p-Index From 2021 - 2026
9.232
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Pelita Pendidikan Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra AL-Daulah Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Substansi: Sumber Artikel Akuntansi Auditing dan Keuangan Vokasi Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Educational Research and Evaluation Journal of Education Technology International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Lemuru : Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia English Language Teaching Educational Journal Journal of English Language and Pedagogy Journal of Functional Food and Nutraceutical Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat jurnal dikdas bantara Journal Education Multicultural of Islamic Society Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Natural Sciences Engineering and Technology Journal Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews ELTALL: English Language Teaching, Applied Linguistic and Literature Action Research Literate (ARL) Jurnal Kolaboratif Sains Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Educate: Journal of Community Service in Education Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora TADRIS AL-ARABIYAT: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Jurnal Penelitian Jurnal Pendidikan Kristen dan Ilmu Teologi Marturia Jurnal Ilmiah Neraca : Ekonomi Bisnis, Manajemen, Akuntansi Jurnal Smart Paud Journal of Linguistics, Culture and Communication Al'Adalah Ghaitsa: Islamic Education Journal Unizar Recht Journal Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) ELT Forum: Journal of English Language Teaching ELLITE: Journal of English Language, Literature, and Teaching JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Journal of Islamic Education Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia Unizar Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Yuridis Tanggungjawab Hukum Pt.amg Terhadap Wanprestasi Atas Perjanjian Ganti Rugi Pada Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Pohgading Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur) Gilang Huzzatul Akmam; Sukarno; Ainuddin
Unizar Recht Journal (URJ) Vol. 3 No. 4 (2024): Unizar Recht Journal (URJ)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/urj.v3i4.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perjanjian antara masyarakat dengan PT.AMG terkait dengan ganti rugi kepada masyarakat dan tanggungjawab hukum PT.AMG terhadap wanprestasi atas perjanjian dengan masyarakat Desa Pohgading serta upaya hukum yang ditempuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dimana peneliti melakukan wawancara secara tidak terstruktur dengan Kepala Desa Pohgading dan beberapa masyarakat terkait dengan topik yang diteliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dimana peneliti akan menyajikan hasil wawancara kemudian menjelaskan hasil wawancara tersebut berdasarkan peraturan perundang undangan terkait serta teori teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Dalam hal kegiatan penambangan pasir di wilayah Desa Pohgading, PT AMG dan Desa Pohgading membuat perjanjian dalam bentuk tertulis. Jenis perjanjian ini dipilih karena lebih efektif ketika terjadi sengketa. Menurut pasal 1320 kUHPer, perjanjian ini sendiri telah dibuat. 2) PT.AMG belum memberikan ganti rugi terkait dengan kewajibannya untuk melakukan reklamasi lahan yang digunakan untuk penambangan. Pasal 74 dan 3 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas bertentangan dengan ini. Karena tidak adanya itikad yang disepakati dalam surat perjanjian untuk melakukan reklamasi atau membayar ganti rugi, PT AMG dalam kasus ini telah melanggar pasal 1236 KUHPer. Masyarakat Desa Pohgading memiliki dua pilihan: mereka dapat mengambil tindakan hukum litigasi dengan mengajukan gugatan perdata atau mereka dapat melakukan tindakan hukum non-litigasi seperti negosiasi atau menetapkan barang-barang yang pernah digunakan untuk penambangan pasir di Desa Pohgading sebagai cagar budaya.
Tinjauan Yuridis Peran Kepolisian Dalam Penanganan Konflik Sosial Di Tinjau Dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Konflik Sosial Di Kecamatan Belo Kabupaten Bima NTB Hamdan Yuafi Abdillah; Sukarno; Dhina Megayati
Unizar Recht Journal (URJ) Vol. 4 No. 1 (2025): Unizar Recht Journal (URJ)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/urj.v4i1.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Peran Kepolisian Dalam Penanganan Konflik Sosial berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Konflik Sosial. Dan Bagaimana hambatan dan upaya pencegahan yang dilakukan kepolisian Dalam mengatasi Konflik Sosial Di Kecamatan Belo Kabupaten Bima NTB. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana kepolisian menjalankan perannya dalam penanganan konflik sosial, baik dari perspektif hukum yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 maupun dari praktik yang terjadi di lapangan. Kepolisian memiliki peran penting dalam penanganan konflik sosial berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012, yang mencakup tiga tahapan utama yaitu pencegahan, penghentian, dan pemulihan pasca-konflik. Pada tahap pencegahan, kepolisian bertugas mendeteksi potensi konflik, melakukan mediasi, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Pada tahap penghentian, kepolisian bertanggung jawab untuk mengendalikan massa, menegakkan hukum, dan mengamankan situasi. Sedangkan pada tahap pemulihan, kepolisian berperan dalam rehabilitasi, rekonsiliasi, dan rekonstruksi sosial. Di Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, kepolisian menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya koordinasi antar lembaga, serta masalah sosial dan ekonomi yang mempengaruhi efektivitas penanganan konflik. Untuk mengatasi hambatan tersebut, kepolisian melakukan pendekatan preventif melalui patroli, penyuluhan, dan penegakan hukum secara represif, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Sebagai perbandingan, di Lombok Tengah, pendekatan berbasis kearifan lokal dan mediasi lebih dominan dalam menangani konflik sosial, dengan pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang bertugas merancang aksi terintegrasi untuk mengkoordinasikan penyelesaian konflik dan pemulihan pasca-konflik. Sehingga keberhasilan penanganan konflik sosial sangat bergantung pada pendekatan yang adaptif terhadap karakteristik sosial, budaya, dan infrastruktur di masing-masing daerah, serta pentingnya koordinasi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.
Analisis Yuridis Bentuk Itikad Baik Dalam Transaksi Jual Beli Tanah Menurut Hukum Positif Di Indonesia (Studi Putusan Nomor 116/Pdt.G/2020/Pn Cbi) Wawan Anshori Yusuf Setyawan; Ary Wahyudi; Sukarno
Unizar Recht Journal (URJ) Vol. 4 No. 2 (2025): Unizar Recht Journal (URJ)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/urj.v4i2.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana.Bentuk Itikad Baik Dalam Transaksi Jual Beli Tanah Menurut Hukum Positif Di Indonesia. Dan bagaimana Pertimbangan Hakim Dalam Menerapkan Bentuk Itikad Baik Dalam Transaksi Jual Beli Tanah Dalam Putusan No. 116 Pdt.G Tahun 2020 PN Cbi. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka dan analisis terhadap putusan pengadilan. Penelitian ini menjelaskan bahwa Analisis putusan ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum tidak diberikan kepada pembeli karena ia dianggap tidak memenuhi standar itikad baik. Hakim menafsirkan itikad baik bukan hanya sebagai niat jujur, melainkan juga kewajiban untuk bertindak cermat dan hati-hati. Penggugat dianggap lalai karena gagal memverifikasi keabsahan dokumen dan status hukum tanah yang dibelinya, yang terbukti mengandung pemalsuan dan sudah diblokir. Putusan ini menyoroti ketidakpastian hukum akibat tidak adanya definisi itikad baik yang jelas dalam undang-undang, sehingga penilaiannya sangat bergantung pada interpretasi hakim. Meskipun setuju dengan penolakan gugatan, penulis berpendapat bahwa keadilan substantif harus tetap dipertimbangkan, seperti memberikan ganti rugi kepada pembeli yang menjadi korban penipuan. Intinya, putusan ini menekankan bahwa tanggung jawab utama untuk memastikan keabsahan transaksi berada di tangan pembeli.
Tinjauan Yuridis Terhadap Perlindungan Hak Keperdataan Anak Luar Kawin Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Rosmawati; Sukarno; M.Ikhsan Kamil
Unizar Recht Journal (URJ) Vol. 4 No. 2 (2025): Unizar Recht Journal (URJ)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/urj.v4i2.257

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis bagaimana Pengaturan Mengenai Pengaturan Hak Keperdataan Anak Luar Kawin Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan  bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Hak keperdataan Anak Luar Kawin. Penelitian Ini Menggunakan Metode Penelitian Yuridis Normatif Dengan Pendekatan Perundang-Undangan Dan Analisis Konseptual. Pengumpulan Data Dilakukan Melalui Studi Pustaka Yang Mencakup Peraturan Perundang-Undangan, Literatur Hukum, Dan Analisis Putusan Pengadilan Yang Relevan. Analisis Dilakukan Terhadap Bagaimana Pengaturan Hukum Mengenai Hak Keperdataan Anak Luar Kawin Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dan Juga Mengidentifikasi Berbagai Bentuk Perlindungan Hukum Yang Dapat Diberikan Kepada Anak Luar Kawin. Penelitian Ini Mengungkapkan Bahwa 1) Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan KUHPerdata menjadi dasar utama dalam mengatur hak keperdataan anak luar kawin di Indonesia, namun masih terdapat ketidaksesuaian dan tumpang tindih norma antara regulasi tersebut. Meskipun ada kerangka hukum yang menyeluruh, masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan dan penegakan hukum. 2) Memberikan rekomendasi untuk memperkuat perlindungan hukum bagi anak luar kawin melalui harmonisasi peraturan perundang-undangan, optimalisasi peran lembaga seperti KPAI, LPAS, LPKA, dan RPKA, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan hak-hak anak luar kawin. Dengan pendekatan  menyeluruh, diharapkan Indonesia dapat menciptakan perlindungan yang lebih efektif bagi seluruh anak tanpa memandang status kelahiran dan mencegah diskriminasi yang dapat merugikan perkembangan anak di masa mendatang.  
ANTIBACTERIAL ACTIVITY PROFILE OF MANGROVE ENDOPHYTIC FUNGI ISOLATED FROM BERAU REGENCY, INDONESIA Sukarno
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2022.1789

Abstract

Mangrove endophytic fungi have the potential to produce secondary metabolites with antibacterial properties. This study aimed to obtain endophytic mold isolates associated with mangrove plants and their antimicrobial activity. Seventeen endophytic molds were isolated from 7 mangrove species originating from Berau, East Kalimantan, Indonesia. Three extracts from the mold isolates OJ-B, OJ-Bu, and 6Xg-Bh showed the highest antibacterial activity with an inhibition zone of 9.63–25.4 mm and with MIC (minimum inhibitory concentration) and MBC (minimum bactericidal concentration) values ??of around 0.625–5 and 2.5–10 mg mL–1, respectively. LC-MS (liquid chromatography-mass spectrometry) analysis identified several compounds with antibacterial potential, namely beauvericin, choline, nicotinic acid, pyridoxine, quinoline, cyclo (phenylalanyl-prolyl), fusarin c, oleamide and borrelidin. The 3 species were molecularly identified as Diaporthe phaseolorum, Fusarium proliferatum and Phomopsis sp. Thus, the endophytic molds from several of the mangrove species produced bioactive compounds as antibacterial.
Exploring Students’ Target and Learning Needs in Developing English Speaking Skills: A Study at MTs Miftahul Lubab Ngawi Sa’diyah , Ma’rifatul Halimatus; Sukarno
ELTALL: English Language Teaching, Applied Linguistic and Literature Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eltall.v6i2.12299

Abstract

This study investigates the pragmatic analysis of expressive utterances in celebrities’ apology posts on Instagram. It examines the types and functions of direct and indirect expressive speech acts and those in apologies. It applied qualitative descriptive research with data from celebrity Instagram posts that grew significant community attention within five years (2021-2025). The data analysis involved categorizing each apology utterance as either direct or indirect and subsequently identifying its pragmatic function within the specific context of the celebrity's post. The findings show that celebrities tend to use a combination of direct and indirect apology expressions. Direct apologies, such as “I apologize” and “I’m sorry,” indicate clear responsibility, while indirect expressions, such as “I feel greatly ashamed of myself” and “I deeply regret my behavior,” create sympathy and reduce negative impact. These findings hint at the nature of online communication on social media sites and the importance of apologetic strategies for keeping these relationships harmonious with the general public and enhancing a positive image for celebrities.
Task-Based Language Teaching To Enhance Speaking Skills In Boarding School Students A Classroom Action Research Wulaningsih, Ika; Putro, Nur Hidayanto Pancoro Setyo; Sukarno; Pratiwi, Dwiyani; Setiani, Tri; Irwanto, I Made Rian; Widora, Intan
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8379

Abstract

The aim of this study is to investigate how Task-Based Language Teaching (TBLT) enhances the speaking skills of junior high school students in an Islamic boarding school context and how it enhances the quality of the teaching and learning process. Due to the dominance of teacher-centred instruction and limited student engagement in such contexts, this study proposes to apply a more interactive and student-centred approach. This study employed the Classroom Action Research (CAR) design, involving 29 male students in grade 7 over two cycles. Each cycle consists of four phases: plan, action, observation, and reflection. Data were collected through interviews, classroom observations, reflective teaching journal, and oral proficiency tests to earn both qualitative and quantitative data. The findings revealed significant enhancements in students’ speaking performance. The students’ mastery level increased from 31.03% (initial data) to 65.52% (cycle 1) and 93.10% (cycle 2). Students demonstrated enhanced fluency, vocabulary, and confidence, along with enhanced motivation and participation in communicative tasks. TBLT also helped reduce speaking anxiety and encouraged more meaningful language use inside and outside the classroom. Despite some challenges, such as limited access to technology and the need for additional scaffolding for certain students, this study demonstrated that TBLT is a viable approach to enhancing speaking skills in a boarding school context. The findings also suggest that TBLT helped to foster students’ communicative competence and enrich English language instruction in similar educational contexts. Recommendations are offered for sustaining TBLT implementation and for future research on long-term impacts and differentiated scaffolding.    
DEVELOPMENT OF SAIQU TEACHING MATERIALS BASED ON PROBLEM-BASED LEARNING ON THE TOPIC "BEHAVIOR HONEST, TRUSTWORTHY, AND CONSISTENT" AT SMP-IT PELITA DOKTORA Sukarno; Melia Wati, Salma
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on the development of SAIQU (Science and Quran) teaching materials for the topic of "Behaving honestly, trustworthy, and consistently" in Islamic Religious Education and Character Education subjects at the Junior High School (SMP) level. The Research and Development (R&D) method is used with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The teaching materials were validated by three experts in Islamic religious education, natural sciences, and language. The validation results show that the SAIQU teaching materials meet excellent eligibility standards regarding content, language, integration of Islamic values ​​with scientific concepts, and presentation appearance. This material successfully combines scientific and spiritual elements harmoniously. This material can also stimulate active student involvement through experimental activities, observation, and contemplation of kauniyah verses. Through this approach, students gain a deeper understanding of concepts and develop religious character and the critical, reflective, and collaborative thinking skills needed to face the challenges of the 21st century. Therefore, SAIQU teaching materials are considered appropriate as contextual learning media to support the implementation of the Independent Curriculum in Islamic educational settings.
Analisis Pengaruh Pelanggaran Kode Etik Hakim Mahkamah Konstitusi Terhadap Putusan Yang Di Tetapkan : (Studi Kasus Putusan MK Nomor: 90/PUU-XXI/2023) Hafizatul Ulum; Sukarno
Unizar Law Review Vol. 6 No. 2 (2023): Unizar Law Review
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/ulr.v6i2.60

Abstract

Dalam Putusan MK Nomor: 90/PUU-XXI/2023 terjadi pelanggaran prinsip independensi hakim yang diatur dalam kode etik dan perilaku hakim MK yang merujuk kepada “The Bangalore Principles of Judicial Conduct 2002” yang telah diterima baik oleh negara-negara yang menganut sistem “Civil Law” maupun “Common Law”, disesuaikan dengan sistem hukum dan peradilan Indonesia dan etika kehidupan berbangsa sebagaimana termuat dalam Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa yang masih tetap berlaku. Berdasarkan permasalahan yang ada membuktikan bahwasannya dalam proses penetapan Putusan MK Nomor: 90/PUU-XXI/2023 tentang batasan usia capres dan cawapres adanya sebuah kecacatan hukum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui independensi hakim MK dalam putusan MK Nomor: 90/PUU-XXI/2023 dan pengaruh dari pelanggaran kode etik oleh hakim MK terhadap putusan MK Nomor: 90/PUU-XXI/2023 tentang batasan usia capres dan cawapres. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan analisis konsep hukum. Hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa adanya pelanggaran kode etik hakim pada Putusan MK Nomor: 90/PUU-XXI/2023 tentang batasan usia capres dan cawapres terkait prinsip independensi dan ketidakberpihakan. Dan adanya pelanggaran kode etik dalam Putusan MK Nomor: 90/PUU-XXI/2023 tidak mempengaruhi keberlakuan putusan tersebut yang artinya putusan tersebut harus tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam perundang-undangan karena sifatnya final.
Teachers’ Challenges and Strategies in Implementing Cooperative Learning in English Foreign Language Context Ainayya Nabilla; Sukarno; Ella Wulandari
ELLITE: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol. 10 No. 2 (2025): ELLITE: November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ellite.v10i2.3503

Abstract

Cooperative learning becomes an effective teaching and learning method if the teachers can face challenges by using appropriate strategies. This study aimed to describe the experiences of English teachers in implementing cooperative learning as a teaching and learning method. This study focused on most applicable cooperative learning methods, challenges, and strategies they used for overcoming the challenges itself. The researcher utilized qualitative methods with class micro-ethnography. Two English teachers selected by using purposive sampling with essential criteria applied ethical considerations. Employing a qualitative research design, data was gathered through semi-structured interviews consisting of six questions. The data were analyzed by utilizing thematic analysis. The result found that the participants could define the concepts of cooperative learning derived from their personal experiences. Both of them were focused on using Think-Pair-Share (TPS) as a cooperative learning method. All of the participants consistently answered TPS as the most important models to implement, applicable models, and the easiest model. Both of them had similarities and differences in answering challenges and strategies to overcome the difficulties they faced in the classrooms. The participants suggested exploring more Cooperative Learning models and practicing it into their English classrooms.
Co-Authors Abdul Kodir Al-Baekani Adam Sugiharto, Adam Agustin, Ririn Aina Khoirida Ainayya Nabilla Ainuddin Alfian Alim, Aprilia Helmiyati Alsamiri , Yasir Alsamiri, Yasir A. Alvina Beti Maulia Andriyanto Anita Triastuti Annis Rahmawaty Anwar Ardityasmiyati, Siska Arif, Dara Nabila Ary Wahyudi Asri Wijayanti Atuzahra, Arvanilla Fitri Azhra , Shabrina Yumna Azizi, M. Riza A’yuni, Qurrata Budi Susilo C Hanny Wijaya Cindi Syaharani Deliza, Annisa Dewi Kusumaningsih Dhina Megayati Dwiyani Pratiwi Dyastuti, Herwin Eka Citra, Desy Eka Susylowati Elih Sutisna Yanto Ella Wulandari Elvi Damayanti Endang Dyah Ikasari Erlizah Erwin Setyo Kriswanto Evi Karlina Farrah Bintang Sabiti Fitriana Fortuna, Avika Dara Fransiska Faberta Kencana Sari Gendis Purno Yudanti Gharamah, Fadhl Mohammed Awadh Gilang Huzzatul Akmam Gipta Galih Widodo Hafizatul Ulum Hamdan Yuafi Abdillah Hartoyo, Zainal Hasan Mahfud Herlangga, Ogie Yudha Hidayani, Masrifa Hidayat, Rezaldi Hidayati, Sari Hikmah Hilmansyah Saefullah Ihtiara Fitrianingsih Ikhsan Kamil, Muhammad Ilham Kuncahyo, Ilham Imam Kurniawan, Imam Indah Purnama Dewi Irma Istihara Zain Irwanto, I Made Rian Isma Azis Riu JAMILAH Jannah , Nita Maghfiratul Jenny I. S Poerwanti Jenny Indrastoeti Siti Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti Jinabe , Megan Joko Daryanto Juni Astuti, Dina Putri Juniati, Elisa Kadar Ismah Karima , Kauna Khairul Aswadi Kusumaningrum, Aprilia Dwi Wahyu Laili, Faiqotul Lalu Muhamad Isnaeni Laylatul Sifa, Nurul Hidayah Lestari, Mawar Luthfiana Nurulin Nafi’ah M. Zamroni M.Ikhsan Kamil Maimum Makhrup , Abdul Gani Maman Suryaman Mansyur Srisudarso Marningsih, Tri Mas’ud Maya Rahmawati Meilisa Nurhana Melia Wati, Salma Melly Latifah Minta Harsana Mobit, Mobit Muhlis Fajar Wicaksana Nadhifah, Fitriatin Naimah, Myatun Nanang Qosim Al Masquri Ni Nyoman Aprianti Novia Anggraini Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro Nur Khasanah, Dwi Faradylla Nur, Indrayansyah Nurmawati, Fulusia Nurul anisa Nurul Widyawati Islami Rahayu Okta Handika Palupi, Diah Pardyatmoko Poerwanti, Jenny I S Poerwanti, Jenny I.S. PUJI LESTARI Purnama , Boby Yasman Purwanti, Jenny I. S. Putri, Megayanti Hendiana Rafitri, Desvia Cinta Rauzi, Fathur Reviani, Nia Rian Hidayat Riyadini, Maria Vineki Roemintoyo Rosmawati Samsu Saputri, Yasinta Eka Sari , Nala Sasmita Sari, Nurratri Kurnia Sa’diyah , Ma’rifatul Halimatus Sepri Yunarman, Sepri Septa Hardini Setiani, Tri Siti Istiyati Sitorus, Heri Franata Sri Marmoah Sri Wahono Saptomo Sridadi Supianto Susanto, Arpan Suyud Tama , Adivta Yudha Tiana, Melly Titri S. Mastuti Totoh Tauhidin Abas Tri Murwaningsih Umi Setyoningrum Vivi Irzalinda Wawan Anshori Yusuf Setyawan Wawan Setiawan Wicaksana, Muhlis Widatin, Tri Widiyati , Dewi Nur Widora, Intan Wulan Guritno Wulandari , Fitriya Dessi Wulaningsih, Ika Yanulia Handayani Yousef Bani Ahmad Yulisetiani, Septi Yunita Galih Yudanari