Claim Missing Document
Check
Articles

Empowerment of CEMPAKA Cadres to Improve Compliance with Iron Tablet Consumption among Female Students at X Islamic Boarding School, Banyuwangi Septa Indra Puspikawati; Disny Prajnawita; Susy Katikana Sebayang; Fitria Nina Agustin; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Dheva Yudhistira Maulana; Siti Nur Anisatul Khariroh; Muhammad Ridwan; Faradiva Husna Azizah; Muhammad Hisyam
Media Gizi Kesmas Vol 14 No 2 (2025): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v14i2.2025.278-285

Abstract

Background: Anemia remains a serious problem among adolescent girls in Indonesia, with the prevalence rate of 32%. Low adherence to iron tablet consumption, especially in Islamic boarding schools, contributes to this problem, as evidenced by 11 cases identified at the target school. Adolescent girls have a significantly high risk of anemia due to low access to health information, lack of nutrition education, and limited support from health workers. Hence, involving peers as health cadres is an effective way to increase iron tablet intake and health-promoting behavior among the students. Objectives: To improve compliance with iron tablet consumption among female students by strengthening the role of cadres, creating a supportive school environment, and contributing to anemia free boarding schools in Banyuwangi Regency. Methods: The activities were conducted through socialization and training under the CEMPAKA (Cermat Pantau Kondisi Anemia) program. The final participants were 50 female students and 15 health cadres. Pre- and post-test questionnaires were used to determine the level of knowledge. Mean differences were calculated using a two-sample t-test with equal variances assumed to test for pre- and post-differences. Results: There was a statistically significant increase in student’s knowledge about anemia and iron tablet consumption (p=0.009, p<0.05). Similarly, cadre’s knowledge improved significantly (p=0.003, p<0.05). However, improvements in communication skills were not statistically significant (p=0.162, p>0.05), though a positive trend was observed, indicating better communication performance after training. topup game royal dream Conclusion: The empowerment of cadres through the CEMPAKA program demonstrated improvements in knowledge about anemia, the importance of consuming iron supplements, and communication skills. A participative intervention such as this will further establish peer cadres as agents of healthy behavioral change in Islamic boarding schools and represents an initial step toward achieving a healthy, anemia-free Islamic boarding school in Banyuwangi Regency. topup rd
Penguatan literasi gizi melalui edukasi jajanan sehat untuk membentuk perilaku konsumsi sehat pada anak usia sekolah dasar Aulia Laela Alfiani; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Nurlailia Resa Cahyani; Septa Indra Puspikawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38886

Abstract

Abstrak Anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 7-12 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Kurangnya literasi gizi menyebabkan siswa cenderung memilih makanan berdasarkan rasa dan pengaruh teman sebaya tanpa mempertimbangkan nilai gizinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan sehat. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Telemung, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi pada bulan Januari 2026 dengan melibatkan 54 siswa kelas V dan VI sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi membaca label pangan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Pada siswa kelas V rerata skor pengetahuan meningkat dari 54,00 menjadi 86,00, sedangkan pada siswa kelas VI meningkat dari 55,00 menjadi 79,00. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal (nilai signifikansi Shapiro-Wilk > 0,05), sehingga analisis dapat dilanjutkan dengan uji parametrik. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi literasi gizi mengenai pemilihan jajanan sehat efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. Program edukasi ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih sehat pada anak sejak usia dini. Kata kunci: edukasi; kesehatan gizi; literasi gizi; makanan sehat; pola gaya hidup. Abstract Elementary school children aged 7–12 years are a group vulnerable to the consumption of foods high in sugar, salt, and fat (SSF). Limited nutrition literacy leads students to select foods based on taste preferences and peer influence without considering their nutritional value. This community service activity aimed to improve students’ nutrition literacy and their understanding of healthy snack choices. The program was conducted at SDN 1 Telemung, Telemung Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency, in January 2026, involving 54 fifth- and sixth-grade students as participants. The implementation method applied a participatory educational approach through material delivery, interactive discussions, food label reading demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed an increase in students’ knowledge after the intervention. In grade V students, the mean knowledge score increased from 54.00 to 86.00, while in grade VI students it increased from 55.00 to 79.00. The normality test results indicated that all data were normally distributed (Shapiro–Wilk significance value > 0.05), allowing further analysis using parametric tests. These findings demonstrate that nutrition literacy education on healthy snack selection is effective in improving elementary school students’ knowledge. This educational program is expected to promote healthier dietary behaviors among children from an early age. Keywords: education; nutrition health; nutrition literacy; healthy food; lifestyle.
Peningkatan literasi kesehatan tentang pencegahan hipertensi melalui edukasi dan kartu kendali rendah garam pada remaja sekolah Dheva Yudistira Maulana; Septa Indra Puspikawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38898

Abstract

Abstrak      Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular yang dapat berkembang sejak remaja akibat konsumsi natrium tinggi dan rendahnya literasi kesehatan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja mengenai pencegahan hipertensi melalui edukasi dan pemantauan konsumsi garam. Kegiatan menggunakan desain pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan pada 30 anggota Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 02 Kalipuro, Banyuwangi. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, skrining tekanan darah, serta pelatihan penggunaan Kartu Kendali Rendah Garam. Evaluasi dilakukan dengan desain pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana rerata skor meningkat dari 62,00 menjadi 86,00. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemantauan konsumsi garam efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja dan berpotensi mendukung upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan sejak usia sekolah. Kata kunci: hipertensi; remaja; literasi kesehatan; garam; PMR Abstract      Hypertension is a primary risk factor for non-communicable diseases that can develop as early as adolescence due to high sodium intake and low health literacy. This community service project aims to improve adolescent health literacy regarding hypertension prevention through education and salt consumption monitoring. The program utilized a Participatory Action Research (PAR) approach involving 30 members of the Youth Red Cross (PMR) at SMPN 02 Kalipuro, Banyuwangi. Implementation methods included health education, blood pressure screening, and training on the use of the Low-Salt Control Card. Evaluation followed a pre-test and post-test design, with data analyzed using a paired t-test. Results showed a significant increase in participants' knowledge, with the mean score rising from 62.00 to 86.00. These findings suggest that health education combined with salt consumption monitoring effectively enhances adolescent health literacy and has the potential to support sustainable hypertension prevention efforts from school age. Keywords: hypertension; adolescent; health literacy; salt; youth red cross.
Pemberdayaan Ibu Balita Cegah Stunting Dengan MP-ASI Melalui Program Gerakan Masak Sehat MP-ASI Berbahan Lokal Delaila Novriyanti Panggabean; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/e2cpgd20

Abstract

Salah satu masalah gizi jangka panjang yang masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia adalah stunting yaitu kekurangan asupan gizi yang berkelanjutan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau periode emas (golden period). Stunting berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan fisik, penurunan perkembangan kognitif, dan penurunan produktivitas anak. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui intervensi pemberdayaan ibu balita dalam praktik Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang sesuai dan tepat dengan program Gerakan Masak Sehat MP-ASI (GEMAS). Program ini merupakan kegiatan edukasi dan demontrasi memasak yang bertujuan untuk peningkatan pengetahuan serta keterampilan ibu balita dalam menyiapkan MP-ASI yang sehat, bergizi, aman, serta sesuai dengan kebutuhan bayi dan anak melalui kegiatan penyuluhan serta demonstrasi memasak berbahan dasar ikan nila yang diolah menjadi BOLILA (Bola Ikan Nila). Metode yang dilakukan melalui pendekatan community based education, yaitu metode pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pelatihan serta demonstrasi memasak. Evaluasi dengan pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan dan pemahaman peserta sebelum edukasi dan sesudah edukasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa rata-rata pada pre-test 75.24 meningkat  menjadi 91.90 pada post-test. Hasil uji statistik menggunakan uji paired t-test p < 0.001 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test, dapat disimpulkan  intervensi edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Demontrasi memasak yang dilakukan berhasil memberikan pengalaman dan pemahaman cara mengolah MP-ASI berbahan lokal yang tepat. Kegiatan ini menjadi upaya dalam pencegahan stunting pada balita di Desa Kelir.  
TINJAUAN LITERATUR: TANTANGAN KEAMANAN PANGAN DAN GIZI DI LINGKUNGAN PERKOTAAN: Literature Review: Food And Nutrition Security Challenges In Urban Environments Prameswari, Rara Ayuning; Nazwa Aulia; Putri Zakiyatun Nufus; Septa Indra Puspikawati
Calvaria Medical Journal Vol 4 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/an0a3s28

Abstract

Background: Rapid urbanization has transformed food systems and consumption patterns in urban areas. Vulnerable groups face economic, environmental, and social barriers in accessing safe and nutritious food, a condition further aggravated by the COVID-19 pandemic. Objectives: To identify determinants of urban food security and nutrition, analyze the most vulnerable groups, and describe recommended strategies and interventions. Methods: A systematic literature review was conducted using the PRISMA 2020 guidelines with searches on Google Scholar. Of 432 articles identified, 9 articles met the inclusion criteria and were analyzed. Results: Economic factors, food environment, urbanization, and social and institutional factors are the main determinants of urban food security. The most vulnerable groups include low-income households, female-headed households, renters, and residents of informal settlements. The COVID-19 pandemic worsened food insecurity through income loss and supply chain disruptions. Recommended strategies include strengthening local food production, food diversification, improving distribution systems, social protection, and improving the urban food environment. Conclusions: Urban food security is a multidimensional issue requiring an integrated and multisectoral approach involving the food, health, social, economic, and spatial planning sectors.
Penerapan Keamanan Pangan di Street Food: Tinjauan Sistematis : Food Safety Implementation in Street Food: A Systematic Review Venaprilla, Syarifa Gadis; Khabibi, Arsila; Syafitri, Anzilika Avia; Septa Indra Puspikawati
Calvaria Medical Journal Vol 4 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/yerrf359

Abstract

Background: Food safety is a pressing global public health issue, as contaminated food can cause millions of illnesses each year. Street food is an important segment of the food industry, providing ready-to-eat food at affordable prices and easy access. However, because this sector is largely informal and lacks regulatory oversight, the potential for food safety risks is high, particularly in developing countries. Objectives: To present a systematic review of food safety practices in street food globally from 2020 to 2025. Methods: This systematic review followed the PRISMA 2020 guidelines with narrative synthesis. A literature search was conducted in March 2025 using three databases, ScienceDirect, Google Scholar, and PubMed, using a combination of keywords with boolean operators. A total of 9 studies meeting the inclusion criteria were analyzed thematically. Study quality was assessed using the JBI Critical Appraisal Tool. Results: Studies have shown that lack of formal training, inadequate supervision, and poor hygiene conditions are the main factors increasing the risk of food contamination. Although vendors' experience and environmental cleanliness can improve food safety practices, these are insufficient without strict regulations and continuous training. Conclusions: Efforts to improve food safety must involve a comprehensive approach, including ongoing training, good regulation, provision of appropriate infrastructure, and increased awareness among traders and consumers.
Peningkatan Pengetahuan Tuberkulosis dan Pembentukan Kader Remaja sebagai Upaya Pencegahan TBC di Banyuwangi Revalina Intikha Aling; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/45swvz78

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian, khususnya dalam upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai tuberkulosis dapat memengaruhi kesadaran terhadap pencegahan dan deteksi dini penyakit. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai tuberkulosis serta membentuk kader remaja sebagai upaya pemberdayaan dalam pencegahan dan pengendalian TBC. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MA Ibrahimy Secang Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, dengan sasaran siswa kelas X dan XI sebanyak 11 peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, diskusi partisipatif, serta pembentukan kader remaja. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 64,55 meningkat menjadi 93,64 pada post-test. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan edukasi dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kader remaja yang diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dalam penyebaran informasi kesehatan di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai pembentukan kader remaja dapat meningkatkan pengetahuan serta mendukung keberlanjutan upaya pencegahan tuberkulosis di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Akselerasi Literasi Penyakit Menular Melalui Program "GEMPITA BERDAYA" Sebagai Upaya Promosi Kesehatan TBC di Kelurahan Kalipuro Nayla Alya Aurora; Dheva Yudistira Maulana; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/mg1t5w58

Abstract

Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola penularan dan gejala dini Tuberkulosis (TBC), hambatan sosiopsikologis berupa stigma, serta kondisi fisik lingkungan hunian yang tidak memenuhi standar rumah sehat menjadi faktor utama stagnasi penemuan kasus aktif di Kelurahan Kalipuro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program "GEMPITA BERDAYA" (Gerakan Muda Peduli dan Tanggap Tuberkulosis) sebagai intervensi promosi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi TBC dan mendukung penemuan kasus aktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain one-group pretest-posttest melibatkan 40 warga sasaran di Lingkungan Wangkal melalui teknik skrining door-to-door menggunakan instrumen kuesioner terstruktur berbahasa daerah. Program ini mengintegrasikan peran aktif kader remaja dari Madrasah Aliyah Ibrahimy yang telah dilatih secara khusus. Hasil skrining kesehatan berhasil mengidentifikasi 3 warga terduga (suspek) TBC berdasarkan indikator gejala klinis awal. Sementara itu, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan masyarakat yang sangat signifikan, yaitu dari 25,25 pada pre-test menjadi 90,50 pada post-test (p < 0,001). Program ini membuktikan bahwa edukasi interaktif berbasis pemberdayaan kader remaja lokal efektif memotong kesenjangan informasi, meluruskan persepsi keliru terkait stigma TBC, serta membangun kesadaran kolektif dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas.
Pemberdayaan Kader Muda GEMPITA dalam Mendukung Deteksi Dini Tuberkulosis Berbasis Masyarakat Aqila Fawziya Mustafa; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d76s0p41

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius karena tingginya angka kesakitan dan masih adanya kasus yang belum terdeteksi. Rendahnya cakupan penemuan kasus secara aktif menyebabkan sebagian individu dengan gejala TB belum mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sehingga berpotensi meningkatkan risiko penularan di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung deteksi dini adalah melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk keterlibatan remaja sebagai kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung deteksi dini tuberkulosis melalui program GEMPITA (Gerakan Muda Peduli Tuberkulosis) yang melibatkan kader muda berbasis sekolah dalam pelaksanaan skrining TB di masyarakat. Metode yang digunakan adalah Community-Based Empowerment yang meliputi koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pembentukan kader, pelatihan kader, serta implementasi skrining berbasis gejala di masyarakat. Sebanyak 11 kader muda mengikuti pelatihan mengenai tuberkulosis, komunikasi kesehatan, dan prosedur skrining sebelum diterjunkan ke lapangan. Kader kemudian melaksanakan skrining terhadap 450 masyarakat dan berhasil mengidentifikasi 30 orang yang terindikasi sebagai suspek TB untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan kader muda berbasis sekolah mampu mendukung pelaksanaan deteksi dini TB, memperluas jangkauan skrining di masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam upaya pengendalian tuberkulosis berbasis komunitas. Program ini berpotensi dikembangkan sebagai model pemberdayaan remaja yang berkelanjutan dalam mendukung penemuan kasus TB secara aktif.
Co-Authors Abihail, Chrysoprase Thasya Abilia, Avila Afan Alfayad Afrilla, Offa Agustin, Fitria Nina Agustina, Nanda Aini, Putri Nur Ajeng Febrianti Rahayu Al Gifari, Tubagus Akhmad Alamiyyah, Mirah Amani, Zahiroh Amelia Yomanda Anggi Margareta Anggraeni, Ika Novita Anjali Putri Agustin Aqila Fawziya Mustafa Ardiasnyas, Risky Bagas Ardiasnyas, Rizky Bagas Ardiyanti, Anggi Margareta Arifatul Nurlailia Arini Banowati Azalia Adnin Arisma Ifatul Hanisya Asdam, Wulan Syarani Asri Meidyah Agustin Astutik, Erni Aulia Laela Alfiani Avila Abilia Ayik M. Mandagi Ayu Amalia, Dhea Bakomora, Brenda Bian Shabri Putri Irwanto Bukhori Muslim Cahyanti, Ika Yuniar Candralega Bibit Saputro Choiron, Dita Salsabila Citta Nabila Rafida Putri Cut Athira Sauma Damayanti, Imelda Delaila Novriyanti Panggabean Desak Made Sintha Kurnia Dewi Desak Made Sintha Kurnia Dewi Devi Safira Damayanti Devi Safira Damayanti Dewi Yunita Dhea Aulia Hera Wardoyo Dheva Yudhistira Maulana Dheva Yudistira Maulana Diah Indriani Dian Puspitasari Dianni Yusuf Diansanto Prayoga Dinansa, Oktario Dominikus Raditya Atmaka Dwi Lailatul Fitria Dwi Valentin Febiyana Eka Cahya Febriyanto Ekowati, Andinah Putri Eksa, Firrial Eqia Arum Azzahro Erlin Qur'atul Aini Erlin Qur’atul Aini Evy Tri Pratiwi Fadzilah, Rochmanita Ilvanadewi Faradiva Husna Azizah Farezi, Reza Adrio Faris Mohammad Hadi Fatah, Mohammad Zainal Fatma Nur Ardiati Febiyana, Dwi Valentin Febrina, Indi Rahma Fertika Nanda Firdaus, Halimah Firrial Eksa Fitria Nina Agustin Fitriana, Destia Ika Galuh Sekar Anggraeni Griselda Malinda Eliza Putri Mohamad Moklis Haditanojo, Wiyanto Haq , Irwan Barlian Immadoel Hario Megatsari Herdiansyah, Akbar Dimas Imelda Damayanti Indi Rahma Febrina Indrianti, Maswiya Inriza Yuliandari Ira Nurmala Isa, Muhamad Islamiyah, Khofifatul Islamiyah, Khofifatul Izzati, Nabila Rahma Januarti, Catur Ifda Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Jhonatan Rameldo Hutasoit Jhonatan Rameldo Hutasoit Joni Wahyuhadi, Joni Kaljafa, Fertika Nanda Kartika, Agestin Awalin Kenconojati, Hapsari Khabibi, Arsila Khalistasari, Luthfia Yolinda Kurniawati, Nurul Agustina Lailatu Rohmah Lailatu Rohmah, Lailatu Lailatul Muniroh Lailiyah, Syifa'ul Larasati, Adella Atika Lilis Sulistyorini Loveni, Uyun Mahiroh, Hodimatum Mahmud Aditya Rifqi Mandagi, Ayik Mirayanti Maula, Firda Ismatul Mela Septiani Melati Octavia Melati Octavia Febriana Melinia Dwi Tanti Merrisa Ayu Oktanova Meyyanti, Henny Putrie Miko Ardiansyah Mila, Widatul Mirah Mirah Alamiyyah Mochamad Zulfikar Assagaf Mufasirin Muhamad Isa Muhammad Hisyam Muhammad Ridwan Mukarromah, Nur Makkatul Mulyono Mulyono Muslimah, Bintang Nabila Khusna Amalia Nabilah, Sayu Larasati Nada, Qotrun Nafkha Nisa Nafkha Nisa Nabila Nanda, Fertika Nayla Alya Aurora Nazwa Aulia Nilam Yusika Sari Ningrum, Wulan Setia Nisa, Nafkha Nufus, Putri Zakiyatun Nur Risca Azizah Nur Risca Azizah Nur Salsabilla, Risma Putri Nur, Putri Nurfaizah, Diza Ulya Nurlailia Resa Cahyani Octavi, Melati Okfita, Enggar Dwika Oktario Dinansa Oktavia Ika Nur Winda Satriani Pangestu, Bintang Aji Praja, Ratih Novita Prajnawita, Disny Pramesti, Dinda Sekar Prameswari, Rara Ayuning Putri Nur Putri Zakiyatun Nufus Putri, Citta Nabila Rafida Putri, Della Kharisma Putri, Dhea Ayu Amalia Putri, Fika Ardiana Putri, Fika Ardiana Putri, Margaretha Putri, Rahmasuciani Rachman, Dwi Nanda Rachmat Hargono Rahayu, Ajeng Febrianti Ramadhani, Halimah Shafira Ramadhaningtyas , Erica Medina Ramadhanny, Syahrul Novenda Ratna Dwi Puji Astuti Revalina Intikha Aling Ridzkiya Karimatus Sholeha2 Rina Pertiwi Rinda Istiqumilaily Rini, Eka Mistiko Ririh Yudhastuti Risma Putri Nur Salsabilla Rista Novianti Novianti Rizka Khawari Rizki Putri Hariyani Rizky Hariyani Rizky Putri Hariyani Rochmanita Ilvanadewi Fadzilah Rosina, Dina Salsabilla Saksono, Bayu Salisa, Wizara Sarah Theresa Sarda Ika Devi Sari, Apik Mila Sari, Apik Mila Sayu Larasati Nabila Sebayang, Susy Katikana Selpiana, Eka Sepyan Purnama Kristanto Setianingrum, Wulan Shelviana Mathofani Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Sholeha, Ridzkiya Karimatus Siti Nur Anisatul Khariroh Socadevia, Annisa Soetojo Soetojo Sukarno, Gerda Susilo, Rahadian Indarto Syafitri, Anzilika Avia Syahrul Ramadhan Syifa'ul Lailiyah Syifa'ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tatut Isna Winanda Tedy Apriawan Tyas Ratna Manggali Ulaganathan, Vaidehi Uyun Loveni Venaprilla, Syarifa Gadis Vidia Nuria Rahman Wardana, Risandi Wardani, Intan Ayu Kusuma Wardani, Yuniar Laksmi Eka Wari, Naris Widia Maharani, Rafaela Christi Wirayudha, Yosia Dimas Yogi Yhuwono Yudhana, Aditya Yuli Astuti Yuliatik, Ita yunianti, Ira Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Zaman, Md Nahid Uz Zaneta, Dinayu Putri Wyanet Zolla Gracia Amardiani