p-Index From 2021 - 2026
7.011
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA UG Journal Majalah Kedokteran Bandung Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Althea Medical Journal Jurnal Keolahragaan Global Medical and Health Communication Jurnal Kebidanan The Indonesian Journal of Public Health Majalah Obstetri dan Ginekologi Public Health of Indonesia Jurnal Kesehatan Vokasional SOEPRA Jurnal Hukum Kesehatan Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science The Southeast Asian Journal of Midwifery JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Jurnal Kesehatan Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Andalas obstetrics and gynecology journal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Sehat Masada JOURNAL LA MEDIHEALTICO JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Inovasi Kurikulum Journal of Applied Nursing and Health International Journal of Management, Entrepreneurship, Social Science and Humanities (IJMESH) Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Media Informasi Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Jurnal Bidan Cerdas Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Info Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Affecting Breast Milk Substitute in Pidie Jaya, Aceh, Indonesia Fazira, Frisca; Arisanti, Nita; Gurnida, Dida; Susiarno, Hadi; Azis, Muhammad Alamsyah; Rusmil, Kusnandi
Althea Medical Journal Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v11n2.3060

Abstract

Background: Breast milk is the first, main, and best natural food for babies. Breast milk contains various nutrients needed in the process of growth and development of babies. Breastfeeding is a health behavior carried out by mothers. This study aimed to analyze the factors that influence the provision of breast milk substitutes.Methods: This was a quantitative study, using a cross-sectional design. Data collection was carried out from July to August 2022 on 71 mothers who had babies aged up to 6 months at the Bandar Baru Public Health Center, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia. Consecutive sampling technique was used. The variables studied included behavior intentions, social support, accessibility of information, personal autonomy, and situational action. Chi-square was used to assess the relationship between independent variables and the dependent variables.Results: Most mothers were aged 20–35 years (70.4%), had junior high school education (78.9%), were unemployed (76.1%), and most did not provide breast milk substitutes (70.4%). Mothers who provided breast milk substitutes was significantly associated with the mother’s intention to give breast milk (p=0.002) and environmental conditions/situations for action (p=0.001). Mothers with low intentions tended to substitute breastmilk (53.8%). Furthermore, the situation of action influenced mothers to provide breast milk substitutes (48.6%).Conclusion: Factors that influence mothers to provide breast milk substitutes are low intention and environmental conditions/situations to act. Therefore, education for mothers to give exclusive breast milk is encouraged. 
The Effect of Mixed-Fruit Juice on Uterine Contractions and Cervical Dilatation During the First Stage of Delivery Martasari, Bellia Loranthifolia; Cahyadi, Wisnu; Nugraha, Gaga Irawan; Husin, Farid; Susiarno, Hadi; Hidayat, Yudi Mulyana; Satari, Mieke Hemiawati
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.214 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v7i1.2908

Abstract

Energy imbalance in delivery can inhibit the action of glycolytic enzymes and interfere with chemical reactions in muscle cells. These nuisances may interfere with uterine contractions that obstruct cervical dilatation. Therefore, mothers require a nutritional alternative which is practical, generates energy quickly and supplies glucose needed for uterine contractions. These can be fulfilled with a mixed-fruit juice beverage. Mixed-fruit juice consists of fruits, Tunisian dates, honey, and red beans. This study aims to analyze the effect of the mixed-fruit extract on uterine contraction and cervical dilatation during the first stage of delivery. This study used a randomized controlled trial design. The target population was all the mothers who would give birth in Bandung city in March−April 2017. The samples of this study were the gravida <4 who would give birth at the Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar/PONED (Basic Emergency Obstetric and Neonatal Care/BEONC) Puskesmas (Public Health Center) Ibrahim Ajie, Puter, Garuda, Pagarsih, and Padasuka, consisting of 30 subjects as the treatment group and other 30 subjects as the control group. Uterine contractions and cervical dilatation were measured clinically and recorded on partograph. The analysis of data was done using the chi-square test, independent t test, and Mann-Whitney test. The results showed that there was the effect of mix-juice on the frequency, the duration and the intensity of uterine contractions and cervical dilatation with p value<0.05 and relative risk (RR) values respectively of 1.3, 3.3, 2.6, 1.7. In conclusion, consuming mixed-fruit juice during the first stage of delivery give a significant impact on the progress of uterine contractions and cervical dilatation.PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN MIX JUICE TERHADAP KONTRAKSI UTERUS DAN PEMBUKAAN SERVIKS SELAMA KALA I PERSALINANKetidakseimbangan energi saat persalinan dapat menghambat kerja enzim glikolitik dan mengganggu reaksi kimia dalam sel otot sehingga dapat menghambat kontraksi otot dan pembukaan serviks. Perlu alternatif nutrisi ibu bersalin yang praktis, cepat menghasilkan energi, dan memberikan asupan glukosa yang dibutuhkan untuk kontraksi uterus dalam bentuk minuman mix juice. Mix juice ini mengandung buah-buahan, kurma tunisia, madu, dan kacang merah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian minuman mix juice terhadap kontraksi uterus dan pembukaan serviks selama kala I persalinan. Penelitian ini menggunakan desain randomized controlled trial. Populasi target adalah semua ibu yang akan melahirkan di Kota Bandung pada bulan Maret−April 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah gravida <4 yang akan melahirkan di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatus Emergensi Dasar (PONED) Ibrahim Ajie, Puter, Garuda, Pagarsih, dan Padasuka, yaitu 30 subjek pada kelompok perlakuan dan 30 subjek pada kelompok kontrol. Kontraksi uterus dan pembukaan serviks diukur secara klinis dan dicatat pada partograf. Analisis data menggunakan uji chi-kuadrat, uji t independen, dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian minuman mix juice terhadap frekuensi, lama dan intensitas kontraksi uterus, serta pembukaan serviks dengan nilai p<0,05 dan nilai RR masing-masing sebesar 1,3; 3,3; 2,6; 1,7. Simpulan, pemberian minuman mix juice selama kala I persalinan berpengaruh terhadap kemajuan kontraksi uterus dan pembukaan serviks.
Pengaruh Faktor Risiko terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung Santoso, Herman Budi; Susiarno, Hadi; Hidayat, Dini
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 3 November 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v6i3.555

Abstract

Tujuan: Diperlukan identifikasi faktor risiko yang bisa menyebabkan BBLR. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui faktor risiko yang bisa menyebabkan BBLR meliputi faktor sosiodemografi, maternal,  janin, dan lingkungan.Metode: Penelitian menggunakan metode case control. Sampel berjumlah 126 orang. Pengambilan data berupa data rekam medis dengan instrumen menggunakan lembar ceklist mengenai faktor risiko sosiodemografi, maternal janin, dan lingkungan. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil: Faktor yang berpengaruh terhadap BBLR di antaranya usia (p-value 0,000), paritas (p-value 0,000), penghasilan (p-value 0,028), perdarahan antepartum (p-value 0,042), ketuban pecah dini (p-value 0,009), hipertensi (p-value 0,000), Kekurangan energi kronis (p-value 0,031), anemia (p-value 0,015), ibu perokok (p-value 0,006), gemeli (p-value 0,0016), hidramnion (p-value 0,042), prematur (p-value 0,000), kelayakan air (p-value 0,016) dan kelayakan sanitas (p-value 0,006). Sementara itu faktor yang tidak berpengaruh terhadap BBLR di antaranya pendidikan (p-value 0, 934), pekerjaan (p-value 0,312), TB paru (p-value 0,257), dan ibu minum alkohol (p-value 0,257). Hasil analisis multivariat didapatkan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR secara berurutan yaitu gemeli (OR 42,218), prematur (OR 17,639), kelayakan air (OR 14,769), perokok (OR 12,462), hipertensi (OR 7,228), anemia  (OR 4,407), paritas (OR 3,116),  ketuban pecah dini (OR 1,674), usia (OR 1,245), dan kelayakan sanitasi (OR 1,230).Kesimpulan:  Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap BBLR yaitu Gemeli.Risk Factors on Low Birth Weight Infants at Hospital Bhayangkara Sartika Asih BandungAbstractObjective: Required identification of risk factors that can cause LBW. So the aim of this research is to know the risk factors that can cause LBW including sociodemographic, maternal, fetal and environmental factors.Method: Research using methods case control. The sample is 126 people. Data collection was in the form of medical record data with instruments using checklist sheets regarding sociodemographic, maternal and environmental risk factors. Data were analyzed using test who squares.Results: Factors that influence LBW include age (p-value 0.000), parity (p-value 0.000), income (p-value 0.028), antepartum hemorrhage (p-value 0.042), premature rupture of membranes (PRM) (p-value 0.009), hypertension (p-value 0.000), Chronic energy deficiency (p-value 0,031), anemia (p-value 0.015), smoking mothers (p-value 0.006), twins (p-value 0.0016), hydramnios (p-value 0.042), premature (p-value 0,000), water qualification (p-value 0.016) and sanitary feasibility (p-value 0.006). While the factors that do not affect LBW include education (p-value 0.934), work (p-value 0.312), pulmonary TB (p-value 0.257), and the mother drinks alcohol (p-value 0.257). The results of the multivariate analysis showed that the factors influencing the incidence of LBW were sequential (OR 42.218), premature (OR 17.639), water adequacy (OR 14.769), smokers (OR 12.462), hypertension (OR 7.228), anemia (OR 4.407), parity (OR 3.116), premature rupture of membranes (OR 1.674), age (OR 1.245) and sanitation feasibility (OR 1.230).Conclusion: The most influential risk factor for LBW is Gemelli.Key words: Gemelli, Low Birth Weight Babies, Risk Factors,
The Analysis of Premature Rupture of Membrane Outcomes: Comparison Between 34-36 Weeks and Term Gestation Yordian, Kendry Savira; Pribadi, Adhi; Syam, Hanom Husni; Nugrahani, Annisa Dewi; Handono, Budi; Susiarno, Hadi; Suardi, Dodi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i2.710

Abstract

Introduction: This study analysed the maternal and neonatal outcomes in premature rupture of membrane at 34-36 weeks of gestation compared to term gestation to provide an overview of the current protocol’s efficacy which is currently widely varied. Method: This was a cross-sectional study using a simple random sampling technique. The subject of this study consisted of a total of 450 pregnant women diagnosed with PPROM at 34-36 weeks and term gestation during the period January 2019-December 2021. P<0.05 was considered statistically significant. Results: That women with premature rupture of membrane (PROM) at term gestation had a higher risk of 1.13 times (OR= 1.13, CI 95%) for neonatal asphyxia, 1.34 times for early neonatal death (OR= 1.34, CI 95%), and 4.03 times for developing clinical chorioamnionitis (OR= 4.03, CI 95%) compared to the 34-36 weeks of gestation group. There was no statistically significant difference between gestational age and the incidence of early neonatal death (P= 0.70). There were no maternal deaths in this study. Conclusion: the management protocol applied for both groups had the same efficacy. The incidence of clinical chorioamnionitis was higher in the term gestation group, which may be associated with risk factors such as COVID-19 and hepatitis B.Analisis Hasil Ketuban Pecah Dini: Perbandingan Antara Usia Kehamilan 34-36 Minggu dan Masa Kehamilan Cukup BulanAbstrakPendahuluan: Penelitian ini menganalisis hasil maternal dan neonatal pada ketuban pecah dini pada usia kehamilan 34 - 36 minggu dibandingkan dengan kehamilan jangka panjang untuk memberikan gambaran tentang kemanjuran protokol saat ini yang sangat bervariasi. Metode: Penelitian ini adalah studi cross-sectional menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian ini terdiri atas total 450 wanita hamil yang didiagnosis dengan PROM pada 34 - 36 minggu dan kehamilan jangka panjang selama periode Januari 2019 - Desember 2021. P<0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil: hasil analisis menunjukan bahwa wanita dengan ketuban pecah dini pada usia kehamilan memiliki risiko lebih tinggi 1,13 kali (OR= 1,13, CI 95%) untuk asfiksia neonatal, 1,34 kali untuk kematian neonatal dini (OR= 1,34, CI 95%), dan 4,03 kali untuk mengembangkan chorioamnionitis klinis (OR= 4,03, CI 95%) dibandingkan dengan kelompok kehamilan 34 - 36 minggu. Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara usia kehamilan dan kejadian kematian neonatal dini (P = 0,70). Tidak ada kematian ibu dalam penelitian ini. Kesimpulan: Protokol manajemen yang diterapkan untuk kedua kelompok memiliki kemanjuran yang sama. Insiden chorioamnionitis klinis lebih tinggi pada kelompok kehamilan, yang mungkin terkait dengan faktor risiko seperti COVID-19 dan hepatitis B.Kata kunci: Ketuban pecah dini, asfiksia, kematian neonatal
Hubungan Tingkat Keparahan Infeksi Covid-19 pada Wanita Hamil dengan Luaran Maternal dan Perinatal di RSUPP Betun Kabupaten Malaka Heryawan, Iwan; Hidayat, Dini; Susiarno, Hadi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i1.566

Abstract

Tujuan: Tingkat keparahan infeksi Covid-19 pada wanita hamil bisa menyebabkan luaran maternal dan perinatal yang berbeda-beda. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui hubungan tingkat keparahan infeksi Covid-19 pada wanita hamil dengan luaran maternal dan perinatal.Metode: Penelitian menggunakan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 90 orang. Pengambilan data berupa data rekam medis dengan instrumen menggunakan lembar ceklist mengenai luaran maternal dan luaran perinatal.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan luaran maternal pada kelompok variabel hipertensi, persalinan prematur, obesitas, dan mortalitas lebih besar dari 0,05 (nilai p>0,05) yang berarti tidak signifikan atau tidak bermakna secara statistik. Hasil luaran maternal pada kelompok variabel preeklampsia dan ketuban pecah dini lebih kecil dari 0,05 (nilai p<0,05) yang berarti signifikan atau bermakna secara statistik. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa terdapat perbedaan persentase yang signifikan. Pada luaran perinatal variabel berat badan perinatal, derajat asfiksia dan mortalitas perinatal lebih kecil dari 0,05 (nilai p<0.05) yang berarti signifikan atau bermakna secara statistik dengan demikian dapat dijelaskan bahwa terdapat perbedaan persentase yang signifikan secara statistik antara variabel berat badan perinatal, derajat asfiksia, dan mortalitas perinatal pada kelompok tingkat keparahan infeksi Covid-19.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat keparahan infeksi Covid-19 dan luaran maternal pada kelompok prekemlasia dan ketuban pecah dini. Terdapat Hubungan bermakna antara tingkat keparahan infeksi Covid-19 dan luaran perinatal pada berat badan perinatal, derajat asfiksia, dan mortalitas perinatal.Correlation between Severity Level of Covid-19 Infection in Pregnant Women and Maternal and Perinatal Outcomes at RSUPP Betun Kabupaten MalakaAbstractObjective: The severity of Covid-19 infection in pregnant women can cause different maternal and perinatal outcomes. So the aim of this study was to correlation determine the severity of Covid-19 infection in pregnant women against maternal and perinatal outcomes.Method: Research using cross-sectional method. The sample is 90 people. Data collection was in the form of medical record data with instruments using checklist sheets regarding maternal and perinatal outcomes.Results: The results showed that maternal outcomes in the variable group hypertension, preterm labor, obesity and mortality were greater than 0.05 (p value> 0.05), which was not significant or not statistically significant. Meanwhile, the maternal outcome in the variable group of preeclampsia and premature rupture of membranes was less than 0.05 (p value <0.05), which was significant or statistically significant, thus it could be explained that there was a significant percentage difference. In the perinatal outcome, the variables of perinatal weight, degree of asphyxia and perinatal mortality were less than 0.05 (p value <0.05) which means significant or statistically significant. Thus it can be explained that there is a statistically significant percentage difference between the variables of perinatal weight, degree of asphyxia and perinatal mortality in the Covid-19 infection severity group.Conclusion: There is a significant relationship between the severity of Covid-19 infection and maternal outcomes in the pre-eclampsia and premature rupture of membranes groups. There is a significant relationship between the severity of Covid-19 infection and perinatal outcomes in perinatal weight, degree of asphyxia and perinatal mortality.Key words: Covid-19 infection severity, maternal outcome, perinatal outcome.
Etika Klinik sebagai Ciri dari Profesionalisme dalam Pelayanan Obstetri dan Ginekologi Susiarno, Hadi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 3 November 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v6i3.593

Abstract

Pelayanan kesehatan sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Upaya tersebut bukan hanya untuk mengobati atau menghilangkan penyakit saja, tetapi juga harus disertai dengan rasa puas dan nyaman bagi orang sakitnya. Untuk bisa mencapai upaya tersebut, pelayanan kesehatannya harus mengandung dua unsur, yaitu biomedis dan etika. Yang dimaksud dengan biomedis itu adalah kemampuan dokter untuk membuat diagnosis yang benar, alternatif terapi yang yang tepat dan aman, serta prognosis yang baik, sedangkan yang dimaksud dengan etika adalah niat, sikap dan perilaku dokter yang sabar, jujur dan ikhlas serta penuh empati dalam menangani pasiennya. Dalam perkataan lain, dokter itu harus bertindak profesional. Telah disepakati bahwa tonggak ilmu kedokteran modern dimulai dua setengah abad yang lalu, pada saat Hippocrates memperkenalkan tradisi luhur yang menjadi ciri dan pedoman bagi perilaku para dokter. Praktik kedokteran, dari dahulu sampai sekarang. Selain harus mempunyai kompetensi klinik (ekspertis) yang baik, juga selalu dipandu berdasarkan prinsip etika. Dua di antaranya, adalah nil nocere(do not harm) dan bonum facere(do good for the patient).Prinsip ini, setelah melalui berbagai penyesuaian dan penyempurnaan, tetap berlaku sampai sekarang. Sekarang pun, para lulusan kedokteran, diwajibkan mengucapkan Sumpah Dokter pada saat diwisuda dan diberi pedoman yang harus ditaatinya, berupa Kode Etik Kedokteran Indonesia(KODEKI)1 dan Petunjuk Teknis Praktek Kedokteran.
Scoping Review Sex Education untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini Listriyati, Linda; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.95236

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan seksual pada anak usia dini menjadi hal yang penting dilakukan pada saat ini, mengingat banyak terjadinya kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia dini.Tujuan: Review Article ini mencoba untuk mengeksplorasi metode-metode ataupun media yang efektif dalam memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini sebagai langkah preventif untuk mencegah kekerasan seksual.Metode: Metode Scoping Review digunakan untuk mengidentifikasi literatur yang relevan dari berbagai sumber terkait topik penelitian ini. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup identifikasi pertanyaan penelitian, pencarian artikel, seleksi, pemetaan data, dan penyusunan informasi. Dipilih 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa beberapa metode efektif dalam memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini meliputi penggunaan media aplikasi game, lembar kerja anak, lagu tradisional, buku bergambar, dan program pendidikan kesehatan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks pada usia dini dapat meningkatkan pemahaman anak tentang tubuh, perbedaan gender, keselamatan, dan perlindungan diri dari kekerasan seksual. Peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak usia dini.Kesimpulan: Pendidikan seks pada anak usia dini merupakan langkah penting dalam mencegah kekerasan seksual dan perlu diterapkan dengan berbagai metode yang sesuai dengan perkembangan anak.
Analisis Faktor Risiko pada Ibu dan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terhadap Kematian Maternal di Kabupaten Garut Ira Nufus Khaerani; Susiarno, Hadi; Sakilah Adnani, Qorinah Estiningtyas
Media Informasi Vol. 20 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i1.240

Abstract

Sebanyak 7.389 kematian maternal pada tahun 2021 terjadi di Indonesia. Jawa barat merupakan provinsi dengan AKI terbanyak pada tahun 2021 setelah Jawa Timur. Hasil AMP Provinsi Jawa Barat tahun 2021, menyebutkan bahwa Kabupaten Garut adalah salah satu dari 6 kabupaten/kota terbanyak AKI. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan faktor-faktor dalam konteks Sosial-Ekonomi, konteks Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Status Maternal dengan kejadian kematian maternal di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional pada data sekunder kematian maternal yang terjadi di Kabupaten Garut tahun 2019-2021 melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan variabel Faktor Pendidikan (p= 0,006), Usia (p= 0,004), Lokasi Tinggal (p= 0,001), Jarak Tempuh Ke Fasilitas Kesehatan (p= 0,001), dan Kunjungan ANC (p= 0,046) adalah variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian AKI di Kabupaten Garut. Simpulan dari penelitian ini adalah konteks Sosio-Ekonomi (faktor Pendidikan, faktor ANC, serta beberapa variabel dalam Karakteristik Kesehatan Reproduksi dan Demografi) memiliki hubungan dengan kejadian kematian maternal.
Asas Keadilan Sosial dalam Regulasi Angka Kecukupan Gizi Ibu Hamil Nirmala, Sefita Aryuti; Susiarno, Hadi; Minulyo, Joni; Chandrawila, Willa
Soepra Jurnal Hukum Kesehatan Vol 9, No 2: Desember 2023, Terakreditasi Nasional Peringkat 3
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/sjhk.v9i2.6115

Abstract

Abstrak: Fakta yang memperlihatkan terdapatnya masalah gizi ibu hamil, mencerminkan terdapatnya kesenjangan pemenuhan asupan gizi ibu hamil dan memperlihatkan tidak terpenuhinya hak ibu hamil. Pemenuhan asupan gizi yang baik merupakan upaya untuk sehat dan sehat adalah hak asasi bagi setiap orang yang diamanahkan di Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Pemerintah telah membuat peraturan dan kebijakan untuk membantu pemenuhan hak ibu hamil terhadap gizi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peraturan terkait angka kecukupan gizi ibu hamil dengan asas keadilan sosial. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu yuridis normatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang berasal dari bahan hukum primer yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pangan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Sumber hukum lainnya berupa bahan hukum sekunder juga tersier.Hasil penelitian didapatkan peraturan atau ketentuan tentang angka kecukupan gizi ibu hamil berlandaskan pada asas keadilan sosial. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa untuk menjalankan ketentuan tersebut, maka menjalankan kaidah-kaidah dan norma-norma hukum positif yang memperhatikan kepentingan masyarakat sehingga memungkinkan setiap individu dalam kelompok masyarakat berkembang secara maksimal agar mewujudkan kebahagiaan sebesar-besarnya bagi sebanyak-banyaknya masyarakat. Seiring dengan ditegakkannya keadilan sosial maka secara bersamaan dirasakan kemanfaatan dari hukum tersebut.Kata kunci : angka kecukupan gizi ibu hamil, asas keadilan sosial, asas kemanfaatan Abstract: Facts that showed there are nutritional problems for pregnant women, reflect gaps in fulfilling nutritional intake for pregnant women and show that pregnant women's rights are not fulfilled. Fulfillment of nutritional adequacy intake is an effort to be healthy and healthy is a basic right for everyone that is mandated in Undang-Undang Dasar 1945 and Pancasila. The government has made regulations and policies to help fulfil pregnant women's right to nutrition.This study aimed to analyze regulations related to the nutritional adequacy rate of pregnant women with the principle of social justice. The method used in this study is normative juridical. The data used is in the form of secondary data derived from primary legal materials, namely Law Number 17 of 2023 concerning Health, Law Number 8 of 2012 concerning Food, Regulation of the Minister of Health Number 23 of 2014 concerning Efforts to Improve Nutrition and Regulation of the Minister of Health Number 28 of 2019 concerning Recommended Nutritional Adequacy Rates for Indonesian People. Other sources of law are in the form of secondary and tertiary legal materials.The study results obtained regulations or provisions regarding the nutritional adequacy rate of pregnant women based on the principles of social justice. It can be explained that to carry out these provisions, implement positive legal principles and norms that pay attention to the interests of the community to enable each individual in the community to develop optimally to create the greatest possible happiness for as many people as possible. Along with upholding social justice, the benefits of the law are simultaneously felt.Keywords: nutrition adequacy rate for pregnant women, social justice principle, benefit principle
Implementation of IPE in health education curriculum: Challenges and strategies Prischilia Modesta Sueng Son; Ari Indra Susanti; Hadi Susiarno
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72596

Abstract

Interprofessional Education (IPE) is when two or more professions learn together to realize effective collaboration and improve healthcare outcomes. This scoping review aimed to identify challenges, explore strategies used to overcome challenges and assess the impact of IPE implementation on the health education curriculum. The scoping review had a framework consisting of five steps: identifying questions, identifying relevant articles, selecting articles, mapping data, compiling, summarizing, and reporting results and discussion: findings were organized by relevant themes and sub-themes. From the multiple methods used, ten articles were generated. They showed the main challenges in IPE development and implementation: lack of consistency and standards, limited resources and institutional support, cultural differences, and traditional hierarchies. Strategies to overcome these challenges include faculty training and development, policy stakeholder support, systematic curriculum integration, development/innovation, and case-based and simulation approaches. The positive impact of IPE improved knowledge, skills, and attitudes among students and healthcare professionals, promoting better teamwork and collaboration. Developing and implementing IPE in health education curricula requires a multifaceted approach that addresses challenges through strategic solutions.  AbstrakInterprofessional Education (IPE) adalah situasi di mana dua atau lebih profesi belajar bersama untuk mewujudkan kolaborasi yang efektif dan meningkatkan hasil perawatan kesehatan.Tujuan scoping review ini mengidentifikasi tantangan dan mengeksplorasi strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan serta menilai dampak dari implementasi IPE dalam kurikulum pendidikan Kesehatan. Tinjauan cakupan dengan kerangka kerja yang terdiri dari lima langkah: mengidentifikasi pertanyaan, mengidentifikasi artikel yang relevan, memilih artikel, memetakan data, menyusun, merangkum, dan melaporkan hasil dan diskusi: temuan diorganisasikan berdasarkan tema dan sub-tema yang relevan. Dari metode beberapa metode yang digunakan, 10 artikel dihasilkan dan menunjukkan tantangan utama dalam pengembangan dan implementasi IPE, yaitu kurangnya konsistensi dan standar, keterbatasan sumber daya dan dukungan institusional, serta perbedaan budaya dan hierarki tradisional. Strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut meliputi pelatihan dan pengembangan tenaga pengajar, dukungan pemangku kebijakan, integrasi kurikulum yang sistematis, pengembangan/inovasi, serta pendekatan berbasis kasus dan simulasi. Dampak positif dari IPE meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap di antara para siswa dan profesional kesehatan, mendorong kerja sama tim dan kolaborasi yang lebih baik. Kesimpulan: Pengembangan dan implementasi IPE dalam kurikulum pendidikan kesehatan memerlukan pendekatan multifaset yang menjawab tantangan melalui solusi strategis.Kata Kunci: interprofessional education (IPE), kurikulum kesehatan; pendidikan kesehatan
Co-Authors Abdurrahman, Muniroh Adepoju, Victor Abiola Adepoju, Viktor Abiola Adhi Pribadi Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakiah Agnes Widanti ahmad rizal Akhiat Akhmad Yogi Pramatirta, Akhmad Yogi Anita Deborah Anwar Anita Rachmawati Aprianti, Nurul Azmi Ari indra Susanti Arief S. Kartasasmita Aruani, Septi Ashifa, Ade Nurul Aslan Noor AULIA, RIZKA Aw Wan Yi Azis, Muhammad Alamsyah Aziz, Muhammad Alamsyah Azuraa, Aisyah Nabila Benny Hasan Purwara Betty Sumiati Birgitta M. Dewayani Budi Handono Budi Handono Chandrawila, Willa Dadan Susandi Dahur, Felisia Juita Danny Hilmanto, Danny Dany Hilmanto Darlina Darlina Dedi Rachmadi Deni Kurniadi Sunjaya Dewi Andariya Ningsih Dewi Maharsita Sri Prajanta Putri Dewi Marhaeni Diah Herawati Dhamayanti, Dewi Dian Tjahyadi Dida Akhmad Gurnida Dinan S. Bratakoesoema Dini Pusianawati Diru, Inggrid Agatha Dodi Suardi Dwi Prasetyo Eddy Fadlyana Elly Yana, Elly Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsy Nur Anggraeni Endang Sutedja Erliana Ulfah Ernawati Ernawati Erwina Sumartini Farid Husin Farid Husin Farid Husin Fatimah Azzahra Ferina Ferina Ferina Ferina Ferina, Ferina Fernandez, Veronica Firman Fuad Wirakusumah Fitriah, Iin Prima Frendika, Rusman Frisca Fazira Gaga Irawan Nugraha Gurnida, Dida Gustomo Panantro Hadina Hadina, Hadina Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hakim, Dzulfikar Djalil Lukman Handayani, Hilda Hanom Husni Syam Hardianti, Minarni Henni Djuhaeni Herbawani, Lindya Okti Herman Susanto Herry Garna Herry Herman Heryawan, Iwan Hidayat, Dini Husin, Farid Idaningsih, Ayu Indra Dharmadi, Buntoro Insi Farisa Desy Arya Ira Nufus Khaerani Iriani, Oktarina Sri Irvan Afriandi Iskandarsyah, Teuku Muhammad Iwan Setiawan James Thimoty Johanes C. Mose Joni Minulyo Jusuf S Effendi Jusuf S Effendi Jusuf S. Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Karita Aulia Tama Krisnadi, Sofie Krisnadi, Sofie Riyani Kusnandi Rusmil Kusrini, Prima Kusteja, Nadya Fauzia Kusuma, Widya Tresna Kusumaningrum, Hesti Lestari, Dilistia Lisdha Yantie Listriyati, Linda M. Rizkar Arev Sukarsa Madjid, Tita Husnitawati Maharani, Fadiah Mardiani Mangun Marhaeni D. H, Dewi Martasari, Bellia Loranthifolia Meita Dhamayanti Melani, Margareta Melsa Sagita Imaniar Mieke Hemiawati Satari Mieke Hemiawati Satari Mira Dyani Dewi Muniroh Abdurrahman Muniroh Abdurrahman Murniarti, Vita Nafiani, Elvira Nasution, Nadhiati Awlia Nasution, Ria Niari Nina Mariana, Nina Nita Arisanti Nita Arisanti Niu, Flora Normala, Ajeng Novitasari, Anis Nugrahani, Annisa Dewi Nur Eva Aristina Nurfitriyani, Ela Nurihsan, Achmad Juntika Nurlina Juniar Nurul Auliya Kamila Octaviani, Dhita Aulia Oki Suwarsa Oktafiani, Hani Panantro, Gustomo Passamula, Muhammad Hasan Polar Silumi Pramesti, Monica Ria Pramesty, Regitha Adit Prischilia Modesta Sueng Son Puspa Sari, Puspa Puspitawanti, Gita Indri Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani R. M. Sonny Sasotya Rachmat Zulkarnain Rachmawati, Anita Reza, Ovella April Rezah Andriani Rhadiyah, Putri Rima Nopiantini Rini Irianti Sundari Rochmawati Rochmawati Romy Ade Putra Ronny Lesmana Ronosulistyo, Ayu Angelina Ruswana Anwar Ryandra Prakasa Saleha, Nurmukaromatis Santoso, Herman Budi Saputri, Nurwinda Sasotya, R.M. Sonny Sefita Aryuti Nirmala Septiana, Krisna Siska Setiawan . Setiawan, Nurhayati Setyorini Irianti Shelly Iskandar Shilvia, Shilvia Siti Jubaedah Siti Salima Sofia, Norlaila Sofie R. Krisnadi Sonawati, Sonawati Sri Endah Rahayuningsih Sukmana, Diniati Sunarjati Sudigdoadi Supriyatin, Dedeh Syahbana, Chandra Garnida Terawan, Vita Murniati Tita Husnitawati Madjid Titania Titania Titania, Titania Tono Djuwantono Uni Gamayani Urbaningrum, Bambang Amelia Fajriati Vasra, Elita Vita Muniarti Tarawan Vita Murniati Tarawan Wejak, Gordianus Lelang Weningtyas, Vyanda Sri Widjadjakusumah, Tony Wijaya, Aqsha Windi Nurdiawan Wiryawan Permadi Wisesa, Mutmainah Yanti Fristikawati Yordian, Kendry Savira Yudi Mulyana Hidayat Yunas, Aisya Astri Yundari, Yundari Yuni Susanti Pratiwi, Yuni Susanti Yusrawati Yusrawati Zakaria, Chepi Ali Firman Zulvayanti Zulvayanti