Articles
Rancang Bangun Bahan Ajar Digital Berbasis Ekopedagogik Approach
Dede Margo Irianto;
Yusuf Tri Herlambang;
Hana Yunansah;
Rahman Wahid
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2022): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.406 KB)
|
DOI: 10.35568/naturalistic.v6i2.1813
This Study aims to describe the Design of Teaching Materials Based Digital Ekopedagogik Approach. The research method used is the method of Design and Development using model 4-D. Data collection techniques used were questionnaires. The research results found showed that the medium of digital teaching materials that has been developed is feasible to use based on the assessment of the experts to obtain the percentage of 97.5% in terms of material, for 82.5% in terms of the media, and 100% in terms of language. Summary assessment of teaching materials by students gain percentage 96,87% in terms of the content of the material, 100% in terms of use, and 100% in terms of appearance.
Waste Bank-Based Inorganic Waste Management Training To Improve Community Environmental Awareness
Dede Margo Irianto;
Yeni Yuniarti;
Tita Mulyati;
Yunus Abidin;
Yusuf Tri Herlambang;
Rahman Wahid
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (575.834 KB)
|
DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2807
This community service program aims to develop community environmental literacy through inorganic waste management activities based on waste banks. Waste Bank is one of the effective solutions in overcoming the accumulation of inorganic waste in the community and manage it into something more useful. There are benefits that can be generated from the management of inorganic waste. In addition, this community service program is encouraged by the low level of community environmental literacy which is shown by the lack of community skills in managing inorganic waste. The method used in the community service program is carried out using the 7D model method with preliminary survey methods, training, mentoring, evaluation, and discussion. The results of community service activities carried out in Pasir Biru Village, Cibiru District, Bandung City went according to plan and obtained a fairly good level of satisfaction from partners.
Utilization Of Organic Waste To Become Eco-Enzyme In Developing Community Environmental Literacy
Yunus Abidin;
Hana Yunansah;
Dede Margo Irianto;
Yusuf Tri Herlambang;
Rahman Wahid
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (550.853 KB)
|
DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2808
Community service Program aims to develop the literacy environment of the community through the activities of the utilization of organic waste into eco-enzyme. Eco-enzyme to be one of the effective solutions in addressing the buildup of organic waste in the community and manage it into something more useful. Products that can be generated from the management of organic waste into eco-enzyme among others, is a liquid soap, toilet cleaner, air freshener, and water purification. In addition, the community service program is driven over the still low literacy communities is shown by the less skilled of the community in managing organic waste. The method used in the program of the community service is done using the method of the development of action research. The results of community service activities conducted in the Village of Pasir Biru, Cibiru District, Bandung City go according to plan and obtain the level of satisfaction of the partner.
DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP PERUBAHAN KEPRIBADIAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Rahman Wahid;
Yusuf Tri Herlambang;
Ani Hendrayani;
Sigit Vebrianto Susilo
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2397
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang dampak keluarga broken home terhadap perubahan kepribadian anak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya keluarga memiliki peranan yang besar dalam membina dan mengembangkan potensi anak. Akan tetapi, ketika keluarga tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya terutama pada keluarga broken home, hal tersebut akan berdampak pada anak. Terdapat beberapa dampak yang akan dialami oleh anak ketika berada pada situasi broken home antara lain adalah, (1) rentan terhadap gangguan psikis; (2) membenci orang tua; (3) mudah terpapar pengaruh buruk lingkungan; (4) memandang hidup tidak lagi berarti; (5) tidak mudah bergaul; dan (6) mengalami permasalahan moral.
Nilai Pedagogik Dalam Falsafah Kehidupan Masyarakat Adat Cireundeu
Ni Putu Laksmi Resti Putri;
Tatang Muhtar;
Yusuf Tri Herlambang
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/naturalistic.v7i1.2762
This study aims to describe the pedagogical values in the philosophy of life of the Cireundeu Indigenous People that can be applied by teachers in classroom learning. This study uses a qualitative descriptive approach with the type of case study research. This research was conducted in the Cireundeu Traditional Village, Cimahi, West Java. The results of this study indicate that there are 3 pedagogical values from the life philosophy of the Cireundeu Indigenous Peoples that can be adopted by teachers, namely; education that follows the times, environmental education, and entrepreneurship education. Teachers are expected to be able to use these values as cultural pedagogical guidelines in the midst of the progress of the times.
MENINGKATKAN KECERDASAN EKOLOGIS MELALUI MODEL MULTILITERASI BERBASIS ECOPEDAGOGY APPROACH
Dede Margo Irianto;
Hana Yunansah;
Yusuf Tri Herlambang;
Tita Mulyati
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 12, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v12i1.18820
Masalah dalam penelitian ini didasarkan pada temuan adanya realitas kondisi kehidupan manusia yang telah terjebak dalam paradigma pembangunan yang keliru (maldevelopment), sehingga memandang alam sebagai objek, mekanistis, terpecah-pecah, dan terpisah dari manusia sehingga mudah didominasi dan dieksploitasi. Atas dasar pemikiran tersebut, diperlukan solusi nyata sebagai upaya membangun sikap kritis dan kepedulian dalam memahami berbagai fenomena kehidupan yang merugikan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, pendidikan ekologis sangat dibutuhkan demi mengasah sensibilitas ekologis serta menumbuhkan kesadaran akan keberadaan lingkungan hidup sebagai bagian dari ekosistem yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Upaya untuk mewujudkan kondisi tersebut diawali dari merekayasa model pendidikan yang tepat, salah satunya adalah model multiliterasi berbasis ecopedagogy approach.
STRATEGI EDUPRENEUR BAGI CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA
Muh. Husen Arifin;
Yusuf Tri Herlambang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i2.10352
Perspektif berwirausaha sulit dan tidak bisa dilaksanakan oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar menjadi salah satu faktor ketidaksiapan calon guru sekolah dasar dalam menumbuhkan semangat berwirausaha, sementara di era digital ini calon guru dasar harus menyiapkan kompetensi yang kompleks. Kompetensi bagi mahasiswa calon guru dasar ini membutuhkan strategi yang efektif. Maka dari itu, dibutuhkan strategi edupreneur yang konstruktif bagi calon guru sekolah dasar agar dapat menumbuhkan minatnya dalam berwirausaha. Edupreneur merupakan konsep pendidikan kewirausahaan yang menempatkan sikap berwirausaha dalam pendidikan. Adapun metode pelaksanaan dengan melakukan presentasi dan tugas proyek wirausaha. Hasil dari kegiatan ini mahasiswa calon guru sekolah dasar mampu membuat ide wirausaha dan melaksanakan praktik wirausahanya, sehingga menumbuhkan minat berwirausaha lebih konstruktif.
Menanggulangi Dekadensi Moral Generasi Z Akibat Media Sosial Melalui Pendekatan Living Values Education (LVE)
leli patimah;
Yusuf Tri Herlambang
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 5 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pembelajar.v5i2.18359
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang informasi seperti media sosial menjadi problematika baru. Ketidaksiapan masyarakat khususnya generasi z terhadap arus perkembangan tersebut menimbulkan distorsi perilaku, perbuatan serta akhlak seperti bullying, pergaulan bebas, pencurian, tawuran, miras dan narkoba, social media anxiety sampai pada kasus kematian akibat kekerasan. Hal tersebut merupakan gejala dari dekadensi moral yang banyak menyelimuti kalangan generasi z di Indonesia. Guna menanggulangi permasalahan tersebut living values education muncul sebagai salah satu pendekatan yang bisa digunakan oleh para pendidik, orangtua ataupun fasilitator yang bertujuan untuk meminimalisir dekadensi moral yang semakin hari semakin memprihatinkantan. Living values education menekankan pada pencarian makna hidup seseorang untuk lebih bernilai serta mengembangkan potensi agar menjadi manusia berkualitas dan menumbuhkan nilai – nilai kemanusiaan.
Analisis Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Mei Nur Rusmiati;
Riswati Ashifa;
Yusuf Tri Herlambang
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/naturalistic.v7i2.2203
Latar belakang dari penelitian ini adalah kondisi pendidikan Indonesia yang hingga saat ini belum menemukan jati diri. Perubahan kurikulum terus dilakukan hingga kini tiba pada kurikulum merdeka belajar. Berbagai problematika bahkan mulai dirasakan, terlebih oleh tenaga pendidik yang berperan penting di dalam proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk menganalisis berbagai problematika yang ada dalam pengimplementasian kurikulum merdeka di tingkat sekolah dasar. Metode yang dilakukan, yaitu jenis pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Setelah dilakukan penelitian, terlihat bahwa implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar mengalami berbagai problematika, salah satunya ialah kurangnya tingkat pemahaman guru dalam menyusun RPP merdeka belajar. Selain itu, kurangnya inovasi guru dalam mengajar juga menjadi hambatan tersendiri dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar.
Penerapan Model Project Based Learning dalam Meningkatkan Kreatifitas Siswa melalui Entrepreneurship Day di Kelas V SD Negeri Jamali
Raisa Ayu Luthfia;
Yusuf Tri Herlambang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suatu bangsa dapat dikatakan maju dan berhasil apabila memiliki sumber daya manusia yang siap dengan segala tantangan yang akan terjadi dikemudian hari. Modal utama dalam menjawab segala tantangan ini diperlukannya kemampuan diri dalam menyelesaikan persoalan hidup. Cara yang ditempuh untuk berhasil melalui segala persoalan hidup itu tentu diperlukannya pemikiran yang kreatif guna memiliki cadangan penyelesaian. Pendidikan menjadi pedoman dan jalan utama untuk sampai pada tujuan yang diharapkan yakni memiliki kreatifitas dan keterampilan hidup. Berbagai keterampilan hidup bisa dituangkan dalam sebuah pembelajaran yang terencana dengan baik. Untuk membuat suatu pembelajaran yang terencana perlu adanya pembelajaran menggunakan suatu model yang tepat sasaran, dalam hal ini, menumbuhkan kreatifitas siswa dapat berupa proyek yang dilakukan dalam membuat karya atau produk disebuah pembelajaran. model project based learning menjadi jembatan dalam meningkatkan kreatifitas anak. Peneliti bermaksud mencari informasi yang lebih mendalam mengenai penerapan model PJbl terhadap peningkatan kreatifitas siswa dalam kegiatan enterpreneurship day. Enterpreneurship day merupakan salah satu implementasi dari model PJbl itu sendiri. Hasil yang terlihat secara signifikan peningkatan kreatifitas anak benar-bener mengalami perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif guna menjelaskan secara sistematis penelitian ini.