dan diberi pakan buatan berbentuk pellet frekuensi dua kali sehari (pukul 08.00 dan 16.00) at satiation. Ikan dipelihara selama 42 hari dengan padat penebaran 15 ekor per 100 liter air laut bersalinitas 30-31 ppt dan suhu 28-29 oC. Pada akhir pemeliharaan, ikan direndam di dalam air tawar selama 10 menit untuk mengetahui respons stres akibat perubahan osmolaritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, konsumsi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, glikogen hati, glikogen otot, dan semua parameter gambaran darah tidak dipengaruhi oleh penambahan Se. Sebaliknya, penambahan Se meningkatkan retensi lemak, aktivitas enzim GPx plasma, rasio RNA-DNA, dan rasio T3-T4. Penambahan sodium selenite dosis 0,05 mg Se kg-1 mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek.
Peningkatan laju pertumbuhan benih ikan gurame (Osphronemus goramy Lac.) yang direndam dalam air yang mengandung hormon pertumbuhan ikan mas [Growth enhancement of Osphronemus goramy Lac.juvenile immersed in water containing recombinant Cyprinus carpio growth hormone] Irmawati Irmawati; Alimuddin Alimuddin; Muhammad Zairin Jr; Muhammad Agus Suprayudi; Aris Tri Wahyudi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.126

Abstract

This study was aimed toenhance the growth of the giant gourami juve-nile by immersion with recombinant Cyprinus carpio growth hormone (rCcGH). Recombinant growth hormone was expressed by plasmid pCold-I/CcGHin E. coli BL21 (DE3). The inclusion bodies were isolated from E. coli using lyso-zyme and centrifugation method. Immersion with water containing 0.9% NaCl and 0.01% bovine serum albumin and inclusion bodies with different doses of rCcGH, 5 mgL-1 (C1), 15 mgL-1 (C3), and 30 mg L-1 (C6) was performed for 1 hour on weekly basis for the first four weeks of experimental period. Fish were subjected to salinity shock of 30 ppt NaCl for 2 minutes before it was transferred into the water containing rCcGH. Controls fish were without immersion and salinity shock (control), immersed in 30 ppt NaCl for 2 minutes (SS), immersed in 0.01% BSA (BSA), and immersed in medium containing BSA and 30 mg L-1 inclusion bodies of pCold without rCcGH (pCold).The giant gourami ju-venile treated with 30 mg L-1 rCcGH were 72.90% heavier and 21.04% longer (p<0.05) than the control, and 43.07% heavier and 14.64% longer (p<0.05) than the pCold. No significant difference in survival rate was obtained between treatments and controls. Biomass of fish treated 30 mgL-1 rCcGH was the highest among others. The rCcGH was able to promote soluble protein synthesis and lipid utilization as energy sources to spare protein (protein sparing effect). Thus, immersion with rCcGH could be applied to enhance the growth of giant gourami juvenile. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan benih ikan gurame melalui perendaman dengan hormon pertumbuhan rekombinan ikan mas (rCcGH). Hormon pertumbuhan rekombinan diekspresikan oleh plasmid pCold-I/CcGH di dalam Escherichia coli BL21(DE3). Badan inklusi diisolasi dari E. coli menggunakan lisozim dan metode sentrifugasi. Perendaman dilakukan selama 1 jam di dalam air yang mengandung 0,9% NaCl, 0,01% albumin serum sapi (BSA), dan badan inklusi rCcGH pada dosis5 mg L-1 (C1),15 mg L-1 (C3), dan 30mg L-1 (C6),sekali seminggu pada 4 minggu pertama. Ikan diberi kejutan salinitas 30 ppt NaCl selama dua menit sebelum ikan dipindahkan ke dalam air yang mengandung rCcGH.Sebagai kontrol ialah: benih ikan gurame tanpa perendaman (kontrol), benih ikan gurame yang diberi kejutan salinitas (SS), benih ikan gurame yang direndam di dalam air media yang mengandung BSA (BSA), dan benih ikan gurame yang direndam di dalam air yang mengandung BSA dan protein pCold-I tanpa rCcGH (pCold). Setelah tujuh minggu pemeliharaan, kelompok ikan yang direndam dalam air yang mengandung 30 mg L"1 rCcGH,72,90% bobot lebih berat dan 21,04% badan lebih panjang di-bandingkan dengan kontrol serta 43,07% bobot lebih berat dan 14,64% badan lebih panjang dibandingkan dengan pCold (p>0,05). Kelangsungan hidup antar perlakuan dan kontrol tidak berbeda nyata. Biomassa kelompok ikan yang direndam dengan 30 mg L-1 adalah yang tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. GH rekombinan ikan mas meningkatkan sintesis protein terlarut dan pemanfaatan lipid sebagai sumber energi sehingga mengoptimalkan pemanfaatan protein untuk pertumbuhan (protein sparing effect). Dengan demikian, perendaman dengan rCcGH dapat diaplikasikan untuk memacu pertumbuhan benih ikan gurame.
Aplikasi pemberian taurin pada rotifer untuk pakan larva ikan kerapu bebek Cromileptes altivelis [The application of rotifers enriched with taurine for larvae of humpback grouper Cromileptes altivelis] Dedi Jusadi; Achmad Noerkhaerin Putra; Muhammad Agus Suprayudi; Deddy Yaniharto; Yutaka Haga
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.131

Abstract

This experiment was performed to evaluate the effect of rotifers enriched with taurine on the growth and survival rate of larval humpback grouper Cromileptes altivelis. A duplicate feeding experiment was conducted in 1000 L rectangular fiberglass tanks supplied with seawater. Hatched-larvae were stocked into the tanks at a density of 10 ind. L-1 and cultured for 16 days. Larvae were fed on rotifers either from mass culture (control), or enriched with 0 and 0.5 g taurine in 10 L culture medium, respectively. Results shows that larvae fed on rotifers enriched with 0.5 g taurine significantly had the highest survival rate (58.4%), ratio of RNA/DNA (0.2), and total length (5.86 mm). The survival rate, ratio of RNA/DNA, and total length for fish in control and 0 taurine treatments were 17.6% and 33.6%; 0.1 and 0.15; 5.43 mm and 5.70 mm, respectively. It was also found that larvae consumed more rotifers when enriched with 0.5 taurine. These results suggest that the larval growth of humpback grouper was significantly improved by the feeding of rotifers enriched with taurine. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh rotifera yang diperkaya dengan taurin terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan kerapu bebek Cromileptes altivelis. Percobaan pemberian pakan secara duplikasi dilakukan pada tangki fiber persegi panjang dengan kapasitas 1000 L air laut. Larva ikan yang baru menetas ditebar ke dalam tangki dengan kepadatan 10 ekor.L-1 dan dipelihara selama 16 hari. Selama masa pemeliharaan, ikan diberi pakan tiga jenis rotifera, yakni rotifera yang diambil dari kultur massal (kontrol), serta rotifera yang diperkaya dengan 0 atau 0,5 g taurin per 10 L media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva ikan yang diberi rotifera yang diperkaya dengan 0,5 g taurin secara signifikan memiliki nilai kelangsungan hidup (58,4%), nisbah RNA/DNA (0,2), serta panjang total (5,86 mm) tertinggi. Nilai kelangsungan hidup, nisbah RNA/DNA, serta panjang total ikan pada perlakuan kontrol dan 0 g taurin masing-masing sebesar 17,6% dan 33,6%; 0,1 dan 0,15; 5,43 mm dan 5,70 mm. Ditemukan pula bahwa larva ikan lebih banyak mengkonsumsi rotifera yang diperkaya dengan 0,5 g taurin dibanding perlakuan lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan larva ikan kerapu bebek secara signifikan meningkat dengan mengkonsumsi rotifer yang diperkaya dengan taurin.
Co-Authors , Alimuddin , Sarmin . Ridwan . Sukenda . Vera Dewi Mulia, Troef Soemarno A Halim A. Malik Serang A. Shofy Mubarak Achmad Fauzi, Ichsan Achmad Noerkhaerin Putra Adang Saputra Adiasmara Giri, I Nyoman Afrizal Afrizal Agus Ari Afandi Agus Oman Sudrajat Ahmad Yazid Latif Aimma, Muhammad Ariful Akhmad Baihaqi Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin alimuddin alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Amelia Oktaviani, Amelia Ani Rusilowati Apriana Vinasyiam Aprilianti Pratiwi Arief Boediono Aris Sudiyanto Aris Tri Wahyudi Arradini, Dewi Artin Indrayati Asda Laining Asda Laining Asih Wahyuningsih Azmi Afriansyah Benny Heltonika Besral . Burhanudin Faisal, Burhanudin D. Jusadi Dairun, Suclyadi DARMAWAN SETIA BUDI Darsiani Darsiani darsiani, Darsiani Deddy Yaniharto Deddy Yaniharto DEDI JUSADI Dedi Yaniharto dedy yaniharto Denny Wahyudi Dewi Rosanti DIAH AYU SATYARI UTAMI Diamahesa, Wastu Ayu Dian Mutiara Didi Humaedi Yusuf, Didi Humaedi Dinamella Wahjuningrum Dini Harianto Dodi Hermawan Duwi Nuvitalia E. Mursitorini Eddy Supriyono Edy Marsudi Elas, Putri Elvianita, Diana Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Surawidjaja Endang Wuryandini, Endang Endriatmo Soetarto Ernawati Saptaningrum F. Hapsyari Faiqotul Himmah, Maihardiyanti Fatkhullah, Faiz Karim Fatma Hajiali Fauzan Fredinan Yulianda Gadis Sri Haryani Gebbie Edriani Ghina Raudathul Jannah Giri Maruto Darmawangsa, Giri Maruto Gumelar, Muhammad Raditya Gusriani Hadi Pratama, Ricky Harton Arfah Hasan Abidin Hasan Nasrullah Hasrah Hasrah Hema Widiawati Hendriana, Andri Husnidar Husnidar I Dewa Putu Oka Suardi I Gede Setiawan Adi Putra I Gusti Agung Gede Wiadnyana I GUSTI AGUNG GEDE WIADNYANA . I Gusti Ayu Rai I Gusti Ayu Rai I MADE ARTIKA I Made Artika I Nengah Suka Widana I Wayan Budiyasa I Wayan Nurjaya I Wayan Suanda I. Mokoginta Ichsan Achmad Fauzi Ichsan Achmad Fauzi Iis Diatin Imah, Nenden Imaroh Izzatun Nisa Imlani, Ainulyakin Hasan Inarto, Hendri ING MOKOGINTA Iqbal Kurniawinata, Mohamad Ira Akhdiana Irmawati Irvan Faizal Irwan Irwan Irzal Effendi Ismarica, Ismarica Iwandikasyah Putra Joko Tri Atmojo Jr., Muhammad Zairin Juli Ekasari Julie Ekasari Jullie Ekasari KATSUYUKI HAMASAKI KATSUYUKI HAMASAKI KETUT BUDI SUSRUSA Khumaedi - Komang Adi Wika Wiguna Kusriyati Kusriyati L. Indriastuti Latifah Kosim Darusman Luh Putu Ratna Sundari M. Ikhsan M. Setiawati M. Tri Djoko Sunarno M. Zairin Junior Mas Tri Djoko Sunarno Masrunik, Endah Meilisza, Nina Meritha, Wellya Wichi Mia Setiawati Miftakhul Huda, Anam Moh. Yamin Darsyah Mudinillah, Adam Muhaimin Hamzah Muhammad Jailani Muhammad Junior Zairin Muhammad Khafid Muhammad Roikhan Amanullah Muhammad Safir Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin JR Muhammad Zairin Jr MUHAMMAD ZAIRIN Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Mulyasari Mulyasari Munawar Khalil Muslim Muslim Muzahar Nadrah Ngurah Ayu NM Niagara, Niagara Nina Meilisza Noviani, Doris Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nuraini Annisa, Nuraini Nuril Farizah Odang Carman Otie Dylan Soebhakti Hasan Padlilah, Rahmi Padlillah, Rahmi Pattipeilohy, Christian Ernsz Pika Lusi Andriati Ponda Sari Styawati PRIMA AYU RIZQI MAHANANI, PRIMA AYU RIZQI R Rifai R. Sutajaya Raditya Gumelar, Muhammad Rahmawati, Rahmawati Rahmayanti, Yessy Rahminiwati, Min Rakhmawati, Rakhmawati, Ria Septy Anggraini, Ria Septy Ricky Ramadhan Ridhia Putri RIDWAN AFFANDI Riki Agustiono Rina Hirnawati Ririn Ariyanti Ririn Ariyanti, Ririn Rita Hayati Rizky Nafaida Sabrin, Gusriani Samalei, Ermianus Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Senja, Reza Karunia Setyorini, Catur Sintia Valinta Siti Komariyah Sofyan Sauri Sri Nuryati Sri Nuryati Suardi Laheng Suci Antoro Suci antoro Suclyadi Dairun Supatmin, Supatmin Supriyadi Hari Respati Suryadi Saputra Suryani Kusumaningtyas, Rina Dwi Susilawati ikip pgri semarang T. Makmur Talita Shofa Adestia Tatag Budiardi Tawahusna Tawahusna Tiara Ramadhani Titin Kurniasih TOSHIO TAKEUCHI TOSHIO TAKEUCHI Toto Sunarto Tulas Aprilia Upmal Deswira Utomo, Nurbambang Priyo Vera Fitria Vernandes Evenus Bulu Wahyudi, Imam Tri Wasmen Manalu Wida Lesmanawati WIDANARNI WIDANARNI Widiyanto, Aris Wijianti, Hani Wijiwinarsih, Amallia Wika Wiguna, Komang Adi Winda Styani Irawan, Winda Styani Wiyoto Wiyoto Y. Hadiroseyani yayat Nur hayati Yogo Tri Saloko Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha Trinoegraha Adiputra Yusrizal Yusrizal Yutaka Haga Zairin Jr., Muhammad Zinatul Hayati