p-Index From 2021 - 2026
15.111
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam International Journal of Nusantara Islam Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Al-Mustashfa MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam AL-HUKAMA´ al-Afkar, Journal For Islamic Studies Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran DE'RECHTSSTAAT YUSTISI ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Jurnal Al-Dustur Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies El-Iqtishady Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture and Social Studies Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Journal of Applied Business, Taxation and Economics Reseach AS-SIYASI JOURNAL OF CONSTITUTIONAL LAW Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Perspektif Hukum Jurnal Hukum Pelita Journal of Legal and Cultural Analytics (JLCA) Familia: Jurnal Hukum Keluarga Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Focus: Jurnal of Law Al Barakat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Journal of Artificial Intelligence and Digital Business IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Multidisiplin West Science Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) El-Uqud: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah ISLAMICA : Jurnal Ilmu-Ilmu Agama Islam Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Strata Law Review Strata Social and Humanities Studies Cantaka: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Zona Law And Public Administration Indonesia Taruna Law Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah International Journal of Nusantara Islam Ekasakti Legal Science Journal Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Jurnal Hukum Islam Journal of Islamic Law (EJIL) Al-Kainah: Journal of Islamic Studies Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Jurnal Ilmu Hukum AGHNINA: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Ecobankers : Journal of Economy and Banking TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM International Journal of Multidisciplinary Reseach Dialog Legal: Jurnal Syariah, Jurisprudensi dan Tata Negara Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Implementasi Fatwa DSN-MUI Nomor 123 Tahun 2018 terkait Dana TBDSP pada Lembaga Keuangan Syariah sebagai Pedoman Optimalisasi Penyaluran Dana Kebajikan Ardiansyah Ashri Husein; Oyo Sunaryo Mukhlas
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593.mtq.07.2.04

Abstract

DSN-MUI Fatwa Number 123/DSN-MUI/XI/2018 provides essential guidelines regarding the use of Funds Not Recognized as Income (TBDSP) within Sharia Financial Institutions (LKS). This fatwa was issued in response to operational practices that generate funds from non-Sharia transactions, such as correspondent bank interest and late payment penalties (ta'widh and gharamah). This study aims to analyze the implementation of the fatwa in Indonesia to optimize the distribution of benevolent funds (dana kebajikan). It employs a normative-juridical method utilizing statutory, conceptual, and fatwa-based approaches. The findings indicate that most Sharia banks have implemented the segregation of TBDSP funds from operational income for distribution toward social activities. However, implementation faces challenges regarding inconsistent accounting standards, reporting transparency, and Sharia oversight. As a novel contribution, this study asserts that optimizing TBDSP funds as benevolent funds has significant implications for educational transformation. If strategically allocated to the education sector, these funds can serve as a pillar of alternative financing to enhance academic infrastructure and the quality of human resources. Therefore, it is necessary to strengthen regulations, enhance the role of the Sharia Supervisory Board (DPS), and harmonize rules to ensure that fund distribution adheres to the principles of maqāṣid al-syarī‘ah, transparency, and accountability.
Analisis Akad Hibah Terhadap Surplus Underwriting Dana Tabaru Pada Asuransi Syariah Fakhry Fadhil; Oyo Sunaryo Mukhlas; • Burhanuddin
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v6i2.800

Abstract

Surplus underwriting merupakan hal yang sering terjadi dalam pengelolaan dana tabarru’ pada lembaga asuransi syariah dan menjadi salah satu aspek penting dalam praktik asuransi berbasis syariah. Surplus underwriting dalam praktiknya menggunakan akad hibah, di mana akad hibah dipahami sebagai pemberian sukarela dari peserta dengan tujuan tolong-menolong di antara sesama peserta, akan tetapi apabila terdapat surplus underwriting pada dana tabarru maka dana akan di kembalikan kepada peserta asuransi, praktik ini sudah melanggar dari prinsip-prinsip akad hibah.  padahal hal ini menjadi salah satu dasar utama yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan normatif, mengkaji teori-teori, konsep akad, serta fatwa DSN-MUI terkait penerapan akad hibah dalam dana tabarru’, termasuk permasalahan surplus underwriting yang muncul di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akad hibah pada dana tabarru’ memiliki dasar hukum yang sah menurut syariah, namun dalam implementasinya perlu pengelolaan yang berhati-hati agar tetap sesuai dengan prinsip keikhlasan, keadilan, transparansi, serta terhindar dari unsur gharar dan maisir yang dilarang dalam syariah. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam memperkaya pemahaman mengenai akad hibah dalam pengelolaan dana tabarru’, serta menjadi rujukan bagi pengembangan praktik asuransi syariah yang sesuai dengan maqashid syariah untuk memberikan perlindungan serta keberkahan bagi umat.
Development Of The Capital Market, Money Market, And Foreign Exchange Market In Indonesia: A Sharia Economic Perspective Irwan Fauzy Ridwan; Oyo Sunaryo Mukhlas; Siah Khosyiah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.2091

Abstract

This study aims to analyze the development of the capital market, money market, and foreign exchange market in Indonesia from the perspective of Islamic economics. In recent years, financial markets in Indonesia have experienced significant growth, especially in sectors that comply with sharia principles. This study examines how these developments affect the Indonesian economy, as well as the challenges and opportunities that exist in the sharia context. The method used in this research is a qualitative approach with descriptive analysis. Data was collected through literature study from various sources, including journals, reports, and official documents related to the capital market, money market, and foreign exchange market in Indonesia. The research findings show that although the Islamic capital market in Indonesia has grown rapidly, there are still some challenges to be faced, such as the lack of public understanding of Islamic investment and the lack of sharia-compliant instruments. In addition, the Islamic money market also shows great potential, but still needs to be encouraged with more supportive regulations. On the other hand, the foreign exchange market in the sharia context is still relatively new and requires further attention to develop transaction mechanisms that are in accordance with sharia principles
Constitutionalizing Islamic Inheritance Law Through Progressive Legal Interpretation Asrofi; Oyo Sunaryo Mukhlas; Ahmad Hasan Ridwan; Zulbaidah
As-Siyasi: Journal of Constitutional Law Vol. 6 No. 2 (2026): As-Siyasi: Journal of Constitutional Law (Article in Press)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/as-siyasi.v62.32594

Abstract

This article examines how the KHI (Compilation of Islamic Law) can acquire constitutional legitimacy in inheritance adjudication and how progressive law can operate as a disciplined method of constitutional interpretation. It employs normative legal research using statutory, conceptual, case, and limited comparative approaches. The analysis covers the KHI, constitutional and statutory norms, selected Supreme Court decisions on mandatory bequests, substitute heirs, marital property, and consensual distribution, as well as constitutional accommodation of religious law in Malaysia and England and Wales. The findings show that the KHI operates as institutionalized soft law with strong functional authority in the Religious Courts but incomplete formal and democratic legitimacy. This weakness creates risks for legal certainty, equality, property rights, procedural fairness, and accountability. Judicial practice has partially constitutionalized the KHI, yet relevant ratio decidendi are not consistently expressed through structured constitutional standards. The article therefore proposes directed constitutional progressivism, a three-layer model integrating constitutional supremacy, maqāṣid al-sharī‘ah, purposive interpretation, proportionality, and separation of powers. Its layers are simultaneous and mutually corrective: constitutional alignment in adjudication, harmonization of jurisprudence through transparent and reviewable reasoning, and participatory legislative strengthening that preserves controlled judicial flexibility. The model repositions progressive law within constitutionalism and supplies operational standards for judges, the Supreme Court, and legislators to protect substantive justice without sacrificing legal certainty or the normative identity of Islamic inheritance law
Perkembangan Hukum Gadai Islam Dari Nash Syariah Menuju Qanun Sebagai Regulasi Formal Negara Yusuf Yusuf; Oyo Sunaryo Mukhlas; Atang Abdul Hakim
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i2.138

Abstract

The main purpose of this study is to examine the development of the concept of pawn (rahn) in Islam, starting from normative sources in the form of nash (Qur'an and Hadith), the thoughts of scholars in classical fiqh literature, to its implementation in the form of modern laws and regulations or known as qanun. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data was collected through library research, by examining various primary sources such as the Qur'an, Hadith, and jurisprudence, as well as secondary sources in the form of books, journals, and related legal documents. The results of the study show that the basic principles of pawn in nash, such as justice, help-help, and the prohibition of usury, are still used as the basis in the preparation of qanun. However, there have been administrative and technical adjustments to adapt to the needs of the positive law and contemporary institutional system. Qanun as a codification of Islamic law in Indonesia is able to accommodate sharia values in the practice of pawning in a more systematic and professional manner. Thus, despite changes in form and management, the substance of rahn in Islam is maintained from nash to qanun.
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEMASLAHATAN LEGALISASI GANJA UNTUK MEDIS Yusup Sobirin; Oyo Sunaryo Mukhlas
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 1 No. 1 (2023): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v1i1.478

Abstract

Abstract: This study aims to see the view of Islamic law on the benefits of legalizing marijuana for medical needs. This research adopts a type of qualitative research with a focus on data sources, especially data found through library research. This method is included in the category of literature research, which in the context of legal research can be classified as normative juridical research or literature law research. The results of this study show that the use of medical marijuana, when used correctly and according to the recommended dose, is not a problem and can be considered. However, if it is used abusely for personal gratification, it can be punished as haram. The maslahah and mudharat aspects of the use of marijuana as medicine, when considered from the perspective of Islamic law, emphasize the emergency of the situation. When the use of marijuana is urgent, it can be accepted according to the rules in Islam. However, when misused, it will be a mudharat that endangers oneself and others. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan hukum Islam terhadap kemaslahatan legalisasi ganja untuk kebutuhan medis. Penelitian ini mengadopsi jenis penelitian kualitatif dengan fokus pada sumber data, terutama data-data yang ditemukan melalui analisis kepustakaan (library research). Metode ini masuk dalam kategori penelitian kepustakaan, yang dalam konteks penelitian hukum dapat diklasifikasikan sebagai penelitian yuridis normatif atau penelitian hukum kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ganja medis, apabila digunakan dengan benar dan sesuai dosis yang direkomendasikan, tidak menjadi masalah dan dapat dipertimbangkan. Tetapi, jika digunakan secara penyalahgunaan untuk kepuasan pribadi, hal tersebut dapat dihukumi sebagai haram. Aspek maslahah dan mudharat terhadap penggunaan ganja sebagai obat, jika dipertimbangkan dari perspektif hukum Islam, menekankan pada daruratnya situasi. Ketika penggunaan ganja mendesak, bisa diterima sesuai kaidah dalam Islam. Namun, ketika disalahgunakan, hal tersebut akan menjadi mudharat yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Strategi Pengembangan Pembiayaan Berbasis Musyarakah Mutanaqisah pada Lembaga Keuangan Syariah Ira Laksana Dewi; Oyo Sunaryo Mukhlas
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2078

Abstract

Perkembangan industri keuangan yang semakin kompetitif menuntut lembaga keuangan syariah untuk menghadirkan strategi pembiayaan yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Salah satu model pembiayaan yang dinilai memiliki prospek strategis adalah Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), yaitu akad kemitraan dengan mekanisme pengurangan porsi kepemilikan secara bertahap antara lembaga keuangan dan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pembiayaan berbasis Musyarakah Mutanaqisah pada lembaga keuangan syariah dan mengidentifikasi peluang serta tantangan implementasinya dalam mendukung penguatan industri keuangan syariah modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis dan jenis data kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, fatwa DSN-MUI, peraturan, dan literatur terkait pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah pada lembaga keuangan syariah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan dianalisis secara sistematis untuk memahami strategi pengembangan serta implementasi akad MMQ dalam lembaga keuangan syariah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembiayaan berbasis MMQ dapat dilakukan melalui optimalisasi inovasi produk, digitalisasi layanan keuangan, penguatan manajemen risiko, peningkatan literasi masyarakat, serta penyesuaian regulasi yang mendukung implementasi akad secara efektif dan berkelanjutan. Selain itu, akad MMQ memiliki keunggulan dalam menciptakan sistem pembiayaan yang lebih adil, transparan, dan berbasis kemitraan dibandingkan dengan pembiayaan konvensional berbasis utang, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman akademik mengenai strategi pengembangan pembiayaan berbasis Musyarakah Mutanaqisah sekaligus menjadi referensi bagi lembaga keuangan syariah dalam mengembangkan produk pembiayaan yang inovatif, kompetitif, dan selaras dengan prinsip maqashid syariah.
Dinamika Hukum Islam dalam Pengaturan Perkawinan dan Kewarisan di Turki Perspektif Pluralisme Hukum Idawati Idawati; Siah Khosyi’ah; Oyo Sunaryo Mukhlas
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 2 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i2.2098

Abstract

Transformasi hukum keluarga di Turki memperlihatkan perubahan mendasar dari sistem hukum yang berakar pada tradisi Islam menuju sistem hukum sipil yang berorientasi pada sekularisme. Sejak diberlakukannya Turkish Civil Code pada 1926, pengaturan perkawinan dan kewarisan tidak lagi didasarkan pada hukum Islam sebagai sumber hukum formal. Perubahan tersebut tidak serta-merta menghilangkan pengaruh agama dalam kehidupan keluarga, karena nilai dan praktik keagamaan masih dapat ditemukan dalam pilihan perkawinan, pelaksanaan ritual, hubungan keluarga, kepemilikan, dan pembagian harta warisan. Kondisi ini menimbulkan persoalan mengenai perubahan posisi dan bentuk keberlakuan hukum Islam dalam sistem hukum Turki kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hukum Islam dalam pengaturan perkawinan dan kewarisan di Turki serta mengidentifikasi bentuk interaksinya dengan hukum negara dan praktik keagamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis. Data berupa bahan hukum primer, sekunder, dan literatur hukum Islam dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam telah kehilangan kedudukan sebagai sumber hukum formal dalam pengaturan perkawinan dan kewarisan, tetapi tidak sepenuhnya kehilangan daya normatif dalam kehidupan masyarakat. Norma keagamaan tetap berperan melalui praktik sosial, pilihan keluarga, dan konstruksi nilai-nilai dalam masyarakat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian hukum Islam kontemporer dengan menunjukkan bahwa sekularisasi hukum dapat mengubah bentuk keberlakuan hukum Islam tanpa sepenuhnya menghapus eksistensinya dalam masyarakat.
Dinamika Politik Hukum Poligami Dalam Undang-Undang Perkawinan: Tantangan Dan Implikasinya Terhadap Sistem Hukum Indonesia Salma Nurul Fadila; Nina Nursari; Oyo Sunaryo Mukhlas
Qanuniya : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 1 No. 2 (2024): Qanuniya : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/qanuniya.v1i2.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik hukum poligami dalam Undang-Undang Perkawinan di Indonesia, dengan menyoroti tantangan, implementasi dan implikasinya terhadap sistem hukum nasional. Pendekatan yuridis normatif digunakan dengan analisis terhadap Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 beserta revisinya melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2019, serta literatur akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi poligami masih menghadapi tantangan signifikan, seperti konflik antara nilai-nilai agama dan tuntutan modernisasi hukum yang mendukung monogami. Kebijakan poligami juga memiliki implikasi terhadap perlindungan hak perempuan dan harmonisasi hukum nasional. Kebaharuan dari penelitian ini adalah identifikasi kebutuhan reformasi hukum berbasis gender yang mampu menyeimbangkan nilai-nilai religius dan prinsip-prinsip hukum modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dalam merancang regulasi perkawinan yang lebih adil dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat.
Penyelesaian Hukum Non Litigasi Pembiayaan Bermasalah Pada Lembaga Keuangan Syariah Oyo Sunaryo Mukhlas; Lena Ishelmiany Ziaharah
Qanuniya : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Qanuniya : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/qanuniya.v2i2.2064

Abstract

Meningkatnya kasus pembiayaan bermasalah pada lembaga keuangan syariah menimbulkan kebutuhan akan mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat, adil, dan sesuai prinsip syariah. Litigasi di pengadilan seringkali dianggap tidak efektif karena memakan biaya, waktu, dan berisiko merusak hubungan baik antara nasabah dan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas penyelesaian hukum non litigasi, di antaranya mediasi, arbitrase syariah, dan peran Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) dalam menangani pembiayaan bermasalah. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan dukungan studi kasus pada beberapa bank syariah di Indonesia, melalui analisis peraturan perundang-undangan, fatwa DSN-MUI, serta data praktik penyelesaian sengketa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur non litigasi mampu mempercepat penyelesaian sengketa sekaligus menjaga prinsip keadilan dan kemaslahatan, meskipun masih terkendala pada sosialisasi, kapasitas mediator, dan pemahaman nasabah. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian kritis terhadap peran LAPS Syariah sebagai institusi yang relatif baru dalam sistem keuangan syariah Indonesia, yang berpotensi menjadi instrumen utama penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Kontribusi penelitian memberikan rekomendasi penguatan kelembagaan dan regulasi LAPS Syariah untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian pembiayaan bermasalah secara non litigasi.
Co-Authors A. Rio Makkulau Wahyu Abbas, Suwarto Abdillah, Yudi Khoeri Abdul Halim, Halmi Abdulah Pakarti, Muhammad Husni Abdullah, Fadli Daud Aden Rosadi Adila, Hafidah Ulya Ahmad Ibrizul Izzi Ahmad Ridwan Ahmad Ridwansah, Asep Ahmad Rifai ahmad yani Ahsin, Moh Ahsin, Mohammad Akbar Muhamad Ashoni Alamsyah - Alex Kusmardani Alex Kusmardani Aliyya Shauma Raffi’u Almurni, Muhammad Furqon Amany, Amany Aminuyati Apriyanita, Triana Ardiansyah Ashri Husein Arifin, Desi Siti Habibah Asnan Purba Asrianti Sukirman Asrofi Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim, Atang Atang Abd. Hakim Ayi Yunus Rusyana Ayi Yunus Rusyana Basarudin, Basarudin Beni Ahmad Saebani Beni Ahmad Saebani Beni Ahmad Saebeni Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burnahnuddin Cahyani, Putri Tri Chaerul Shaleh Dea Rodiah Luthfy Dede Abdurohman Dede Abdurohman, Dede Deden Najmudin Dwi Widiastuti Dwi Widiastuti, Dwi Eko Budiono Elly Lestari Elly Lestari Ending Solehudin Ending Solehudin Erfan Shofari Sholahuddin Erika Rishan Adillah fadillah mursid Fahadil Amin Al Hasan Fakhry Fadhil Fauzan Ali Rasyid Fu’ad, Asep Gojali, Dudang Gozaly, Ahmad Yusdi H. Hamzah Hadiat, Hadiat Hakim, Atang Abd Hakim, Atang Abd Hakim, Atang Abd. Hakim, Atang Abdul Halim, Andri Hasanudin Hasanudin Heris Suhendar Hibaturohman, Iib Hisam Ahyani Husaeni, Firman Husain Husain Idawati Idawati Ikbal, Muchamad Imam Sucipto Imam Sucipto Imron Rosadi Ine Fauzia Ine Fauziah Ira Laksana Dewi Irwan Fauzy Ridwan Ishandawi , Ishandawi Isnayati Nur Jamaludin , Jujun Jefik Zulfikar Hafizd Jubaedah, Dedah Judijanto, Loso Khaeruman, Badri Khosyi'ah, Siah Khosyiah, Siah Khosyiah, Siah Khosyiah, Si’ah Khosyi’ah, Siah Khosyi’ah, Siah Lena Ishelmiany Ziaharah Luthfy, Dea Rodiah Madani, Farid Mia Amanatul Fitriyah Moh Ahsin Moh. Asep Zakariya Ansori Mohamad Sar’an Mohd Radhuan Arif Zakaria Mualim Mualim, Mualim Mubarok Mubarok Muchlis Muchlis Muhammad Fajri Muhammad Fajri Muhammad Furqon Almurni Muhammad Husni Abdulah Pakarti Muhammad Tsaqib Idary Muharir, Muharir Muhsin Mulyadi, Kiking Musaiyana Musaiyana, Musaiyana Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Nasrudin Nazar, Reza Fauzi Neonbeni, Randy Vallentino Nina Nursari Noor Silmi Sudrajat, Ajeung Syilva Syara Noradin, Muhammad Farhan Bin Mat NUR EFENDI Nurhikmah, Aulia Nurrohman Nurrohman Nurrohman Nursyamsudin, Nursyamsudin Nurul Ilyana Muhd Adnan Opik Rozikin Padlan Padilah Pian, Happy R. Ira Laksana Dewi Ramdani Wahyu Sururie Ramdani Wahyu Sururie Ratnasari, Aireni Restu Khaliq Restu Khaliq, Restu Ridwan, Ahmad Hasaan Ridwan, Ahmad Hasan Rita Erawati, Raden Rara Ritonga, Bakti Rohmad Nurhuda Roni Nasrulloh Royani Rozikin, Opik Saebani, Beni Ahmad Saebeni, Beni Ahmad Saepullah, Usep Salma Nurul Fadila Samsudin, Agus Rojak Sar’an, Mohamad Septiayu Restu Wulandari Shauma Raffi’u, Aliyya Shiddiq, Muhammad Nur Sholahuddin, Erfan Shofari Si'ah Khosyiah Siah Khosyi'ah Siah Khosyi'ah Siah Khosyiah Siah Khosyiah Siah Khosyi’ah Siah Khosyi’ah Sifa Mulya Nurani Sistyawan, Dwanda Julisa Sitti Mashitah Tualeka Sucipto, Imam Sukirman, Asrianti Sulthonuddin, Bung Hijaj Surasa, Ais Susandi, Adi Tajul Arifin Tamba, Dheddy Abdi Tantri Irawan TB Rifat Usep Saepullah Wahyudi Wahyudi WIRANI AISYAH ANWAR, WIRANI AISYAH Yasardin, Yasardin Yusuf Yusuf Yusup Sobirin Zulbaidah • Burhanuddin