Claim Missing Document
Check
Articles

THE IMPACT OF STREET FOOD CONSUMPTION ON ADOLESCENTS' NUTRITIONAL STATUS Dwi Valentin Febiyana; Septa Indra Puspikawati
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xs4rt056

Abstract

Makanan jalanan (street food) adalah jenis makanan dan minuman siap saji yang umumnya disiapkan dan dijual di tempat umum seperti di pinggir jalan. Makanan jalanan sangat populer, terutama di kalangan remaja, karena mudah diakses, cepat disajikan, murah, dan memiliki berbagai variasi rasa. Namun, makanan jalanan cenderung rendah kandungan gizinya dan tidak seimbang secara nutrisi. Pola konsumsi yang tidak seimbang dapat menyebabkan kelebihan asupan energi dan berdampak negatif terhadap status gizi, seperti obesitas pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak konsumsi makanan jalanan terhadap status gizi remaja dengan menganalisis tinjauan literatur. Artikel ini ditulis menggunakan metode tinjauan literatur melalui empat tahap, yaitu identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan hasil yang diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa mengkonsumsi jajanan yang tinggi karbohidrat, lemak, gula, dan garam akan berdampak negatif terhadap status gizi dan kesehatan. Remaja yang mengkonsumsi jajanan tinggi energi melebihi kebutuhan akan mengalami peningkatan berat badan akibat kelebihan energi, yang selanjutnya akan mempengaruhi kesehatannya. Namun, jika remaja mampu memilih jajanan dengan nilai gizi yang memadai, mengonsumsinya sesuai kebutuhan, serta memperhatikan jenis jajanan yang dikonsumsi untuk mengoptimalkan status gizinya, hal ini akan berdampak positif terhadap kesehatannya. Oleh karena itu, disarankan agar remaja lebih selektif dalam memilih jajanan dengan memperhatikan kandungan gizinya serta mengkonsumsinya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan agar status gizi dan kesehatannya tetap optimal.
The Relationship between Work Stress and Metabolic Syndrome with the Mediation of Emotional Eating and Mood Disturbances Among Mining Workers Septa Indra Puspikawati; Atmaka, S.Gz, MPH, Dominikus Raditya; Shintia Yunita Arini; Bian Shabri Putri Irwanto; Asri Meidyah Agustin; Miko Ardiansyah; Erni Astutik; Eka Cahya Febriyanto
Media Gizi Indonesia Vol. 21 No. 2 (2026): MEDIA GIZI INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v21i2.209-218

Abstract

The prevalence of metabolic syndrome is increasing globally due to various factors that influence the progression of this syndrome. Identifying the factors that influence the development of metabolic syndrome is important, especially among working populations. This study aimed to explore the association between job-related stress and metabolic syndrome in mining workers, with emotional eating and mood disorders as mediating factors. An observational analytic method with a cross-sectional study design was employed. The research subjects were 131 workers from a mining contractor company in East Kalimantan, who were chosen after the research objectives were explained and their informed consent was obtained. The independent variable examined was work stress, and the dependent variable was metabolic syndrome. Emotional eating and mood disturbances were included as mediating variables in the analysis. Data were collected through measurements and questionnaire completion. The data were analyzed using path analysis techniques, and SPSS version 26 was used for statistical processing. The results showed that there was no relationship between work stress and metabolic syndrome mediated by emotional eating and mood disturbances. However, a relationship was found between work stress and the mediator variables of emotional eating and mood disturbances.
Systematic Literarture Review : Pengaruh Penggunaan Pestisida Terhadap Kualitas Lingkungan Dan Risiko Kesehatan Masyarakat Para Petani Rosina, Dina Salsabilla; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 : April 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jklm.v4i1.2207

Abstract

Penggunaan pestisida dalam sektor pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas, namun juga menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan pestisida terhadap pencemaran tanah, air, dan ekosistem, serta risiko kesehatan yang dialami terutama oleh petani yang terpapar langsung. Hasil telaah dari 15 artikel ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan pestisida yang tidak tepat, seperti dosis berlebih, pencampuran tanpa standar, dan rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD), berkontribusi terhadap meningkatnya residu toksik di lingkungan. Dampak kesehatan yang ditemukan meliputi keracunan akut, gangguan sistem saraf, gangguan reproduksi, penyakit kronis, hingga peningkatan risiko kanker. Dari sisi lingkungan, residu pestisida menyebabkan penurunan kualitas tanah, kontaminasi air, kerusakan organisme non-target, serta gangguan keseimbangan ekosistem. Berbagai penelitian merekomendasikan penerapan alternatif ramah lingkungan seperti pestisida hayati, Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta teknologi bioremediasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Kajian ini menegaskan perlunya edukasi petani, pengawasan regulasi, dan penerapan teknologi berkelanjutan guna meminimalkan dampak negatif pestisida terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.  
MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI SISWA TK AL KAUTSAR DENGAN PERMAINAN DADU GIZI CERIA DI DESA GUMUK Setianingrum, Wulan; Syafitri, Anzilika Avia; Prameswari, Rara Ayuning; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (PENGAMAS)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/dzawgw16

Abstract

Makanan memegang peranan penting dalam kehidupan, pada masa anak-anak, kebutuhan akan asupan makanan yang sehat dan bergizi menjadi lebih krusial karena mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang optimal. Ahli gizi merekomendasikan bahwa makanan sehat harus mencakup karbohidrat (makanan pokok), protein dan lemak (lauk-pauk), serta vitamin, mineral, dan serat (sayuran dan buah-buahan). Sayangnya, banyak anak masih mengalami kesulitan dalam mengonsumsi makanan sehat, khususnya sayur, karena perilaku pilih-pilih makanan atau picky eater yang umum terjadi pada usia dini. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang apa itu makanan sehat, jenis makanan sehat yang baik dikonsumsi, dan pola makan yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali pemahaman siswa mengenai pengetahuan gizi melalui permainan edukatif “Dadu Gizi Ceria”. Terdapat 12 siswa yang hadir dalam kegiatan ini, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara informal, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Validitas data diperkuat dengan triangulasi dari hasil observasi, wawancara, serta dokumen pre-test dan post-test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa program edukasi gizi berbasis permainan “Dadu Gizi Ceria” berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pola makan seimbang, ditandai dengan peningkatan skor dari 70 (pre-test) menjadi 93,3 (post-test). Permainan Dadu Gizi Ceria di Desa Gumuk, Banyuwangi berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang meningkatkan pemahaman anak tentang pola makan gizi seimbang. Metode pembelajaran interaktif seperti bermain game dan penyampaian materi terbukti sangat efektif dalam menyampaikan konsep-konsep gizi kepada anak. Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh teori perkembangan kognitif Piaget dan Social Cognitive Theory (SCT) Bandura.
EDUKASI MAKANAN SEHAT DAN BERGIZI SEIMBANG DI SD NEGERI 1 MOJOPANGGUNG BANYUWANGI Citta Nabila Rafida Putri; Indi Rahma Febrina; Septa Indra Puspikawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40907

Abstract

Anak usia sekolah sangat penting dalam pemenuhan gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Anak yang memiliki status gizi yang kurang baik akan berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan seperti daya konsentrasi dan kecerdasan anak. Permasalahan gizi pada usia sekolah dasar salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan gizi. Upaya peningkatan pengetahuan tentang gizi dilakukan melalui pendidikan gizi. Salah satu hal yang perlu disampaikan kepada anak sekolah adalah makanan yang bergizi seimbang. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara offline melalui metode penyampaian materi yang dibagikan dalam metode power point melalui ceramah, pemutaran video singkat, permainan dalam bentuk ice breaking, dan pemberian pre test dan post test. Hasil kegiatan edukasi ini menujukkan rata-rata penilaian pre-test sebesar 56 dan rata-rata penilaian post-test sebesar 83. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan siswa berdasarkan penilalaian rata-rata pre-test dan post-test. Kegiatan edukasi gizi diharapkan dapat dilakukan secara rutin dan dapat dilakukan monitoring dan evaluasi pada pola konsumsi dan status gizi siswa sekolah dasar.
Generasi Z Siap Jadi Pemimpin: Edukasi Leadership dan Decision Making Kesehatan Remaja di Banyuwangi Syifa'ul Lailiyah; Susy Katikana Sebayang; Desak Made Sintha Kurnia Dewi; Erni Astutik; Septa Indra Puspikawati; Diansanto Prayoga; Jayanti Dian Eka Sari; Rizki Putri Hariyani; Erlin Qur'atul Aini
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.89-96

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten dengan jumlah kasus pernikahan dini tertinggi di Jawa Timur tahun 2019 sebanyak 352. Pernikahan dini memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan reproduksi dan mental perempuan. Remaja perempuan yang menikah usia muda berpotensi mengalamai kehamilan berisiko tinggi dan bahkan kematian. Pernikahan dini juga membatasi perkembangan kedewasaan fisik, emosional, dan pribadi yang diperlukan untuk keberhasilan dan keamanan transisi menuju dewasa. Secara umum, pernikahan dini memiliki dampak yang besar bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, remaja penting dibekali pengetahuan dan kemampuan untuk menangkal pengaruh negatif, informasi kesehatan yang tidak benar (hoax) dan mencegah terjadinya perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.Tujuan : Pengabdian kepada masyarakat Siap Jadi Pemimpin bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang leadership dan decision making dalam kesehatan remaja pada generasi Z di Banyuwangi.Metode : Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat Siap Jadi Pemimpin adalah edukasi secara daring. Edukasi secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting. Media edukasi yang digunakan adalah video dan poster. Edukasi dilaksanakan sebanyak 3 sesi. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas VII sampai XI di Kecamatan Licin dan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Evaluasi pengabdian kepada masyarakat meliputi kehadiran peserta, pelaksanaan kegiatan, dan pengetahuan peserta. Hasil : Jumlah peserta yang hadir adalah 120 orang (27,21%). Evaluasi pelaksanaan kegiatan termasuk dalam kategori sangat baik. Peningkatan pengetahuan peserta kegiatan sebesar 3,63%. Jumlah peserta yang pengetahuannya meningkat sebesar 36,36% dengan peningkatan pengetahuan sebesar 15,63%.Kesimpulan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan tentang leadership dan decision making dalam kesehatan remaja pada generasi Z di Kabupaten Banyuwangi.  Kata Kunci : Edukasi, Generasi Z, leadership, decision makingABSTRACTBackground : Banyuwangi was the district with the highest early marriage number of cases in East Java in 2019, with amount were 352 cases. Early marriage has a serious impact on women's reproductive and mental health. The adolescent girls who married at a young age have the potential to experience high-risk pregnancies and even death. Early marriage also limited the development of physical, emotional, and personal maturity necessary for a successful and secure transition to adulthood. In generally, early marriage has a big impact on public health. Therefore, it was important for adolescents to be equipped with the knowledge and abilities toward off negative influences, false health information (hoaxes) and prevented behaviors that posed a risk to health.Objective : The purpose of Ready to be a Leader Community Services was to increasing the knowledge about leadership and decision making adolescent health in Banyuwangi District.Methods : Leadership and decision  making in adolescent health education for generation Z used the zoom meeting application. The media education  were video and poster. The method of Ready to be a Leader Community Services was online education. The education was carried out in 3 sessions. The target of this activity were students in grades VII to XI in Licin Sub-district and Banyuwangi Sub-district, Banyuwangi District. This activity was held in October 2020. Evaluation of community service included participant attendance, activity implementation, and participant knowledge.Results : The number of participants who attended were 120 people (27.21%). The result evaluation of the implementation of the activities was very good category. The increased knowledge of participants was 3.63%. Tthe number of participants whose knowledge increased was 36.36% with an increased knowledge was 15.63%.Conclusions : This community services activity increased the knowledge of participants about leadership and decision making of  generation Z adolescents health in Banyuwangi District. Keywords : Education,  Z Generation, leadership, decision making 
Analisis Kualitatif Kandungan Boraks pada Makanan di Wilayah Kota Banyuwangi Arifatul Nurlailia; Lilis Sulistyorini; Septa Indra Puspikawati
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.254-260

Abstract

Latar Belakang: Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. Pengolahan suatu makanan tidak terlepas dari adanya bahan tambahan pangan yang merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam pangan. Salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaanya adalah boraks karena sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam tubuh manusia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif kandungan boraks pada makanan yang dijual oleh pedagang yang ada di wilayah Kota Banyuwangi.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Februari tahun 2020 di Laboratorium Kesehatan Lingkungan PSDKU Universitas Airlangga Surabaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 15 makanan yang terdiri dari kerupuk, pentol, bakso, tahu walik dan cimol. Sampel didapatkan dari 15 pedagang makanan yang berbeda di daerah Kota Banyuwangi diantaranya wilayah Giri, Pakis, Glagah, Tukang Kayu, Sobo dan Kepatihan. Pengujian kandungan boraks ini dilakukan oleh mahasiswa Kesehatan Lingkungan yang salah satunya peneliti sendiri dengan menggunakan Test Kit Boraks.Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 15 sampel makanan yang dijual di wilayah Kota Banyuwangi sebanyak 10 sampel (66,7%) yaitu pada 5 sampel pentol, 3 sampel bakso serta satu sampel kerupuk dan tahu walik. Sementara sisanya yaitu 5 sampel (33,3%) yang negatif boraks diantaranya satu sampel kerupuk, 3 sampel bakso dan cimol.Kesimpulan: Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi atau membeli makanan dengan memperhatikan ciri-ciri yang ada pada makanan dan sebaiknya pengawasan serta pembinaan terhadap pedagang makanan yang ada di wilayah Kota Banyuwangi lebih ditingkatkan.Kata kunci: analisis kualitatif, keamanan pangan, pedagang, boraks
Analisis Sanitasi Lingkungan Kolam Renang X di Banyuwangi Rista Novianti Novianti; Septa Indra Puspikawati; Eqia Arum Azzahro; Ajeng Febrianti Rahayu; Mirah Mirah Alamiyyah
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.14-23

Abstract

Latar Belakang: Kolam renang merupakan salah satu tempat umum yang harus tejaga kualitas lingkungannya dari berbagai segi. Salah satu wujud upayanya adalah dengan melakukan kegiatan sanitasi kolam renang. Kegiatan sanitasi merupakan usaha mengendalikan dan mengawasi atas faktor fisik lingkungan yang memengaruhi kesehatan manusia. Sanitasi kolam renang penting dilakukan agar kualitas lingkungan meningkat, sehingga kecelakaan, penyebaran penyakit dan keracunan dapat dicegah secara tepat.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi kesehatan lingkungan pada kolam renang X di Kabupaten BanyuwangiMetode: Penelitian menggunakan metode observasional dan dianalisis secara deskriptif. Waktu penelitian yaitu 30 September 2019 bertempat pada kolam renang X di Kabupaten Banyuwangi. Observasi dilaksanakan menggunakan instrumen penelitian yang telah disusun berdasarkan peraturan yang ada dan telah diolah. Peraturan yang dimaksud yaitu Permenkes no. 32 tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higienis sanitasi kolam renang, solus per aqua dan pemandian umum, Permenkes no.061/MENKES/PER/I/1991 tentang persyaratan kesehatan lingkungan kolam renang dan pemandian umum, Permenpar no. 16 tahun 2015 tentang standar usaha gelanggang renang dan Permenpora nomor 0636 tahun 2014 tentang standar prasarana olahraga berupa bangunan kolam renang. Beberapa variabel yang dimuat dalam instrumen penelitian yaitu tempat, bangunan, kolam renang, fasilitas penunjang dan sarana prasarana.Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan nilai pada setiap variabel yaitu untuk tempat memiliki nilai 1,95, variabel bangunan memiliki nilai 2,55, variabel kolam renang memiliki nilai 4,2, variabel fasilitas penunjang memiliki nilai 4,8 dan variabel sarana prasarana memiliki nilai 2,2. Nilai tiap variabel tersebut dilakukan perhitungan total nilai dan membandingkannya dengan kategori yang ada sehingga sanitasi kolam renang X di Kabupaten Banyuwangi masuk dalam kategori baik dengan hasil perhitungan yang didapat yaitu 80,3% atau hasil total nilai 15,70.Kesimpulan: Secara umum kondisi kesehatan lingkungan pada kolam renang X di Banyuwangi dalam kondisi yang baik. Meski begitu, kolam renang X di Kabupaten Banyuwangi masih perlu melakukan perbaikan terhadap beberapa variabel yang belum memenuhi persyaratan. 
Pendidikan Gizi tentang Anemia dan Konseling Kesehatan Mental pada Remaja melalui Program Kenal Sebaya Septa Indra Puspikawati; Susy Katikana Sebayang; Desak Made Sintha Kurnia Dewi; Rochmanita Ilvanadewi Fadzilah; Afan Alfayad; Dhea Aulia Hera Wardoyo; Rina Pertiwi; Arini Banowati Azalia Adnin; Sarda Ika Devi; Tyas Ratna Manggali; Mela Septiani; Dewi Yunita
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.278-283

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari angka normal. Indonesia merupakan sebuah negara dengan kejadian anemia yang cukup tinggi. Prevalensi kejadian anemia yang terjadi pada Remaja Indonesia yaitu 32%, hal ini memiliki arti 3-4 dari 10 remaja di Indonesia menderita anemia. Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) adalah salah satu cara yang dapat digunakan sebagai upaya di dalam penanganan anemia. Cakupan pemberian Tablet Tambah Darah pada remajaputri sebesar 76,2%, dengan 80,9% diantaranya mendapat TTD di sekolah. Remaja putri yang mendapat TTD di sekolah dan mengonsumi ≥52 butir hanya sebanyak 1,4%, sedangkan, 98,6% lainnya mengonsumsi <52 butir. Dengan demikian kesadaran remaja putri tentang pentingnya konsumsi TTD sebagai langkah untuk mencegah terjadinya anemia masih cukup rendah.Tujuan: Mengetahui perbedaan antara pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan gizi tentang anemia pada remajaMetode: Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Banyuwangi. Dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Sasaran kegiatan adalah pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Banyuwangi.Hasil: Rata – rata skor pengetahuan meningkat sebesar 11,23. Sebanyak 75,3% siswa menjawab sangat setuju bahwa sosialisasi ini memberikan informasi baru.Kesimpulan: Edukasi tentang anemia dan TTD pada remaja dengan media video dan leaflet secara online dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan TTD.Kata kunci: remaja, anemia, tablet tambah darah
Analisis Timbulan Limbah Medis B3 Fasyankes di Kabupaten Banyuwangi pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Arisma Ifatul Hanisya; Ririh Yudhastuti; Septa Indra Puspikawati
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.8-14

Abstract

Background: Most health service activities hospitals and health centers provide produce B3 medical waste. B3 medical waste is the residue from the results of service activities to patients containing B3 (Hazardous and Toxic Materials). The Covid-19 pandemic has an impact on increasing the amount of B3 medical waste produced by hospitals and health centers, this is because many health facilities are visited to get special treatment for patients exposed to Covid 19. The Covid-19 pandemic in Banyuwangi Regency has occurred since March 2020 and is increasing daily. This pandemic has affected the increase in medical waste produced by health facilities such as hospitals and health centers, especially in healthcare facilities that are referrals for Covid-19 patients. Objective: This study aims to analyze the generation of B3 medical waste during the Covid-19 pandemic at hospitals and health centers in Banyuwangi Regency from March to December 2020. Methods: The research method used was quantitative research and research studies using secondary data from the Banyuwangi Regency Environmental Service from March to December 2020 for analysis. This study used descriptive analysis techniques by displaying graphs and mapping the area per sub-district. Results: The results of the research that had been carried out show that the generation of B3 medical waste from hospitals in the March - December 2020 period during the pandemic was 110,268 kg, the hospital that produced the largest B3 medical waste was Blambangan Hospital (46,343 kg). The largest generation of B3 medical waste from Puskesmas occurred in July (1709 kg), while the smallest occurred in December (382 kg). The sub-districts that produce B3 medical waste in the large category are Genteng and Banyuwangi (21,241 – 31,822 kg), and the medium category is Glenmore sub-district (10,661 – 21,241 kg). Conclusion: B3 medical waste generated by hospitals is greater than B3 medical waste from health centers. This is because most hospitals are used as referral health facilities for handling Covid-19 patients. The total amount of B3 medical waste produced by hospitals is 110,268 kg, while B3 medical waste produced by puskesmas is 10,541 kg.
Co-Authors Abihail, Chrysoprase Thasya Abilia, Avila Afan Alfayad Afrilla, Offa Agustin, Fitria Nina Agustina, Nanda Aini, Putri Nur Ajeng Febrianti Rahayu Al Gifari, Tubagus Akhmad Alamiyyah, Mirah Amani, Zahiroh Amelia Yomanda Anggi Margareta Anggraeni, Ika Novita Anjali Putri Agustin Ardiasnyas, Risky Bagas Ardiasnyas, Rizky Bagas Ardiyanti, Anggi Margareta Arifatul Nurlailia Arini Banowati Azalia Adnin Arisma Ifatul Hanisya Asdam, Wulan Syarani Asri Meidyah Agustin Astutik, Erni Aulia Laela Alfiani Avila Abilia Ayik M. Mandagi Ayu Amalia, Dhea Azizah, Faradiva Husna Bakomora, Brenda Bian Shabri Putri Irwanto Bukhori Muslim Cahyanti, Ika Yuniar Candralega Bibit Saputro Choiron, Dita Salsabila Citta Nabila Rafida Putri Cut Athira Sauma Damayanti, Imelda Desak Made Sintha Kurnia Dewi Desak Made Sintha Kurnia Dewi Devi Safira Damayanti Devi Safira Damayanti Dewi Yunita Dhea Aulia Hera Wardoyo Dheva Yudhistira Maulana Dheva Yudistira Maulana Diah Indriani Dian Puspitasari Dianni Yusuf Diansanto Prayoga Dinansa, Oktario Dominikus Raditya Atmaka Dwi Lailatul Fitria Dwi Valentin Febiyana Eka Cahya Febriyanto Ekowati, Andinah Putri Eksa, Firrial Eqia Arum Azzahro Erlin Qur'atul Aini Erlin Qur’atul Aini Evy Tri Pratiwi Fadzilah, Rochmanita Ilvanadewi Faradiva Husna Azizah Farezi, Reza Adrio Faris Mohammad Hadi Fatah, Mohammad Zainal Fatma Nur Ardiati Febiyana, Dwi Valentin Febrina, Indi Rahma Fertika Nanda Firdaus, Halimah Firrial Eksa Fitria Nina Agustin Fitriana, Destia Ika Galuh Sekar Anggraeni Griselda Malinda Eliza Putri Mohamad Moklis Haditanojo, Wiyanto Haq , Irwan Barlian Immadoel Hario Megatsari Herdiansyah, Akbar Dimas Hutasoit, Jhonatan Rameldo Imelda Damayanti Indi Rahma Febrina Indrianti, Maswiya Inriza Yuliandari Ira Nurmala Isa, Muhamad Islamiyah, Khofifatul Islamiyah, Khofifatul Izzati, Nabila Rahma Januarti, Catur Ifda Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Jhonatan Rameldo Hutasoit Jhonatan Rameldo Hutasoit Joni Wahyuhadi, Joni Kaljafa, Fertika Nanda Kartika, Agestin Awalin Kenconojati, Hapsari Khabibi, Arsila Khalistasari, Luthfia Yolinda Kurniawati, Nurul Agustina Lailatu Rohmah Lailatu Rohmah, Lailatu Lailatul Muniroh Lailiyah, Syifa'ul Larasati, Adella Atika Lilis Sulistyorini Loveni, Uyun Mahiroh, Hodimatum Mahmud Aditya Rifqi Mandagi, Ayik Mirayanti Maula, Firda Ismatul Mela Septiani Melati Octavia Melati Octavia Febriana Melinia Dwi Tanti Merrisa Ayu Oktanova Meyyanti, Henny Putrie Miko Ardiansyah Mila, Widatul Mirah Mirah Alamiyyah Mochamad Zulfikar Assagaf Mufasirin Muhamad Isa Muhammad Hisyam Muhammad Hisyam Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Mukarromah, Nur Makkatul Mulyono Mulyono Muslimah, Bintang Nabila Khusna Amalia Nabilah, Sayu Larasati Nada, Qotrun Nafkha Nisa Nafkha Nisa Nabila Nanda, Fertika Nazwa Aulia Nilam Yusika Sari Ningrum, Wulan Setia Nisa, Nafkha Nufus, Putri Zakiyatun Nur Risca Azizah Nur Risca Azizah Nur Salsabilla, Risma Putri Nur, Putri Nurfaizah, Diza Ulya Nurlailia Resa Cahyani Octavi, Melati Okfita, Enggar Dwika Oktario Dinansa Oktavia Ika Nur Winda Satriani Pangestu, Bintang Aji Praja, Ratih Novita Prajnawita, Disny Pramesti, Dinda Sekar Prameswari, Rara Ayuning Putri Nur Putri, Citta Nabila Rafida Putri, Della Kharisma Putri, Dhea Ayu Amalia Putri, Fika Ardiana Putri, Fika Ardiana Putri, Margaretha Putri, Rahmasuciani Rachman, Dwi Nanda Rachmat Hargono Rahayu, Ajeng Febrianti Ramadhani, Halimah Shafira Ramadhaningtyas , Erica Medina Ramadhanny, Syahrul Novenda Ratna Dwi Puji Astuti Ridzkiya Karimatus Sholeha2 Rina Pertiwi Rinda Istiqumilaily Rini, Eka Mistiko Ririh Yudhastuti Risma Putri Nur Salsabilla Rista Novianti Novianti Rizka Khawari Rizki Putri Hariyani Rizky Hariyani Rizky Putri Hariyani Rochmanita Ilvanadewi Fadzilah Rosina, Dina Salsabilla Saksono, Bayu Salisa, Wizara Sarah Theresa Sarda Ika Devi Sari, Apik Mila Sari, Apik Mila Sayu Larasati Nabila Sebayang, Susy Katikana Selpiana, Eka Sepyan Purnama Kristanto Setianingrum, Wulan Shelviana Mathofani Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Sholeha, Ridzkiya Karimatus Siti Nur Anisatul Khariroh Socadevia, Annisa Soetojo Soetojo Sukarno, Gerda Susilo, Rahadian Indarto Syafitri, Anzilika Avia Syahrul Ramadhan Syifa'ul Lailiyah Syifa'ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tatut Isna Winanda Tedy Apriawan Tyas Ratna Manggali Ulaganathan, Vaidehi Uyun Loveni Venaprilla, Syarifa Gadis Vidia Nuria Rahman Wardana, Risandi Wardani, Intan Ayu Kusuma Wardani, Yuniar Laksmi Eka Wari, Naris Widia Maharani, Rafaela Christi Wirayudha, Yosia Dimas Yogi Yhuwono Yudhana, Aditya Yuli Astuti Yuliatik, Ita yunianti, Ira Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Zaman, Md Nahid Uz Zaneta, Dinayu Putri Wyanet Zolla Gracia Amardiani