Articles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V PADA GUGUS IV KERINCI KECAMATAN MELAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017
., I Putu Arie Indra Permana;
., Prof. Dr. Nyoman Dantes;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11029
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Posing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada kelas V di Gugus IV Kerinci tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di Gugus IV Kerinci Kecamatan Melaya tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 103 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelompok siswa kelas V SD Negeri 2 Candikusuma yang berjumlah 21 orang sebagai kelas eksperimen dan kelompok siswa kelas V SD Negeri 4 Candikusuma yang berjumlah 20 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung 6,558 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,021. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa hasil belajar IPS kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Posing lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Posing, hasil belajar IPS ABSTRACT This study aims to determine the differences in IPS learning outcomes between groups of students who were taught by the model of Problem Posing learning and group of students who were taught by conventional model in class V in Kerinci IV Teaching Cluster 2016/2017. This type of research is quasi experimental research. The population of this study is all students of class V that exist in Gilt IV Kerinci Melaya District 2016/2017 academic year which amounted to 103 people. The sample of this research is a group of students of class V SD Negeri 2 Candikusuma which amounted to 21 people as experimental class and group of students of grade V SD Negeri 4 Candikusuma which amounted to 20 people as control class. Student learning outcomes data were collected with multiple choice test instruments. The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the result of data analysis, obtained tcount 6,558 and ttable (at 5% significance level) = 2,021. This means that thitung> ttable, so it can be interpreted that the learning result of IPS group of students who are taught by model of Problem Posing learning is higher than the student group that is taught by conventional learning model. keyword : Keywords: Problem Posing Learning Model, learning outcomes IPS
PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V
., Ni Made Srimaheni;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11032
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 5 Les tahun pelajaran 2016/2017 setelah diterapkan pendekatan Inkuiri berbasis keterampilan proses. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi/evaluasi dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 5 Les tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 20 orang dan objek penelitiannya adalah hasil belajar IPA. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dengan instrument tes hasil belajar IPA. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 55% dan hasil belajar pada siklus II sebesar 76,25%, terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 0,37. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan inkuiri terbimbing berbasis keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 5 Les tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses, Hasil Belajar IPA This study aims to determine the improvement of science learning outcomes of grade 5 students of SD Negeri 5 Les in the academic year 2016/2017 after applying the skills-based Inquiry approach. This type of research is classroom action research conducted in stage stages: stage planning, implementation stage, observation / evaluation stage and reflection stage. The subjects of this study are the students of class V SD Negeri 5 Les 2016/2017 year class of 20 people and the object of research is the result of science learning. Data collection method used in this research is test method with test instrument of science learning result. The collected data is analyzed by the quantitative descriptive analysis method. Student learning outcomes in the first cycle of 55% and learning outcomes in cycle II of 76.25%, an increase in learning outcomes of 0.37. Based on the results of the study can be concluded that the implementation of guided inquiry approach of science students of class V SD Negeri 5 Les year 2016/2017.keyword : Guided Inquiry, Process Skills, Learning Outcomes of Science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKTUAL BERBANTUAN MEDIA KONGKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS IV KECAMATAN PETANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018
., I Wayan Harimawan Rahmadi;
., Dr. Desak Putu Parmiti, M.S.;
., Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.12918
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kontekstual berbantuan media kongkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Petang tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Petang tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD yang berjumlah 64 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 7,48 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 1,658. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model kontekstual berbantuan media kongkret dan kelomopok yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Dari rata–rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen adalah 23,14 dan kelompok kontrol adalah 14,03. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model kontekstual berbantuan media kongkret berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Petang.Kata Kunci : model kontekstual berbantuan media kongkret, hasil belajar IPA This study aims to determine differences in learning outcomes between students who follow the learning contextual model with concrete media assisted and students who follow the learning with conventional model in grade V students in Gugus IV Kecamatan Petang lesson year 2017/2018. This type of research is a quasi-experimental study. The population of this study is all students of class V in class IV Petang District in the academic year 2017/2018 which amounted to 82 people. The sample of this research is the students of class V SD which amounted to 64 people. Student learning outcomes data were collected with multiple choice test instruments. The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the results of data analysis, obtained thi= 7.48 and ttab (at 5% significance level) = 1.658. This means that thit > ttab, so it can be interpreted that there are significant differences in science learning outcomes between groups that follow the learning with contextual model with concrete and concrete media that follow the learning with conventional model. From the average ( ) arithmetic, it is known that the experimental group is 23.14 and the control group is 14.03. This means that the experiment> control, so it can be concluded that the application of concrete media-aided contextual model affects the learning outcomes of science students of class V in the District Gugus Petang District. keyword : concrete media-aided contextual model, science learning outcomes of IPA
Korelasi antara Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar PPKn
Asti Riandini, Putu Vadia;
Sudatha, I Gde Wawan;
Parmiti, Desak Putu
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v8i3.26072
Rendahnya hasil belajar PPKn dikarenakan kurangnya motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar PPKn, korelasi anatara motivasi belajar dengan hasil belajar PPKn, korelasi antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar dengan hasil belajar PPKn. Jenis penelitian ini adalah expost facto. Populasi penelitian ini berjumlah 232 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 173 siswa. Pemilihan sampel dengan teknik propotional random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner dan pecatatan dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar PPKn siswa kelas IV SD diperoleh koefisien korelasi R sebesar 0,642 dan sumbangan kontribusi variabel 41,2%. Terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar PPKn diperoleh koefesien korelasi R sebesar 0,656 dan sumbangan kontribusi variabel 43,2%. Ketiga, secara bersama-sama terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar dengan hasil belajar PPKn siswa kelas IV SD dengan diperoleh koefesien korelasi sebesar 0,713 dan sumbangan kontribusi sebesar 50,3%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar dengan hasil belajar hasil belajar PPKn Siswa kelas IV SD.
Validitas Video Pembelajaran Topik Jarak dan Kecepatan pada Pembelajaran Matematika SD
Arina, Ni Komang Sri Asih;
Parmiti, Desak Putu
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i2.36181
Penerapan pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19 yang secara tiba-tiba, menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam menentukan media pembelajaran yang sesuai untuk digunakan. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk mengembangkan media pembelajaran yang bisa mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video pembelajaran pada topik jarak dan kecepatan kelas V SD yang teruji validitasnya. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model 4D. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang ahli media, 1 orang ahli materi, 1 orang praktisi, dan 6 orang siswa, sedangkan objek penelitian ini adalah validitas media video. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kuesioner/angket dan wawancara. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus mean untuk mengetahui rata-rata validasi media video pembelajaran. Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa pengembangan produk video pembelajaran memiliki rata-rata berada pada rentangan 4,01 < X ≤ 5,01, dengan kualifikasi “sangat baik”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk video pembelajaran topik jarak dan kecepatan pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD dinyatakan valid.
Dampak Model Two Stay Two Stray terhadap Keterampilan Kolaborasi dan Hasil Belajar IPS Kelas V
Krisna Dewi, Kadek Putri;
Parmiti, Desak Putu
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v10i1.43362
Kurangnya partisipasi siswa dalam mengajukan pertanyaan saat proses pembelajaran memberikan dampak terhadap hasil belajar IPS yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak model Two Stay Two Stray (TS-TS) terhadap keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPS kelas V. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent post-test only control group. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 144 orang dan sampel penelitian berjumlah 61 orang yang diambil dengan teknik group desain random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode nontes berupa lembar observasi dan data hasil belajar IPS dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran TS-TS terhadap hasil belajar IPS siswa (F hitung sebesar 408.608; sig < 0.05, (2) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran TSTS terhadap hasil belajar IPS siswa (F hitung sebesar 135.185; sig = < 0,05), dan (3) secara simultan, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran TS-TS terhadap keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPS siswa (F hitung 374.305 = ; sig = < 0,05). Maka, model pembelajaran TS-TS berpengaruh positif terhadap keterampilan kolaborasi hasil belajar IPS siswa. Implikasi penelitian ini, diharapkan dapat membantu guru dalam mengelola kelas agar lebih efektif dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Student Learning Activity Assessment Instruments in Civics Learning for Fifth Grade Elementary School
Utamiani, Ni Made;
Parmiti, Desak Putu
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v10i2.49300
The problem today lies in the assessment quality related to the teacher's mechanism, procedure, or assessment instrument. The teacher assesses student learning activity only through observation without using the right assessment instrument. This study aimed to develop an instrument for assessing learning activity for students in the fifth-grade Civics Education subject in elementary school. This research belongs to the type of development research which was developed using the RDR model. The subjects involved in the study were two instrument experts. The method used to collect data is the non-test method in the form of expert validation sheets and questionnaires. The instrument used in collecting data is a questionnaire. The data obtained in the study were then analyzed using qualitative and quantitative descriptive analysis techniques. The results showed that the coefficient of content validity of the student learning activity assessment instrument in Civics subjects was 1.00 with very high validity criteria. The results of the calculation, the reliability coefficient of the instrument for assessing student learning activities in Civics subjects is 0.93 with very high-reliability criteria. So, based on these results, it can be concluded that the learning activity assessment instrument for students in Civics Class V subjects is valid and reliable, so it is suitable for use in learning.
Makepung Tradition: Think Talk Write Learning Model and its Impact on the Short Story Writing Skills
Paramitha, Ni Luh Putu Ayu Eka Sri;
Parmiti, Desak Putu;
Riastini, Putu Nanci
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v12i1.63941
Lack of selection of innovative learning models, instilling cultural values in learning materials, and difficulty developing student ideas. A learning model with cultural involvement is needed to develop students' ideas in writing to overcome these problems. This study examines the effect of the learning model Think Talk Write (TTW), which is tradition-oriented Makepung, on fifth-grade elementary school students' short story writing skills. This research includes quasi-experimental research (like an experiment) by design, and there is no equivalent post-test-only control group design. The research population was fifth-grade elementary school students, totaling 106 people. Samples are taken using random sampling, with 24 people as the experimental group and 21 as the control group. The data collection method uses written product assessment in the form of short stories, and the research instrument uses a multilevel scale model performance observation sheet. Research data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of the t-test results, the sig. (2-tailed) namely 0.004 < 0.05. This research concludes that the learning model TTW tradition orientedMakepung is more influential on students' short story writing skills. This research aims to develop ideas, increase cultural values, encourage students to learn actively, and improve their writing skills.
Higher Order Thinking Skill (Hots) Ability Instrument for Theme 2 (Unity in Diversity) in Class VI Elementary School
Sri Mahalia Br Ginting;
Desak Putu Parmiti
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v11i3.66050
The lack of focus on HOTS assessment in the education system can lead to a lack of encouragement for students to develop critical, analytical and creative thinking skills. This research aims to develop a HOTS instrument for HOTS abilities for sixth grade elementary school students with theme 2 (Unity in Difference). The development of instruments in this research was guided by the Borg and Gall model. The HOTS instrument developed is a test in essay form. Meanwhile, the object in this research is the quality of the question items. The data collected in this research is data regarding the HOTS ability instrument. The method used to collect data in this research is the test method. Data were analyzed using content validity analysis tests, item validity tests, reliability tests, discrimination tests, and difficulty level tests. The content validity test results tested by five HOTS Instrument experts were declared relevant, the average content validity test results were declared valid, the average instrument validity test results were declared valid, the average instrument reliability test results were at very high criteria, the average results of the power test results which are in the good different power criteria, the average results of the difficulty level scores of the questions which are in the medium level category of difficulty. It was concluded that the HOTS ability instrument for sixth grade elementary school students with theme 2 (Unity in Difference) is suitable for measuring students' HOTS abilities in solving problems and training students to think creatively.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERPENDEKATAN SAINTIFIK BERORIENTASI TRI HITA KARANA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV
Handayani, Komang Krisna;
Suwatra, Ign. I Wayan;
parmiti, desak putu
Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia Vol. 1 No. 2 (2018): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpmu.v1i2.20777
Pembelajaran IPS di sekolah dasar masih bersifat membosankan bagi siswa, sehingga membuat siswa tidak fokus dan tidak tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya nilai IPS siswa yang masih berada di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berpendekatan saintifik berorientasi Tri Hita Karana terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa SD kelas IV di Gugus II Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV semester II Gugus II kecamatan Bangli Kabupaten Bangli yang berjumlah 165 orang siswa. Sampel sebanyak 46 orang siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrument tes objektif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANAVA. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh dari kelas eksperimen bahwa kompetensi pengetahuan IPS siswa tergolong sangat tinggi dengan nilai rata-rata 79,2. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh bahwa kompetensi pengetahuan IPS siswa tergolong tinggi dengan rata-rata sebesar 64. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 5% thitung = 43,44 > ttabel = 1,68023 yang berarti terdapat pengaruh pembelajaran berpendekatan saintifik berorientasi Tri Hita Karana terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa SD. Dari hasil temuan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh pembelajaran berpendekatan saintifik berorientasi Tri Hita Karana terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV semester II SD Gugus II Kecamatan Bangli.