p-Index From 2021 - 2026
5.312
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Gizi dan Pangan Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Katalogis PHARMACON Jurnal Keperawatan Indonesia Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Rotasi MODUL Jurnal Natur Indonesia Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Social Sciences Chapter Lingkungan dan Kesehatan Kerja JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Prosiding Seminas Competitive Advantage Insignia: Journal of International Relations Jurnal Harpodon Borneo Jurnal Penelitian Hutan Tanaman JURNAL PERBENIHAN TANAMAN HUTAN Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Pendidikan Bahasa Inggris KURVA S JURNAL MAHASISWA Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Physics Student Journal Dinamika Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Teknofisika Research Journal of Life Science Jurnal Perikanan dan Kelautan REKAYASA JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Forum Geografi BAKI (Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia) AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) Jurnal Zeolit Indonesia GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Jurnal Geosaintek Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan FKIP e-PROCEEDING JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards) Jurnal Pendidikan Bahasa Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Siimo Engineering : Journal Teknik Sipil JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Akuntansi Aktual Phinisi Integration Review Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Faktor Exacta Educatio JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA JURNAL SERAMBI ILMU Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Window of Health : Jurnal Kesehatan Preventif Journal EXTRAPOLASI: Jurnal Teknik Sipil ADMINISTRASI PUBLIK Jurnal Bahasa Lingua Scientia Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Seminar Nasional Lahan Suboptimal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Jaringan Laboratorium Medis Jurnal Sains Riset Gravitasi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains SABILARRASYAD Jurnal Fisika dan Terapannya Jurnal Abdidas Aceh Anthropological Journal Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Real Riset Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Abdimas: Papua Journal Of Community Service Extrapolasi Hipotenusa: Journal of Research Mathematics Education (HJRME) Journal of Accounting and Management Innovation SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT COJ (Coastal and Ocean Journal) Pawiyatan Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Jurnal Pembelajaran Fisika Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sosiosaintifik Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan International Journal of Agriculture System Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Aceh Aquatic Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LAMPULO BANDA ACEH PROPINSI ACEH (Analysis Financial Fisheries of Purse Seine in Lampulo Fishing Port Banda Aceh Provinsi Aceh) . Neliyana; Budy Wiryawan; Eko Sri Wiyono; Tri Wiji Nurani
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.717 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.163-169

Abstract

ABSTRACTThis research was realized in January-February 2013 at Lampulo Fishing Port Banda Aceh. Sample were selected using purposive sampling. Data used in this reseach is primary data and sekundary data. Method analyzes data used descriptive method and analysis financial. The Results of this study show that of the purse seine fisheries feasibility between the daily and weekly still qualified and feasible to continued. The calculations results of the purse seine fisheries feasibility between the daily Net Present Value (NPV) 294,909,091, IRR 12.10% and B/C 10.47. The calculations results of the purse seine fisheries feasibility between the weekly Net Present Value (NPV) Rp 2,703,945,455, IRR 12.14% and B/C 13.86.Key words: Analysis financial, lampulo, fisheries, purse seine-------ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai Februari 2013 di pelabuhan perikanan pantai (PPP) Lampulo Banda Aceh. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Data yang diambil data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis finansial usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perikanan pukat cincin harian dan mingguan di Lampulo memenuhi persyaratan dan masih layak dilanjutkan. Hasil perhitungan kelayakan usaha pada usaha perikanan pukat cincin harian Net Present Value (NPV) Rp 294.909.091, IRR 12,10% dan B/C 10,47. Hasil perhitungan kelayakan usaha pada usaha perikanan pukat cincin mingguan Net Present Value (NPV) Rp 2.703.945.455, IRR 12,14% dan B/C 13,86.Kata kunci: kelayakan usaha, Lampulo, perikanan, pukat cincin
ASPEK KESELAMATAN DITINJAU DARI STABILITAS KAPAL DAN REGULASI PADA KAPAL POLE AND LINE DI BITUNG, SULAWESI UTARA (Safety Aspects Pole and liner From Ship Stability and Regulation Point of View in Bitung, North Sulawesi) Yuli Purwanto; Budhi H. Iskandar; Mohammad Imron; Budy Wiryawan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.747 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.181-191

Abstract

ABSTRACTHas become a common understanding that fishing is a risky job, so the safety aspects on board is an important factor that must be considered. Fishing vessels should also be supported with design and good stability, so that fishing activities can run smoothly and avoid the danger of accidents. Pole and liner in Bitung is quite varied and the ships were built in traditional dockyard and not based on the calculation and construction planning and design. One of the instruments on fishing vessel operational safety assurance is the implementation of the regulation, both nationally and internationally. At the international level, many regulations governing the safety of the ship in respect of fish. While national regulations relating to the safety of fishing vessels has not been consistent and in harmony, hence the assessment regulations relating to fishing vessel safety improvement needs to be done to determine the extent of the responsibility of government and the extent of the application of the existing rules. The general objective of this study was to determine the safety aspects of pole and line vessels, while the specific goal are: (1) review and analyze to get the quality stability of the ship (2) identify and assess safety-related regulatory review pole and line vessels in Bitung. The results showed that the quality of the stability of the vessel pole and line in the four conditions of the charge distribution in a state of good stability. It is represented by the value of all the parameters that are above the standard value IMO. In the simulated load conditions, the maximum GZ value at the time the vessel is in operation, while the GZ smallest value in an empty load case ship condition. There are seven international policy and five national policies relevant to the safety of fishing vessels. International policies clearly have established the safety of the ship and crew of fishing vessels, but implementation at the national level is still lacking and not aligned.Keywords: pole and liner, quality stability, regulation-------ABSTRAKTelah menjadi pemahaman umum bahwa kegiatan penangkapan ikan merupakan suatu pekerjaan beresiko, sehingga aspek keselamatan diatas kapal merupakan faktor terpenting yang harus diperhatikan. Kapal ikan juga harus didukung dengan desain dan stabilitas yang baik, sehingga kegiatan penangkapan ikan dapat berjalan lancar dan terhindar dari bahaya kecelakaan. Armada kapal pole and line di Bitung cukup bervariasi dan kapal-kapal tersebut dibangun digalangan tradisional yang tidak berdasarkan perhitungan dan perencanaan konstruksi dan desain. Salah satu instrumen dalam jaminan keselamatan operasional kapal ikan adalah pelaksanaan peraturan, baik nasional maupun internasional. Pada tingkat internasional, banyak regulasi yang mengatur berkenaan dengan keselamatan kapal ikan. Sementara peraturan nasional yang berkaitan dengan keselamatan kapal ikan belum sejalan dan selaras, karenanya pengkajian regulasi terkait dengan peningkatan keselamatan kapal ikan perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tanggung jawab pemerintah dan sejauh mana penerapan aturan yang ada. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menentukan aspek keselamatan kapal pole and line, sedangkan tujuan khususnya adalah: (1) mengkaji dan menganalisis untuk mendapatkan kualitas stabilitas kapal (2) mengidentifikasi dan mengkaji tinjauan regulasi terkait keselamatan kapal pole and line di Bitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas stabilitas kapal pole and line pada empat kondisi distribusi muatan dalam keadaan stabilitas yang baik. Hal ini diwakili oleh nilai semua parameter yang berada di atas nilai standar IMO. Pada kondisi simulasi muatan, nilai GZ maksimum berada pada saat kapal beroperasi, sementara nilai GZ terkecil pada kondisi kapal muatan kosong. Terdapat tujuh kebijakan internasional dan lima kebijakan nasional yang relevan dengan keselamatan kapal ikan. Kebijakan internasional jelas telah menetapkan keselamatan kapal dan awak kapal penangkap ikan, tetapi implementasi di tingkat nasional masih kurang dan belum selaras.Kata kunci: Kapal pole and line, kualitas stabilitas, regulasi
ANALISIS INTERNAL DAN EKSTERNAL PENGELOLAAN PERIKANAN PANTAI SKALA KECIL DI KOTA TEGAL (An Internal and External Analysis of Small-Scale Coastal Fisheries Management in Tegal City) Agnes P. Sudarmo; MS. Baskoro; Budy Wiryawan; Eko S. Wiyono; Daniel R. Monintja
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.678 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.45-56

Abstract

ABSTRACTThe problems that occur in coastal areas related to the management of small-scale coastal fisheries in Tegal are the depletion of fish resources in coastal waters, and a variety of pressures including pressure due to population growth, abrasion as well as water pollution. A holistic understanding of internal and external factors of coastal fisheries management is needed to determine how these factors affect the fishing activities in Tegal. The purpose of this research is to analyze the internal and external factors of small-scale coastal fisheries management in Tegal. The benefit of this research is to give feedback to stakeholders and constructive actions in creating sustainable management of coastal fisheries. This study was conducted in Tegal precisely in the village of Muarareja. The sample in this study is 64 small-scale fishermen, using purposive sampling. Primary data were collected by using questionnaires, secondary data were obtained from Departementnof Agriculture and Marine Tegal, Bureau of Statistics of Tegal, Muarareja Fish Auction. Data were analyzed using descriptive analysis and SWOT analysis. The results showed that the present status of coastal fisheries management in Tegal is currently categorized as "good condition", and is still in a stable growth. There were 5 (five) alternative strategies to manage small-scale coastal fisheries management in order to improve and to enhance sustainability, namely, development of fishing gear independently, monitoring surveillance of fishing gear, utilization of fishing equipment to optimize the catch, and utilization of revolving fund for procurement of new machines.Keywords: coastal fisheries management, internal-external analysis, management-------ABSTRAKPermasalahan yang menerpa wilayah pesisir dalam pengelolaan perikanan pantai skala kecil di Kota Tegal terkait dengan adanya penurunan potensi sumber daya ikan di perairan pantai Kota Tegal, selain itu dipicu juga adanya pertumbuhan populasi penduduk, perubahan fungsi / alih lahan, pencemaran perairan, ataupun abrasi. Pemahaman yang holistik terkait faktor internal dan faktor eksternal pengelolaan perikanan pantai sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap aktivitas perikanan tangkap yang ada di Kota Tegal. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor internal dan eksternal pengelolaan perikanan pantai di Kota Tegal. Manfaat yang diinginkan adalah memberi masukan kepada pemangku kepentingan dan tindakan konstruktif dalam menciptakan pengelolaan perikanan pantai yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Tegal tepatnya di desa Muarareja. Sampel dalam penelitian ini adalah nelayan skala kecil yang berjumlah 64 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Jenis data yang diambil adalah data primer dengan menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, BPS Kota Tegal, Tempat Pelelangan Ikan Muarareja. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terkini pengelolaan perikanan pantai di Kota Tegal saat ini termasuk kategori ”cukup baik”, dan masih dalam pertumbuhan yang stabil. Usulan program strategis yang terkait dengan pengelolaan perikanan pantai di Kota Tegal yaitu pengembangan alat tangkap secara mandiri, pengawasan bersama keamanan alat tangkap, optimalisasi penangkapan ikan pada saat harga jual ikan naik, pemanfaatan alat tangkap bantuan untuk optimalisasi hasil tangkapan, dan pemanfaatan dana bergulir untuk pengadaan mesin baru.Kata kunci: analisis internal-eksternal, pengelolaan perikanan pantai, manajemen
ESTIMASI TANGKAPAN PER UNIT UPAYA BAKU DAN PROPORSI YUWANA PADA PERIKANAN TUNA DI SULAWESI TENGGARA (Estimation of Standard Catch Per Unit Effort and Juvenile Proportion of Tuna Fishery in Southeast Sulawesi) Naslina Alimina; Budy Wiryawan; Daniel R. Monintja; Tri Wiji Nurani; Am Azbas Taurusman
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.961 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.57-68

Abstract

ABSTRACTTuna is an important fish commodity in Southeast Sulawesi. It valued as an export and interisland trade product as well as an important component of local fish consumption for coastal community around Southeast Sulawesi Waters (PSST). Indonesian fisheries management is currently adopting the concept of ecosystem approach to fisheries management (EAFM). EAFM implementation in Indonesia has continued by indicators establishment to assess the sustainability performance of fisheries. Catch per unit effort standard (Standard CPUE) and juvenile composition were implemented as indicators to assess resource sustainability. Data limitations are one of the issues in fisheries management at this time, however, management efforts remain to be implemented by utilizing the best available data. This study aimed to derived recent ten years coverage of standard CPUE and it trends as well as juvenile proportion in tuna fishery based on statistical data and field observation. Assessment results show that Standard CPUE in 2014 was 0,31 tons per trip and tends to increase in year coverage, while juvenile composition was 48,6%. Based on these results, the tuna fishery in Southeast Sulawesi is still sustainable. However, there is a need to have further control and monitoring, especially on a fishery that caught tuna under Lm. Management measure has to be selected carefully in line with social economic aspects of tuna fishery in this area.Keywords: EAFM, juvenile proportion, Standard CPUE, tuna-------ABSTRAKTuna merupakan komoditas perikanan penting di Sulawesi Tenggara baik sebagai produk ekspor, perdagangan antar pulau maupun pemenuhan kebutuhan lokal bagi masyarakat pesisir di perairan bagian selatan Sulawesi Tenggara (PSST). Untuk mempertahankan keberlanjutan perikanan tuna di daerah ini maka perlu adanya suatu upaya pengelolaan komprehensif yaitu pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem atau Ecosystem approach to Fisheries Management (EAFM). Implementasi EAFM di Indonesia terus dikembangkan dengan tersusunnya indikator penilaian kinerja pengelolaan. Tangkapan per Unit Upaya atau Catch per Unit Effort (CPUE) dan komposisi yuwana merupakan bagian dari indikator EAFM Indonesia khususnya dalam domain sumberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai CPUE baku dan kecenderungannya selama sepuluh tahun terakhir, dan proporsi yuwana berdasarkan data statistik perikanan yang diintegrasikan dengan data yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan pengisian kuesioner dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil penilaian menunjukkan bahwa CPUE baku tahun 2014 adalah 0,31 ton/trip dengan kecenderungan meningkat, sedangkan komposisi yuwana adalah 48,6%. Berdasarkan nilai CPUE baku dan proporsi yuwana, maka kinerja perikanan tuna Sulawesi Tenggara masih dinilai baik. Perlu adanya upaya pengendalian dan pemantauan lebih lanjut terutama pada perikanan yang menangkap yuwana tuna. Namun demikian, pemilihan tindakan pengelolaan harus dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi lainnya dari perikanan tuna di daerah ini.Kata kunci: EAFM, proporsi yuwana, CPUE baku, tuna
RUMPON HIDUP DAN HUBUNGANNYA DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN SECARA SPASIAL-TEMPORAL DI PESISIR KABUPATEN LUWU (BIO-FADs and Its Association with Spatio-Temporal Fish Community Stucture of Cach in Luwu District Coastal Water) . Suardi; Budy Wiryawan; Am Azbas Taurusman; Joko Santoso; M. Riyanto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.68 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.83-95

Abstract

ABSTRACTBiological-Fish Aggregation Devices (Bio FADs) is FADs wich used seaweed or water plants as attractor. FADs live in this study is made using two species of seaweed i.e Eucheuma cottonii and Gracillaria sp. as attractor, so called cottonii FADs or RC and gracillaria FADs or RG. The purpose of this study was to analyze the catches based on its community structures such as the species, abundance, and ecological characteristics spatially and temporally. The research was conducted in Luwu district waters from October 2014-August 2015. RC and RG were installed in three different habitats as an observation station, i.e. river mouth habitat (MS), seagrass habitat (PL), and coral reef habitat (TK). Fish sampling on two types of FADs were collected using a scoop net. Shannon-Wienner diversity index (H') of the three habitats is relatively high. ANOSIM statistical test showed that there is a significance difference of catches abundance between habitats (R = 0.235; p = 0.001). Coral reef habitats have the highest abundance of the catch. Furthermore, there are also highly significant between the months of (R = 0.271; p = 0.001). The highest abundance of fish catches in December. The main species which contribute substantially in the two FADs are Siganus canaliculatus as well as in MS and PL habitat, while in TK habitat the main species is Caranx sp. SIMPER analysis showed that Siganus canaliculatus contribute about 66.42% of the PL habitat.Keywords: Bio- FADs, diversity index, Siganus canaliculatus-------ABSTRAKRumpon hidup atau Biological-Fish Aggregation Devices adalah rumpon yang dibuat dengan menggunakan rumput laut atau tanaman air sebagai atraktor. Rumpon hidup pada penelitian ini dibuat dengan menggunakan rumput laut jenis Eucheuma cottonii (RC) dan Gracillaria sp.(RG). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan ikan berdasarkan jenis, kelimpahan, dan karakteristik ekologis secara spasial dan temporal. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Kabupaten Luwu dari bulan Oktober 2014 hingga Agustus 2015. Sampel ikan dikumpulkan dengan menggunakan serok pada kedua jenis rumpon yang dipasang di tiga habitat yang berbeda sebagai stasiun pengamatan. Indeks diversitas Shannon-Wienner (H') secara spasial dan temporal relatif tinggi. Uji statistik ANOSIM menunjukkan bahwa kelimpahan hasil tangkapan ikan antar habitat berbeda sangat nyata, (R = 0,235; p = 0,001). Habitat terumbu karang memiliki kelimpahan hasil tangkapan tertinggi. Selanjutnya secara temporal antar bulan (musim) berbeda sangat nyata (R = 0,271; p = 0,001). Kelimpahan hasil tangkapan ikan tertinggi pada bulan Desember. Analisis SIMPER menunjukkan bahwa Siganus canaliculatus sebagai spesies utama (penciri) pada kedua rumpon, begitu pula dengan dua habitat MS dan PL. Adapun habitat TK, spesies utamanya adalah jenis Caranx sp. Kontsribusi Siganus canaliculatus cukup tinggi pada habitat padang lamun yaitu sebesar 66,42% .Kata kunci: rumpon hidup, indeks diversitas, Siganus canaliculatus
MODEL BIO-EKONOMI PERIKANAN CUMI-CUMI DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKA, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG (Bio-Economic Model of Squid Fisheries in The Waters of Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province) Wawan Oktariza; Budy Wiryawan; Mulyono S. Baskoro; Rahmat Kurnia; Sugeng H. Wisudo
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.235 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.97-107

Abstract

ABSTRACTSquid captured in the waters of Bangka Regency has grown, both with traditional and modern fishing gear. Fishing gear used consisted of squid jigging and stationary lift net. Squid fisheries in this water have not been well managed as evidenced by the tendency of squid production decreased in Sungailiat Fishing Port 17.59% per year in the period 2010-2013, the number of outside fishers who caught squid and rampant illegal tin mining in coastal waters. This study aims to determine the optimal level of squid resource management in the waters of Bangka based on biological and economic aspects. The analysis used is Schnute bio-economic models because it is more appropriate to estimate squid stock in this water. The results showed squid resources utilized in this water was overfishing, both biologically and economically since 2010 in which the production rate for the year has been 116.12% of MEY and 115.94% of MSY. Optimal production levels at MEY conditions are 767.13 tons per year with efforts 5,544 trips per year. The production level at MSY conditions are 768.33 tons per year and the efforts 5,733 fishing trips per year.Keywords: Bangka Regency waters, MEY, MSY, overfishing, squid fisheries-------ABSTRAKPenangkapan cumi-cumi di perairan Kabupaten Bangka telah berkembang, baik dengan alat tradisional maupun modern. Alat tangkap yang digunakan terdiri dari squid jigging dan bagan tancap. Perikanan cumi-cumi di perairan ini belum dikelola dengan baik seperti terlihat dari kecenderungan produksi cumi-cumi di PPN Sungailiat yang menurun 17,59% per tahun pada periode 2010 – 2013, banyaknya nelayan luar yang menangkap cumi dan maraknya penambangan timah illegal di perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pengelolaan sumberdaya cumi-cumi yang optimal di perairan Kabupaten Bangka berdasarkan aspek biologi dan aspek ekonomi. Analisis yang digunakan yaitu model bio-ekonomi Schnute karena lebih sesuai untuk menduga stok cumi-cumi di perairan ini. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di perairan ini sudah mengalami tangkap lebih baik secara biologi maupun ekonomi sejak tahun 2010. Dimana tingkat produksi pada tahun tersebut sudah mencapai 116,12% dari MEY dan 115,94 dari MSY. Tingkat produksi optimal pada kondisi MEY yaitu 767,13 ton/tahun dengan upaya tangkap 5.544 trip/tahun. Adapun pada kondisi MSY, tingkat produksi 768,33 ton per tahun dan upaya tangkap 5.733 trip per tahun.Kata kunci: perairan Kabupaten Bangka, MEY, MSY, tangkap lebih, perikanan cumi-cumi
KINERJA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) NELAYAN GILLNET DI BARSELA ACEH Muhammad Rizal; Budy Wiryawan; Sugeng Hari Wisudo; Iin Solihin; John Haluan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.809 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.1.73-86

Abstract

ABSTRACTNowadays, the development of fisheries strategic issues is related to poverty and welfare of fishermen. In 2010 - 2014, Ministry of Marine and Fisheries implemented Business Development Program of Rural Area by creating a Joint Business Group (JBG) to help traditional and small scale fishermen who categorized as poor. This study aimed to determine the performance of JBG of gillnet fishermen and to identify the attributes of performance (aspects of institutional, socio-cultural, economic, environmental and policy) in Barsela Aceh. Data was collected by purposive sampling method from 13 JBG of gillnet fishermen. IPA analysis and gap analysis were performed to measure each attribute and attribute's performance. The results showed that the value of the gap in the aspect of the institution of 1.87, and socio-cultural aspect of 1.91, which are categorized as good enough. Furthermore, the value of the economic aspect (2,12), environmental aspect (2,43) and policy aspect (2.21) are categorized as less good. The attributes which categorized as a top priority (in quadrant A) are the aspect of institution, namely; human resources quality of JBG, the level of utilization of information technology and marketing, participation in training event, frequency of training held by related agencies and traditional institutions and the effectiveness of PPTK. Socio-cultural aspects are the desire to be independent culture, work ethic culture, group cohesiveness, and JBG assets are jointly managed. In economic aspect are active savings and loan activities, the level of turnover development of JBG and the level of market opportunities for JBG fishermen's business. Environmental aspects are the effectiveness of target fish species catch, high economic value of fish and environment-friendly technologies. Policy aspects are sanctioned policies for fictitious JBG, policies about who can become a member of JBG, policy management in preparing a joint business plan and sanctions for members who violate the rules.Keywords: Barsela Aceh, JBG, gillnet fishermenABSTRAKPerkembangan isu strategis perikanan saat ini adalah kemiskinan dan kesejahteraan nelayan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2010-2014 melaksanakan Program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) dengan membuat Kelompok Usaha Bersama (KUB) untuk membantu nelayan tradisional dan kecil yang masih tergolong miskin. Penelitian ini bertujuan yaitu mengetahui kinerja KUB nelayan gillnet dan mengidentifikasi atribut kinerjanya (aspek lembaga, sosial budaya, ekonomi, lingkungan dan kebijakan) di Barsela Aceh. Metode pengambilan data purposive sampling, dimana data diambil secara sengaja pada 13 KUB nelayan gillnet. Analisis data yang digunakan yaitu analisis IPA untuk menilai setiap atribut dan analisis kesenjangan (gap) untuk menilai kinerja setiap atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesenjangan pada aspek lembaga (1,87) dan aspek sosial budaya (1,91) yaitu katagori cukup baik. Selanjutnya nilai pada aspek ekonomi (2,12), aspek lingkungan (2,43) dan aspek kebijakan (2,21) yaitu katagori kurang baik. Serta atribut yang prioritas yaitu posisi atribut kuadran A (diprioritaskan) pada aspek lembaga adalah kualitas SDM KUB, tingkat pemanfaatan akses informasi teknologi dan pemasaran, keikutsertaan kegiatan pelatihan, intensitas pembinaan dari instansi terkait dan lembaga adat dan keefektifan PPTK. Aspek sosial budaya adalah budaya ingin mandiri, budaya etos kerja, kekompakan kelompok, dan aset KUB dikelola secara bersama. Aspek ekonomi adalah aktifnya kegiatan simpan pinjam, tingkat perkembangan omset KUB dan tingkat peluang pasar untuk usaha KUB nelayan. Aspek lingkungan adalah efektivitas jenis ikan target yang tertangkap, ikan ekonomis tinggi dan teknologi ramah lingkungan. Aspek kebijakan adalah aturan sanksi bagi KUB fiktif, kebijakan tentang yang bisa menjadi anggota KUB, kebijakan manajemen dalam menyusun rencana usaha bersama dan aturan sanksi bagi anggota yang melanggar.Kata kunci:  Barsela Aceh, KUB, nelayan gillnet
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP YANG DIOPERASIKAN DI SEKITAR RUMPON LAUT DALAM (Productivity of Fishing Gears Operated Around Deep Sea Fish Aggregating Devices) Muhamad RE Prayitno; Domu Simbolon; Roza Yusfiandayani; Budy Wiryawan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.528 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.1.101-112

Abstract

ABSTRACTRumpon or Fish Aggregating Devices (FADs) had been used by purse seine and handline fishermen in Pacitan Regency since 2005. The use of rumpon has been associated with the catching of immature fishes in large number that would disrupt the sustainability of fish resources.  The aims of this study were to measure fishing productivity of purse seine and handline fleets operated around FADs deployed in eastern Indian Ocean waters and analyze the size distribution and gonad maturity index of the catch. This study was conducted at Tamperan Fishing Port of the Pacitan Regency, East Java Province. Daily fish landing data from both fishing fleets were collected from the Tamperan auction hall from January to December 2014 for productivity calculation. About 289 fish samples from 6 dominant species was taken randomly on-board of 3 purse seine and 2 handlines vessels from 8 different FADs for size distribution and gonad analysis. The average productivity of purse seine fleets in 2014were 6,7 tonnes/trip (s = 5 tonnes/trip) while handling fleets average productivity were 0,9 tons/trip (s = 0,6 tons/trip. Purse seine catch were dominated by immature and juvenile fish while handlines catch were larger and already mature fishes.Keywords: FADs, fishing productivity, gonad analysisABSTRAKRumpon atau Fish Aggregating Devices (FADs) telah digunakan oleh nelayan pukat cincin dan pancing ulur di Kabupaten Pacitan sejak tahun 2005. Penggunaan rumpon seringkali dihubungkan dengan penangkapan ikan yang belum dewasa dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga dapat mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas alat tangkap pukat cincin dan pancing ulur yang dioperasikan dengan menggunakan alat bantu rumpon yang dipasang di Samudera Hindia bagian timur dan menganalisis ukuran dan tingkat kematangan gonad hasil tangkapannya. Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Data pendaratan ikan harian selama bulan Januari hingga Desember 2014 diperoleh dari unit pelaksana teknis tempat pelelangan ikan Tamperan untuk perhitungan produktivitas.  Adapun sampel ikan sebanyak 289 ekor diambil dari 3 unit kapal pukat cincin dan 2 unit kapal pancing ulur yang beroperasi di 8 rumpon yang berbeda untuk analisis sebaran ukuran dan tingkat kematangan gonad ikan hasil tangkapan. Produktivitas rata-rata pada tahun 2014 untuk alat tangkap pukat cincin yaitu sebesar 6,7 ton/trip (s = 5 ton/trip), sedangkan pancing ulur yaitu sebesar 0,9 ton/trip (s = 0,6 ton/trip). Hasil tangkapan pukat cincin didominasi oleh ikan berukuran kecil dan belum dewasa, sedangkan pancing ulur menangkap ikan yang berukuran lebih besar dan telah dewasa.Kata kunci:  rumpon, produktivitas penangkapan, analisis gonad
SELEKSI KOMODITAS DAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN UNGGULAN DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS (The Superior Commodity and Fishing Technology Selection in Anambas Island Regency) Lilly Aprilya Pregiwati; Budy Wiryawan; Sugeng Hari Wisudo; Arif Satria
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.458 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.1.113-122

Abstract

ABSTRACTRumpon or Fish Aggregating Devices (FADs) had been used by purse seine and handline fishermen in Pacitan Regency since 2005. The use of rumpon has been associated with the catching of immature fishes in large number that would disrupt the sustainability of fish resources.  The aims of this study were to measure fishing productivity of purse seine and handline fleets operated around FADs deployed in eastern Indian Ocean waters and analyze the size distribution and gonad maturity index of the catch. This study was conducted at Tamperan Fishing Port of the Pacitan Regency, East Java Province. Daily fish landing data from both fishing fleets were collected from the Tamperan auction hall from January to December 2014 for productivity calculation. About 289 fish samples from 6 dominant species was taken randomly on-board of 3 purse seine and 2 handlines vessels from 8 different FADs for size distribution and gonad analysis. The average productivity of purse seine fleets in 2014were 6,7 tonnes/trip (s = 5 tonnes/trip) while handling fleets average productivity were 0,9 tons/trip (s = 0,6 tons/trip. Purse seine catch were dominated by immature and juvenile fish while handlines catch were larger and already mature fishes.Keywords:FADs, fishing productivity, gonad analysisABSTRAK Rumpon atau Fish Aggregating Devices (FADs) telah digunakan oleh nelayan pukat cincin dan pancing ulur di Kabupaten Pacitan sejak tahun 2005. Penggunaan rumpon seringkali dihubungkan dengan penangkapan ikan yang belum dewasa dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga dapat mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas alat tangkap pukat cincin dan pancing ulur yang dioperasikan dengan menggunakan alat bantu rumpon yang dipasang di Samudera Hindia bagian timur dan menganalisis ukuran dan tingkat kematangan gonad hasil tangkapannya. Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Data pendaratan ikan harian selama bulan Januari hingga Desember 2014 diperoleh dari unit pelaksana teknis tempat pelelangan ikan Tamperan untuk perhitungan produktivitas.  Adapun sampel ikan sebanyak 289 ekor diambil dari 3 unit kapal pukat cincin dan 2 unit kapal pancing ulur yang beroperasi di 8 rumpon yang berbeda untuk analisis sebaran ukuran dan tingkat kematangan gonad ikan hasil tangkapan. Produktivitas rata-rata pada tahun 2014 untuk alat tangkap pukat cincin yaitu sebesar 6,7 ton/trip (s = 5 ton/trip), sedangkan pancing ulur yaitu sebesar 0,9 ton/trip (s = 0,6 ton/trip). Hasil tangkapan pukat cincin didominasi oleh ikan berukuran kecil dan belum dewasa, sedangkan pancing ulur menangkap ikan yang berukuran lebih besar dan telah dewasa.Kata kunci: rumpon, produktivitas penangkapan, analisis gonad
Status Pemanfaatan Perikanan Tuna Madidihang (Thunnus albacares) Berdasarkan Model Biologi Schaefer Abgusta Fajri Wiranata; Budy - Wiryawan; Sugeng Hari Wisudo; Nimmi - Zulbainarni
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 9 No. 1 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.494 KB) | DOI: 10.29244/jmf.9.1.65-75

Abstract

There are two types of population growth function  of the basic formulation of Schaefer’s biology model, however in this study there is a difference in form and value of “r” as one of a biology parameter.   In addition  to the difference in the method by calculating the process of a and b coefficient. The calculating process of a and b coefficient in Schaefer’s biology model was conducted through linear regression which has not yet been exact.  This is  due to  the model itself which is quadratic. Therefore to provide the solution is through quadratic process. The linear regression shows the value of fmsy and Ymsy 1.40 and 1.34 times smaller than quadratic process respectively. Based on the two graphs from the calculating process of a and b coefficient, it can be concluded that the utilization of yellowfin tuna fishery was still not optimal. According to the result based on the linear and quadratic regression, the maximum production of yellowfin tuna  can be increased to 664,037 and 877,340 kg.Keywords: Population growth function, Schaefer’s Biology Model, Utilization status, Yellowfin tunaABSTRAKDua jenis fungsi pertumbuhan populasi menjadi dasar pembentukan model biologi Schaefer, namun dalam kajian ini terdapat perbedaan dalam bentuk dan nilai r sebagai parameter biologi ditambah juga berdasarkan perbedaan metode perhitungan koefisien a dan b. Metode perhitungan koefisien a dan b model biologi Schaefer melalui regresi linear masih kurang tepat, karena model biologi Schaefer berbentuk kuadratik, sehingga penyelesaiannya harus melalui proses kuadratik. Nilai fmsy dan Ymsy dari proses regresi linear memiliki nilai 1,40 dan 1,34 kali lebih rendah dari proses kuadratik. Berdasarkan kedua kurva dari kedua metode perhitungan koefisien a dan b, maka status pemanfaatan perikanan tuna madidihang diduga masih belum optimal. Sehingga berdasarkan proses regresi linear dan kuadratik, maka produksi maksimal tuna madidihang masih dapat ditingkatkan sampai dengan 664.037 dan 877.340 kg.Kata kunci:  Fungsi pertumbuhan populasi, Model biologi Schaefer, Status pemanfaatan Tuna madidihang
Co-Authors . Neliyana . Suardi A Halim A Mukminin A. Fauzi A. Fauzi AA Sudharmawan, AA Abdul Hakim Abdul Halim Abdurrouf - Abgusta Fajri Wiranata Abi Saptadinata Achmad Djunaedy Ade Ikhsan Kamil Adi Irawan Setiyanto Adrian Hordyk Adrian Hordyk Ady Candra Afdhal Fuadi Agnes P. Sudarmo Agung Warsito Agus Atmadipoera Agusta Kurniati, Agusta Agustinus Isjudarto Ahmad Agus Setiawan Ahmad Fauzi Ahmad Fuad Ahmad Mustafa Aisyah Nur Nabila Akbar, Fazhar Akhiruddin Akib, Muhaiminah Alamsyah Alamsyah Alan T. White Alfan Zubaidi Ali Bekti Widodo Ali Djamhuri Ali Martinus Am Azbas Taurusman Amehr Hakim Amiruddin Taher Amirzan Ananto Nugroho, Ananto Andi Ratu Riskha Putri Andi Rusandi Andriani, Ririn Ari Pambudi Ari Purbayanto Arief Darmawan Arief Kusuma Arif Satria Ario Damar Aris Budiarto Arum Ariyani Astriana Astuti, Ely Setyo Bagoes Soenarjanto Bahri bahri Bahtiar, . Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Subiyanto, Bambang Bantot Sutriono, Bantot Basri, Teuku Hasan Bawole, Dionisius Benjamin Kahn Besweni - Budhi H Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Indra Setiawan BUDI SETIADI DARYONO Budianto, Sahono Budiman, Ismail Chairuddin Yunus Christiana Yuni Cica Tri Mandasari Ningsih Cicik Kurniawati Clara M Kusharto D. J. Djoko Herry Santjojo Dadan Rosana Dama Nuri Daniel R Minintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Daniel Rudolf Monintja Darmawan, Regi Deddy Supriyadi Dedi Alfian Dedi Kuswandi Dedi S Adhuri Dedik Budianta Dedy Putra Wahyudi Despal Despal Devi Nuraini Santi Dewa Gede Raka Wiadnya Dheani Nadya Karinda Dian Pratiwi Dianita Ekawati Didik Setyawarno Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Domu Simbolon Donwill Panggabean Dwa Desa Warnana Dwi Cahyadi Wibowo, Dwi Cahyadi Dwijayanto, Pebru Edi Purnama Eko Sri Wiyono Ekojono, Ekojono Endar Pituringsih Endratno Endratno Enny Widyati Ernani Lubis Erry Yudhya Mulyani Evi Maulida Yanti Farida, Anif Fatchur Rohman Fatmawati, Laily Endah Fatmayanti, Fatmayanti Febrianti Utami Felicia Suranto Fernando Dayandri Willem Dangeubun Fis Purwangka Fitriani Kahar Flora Flora Gede Sarya, Gede Gondo Puspito Halimahtussaddiyah, Halimahtussaddiyah Hamizi Hamizi, Hamizi Handy Chandra Haqqa, La Ode Izzatil Hariyanto Hariyanto Hasriani Hedi Sutomo Hedi Sutomo, Hedi Helman Nur Yusuf Hendriwan Hendriwan Hendro Wahyudi Herry Widhiarto, Herry Histiarini, Aprisa Rian Hordyk, Adrian I Made Yuliara I Made Yuliara Ibrahim Ibrahim Ichwanudin, Muhammad Ihwanto, Muhammad Arif Iin Solihin Ikbal Rachmat Ilham, Iromi Illah Sailah Imam Setiadi Imam Yuwono Indo Ume Indrayani Indrayani Iqnatius Tri Hagiyatno Irfan Yulianto Irham Irham Isdahartati - Ismail Ismail Iwan Gunawan Jacomina Tahapary Jafaruddin Jafaruddin Jamaluddin Jamaluddin Jeannie Valinda Auditha John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Joko Santoso Joyce Christian Kumaat Junaiti Sahar Junedi Juniarti karmila karmila Khairul Umam Kleinertz, Sonja Krisna Rendi Awalludin L Aryati Laitupa, Jufri Pachri Lilly Aprilya Pregiwati Loneragan, Neil R. Luky Adrianto m rezeki muamar M. Fedi A Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Jahiding, M. M. Khairi Ikhsan M. Nizar Dahlan M. Nizar Dahlan M. Riyanto M. T. Kamaluddin M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Mahendra Jaya Mahiswara Maidina, Maidina Marjiyono Marjiyono Marsoedi Marsoedi Martina Wulandari Maruapey, Azis Marungkil Pasaribu Mashuni Mashuni Mastura Karateng Mercy Patanda Misbah Sururi Mochammad Riyanto Mochammad Riyanto Mohamad Natsir Mohamad Sahid Rahman Mohammad Imron Mohammad Kholid Ridwan Monintja, Daniel Rudolph Oktavianus MS. Baskoro Muhamad RE Prayitno Muhammad Fathi Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Iqbal Muhammad Jamal Muhammad Natsir Kholis Muhammad Rizal Muhammad Shoufie Ukhtary Muhammad Sumarjo Mulyono S. Baskoro Muslim Tadjuddah Mustari Mustari Mustaruddin Nanlohy, Lona H Naslina Alimina Nefianto, Tirton Neil R Loneragan Neil R. Loneragan NFN Danu NFN Danu Ni Luh Putu Trisnawati Nimmi Zulbainarni Nina Dwisasanti Nina Mindawati Nono Sampono Nugroho, Tezar Mega Nur Afmi Nur Muhammad Syadli Nuraini, Hasna Mufida Nurani, Tri W Nurhidaya Nurhidaya Nurhikmah H Nurmaini Nurmaini Nurul Rochmah Oetomo, Wateno Oktariza, Wawan Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya P., Alhakim B. P., Biyan B. Permana, Sofiyan Muji Pomeroy, Robert S. Prasetyo Catur Utomo Prasetyo, Agus Mudo Prihatin Ika Wahyuningrum Pulung, Karto Putri Anggraeni Novitasari RA Hangesti Emi Widyasari Rahmat Kurnia Rahmawati, Rahmawati Ratna Uli Damayanti Regi Darmawan Regi Fiji Anggawangsa Reymon, Reymon RH. Fitri Faradilla Richa Meliza Richard J. Stanford Richard Stanford Rifky Ismail Riri Zelmiyanti Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Risah Palevi Riska Novitasari Risna Yunita Rita Damayanti Robert S. Pomeroy Robiyanto H. Susanto Rosmina Zuchri, Rosmina Rosyid, Rizal Roza Yusfiandayani RR. Ella Evrita Hestiandari Ruchimat, Toni Rudi Febriamansyah S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sagisolo, Adam Sahrul Saehana Sahumena, Muh Handoyo Salwiyah, Salwiyah Sari, Irmanaya Sarmintohadi Satrio Budiraharjo SATRIYAS ILYAS setianingsih, wita Sigit Mulyono Siti Aisyah Siti Farhana Sjafruddin Sjafruddin Soewarso Soewarso Sofwan Bustomi Solly Aryza Sonny Koeshendrajana Sopian Sopian SRI RAHAYU Sri Setiadji Sudjadi Sudjadi Sugeng H. Wisudo Sugeng Heri Suseno Sugiyanto Sugiyanto Suhartono Suhartono Suhesti Randa Sukartono Sukartono Sulaeman Martasuganda Sulfiani Sulfiani Sulfianti Sulfianti Sumarno, Agung Supeno Supeno Suriah Suriah Suryani Suryani Suryanto Suryanto, Kelik Syahrilfuddin Syahrilfuddin, Syahrilfuddin Syam Rachma Marcillia Syamsuddin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tamrin Tamrin Tan Malaka Tarigan, Daniel Julianto Tarigan, Mazmur Tati Suharti Tati Suharti Tia Dini Pratiwi Toni Ruchimat Tri Wiji Nurani Tri Yuliyanti Triastuti, Triastuti Triono Probo Pangesti Tukul R Adi Ummanah Ummanah, Ummanah Ummi Maksum Marwati Vatria, Belvi Vita R. Kurniawati Wahju, Ronny I Wahyu Endra Kusuma Wan Maharani S.S Wanda Warahma Wazir Mawardi White, Alan T. Wida Darwiati Widya Utama Wijaya, Rahmat Wikanti Asriningrum Windaryoto Windaryoto Wiwiek Dianawati Yanto, Subari Yoga Yuniadi Yogi Yanuar Yopi Novita Yuanita Windusari Yuli Purwanto Yuliara, I Made Yulisti, Maharani Yuni, Christiana Yusriani, Yusriani Zubaydah, Wa Ode Sitti Zulfikar Afandy Zulkarnain Zulkarnain