Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS MEDIA INTERAKTIF BERBASIS CANVA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS IV SDN KEDAUNG WETAN 7 Suci Arwindi; Yeni Nuraeni; Annisa Salsabila; Nadya Marchani; Syilla Syakilla
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i4.9816

Abstract

          Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas media interaktif berbasis Canva dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SDN Kedaung Wetan 7 melalui pendekatan kualitatif.  Studi ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelaah literatur terkait efektivitas media pembelajaran berbasis Canva dan minat belajar siswa, serta wawancara mendalam dengan guru IPAS di sekolah tersebut untuk menggali pengalaman dan persepsi mereka mengenai penggunaan Canva dalam pembelajaran.  Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas media Canva dalam meningkatkan minat belajar siswa, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam implementasinya.  Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas dan implikasi penggunaan media interaktif berbasis Canva dalam konteks pembelajaran IPAS di SDN Kedaung Wetan 7. Kata Kunci : Efektivitas, Canva, Media Pembelajaran
ANALISIS BENTUK KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR Yeni Nuraeni; Rico Fernanda Eristiawan; Galuh Puspita; Metha Rahmatika; Shafaa Brilianti
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i5.9842

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan usaha yang sadar untuk mewariskan budaya dan pengetahuan dari satu generasi ke generasi lainnya. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah kemampuan membaca, yang merupakan keterampilan mendasar yang harus dikuasai oleh siswa, khususnya pada tingkat sekolah dasar. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti intelektual siswa, lingkungan yang kurang mendukung, serta faktor psikologi dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesulitan yang dialami siswa kelas III dalam proses membaca permulaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan meliputi kurangnya pengenalan huruf, kesalahan pelafalan, membaca kata demi kata, dan kesulitan dalam memahami tanda baca. Selain itu, faktor penyebab kesulitan ini meliputi kurangnya motivasi, rendahnya minat membaca, serta kematangan emosi yang belum stabil. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengatasi kesulitan ini adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat, seperti metode abjad dan metode suku kata, serta memberikan pelayanan membaca spesifik. Strategi lainnya adalah melakukan pendekatan khusus kepada siswa, guru, dan orang tua untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Pendekatan-pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa sehingga mereka dapat membaca dengan baik dan benar. Kata Kunci: kesulitan membaca, membaca permulaan, sekolah dasar. Abstract Education is a conscious effort to pass on culture and knowledge from one generation to another. One important aspect of education is the ability to read, which is a fundamental skill that must be mastered by students, especially at the elementary school level. However, many students experience difficulties in beginning reading, which can be caused by various factors such as students' intellectual abilities, an unsupportive environment, as well as psychological and emotional factors. This research aims to analyze the forms of difficulties experienced by third grade students in the initial reading process. The research method used is literature study, by analyzing various relevant literature. The research results show that early reading difficulties include lack of letter recognition, pronunciation errors, reading word by word, and difficulty understanding punctuation. Apart from that, factors causing this difficulty include lack of motivation, low interest in reading, and unstable emotional maturity. Efforts that can be made by teachers to overcome this difficulty are by using appropriate learning methods, such as the alphabet method and syllabic method, as well as providing specific reading services. Another strategy is to take a special approach to students, teachers and parents to gradually improve students' reading abilities. These approaches are expected to improve students' reading skills so that they can read well and correctly. Keywords: reading difficulties, beginning reading, elementary school.
PERANAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II DI SEKOLAH DASAR NEGERI Yeni Nuraeni; Nurul Khanifah; Syifa Azzahra; Sindi Enjelina; Pringga Dhani
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i6.9901

Abstract

Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa merupakan salah satu kegiatan integral yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran. Selain memberikan dan mentransfer ilmu, guru juga bertugas untuk meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Tidak dapat dipungkiri bahwa belajar siswa dengan orang lain sangat berbeda, oleh karena itu penting bagi guru untuk selalu memotivasi siswa agar siswa selalu memiliki semangat belajar dan mampu menjadi siswa yang berprestasi dan dapat mengembangkan dirinya secara optimal. Proses pembelajaran akan berhasil jika siswa memiliki motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa secara optimal. Guru dituntut kreatif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar adalah kebermaknaan, nilai, dan manfaat pembelajaran kegiatan pembelajaran yang cukup menarik bagi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran.
ANALISIS INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELAS Yeni Nuraeni; Khansa ‘Alimah Humairo; Syifani Yasmin; Putra Fauzan Moh Wildan; Galang Al Ayubi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i6.9925

Abstract

Pendidikan didefinisikan sebagai "usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar mengajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat" dalam peraturan Undang-Undang Sistem Pendidikan No. 20 Tahun 2003. Pendidikan meliputi seluruh perolehan ilmu pengetahuan yang berlangsung sepanjang hayat (pendidikan sepanjang hayat) dalam segala situasi dan kondisi yang berdampak positif terhadap perkembangan setiap orang. Kajian pustaka sistematis digunakan dalam kajian ini. Untuk menghasilkan satu karya tulis tentang topik atau isu tertentu, kajian pustaka melibatkan pencarian dan penelitian pustaka dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan publikasi perpustakaan lain yang terkait dengan topik kajian. Untuk mengumpulkan data guna analisis dan klasifikasi, kajian pustaka dilakukan dengan menggunakan bahan referensi terkait dari buku dan jurnal. Membaca banyak buku, jurnal, dan publikasi perpustakaan lain yang berkaitan dengan topik kajian memungkinkan dilakukannya analisis data untuk kajian. Pada dasarnya, semua orang adalah makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya, baik di sekolah maupun di tempat lain. Salah satu tujuan dari proses pembelajaran yang dilalui siswa di kelas adalah untuk mencapai hasil belajar yang terbaik karena, di kelas dan di lingkungan sekolah, siswa cenderung lebih banyak berinteraksi dengan guru dan teman sebayanya, yang dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Interaksi sosial yang baik dapat meningkatkan prestasi elajar siswa dan memperkuat hubungan sosial di sekolah. Namun, kendala seperti perbedaan gaya bahasa, rasa malu, atau kurangnya adaptasi terhadap lingkungan baru dapat menghambat proses tersebut. Guru berperan penting sebagai fasilitator dan motivator untuk mendorong siswa aktif berinteraksi serta membangun suasana belajar yang kondusif.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA PADA ANAK KELAS 1 DI SDN KAMPUNG BAMBU 1 Yeni Nuraeni; Saka Nayla Hasan; Amanda Khofifah; Muhammad Fikri Fahruddin; Akhmad Syaifulloh
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i7.9948

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan Sebagian siswa di SDN Kampung bambu 1 yang menghadapi kesulitan dalam membaca dan menulis. Penanganan kesulitan belajar ini sangat penting, karena jika anak mengalami kesulitan membaca dan menulis pada usia sekolah dasar, maka mereka akan mengalami kesulitan pada jenjang berikutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki teknik-teknik yang digunakan oleh para pendidik untuk membantu siswa kelas 1 dalam mengatasi tantangan yang berkaitan dengan membaca. Dengan menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa siswa menghadapi kesulitan dalam mengeja, menyusun kata, dan mengenali huruf. Para guru menggunakan strategi-strategi seperti dukungan yang dipersonalisasi, berbagai metode pembelajaran termasuk fonik dan permainan edukatif, dan teknik-teknik motivasi untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Lebih jauh, penelitian ini menyoroti faktor-faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap kesulitan membaca. Dengan menerapkan strategi-strategi yang tepat, ada harapan untuk peningkatan keterampilan membaca siswa, sehingga mendorong pengalaman belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan.Kata kunci : Kesulitan membaca, strategi guru
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS 5 DI SDN CIAKAR KECAMATAN PAGEDANGAN Kadziyah, Siti; Siti Rosiha; Shabrina Nurachman; Riska Mutia; Fitri Auliyah; Yeni Nuraeni
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i8.9956

Abstract

Kebiasaan terlambat, tidak memakai seragam sesuai peraturan sekolah, tidak menyelesaikan tugas yang diberikan guru mata pelajaran, kurang percaya diri terhadap kemampuan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan pembelajaran pada siswa apa yang menyebabkan siswa di sekolah melanggar aturan disiplin, dan apa peran guru dalam membentuk disiplin siswa. Hasil survei ini adalah kasus pertama yakni permasalahan lingkungan rumah. Hal ini membebani pikiran mereka dan membuat mereka tidak dapat berkonsentrasi pada pendidikan. Faktor kedua adalah saya banyak bermain game online sehingga saya sering terbangun di malam hari dan bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. Elemen ketiga adalah terlibat dengan orang-orang dan berada di sekitar orang-orang yang kurang berpendidikan. Kata Kunci: Peran guru, kepribadian disiplin, siswa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR Yeni Nuraeni; Ahmad Nazrian Nico; Hady Fadhilah Hasan; Orin Wiyanti; Revala Wilya Dwi Sulanda
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i8.10004

Abstract

Abstrak Minat baca siswa sekolah dasar di Indonesia merupakan isu penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini mengidentifikasi dua kategori utama faktor yang mempengaruhi minat baca, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup motivasi, keinginan, dan kebutuhan individu siswa, sedangkan faktor eksternal meliputi dukungan dari lingkungan, seperti keluarga, guru, dan teman. Penelitian menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, dan budaya membaca di lingkungan keluarga berperan signifikan dalam membentuk minat baca siswa. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam menumbuhkan minat baca, serta perlunya meningkatkan ketersediaan buku dan fasilitas membaca di lingkungan sekitar. Dengan meningkatnya minat baca, diharapkan kebiasaan membaca siswa dapat berkembang, yang pada gilirannya akan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Kata kunci: Minat Baca, Siswa Sekolah Dasar, Faktor Internal, Faktor Eksternal. Abstract The reading interest of elementary school students in Indonesia is an important issue that is influenced by various factors. This study identifies two main categories of factors that affect reading interest, namely internal factors and external factors. Internal factors include students' individual motivations, desires, and needs, while external factors include support from the environment, such as family, teachers, and friends. Research shows that family economic background, parental education, and reading culture in the family environment play a significant role in shaping students' interest in reading. The results of this study emphasize the importance of the role of teachers and parents in fostering interest in reading, as well as the need to increase the availability of books and reading facilities in the surrounding environment. With the increase in interest in reading, it is hoped that students' reading habits can develop, which in turn will improve their skills and knowledge. Keywords : Reading Interest, Elementary School Students, Internal Factors, External Factors.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Adel, Adellia Elza Sandong; Lydya Witantri; Risma Arianti Sakinah; Siti Nabillah Mahpudloh; Yeni Nuraeni
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i8.10049

Abstract

Keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan kunci yang diperlukan untuk menghadapi kompleksitas dunia modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis masalah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah. Partisipan penelitian terdiri dari guru-guru yang terlibat dalam pengajaran di sekolah dasar yang dipilih. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen terkait dengan pembelajaran berbasis masalah. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam membentuk keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran berbasis masalah. Guru berperan sebagai fasilitator, pemimpin, dan model peran dalam konteks pembelajaran berbasis masalah. Strategi pengajaran yang digunakan oleh guru, seperti pemberian pertanyaan terbuka, diskusi kelompok, dan pemecahan masalah, berdampak signifikan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana peran guru dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis masalah. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan dan dukungan bagi guru dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran yang merangsang keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis terhadap pemahaman tentang pembelajaran berbasis masalah dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Kata kunci: Peran guru, keterampilan berpikir kritis, siswa sekolah dasar, pembelajaran berbasis masalah,
ANALISIS SIKAP SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA KELAS II SDIT CORDOVA 2 Yeni Nuraeni; Anita Dewi; Nanda Audia; Putri Shafa Harfiantika; Lola Andika Rahmadany
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i11.10192

Abstract

A person has a social attitude, which can be defined as their awareness of determining their behavior or actions in real life regarding social matters. Social attitudes can also be defined as mutually uniting individuals in society, such as helping, respecting and caring about the environment. The aim of this research is to evaluate students' social attitudes towards thematic lessons taught in class II. This research uses a descriptive qualitative approach, which uses data collection methods such as observation, interviews and documentation. The data obtained was analyzed using the steps of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The subjects of this research were 7 people consisting of 6 class II students and 1 class II homeroom teacher. The research results showed that students' social attitudes during thematic learning increased in terms of honesty, discipline, responsibility, politeness and caring. According to this research, students' social attitudes are very important for their preparation when they interact with other people and live in society. The conclusion is that thematic learning can help students develop their own social attitudes.
ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDN KUNCIRAN 7 KOTA TANGERANG Yeni Nuraeni; Lestari Nugraha Ningrum; Adeliia Azzahra; Muhamad Fahmi; Muhammad Aqshal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v12i2.10447

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian belajar siswa pada pembelajaran tematik di SDN Kunciran 7 Kota Tangerang, khususnya pada kelas V dengan tema 8 subtema 1 "Lingkungan Sahabat Kita." Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan secara detail dan konkret aspek kemandirian belajar siswa berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa berkembang cukup baik, terlihat dari meningkatnya rasa percaya diri, keaktifan, disiplin, dan tanggung jawab. Kendala yang ditemukan meliputi kurangnya rasa percaya diri pada beberapa siswa dan rendahnya semangat belajar. Guru berperan penting dalam mengembangkan kemandirian melalui aturan, penghargaan, dan pembiasaan mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemandirian belajar di SDN Kunciran 7 dapat menjadi contoh pengembangan karakter siswa dalam pembelajaran tematik untuk mendukung tujuan pendidikan. Kata kunci: Kemandirian Belajar, Pembelajaran Tematik, Rasa Percaya Diri, Keaktifan, Disiplin, Tanggung Jawab. Abstract This study aims to analyze students' learning independence in thematic learning at SDN Kunciran 7 Tangerang City, especially in class V with theme 8 subtheme 1 "Our Friendly Environment." This study uses a qualitative approach with a descriptive method to describe in detail and concretely the aspects of students' learning independence based on the results of observations, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions with source triangulation to ensure data validity. The results of the study showed that students' learning independence developed quite well, as seen from the increasing sense of self-confidence, activeness, discipline, and responsibility. The obstacles found included a lack of self-confidence in some students and low enthusiasm for learning. Teachers play an important role in developing independence through rules, rewards, and independent habits. This study concludes that learning independence at SDN Kunciran 7 can be an example of student character development in thematic learning to support educational goals. Keywords: Learning Independence, Thematic Learning Self-Confidence, Activeness, Discipline, Responsibility.
Co-Authors Ade Priyatna Adel, Adellia Elza Sandong Adeliia Azzahra Adi Ihsan Imami Adwiyah, Nadiatul Ahmad Amarullah Ahmad Nazrian Nico Aisyah fitri Yani Akhmad Syaifulloh Alfin Nugraha Alim Nur Khafidh Allya Ramdhonesia Amanda Khofifah Amanda Putri Humaeroh Ana Khanifah Ananda Muthia Anastasia Riska Putri Anis Sholeha Anita Anggraeni Anita Dewi ANNISA SALSABILA Arief Tri Hardiyanto Putra Avika Septiana Hapsari Azka Maulida Azzahra Cahya Winsani Beny Susanti Bicky Baihaiqi Bunga Aprilis Candra Puspita Rini Chiqa Arnabila Zahraan Della Tirwahyuni Dewi Putrie Lestari Dini Indahyani Dinny Mardiana Dwi Maya Ariyanti Een Unaenah Eko Setia Budi Enden Sirojudin Eva Zuraidah Fathiya Rachma Kamilla Feni Andriani Fitri Auliyah Fitri Damayanti Fitria Sintia Dewi Fitria Widyawati Galang Al Ayubi Galuh Puspita Hadiyanti Hady Fadhilah Hasan Hari Abdus Salam Henderi . Hilda Firliyansyah Ijudin Illa Anggraeni Indrawati Intan Safitri Irma Agustin Istiqomah Jossy Pratama Kadarisman Junaidi Junaidi Kadziyah, Siti Kezia Citra Kirana Khansa ‘Alimah Humairo Kumala Dewi Lestari Nugraha Ningrum Lola Andika Rahmadany Luqman Kurniandrawan Nurhakim Lutfinurul Karomah Lu’lu Atun Azizah Lydya Witantri M Akbar Pratama Maulidya Rahmadhati Metha Rahmatika Mohammad Aswad Arifin Muhamad Fahmi Muhammad Ali Ramdhani Muhammad Aqshal Muhammad Bintang Muhammad Fikri Fahruddin Muhammad Firman Nugroho Muhammad Rifqi Ridho Mutiara Erlita Romli Nadya Marchani Nadya Prima Wulandari Najarudin Nanda Audia Nawang Wafiq Azizah Nazwa Yuvita Sari Neo Endra Lelana Nia Amalia Nola Marina Nurul Khanifah Orin Wiyanti Pringga Dhani Prita Rismaya Zahra Putra Fauzan Moh Wildan Putri Rizki Nursabila Putri Shafa Harfiantika Rahma Izzatul Janah Rahma Yunita Reva Arda Try Pradima Revala Wilya Dwi Sulanda Revina Indah Puspita Rico Fernanda Eristiawan RISKA AMALIA Riska Mutia Risma Arianti Sakinah Risma Odis Adellia Risyda Zulfa Azzahra Rizka Ezzafira Rizkia Putri Awalina Robiyatul Adawiyah Ryan Diputra Sabila Putri Andriani Saka Nayla Hasan Saktian Dwi Hartantri Sanwani Selvi Yani Septy Nurfadhillah Serawati Serawati Shabrina Nurachman Shafaa Brilianti Silvia Nur Hasanah Sindi Enjelina Siti Alya Solihats Siti Indriane Maebari Siti Nabillah Mahpudloh Siti Nailatus Syifa Siti Nurhaliza Siti Nurhidayah Siti Rosiha Siti Sholikha Sri Surya Junari Suci Arwindi Sudin Panjaitan Syafira Rizkyta Syahnia Maulida Fitria Syamsul Arief Syifa Azzahra Syifani Yasmin Syilla Syakilla Tazkia Rahmani Tia Mutia Ulffa Tuzzami Virga Inesrawanti Virli Ibtisam Naura A Virna Dhia Ulhaq Vriska Nadilla Handayani Wanda Adwi Kurnia Whendy Eka Saputra Wurinda Nur Baiti Yatno Yuwono Yoki Feriano Zahra Damayanti Zelena Putri Dinata