p-Index From 2021 - 2026
9.418
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BALI MEDICAL JOURNAL (BMJ) Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Prosiding Seminar Nasional MIPA Wahana Matematika dan Sains Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika WIDYA LAKSANA JURNAL PENJAKORA JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Syntax Idea Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Abdi Insani Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu PROGRES PENDIDIKAN jurnal ilmu keolahragaan Jurnal Paedagogy UTAMAX : Journal of Ultimate Research and Trends in Education Jurnal Bali Membangun Bali Jurnal Pengabdian UNDIKMA Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Journal Social Science And Technology For Community Service Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Empiricism Journal NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Kumarottama : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Cultoure: Jurnal Ilmiah Pariwisata Budaya Hindu Education and Counseling Journal International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Yavana Bhasha: Journal of English Language Education Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu Guna Sewaka Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu International Journal of Educational and Life Sciences (IJELS) MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Journal of Gemilang Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

PERPADUAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) DENGAN METODE BRAINSTORMING MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA SMPN 2 RENDANG KARANGASEM I Wayan Dena .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8319

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perpaduan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan brainstorming meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 2 Rendang tahun pelajaran 2016/2017 dengan sampel 69 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan angket motivasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik Manova. Uji Manova menggunakan program SPSS-PC 21 for Windows dengan hipotesis taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukan bahwadiperoleh nilai F = 15,306 dangan nilai p = 0,0001 untuk motivasi belajar. Pada hasil belajar kognitif diperoleh nilai F= 7,578 dengan nilai p = 0,008. Dapat ditarik simpulan sebagai berikut (1) terjadi peningkatan yang bermakna motivasi dan hasil belajar kognitif siswa (2) terjadi peningkatan yang bermakna motivasi belajar perpaduan pada model pembelajaran TGT dengan metode brainstorming sebesar 6,78% dengan nilai p = 0,0001 (p
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR NI KADEK EWIK ERAYATI .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.13253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR NI KADEK EWIK ERAYATI .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.13254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR NI KADEK EWIK ERAYATI .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.13255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
MEKANISME KERJA BORONGAN MENINGKATKAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR Kadek Donna Redita Putri .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.13286

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui mekanisme kerja borongan dapat meningkatkan beban kerja dan kelelahan pematung. Penelitian ini berupa eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design dilakukan penilaian berupa: (a) peningkatan beban kerja pematung akibat mekanisme kerja borongan di data dengan penghitungan denyut nadi kerja; (b) peningkatan kelelahan pematung di data dengan kuesioner 30 items of rating scale of general fatigue yang sudah divalidasi. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja selama 3 (tiga) hari terhadap 22 sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan beban kerja sebesar 37,05 % dan kelelahan sebesar 47,36%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mekanisme kerja borongan meningkatkan beban kerja dan kelelahan pematung.Kata Kunci : Mekanisme Kerja Borongan, Beban Kerja, Kelelahan Pematung The aim of research was to know the piece work contract mechanism can increase workload and fatigue of the sculptor. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) the increase workload due to piece work contract mechanism were recorded by 30 items of rating scale of general fatigue that had been validated; increase fatigue due to piece work contract mechanism recorded by calculating the working pulse. Data collection was done at 3 (three) days before and after work on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test at 5% significance level. The result showed that workload increase to 37.05% and fatigue increase to 47.36%. Thus it can be concluded that the piece work contract mechanism increases the workload and fatigue of the sculptor.keyword : Piece Work Contract Mechanism, Workload, Sculptor Fatigue
POSISI DAN SIKAP KERJA YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR NI PUTU SRI ARNITA .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.13287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan muskuloskeletal pematung. Penelitian ini berupa eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design, dilakukan penilaian berupa: (a) peningkatan kelelahan pematung akibat posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis yang didata dengan 30 items of rating scale of general fatigue dan (b) peningkatan keluhan muskuloskeletal pematung akibat posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis yang didata dengan kuesioner Nordic Body Map. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 43,62% dan keluhan muskuloskeletal sebesar 31,58% (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung. Kata Kunci : Posisi, sikap kerja, kelelahan, keluhan muskuloskeletal The aim of research is to determine unphysiological position and posture of work to increase fatigue and musculoskeletal disorders of sculptors. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) increased fatigue due to unphysiological position and posture were recorded by 30 items of rating scale of general fatigue; (b) increased muculoskeletal disorders due to unphysiological position and posture were recorded by Nordic Body Map. Data collection was done at 3 (three) days before and after working on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test. The result showed: the fatigue an increase to 43,62% and musculoskeletal disorders increase to 31,58% (p < 0,05). Thus it can be concluded that unphysiological position and posture of work increase fatigue and musculoskeletal disorders of sculptors.keyword : Position, posture of work, fatigue, musculoskeletal disorders
POLA KONSUMSI YANG TIDAK TERATUR MENGAKIBATKAN KELELAHAN DINI DAN PENINGKATAN BEBAN KERJA PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR NI LUH PUTU MIA LESTARI DEVI .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.13288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui pola konsumsi pematung; (b) pola konsumsi yang tidak teratur yang dapat mengakibatkan kelelahan dini dan beban kerja pematung. Penelitian ini berupa penelitian eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design dinilai: (a) peningkatan kelelahan dini pematung akibat pola konsumsi yang tidak teratur yang didata dengan 30 items of rating scale of general fatique dan (b) peningkatan beban kerja pematung di data dengan menghitung denyut nadi. Pendataan dilakukan sebelum dan setelah kerja terhadap 22 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan dini sebesar 45,12% dan beban kerja sebesar 37,67%. (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola konsumsi yang tidak teratur mengakibatkan kelelahan dini dan peningkatan beban kerja pematung. Kata Kunci : Pola konsumsi, Kelelahan dini, Beban kerja The aims of research is to determine: (a) the pattern consumption of sculptors; (b) the pattern of irregular consumption increase of early fatigue and workload of sculptors. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) increased early fatigue of sculptors due to irregular consumption patterns recorded by 30 items of rating scale of general fatigue; (b) increased workload of sculptors due to irregular consumption patterns recorded by calculating the working pulse. Data collection was done at 3 (three) days before and after working on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test at 5% significance level. The results showed the fatigue was increase to 45.12% and workload increase to 37.67%. (p
KONDISI LINGKUNGAN YANG TIDAK MEMADAI MENGAKIBATKAN PENINGKATAN KELELAHAN DAN BEBAN KERJA PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR NI PUTU PRIMA CAHYAN .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si., .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.13289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan kelelahan pada pematung; (2) mengetahui kondisi lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan beban kerja pematung; dan (3) mengetahui cara penanggulangan kondisi lingkungan yang tidak memadai sehingga tidak meningkatkan beban kerja, dan kelelahan pekerja di industri kecil. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre dan post test group design. Jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 22 orang yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan beban kerja sebesar 38,59% dan kelelahan meningkat sebesar 47,19% (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan beban kerja dan kelelahan pada pematung.Kata Kunci : Kondisi lingkungan yang tidak memadai, beban kerja, kelelahan This study aims to (1) find out that inadequate environmental conditions can increase fatigue on sculptors, (2) knowing that inadequate environmental conditions can increase the workload of sculptors, (3) knowing how to overcome the inadequate environmental conditions so as not to increase the workload, and the fatigue of workers in small industries. This research is experimental field research (field experimental) with randomized pre and post test group design design. The number of samples involved in this study were as many as 22 people selected at random level (multistage random sampling). The data obtained were analyzed by t-paired test at 5% significance level. The results showed that there was an increase in workload of 38.59% and fatigue increased by 47.19% (p
MEKANISME ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL NELAYAN PENGANGKUT IKAN DI DESA PENGAMBENGAN JEMBRANA Pipit Rubi Agustia Sari .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14380

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mekanisme angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan nelayan pengangkut ikan; dan (2) mekanisme angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal nelayan pengangkut ikan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design. Lokasi penelitian ini di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan yang terletak di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana-Bali. Pengambilan sampel dilakukan secara random sebanyak 24 nelayan pengangkut ikan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t paired dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna pada kelelahan nelayan pengangkut ikan sebesar 44,10 % (p < 0,05) dan keluhan muskuloskeletalnya sebesar 84,38 % (p < 0,05) antara sebelum dan sesudah bekerja. Disimpulkan bahwa mekanisme angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal nelayan pengangkut ikan. Disarankan agar para nelayan pengangkut ikan selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja, mengangkat dan mengangkut dengan cara dan posisi yang fisiologis, mengatur waktu kerja dan waktu istirahat. Kata Kunci : angkat angkut, kelelahan, keluhan muskuloskeletal. This study aims to determine: (1) lifting and transport mechanisms that are not physiological can increase fish fatigue fisherman; and (2) non physiological lifting and transport mechanisms can increase musculoskeletal complaints of fish-carrying fishers. This type of research is experimental field research (experimental field) with randomized pre and post test group design. The location of this research is at Pengambengan Fishery Fishery Port located in Pengambengan Village, Kecamatan Country, Jembrana-Bali District. Sampling was done randomly as many as 24 fishermen transporting fish. Data analysis was done by using paired t test with 5% significance level. The results of this study indicate that there is a difference between before working with fish fisherman after work, on fatigue equal to 44,10% (p
VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestika) DAN LENGKUAS (Alpinia galanga) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN ORGANOLEPTIK TAHU Ni Kadek Kandi Pina Sari .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14383

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui: (1) variasi konsentrasi ekstrak kunyit dan lengkuas mengakibatkan perbedaan kualitas makanan tahu secara organoleptik tahu dilihat dari kesukaan konsumen terhadap bau, rasa, warna dan teksturnya, dan (2) perubahan organoleptik makanan tahu dilihat dari kesukaan konsumen terhadap bau, rasa, warna, dan tekstur tahu setelah direndam dengan ekstrak kunyit dan tahu yang direndam dengan lengkuas pada konsentrasi yang berbeda. Jenis penelitian sesungguhan ini didesain dengan Randomized Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah tahu yang direndam dalam ekstrak kunyit dan lengkuas pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) variasi konsentrasi ekstrak kunyit dan lengkuas mengakibatkan perbedaan organoleptik makanan tahu dilihat dari kesukaan konsumen terhadap bau, rasa, dan warna tahu pada ekstrak kunyit (p < 0,05) serta bau dan rasa pada ekstrak lengkuas (p < 0,05), (2) organoleptic makanan tahu mengalami perubahan pada indikator bau, rasa, dan warna pada ekstrak kunyit dan pada ekstrak lengkuas hanya bau dan rasa yang berubah, dan (3) makanan tahu yang lebih disukai oleh konsumen adalah tahu yang direndam dengan ekstrak kunyit, karena dalam katagori bau nilai kesukaan konsumen lebih tinggi 26,13% pada ekstrak 40% dan 19,74% pada ekstrak 60% dibandingkan dengan ekstrak lengkuas pada konsentrasi yang sama.Kata Kunci : Uji Organoleptik, Ekstrak kunyit, Ekstrak lengkuas, Tahu The purpose of this research are: (1) know variation of concentration of turmeric extract and galangal result of organoleptic difference of know seen from consumer's preference to odor, taste, color and texture, and (2) know organoleptic change know seen from consumer's preference to odor, taste, color, and texture tofu after soaking with turmeric extract and galangal at different concentrations. The samples used were tofu soaked in turmeric extract and tofu soaked in galangal at concentrations of 20%, 40%, and 60% for 24 hours. The results of organoleptic test were analyzed by using Kruskal-Wallis statistic test and further test with Mann-Whitney at a significant level 5%. The results of this study showed that: (1) tofu soaked with turmeric extract and galangal was still favored, (2) there was a change of the tofu quality after soaking with turmeric extract and galangal in terms of smell, taste, color and texture, (3) tofu that is soaked with turmeric extract turned out to be more favored by consumers. The conclusions of this study were: (1) variation of concentration of turmeric extract and galangal resulted in organoleptic differences knowing from consumer preferences to tofu odor, taste, and color on turmeric extract (p
Co-Authors - Khaeruman ., Desi Asrini Jumia Miarti ., Dewa Putu Surya d ., Dwi Agus Satyawati ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., I PT RISCA JANURIADI ., I Wayan Dena ., Kadek Donna Redita Putri ., Kadek Sudarsini ., NI KADEK EWIK ERAYATI ., Ni Kadek Kandi Pina Sari ., Ni Kadek Mahigawati ., Ni Komang Tri Kamistin ., Ni Luh Seri Eka Desi Susanti ., Ni Nyoman Komala Putri ., Ni Nyoman Sri Noviantari ., NI PUTU PRIMA CAHYAN ., Nyoman Edi Supartawan ., PUTU PRIMA DHARMAPATNI ., Tia Nur Rosita Abdul Hafiz Haqqi Adam Smith Bago Adiwijaya, Pande Agus Admyana, Putu Budi Afrianti, Desi Agus Wijaksono Ahzan, Sukainil Andang, Andang Andika , I Putu Herry Widhi Aniek Suryanti Kusuma, Aniek Suryanti Antari, Wahyu Arifin Arifin Aryani, Luh Nitra Asri Fauzi Bestari Laia Christian Tonyjanto CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Cordia, Grassiana Misseri Desak Made Citrawathi Desak Putu Saridewi Desi Asrini Jumia Miarti . Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Made Aris Tian Saputra Dewa Putu Surya d . Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Dwi Agus Satyawati . Dwianggreni, Luh Kade Surya Edy Wibowo, Sarwo Eka Junaidi Eliska Juliangkary Enny Fauziah Erlin Erlin fatimah Fatimah Fazalani, Runi Fitri Aulia Fitria Sarnita Fitriani, Herdiyana Gregorius Sebo Bito Gunada, I Wayan Agus Hajiriah, Titi Laily Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Hawali, Rebeka Filda Hidayatullah, Noval Tauhid Hikmawati Hikmawati Hunaepi, Hunaepi I Dewa Putu Sutjana I Gede Astra Wesnawa I Gede Suwiwa I Gusti Agung Haryawan I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Nala I Gusti Putu I Gusti Putu Sudiarta I Gusti Putu Sudiarta, I Gusti Putu I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Wijaya I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ardika Yasa I Made Ardika Yasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I Made Rasna I Made Surya Hermawan I Nyoman Adi Putra I Nyoman Adi Susrawan I Nyoman Sucipta I Nyoman Wijana I PT RISCA JANURIADI . I Putu Eka Indrawan I Putu Herry Widhi Andika I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Yoga Laksana I Wayan Dena . I Wayan Indra Praekanata I Wayan Pendi Haristantya Negara . I Wayan Pendi Haristantya Negara ., I Wayan Pendi Haristantya Negara I Wayan Santyasa I Wayan Suastra I Wayan Suja I Wayan Sukra Warpala Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus A. Swamardika Ida Bagus Adnyana Manuaba Ida Bagus Made Astawa Ida Ermiana Indah Sri Handari Adiputra, Luh Made Iwan Abdy Julhidayat Muhsam Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Astiti Kadek Donna Redita Putri . Kadek Sudarsini . Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Ketut Tirtayasa Komang Agus Triadi Kiswara Kurnia Amadea, Ida Bagus Neo Kusuma, Ketut Chandra Adinata Lalu Hamdian Affandi Lase, ndah Permata Sari laxmi zahara Lies Dian Marsa Ndraha LUH MADE DWI WEDAYANTHI LUH MADE INDAH SRI HANDARI ADIPUTRA Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Sukma Dwityarini . Luh Made Sukma Dwityarini ., Luh Made Sukma Dwityarini Luh Nitra Aryani Luh Putu Ratna Sundari Made Astawa, Ida Bagus Mahsup, Mahsup Meyanti, I Gusti Ayu Sundari Muhammad Turmuzi Muhammad Wahyu Setiyadi Mujiburrahman Nasar, Ismail Nasar, Ismail NI KADEK EWIK ERAYATI . Ni Kadek Kandi Pina Sari . Ni Kadek Mahigawati . Ni Kadek Ria Paramita Lestari . Ni Komang Tri Kamistin . Ni Luh Putu Julia Purnama Dewi NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Putu Mia Lestari Devi Ni Luh Seri Eka Desi Susanti . Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Irma Wulandari Ni Made Suyasmi Ni Made Wersi Murtini Ni Nyoman Komala Putri . Ni Nyoman Parwati Ni Nyoman Sri Noviantari . Ni Putu Apriantini Ni Putu Dian Utami Dewi Ni Putu Dina Sutarnitri Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Erna Surim Virnayanthi NI PUTU PRIMA CAHYAN . Ni Putu Ristiati Ni Putu Sri Arnita Ni Putu Sri Ratna Dewi Numertayasa, I Wayan Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurul Fajri Nyoman Ayu Putri Lestari Nyoman Edi Supartawan . P. WAYAN ARTA SUYASA Pahriah, Pahriah Pangga, Dwi Pascalian Hadi Pradana Pipit Rubi Agustia Sari . Poerwati, Christiani Endah Pratama, Susilo Suherman Prawira Kusuma, Agus Tommy Adi Purnama Dewi, Ni Luh Putu Julia Purnami, Ketut Manis Santi Puspayanti, Amalia Putu Gede Ery Suardana PUTU PRIMA DHARMAPATNI . Putu Spyanawati Ramdhani, Lisda Ratna Dewi, Ni Putu Sri Risna Dewi, Ni Wayan Rukmi Sari Hartati S.Pd. I Kd. Happy Kardiawan . Saputra, Dewa Made Aris Tian Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi Sinta Javani siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sofia Idawati Lubis Sri Florina Laurence Zagoto Sri Widayanti Steven, Geraldo Marion Suardiati Putri, Ni SUCIKA ARMIANI, SUCIKA Sudiarta , I Gusti Putu Sudiarta, I Gst. Putu Suja, I Wayah Suja, Wayan Sukiastini, I Gusti Ayu Ngurah Kade Sukroyanti, Baiq Azmi Susy Purnawati Sutarnitri, Ni Putu Dina Suyasmi, Ni Made Syamsiar, Syamsiar Taufik Samsuri Tia Nur Rosita . Tonyjanto, Christian Wadi, Hairil Wahjoedi Wahyu Setyadi, Muhammad Wardani, Ida Ayu Nova Intan Wardani, Ketut Sri Kusuma Wardani, Ni Nyoman Alit Putri Widiantana, I Kadek Widinni, Trijanti A. Windayani, Ni Luh Ika Wisnu, I Komang Wisnu Budi Wijaya