p-Index From 2021 - 2026
5.312
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Gizi dan Pangan Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Katalogis PHARMACON Jurnal Keperawatan Indonesia Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Rotasi MODUL Jurnal Natur Indonesia Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Social Sciences Chapter Lingkungan dan Kesehatan Kerja JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Prosiding Seminas Competitive Advantage Insignia: Journal of International Relations Jurnal Harpodon Borneo Jurnal Penelitian Hutan Tanaman JURNAL PERBENIHAN TANAMAN HUTAN Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Pendidikan Bahasa Inggris KURVA S JURNAL MAHASISWA Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Physics Student Journal Dinamika Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Teknofisika Research Journal of Life Science Jurnal Perikanan dan Kelautan REKAYASA JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Forum Geografi BAKI (Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia) AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) Jurnal Zeolit Indonesia GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Jurnal Geosaintek Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan FKIP e-PROCEEDING JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards) Jurnal Pendidikan Bahasa Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Siimo Engineering : Journal Teknik Sipil JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Akuntansi Aktual Phinisi Integration Review Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Faktor Exacta Educatio JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA JURNAL SERAMBI ILMU Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Window of Health : Jurnal Kesehatan Preventif Journal EXTRAPOLASI: Jurnal Teknik Sipil ADMINISTRASI PUBLIK Jurnal Bahasa Lingua Scientia Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Seminar Nasional Lahan Suboptimal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Jaringan Laboratorium Medis Jurnal Sains Riset Gravitasi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains SABILARRASYAD Jurnal Fisika dan Terapannya Jurnal Abdidas Aceh Anthropological Journal Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Real Riset Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Abdimas: Papua Journal Of Community Service Extrapolasi Hipotenusa: Journal of Research Mathematics Education (HJRME) Journal of Accounting and Management Innovation SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT COJ (Coastal and Ocean Journal) Pawiyatan Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Jurnal Pembelajaran Fisika Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sosiosaintifik Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan International Journal of Agriculture System Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Aceh Aquatic Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN PERIKANAN KARANG DI TAMAN NASIONAL WAKATOBI: PERSPEKTIF AKTOR DAN AGEN Mercy - Patanda; Sugeng Hari Wisudo; Daniel Rudolf Monintja; Budy - Wiryawan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 9 No. 1 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.748 KB) | DOI: 10.29244/jmf.9.1.89-96

Abstract

Stakeholders, who are agents and actors in this matter play an important role in the management of reef fisheries in Wakatobi National Park. This study aims to identify the agents and actors in Wakatobi Regency and to identify similarities and differences of the perception between agents and actors in the management of conservation areas. The method used is  Principal Component Analysis (PCA). The result showed that there was a similar perception between agent and actor in which that the conservation gives benefit for the society in Wakatobi and the lack of regulation in Wakatobi Regency. Different perceptions between actors and agents occurred due to fishermen intention to fully utilize the resources for their welfare while the government intents to limit the fishing area in order to preserve the natural resources and the environment. Therefore, management related to the  regulation on legal-size of fish and the effectiveness of marine protected areas are needed. Keywords: Stakeholders, Coral Reef, Conservation, WakatobiABSTRAKPemangku  kepentingan sangat berperan penting dalam pengelolaan perikanan karang di Taman Nasional Kabupaten Wakatobi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi agen dan aktor yang berada di Kabupaten Wakatobi serta melihat persamaan dan perbedaan persepsi antara agen dengan aktor dalam pengelolaan kawasan konservasi. Penelitian ini menggunakan analisis Principal Component Analysis (PCA). Hasil kajian menunjukkan adanya persamaan persepsi antara agen dan aktor yaitu konservasi memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di Wakatobi dan masih kurangnya peraturan di Kabupaten Wakatobi. Perbedaan persepsi pada aktor dan agen karena nelayan ingin memanfaatkan perairan Taman nasional Wakatobi semaksimal mungkin untuk kesejahteraan nelayan sedangkan pemerintah membatasi wilayah penangkapan dalam rangka menjaga sumber daya alam dan lingkungannya sehingga perlu tindakan pengelolaan yaitu penentuan ukuran ikan yang tertangkap dan pengefektifan daerah perlindungan laut.Kata kunci: Pemangku Kepentingan, Perikanan Karang, Konservasi, Wakatobi
DINAMIKA HASIL TANGKAPAN BARONANG (Siganus sp.) PADA RUMPON HIDUP SECARA SPASIAL-TEMPORAL DI PESISIR ULOULO KABUPATEN LUWU . Suardi; Budy Wiryawan; Am Azbas Taurusman; Joko Santoso; Mochammad Riyanto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 10 No. 1 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.952 KB) | DOI: 10.29244/jmf.10.1.45-57

Abstract

ABSTRACTBiological-Fish Aggregation Devices (Bio FADs) is FADs which designed used seaweed as an attractor.  Bio FADs in this study were made using two species of seaweed i.e Eucheuma cottonii, called cottonii FADs (FC) and Gracilaria sp. called gracilaria FADs (FG).  The purpose of this study was to analyze the dynamics of Siganus sp catch around Bio FADs based on species, abundance, and ecological characteristics spatially and temporally. The research was conducted in Uloulo coastal waters of Luwu district from October 2014 to August 2015.  Fish samples were collected by using scoop net on both types of FADs which were installed in three different habitats as observation stations. The Shannon-Wienner (H') diversity index is relatively moderate in spatially and temporally. ANOSIM  shows that the abundance of fish catches between habitats is significantly different (R = 0,268; p = 0,001).  River estuary habitat has the highest abundance of catches which is about 14.77 ind/m2.  Furthermore, the abundance of catches between monsoon was significantly different (R = 0,110; p = 0,001).  The highest abundance of fish catches in the west monsoon (WM) is about  20,67 ind/m2. SIMPER analysis shows that Siganus canaliculatus is the main species based on habitat and season. The contribution of Siganus canaliculatus is quite high in seagrass habitat which is about 96.38%. Keywords: Bio-FADs, dynamics of catch, Siganus sp.ABSTRAKRumpon hidup atau Biological-Fish Aggregation Devices adalah rumpon yang didesain menggunakan rumput laut  sebagai atraktor. Rumpon hidup pada penelitian ini  dibuat dengan menggunakan rumput laut jenis  Eucheuma cottonii sehingga disebut rumpon cottonii(RC) dan Gracillaria sp  atau rumpon gracillaria (RG). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika hasil tangkapan ikan baronang (Siganus sp.) di sekitar rumpon hidup berdasarkan jenis, kelimpahan, dan karakteristik ekologis secara   spasial  dan temporal.  Penelitian  ini dilaksanakan di perairan pesisir Uloulo Kabupaten Luwu dari bulan Oktober 2014  sampai  Agustus 2015. Sampel ikan  dikumpulkan dengan menggunakan serok  pada kedua jenis rumpon   yang dipasang di tiga habitat yang berbeda sebagai stasiun  pengamatan.  Indeks diversitas Shannon-Wienner (H') secara  spasial dan temporal relatif moderat.  Hasil ANOSIM  menunjukkan  bahwa  kelimpahan hasil tangkapan ikan antar habitat berbeda  sangat nyata,   (R = 0,268; p = 0,001).  Habitat muara sungai memiliki kelimpahan hasil tangkapan tertinggi yaitu 14,77 ind/m2. Selanjutnya kelimpahan hasil tangkapan  berdasarkan musim berbeda  nyata (R = 0,110; p = 0,001).  Kelimpahan hasil tangkapan ikan  tertinggi  pada musim barat (MB) yaitu 20,67 ind/m2 .Analisis SIMPER  menunjukkan  bahwa Siganus canaliculatus sebagai spesies utama   berdasarkan habitat dan musim. Kontsribusi Siganus canaliculatus  cukup tinggi  pada habitat padang lamun yaitu  sebesar  96,34% .Kata kunci:  rumpon hidup, dinamika hasil tangkapan, Siganus sp.
EVALUASI KEBERLANJUTAN PERIKANAN GURITA DENGAN INDIKATOR EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI KABUPATEN BANGGAI LAUT Daniel Julianto Tarigan; Domu Simbolon; Budy Wiryawan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 10 No. 1 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.521 KB) | DOI: 10.29244/jmf.10.1.83-94

Abstract

ABSTRACTOctopus production data show that catch in Banggai Laut waters is decreasing.  In addition, some destructive or illegal fishing gear such as spears, bombs and poisons are still used to catch octopus.  Given this alarming situation,  this study is intended to assess the sustainability status of octopus fishery in Banggai Laut Regency by means of the Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM) indicator.  Octopus catch data incorporating species and amount of catch, number of fishing efforts, mantle size, weight, fishing ground, and the type of protected species are obtained through direct observation on handline fishing and interviews with fishermen. Furthermore, the same method was applied to collect fishing techniques data including fishing efforts, fleet size, crew certification and data on illegal fishing practices.  The result shows that the status of octopus resource and the domain of fishing technique in Banggai Laut Regency is in the medium category with a value of 63.33 and 68.75 respectively. Accordingly, the sustainability level of octopus fisheries is in the moderate category with a value of 66.04.  Fisheries management related to the fishing practice that is targeting undersize octopus and exceeding the annual quota require further investigation in order to maintain the sustainability level of octopus fisheries.Keywords: Banggai Laut Regency, EAFM, octopus, sustainability levelABSTRAKInformasi tentang produksi menunjukkan bahwa hasil tangkapan gurita di perairan Banggai Laut cenderung menurun. Selain itu, penangkapan gurita masih ada yang menggunakan alat tangkap yang destruktif atau illegal seperti tombak, bom dan racun. Hal ini sangat mengkhawatirkan keberlanjutan sumberdaya gurita.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status atau tingkat keberlanjutan perikanan gurita di Kabupaten Banggai Laut. Kondisi keberlanjutan perikanan gurita di Kabupaten Banggai Laut dianalisis menggunakan indikator Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM).  Data sumberdaya gurita diperoleh melalui pengamatan langsung dalam kaitannya dengan pancing ulur dan wawancara yang meliputi jenis dan jumlah produksi hasil tangkapan pancing ulur, upaya penangkapan, ukuran panjang mantel gurita, bobot gurita, spot daerah penangkapan gurita dan spesies yang dilindungi. Data teknik penangkapan ikan diperoleh melalui wawancara, survey dan observasi data yang meliputi data upaya penangkapan, jumlah armada penangkapan pancing ulur, sertifikasi awak kapal perikanan dan pelanggaran operasi penangkapan pancing ulur. Domain sumberdaya gurita di Kabupaten Banggai Laut termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 63,33. Domain teknik penangkapan termasuk kategori sedang dengan nilai 68,75. Tingkat keberlanjutan perikanan gurita secara keseluruhan termasuk kategori sedang dengan nilai 66,04. Pengelolaan terkait penangkapan gurita yang berukuran tidak layak tangkap dan membatasi hasil tangkapan maksimal yang boleh ditangkap per tahun perlu dilakukan untuk menjaga tingkat keberlanjutan perikanan gurita.Kata kunci:  Kabupaten Binggai Laut, EAFM, gurita, keberlanjutan
KLASTERISASI KARAKTERISTIK PERIKANAN TANGKAP SKALA KECIL DI KABUPATEN KAYONG UTARA Belvi Vatria; Budy Wiryawan; Eko Sri Wiyono; Mulyono S. Baskoro
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 10 No. 1 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.787 KB) | DOI: 10.29244/jmf.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTOne of the main problems in the development of small-scale capture fisheries is their characteristics that vary in each region. Lack of information about the characteristics of small-scale capture fisheries in each region can make intervention by the Government in development programs ineffective. The purpose of this study is to describe the local characteristics of small-scale fisheries in Kayong Utara Regency based on six aspects of fisheries development, namely: natural, human, physical, financial, social and institutional aspects then grouping fishing villages in Kayong Utara Regency according to their characteristics. The method used to group fishing villages was using multi criteria analysis (MCA). The MCA is performed by simple linear evaluation and hierarchical clustering anaylisis. The results showed that the the most important characteristic were human aspect and the lowest was institutional aspect. The fishing villages in North Kayong Regency are grouped into 4 clusters according to their respective character similarities. Cluster 1 consisted 2 fishing villages, namely Dusun Besar and Sutra. In Cluster 2, there were 4 fishing villages, namely Dusun Kecil, Rantau Panjang, Pulau Kumbang, and Mas Bangun. Then cluster 3 there were 4 fishing villages namely Tanjung Satai, Pemangkat, TBS, and TBU. Whereas cluster 4 there were 2 fishing villages namely Riam Berasap and Alur Bandung. Keywords: development, fishing village, intervention, livelihoodABSTRAKSalah satu permasalahan utama dalam pembangunan perikanan tangkap skala kecil adalah karakteristiknya yang berbeda-beda di setiap daerah. Keragaman karakteristik perikanan skala kecil ini dapat membuat intervensi yang dilakukan pemerintah dalam program pembangunan menjadi tidak efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik perikanan tangkap skala kecil di Kabupaten Kayong Utara berdasarkan enam aspek pembangunan perikanan, yaitu: aspek alam, manusia, fisik, keuangan, sosial dan kelembagaan kemudian mengelompokan tipologi desa-desa nelayan di Kabupaten Kayong Utara sesuai dengan kemiripan karakteristiknya. Metode yang digunakan untuk mengelompokkan desa-desa nelayan menggunakan analisis multi kriteria (MCA). MCA dilakukan dengan simple linear evaluation dan hierarchical clustering anaylisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik yang paling unggul adalah aspek manusia dan yang paling lemah adalah aspek kelembagaan. Desa-desa nelayan di Kabupaten Kayong Utara dikelompokkan menjadi 4 klaster sesuai dengan kemiripan karakteristiknya. Klaster 1 terdiri dari 2 desa nelayan, yaitu Dusun Besar dan Sutra. Pada klaster 2 terdapat 4 desa nelayan, yaitu Dusun Kecil, Rantau Panjang, Pulau Kumbang, dan Mas Bangun. Kemudian klaster 3 terdapat  4 desa nelayan yaitu Tanjung Satai, Pemangkat, TBS, dan TBU. Klaster 4 terdapat  2 desa nelayan yaitu Riam Berasap dan Alur Bandung.Kata kunci: desa nelayan, intervensi, mata pencaharian, pembangunan
Implementation of Tuna Traceability in Ocean Fishing Port of Nizam Zachman Jakarta Tia Dini Pratiwi; Budy Wiryawan; Tri Wiji Nurani
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 12 No. 1 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v12i1.32827

Abstract

Nizam Zachman Fishing Port (PPS Nizam Zachman) is one of fishing ports in Indonesia that implemented traceability and has export-destination to the United States and the European Union. However, previous study showed that documents recording and fish handling activities in the fishing port were poorly managed. Objectives of this study were to identify structure of supply chain, formulate obstacle factors of traceability, and recommend implementation actions of traceability. Data were collected through observation and interviews with longline tuna fishermen and tuna processing entrepreneurs. Subsequently, data were analyzed by applying descriptive and GAP analysis. The results showed that supply chain of tuna fisheries at PPS Nizam Zachman was started from fishermen, fish landing center, and ended at tuna processing industries. Regarding traceability implementation, 83% of activities at the Nizam Zachman fishing port met the standard. However, improvement was still required for documentation process at fishermen and processing phase, in addition to tuna handling procedures. Factors that impede traceability include e-logbooks filling, tuna handling at unloading process; 1) No regular checking on temperature at every 2 hours; 2) slow loading and unloading speed; 3) Fish are exposed to the floor during transportation process, no refrigerated vehicles were used during transportation process, and no electronics documentation. Some actions to overcome traceability implementation problems are: 1) evaluating and monitoring the fishermen activities; 2) doing periodic quality control in the field; 3) managing collaborations between the government and NGOs and tuna fisheries industry associations.Keywords: GAP analysis, supply chain, traceability, tuna export, tuna handling
Pengembangan Kawasan Konservasi Untuk Mendukung Pengelolaan Perikanan yang Berkelanjutan di Indonesia Andi Rusandi; Amehr Hakim; Budy Wiryawan; Sarmintohadi; Irfan Yulianto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 12 No. 2 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v12i2.37047

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menargetkan 32,5 juta hektar kawasan konservasi atau 10% dari luas perairan Indonesia pada tahun 2030 yang merupakan kontribusi untuk komitmen global Sustainable Development Goal dan Convention on Biological Diversity. Pada awal pembentukan, kawasan konservasi tersebut lebih ditujukan kepada perlindungan biodiversitas, namun seiring dengan waktu dirasa perlu untuk kawasan konservasi dapat mendukung keberlanjutan sumber daya ikan sesuai dengan amanat Undang-Undang Perikanan. Riset ini dilakukan untuk mengkaji luasan dan sebaran kawasan konservasi di Indonesia, serta mengkaji target konservasi, berkenaan dengan fungsinya dalam mendukung pengelolaan perikanan. Hasil penelitian menunjukkan pemerintah Indonesia sudah mengalokasikan 28,08 Juta hektar atau 377 kawasan konservasi, dengan luas 12,9 juta hektar atau sebanyak 64 kawasan konservasi telah ditetapkan oleh menteri. Perlu ada prioritas utama untuk mengembangan kawasan konservasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 dan 718, dan prioritas berikutnya di WPPNRI 572, 712, 716, dan 717. Selain itu perlu dikembangan indikator dan alat ukur di masing-masing kawasan konservasi terkait ikan ekonomis penting yang merupakan salah satu target konservasi utama dari kawasan konservasi yang ada di Indonesia.
STRATEGI PEMANFAATAN NILAI EKONOMI TERUMBU KARANG KELURAHAN PULAU ABANG, KECAMATAN GALANG, KOTA BATAM Cicik Kurniawati; Ario Damar; Budy Wiryawan
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.94 KB)

Abstract

Penelitian tentang strategi pemanfaatan nilai ekonomi terumbu karang di Kelurahan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam dilaksanakan dari bulan April hingga bulan Juni 2009. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui status penutupan terumbu karang di Kelurahan Pulau Abang Kota Batam; 2) meng-evaluasi jenis–jenis alat tangkap yang dioperasikan di kawasan terumbu karang Kelurahan Pulau Abang Kota Batam; 3) mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan alat tangkap di terumbu karang; 4) me-nyusun arahan teknik penggunaan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan untuk dikembangkan khususnya di kawasan terumbu karang Pulau Abang Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode LIT (line intercept transect), UVC (underwater visual census). Data aktivitas perikanan melalui wawancara mendalam, pengisian kuisioner, dan observasi langsung di lapangan. Pembuatan rencana strategi dan rencana program beserta prioritasnya dalam penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan di terumbu karang dilakukan dengan metode A-WOT merupakan gabungan AHP dan SWOT. Analisis menyimpulkan kondisi terumbu karang di lokasi penelitian di perairan Kelurahan Pulau Abang dalam keadaan bagus. Jenis yang banyak ditemukan adalah non-Acropora. Pengoperasian alat tangkap kelong pantai di terumbu karang mempunyai dampak paling besar berupa kerusakan terumbu karang maupun ikan.Kata kunci: alat tangkap ikan, dampak, Pulau Abang, rencana strategi, rencana program, terumbu karang
Management Model of Reef Fisheries in Karimunjawa National Park Ririn Irnawati; Domu Simbolon; Budy Wiryawan; Bambang Murdiyanto; Tri Wiji Nurani
Forum Pasca Sarjana Vol. 35 No. 1 (2012): Forum Pascasarjana
Publisher : Forum Pasca Sarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.717 KB)

Abstract

Karimunjawa National Park (KNP) inhabited mostly by fisherman. Its area surrounds by 111.625 ha as waters. Fishing zone is dedicated for traditional fisheries. Therefore the capture fisheries in KNP should be adjusted to ccommodate conservancy and utilization objectives. The objective of the research is to design management model of reef fisheries in KNP. Selection of leading fish product was conducted by implementing comparative performance index. Potency of reef fish resources was performed by using bio-economic model. Optimization number of fishing gear is performed by using LGP. Feasibility study for fishery business was conducted with R/C, ROI, PP, NPV, B/C, and IRR criteria. Policy and institutional for capture  fisheries was conducted by using institutional analysis. The result shows the leading fish from reef fish is jack trevallies and yellow tail; reef fish potency is 174.225,68 kg/year; the fishing technology for reef fish are hand line  (1.412 units) and traps  (102 units);  hand line, fish trap, and muroami  are  competent to develop  continuously in KNP area; the policy of reef fisheries need to coordinate between stakeholders and institutions  to gain optimal management; the institutional that involve in management are fishermen group, BTNKJ, DKP, NGO, fisherman’s business group, and educational institutions.
DEVELOPING A FUNCTIONAL DEFINITION OF SMALL-SCALE FISHERIES IN SUPPORT OF MARINE CAPTURE FISHERIES MANAGEMENT IN INDONESIA Abdul Halim; Budy Wiryawan; Neil R. Loneragan; Adrian Hordyk; M. Fedi A. Sondita; Alan T. White; Sonny Koeshendrajana; Toni Ruchimat; Robert S. Pomeroy; Christiana Yuni
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 2 (2020): JFMR VOL 4. NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.9

Abstract

Small-scale capture fisheries have a very important place globally, but unfortunately are still mostly unregulated. Typically, they are defined based on capture fisheries characteristics, technical attributes of fishing vessels, and socio-economic attributes of fishers. Indonesia uses the term ‘small-scale fisher’ (nelayan kecil), currently defined to include fishing boats of ≤ 10 gross tons (GT), which previously covered only boats of ≤ 5 GT. Because small-scale fishers are by law granted a privilege by government to be exempted from fisheries management measures (e.g. fisheries licensing system), its current definition jeopardizes fisheries sustainability and significantly increases the size of unregulated and unreported fisheries. It is also unfair, as it legitimizes the payment of government support to relatively well-off fishers. This paper aims to develop a functional definition of small-scale fisheries (perikanan skala kecil) to guide policy implementation to improve capture fisheries management in Indonesia. A definition of small-scale fisheries is proposed as a fisheries operation, managed at the household level, fishing with or without a fishing boat of < 5 GT, and using fishing gear that is operated by manpower alone. This definition combines attributes of the fishing vessel (GT), the fishing gear (mechanization), and the unit of business decision making (household) to minimize unregulated and unreported fishing and focus government aid on people who are truly poor and vulnerable to social and economic shocks. The terms small-scale fisheries and small-scale fishers must be legally differentiated as the former relates to fisheries management and the latter relates to empowerment of marginalized fishers.
PENGARUH MEDIA DAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIBITAN GERUNGGANG (Cratoxylom arborescens (Vahl) Blume) NFN Danu; Rina Kurniaty
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2013.1.1.37-42

Abstract

Pembangunan hutan tanaman gerunggang (Cratoxylom arborescens (Vahl) Blume memerlukan bibit yang bermutu. Bibit berkualitas dapat dihasilkan dengan mengoptimalkan proses fisiologis tanaman seperti fotosintesa dan metabolisme yang dipengaruhi oleh faktor luar seperti sinar matahari, tersedianya air, hara mineral dan kondisi tempat tumbuh. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari teknik pembibitan untuk memperoleh informasi pengaruh media dan naungan terhadap pertumbuhan bibit gerunggang. Media yang digunakan adalah tanah, serbuk sabut kelapa, arang sekam padi dan campuran ketiganya. Naungan yang diberikan terdiri dari tanpa naungan (0%), 25%, 50% dan 75%. Hasil penelitian menunjukkan pembibitan gerunggang asal benih menggunakan media campuran arang sekam padi dan serbuk sabut kelapa (1:2,v/v) dan naungan 25% menghasilkan tinggi bibit 11,10 cm dengan diameter batang 1,51 mm dan 11 helai daun pada umur 3 bulan.
Co-Authors . Neliyana . Suardi A Halim A Mukminin A. Fauzi A. Fauzi AA Sudharmawan, AA Abdul Hakim Abdul Halim Abdurrouf - Abgusta Fajri Wiranata Abi Saptadinata Achmad Djunaedy Ade Ikhsan Kamil Adi Irawan Setiyanto Adrian Hordyk Adrian Hordyk Ady Candra Afdhal Fuadi Agnes P. Sudarmo Agung Warsito Agus Atmadipoera Agusta Kurniati, Agusta Agustinus Isjudarto Ahmad Agus Setiawan Ahmad Fauzi Ahmad Fuad Ahmad Mustafa Aisyah Nur Nabila Akbar, Fazhar Akhiruddin Akib, Muhaiminah Alamsyah Alamsyah Alan T. White Alfan Zubaidi Ali Bekti Widodo Ali Djamhuri Ali Martinus Am Azbas Taurusman Amehr Hakim Amiruddin Taher Amirzan Ananto Nugroho, Ananto Andi Ratu Riskha Putri Andi Rusandi Andriani, Ririn Ari Pambudi Ari Purbayanto Arief Darmawan Arief Kusuma Arif Satria Ario Damar Aris Budiarto Arum Ariyani Astriana Astuti, Ely Setyo Bagoes Soenarjanto Bahri bahri Bahtiar, . Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Subiyanto, Bambang Bantot Sutriono, Bantot Basri, Teuku Hasan Bawole, Dionisius Benjamin Kahn Besweni - Budhi H Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Indra Setiawan BUDI SETIADI DARYONO Budianto, Sahono Budiman, Ismail Chairuddin Yunus Christiana Yuni Cica Tri Mandasari Ningsih Cicik Kurniawati Clara M Kusharto D. J. Djoko Herry Santjojo Dadan Rosana Dama Nuri Daniel R Minintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Daniel Rudolf Monintja Darmawan, Regi Deddy Supriyadi Dedi Alfian Dedi Kuswandi Dedi S Adhuri Dedik Budianta Dedy Putra Wahyudi Despal Despal Devi Nuraini Santi Dewa Gede Raka Wiadnya Dheani Nadya Karinda Dian Pratiwi Dianita Ekawati Didik Setyawarno Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Domu Simbolon Donwill Panggabean Dwa Desa Warnana Dwi Cahyadi Wibowo, Dwi Cahyadi Dwijayanto, Pebru Edi Purnama Eko Sri Wiyono Ekojono, Ekojono Endar Pituringsih Endratno Endratno Enny Widyati Ernani Lubis Erry Yudhya Mulyani Evi Maulida Yanti Farida, Anif Fatchur Rohman Fatmawati, Laily Endah Fatmayanti, Fatmayanti Febrianti Utami Felicia Suranto Fernando Dayandri Willem Dangeubun Fis Purwangka Fitriani Kahar Flora Flora Gede Sarya, Gede Gondo Puspito Halimahtussaddiyah, Halimahtussaddiyah Hamizi Hamizi, Hamizi Handy Chandra Haqqa, La Ode Izzatil Hariyanto Hariyanto Hasriani Hedi Sutomo Hedi Sutomo, Hedi Helman Nur Yusuf Hendriwan Hendriwan Hendro Wahyudi Herry Widhiarto, Herry Histiarini, Aprisa Rian Hordyk, Adrian I Made Yuliara I Made Yuliara Ibrahim Ibrahim Ichwanudin, Muhammad Ihwanto, Muhammad Arif Iin Solihin Ikbal Rachmat Ilham, Iromi Illah Sailah Imam Setiadi Imam Yuwono Indo Ume Indrayani Indrayani Iqnatius Tri Hagiyatno Irfan Yulianto Irham Irham Isdahartati - Ismail Ismail Iwan Gunawan Jacomina Tahapary Jafaruddin Jafaruddin Jamaluddin Jamaluddin Jeannie Valinda Auditha John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Joko Santoso Joyce Christian Kumaat Junaiti Sahar Junedi Juniarti karmila karmila Khairul Umam Kleinertz, Sonja Krisna Rendi Awalludin L Aryati Laitupa, Jufri Pachri Lilly Aprilya Pregiwati Loneragan, Neil R. Luky Adrianto m rezeki muamar M. Fedi A Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Jahiding, M. M. Khairi Ikhsan M. Nizar Dahlan M. Nizar Dahlan M. Riyanto M. T. Kamaluddin M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Mahendra Jaya Mahiswara Maidina, Maidina Marjiyono Marjiyono Marsoedi Marsoedi Martina Wulandari Maruapey, Azis Marungkil Pasaribu Mashuni Mashuni Mastura Karateng Mercy Patanda Misbah Sururi Mochammad Riyanto Mochammad Riyanto Mohamad Natsir Mohamad Sahid Rahman Mohammad Imron Mohammad Kholid Ridwan Monintja, Daniel Rudolph Oktavianus MS. Baskoro Muhamad RE Prayitno Muhammad Fathi Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Iqbal Muhammad Jamal Muhammad Natsir Kholis Muhammad Rizal Muhammad Shoufie Ukhtary Muhammad Sumarjo Mulyono S. Baskoro Muslim Tadjuddah Mustari Mustari Mustaruddin Nanlohy, Lona H Naslina Alimina Nefianto, Tirton Neil R Loneragan Neil R. Loneragan NFN Danu NFN Danu Ni Luh Putu Trisnawati Nimmi Zulbainarni Nina Dwisasanti Nina Mindawati Nono Sampono Nugroho, Tezar Mega Nur Afmi Nur Muhammad Syadli Nuraini, Hasna Mufida Nurani, Tri W Nurhidaya Nurhidaya Nurhikmah H Nurmaini Nurmaini Nurul Rochmah Oetomo, Wateno Oktariza, Wawan Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya P., Alhakim B. P., Biyan B. Permana, Sofiyan Muji Pomeroy, Robert S. Prasetyo Catur Utomo Prasetyo, Agus Mudo Prihatin Ika Wahyuningrum Pulung, Karto Putri Anggraeni Novitasari RA Hangesti Emi Widyasari Rahmat Kurnia Rahmawati, Rahmawati Ratna Uli Damayanti Regi Darmawan Regi Fiji Anggawangsa Reymon, Reymon RH. Fitri Faradilla Richa Meliza Richard J. Stanford Richard Stanford Rifky Ismail Riri Zelmiyanti Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Risah Palevi Riska Novitasari Risna Yunita Rita Damayanti Robert S. Pomeroy Robiyanto H. Susanto Rosmina Zuchri, Rosmina Rosyid, Rizal Roza Yusfiandayani RR. Ella Evrita Hestiandari Ruchimat, Toni Rudi Febriamansyah S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sagisolo, Adam Sahrul Saehana Sahumena, Muh Handoyo Salwiyah, Salwiyah Sari, Irmanaya Sarmintohadi Satrio Budiraharjo SATRIYAS ILYAS setianingsih, wita Sigit Mulyono Siti Aisyah Siti Farhana Sjafruddin Sjafruddin Soewarso Soewarso Sofwan Bustomi Solly Aryza Sonny Koeshendrajana Sopian Sopian SRI RAHAYU Sri Setiadji Sudjadi Sudjadi Sugeng H. Wisudo Sugeng Heri Suseno Sugiyanto Sugiyanto Suhartono Suhartono Suhesti Randa Sukartono Sukartono Sulaeman Martasuganda Sulfiani Sulfiani Sulfianti Sulfianti Sumarno, Agung Supeno Supeno Suriah Suriah Suryani Suryani Suryanto Suryanto, Kelik Syahrilfuddin Syahrilfuddin, Syahrilfuddin Syam Rachma Marcillia Syamsuddin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tamrin Tamrin Tan Malaka Tarigan, Daniel Julianto Tarigan, Mazmur Tati Suharti Tati Suharti Tia Dini Pratiwi Toni Ruchimat Tri Wiji Nurani Tri Yuliyanti Triastuti, Triastuti Triono Probo Pangesti Tukul R Adi Ummanah Ummanah, Ummanah Ummi Maksum Marwati Vatria, Belvi Vita R. Kurniawati Wahju, Ronny I Wahyu Endra Kusuma Wan Maharani S.S Wanda Warahma Wazir Mawardi White, Alan T. Wida Darwiati Widya Utama Wijaya, Rahmat Wikanti Asriningrum Windaryoto Windaryoto Wiwiek Dianawati Yanto, Subari Yoga Yuniadi Yogi Yanuar Yopi Novita Yuanita Windusari Yuli Purwanto Yuliara, I Made Yulisti, Maharani Yuni, Christiana Yusriani, Yusriani Zubaydah, Wa Ode Sitti Zulfikar Afandy Zulkarnain Zulkarnain