p-Index From 2021 - 2026
15.111
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam International Journal of Nusantara Islam Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Al-Mustashfa MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam AL-HUKAMA´ al-Afkar, Journal For Islamic Studies Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran DE'RECHTSSTAAT YUSTISI ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Jurnal Al-Dustur Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies El-Iqtishady Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture and Social Studies Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Journal of Applied Business, Taxation and Economics Reseach AS-SIYASI JOURNAL OF CONSTITUTIONAL LAW Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Perspektif Hukum Jurnal Hukum Pelita Journal of Legal and Cultural Analytics (JLCA) Familia: Jurnal Hukum Keluarga Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Focus: Jurnal of Law Al Barakat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Journal of Artificial Intelligence and Digital Business IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Multidisiplin West Science Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) El-Uqud: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah ISLAMICA : Jurnal Ilmu-Ilmu Agama Islam Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Strata Law Review Strata Social and Humanities Studies Cantaka: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Zona Law And Public Administration Indonesia Taruna Law Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah International Journal of Nusantara Islam Ekasakti Legal Science Journal Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Jurnal Hukum Islam Journal of Islamic Law (EJIL) Al-Kainah: Journal of Islamic Studies Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Jurnal Ilmu Hukum AGHNINA: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Ecobankers : Journal of Economy and Banking TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM International Journal of Multidisciplinary Reseach Dialog Legal: Jurnal Syariah, Jurisprudensi dan Tata Negara Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Etika Bisnis Islam dalam Ekonomi Digital: Model Pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang Berkelanjutan di Jawa Barat Dea Rodiah Luthfy; Oyo Sunaryo Mukhlas
ISLAMICA Vol 8 No 2 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v8i2.140

Abstract

Etika bisnis Islam memiliki peran penting dalam membentuk praktik bisnis yang berkelanjutan, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika bisnis Islam sebagai dasar pendampingan UMKM di Jawa Barat, guna memastikan keberlanjutan usaha dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini berupaya mengkaji integrasi nilai-nilai etika Islam, fatwa DSN-MUI, serta regulasi pemerintah terkait dalam pengembangan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan UMKM berbasis etika bisnis Islam meningkatkan transparansi keuangan, kepercayaan konsumen, dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model pendampingan UMKM yang mengoptimalkan etika bisnis Islam sejalan dengan praktik ekonomi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan merumuskan rekomendasi kebijakan untuk lembaga keuangan syariah, pelaku UMKM, dan pemerintah dalam melawan praktik bisnis yang tidak etis dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
Istinbath Al-Ahkam dalam Konteks Maqasid Al-Shariah dan Relevansinya Terhadap Desain Kebijakan Ekonomi Islam Inklusif Dwi Widiastuti; Oyo Sunaryo Mukhlas; Mustofa Mustofa
ISLAMICA Vol 9 No 1 (2025): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v9i1.165

Abstract

Penelitian ini membahas pendekatan istinbath al-ahkam dalam bingkai maqasid al-shariah dan relevansinya terhadap desain kebijakan ekonomi Islam yang inklusif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan akan kebijakan ekonomi berbasis syariah yang tidak hanya normatif-formalistik, tetapi juga responsif terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer, seperti ketimpangan pendapatan, marginalisasi kelompok rentan, dan eksklusi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana metode istinbath hukum Islam dapat diselaraskan dengan maqasid al-shariah guna menghasilkan kebijakan ekonomi yang tidak hanya sahih secara syar’i, tetapi juga memiliki keberpihakan sosial yang kuat. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang dianalisis secara deskriptif-analitis melalui telaah terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam bidang ushul fiqh, maqasid syariah, dan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembauran istinbath al-ahkam dengan maqasid al-shariah dapat menggeser pendekatan normatif menjadi lebih transformatif, dengan fokus pada perlindungan hak ekonomi masyarakat, penguatan akses keuangan syariah, dan distribusi keadilan. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi kerangka istinbath kebijakan yang berbasis pada lima maqasid utama, serta kontribusinya dalam menyusun parameter evaluatif terhadap kebijakan ekonomi syariah yang inklusif.
Procedures for Resolving Banking Crimes within Islamic Financial Institutions: A Case Study of Financing Document Forgery in Murabahah Contracts Roni Nasrulloh; Ramdani Wahyu Sururie; Oyo Sunaryo Mukhlas
Aghnina : Jurnal Hukum Ekonomi Syari'ah Vol. 3 No. 1 (2026): published
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/ag.v3i1.459

Abstract

This study examines the procedures for resolving banking crimes within Islamic financial institutions, focusing on cases of document forgery in murabahah financing contracts. Murabahah dominates Islamic banking financing in Indonesia, making it particularly vulnerable to fraud arising from weaknesses in internal control, supervision, and document verification. This research aims to analyze the forms of document forgery in murabahah financing and to evaluate the mechanisms for resolving such crimes through internal institutional processes, non-litigation pathways, and litigation channels. Employing a qualitative approach with a case study design, the study utilizes primary data obtained through in-depth interviews with Islamic banking practitioners and law enforcement officials, alongside secondary data from legislation, court decisions, regulatory documents, and academic literature. The findings indicate that document forgery in murabahah financing commonly involves falsification of debtor identities, collateral documents, and transaction records. Resolution procedures generally prioritize internal settlement through audits, disciplinary sanctions, and recovery measures, followed by non-litigation mechanisms such as mediation and arbitration based on Islamic principles. Litigation is pursued when criminal elements are evident, involving both Religious Courts for civil disputes and General Courts for criminal prosecution. From both Islamic law and positive law perspectives, document forgery constitutes a serious violation of legal and ethical norms. The study highlights the importance of strengthening governance, compliance systems, and sharia supervision to prevent and effectively address banking crimes in Islamic financial institutions.
Transformasi Konsep Dharibah dalam Fikih Muamalah: Relevansi Hukum Perpajakan Islam terhadap Tax Compliance di Indonesia Tb Rifat; Oyo Sunaryo Mukhlas; Atang Abdul Hakim
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.988

Abstract

Tingkat kepatuhan pajak di Indonesia masih rendah dengan tax ratio stagnan kisaran 10–11%, jauh di bawah standar ideal IMF sebesar 15%. Dalam masyarakat Muslim mayoritas, problematika ini semakin kompleks akibat ketegangan konseptual antara kewajiban zakat dan pajak. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi konsep dharibah dalam fikih muamalah dan relevansinya terhadap peningkatan kepatuhan pajak di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif yuridis-normatif dan teologis-normatif, penelitian mengkaji literatur fikih klasik-kontemporer, peraturan perpajakan Indonesia, dan data empiris kepatuhan pajak. Analisis komparatif tiga level normatif-filosofis, struktural-operasional, dan fungsional dilakukan untuk mengidentifikasi titik temu antara dharibah dan sistem perpajakan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dharibah mengalami transformasi signifikan berbasis maslahah mursalah. Terdapat kompatibilitas filosofis antara prinsip dharibah (al-adalah, al-yaqin, al-yusr, al-maslahah) dan asas perpajakan Indonesia. Integrasi nilai dharibah berpotensi meningkatkan kepatuhan pajak sukarela melalui legitimasi teologis yang mengubah persepsi wajib pajak Muslim dari sekadar kewajiban hukum menjadi ibadah. Model implementasi meliputi harmonisasi regulasi zakat-pajak, edukasi berbasis fikih muamalah, dan kolaborasi strategis antara Direktorat Jenderal Pajak dengan lembaga keagamaan.
Pergeseran Paradigma Musyarakah Mutanaqisah: Analisis Sociolegal Keadilan Distributif Antara Idealitas Kemitraan dan Tuntutan Prudential Banking di Indonesia Erika Rishan Adillah; Oyo Sunaryo Mukhlas; Atang Abd Hakim
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1626

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan lembaga keuangan syariah (LKS) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama melalui penerapan akad musyarakah sebagai instrumen pembiayaan. Secara normatif, akad musyarakah merepresentasikan prinsip kemitraan berbasis risk sharing yang menempatkan para pihak pada posisi setara dalam berbagi keuntungan dan kerugian. Namun, praktik pembiayaan, khususnya melalui skema Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), menunjukkan kecenderungan distribusi risiko yang lebih menguntungkan lembaga keuangan sehingga memunculkan persoalan keadilan dalam hubungan kontraktual. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran paradigma akad musyarakah dalam praktik lembaga keuangan syariah di Indonesia dari model kemitraan berbasis risk sharing menuju instrumen pembiayaan yang bercorak semi-kredit, ditinjau dari perspektif keadilan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif-sociolegal dengan metode analisis kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, analisis terhadap regulasi, fatwa, literatur ilmiah, serta dokumen kontrak pembiayaan musyarakah dan MMQ yang relevan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran implementasi prinsip risk sharing menuju mekanisme mitigasi risiko yang lebih dominan berpihak kepada lembaga keuangan. Kondisi tersebut tercermin dalam distribusi risiko yang bersifat asimetris sehingga memengaruhi keadilan distributif antara bank dan nasabah. Meskipun praktik MMQ secara formal tetap sesuai dengan ketentuan fikih dan regulasi syariah, terdapat adaptasi struktural yang menjadikan posisi lembaga keuangan relatif lebih terlindungi dibandingkan nasabah sebagai konsekuensi penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Kesimpulan: Pergeseran paradigma akad musyarakah dalam praktik MMQ tidak menunjukkan penyimpangan terhadap prinsip syariah, melainkan merupakan bentuk kompromi antara idealitas normatif akad kemitraan dengan kebutuhan manajemen risiko dalam sistem perbankan modern. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan terhadap mekanisme distribusi risiko agar nilai-nilai keadilan dan prinsip kemitraan substantif tetap terjaga sesuai dengan tujuan syariah (Maqashid al-Shariah).
Preventing Harm or Securing Certainty? Disparities in Religious Court Rulings on Polygamy Permits Resulting from Pregnancy Out of Wedlock Sifa Mulya Nurani; Oyo Sunaryo Mukhlas; Siah Khosyi'ah; Ramdani Wahyu Sururie; Rohmad Nurhuda
Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro'

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53754/iscs.v6i1.862

Abstract

The pregnancy of a prospective second wife outside of marriage is not explicitly regulated by law as a valid reason for permitting polygamy, thus creating a legal vacuum and disparities in rulings by religious courts. This study aimed to investigate the causes of these disparities by comparing the Karangasem Religious Court (PA) Decision No. 1/Pdt. G/2018/PA.Kras, which granted the petition, and the Kaimana Religious Court (PA) Decision No. 22/Pdt. G/2019/PA.Kmn, which rejected it. This qualitative study employed a juridical-normative approach. Data collection was conducted through a document analysis of primary legal materials—namely, the two rulings—which were then analyzed using content analysis through the lens of Satjipto Rahardjo’s Progressive Law. The results of the study revealed a sharp divergence in the judges’ legal reasoning. The Karangasem Religious Court judge demonstrated a non-positivist and contextual approach that prioritizes substantive justice by boldly making legal innovations to protect children. The judge applied the fiqh principle of dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (preventing harm takes precedence over seeking benefit). In contrast, the judge at the Kaimana Religious Court adopted a rigid, positivistic, and textual approach, strictly adhering to the formal requirements of Law No. 1 of 1974, without considering the sociological urgency of the pregnancy. This study concludes that a progressive legal perspective is highly relevant to this specific case, in which the law serves to protect human beings and prevent greater harm to the legal status of mothers and children.
Analysis of Default in Sharia Economic Law Disputes: A Review of The Principles of Justice and Good Faith in Contracts Akbar Muhamad Ashoni; Mia Amanatul Fitriyah; Oyo Sunaryo Mukhlas
El-Uqud: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/eluqud.v4i1.15699

Abstract

This research focuses on the analysis of defaults in sharia economic law disputes, by highlighting aspects of justice and good faith in contracts. In the sharia economy, the application of the principles of justice and good faith is the main basis in guaranteeing the rights and obligations of the parties and resolving disputes fairly in accordance with sharia values. This research uses a juridical normative approach and case studies. Primary data is in the form of court decisions related to defaults in sharia contracts, while secondary data includes laws and regulations (KHES, Civil Code), DSN-MUI fatwas, and academic literature. The analysis was carried out descriptively and comparatively based on the principles of justice and good faith in positive law and sharia law. The results of the study show that the application of the principles of justice and good faith shows a significant influence on the resolution of default disputes. The application of sharia values in the practice of banking and Islamic financial institutions is able to uphold justice, avoid unjust actions, and ensure balanced treatment for all parties. The discussion emphasized that the implementation of the values of justice and good faith in contracts and dispute resolution must be carried out consistently and comprehensively. The application of these principles is important to maintain the harmony of sharia law and values in sharia economic practices, so that its sustainability and justice can be guaranteed.
Child Marriage in Malaysia and Indonesia in Legal Anthropology Perspective: Between Local Traditions and Islamic Legal Regulation Wahyudi Wahyudi; Muhammad Husni Abdulah Pakarti; Oyo Sunaryo Mukhlas; Beni Ahmad Saebeni; Mohd Radhuan Arif Zakaria
Dialog Legal: Jurnal Syariah, Jurisprudensi dan Tata Negara Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Wal Aqidah Ash-Shofa Manonjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64367/dialoglegal.v2i1.105

Abstract

Child marriage remains a crucial issue in Indonesia and Malaysia even though both countries have laws restricting it. This study aims to analyze the dynamics of child marriage in the perspective of legal anthropology, focusing on the interaction between local traditions and Islamic legal regulations. Through a qualitative approach and literature study, this study found that the root of the problem of child marriage lies not only in economic and educational factors, but also in the strong influence of old-fashioned social, cultural, and religious norms that are often dialectic with formal law. In Indonesia, the existence of Law No. 16 of 2019 has not been fully effective due to the high number of marriage dispensation applications and the strong practice of elopement such as merariq. In Malaysia, state autonomy in Islamic family law creates regulatory variations and complexities in handling child marriage. This study concludes that a holistic approach through strengthening the role of religious courts, economic empowerment, inclusive education, and campaigns involving religious and customary leaders are key in breaking the chain of child marriage.
Manifestasi Nilai-Nilai Islam Madani di Kalangan Generasi Muslim Gen Z melalui Prinsip Moderasi (Wasathiyyah), Filantropi Digital, dan Kepedulian Ekologis Tantri Irawan; Oyo Sunaryo Mukhlas; Ramdani Wahyu Sururie; Chaerul Shaleh; Ine Fauziah; Ayi Yunus Rusyana
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i01.3091

Abstract

Penelitian ini mengkaji manifestasi nilai-nilai Islam Madani di kalangan generasi Muslim Gen Z melalui prinsip moderasi (wasathiyyah), filantropi digital, dan kepedulian ekologis. Dalam era digital yang sarat dengan perubahan nilai sosial, generasi ini menafsirkan kembali etika Islam tidak hanya sebagai spiritualitas pribadi, tetapi juga sebagai tanggung jawab sosial yang diwujudkan melalui gaya hidup berkeadilan, konsumsi moderat, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan seperti charity run, donasi digital, dan eco-sadaqah. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan etika ekonomi Islam, penelitian ini menelaah bagaimana inovasi teknologi dan media sosial telah mentransformasi bentuk-bentuk sedekah tradisional menjadi praktik filantropi digital yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat Islam Madani yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan kasih saying tetap hidup di kalangan Muslim muda yang kini membentuk pola keberagamaan baru yang moderat, partisipatif, dan berorientasi pada maslahah ‘ammah. Fenomena ini menegaskan bahwa Islam Madani di era Gen Z menjadi model praksis keberislaman modern yang mengintegrasikan iman, teknologi, dan tanggung jawab ekologis dalam mewujudkan masyarakat yang adil, berkeadaban, dan berkelanjutan.
Interfaith Marriage Post Supreme Court Circular No. 2 of 2023: A Perspective of Hifz al-Din and Constitutional Rights Elly Lestari; Oyo Sunaryo Mukhlas; Beni Ahmad Saebani
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): KHIDMATUSSIFA : JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v4i1.346

Abstract

The issuance of Supreme Court Circular (SEMA) No. 2 of 2023 marks a paradigm shift in Indonesian family law, moving from judicial activism that allowed loopholes for interfaith marriages to strict administrative restrictions banning the practice. This study aims to analyze the juridical implications of the Circular by juxtaposing two diametrical perspectives: the doctrine of religious protection (Hifz al-Din) and constitutional rights. This is normative legal research employing statutory and conceptual approaches. The findings indicate that: (1) SEMA No. 2 of 2023 serves as a state manifestation of Sadd al-Dzarai (preventive measure) to maintain theological purity and prevent ambiguity in child lineage status (Hifz anNasl); (2) Within the Indonesian legal system, the right to form a family (Article 28B of the 1945 Constitution) is categorized as a derogable right, restricted by religious values as stipulated in Article 28J paragraph (2); (3) While the Circular establishes legal certainty and judicial uniformity, it potentially triggers legal resistance in the form of law smuggling (fraus legis) through overseas marriages or sham religious conversions. The study concludes that SEMA No. 2 of 2023 reaffirms Indonesia's position as a theistic nation-state that prioritizes theological validity as an absolute prerequisite for the administrative validity of marriage.
Co-Authors A. Rio Makkulau Wahyu Abbas, Suwarto Abdillah, Yudi Khoeri Abdul Halim, Halmi Abdulah Pakarti, Muhammad Husni Abdullah, Fadli Daud Aden Rosadi Adila, Hafidah Ulya Ahmad Ibrizul Izzi Ahmad Ridwan Ahmad Ridwansah, Asep Ahmad Rifai ahmad yani Ahsin, Moh Ahsin, Mohammad Akbar Muhamad Ashoni Alamsyah - Alex Kusmardani Alex Kusmardani Aliyya Shauma Raffi’u Almurni, Muhammad Furqon Amany, Amany Aminuyati Apriyanita, Triana Ardiansyah Ashri Husein Arifin, Desi Siti Habibah Asnan Purba Asrianti Sukirman Asrofi Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim, Atang Atang Abd. Hakim Ayi Yunus Rusyana Ayi Yunus Rusyana Basarudin, Basarudin Beni Ahmad Saebani Beni Ahmad Saebani Beni Ahmad Saebeni Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burnahnuddin Cahyani, Putri Tri Chaerul Shaleh Dea Rodiah Luthfy Dede Abdurohman Dede Abdurohman, Dede Deden Najmudin Dwi Widiastuti Dwi Widiastuti, Dwi Eko Budiono Elly Lestari Elly Lestari Ending Solehudin Ending Solehudin Erfan Shofari Sholahuddin Erika Rishan Adillah fadillah mursid Fahadil Amin Al Hasan Fakhry Fadhil Fauzan Ali Rasyid Fu’ad, Asep Gojali, Dudang Gozaly, Ahmad Yusdi H. Hamzah Hadiat, Hadiat Hakim, Atang Abd Hakim, Atang Abd Hakim, Atang Abd. Hakim, Atang Abdul Halim, Andri Hasanudin Hasanudin Heris Suhendar Hibaturohman, Iib Hisam Ahyani Husaeni, Firman Husain Husain Idawati Idawati Ikbal, Muchamad Imam Sucipto Imam Sucipto Imron Rosadi Ine Fauzia Ine Fauziah Ira Laksana Dewi Irwan Fauzy Ridwan Ishandawi , Ishandawi Isnayati Nur Jamaludin , Jujun Jefik Zulfikar Hafizd Jubaedah, Dedah Judijanto, Loso Khaeruman, Badri Khosyi'ah, Siah Khosyiah, Siah Khosyiah, Siah Khosyiah, Si’ah Khosyi’ah, Siah Khosyi’ah, Siah Lena Ishelmiany Ziaharah Luthfy, Dea Rodiah Madani, Farid Mia Amanatul Fitriyah Moh Ahsin Moh. Asep Zakariya Ansori Mohamad Sar’an Mohd Radhuan Arif Zakaria Mualim Mualim, Mualim Mubarok Mubarok Muchlis Muchlis Muhammad Fajri Muhammad Fajri Muhammad Furqon Almurni Muhammad Husni Abdulah Pakarti Muhammad Tsaqib Idary Muharir, Muharir Muhsin Mulyadi, Kiking Musaiyana Musaiyana, Musaiyana Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Nasrudin Nazar, Reza Fauzi Neonbeni, Randy Vallentino Nina Nursari Noor Silmi Sudrajat, Ajeung Syilva Syara Noradin, Muhammad Farhan Bin Mat NUR EFENDI Nurhikmah, Aulia Nurrohman Nurrohman Nurrohman Nursyamsudin, Nursyamsudin Nurul Ilyana Muhd Adnan Opik Rozikin Padlan Padilah Pian, Happy R. Ira Laksana Dewi Ramdani Wahyu Sururie Ramdani Wahyu Sururie Ratnasari, Aireni Restu Khaliq Restu Khaliq, Restu Ridwan, Ahmad Hasaan Ridwan, Ahmad Hasan Rita Erawati, Raden Rara Ritonga, Bakti Rohmad Nurhuda Roni Nasrulloh Royani Rozikin, Opik Saebani, Beni Ahmad Saebeni, Beni Ahmad Saepullah, Usep Salma Nurul Fadila Samsudin, Agus Rojak Sar’an, Mohamad Septiayu Restu Wulandari Shauma Raffi’u, Aliyya Shiddiq, Muhammad Nur Sholahuddin, Erfan Shofari Si'ah Khosyiah Siah Khosyi'ah Siah Khosyi'ah Siah Khosyiah Siah Khosyiah Siah Khosyi’ah Siah Khosyi’ah Sifa Mulya Nurani Sistyawan, Dwanda Julisa Sitti Mashitah Tualeka Sucipto, Imam Sukirman, Asrianti Sulthonuddin, Bung Hijaj Surasa, Ais Susandi, Adi Tajul Arifin Tamba, Dheddy Abdi Tantri Irawan TB Rifat Usep Saepullah Wahyudi Wahyudi WIRANI AISYAH ANWAR, WIRANI AISYAH Yasardin, Yasardin Yusuf Yusuf Yusup Sobirin Zulbaidah • Burhanuddin