Articles
Implementation of STEM Integrated Project Based Learning (PjBL) to Improve Problem Solving Skills
Maharani Ayu Nurdiana Putri;
Dwikoranto Dwikoranto
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/bipf.v10i1.12231
The 4Cs are skills that emphasize learning across the 21st century (Critical thinking, Communication, Collaboration, Creativity). Problem-solving, one of the 21st century's skills, developed by implementing PjBL-STEM learning models. PjBL-STEM learning focuses on developing students' ability to be more engaged, innovative, and open to the idea of concepts learnt through project-based activities that incorporate STEM aspects in real life. The study's goal is to examine how PjBL-STEM learning improves problem-solving skills. The research method used was quantitative research through a one-group pre-experimental design with pretest and posttest. A total of 35 students from class XI IPA 2, SMA X Muhammadiyah Surabaya, participated in the study. This study uses purposive sampling to consider students' abilities and conditions of delivery of subject matter. The study's results (N-gain) were 0.59, classified as "medium". According to the findings of this study, Learning the PjBL-STEM model has been sufficient for enhancing problem-solving abilities in dynamic fluid materials. The characteristics of the PjBL-STEM learning model that focuses on the 'student-centred model' significantly influence problem-solving skills. The advantages of this model should be accompanied by improvement of educational facilities and teaching skills in the learning process in order to create a balanced learning environment
Project-Based Learning (PjBL)-STEM: Bibliometric Analysis and Research Trends (2016-2020)
Maharani Ayu Nurdiana Putri;
Erina Krisnaningsih;
Nadi Suprapro;
Utama Alan Deta;
Dwikoranto Dwikoranto
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/bipf.v9i3.11184
This study aims to analyze research trends related to PjBL-STEM topics in 2016-2020 through bibliometric analysis with the Scopus database. Based on the criteria, it obtained 1,169 documents. Microsoft Excel was used to analyze data and VOS viewer as a data visualization. The results showed that PjBL-STEM research is increasing every year. The USA contributes the most research in the world, Indonesia ranks second. Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Sebelas Maret, and Universitas Negeri Semarang are among the top affiliates in PjBL-STEM research in the world. Visualizing the trend of PjBL-STEM research in 2016-2020, there are three clusters, namely 1.) PjBL-STEM as a framework, 2.) PjBL-STEM as self-development, and 3.) Effects of PjBL-STEM research. The results of this study can help researchers related to PjBL-STEM research trends in the world and provide direction in further research.
Rancang Bangun Text to Sound menggunakan Metode Hybrid sebagai Sarana membantu Komunikasi Tuna Netra dan Tuna Wicara
Lilik Anifah;
Hainur Rasid Achmadi;
Dwikoranto Dwikoranto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.409 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.918
Alat bantu bagi tuna netra sampai saat ini adalah Reglet dan stylus, Mesin tik braille, Abacus, Peta timbul, Papan baca permulaan, Kertas braille, Tongkat tuna netra, Biji berhitung, Busur derajat braille, Jam dinding bicara, dan Weker talking. Tetapi untuk alat bantu yang bersifat komunikatif yang dapat mengubah informasi teks menjadi informasi suara belum ada. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu perangkat yang dapat mengubah informasi teks (tulisan) menjadi informasi suara dalam bahasa Indonesia. Teks yang akan dibaca diletakkan pada scanner yang selanjutnya diproses sehingga informasi teks tersebut akan otomatis diubahmenjadi informasi suara. Hasil dari penelitian ini ternyata sistem yang dibangun telah dapat mengubah informasi yang berupa image (gambar teks) yang diinputkan dari scanner menjadi suara. Masih terdapat keterbatasan sistem inidiharapkan diadakan penelitian lebih lanjut sehingga didatkan sistem yang sempurna. Dengan teknologi ini maka diharapkan seseorang yang buta aksara dan tuna netra dapat terbantu dalam membaca suatu teks.
Analisis Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Fisika dengan Metoda Library Research
Liestiani Dewi;
Dwikoranto Dwikoranto
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/pendipa.5.2.237-243
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan hasil belajar fisika. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data dengan menggabungkan data yang relevan sesuai dengan yang sedang diteliti. Langkah yang dilakukan yaitu dengan membaca, mempelajari dan menelaah literatur yang berkaitan dengan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan peningkatan hasil belajar. Data dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari jurnal, artikel, skripsi maupun sumber-sumber lain yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji gain, uji normalitas dan uji-t sampel berpasangan. Hasil rata-rata yang didapatkan saat pre-test yaitu sebesar 37. Sedangkan hasil rata-rata yang diperoleh post-test sebesar 83 dan rata-rata uji gain ternormalisasi sebesar 0,73. Sehingga didapat bahwa thitung lebih besar dari nilai ttabel maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran fisika, daripada diterapkannya pendekatan pembelajaran konvensional.
Analisis Respon dan Ketertarikan Peserta Didik Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Fisika Berbasis Environmental Learning di SMA
Putih Sari;
Dwikoranto Dwikoranto;
Nurita Apridiana Lestari
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/pendipa.5.3.337-344
Environmental Learning merupakan proses pembelajaran berbasis lingkungan yang dikembangkan agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang memiliki kaitan dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis respon peserta didik terhadap dilaksanakannya pembelajaran fisika yang berbasis lingkungan di SMA yang melibatkan 100 peserta didik di 6 sekolah di Kabupaten Gresik. Menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis angket yang berisi respon peserta didik. Respon peserta didik dikategorikan menjadi 3 aspek yakni respon peserta didik terhadap pembelajaran fisika, metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi, dan tertarik/tidak dilakukan pembelajran fisika berbasis environmental learning. Hasil dari angket tersebut menyatakan bahwa sebanyak 54% peserta didik mengatakan pelajaran fisika sulit untuk dipelajari karena peserta didik memerlukan metode pembelajaran fisika yang lebih variatif. Hal tersebut membuktikan bahwa metode yang digunakan guru belum memiliki pengaruh pada kemampuan peserta didik sehingga 95% peserta didik mengatakan tertarik apabila dilaksanakan pembelajaran fisika yang berbasis environmental learning dengan tujuan agar peserta didik dapat lebih mudah memahami ilmu fisika dengan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menumbungkembangkan kemampuan peserta didik dalam menalar dan menganalisis suatu permasalahan.
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ECOPEDAGOGY DENGAN METODE DARING SELAMA PANDEMI COVID-19
Diyah Ayu Octa Nova;
Dwikoranto Dwikoranto;
Nurita Apridiana Lestari
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.859 KB)
|
DOI: 10.31764/orbita.v7i1.4213
ABSTRAKPenelitian ini adalah studi awal untuk menganalisis persepsi siswa terhadap pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy dengan metode daring. Pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran atau kepedulian lingkungan serta memecahkan permasalahan lingkungan berdasarkan konsep fisika. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Responden yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 97 orang dari kelas 10, 11, dan 12 yang bersekolah di wilayah Sidoarjo. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy adalah positif. Siswa tertarik dengan pembelajaran ini. Siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy penting untuk dilakukan. Hal ini karena pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat menyelesaikan berbagai permasalahan lingkungan berdasarkan konsep fisika yang dipahami. Selain itu, pembelajaran ini juga dapat menumbuhkan kesadaran atau sikap peduli lingkungan. Kata kunci: persepsi siswa; pembelajaran daring; ecopedagogy; kesadaran lingkungan ABSTRACTThis study is a preliminary study to analyze students' perception of ecopedagogy-based physics learning with online methods. Ecopedagogy-based physics learning is done to raise awareness or environmental concern and solve environmental problems based on the concept of physics. This research uses survey method with data collection techniques in the form of questionnaires. Respondents obtained in this research were 97 people from grades 10, 11, and 12 in the Sidoarjo. Based on the research, it can be concluded that students' perception of ecopedagogy-based physics learning is positive. Students are interested in this learning. Students also stated that ecopedagogy-based physics learning is important to do. This is because ecopedagogy-based physics learning is done with the aim that students can solve environmental problems based on the concept of physics. In addition, this learning can also raise environmental awareness. Keywords: students' perception; online learning; ecopedagogy; environmental awareness
KAJIAN PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Siti Maysyaroh;
Dwikoranto Dwikoranto
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.429 KB)
|
DOI: 10.31764/orbita.v7i1.4433
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Project Based Learning terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan mengumpulkan data pustaka yang relevan dari berbagai sumber informasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kualitatif deskriptif yaitu menguraikan data, menganalisis dan membahas data, serta mengkaji kesimpulan dari data yang diperoleh. Sumber data yang dipilih berupa data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber jurnal ilmiah nasional, internaisonal dan prosiding. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian terdahulu menunjukkan bahwa model Project Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran fisika. Kata kunci: library research; project based learning; keterampilan berpikir kreatif. ABSTRACTThis study aims to describe the effect of the Project Based Learning model on creative thinking skills of students in learning physics. This research uses the type of library research with the collecting relevant library data from various sources of information. The data analysis technique used is in the form of descriptive qualitative with deciphering the data, analyzing and discussing the data, and reviewing the conclusions from the data obtained. The selected data source is secondary data obtained from various sources of national, international and proceeding scientific journals. Based on the results of the analysis from previous research, it shows that the Project Based Learning model can improve students' creative thinking skills in physics learning. Keywords: library research; project based learning; creative thinking skills
Mobile Learning to Improve Student Collaborative Skills: An Alternative to Online Learning in the Era of Covid-19 Pandemic
D. Dwikoranto;
Rahyu Setiani;
Binar Kurnia Prahani;
Husni Mubarok
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 4 No. 3: November 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/e-saintika.v4i3.314
This research aimed to produce a valid and effective mobile learning model and tools as an alternative to online learning solutions in the era of the Covid-19 pandemic. The tutorial tools are: tutorial activity design, tutorial activity unit, student activity sheet, and collaborative ability test. The trial design used a Pre-Experiment with a one group pre-test and post-test design. The research subject was the Pre-service Primary Teachers (PPTs) programming the elementary concept science course for the registration period of 2020. The data collection instruments included: (1) tutorial tool validity assessment sheet and (2) collaborative ability test. The research data were in the form of pre-test scores and post-test scores after going through a series of prerequisite tests: normality test and homogeneity test which were then analyzed using paired t-test. The mean level of improvement in the pre-test and post-test scores were calculated using the gain score. The results showed that: (1) the development of mobile learning which was included in the content and construct in the valid category, and supported by tutorial tools was included in the valid category and (2) the developed mobile learning was included in the effective category because of the significant increase in student collaborative abilities in limited trials and extensive trials in moderate criteria and students respond positively to the tools and tutorial processes. Based on the results above, it can be concluded that the development of mobile learning was valid and effective to improve student collaborative abilities.
Profil Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Penyelesaian Masalah Materi Hukum Newton
Jelita Puspita Ningrum Khoirunnisa;
Dwikoranto Dwikoranto
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.845 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.429
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kritis siswa dalam penyelesaian masalah materi Hukum Newton. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan metode pengambilan data berbentuk tes tertulis dan angket keterampilan berpikir kritis yang diisi oleh siswa. Hasil yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan memakai metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan di SMA Negeri 1 Babat kelas X yang berjumlah 69 siswa. Penelitian ini memperoleh hasil yaitu profil keterampilan berpikir kritis siswa kelas X masih tergolong sedang, namun ada yang masih dalam kriteria rendah. Indikator interpretasi memiliki persentase 26%, indikator analisis 33%, indikator evaluasi 36%, indikator inferensi dan eksplanasi 31% dan indikator penjelas 13%. Kemampuan penyelesaian masalah siswa masih tergolong sedang dengan persentase di bawah 50%. Berdasarkan data tersebut ditarik kesimpulkan bahwa profil keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah masih tergolong sedang. Tingkat keterampilan berpikir kritis juga berpengaruh terhadap pemecahan masalah, semakin baik pemecahan masalah siswa maka profil keterampilan berpikir kritisnya semakin tinggi juga
Validitas Unit Kegiatan Belajar Mandiri Untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skill Peserta Didik
Nurul Afifah;
Dwikoranto Dwikoranto
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.352
Penerapan Kurikulum 2013 menitikberatkan proses belajar pada keaktifan serta kemandirian peserta didik dalam mengolah informasi dengan melaksanakan pembelajaran menggunakan media yang disusun secara inovatif sehingga dapat meningkatkan keahlian peserta didik untuk berpikir tingkatan tinggi dalam menuntaskan suatu permasalahan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai validitas media Unit Kegiatan Belajar Mandiri sebagai bahan ajar untuk dapat meningkatkan Higher Order Thinking Skill pada peserta didik kelas XI materi suhu dan kalor. Metode penelitian menggunakan model 4-D melalui tahapan define, design, develop serta disseminate tetapi tanpa menerapkan disseminate karena terhalang oleh situasi pandemi covid. Validasi dilakukan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Unit Kegiatan Belajar Mandiri yang diujikan kepada 3 validator terdiri dari 2 dosen fisika dan satu guru fisika dengan membagian angket evaluasi penilaian. Hasil penilaian validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mendapat rata - rata skor 90,41% dengan kriteria sangat valid serta presentase rata - rata validasi Unit Kegiatan Belajar Mandiri memperoleh skor 90,00% dengan kategori sangat valid yang memuat kontruksi soal Higher Order Thinking Skill pada tingkatan menganalisis (C4) 41,55%; mengevaluasi (C5) 36,17% serta tingkatan mengkreasi (C6) 21,28% yang menunjukkan bahwa perangkat dan media yang sudah dikembangkan tergolong dalam kategori sangat valid dan dapat diterapkan untuk meningkatkan keahlian Higher Order Thinking Skill peserta didik